Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MEKANIKA TANAH II

(Teori Kolom Tentang Tekanan Tanah)

OLEH :

RAHMAT RAHIM FAISAL 201810056

ASWAR MULHAKIM 201810048

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS SULAWESI TENGGARA

KENDARI 2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang teori kolom tekanan tanah

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap
semoga makalah ilmiah tentang teori kolom tekanan tanah ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

    

                                                                                     Kendari,  16 Januari 2020

    
                                                                                              Penyusunn
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tekanan tanah adalah gaya yang ditimbulkan oleh akibat dorongan tanah
di belakang struktur penahan tanah. Besarnya tanah lateral sangat dipengaruhi
oleh perubahan letak dari dinding penahan tanah dan sifat tanahnya. Tekanan
tanah lateral yang terjadi dibedakan atas 3 keadaan , yakni :

ekanan tanah pada keadaan diam.\ (Soil pressure at rest).


Tekanan tanah ini akan terjadi dan bekerja pada suatu retainig wall apabila
retaining wall tersebut sama sekali tidak bisa bergerak di dalam tanah
Tekanan tanah aktif (Active earth pressure)
Tekanan tanah aktif akan terjadi dan bekerja pada suatu retaining wall
apabila retaining wall tersebut harus menahan lomgsornya tanah. Dengan kata lain
tekanan tanah aktif dapat terjadi apabila retaining wall bergerak menjahui tanah.
Tekanan tanah pasif (Passive earth pressure)
Tekanan tanah pasif akan terjadi dan bekerja pada suatu retaining wall
apabila tanah tersebut harus menahan bergeraknya retaining wall , tau dengan kata
lain tekanan tanh pasif akan terjadi apabila dinding didorong menuju tanah.

1.2 Tujuan

Untuk dapat mengetahui teori tentang tekanan tanah

1.3 Manfaat

Untuk dapat menambah wawasan tentang teori kolom mengenai tekanan tanah
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 pengertian tekanan tanah

Koefisien Tekanan tanah adalah gaya yang ditimbulkan oleh akibat


dorongan tanah di belakang struktur penahan tanah. Bagian bangunan yang
menahan tanah harus direncanakan untuk dapat menahan tekanan tanah sesuai
dengan ketentuan yang ada. Besarnya tekanan tanah dalam arah lateral ditentukan
oleh: a. Besarnya koefisien tekanan tanah aktif, pasif dan keadaan diam b.
Besarnya kohesi tanah c. Besarnya beban yang bekerja pada permukaan tanah
timbunan Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk menganalisis besarnya
tekanan-tekanan tanah lateral tersebut. Antara lain teori Rankine (1857) dan teori
Coulomb (1776). Dalam tulisan ini digunakan teori Rankine (1857), beberapa
anggapan dalam analisis tekanan tanah cara Rankine (1857), adalah:

1. Tanah adalah bahan yang isotropis, homogen, dan tak berkohesi.

2. Permukaan bidang longsor bersudut 90° dengan horisontal (dasar dinding


penahan tanah)

3. Tanah yang longsor (yang berbentuk baji) merupakan satu kesatuan (rigid
body).

4. Sudut tanah timbunan dengan horisontal (β) sama dengan sudut tekanan tanah
aktif dengan normalnya.

5. Keruntuhan pada struktur penahan tanah dianggap sebagai masalah dua dimensi
dengan memperhatikan panjang satuandari dinding penahan yang panjangnya
tak terhingga.

2.2 Dinding penahan tanah

Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting


utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah
berkontur atau tanah yang memiliki elevasi berbeda. Secara singkat dinding
penahan merupakan dinding yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas
struktur atau bangunan yang dibuat. Bangunan dinding penahan umumnya terbuat
dari bahan kayu, pasangan batu, beton hingga baja. Bahkan kini sering dipakai
produk bahan sintetis mirip kain tebal sebagai dinding penahan tanah. Produk
bahan ini sering disebut sebagai geo textile atau geo syntetic . Permukaan lereng
yang curam dari tanah tidak akan stabil untuk waktu yang panjang.untuk menjaga
suatu permukaan yang vertikal diperlukan konstruksi penahan. konsturksi
penahan yang umum di pakai adalah dinding penahan tanah, beberapa tipe
dinding penahan diperlihatkan pada gambar. dinding penahan ini di anggap sangat
kaku ( kuat ) dan perancangan struktur ini memerlukan penghitunga beban yang
bekerja. tekanan yang bekerja di sebabkan oleh berat dari dinding, berat dari
timbunan dan kemungkinan adanya beban luar yang yang bekerja pada dinding
maupun di atas timbunan.

2.3 Kestabilan Dinding Penahan Tanah

Besaran tekanan lateral ini menjadi salah satu faktor utama yang
diperhitungkan untuk perancangan kestabilan dinding penahan tanah. Tekanan
lateral tersebut dapat menyebabkan dinding penahan terguling (overturning) atau
bergeser (slidding). Selain besaran tekanan lateral kestabilan dinding penahan
dipengaruhi pula oleh bentuk struktur dan faktor pelaksanaan konsruksi.
Buruknya pemadatan tanah tertahan di belakang dinding penahan merupakan
penyebab keruntuhan undermining.

2.4 Kestabilan Geser Dinding Penahan

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal,


dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah
muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya
struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak
mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau
tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus
dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun
pengaruh hujan.

 2.5 Kestabilan terhadap Guling

Untuk pendekatan keamanan terhadap bahaya guling dari dinding penahan


yang mengandalkan berat (gravity wall) dan semi gravity wall, dapat digunakan
kriteria sebagaimana ditunjukkan.

2.6 Kestabilan untuk dinding penahan gravity dan semigravity

Data tanah relevan untuk pendekatan perhitungan tekanan tanah lateral dan
kestabilan dinding penahan dapat ditunjukkan tentang Properti tanah untuk
perhitungan tekanan tanah aktif Rankine, tentang Faktor gesek untuk perhitungan
dinding penahan.

2.7 Dinding Tanah Distabilisasi secara Mekanis (Mechanically Stabilized


Earth Wall/MSE)

MSE dibuat dari beberapa elemen bahan yang dimaksudkan untuk


penguatan dan perbaikan tanah dengan menggunakan plat baja (steel strip) atau
bahan grid polimer (polymeric grid), geotekstil (geotextile) yang kuat menahan
tarikan dan beban bahan di atasnya. Keuntungan dinding ini dibandingkan
dinding konvensional dari bahan pasangan dan beton bertulang adalah:
1. Fleksibel terhadap adanya kemungkinan penurunan
2. Cukup murah
3. Cukup efisien terhadap waktu pemasangan
4. Kapabilitas yang cukup baik untuk terjadinya drainase (drainage)

Terdapat dua macam produk, produk yang dapat mulur (extensible


product), dan produk yang tak dapat mulur (inextensible product). Produk yang
dapat meregang memungkinkan berubah bentuk akibat beban tanpa mengalami
putus karena kekuatannya telah dirancang melebihi kekuatan tanah. Dinding ini
diselenggarakan untuk keperluan semi permanen dan atau jika lapangan
menyulitkan membangun dinding penahan dari bahan pasangan. Kadang bahan ini
digunakan sebagai stabilisasi saat pelaksanaan pekerjaan dinding penahan yang
lebih permanen.

2.8 Struktur Dinding dengan Paku

Struktur dinding ini diselenggarakan bersama-sama dengan pekerjaan


penggalian atau pemotongan tanah (excavation). Tanah diperkuat saat dilakukan
pemotongan. Perkuatan dengan paku ini menggunakan batang yang ditanam satu
dengan yang lain dengan sudut miring ke bawah sebesar 38 dari bidang datar
tanah. Penanaman paku dilakukan dari atas ke bawah. Sedangkan
penyelenggaraan dinding yang relatif tipis dilakukan dari bawah ke atas.
Kesuksesan pemasangan ini sangat tergantung dari:
      (1)   Pemilihan tanah yang cocok untuk penanaman paku,
      (2)   Penggunaan bahan yang berkualitas, dan kelengkapan peralatan yang
cocok. Tanah yang cocok umumnya berupa tanah kohesif, pasir yang
diperkeras, atau batu pecah yang dipadatkan.

Pada tahap 1 dilakukan pemotongan tanah. Tinggi pemotongan ini harus


diperhitungkan agar pemotongan tidak terlalu tinggi untuk mencegah keruntuhan.
Pada tahap 2 dilakukan pengeboran untuk pemasangan paku. Tahap 3 adalah
pemasangan paku. Perlu diingat pemasangan disarankan dari atas ke bawah
sebagai upaya untuk keamanan pelaksanaan konstruksi, yakni mengindarkan
keruntuhan tanah saat pelaksanaan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pelapisan
dinding, yang disemprotkan untuk kecepatan pelapisan.

2.9 Tekanan Tanah Akibat Berat Isi (γ) dan Kohesi (c)

Untuk tanah non kohesif, besarnya nilai tekanan tanah tergantung dari
berat isi tanah (γ), kedalaman, dan koefisien tekanan tanah aktif.

Sedangkan untuk tanah kohesif seperti tanah lempung, besarnya tekanan


tanah akan berkurang karena nilai tegangan akibat kohesi bersifat melawan
tekanan akibat berat sendiri. Sehingga pada kedalaman tertentu sebagian tanah
mengalami tegangan tarik. Hal ini dapat diabaikan karena pada kasus tertentu,
tanah kohesif sering mengalami crack, yang dimana jika celah tersebut terisi air
akan menimbulkan tegangan sehingga daerah tanah yang tertarik dianggap hilang.

2.10. Kestabilan Geser Dinding Penahan

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal,


dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah
muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya
struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak
mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau
tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus
dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun
pengaruh hujan. 

2.11 Dinding Tanah Distabilisasi secara Mekanis (Mechanically Stabilized


Earth Wall/MSE)

MSE dibuat dari beberapa elemen bahan yang dimaksudkan untuk


penguatan dan perbaikan tanah dengan menggunakan plat baja (steel strip) atau
bahan grid polimer (polymeric grid), geotekstil (geotextile) yang kuat menahan
tarikan dan beban bahan di atasnya. Keuntungan dinding ini dibandingkan dinding
konvensional dari bahan pasangan dan beton bertulang adalah:

1. Fleksibel terhadap adanya kemungkinan penurunan


2. Cukup murah
3. Cukup efisien terhadap waktu pemasangan
4. Kapabilitas yang cukup baik untuk terjadinya drainase (drainage)

Terdapat dua macam produk, produk yang dapat mulur (extensible


product), dan produk yang tak dapat mulur (inextensible product). Produk yang
dapat meregang memungkinkan berubah bentuk akibat beban tanpa mengalami
putus karena kekuatannya telah dirancang melebihi kekuatan tanah. Dinding ini
diselenggarakan untuk keperluan semi permanen dan atau jika lapangan
menyulitkan membangun dinding penahan dari bahan pasangan. Kadang bahan ini
digunakan sebagai stabilisasi saat pelaksanaan pekerjaan dinding penahan yang
lebih permanen.

BAB III

PENUTUP

 3.1 KESIMPULAN

Tekanan tanah adalah gaya yang ditimbulkan oleh akibat dorongan tanah
di belakang struktur penahan tanah. Besarnya tanah lateral sangat dipengaruhi
oleh perubahan letak dari dinding penahan tanah dan sifat tanahnya. Tekanan
tanah lateral yang terjadi dibedakan atas 3 keadaan , yakni :

ekanan tanah pada keadaan diam.


Tekanan tanah ini akan terjadi dan bekerja pada suatu retainig wall apabila
retaining wall tersebut sama sekali tidak bisa bergerak di dalam tanah
Tekanan tanah aktif 
Tekanan tanah aktif akan terjadi dan bekerja pada suatu retaining wall
apabila retaining wall tersebut harus menahan lomgsornya tanah. Dengan kata lain
tekanan tanah aktif dapat terjadi apabila retaining wall bergerak menjahui tanah.
Tekanan tanah pasif 
Tekanan tanah pasif akan terjadi dan bekerja pada suatu retaining wall
apabila tanah tersebut harus menahan bergeraknya retaining wall , tau dengan kata
lain tekanan tanh pasif akan terjadi apabila dinding didorong menuju tanah

3.2 SARAN

Makalah ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk untuk memahami teori
tentang tanah terutama mengenai tekanan tanah.
DAFTAR PUSTAKA

Hadi Utomo, W. 1982. Dasar-Dasr Fisika Tanah. Jurusan Tanah Fakultas


Pertanian Universitas Brawijaya: Malang

Soepardi,Goeswono.  1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Suwardi,dkk. 2000. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. Bogor:Institut Pertanian      


Bogor

Agroteknologi UMPAR. 20112. Segitiga Tekstur


Tanah.www.agrotekumpar.blogspot.com

Aisyah, Ayu. 2012. Tekstur Tanah. www.lilinkecil1610.blogspot.com


Anonim.2012.Air Tanah.www.wikipedia.com.23 September 2012

Dr. Ir. Madjid ,Abdul, MS. 2009. Sifat Fisika Tanah. www.dasar2ilmutanah.        


blogspot.com. 9 September 2012

Hairil. 2012. Tekstur tanah. http://taeki29.blogspot.com/2010/03/struktur-  


tanah.html
Siagian, Prasetyo. 2011.Tekstur Tanah.www.prasetyosiagian.blogspot.com.21       
September 2012