Anda di halaman 1dari 3

SISTEM SKORING

Firman F. Wirakusumah

Karena hasil pemerikasaan janin dengan menggunakan variabel biofisik


tunggal belum memberikan prediksi yang tepat tentang keadaan kesehatan janin,
dengan adanya false positive dan false negative, maka diajurkan menggunakan
gabungan variabel biofisik. Untuk itu diusulakan menggunakan sistem skoring
dengan menggabungkan hasil-hasil pemeriksaan yang diperoleh.

Antenatal Evaluation Score (Sadosvsky)

Parameter Nilai

Uji beban kontraksi positif 2


Uji tanpa beban non-reaktif 2
Gerak janin berkurang 2
Pola denyut jantung patologis 3
Maturitas paru 1

Bila jumlah nilai 5 atau lebih, kehamilan harus diakhiri.

Keterangan
1. Uji beban kontraksi positif bila terdapat 3 deselerasi lambat dalam 10
menit
2. Uji tanpa beban non-reaktif bila selama 20 menit hanya terjadi kurang dari
2 akselerasi
3. Gerak janin berkurang : bila gerak janin perhari kurang dari 10 gerak per
12 jam
4. M.A.S. (movement alarm signal) bila gerak janin tidak ada atau kurang
dari 3 per 12 jam
5. Pola denyut jantung patologis :
. Frekuensi kurang dari 100 per menit
. Frekuensi lebih dari 180 per menit
. Deselerasi variabel dan lambat berat yang berulang
. Hilangnya variabilitas denyut jantung janin
. Pola sinusoidal yang menetap
6. Maturitas paru : ratio lesitin/sfingomielin 2 atau lebih

Skoring Biofisik menurut Manning

Variabel biofisik Nilai : 2 Nilai : 0


Gerak nafas Dalam 30 menit sedikitnya ada gerak Tidak ada gerak nafas yang
lebih
nafas yang berlangsung selama 30 dari 30 detik/lebih
detik
Gerak janin Dalam 30 menit sedikitnya 3 gerak Gerak kurang dari 3 kali
janin yang terpisah

Tonus Sedikitnya ada gerak ekstensi disusul Tidak ada gerak/extensi lambat
di
oleh plexi sempurna atau gerak susul plexi partial
membuka dan menutup tangan

Uji tanpa beban reaktif Dalam 30 menit sedikitnya ada 2 Kurang dari 2 akselerasi ada
tetapi
akselerasi selama 15 detik dengan kurang dari 15 kali/menit
amplitudo 15 kali/menit

Cairan amnion Sedikitnya terdapat satu kantung Kantung amnion < 1 cm


amnion dengan ukuran vertikal
> 1 cm

Penatalaksanaan

Nilai 10 : Janin normal, dengan risiko rendah terjadinya asfiksia kronik.


Pemantauan
diulang setiap minggu kecuali pada diabetes dan postmaturitas
pemeriksaan
diulang 2 kali dalam 1 minggu.

Nilai 8 : Janin normal, dengan risiko rendah terjadinya asfiksia kronik. Bila tidak
ada
oligohidramnion, pemeriksaan diulang seperti di atas. Bila
ada
oligohidramnion, dilakukan terminasi kehamilan.

Nilai 6 : Kecurigaan adanya asfiksia kronik. Pemeriksaan diulang setiap 4-6 jam.
Bila
ada oligohidramnion dilakukan terminasi kehamilan.

Nilai 4 : Kecurigaan adanya asfikia kronik. Pada kehamilan 36 minggu atau


lebih
dilakukan terminasi. Pada kehamilan kurang dari 36 minggu dengan
L/S
ratio kurang dari 2 : ulang pemerikasaan dalam 24 jam, bila nilai
menurun
terminasi.
Nilai 0-2 : Kecurigaan kuat adanya asfiksia kronik. Perpanjang pemeriksaan selama
120
Menit, bla nilai tetap atau menurun, kehamilan diakhiri.

Aladjem mengusulkan suatu protokol evaluasi janin antepartum sebagai berikut :

1. Pada kehamilan risiko tinggi uji tanpa beban dilakukan setelah kehamilan berumur
30
minggu.
2. Bila uji tanpa beban reaktif, pemeriksaan diulang setiap minggu, kecuali
pada
kelainan tertentu seperti diabetes melitus, dianjurkan dilaksanakan setiap hari.
3. Bila reaktivitas berkurang, lakukan pemeriksaan estriol dan PHL dan uji tanpa
beban
ulangan setiap hari dengan tambahan rangsangan luar. Bila reaktivitas tidak
membaik,
lakukan uji beban kontraksi.
4. Bila dalam 2 kali pemeriksaan ternyata janin dalam keadaan gawat, lakukan
pemeriksaan maturitasparu janin. Bila paru telah matur, janin dilahirkan
sedangkan bila belum matur pasien dirujuk ke pusat yang memiliki NICU untuk
merawat janin yang masih prematur.
5. Bila kecurigaan adanya gawat janin dapt disingkirkan, ulangi pemeriksaan setiap
hari
selama 1 minggu.
6. Bila terjadi hasil yang non-reaktif atau pola sinusoidal janin harus dipersiapkan
untuk
dilahirkan dengan mempertimbangkan apakah kehidupan
intrauterin lebih menguntungkan dari kehidupan ekstra uterin.