JURNAL TINDAKAN KEPERAWATAN Hecting terputus sederhana
PADA Tn. N DENGAN APENDIKSITIS DI RUANG IBS
RSUD RA KARTINI
Disusun Oleh:
Nama: Khurimatur Rizam
NIM: 72020040031
FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
TA. 2020/2021
Nama Mahasiswa : Khurimatur Rizam
NIM : 72020040031
Judul Resume : Melakukan tindakan hecting simpul tunggal/ jahitan terputus
sederhana/ simple inerrupted suture
1. Identitas Klien
Nama : Tn. N
Umur : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Status Perkawinan : Menikah
Alamat : Pecangaan, Jepara
Tanggal Masuk RS : 10 Februari 2021
Diagnosa Medis : Apendiksitis
2. Pengkajian
a. Data Obyektif :-
b. Data Subyektif : terdapat luka insisi dibagian abdomen dibawah pusar
TD:110/60 mmHg
N: 65 x/menit
S: 36°C
SpO2: 98%
3. Tindakan/Hal yang dipelajari sesuai pengkajian
a. Tujuan :
Mencegah terjadinya infeksi
Membantu proses penyembuhan luka
b. Indikasi : Saat pasien memiliki luka sobek yang harus di jahit
c. Prosedur Tindakan:
1) Mempersiapkan Alat:
Nald Voelder
· Gunting Diseksi / Gunting Jaringan
· Gunting Verban
· Gunting Benang
· Pisau Bedah
· Klem Arteri
· Towel Clamp
· Pinset Anatomis dan Cyrugis
· Korentang
· Jarum Jahit
· Benang Jahit
· Doek Lubang
· Hand Scoon
· Kassa
· Deppers
· Tuffer
· Laken
· NaCl
· Alkohol
· Betadine
· H2O2
· Obat Anestesi Lokal
· Plester / Hypafix
· Spuit 3 cc / 5 cc
· Perlak Pengalas
· Bengkok
· Desinfektan (bila di perlukan)
· Kom
· Bak Instrument
2) Tahap Pra-Interaksi
a) Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
b) Mencuci tangan
c) Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
3) Tahap Orientasi
Memberi salam, periksa identifikasi klien dengan membaca gelang identifikasi dan
menanyakan nama klien.
Memperkenalkan nama perawat
Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga.
Menanyakan kesiapan dan persetujuan pasien sebelum tindakan
Memposisikan pasien senyaman mungkin
Menjelaskan tentang kerahasiaan.
4) Tahap Kerja
Menjaga privacy.
Mengajak pasien berdo`a (membaca basmalah).
Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat dengan jelas dan membebaskan dari
pakaian dan hal yang mengganggu.
Memakai hand scoon.
Membuka peralatan (pertahankan kesterilan alat).
Mendisinfeksi daerah sekitar luka.
Menutup / mengelilingi luka dengan doek steril.
Memberikan anestesi lokal pada jaringan sekitar luka.
Membersihkan luka dengan NaCl / perhidrol, (bila luka sangat kotor dan sulit di bersihkan,
bersihkan dengan urutan NaCl - perhidrol - NaCl).
Melakukan debridement jika di perlukan (tidak boleh dilakukan bila melebihi waktu
kontaminasi).
Menjahit jaringan :
Model jahitan simpul tunggal :
menusuk jaringan pada pinggir luka dari kulit hingga jaringan di bawahnya kemudian
menyebrang ke pinggir luka di sisi lain dengan jarak tusukan yang sama, kemudian membuat
simpul pada salah satu sisi. Menjahit dengan cara yang sama di sepanjang luka.
Benang yang di gunakan untuk menjahit :
perdarahan di ikat dengan plain catgut, otot di daerah muka di jahit dengan plain catgut /
dexon / vicril kemasan atraumatik, ligamen dan fasia dijahit dengan chromic catgut / dexon /
vicril, lemak sub cutan di jahit dengan plain catgut, kulit di jahit dengan siede / nylon /
prolene.
Merapikan tepian luka bila luka tidak rapi.
Membersihkan area di sekitar luka dengan NaCl dan betadine dengan urutan NaCl – betadine
– NaCl.
Menutup jahitan dengan balutan steril
Merapikan pasien
5) Tahap Terminasi
Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan tindakan.
Menyimpulkan hasil prosedur yang dilakukan
Melakukan kontrak waktu selanjutnya.
Berikan reinforcement sesuai kemampuan pasien
Berpamitan dengan pasien
6) Analisis disertai dengan kajian ilmiah dan sesuai data pada pasien
Jahitan kulit sebaiknya terbuat dari berbagai bahan yang dapat
diabsropsi, seperti sutra, katun, linen, kawat, nilon dan dakron (serat
poliester). Tujuannya untuk mencegah kulit infeksi dari luka tersebut dan
mengobservasi perkembangan luka.
Tindakan hecting pada Tn. N dilakukan menggunakan benang dengan
cara simpul tunggal. Tindakan ini dilakukan selama kurang lebih 30 menit
dengan jumlah 12 jahitan. Setelah dijahit, luka dibalut menggunakan kassa
betadin, dan kassa steril kering dan tidak muncul tanda-tanda perdarahan.
7) Penggunaan Referensi
Marzoeki, Djohansyah. 2011. Ilmu Bedah Luka dan Perawatannya.
Surabaya : Airlangga University Press.
Saifudin. (2013). Heacting dan Heacting aff.(online). www.google.book.com.
diperoleh pada 13 januari, 2021).
Ningsih, Fitria. (2011). Tehnik Menjahit Jaringan. (online). www.ugm.ac.id. diperoleh pada
13 Januari, 2021).
a)