Anda di halaman 1dari 4

Fa.

Cartenz merupakan wajib pajak badan yang sepanjang tahun 2012 mencatatkan laba bersih
dalam laporan keuangannya senilai Rp 34.575.000.000,00. Berikut merupakan informasi terkait
penghasilan dan beban yang termasuk dalam laporan keuangan perusahaan.

a. Perusahaan telah menerima pesanan luar biasa dari Istana Kepresidenan dengan nilai
kontrak Rp 2.650.000.000,00, dikenai PPh 22 dan PPN. Perusahaan mencatat penghasilan
sesuai dengan kas yang diterima saat pembayaran.

b. Perusahaan menerima Rp 510.000.000,00 atas penyewaan lahan kosong yang dimiliki dan
Rp 765.000.000,00 atas penyewaan mesin produksi.

c. Perusahaan mencatat keuntungan revaluasi tanpa dilaporkan sebesar Rp 115.000.000,00.

d. Piutang perusahaan yang telah dihapuskan sebesar Rp 3.165.000.000 dan baru setengahnya
dilaporkan kepada otoritas pajak.

e. Di dalam biaya depresiasi, termasuk depresiasi rumah dinas Direktur senilai Rp yang
diperoleh tahun 2001 dengan nilai Rp 2.000.000.000,00. Aset didepresiasikan dengan nilai
sisa Rp 100.000.000,00 dan masa manfaat 25 tahun.

Di samping itu, diketahui pula beberapa informasi lain terkait kewajiban perpajakan Fa. Cartenz yang
telah dipotong pihak lain, sebagai berikut.

a. Kredit PPh 22 atas impor sebesar Rp 1.785.000.000,00.

b. Kredit PPh 23 atas bunga pinjaman sebesar Rp 598.500.000,00.

c. Kredit PPh 24 atas penghasilan dari luar negeri sebesar Rp 1.165.000.000,00.

d. Angsuran PPh 25 yang telah dibayar sendiri sebesar Rp 2.755.000.000,00.

e. STP PPh 25 sebesar Rp 812.250.000.

Pertanyaan :

a. Bagaimanakah koreksi fiskal ditetapkan atas Fa. Cartenz?

b. Berapakah besar PPh terutang dan kredit pajak di periode


berjalan?

c. Berapakah pajak kurang (lebih) bayar di periode berjalan?

d. Berapakah angsuran PPh 25 per bulan yang seharusnya


dibayarkan di periode mendatang?

e. Bagaimanakah Fa. Cartenz melakukan penjurnalan terkait


kewajiban perpajakannya?

Jawab:
Laba bersih ###
Koreksi Fiskal
Atas transaksi dengan Istana Kepresid ###
Atas penghasilan sewa lahan ###
Atas keuntungan revaluasi yang tidak ###
Atas beban penghapusan pitang tak ter ###
Atas beban depresiasi 30,000,000 ###
Laba fiskal ###
PPh terutang (25%) ###
Kredit pajak
Kredit PPh 22 ###
Kredit PPh 23 ###
Kredit PPh 24 ###
Kredit PPh 25 ###
STP PPh 25 ### ###

Keterangan :

Atas kontrak dengan Istana Kepresidenan

Nilai penghasilan bruto yang telah dicatat

= 2.650.000.000 + 10% * 2.650.000.000 – 1,5% * 2.650.000.000

= 2.650.000.000 + 265.000.000 – 37.100.000

= 2.877.900.000

Koreksi negatif atas penghasilan bruto

= 2.877.900.000 - 2.650.000.000

= 227.900.000

Keterangan :

Depresiasi menurut akuntansi

= 4% * (2.100.000.000 - 100.000.000 )

= 4% * (2.000.000.000)

= 80.000.000

Depresiasi menurut fiskal

= 50% * 5% * 2.000.000.000

= 50.000.000
Koreksi positif atas beban depresiasi

= 80.000.000 – 50.000.000

= 30.000.000

Laba sebelum pajak ###


Pendapatan tidak berkesinambungan ###
Estimasi pendapatan tahun mendatang ###
PPh terutang (25%) ###
Kredit pajak
Kredit PPh 22 ###
Kredit PPh 23 ###
Kredit PPh 24 ### ###
Total PPh 25 setahun ###
Angsuran PPh 25 per bulan 382,233,333

Jawaban :

e. Penjurnalan atas kewajiban pajak akhir tahun

Beban pajak kini 8.834.900.000

Pajak dibayar di muka PPh 22 1.822.100.000

Pajak dibayar di muka PPh 23 598.500.000

Pajak dibayar di muka PPh 24 1.165.000.000

Pajak dibayar di muka PPh 25 3.567.250.000

Utang PPh 29 1.682.050.000

Keterangan :

Kredit PPh 22

= Atas impor + Atas penyerahan kepada bendaharawan negara

= 1.785.000.000 + 37.100.000

= 1.822.100.000

Kredit PPh 25

= Angsuran PPh 25 + STP PPh 25

= 2.755.000.000 + 812.250.000
= 3.567.250.000

Jawaban :

e. Aset pajak tangguhan muncul akibat perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, berdasar
perspektif perpajakan. Nilai aset pajak tangguhan Fa. Cartenz meliputi

= Akibat beban piutang tak tertagih + Akibat beban depresiasi

= 25% x 50%x 3.165.000.000 + 25% x 30.000.000

= 395.625.000 + 7.500.000

= 403.125.000

Jurnal

Aset pajak tangguhan 403.125.000

Manfaat pajak tangguhan 403.125.000