Anda di halaman 1dari 2

TUGAS 3

1. Perusahaan Merry menguasai 80% saham Perusahaan Goon, sedangkan Perusahaan Goon
menguasai 70% saham Perusahaan Sweety. Laba terpisah untuk Merry, Gon, dan Sweety
masing-masing adalah Rp600.000, Rp500.000, dan Rp300.000.
a. Hitunglah laba bersih konsolidasi dan hak pemilik nonpengendali dengan menggunakan
Pendekatan treasuri
Total laba terpisah Merry, Goon, dan Sweety (Rp.600.000 + Rp. 1.400.000
Rp.500.000 + Rp.300.000)
Dikurangi: kepemilikan nonpengendali:
* Nonpengendali langsung Sweety (Rp.300.000 x 30%) Rp. (90.000)
* Nonpengendali tidak langsung Sweety (Rp.300.000 x Rp. (42.000)
70% x 20%)
* Nonpengendali langsung Goon (Rp.500.000 x 20%) Rp. (100.000)
Laba bersih Merry dan laba bersih konsolidasi Rp. 1.168.000

b. Hitunglah laba bersih konsolidasi dan hak pemilik nonpengendali dengan menggunakan
Pendekatan konvensional
Merry Goon Sweety
Laba terpisah Rp.600.000 Rp.500.000 Rp.300.000
Alokasi laba Sweety untuk Goon 210.000 (210.000)
(Rp.300.000 x 70%)
Alokasi laba Goon untuk Merry 568.000 (568.000)
(Rp.710.000 x 80%)
Laba bersih konsolidasi Rp.1.168.000
Kepemilikan nonpengendali Rp. 142.000 Rp.90.000

2. Sebutkan dan jelaskan tiga jenis transaksi reorganisasi!


1) Reorganisasi portofolio/asset merupakan kegiatan penyusunan portofolio perusahaan
supaya kinerja perusahaan menjadi semakin baik. Yang termasuk ke dalam portofolio
perusahaan adalah setiap aset, lini bisnis, divisi unit usaha atau SBU (Stategic Business Unit),
maupun anak perusahaan
2) Reorganisasi modal atau keuangan adalah penyusunan ulang komposisi modal perusahaan
supaya kinerja keuangan menjadi lebih sehat. Kesehatan perusahaan dapat diukur
berdasarkan dengan tingkat efisiensi, tingat efektivitas, profitabilitas, tingakt likuiditas,
tingkat perputaran aset, leverage ratio dan market ratio.
3) Reorganisasi manajemen/organisasi merupakan penyusunan ulang komposisi manajemen,
sturktur organisasi pembagian kerja, sistem operasional, dan hal-hal lain yang berkaiatan
dengan masalah managerial dan organisasi.

3. Misal seorang investor menginvestasikan dananya sebesar 85% pada Perusahaan Sub
mengakuisisi lagi 5% kepemilikan Perusahaan Sub pada periode fiskal berjalan. Jelaskan
bagaimana dampak dari akuisisi 5% oleh perusahaan induk tersebut terhadap kepemilikan
nonpengendali pada periode tersebut dan terhadap total kepemilikan nonpengendali pada
akhir periode berjalan!
Pemegang saham nonpengendali pada Perusahaan Sub memegang kepemilikan 15% selama
setengah tahun pertama, lalu kepemilikan 5% selama setengah tahun terakhir dan pada akhir
tahun. Akan tetapi hak pemilik nonpengendali untuk tahun berjalan dan kepemilikan
nonpengendali total pada akhir tahun dihitung berdasarkan kepemilikan 5% yang dipegang
oleh pemegang saham nonpengendali sepanjang tahun.
4. Ada berapa metode dalam mengalokasikan pajak penghasilan ke perusahaan afiliasi? Jelaskan?
Ada 3 metode dalam mengalokasikan pajak penghasilan ke perusahaan afiliasi yaitu :
1) Deferred Method yaitu selisih PPh Terutang pada SPT dengan Biaya PPh berdasarkan catatan
akuntansi dalam suatu periode tertentu harus dicatat kemudian disajikan ke dalam Laporan
Keuangan sebagai Pajak yang ditangguhkan.
2) Liability Method yaitu penentuan tarif Pajak yang ditangguhkan diharapkan akan berlaku pada
periode di mana selisih pajak akan dikompensasikan.
3) Net of Tax Method yaitu Biaya PPh yang dilaporkan dalam Laporan Rugi/Laba harus sama dengan
jumlah PPh Terhutang atau pajak yang harus dibayar untuk periode yang terkait.

5. Misalkan sebuah perusahaan anak memiliki 20.000 lembar saham beredar. Sebanyak
12.000 lembar di antaranya dimiliki oleh perusahaan induk. Jika perusahaan induk membeli
lagi 3.000 lembar saham secara langsung dari perusahaan anak sebesar nilai buku, bagaimana
perusahaan induk mencatat investasi tambahan tersebut? Apakah jawaban tersebut akan
berbeda jika pembelian ke-5.000 lembar saham tersebut dilakukan di atas nilai buku?
Jelaskan!
Akuisisi dari 3.000 saham secara langsung dari perusahaan anak meningkatkan persentase
kepemilikan perusahaan induk dari 60 persen (12.000 dari 20.000 lembar saham) menjadi
86% (20.000 23.000). Perubahan dalam kepemilikan yang dipegang tidak memengaruhi cara
pencatatan perusahaan induk atas investasi tambahan. Tidak ada bedanya jika pembelian di
atas atau dibawah nilai buku.