Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

SINTESIS ASETALDIHIDA

DOSEN PENGAMPU :
Alif Desi Suyono Saputri, S.Farm

KELOMPOK : TEORI 3F (4)


TGL PRAKTIKUM: 16 SEPTEMBER 2016
ANGGOTA : 1. DINDA FELIANA(22164849A)
2. MAYANG INDAH SARI(22164850A)
3. JOVERLY ENDEY(22164851A)
4. FITRI MELATI(22164852A)
5. TA’LIMUL MUTAALILM(22164853A)

PROGAM STUDI S-1 FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2016
A. Tujuan percobaan
1. Mensintesis asetaldehida
2. Mengenal reaksi oksidasi alcohol primer menjadi aldehida oleh asam kromat.
3. Mengenal isolasi senyawa hasil sintesis dengan cara destilasi
4. Mengidentifikasi senyawa hasil sintesis

B. Tinjauan pustaka
Aldehida adalah senyawa organic yang memiliki gugus fungsi karbonil yang mengikat
sekurangnya satu atom hydrogen pada karbon-karbonilnya dan gugus yang lain dapat berupa
alkil, aril atau atom H. metode terbaik untuk mensintesis suatu aldehida sederhana ialah
dengan oksidasi suatu alcohol primer dan pemutusan oksidatif dari alkena oleh ozon,
disamping itu aldehidehida dapat diperoleh dari hasil reduksi secara pearsial dari turunan
asam karboksilat tertentu.
Oksidasi alkohol primer menggunakan oksidator asam kromat yang dihasilkan dari
campuran K2Cr2O7 dan asam sulfat pekat, reaksi ini sulit menghentikan tahap oksidasi hanya
sampai tahap aldehida sebab biasanya akan terjadi reaksi oksidasi berkelanjutan menjadi
asam karboksilat.
Asetaldehida merupakan turunan aldehida dengan titik didih sekitar temperatur kamar
21oC dengan berat molekul 44 gram/mol. Dibuat dengan mengoksidasi etanol pada
temperatur sekitar 50oC dengan bikromat (K2Cr2O7 ) dalam suasana asam mineral kuat,
pembuatan dengan cara ini sering menimbulkan masalah karena akan terjadi oksidasi
lanjutan menjadi asam karboksilat (asam etanoat). Oksidasi lanjutan tidak menimbulkan
masalah bagi aldehida yang memiliki berat molekul dan titik didih rendah seperti
asetaldehida karena hasilnya dapat didestilasi dari campuran reaksi segera setelah terbentuk.
Dalam percobaan kali ini, dilakukan pembuatan asetaldehida dari oksidasi alkohol
primer dengan larutan asam kromat dalam suasana asam menggunakan metode destilasi.
Dimana destilat yang dihasilkan akan direaksikan dengan Fehling A dan Fehling B untuk
membuktikan adanya adehid dalam destilat. Destilasi adalah metode pemisahan zat-zat cair
dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih. Pereaksi fehling A dan fehling B adalah
oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Kedua macam
larutan ini disimpan terpisah baru dicampur menjelang digunakan untuk memeriksa sutu
karbohidrat. Aldehid dengan pereaksi fehling dapat bereaksi menghasilkan endapan Cu2O
yang berwarna merah bata, sedangkan apabila digunakan larutan yang lebih encer maka
endapan akan terjadi berwarna hijau kekuningan.
C. Bahan dan Alat
1. Bahan
a. Etanol 96 %
b. Kalium bikromat (K2Cr2O7 )
c. Asam sulfat pekat
d. Aquadest
e. Air es
f. Kapas
2. Alat
a. Labu destilasi 125 mL g. Selang air
b. Pendingin liebig h. Beaker glass
c. Pipa along (adaptor) i. Gelas ukur
d. Erlenmeyer j. Tabung reaksi
e. Batu didih k. Pipet tetes
f. Thermometer l. Water Bath besar

D. Cara kerja
1. Masukan 7, 5 gram kalium bikromat pada labu destilasi yang sudah ada baatu
didihnya.
2. Tambahkan campuran 30ml aquadest dengan 5,5 ml asam sulfat pekat pada labu
destilasi.
3. Hubungkan labu destilasi dengan pendingin liebig yang dialiri air. Kemudian di tutup
dengan thermometer.
4. Masukkan 10 ml larutan etanol 96 % pada labu destilasi, sedikit demi sedikit. Sampai
ada gelembung seperti mendidih. Tunggu sampai gelembung habis, kemudian
tambahkan etanol sampai habis.
5. Reaksi akan berjalan dengan sendirinya, jika perlu panaskan labu destilasi dengan
nyala api kecil.
6. Tamping destilat yang terjadi dengan menggunakan Erlenmeyer yang yang direndam
air es.
7. Uji kualitatifnya, dengan cara:
a. Masukan destilat kedalam tabung reaksi sebanyak 10 tetes.
b. Kemudian tambahkan 5 tetes fehling A dan 5 tets fehling B.
c. Kemudian panaskan sebentar sampai berubah warna mnjadi hijau tua kebiru-
biruan dan juga terbentuk endapan berwana hiaju kekuningan.
E. Hasil percobaan dan pembahasan
Pada percobaan pembuatan asetildehid ini kami menggunakan bahan kalium bikromat
sebanyak 7,5 gram, campuran dari 30 ml aquadest dengan 5,5 ml asam sulfat pekat, dan
etanol 96% 10 ml . tak lupa pula kami menggunakan es batu dan aliran air kran agar uap
yang dihasilkan dapat menjadi cairan yang akan di gunakan untuk hasil percobaan. Pada
awal mula kerja kami sedikit mengalami kesulitan dalam merancang alat yang digunakan
untuk proses asetildehid, di dalam labu destilasi yang sudah terdapat batu didih kami
memasukan kalium bikromat sama aquadest setelah itu di goncang perlahan kalium
bikromat tambahkan asam sulfat pekat setelah itu di goncang perlahan hingga larutan
tercampur homogen setelah itu tambahkan sedikit demi sedikit etanol sampai terjadi
reaksi pada campuran dan larutan berubah warna dari warna orange menjadi warna hijau
kehitaman dan larutan mengalami pendidihan atau kenaikan titik didih pada larutan.
Awalnya saat kami mencampurkan etanol yang pertama proses pendidihan berhasil, tetapi
saat pencampuran selanjutnya proses pendidihan kurang begitu sempurna dan
membutuhkan sedikit waktu. setelah etanol habis tercampur semua pada larutan ,setelah
itu kami memanaskan larutan dengan menggunakan nyala api kecil (lampu spiritus) dan
menunggu proses pendidihan pada labu destilasi. Kami menunggu beberapa menit dan
kami mendapatkan hasil penguapan sebanyak kurang lebih 5 ml. setelah itu kami
melakukan uji feeling dengan cara mencampurkan 10 tetes hasil destilasi dan 5 tetes
feeling A dan feeling B yang sudah disiapkan oleh lab.kimia organik. Setelah semua
tercampur kami memanaskan larutan sampai berwarna hijau kebiruan. Cara kerja yang
kami lakukan sama seperti dasar teori yang telah kami bahas sebelumnya. Jika ada
beberapa kesalahan faktornya adalah kurang lamanya proses destilasi sehingga hasil yang
didapat kurang murni dan pengukuran volume yang kurang baik sehingga mempengaruhi
hasil akhir pada percobaan sintesis asetaldehida.

F. Kesimpulan
- Mahasiswa telah mensintesis asetaldehida menggunakan metode oksidasi parsiaql
alcohol primer yaitu etanol dengan oksidator K 2 Cr2 O 7dengan katalis H 2 SO 4
- Mahasiswa telah mengenal reaksi oksidasi alcohol primer menjadi aldehida oleh asam
kromat.
- Mahasiswa telah isolasi senyawa hasil sintesis dengan destilasi.
- Mahasiswa telah mengidentifikasi senyawa hasil sintesis dengan zat hasil destilasi
yang disintesis dengan fehling A dan menghasilkan endapan berwarna hijau kebiruan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym. Buku petunjuk praktikum kimia organic. Surakarta: fakultas farmasi Universitas
Setia Budi.
Darmin alchemist. 2011. Tugas kimia organic.
http://alchemist0308.blogspot.co.id/2011/11/laporan-organikasetaldehid.html, 22
november 2016
Fauziah nadia ayu. 2013. Laporan pembuatan asetaldehid.
http://nadiyaayufauziah.blogspot.co.id/2013/05/laporan-pembuatan-
asetaldehid.html, 22 november 2016