Anda di halaman 1dari 2

 Patofisiologi

Rheumatoid arthritis akibat reaksi autoimun dalam jaringan sinovial yang


melibatkan proses fagositosis. Dalam prosesnya, dihasilkan enzim-enzim dalam sendi.
Enzim-enzim tersebut selanjutnya akan memecah kolagen sehingga terjadi edema,
proliferasi membran sinovial dan akhirnya terjadi pembentukan pannus. Pannus akan
menghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi tulang. Akibatnya adalah
menghilangnya permukaan sendi yang akan mengganggu gerak sendi. Otot akan
merasakan nyeri akibat serabut otot mengalami perubahan degeneratif dengan
menghilangnya kemampuan elastisitas pada otot dan kekuatan kontraksi otot
RA merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi. Reaksi
autoimun yang terjadi dalam jaringan sinovial. Kerusakan sendi mulai terjadi dari
ploriferasi makrofag dan fibrosis sinovial. Limfosit menginfiltrasi daerah perivaskular
dan terjadi ploriferasi sel-sel endotel kemudian terjadi neovaskularisasi. Pembuluh
darah pada sendi yang terlibat mengalami oklusi oleh bekuan kecil atau sel-sel
inflamasi. Terbentuknya pannus akibat terjadinya pertumbuhan yang irregular pada
jaringan sinovial yang mengalami inflamasi. Pannus kemudian meninvasi dan
merusak sendi rawn dan tulang. Respon imunologi melibatkan peran sitokin,
interleukin, proteinase dan faktor pertumbuhan. Respon ini mengakibatkan destruksi
sendi dan komplikasi sistemik (Surjana, 2009). Berikut adalah gambar patofisiologi
terjadinya reumatoid artritis (Surjana, 2009) :

(Sumber : Surjana, 2009)

Sel T dan sel B merupakan respon imunologi spesifik. Sel T merupakan


bagian dari sistem imunologi spesifik selular berupa Th1, Th2, Th17, Treg, Tdth,
CTL/Tc, NKT. Sitokin dan sel B merupakan respon imonologi spesifik humoral, sel B
berupa IgG, IgA, IgM, IgE, IgD (Surjana, 2009).
Peran sel T pada RA diawali oleh interaksi ntara reseptor sel T dengan share
epitop dari major histocompability complex class II (MHCII-SE) dan peptida pada
antigen-presenting cell (APC) pada sinovium atau sistemik. Peran sel B dalam
imunopatologis RA belum diketahui secara pasti (Surjana, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Suarjana, I Nyoman. 2009. Artritis Reumatoid dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam Edisi V.
Interna Publishing. Jakarta