0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan33 halaman

Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir BBLR

Laporan kasus ini membahas asuhan kebidanan pada bayi Ny.P selama 2 jam pertama setelah persalinan di PMB Veronika Sinaga, SST, Batu Besar, meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, diagnosa masalah, serta rencana tindakan asuhan.

Diunggah oleh

Alda Laras
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan33 halaman

Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir BBLR

Laporan kasus ini membahas asuhan kebidanan pada bayi Ny.P selama 2 jam pertama setelah persalinan di PMB Veronika Sinaga, SST, Batu Besar, meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, diagnosa masalah, serta rencana tindakan asuhan.

Diunggah oleh

Alda Laras
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY.P


2 JAM PERTAMA DI PMB VERONIKA SINAGA, SST
BATU BESAR, KOTA BATAM
2021

Disusun Oleh:

ALDA LARAS TERDA


00219006

PRODI D-III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AWAL BROS

BATAM

TA. 2020-2021
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY.P
2 JAM PERTAMA DI PMB VERONIKA SINAGA, SST
BATU BESAR, KOTA BATAM
2021

Disusun Sebagai salah satu syarat kelulusan


Praktik Klinik Kebidanan (PKK) I

Disusun Oleh:

ALDA LARAS TERDA


00219006

PRODI D-III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AWAL BROS

BATAM

TA. 2020-2021
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Praktik Klinik Kebidanan I pada Bayi Ny.P P3A0 Usia 2 Jam Pertama di

PMB Veronika Sinaga, SST telah disetujui oleh Pembimbing Institusi dan

Pembimbing Lahan.

Batam, 07 Januari 2021

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

(Netty Herawaty Purba, SST., M.Keb) (Veronika Sinaga, SST)


NIDN. 01210986

Mengetahui,
Ketua Program Studi D-III Kebidanan
STIKes Awal Bros Batam

(Indah Mastikana, SST., M.Kes)


NIDN. 1018108604

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melindungi serta

memberikan kekuatan dan melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan studi kasus praktik klinik

ini dengan judul “Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny.P 2 Jam

Pertama di PMB Veronika Sinaga, SST , Batu Besar” Laporan kasus ini

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Praktik Klinik Asuhan

Kebidanan.

Dalam penyusunan laporan kasus ini penulis menemukan berbagai

hambatan dari awal hingga akhir proses penyusunan ini. Namun, penulis banyak

sekali mendapatkan bantuan bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk

itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. dr. Fadli Oenzil, PhD, SpGk Selaku Ketua STIkes Awal Bros

Batam

2. Ibu Ns. Rachmawaty M.Noer. S.Kep.M.Kes Selaku Wakil I STIkes Awal

Bros

3. Ibu Indah Mastikana, SST, M.Kes Selaku Ketua Program Studi DIII

kebidanan

4. Ibu Netty Herawati Purba, SST, M.Keb Selaku Pembimbing Institusi

5. Seluruh karyawan/ staff STIkes Awal Bros Batam

iv
6. Kedua Orang tua penulis, yang selalu memberikan dukungan dan doa

dalam proses praktek klinik dan pembuatan tugas, laporan dan

pembelajaran.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan kasus ini masih banyak

kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang

membangun dari semua pihak. Akhir kata penulis mohon maaf atas segala

kekurangan dalam laporan kasus ini. Semoga laporan kasus ini bermanfaat bagi

semua pihak. Terima kasih

Batam, 07 Januari 2020

Alda Laras Terda


00219006

v
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL......................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................... iii
KATA PENGANTAR................................................................................... iv
DAFTAR ISI................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.............................................................................. 1
1.2. Tujuan........................................................................................... 2
1.3. Manfaat......................................................................................... 3
1.4. Waktu dan tempat penganbilan kasus........................................... 4
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1. Definisi.......................................................................................... 5
2.2. Etiologi.......................................................................................... 5
2.3. Patofisiologi.................................................................................. 7
2.4. Tanda dan Gejala.......................................................................... 8
2.5. Diagnosa........................................................................................ 10
2.6. Penatalaksanaan............................................................................ 12

BAB III TINJAUAN KASUS

SOAP BBL........................................................................................... 16

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan................................................................................... 22
4.2. Saran............................................................................................. 22

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
vii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu indikator kesehatan Indonesia adalah derajat kesehatan bayi,

yang di ukur melalui angka kematian bayi. Angka kematian bayi juga (AKB)

merupakan indicator penting untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu negara

dan status kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi sebagian besar adalah

kematian neonatal yang berkaitan dengan status kesehatan ibu saat hamil,

pengetahuan ibu dan keluarga tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, dan

peranan tenaga kesehatan serta ketersediaan fasilitas kesehatan. Salah satu

penyebab kematian bayi adalah BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Anemia,

paritas, umur ibu kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun dapat

mengakibatkan kematian janin dalam kandungan, abortus BBLR, pada bayi

yang di lahirkan (Proverawati & Ismawati, 2010).

Bayi Berat Lahir Rendah termasuk faktor utama dalam peningkatan

mortalitas, morbilitas kesakitan dan kematian pada bayi. Bayi Berat Lahir

Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang

berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BBLR dibedahkan

menjadi 2 kategori yaitu : BBLR karena prematur (usia kandungan kurang

dari 37 minggu) atau BBLR karena IntrauterineGrowth Retardation (IUGR),

yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badanya kurang (Proverawati &

Ismawati, 2010)
2

Upaya yang harus dilakukan untuk menekan angka BBLR adalah

meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama

kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga berisiko, terutama faktor, faktor

resiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan

dipantau, penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan

janin dalam rahim, tanda-tanda bahaya dan perawatan diri selama kehamilan

agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan

baik (Pantiawati, 2010). Upaya lain yang dilakukan yaitu melakukan antenatal

care yang baik, segera konsultasi atau merujuk penderita bila terdapat

kelainan, meningkatkan gizi masyarakat sehingga dapat mencengah terjadinya

BBLR, tingkatkan penerimaan keluarga berencana, anjurkan lebih banyak

istirahat, bila kehamilan mendekati aterm (Kurniawan et al., 2017)

1.2. Tujuan Penulisan

1.1.1. Tujuan Umum

Memberikan asuhan kebidanan Bayi Baru lahir pada bayi Ny.P di

PMB Veronika Sinaga

1.1.2. Tujuan Khusus

a. Mampu melakukan pengkajian data yang meliputi data subjektif

secara lengkap pada bayi Ny.P di PMB Veronika Sinaga, SST, Batu

Besar.
3

b. Mampu melakukan pengkajian data yang meliputi data objektif

secara lengkap pada bayi Ny. P saat 2 jam pertama di PMB

Veronika Sinaga, SST, Batu Besar.

c. Mampu menginterpretasikan data yang meliputi diagnose kebidanan

dan masalah pada bayi Ny. P di 2 jam pertama di PMB Veronika

Sinaga, SST, Batu Besar.

d. Mampu merencanakan tindakan asuhan kebidanan pada bayi Ny. P

saat 2 jam pertama di PMB Veronika Sinaga, SST, Batu Besar.

1.3. Manfaat Penulisan

1.3.1. Manfaat Teoritis

Menambah wawasan dan kajian mengenai asuhan kebidanan secara

langsung pada Bayi Baru Lahir pada bayi Ny. P dengan usia 2 jam

pertama.

1.3.2. Manfaat Praktis

Menambah pengalaman serta dapat memberikan asuhan pada bayi

Ny. P dengan asuhan kebidanan bayi baru lahir dan memperbaiki

kesalahan dan memberikan penambahan ilmu pengetahuan bagi ibu.


4

1.4. Waktu dan Tempat

1.4.1. Sasaran

Sasaran asuhan adalah Bayi Ny. P dengan perawatan bayi baru lahir

secara langsung.

1.4.2. Tempat Pelaksanaan

Lokasi asuhan kebidanan adalah PMB Vernoika Sinaga, SST, di

Batu Besar kota Batam.

1.4.3. Waktu Pelaksanaan

Waktu yang diperlukan mulai dari pebuatan tugas laporan sampai

memberikan asuhan mulai dari 21 Desember 2020 – 17 Januari 2021


BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1. Definisi Asuhan Bayi Baru Lahir

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 1961 menyatakan

bahwa semua bayi baru lahir yang berat badan kurang atau sama dengan 2500

gram di sebut Low Birth Weight Infant (Bayi Berat Badan Lahir Rendah/BBLR),

karena morbiditas dan mortalitas neonatus tidak hanya tergantung pada berat

badannya tetapi juga pada tingkat kematangan (maturitas) bayi tersebut. Definisi

WHO tersebut dapat disimpulkan secara ringkas bahwa berat badan lahir rendah

adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari sama dengan 2500 gram

(Mutmainnah, Johan, & Llyod, 2017)

BBLR adalaha bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari

2500 gram (sampai dengan 2499) (sarwono 2008: 376). BBLR adalah bayi yang

lahir dengan <2500 gram tanpa memandang masa kehamilan yang di timbang 1

jam setelah lahir (Mutmainnah et al., 2017)

2.2. Etiolosi Bayi Baru Lahir

Etiologi Menurut Pantiawati (2010) penyebab terbanyak terjadinya

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah kelahiran prematur. Menurut

Prawirohardjo (2009), persalinan prematur merupakan kelainan proses yang

multifaktorial. Kombinasi keadaan obstetrik, dan faktor medik mempunyai


6

pengaruh terhadap terjadinya persalinan prematur. Kadang hanya resiko

tunggal dijumpai seperti distensi yang berlebihan uterus, ketuban pecah dini,

atau trauma. Banyak kasus persalinan prematur sebagai akibat proses patogenik

yang merupakan mediatorbiokimia yang mempunyai dampak terjadinya

kontraksi rahim dan perubahan serviks. Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) dapat

disebabkan oleh beberapa faktor ¸antara lain :

2.1.1. Faktor ibu

 Penyakit, antara lain toksemia gravidarum, perdarahan antepartum,

trauma fisik dan psikologis, nefritis akut, dan diabetes militus.

 Usia ibu : usia <20 tahun dan usia > 35 tahun, serta multigravidarum

yang jarak kelahirannya terlalu dekat.

 Keadaan sosial : golongan ekonomi yang rendah, perkawainan yang

tidak sah.

 Sebab lain : ibu yang perokok, ibu peminum alkohol, dan ibu pecandu

narkotika.

2.1.2. Faktor janin : hidromnion, kehamilan ganda dan kelainan kromosom

2.1.3. Faktor lingkungan : tempat tinggal daratan tinggi, radiasi dan zat-zat

racun (Pantiawati, 2017).


7

2.3. Patofisiologi Bayi Baru Lahir

Ketika hamil tubuh membuat lebih banyak darah untuk berbagi dengan

bayinya. Tubuh mungkin memerlukan darah hingga 30 % lebih banyak

daripada ketika tidak hamil. Ketika tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi

dibandingkan dengan yang telah tersedia, maka dapat berpotensi terjadinya

anemia. Anemia selama kehamilan akibat peingkatan volume darah merupakan

anemia ringan. Anemia yang lebih berat dapat meningkatkan reiko tinggi

anemia pada bayi, selain itu jika secara signifikan terjadi anemia dua trimester

pertama, maka berisiko lebih besar untuk memiliki bayi baru lahir

prematureatau berat badan lahir rendah (Walyani & Purwoastuti, 2016)

Pertumbuhan janin pada kehamilan kembar tegantung dari faktor

placenta apakah menjadi satu atau bagaimana lokalisasi implantasi

placentanya. Memperhatikan kedua faktor tersebut mungkin terdapat jantung

salah satu janin lebih kuat dari yang lainnya, sehingga janin yang mempunyai

jantung lemah mendapat nutrisi yang kurang menyebabkan pertumbuhan janin

terhambat sampai kematian janin dalam rahim. Dengan janin (bayi) yang relatif

berat badannya rendah menyebabkan morbiditas dan kematian yang tinggi.

Pengaruh infeksi hepatitis dalam kehamilan bersumber dari gangguan fungsi

hati dalam mengatur dan mempertahankan metabolisme tubuh, sehingga aliran

nutrisi ke janin dapat terganggu atau berkurang. Oleh karena itu pengaruh

infeksi hati terhadap kehamilan dapat dalam bentuk keguguran atau persalinan

premature dan melahirkannya BBLR. Penyakit hipertensi dalam kehamilan

merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul


8

dalam kehamilan atau pada permulaan persalina, hipertensi dalam kehamilan

menjadi penyebab penting dari kelahiran mati dan kematian neonatal (Unicef,

2012)

Ibu dengan hipertensi akan menyebabkan terjadinya infusiensi plasenta,

hipoksia sehingga pertumbuhan janin terhambat dan sering terjadi kelahiran

premature. Preeklamsi dapat mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan janin

dalam kandungan atau IUGR dan kelahiran mati. Hal ini disebabkan karena

preeklamsi pada ibu akan menyebabkan perkapuran di daerah plasenta,

sedangkan bayi memperoleh makanan dan oksingen dari plasenta, dengan

adanya perkapuran didalam plasenta, suplai makanan dan oksingen yang

masuk kejanin berkurang dari oksingen yang masuk kejanin berkurang (Dylan

Trotsek, 2017)

2.4. Tanda dan Gejala Asuhan Bayi Baru Lahir

Menurut Pudiastuti (2011) ada beberapa klasifikasi dari BBLR yaitu

2.4.1. Berdasarkan umur kehamilan :

 Bayi premature/kurang bulan (usia kehamilan <37 minggu) sebagian

bayi kurang bulan belum siap hidup di luar kandungan dan

mendapatkan kesulitan untuk mulai bernapa, menghisap melawan

infeksi dan menjaga tubuhnya tetap hangat.

 Bayi cukup bulan (usia kehamilan 38-42 minggu)


9

 Bayi lebih bulan (usia kehamilan >42 minggu)

2.4.2. Berdasarkan Berat Badan

 Bayi berat badan lahir amat sangat rendah/ekstrim rendah (bayi lahir

berat badan < 1000gram)

 Bayi berat badan lahir sangat rendah (bayi lahir berat badan <1500

gram)

 Bayi berat lahir cukup rendah (bayi berat badan 1501-2500 gram)

2.4.3. Berdasarkan Berat Badan Dan Usia Kehamilan

 Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) smail for gestasional age

(SGA). Bayi yang lahir dengan keterlambatan pertumbuhan

intrauterine dengan BB terletak dibawah presentil ke 10 dalam grafik

pertumbuhan intrauterine.

 Bayi sesuai masa kehamilan (SMK) appopriate for gestasionel age

(AGA). Bayi yang lahir sesuai dengan badan sesuai berat badan

sesuai untuk masa kehamilan yang terletak diantara presentil 10-90

dalam grafik pertumbuhan intrauterine

 Bayi besar masa kehamilan for gestasional age (LGA). Bayi yang

lahir sesuai dengan berat badan lebih besar untuk masa kehamilan

yaitu terletak diatas 90 dalam grafik pertumbuhan intrauterine

(Pudiastuti, 2011)
10

2.5. Diagnosa Asuhan Bayi Baru Lahir

Menurut Pantiawati (2010) menegakan diagnosis BBLR adalah dengan

mengukur berat badan bayi dalam jangka 1 jam setelah lahir, dapat diketahui

dengan dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaaan penunjang

(Podungge, 2020)

2.5.1. Anamnesis

Riwayat yang perlu ditanyakan pada ibu dalam anamnesis untuk

menegakkan mencari etiologi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap

terjadinya BBLR (Diana, Mail, & Rufida, 2018)

 Umur ibu

 Riwayat hari pertama haid terakhir

 Riwayat persalinan sebelumnya

 Paritas, jarak kelahiran sebelumnya

 Kenaikan berat badan selama hamil

 Aktifitas

 Penyakit yang diderita selama hamil

 Obat-obatan yang diminum selama hamil

2.5.2. Pemeriksaan fisik


11

Yang dapat dijumpai saat pemeriksaan fisik pada bayi

BBLR antara lain:

 Berat badan

 Tanda-tanda prematuritas (pada bayi kurang bulan)

 Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram

 Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm

 Kuku panjangnya belum melewati ujung jari

 Batas dahi dan rambut kepala tidak jelas

 Lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm

 Lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm

 Rambut lanugo masih banyak

 Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang

 Tulang rawan daun telingan belum sempurna

 Tumit mengkilat, telapak kaki halus

 Tonus otot lemah, sehingga bayi kurang matang

 Fungsi saraf yang belum atau kurang matang

 Jaringan kelenjar mamae masih kurang akibat pertumbuhan otot

dan jaringan lemak masih kurang

 Verniks kasesosa tidak ada atau sedikit (Jamil, 2017)

2.5.3. Tanda bayi cukup bulan atau atau lebih bulan (bila bayi kecil

untuk masa kehamilan)


12

 Lemak subkutan berkurang

 Kulit longgar dan kering

 Lingkar dada dan abdomen kurang dari normal

 Abdomen cekung, kurus, lemah umbilicus kering rambut jarang

mata terbuka

 Pemeriksaan skor baliard (Jamil, 2017)

2.6. Penatalaksanaan

Menurut pudiatuti (2011) perawatan BBLR adalah :

 Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan cara : Membungkus bayi

dengan selimut bayi yang tebal, menidurkan bayi pada incubator dan

menjaga suhu lingkungan

 Memberikan nutrisi yang adekuat

 Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan untuk menjaga mencengah

infeksi

 Observasi KU baik bayi selama 3 hari, apabila tidak ada perubahan rujuk

bayi ke RS.

Menurut (Prawirohardjo, 2016) penanganan BBLR adalah

2.6.1. Puskesmas

 Keringkan kecepatannya dengan handuk hangat


13

 Kain yang basah secepatnya diganti dengan kain kering dan hangat.

Pertahankan tetap hangat.

 Berikan lingkungan hangat dengan dengan cara kontak kulit

 Beri lampu 60 watt, dengan jarak 60 cm pada bayi

 Kepala bayi ditutup topi

 Beri oksingen

 Tali pusat dalam keadaan bersih

 Tetesi ASI bila dapat menelan (Prawirohardjo, 2016)

2.6.2. Rumah Sakit

 Beri minum dengan sonde/tetesi ASI

 Bila tidak mungkin, infuse dektstrose 10 %+bicarbonas Natrcus 1,5 %-

4:1

 Antibiotika

 Bila tidak dapat menghisap puting susu/tidak dapat menelan langsung/

sesak/ biru/ tanda-tanda hipotermi berat terangkan kemungkinan akan

meninggal.

Sedangkan menurut Ika Pantiawati (2010) perawatan BBLR adalah:

 Mediakamentosa: Pemberian injeksi vit K, injeksi 1mg IM sekali

pemberian

 Diatetik: Pemberian Nutrisi yang adekuat, apabila daya isap belum

baik, bayi dicoba untuk menetek sedikit demi sedikit


14

 Apabila bayi belum bisa menetek pemberian ASI diberikan melalui

sendok atau pipet

 Apabila bayi belum ada refleks menghisap dan menelan harus dipasang

sonde fooding

Pemberian minum bayi berat lahir rendah (BBLR) menurut berat

badan lahir rendah dan keadaan bayi adalah (Wiknjosastro, 2008)

 Berat lahir 1750-2500 gram: Jika bayi sehat biarkan bayi menyusui

pada ibu semau bayi. Ingat bahwa bayi kecil lebih mudah merasa letih

dan malas minum, anjurkan bayi menyusi lebih sering (setiap 2 jam bila

perlu) dan Pantau pemberian minum dan kenaikan berat badan untuk

menilai efektifitas menyusui. Apabila bayi kurang dapat menghisap

tambahkan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternative cara

pemberian minum

 Jika Bayi sakit: Bayi dengan berat 1750-2000 gram atau lebih dengan

gangguan nafas, kejang, dan gangguan minum segera lakukan rujukan,

apabila bayi minum per oral dan tidak memerlukan cairan IV, berikan

minum seperti pada bayi sehat, apabila bayi memerlukan cairan IV.

 Hanya berikan cairan IV selama 24 jam pertama

 Mulai berikan minum peroral pada hari kedua atau segera setelah bayi

stabil. Anjurkan pemberian ASI apabila ibu ada dan bayi menunjukkan

tanda-tanda siap menyusui.


15

 Apabila masalah sakitnya mengalang proses menyusui (misalnya

gangguan nafas, kejang) berikan ASI perah melalui pipa lambung

 Berikan cairan IV dan ASI menurut umur

 Berikan minuman 8 kali dalam 24 jam (missal 3 jam sekali) apabila

bayi telah mendapat minum 160 ml/kg BB per hari tetapi masih tetap

tampak lapar berikan tambahan ASI setiap kali minum.

 Berikan bayi menyusui apabila keadaan bayi sudah stabil dan bayi

menunjukkan keinginan untuk menyusui dan untuk menyusui tanpa

batuk dan tersendak


16
BAB III

TINJAUAN KASUS

Nama : Alda Laras Terda


NIM
Prodi D-III Kebidanan : 00219006
Lahan Praktik : PMB Veronika Sinaga
STIKes Awal Bros Batam
CI Lahan : Veronika Sinaga, SST
Pembimbing : Netty Herawaty Purba, SST., M.Keb

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR

ASUHAN KEBIDANAN
Pada Bayi Ny “ P ” P 3 A0 Usia 2 Jam/ Hari
Dengan Nonatus Cukup Bulan dan Sehat
Di RS / Puskesmas / BPM Veronika Sinaga

Tanggal Masuk : 07 Januari 2021 Jam : 00.35 WIB


Tanggal Pengkajian : 07 Januari 2021 Jam : 03.55 WIB
No. Rekam Medik :-

SUBJEKTIF
1. Identitas/ Biodata
Nama Bayi : Bayi Ny. P
Tanggal/ Jam lahir : 07 Januari 2021 pukul 03.55 WIB
Jenis Kelamin :

Ibu Suami
Nama : Ny. P Tn. H
Umur : 36 Tahun 40 Tahun
Suku/ Bangsa : Melayu / Indonesia Melayu / Indonesia
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SD SD
Pekerjaan : IRT Wiraswasta
Alamat : Kp. Melayu RT. 03, RW. 08, Batu Besar
No. Telp : 0812 6872 3094

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan bayinya dan dirinya dalam keadaan baik dan sehat dan ibu
tidak mengeluhkan sakit apapun hanya saja lemas dan mengantuk
18

3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu mengatakan dirinya tidak sedang menderita penyakit menurun (diabeter,
hipertensi, dan hepatitis) dan tidak sedang mengidap penyakit menular
(HIV/AIDS)

b. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan pihak keluarga tidak sedang menderita penyakit menurun
(diabeter, hipertensi, dan hepatitis) dan tidak sedang mengidap penyakit menular
(HIV/AIDS)

4. Riwayat Kelahiran (Persalinan Sekarang)


Anak ke : 3 (Tiga)
Tanggal Persalinan : 07 Januari 2021 Jam : 01 55 WIB
Tempat Persalinan : PMB Veronika Sinaga
UmurKehamilan : 38 minggu
Jenis Persalinan : pervaginam penolong: Bidan
Lama Persalinan : Kala I 7 jam
Kala II 35 menit
Kala III 5 menit
Ketuban : Pecah spontan (01.37) Lamanya : 2 menit
Jumlah 22 cm Warna : jernih
Penyulit Persalinan : Ibu : tidak terlalu pintar mengedan
Bayi : terlalu besar
Plasenta : Lahir spontan Kotiledon lengkap
Diameter 22 cm Berat 450 gram
Kelainan tidak ada
Penilaian bayi baru lahir : baik, normal dan tidak terdapat gangguan

5. Perilaku Kesehatan Ibu


Penggunaan alkohol/ merokok/ makan sirih : ibu mengatakan ia tidak sedang
mengkonsumsi alkohol, merokok ataupum memakan sirih

Obat-obatan/ Jamu yang sering dikonsumsi : ibu mengatakan ia tidak sedang


mengkonsusmsi jenis-jenis obat tertentu dan tidak meminum jamu.
19

6. Data Kebiasaan Sehari-hari


Pola Nutrisi
- Jenis Nutrisi :ASI Cara Pemberian: melalui puting susu
- Cara Pemberian pertama : IMD Selanjutnya : ASI ekslusif

Pola Eliminasi
BAK
- Warna : ibu mengatakan berwarna kuning bening

BAB
- Warna : ibu mengatakan berwarna kecoklatan dan
lunak
- Konsistensi : Lunak

Pola Istirahat
]ibu mengatakan ia tidur malam sekitar 7-8 jam kali dalam sehari dan jarang
tidur siang

Pola Personal Hygiene


Ibu mengatakan 2-3 kali ganti pakaian dalam sehari

OBJEKTIF
1. Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis

2. Tanda - Tanda Vital


BJA : 128 x/menit
O
Suhu : 36,8 C, Aksila/ Oral/ Rektal
Pernafasan : 46 x/menit, Teratur/ Tidak Teratur
Ukuran Antropometri : BB 3800 gram PB 47 cm
Lingkar Kepala :
 Sirkumferensia Sub oksipito-Bregmatika : tidak dilakukan cm
 Sirkumferensia Fronto-Oksipitalis : 33 cm
 Sirkumferensia Mento-Oksipitalis : tidak dilakukan cm
Lingkar Dada : 38 cm
LiLA : 12 cm

3. Pemeriksaan Fisik
Kulit : merah muda, terdapat vernic caeseosa, lanugo ada
20

Kepala : bersih, keadaan kepala baik


Muka : tidak oedem, tidak pucat, simetris, warna kemerahan
Mata : sklera putih, tidak ada juling mata
Hidung : simetris, bersih, tidak ada penyumbatan, tidak ada
kelainan
Mulut : bibir berwarna merah, tidak ada labiopalatoskiziz
Telinga : ada daun telinga, simetris dan tidak ada kelainan
Leher : tidak ada pembengkakan di daerah vena juguralis
Dada : simetris, retraksi dada tidak ada, tidak ada pembengkakan
aksila
Punggung : tidak ada spina bifida
Abdomen : tidak ada pembengkakakn hepar
Ekstremitas :
- Atas : simetris, gerakan aktif, tidak ada kecacatan.
- Bawah : simetris, gerakan aktif, tidak ada kecacatan.

Genetalia : bersih, pengeluaran (+)


Anus : lubang anus (+), pengeluaran mekonium pada pukul 08.
58 Wib

Refleks :
- Moro : Baik
- Glabella : Baik
- Conjungtiva Mandibularis : Baik
- Rooting : Baik
- Sucking : Baik
- Swallowing : Baik
- Tonick Neck : Baik
- Palmar Graps : Baik
- Galant : Baik
- Babinsky : Baik
- Crossed Ektensor : Baik
- Crawling : Baik
- Stepping / Walking : Baik
21

4. Pemeriksaan Laboratorium :
Tidak dilakukan

5. Penilaian Bayi Baru Lahir :

Nilai
Nilai APGAR 0 1 2 Menit ke- Menit ke-
1 5
A : Appearence color Pucat Badan merah, Seluruh tubuh 2 2
(warna kulit) ekstremitas biru kemerah-
merahan
P : Pulse rate (heart 2 2
rate) (frekuensi Tidak ada Di bawah 100 Di atas 100
jantung)
G : Grimace (reaksi Tidak ada Sedikit gerakan Menangis, 2 2
terhadap mimik batuk/ bersin
rangsangan)
A : Activity (tonus Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif 2 2
otot) dalam fleksi
sedikit
R : Respiration (usaha Tidak ada Lemah, tidak Menangis kuat 2 2
nafas) teratur
JUMLAH 10 10

ANALISA

Bayi Ny. T umur 2 Jam dengan neonatus cukup bulan dan sesuai masa kehamilan
tidak ada kelainan dan dalam keadaan normal.

PENATALAKSANAAN

1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bayinya sehat dan bugar, BB 3500 gr, PB

47 cm.

Ibu telah mengetaui keadaan bayinya

2) Memandikan bayi dan melakukan perawatan tali pusat dengan membungkus

tali pusat dengan kassa steril serta mencegah hipotermi pada bayi dengan
22

membedong bayi. Bayi sudah dalam keadaan bersih, sudah dalam keadaan

hangat dengan suhu 36,70C dan tidak ada tanda-tanda infeksi

Ibu telah mengizinkan bayinya dimandikan

3) Imunisasi HB0 telah diberikan pukul 09.55 Wib

Ibunya telah mengizinkan diberikan imunisasi HB 0

4) Mengajarkan ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif sesuai kebutuhan

bayi selama minimal 6 bulan tanpa makan tambahan dan menyusui bayinya

sesering mungkin kurang lebih setiap 2 jam dan mengajarkan ibu untuk

menyendawakan bayi selesai menyusui dengan mendekap bayi dan menepuk

punggung bayi dengan lembut agar tidak muntah

Ibu telah mengetahui cara menyusui dengan benar

5) Menjelaskan kepada ibu tanda-tanda bahaya seperti demam, tidak mau

menyusu, sesak nafas, merintih, hipotermi, tali pusat berdarah dan berbau, dan

kejang serta menganjurkan ibu untuk kembali jika melihat keluhan tersebut

pada bayinya.

Ibu telah mengetahui tanda bahaya bayi baru lahir


BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Asuhan bayi baru lahir pada bayi Ny. T dengan jenis kelamin laki-

laki, BB 3500 gr, PB 47 cm, yaitu IMD dan pemberian ASI eksklusif,

perawatan bayi baru lahir dan pemberian Vit K sewaktu bayi lahir dan

pemberian salep mata, imunisasi HB0 pada kunjungan I neonatus. Asuhan

bayi baru lahir, yaitu dari kunjungan 6 jam sampai 14 hari berlangsung baik

dan tanpa ada tanda bahaya yang ditemukan.

4.2. Saran

4.2.1. Bagi Bidan

Diharapkan bidan di RB Dina menerapkan Asuhan Perawatan pada

Bayi Baru Lahir agar terhindar dari masalah yang mungkin terjadi .

4.2.2. Bagi Klien

Diharapkan dapat menerapkan asuhan tersebut di BBL berikutnya

4.2.3. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan dapat memfasilitasi perpustakaan dengan

memperbanyak buku terbitan tahun terbaru dalam bidang kesehatan

khususnya seputar asuhan kebidanan


DAFTAR PUSTAKA

DIANA, S., MAIL, E., & RUFAIDA, Z. (2018). BUKU AJAR SUHAN
KEBIDANAN PERSALINAN DAN BAYI BARU LAHIR. ‫ثبثبثب‬.

Dylan Trotsek. (2017). bayi baru lahir. Journal of Chemical Information and
Modeling.

Jamil, siti nurhasiyah. (2017). Asuhn neonatus bayi dan balita. ASUHAN
KEBIDANAN PADA NEONATUS, BAYI, BALITA DAN ANAK PRA
SEKOLAH.

Kurniawan, A., Santamaria, E. K., Operario, D., Tarkang, E. E., Zotor, F. B.,
Cardoso, S. R. de S. N., … Volk, J. E. (2017). Asuhan Kebidanan Persalinan
dan Bayi Baru Lahir. BMC Public Health.

Mutmainnah, A. U., Johan, H., & Llyod, S. S. (2017). Asuhan Persalinan Normal
dan Bayi Baru Lahir. Andi.

Pantiawati, I. (2017). Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. Bayi Dengan Berat
Lahir Rendah.

Podungge, Y. (2020). ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF. Jambura


Health and Sport Journal. https://doi.org/10.37311/jhsj.v2i2.7102

Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Ke-4.


Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Proverawati, A., & Ismawati, C. (2010). Bayi dengan BBLR. Nuha Medika.

Unicef. (2012). Kesehatan Ibu & Anak. UNICEF Indonesia. https://doi.org/9870

Walyani, E. S., & Purwoastuti, E. (2016). 13.Asuhan Persalinan dan Bayi Baru
Lahir. In Yogyakarta.
Lampiran 1
LEMBAR KONSULTASI
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY.P 2 JAM
PERTAMA DI PMB VERONIKA SINAGA, SST
BATU BESAR, KOTA BATAM
2021

Nama Mahasiswa : Alda Laras Terda


NIM : 00219006
Semester : III (Tiga)
Program Studi : DIII Kebidanan
Pembimbing Institusi: Netty Herawaty Purba, SST.M.Keb
Tempat Praktik : PMB Veronika Sinaga,SST

Paraf
No Hari/Tanggal Uraian Konsultasi
Pembimbing

1 Rabu, 23 Desember 2020 Konsultasi BAB I

2 Kamis, 24 Desember 2020 Konsultasi BAB II

3 Rabu, 06 Januari 2021 Konsultasi BAB III

4 Senin, 11 Januari 2021 Konsultasi BAB IV

Pembimbing Akademik

(Netty Herawaty Purba, SST.M.Keb)


NIDN: 0121098601
Lampiran 2

LEMBAR KONSULTASI
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY.P 2 JAM
PERTAMA DI PMB VERONIKA SINAGA, SST
BATU BESAR, KOTA BATAM
2021

Nama : Alda Laras Terda


Nim : 00219006
Semester : III (Tiga)
Program Studi : DIII Kebidanan
Pembimbing lahan : Veronika Sinaga SST
Tempat Praktik : PMB Veronika Sinaga

No Hari/Tanggal Uraian Konsultasi Paraf Pembimbing


1 kamis, 24/12/2020 Mengecek hasil SOAP dan

ADL, memberitahukan cara

yang benar dalam pengisian

SOAP

Pembimbing Lahan

(Veronika Sinaga SST)

Anda mungkin juga menyukai