BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Keberhasilan belajar peserta didik sangat ditentukan oleh mutu perencanaan yang
dibuat guru. Kualitas sebuah perencanaan mencerminkan tingkat kesiapan guru dalam
mengajar. Dalam Kurikulum 2006, persiapan mengajar ini dinamakan dengan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Keberadaan RPP berfungsi sebagai
pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium,
dan atau lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Oleh karena itu apa yang tertuang
dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran
dalam upaya pencapaian penguasaan suatu kompetensi dasar (Chamisijatin dkk,
2008).
Semakin berkembangnya zaman kurikulum juga mengalami perkembangan.
Mulai tahun pelajaran 2013/2014, pemerintah telah memberlakukan kurikulum baru
yang disebut dengan Kurikulum 2013. Implementasi kurikulum tersebut diatur dalam
Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013. Keberhasilan implementasi Kurikulum
2013 SD dalam kegiatan pembelajaran di kelas-kelas sekolah dasar sesuai yang
diharapkan pemerintah dan masyarakat sangat ditentukan oleh pemahaman para
pemangku kepentingan, utamanya guru. Guru SD harus memiliki pemahaman,
kesadaran, kemampuan, kreativitas, kesabaran dan keuletan. Beberapa faktor
misalnya kondisi geografis, jumlah sekolah dasar, jumlah guru Indonesia yang sangat
besar menyisakan masalah dalam memberikan sosialisasi dan pelatihan dan
pendampingan pada pemahaman kurikulum secara utuh (Prastowo, 2017).
Adanya perubahan Kurikulum mengharuskan guru mempelajari dan memahami
tentang komponen-komponen dan langkah-langkah dalam menyusun RPP, agar
pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pendidikan dapat tercapai
(Chamisijatin, 2008).
1
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian dari RPP?
2. Apa saja komponen-komponen dari RPP?
3. Bagaimana langkah-langkah dalam penyusunan RPP?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari RPP.
2. Untuk mengetahui komponen-komponen RPP.
3. Untuk mengetahui langkah-langkah penyusunann RPP.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan penjabaran dari pengalaman
belajar peserta didik yang telah ditetapkan dalam silabus, yang disusun oleh guru
dalam satu atau dua pertemuan. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang
akan dicapai, indikator, materi pokok, skenario pembelajaran tahap demi tahap, dan
penilaian. Landasan pembuatan RPP adalah PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 20, yaitu
perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan RPP yang memuat sekurang-
kurangnya berisi tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber
belajar, dan penilaian hasil belajar. RPP adalah rencana yang menggambarkan
prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan ke dalam silabus. Lingkup RPP paling
sedikit mencakup satu kompetensi dasar dengan satu indikator atau lebih
(Chamisijatin, 2008).
Menurut Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka
untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar.
Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 Lampiran IV tentang
Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran (Kemdikbud, 2013: 37)
tahapan pertama dalam pembelajaran menurut Standar Proses adalah perencanaan
pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara
rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.
Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di SD (Kemdikbud, 2013:
9) RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau
lebih.
3
2.2. Komponen-komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Komponen-komponen rencana RPP menurut Permendiknas nomor 41 tahun
2007 tentang standar proses terdiri dari :
1. Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester,
program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan
2. Standar kompetensi. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan
minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan atau semester
pada suatu mata pelajaran
3. Kompetensi dasar. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus
dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran
4. Indikator pencapaian kompetensi. Indikator kompetensi adalah perilaku yang
dapat diukur dan atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi
dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator
pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan,
sikap, dan keterampilan
5. Tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan
kompetensi dasar
6. Materi ajar. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi
7. Alokasi waktu. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar
8. Metode pembelajaran. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pembelajaran agar
peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang
4
telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi
dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan
kompetensi yang hendak dicapai pada setiap indikator dan kompetensi yang
hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
9. Kegiatan pembelajaran.
a. Pendahuluan meliputi:
1. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik, artinya guru
melakukan pengecekan kesiapan secara psikis dan fisik untuk
mengikuti pelaksanaan proses pembelajaran. Dalam hal ini contohnya:
Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan
masing-masing (Psikis) dan melakukan komunikasi tentang kehadiran
siswa (selain mengecek kehadiran juga berdialog tentang kondisi
ksesehatan peserta didik) (Fisik)
2. Orientasi, yaitu upaya memusatkan perhatian peserta didik pada materi
yang akan diajarkan dengan cara menunjukkan benda yang menarik,
ilustrasi ataupun cerita.
3. Apersepsi dengan memberikan persepsi awal kepada peserta didik
mengenai materi yang akan diajarkan.
4. Motivasi dengan memberikan gambaran manfaat mempelajari materi
yang akan diajarkan
5. Pemberian acuan boleh berupa kajian ilmu yang akan dipelajari, ajuan
dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran
secara garis besar, pembagian kelompok belajar, atau penjelasan
mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan rencana
langkah-langkah pembelajaran
b. Inti meliputi:
1. Penggunaan model, metode, media dan sumber yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
5
2. Menggunakan pendekatan tematik terpadu atau saintifik, dan model
pembelajaran lainnya. Contohnya pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik, dalam prosesnya ada kegiatan mengamati,
bertanya, mengumpulkan informasi, menganalisis/mengolah informasi
dan mengkomunikasikannya.
3. Memuat pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
terintegrasi pada pembelajaran.
c. Penutup meliputi:
1. Menemukan manfaat langsung atau tidak langsung dari hasil
pembelajaran (refleksi)
2. Memberikan umpan balik.
3. Melakukan kegiatan tindak lanjut dengan pemberian tugas.
4. Mengkonfirmasikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya.
10. Penilaian hasil belajar
a. Berisi jenis/teknik penilaian.
b. Instrumen penilaian.
c. Pedoman perskoran/Rubrik penilaian
11. Sumber belajar; dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan
6
Untuk memperjelas komponen di atas berikut contoh format RPP:
1. RPP KTSP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan :…
Mata Pelajaran :…
Kelas/Semester :…
Kompetensi Dasar :…
Alokasi Waktu :…
I. Indikator
…
II. Tujuan Pembelajaran
…
III. Materi Ajar : …
IV. Metode Pembelajaran : …
V. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Awal :…
b. Kegiatan Inti :…
c. Kegiatan Akhir :…
VI. Alat/Bahan/Sumber Belajar : …
VII. Penilaian :…
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru
(……………….) (…………………….)
7
2. RPP Kurikulum 2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP
Satuan Pendidikan :…
Kelas/Semester :…
Tema/Sub Tema :…
Pembelajaran :…
Alokasi Waktu :…
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : …
KI 2 : …
KI 3 : …
KI 4 : …
B. KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR
Kompetensi Dasar :
…
Indikator :
…
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
…
D. MATERI PEMBELAJARAN
…
E. METODE PEMBELAJARA
…
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan pendahuluan : …
Kegiatan Inti :…
Kegiatan Penutup :…
G. SUMBER/ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN
…
H. PENILAIAN HASIL BELAJAR
I. PENILAIAN SIKAP
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru
(……………..) (………………)
8
2.3. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dasar utama untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran adalah silabus.
Berdasarkan silabus yang ada seorang guru kemudian menentukan strategi atau
model pembelajaran yang meliputi: pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran
serta menentukan media yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Inilah inti dari
langkah pembuatan RPP (Chamisijatin, 2008). Berikut ini adalah alur pengembangan
RPP:
ALUR RPP
SK/KI DAN KD
SILABUS
RPP
Secara lengkap langkah penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
1. Mencantumkan Identitas
Identitas mencakup informasi tentang: nama sekolah, mata pelajaran,
kelas/semester, standar kompetensi/kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator dan alokasi waktu. Pengisian unsur-unsur identitas hendaknya
memperhatikan rambu-rambu berikut:
a. RPP disusun untuk satu kompetensi dasar
b. Standar kompetensi/kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator
dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan
c. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar,
yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh
karena itu waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat
diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan tergantung pada
karakteristik kompetensi dasarnya
9
2. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional, yang
ditargetkan untuk dicapai melalui pelaksanaan pembelajaran. Tujuan
pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari
kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional,
rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan
pembelajaran.
3. Mencantumkan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada
materi pokok yang ada dalam silabus.
4. Mencantumkan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar metode, tetapi dapat pula sebagai model
atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan
atau strategi yang dipilih.
5. Mencantumkan Langkah-langkah Pembelajaran
Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-angkah
kegiatan setiap pertemuan. Langkah-langkah kegiatan itu terdiri atas unsur
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi
dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan karakteristik
model yang dipilih. Unsur kegiatan pendahuluan dapat membangun motivasi
dan menarik minat peserta didik untuk mempelajari materi, dan juga dapat
mengembangkan pengalaman belajar menjadi kegiatan inti yang menarik
sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Kegiatan penutup juga diharapkan
yang benar-benar bermakna bagi siswa, sehingga siswa menantikan kehadiran
pembelajaran berikutnya.
6. Mencantumkan Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada apa yang telah dirumuskan dalam
silabus. Sumber belajar mencakup: sumber rujukan, lingkungan, media,
10
narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih
operasional. Misalnya sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi,
maka dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang dan
halaman yang diacu.
7. Mencantumkan Penilaian
Penilaian dijabarkan ke dalam teknik penilaian, bentuk instrumen dan
instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Penyajiannya dapat
dituangkan dalam bentuk matrik horizontal atau vertikal. Apabila penilaian
menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang
berupa proyek, maka harus disertai rubrik penilaian (Chamisijatin, 2008).
11
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan penjabaran dari pengalaman
belajar peserta didik yang telah ditetapkan dalam silabus, yang disusun oleh guru
dalam satu atau dua pertemuan. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang
akan dicapai, indikator, materi pokok, skenario pembelajaran tahap demi tahap, dan
penilaian.
Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan RPP dua kurikulum tersebut nyaris
sama dan hanya susunannya yang berbeda. Tetapi sebenarnya tidak, bisa dilihat
misalnya pada Kompetensi Dasar. Di KTSP, kompetensi dasar dan indikator berdiri
sendiri, sementara RPP K 13 kompetensi dasar digabung denngan indikator. Tidak
hanya itu dalam pembuatan KD, indikator, dan tujuan pembelajaran RPP K 13, guru
mesti memodifikasi sedemikian rupa sehingga ketiganya juga terkait dalam
pencapaian peserta didik dalam hal karakter.
Perbedaan juga bisa temukan pada bagian langkah-langkah pembelajaran. Jika
pada RPP KTSP kegiatan inti terdiri dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, maka
pada RPP K 13 kegiatan inti terdiri dari mengamati, menanya, menalar, mencoba dan
mengkomunikasikan yang bermula dari pendekatan saintifik dan kontekstual sebagai
sarana untuk memperoleh kemampuan kreatifitas peserta didik. Perbedaan yang
mecolok juga terdapat pada lembar penilaian. Pada K 13 mesti dicantumkan item
lembar pengamatan sikap pada bentuk instrumen, sementara pada KTSP tidak.
Sedangkan secara lengkap langkah menyusun RPP adalah: (1) mengisi kolom
identifikasi, (2) menentukan kompetensi dasar yang digunakan yang terdapat dalam
silabus yang telah disusun, (3) menentukan alokasi wakktu yang dibutuhkan dalam
mencapai KD, (4) membuat peta KD dan materi, (5) merumuskan tujuan
pembelajaran berdasarkan KD dan indikator, (6) mengidentifikasi materi ajar
berdasarkan materi pembelajaran yang terdapat dalam silabus, (7) menentukan
12
metode pembelajaran yang akan digunakan, (8) merumuskan langkah-langkah
pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup,
(9) menentukan alat/bahan/sumber belajar yang digunakan, serta (10) menyusun
kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal dan teknik penskoran.
3.2. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan pembaca jadi lebih memahami
komponen-komponen dan langkah-langkah penyusunan RPP. Khususnya bagi
pendidik, mampu menambah pengetahuan dalam menyusun RPP. Karena
keberhasilan dari suatu kegiatan ditentukan oleh perencanaannya. Apabila
perencanaan suatu kegiatan disusun dengan baik, maka kegiatan akan lebih mudah
dilaksanakan secara terarah serta terkendali.
3.3. Penutup
Demikian makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan baik
sengaja maupun tidak sengaja mohon untuk dimaafkan. Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan adanya
kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan
pemahaman kita semua.
13
DAFTAR PUSTAKA
Chamisijatin, Lise. dkk. 2008. Pengembangan Kurikulum SD. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Kemdikbud. 2013. Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran. Jakarta:
Balai Pustaka.
Prastowo, Andi. 2017. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Tematik Terpadu. Jakarta: Kencana.
Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun
2007 Tentang Standar Proses. Sekretariat Negara. Jakarta.
14