0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan7 halaman

Carotid Cavernous Fistula

Carotid cavernous fistula (CCF) adalah komunikasi abnormal antara arteri dan vena di sinus kavernosus yang dapat disebabkan oleh trauma atau aneurisma. CCF diklasifikasikan menjadi langsung dan tidak langsung, serta aliran tinggi dan rendah. Gejala umum CCF antara lain proptosis, kemosis, bruit orbital dan gangguan penglihatan. Diagnosa didukung dengan CT scan dan angiografi serebral, sementara penatalaksanaannya meliputi observasi,

Diunggah oleh

mitha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan7 halaman

Carotid Cavernous Fistula

Carotid cavernous fistula (CCF) adalah komunikasi abnormal antara arteri dan vena di sinus kavernosus yang dapat disebabkan oleh trauma atau aneurisma. CCF diklasifikasikan menjadi langsung dan tidak langsung, serta aliran tinggi dan rendah. Gejala umum CCF antara lain proptosis, kemosis, bruit orbital dan gangguan penglihatan. Diagnosa didukung dengan CT scan dan angiografi serebral, sementara penatalaksanaannya meliputi observasi,

Diunggah oleh

mitha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

Carotid Cavernous Fistula


Neli Salsabila1, Rani Himayani2
1Mahasiswa,
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2Bagian Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Carotid cavernous fistula (CCF) adalah suatu komunikasi abnormal antara arteri dan vena di dalam sinus kavernosus.
Penyebab CCF yang paling umum (70%-90%) adalah karena trauma dan CCF spontan (30%) karena aneurisma atau adanya
arteri aterosklerotik. Gejala yang beragam dapat ditemukan pada kasus CCF seperti kemosis konjungtiva, proptosis,
pulsating eksoftalmus, pandangan ganda, oftalmoplegia, nyeri orbital, bruit dan kebutaan. Terkadang CCF spontan salah
diagnosis menjadi konjungtivitis atau terlambat di diagnosis. Kerusakan saraf kranial dan kehilangan penglihatan pada CCF
bisa menjadi permanen apabila tidak diobati. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kasus CCF, dari
anamnesa dan pemeriksaan fisik sehingga jika diagnosa CCF sendiri sudah ditegakkan di bidang mata, maka akan dirujuk
kepada bedah saraf untuk penatalaksanaan selanjutnya. Anamnesa mencari etiologi dari CCF dan pemeriksaan oftalmologis
untuk melihat gejala dan tanda yang ada pada kasus CCF, serta diagnosa juga dapat ditegakkan dengan pemeriksaan
radiologi berupa computed tomography scan (CT Scan) dan angiografi serebral sebagai baku emas. Penatalaksanaan CCF
pada bidang mata berupa pemberian terapi medikamentosa atau pembedahan apabila didapatkan tekanan intraokular
yang meningkat dan penanganan gejala lainnya pada mata. Berdasarkan gejala pasien, pengobatan dapat berupa observasi,
intervensi neuro-radiologis, atau intervensi bedah saraf.

Kata Kunci: angiografi serebral, bruit, carotid cavernous fistula

Carotid Cavernous Fistula


Abstract
Carotid cavernous fistula (CCF) is an abnormal communication between arteries and veins within the cavernous sinus. The
most common (70%-90%) etiology of CCF is trauma and spontaneus CCF (30%) due to aneurysms or the presence of
atherosclerotic arteries. Various symptoms can be found in cases of CCF such as conjunctival chemosis, proptosis, pulsating
exophthalmus, diplopia, ophthalmoplegia, orbital pain, bruits and blindness. Sometimes spontaneous CCF is misdiagnosed
as conjunctivitis or late in diagnosis. Cranial nerve damage and vision loss in CCF can become permanent if left untreated.
Therefore, this paper aims to find out cases of CCF, from the history and physical examination so that if the diagnosis of CCF
has been established in ophthalmologist, it will be referred to the neurosurgery for further management. The history for
the etiology of CCF and ophthalmological examination to see the symptoms and signs in CCF cases, and the diagnosis can
also be confirmed by radiological examination computed tomography scan (CT Scan) and cerebral angiography as the gold
standard. Management of CCF in ophthalmologist with medical therapy or surgery if an increased intraocular pressure is
obtained and the management of symptoms in the eye. Based on the patients’s symptoms, treatment can be observation,
neuro-radiological intervention, or neurosurgical intervention.

Keywords: bruit, carotid cavernous fistula, cerebral angiography

Korespondesi: Neli Salsabila, alamat Jalan Lintas Liwa No. 79 Tugusari, Sumberjaya, Lampung Barat, HP 081379010051, e-
mail salsabilaneli20@gmail.com

Pendahuluan dan gejala seperti kemosis konjungtiva,


Carotid cavernous fistula (CCF) adalah proptosis, pulsating eksoftalmus, diplopia,
suatu komunikasi abnormal antara arteri dan oftalmoplegia, nyeri orbital, bruit dan
vena di dalam sinus kavernosus. 1 Pembagian kebutaan. Penyebab yang tidak terlalu umum
CCF menjadi dua yaitu tipe langsung dan tidak yaitu karena ruptur spontan dari aneurisma
langsung sesuai dengan shunt arteriovenous. 2 atau adanya arteri aterosklerotik. Jumlah
Etiologi CCF langsung yang paling umum kasus CCF spontan kira-kira 30% dari semua
(70%-90%) adalah karena trauma dari fraktur CCF, biasanya ditemukan pada pasien wanita
basal tengkorak yang mengakibatkan robekan yang lebih tua, pascamenopause, dan
pada internal carotid artery (ICA) di dalam hipertensi. Fistula ini biasanya menimbulkan
sinus kavernosus. Kecelakaan kendaraan gejala yang tidak terlalu parah dan onset yang
bermotor, jatuh dan cedera akibat benturan tidak disadari, kongesti orbital ringan,
lainnya berkontribusi pada kejadian fraktur proptosis, bruit rendah atau tidak ada sama
basal tengkorak dan pembentukan beberapa sekali. Pasien datang mungkin dengan injeksi
CCF. Pasien mungkin datang dengan tanda limbal, arteri konjungtiva dan pembuluh darah

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 172


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

episklera. Fistula dapat berfluktuasi atau kavernosus. Koneksi aliran tinggi, sering kali
menghilang secara spontan. 3,4 terjadi akibat robekan tunggal di dinding arteri
Shunt atau pirau darah dari arteri karotis, yang disebabkan oleh trauma atau
karotis ke sinus kavernosus menyebabkan ruptur aneurisma. Laki-laki muda berada pada
pembengkakan pembuluh darah yang risiko tertinggi karena penyebab utamanya
mengering, dapat menyebabkan aliran balik trauma kepala. Sejauh ini adalah jenis CCF
dan menyebabkan berbagai manifestasi klinis yang paling umum, sekitar 75%-80% dari CCF
yang menyerupai banyak penyakit mata dan secara keseluruhan. Keluhan timbul
leher. 2 Umumnya CCF spontan berbahaya dan mendadak, sakit kepala dan adanya bruit. Tipe
salah diagnosis. Pasien bisa datang dengan B, C, dan D semuanya tidak langsung, lesi
keluhan oftalmoplegia dan perubahan aliran rendah yang muncul dari cabang
penglihatan. Kerusakan saraf kranial dan meningeal dari internal carotid artery (ICA)
kehilangan penglihatan pada CCF bisa menjadi atau external carotid artery (ECA). Tipe B
permanen apabila tidak diobati. 5 Oleh karena muncul dari cabang meningeal ICA, tipe C
itu tulisan ini bertujuan untuk mengetahui muncul dari cabang meningeal ECA, dan tipe
kasus CCF, dari anamnesa dan pemeriksaan D muncul dari cabang meningeal ICA dan ECA.
fisik sehingga jika diagnosa CCF sendiri sudah Faktor risiko termasuk aterosklerosis,
ditegakkan di bidang mata, maka akan dirujuk hipertensi, diabetes dan penyakit kolagen.
kepada bedah saraf untuk penatalaksanaan Tipe tidak langsung ini sering terjadi pada
selanjutnya. wanita pascamenopause. Tidak seperti CCF
langsung, CCF tidak langsung biasanya tidak
Isi memiliki bruit dan lebih berbahaya pada
Carotid cavernous fistula (CCF) telah awalnya. 4,6
diklasifikasikan menurut sifat hemodinamik, Carotid cavernous fistula (CCF) langsung
etiologi, atau anatomi fistula. Klasifikasi karena trauma atau ruptur aneurisma, aliran
hemodinamik memisahkan CCF menjadi aliran tinggi, sering muncul secara akut ,
tinggi dan aliran rendah. Berdasarkan etiologi membutuhkan perawatan segera. Tanda dan
dibedakan lesi spontan dari lesi yang terjadi gejala yang paling umum termasuk proptosis
karena trauma. Letak anatomi mendefinisikan (72%-98%), kemosis (55%-100%), orbital bruit
CCF langsung sebagai CCF yang timbul (71%-80%), dan sakit kepala (25%-84%). Selain
langsung dari arteri karotis, sedangkan CCF itu pasien sering mengeluhkan gangguan
tidak langsung adalah yang berasal dari penglihatan, termasuk diplopia (88%),
pembuluh cabang arteri karotis. 4 penglihatan kabur, dan nyeri orbital. Keluhan
visual ini mungkin karena iskemia retina dan
mungkin menunjukkan perlunya intervensi
segera. Oftalmoplegia (23%-63%) dan defisit
saraf kranial lainnya (17%-44%). Gejala yang
kurang umum termasuk perdarahan
intraserebral atau subarakhnoid. 4

Gambar 2. Pasien dengan mata kiri merah dan


Gambar 1. Klasifikasi Barrow untuk carotid proptosis kiri ringan1
cavernous fistula (CCF)4
Tanda-tanda klinis CCF sebagian
Klasifikasi Barrow membagi CCF bergantung pada apakah lesi aliran tinggi atau
menjadi 4 tipe. Tipe A adalah lesi aliran tinggi aliran rendah tetapi termasuk proptosis
yang menghubungkan ICA langsung ke sinus

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 173


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

(Gambar 2) yang mungkin berdenyut pada lesi Injeksi konjungtiva seringkali merupakan
aliran tinggi, mata merah dengan arterialisasi gambaran yang paling menonjol, dan pasien
pembuluh darah konjungtiva dan episklera biasanya dirawat untuk kondisi lain seperti
(Gambar 2 dan 3); kemosis; strabismus akibat konjungtivitis, sebelum diagnosis yang benar
disfungsi saraf motorik mata, kongesti orbital, dibuat, perjalanan penyakit mungkin kronis
bruit, peningkatan tekanan intraokular (TIO); atau kambuh dan remisi, yang menyebabkan
retinopati stasis atau bahkan oklusi vena keterlambatan diagnosis dan pengobatan.
retina sentral dalam kasus peningkatan Tanda dan gejala umum termasuk arterialisasi
tekanan vena episklera secara signifikan, dan vena konjungtiva (93%), kemosis (87%),
neuropati optik yang mungkin non-glaukoma proptosis (81%), diplopia dengan
dari trauma langsung atau iskemia, atau ophthalmoparesis (68%), bruit kranial (49%),
glaukoma. Meskipun bruit objektif lebih sering sakit kepala retroorbital (34%), peningkatan
terjadi pada fistula aliran tinggi, hal ini dapat tekanan intraokular (34%), dan penurunan
ditimbulkan dengan valsava manuver pada tajam penglihatan (31%). Pola yang tepat dari
beberapa pasien fistula aliran rendah. gejala tergantung pada laju aliran, lokasi,
Strabismus neurogenik paling sering muncul drainase CCF, inflamasi, dan tekanan di dalam
sebagai kelumpuhan saraf keenam. Frekuensi sinus vena. Selain itu, pola drainase vena
relatif keterlibatan saraf keenam terjadi dapat berubah seiring dengan perkembangan
karena lokasi sentral dari saraf keenam dan resolusi trombosis yang mengakibatkan
berdekatan dengan ICA dalam sinus pola gejala yang tidak konsisten. Diplopia
kavernosus menempatkannya pada risiko dapat disebabkan oleh kelumpuhan saraf
cedera yang lebih tinggi daripada saraf kranial kranial III, IV, atau VI, dan kehilangan
lain yang terletak di lapisan dalam dinding penglihatan mungkin disebabkan oleh
lateral sinus. 1,7 peningkatan tekanan intraokular akibat
kongesti vena orbita dengan akibat glaukoma,
retinopati vena, dan neuropati optik iskemik.
4,8

Beberapa diagnosis banding untuk CCF


termasuk lesi vaskular seperti malformasi
arteriovenosa dan trombosis sinus
kavernosus, tumor sinus kavernosus, tumor
orbital, tumor dasar tengkorak dan mukokel.
Tipe langsung dan tidak langsung paling sering
menyebabkan trias klasik proptosis, kemosis
konjungtiva, dan bruit kranial tetapi dapat
Gambar 3. Injeksi konjungtiva dan episklera mata menyerupai konjungtivitis kronis. Aneurisma
kiri pada pasien dengan carotid cavernous fistula
yang tidak pecah dapat menekan saraf krnaial
(CCF) sisi kiri.1
ketiga dan jalur visual anterior. Aneurisma
pecah dan perdarahan subarakhnoid dapat
menyebabkan sindrom Terson dan
papilledema. Malformasi arteriovenosa
dengan atau tanpa perdarahan dapat
menekan bagian jalur retro kiasma
menyebabkan hilangnya lapang pandang.
Malformasi kavernosa pada batang otak
biasanya menyebabkan kelainan motalitas
okular supranuklear, nuklear, dan fasikular.
Infeksi seperti selulitis orbital, mukormikosis,
dan tuberkulosis juga dapat muncul sebagai
CCF. Thyroid eye disease (TED), pseudotumor
Gambar 4. Auskultasi Okular7
orbital, dan vaskulitis orbital akibat
granulomatosis Wegener, poliarteritis nodosa,
Tipe CCF tidak langsung, aliran rendah
sarkoidisi intrkranial dan sindrom Tolosa-Hunt
cenderung lebih berbahaya pada awalnya.
dapat muncul seperti CCF. 3

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 174


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

Terdapat beberapa modalitas yang memerlukan adanya drainase vena yang


dapat digunakan untuk mengkonfirmasi abnormal karena sambungan fistula.
kecurigaan klinis CCF. Auskultasi untuk okular Pemeriksaan DSA tetap menjadi standar emas
bruit, meskipun tidak selalu terlihat, relatif pencitraan dalam diagnosis CCF langsung dan
spesifik jika ada CCF. Pneumotonometri sering tidak langsung. Diperlukan untuk
menunjukkan peningkatan amplitudo nadi mengidentifikasi lokasi CCF, suplai arteri, laju
okular di sisi CCF. Tekanan nadi mata aliran, dan drainase vena untuk
meningkat pada CCF karena penurunan aliran mengklasifikasikan CCF dan membantu
distal arteri, impendansi aliran keluar vena, merencanakan strategi pengobatan
dan peningkatan tekanan intraokular. Ocular endovaskular potensial. 9,10
doppler ultrasound dapat menunjukkan aliran
arteri di vena oftalmikus superior (SOV) di CCF
anterior, superior ophthalmic vein (SOV)
melebar atau pembesaran otot ekstraokular.
Color doppler ultrasonography yang
menyediakan pencitraan aliran darah terarah
telah dianjurkan sebagai modalitas noninvasif
untuk mengkonfirmasi dugaan diagnosis CCF
dan mengevaluasi resolusi pasca terapi.
Ekografi juga telah direkomendasikan untuk
membedakan CCF aliran rendah dari penyakit
inflamasi orbital atau oftalmopati tiroid.
Kebanyakan pasien awalnya menjalani
pencitraan noninvasif dengan computed
tomography scan (CT scan), magnetic Gambar 5. Digital Substraction Angiography11
resonance imaging (MRI), CT Angiography
(CTA) atau magnetic resonance angiography Gambar 5 (a) DSA yang dipilih dari arteri
(MRA). Digital substraction angiography (DSA) karotis interna kiri menunjukkan pengisian
dapat memastikan diagnosis dan memandu awal sinus kavernosus kiri (panah) dengan
pengobatan. 9 drainase melalui jalur anterior dan inferior
Modalitas pencitraan noninvasif lini (mata panah). (b) Angiogram pasca embolisasi
pertama untuk mengevaluasi CCF sering menunjukkan keberhasilan oklusi fistula
menggunakan CTA/MRA. Pemeriksaan ini dengan mempertahankan arteri induk CCF. 11
akan mengidentifikasi sebagian besar diseksi Penatalaksanaan CCF tergantung pada
arteri dan aneurisma ICA yang menyebabkan etiologi, manifestasi klinis, temuan radiografi,
CCF serta pembesaran sinus kavernosus yang dan risiko komplikasi oftalmikus dan
terkena. Modalitas ini juga dapat mendeteksi neurologis. Pasien dengan CCF tidak langsung
rongga aliran abnormal, proptosis, yang asimptomatik dan ditemukan secara
pembesaran superior ophthalmic vein (SOV) tidak sengaja seringkali dapat aman diamati
atau inferior ophthalmic vein (IOV) dan dengan tindak lanjut rutin untuk menilai gejala
pembesaran otot ekstraokular. Pemeriksaan oftalmologi dan perubahan pada
Computed tomopgraphy scan (CT scan) kepala pemeriksaan. Pasien dengan gejala okular
tanpa kontras adalah modalitas yang berguna ringan dapat diobati dengan obat topikal yang
untuk mendeteksi fraktur dasar tengkorak sesuai dan diamati untuk ketajaman
pada trauma. Dilakukan dengan kontras tanpa penglihatan, tekanan intraokular, atau
CTA, CT scan dapat menunjukkan proptosis perubahan oftalmoskopi. Tipe CCF tidak
dan pembengkakan SOV. Dibandingkan langsung juga dapat hilang secara spontan
dengan CT scan, MRI dapat lebih baik dalam beberapa kasus. Sedangkan tipe CCF
menunjukkan gambaran lemak yang langsung jarang tanpa gejala dan diobati
mencerminkan edema orbital dan aliran segera. Pengobatan endovaskular adalah
abnormal. Meskipun pemeriksaan noninvasif terapi lini pertama untuk CCF bergejala
dapat menunjukkan temuan yang dengan pendekatan untuk menutup hubungan
menunjukkan CCF, mereka tidak dapat fistula (yaitu transarterial dan transvenous)
mendiagnosis CCF secara pasti yang yang bergantung pada suplai arteri, drainase

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 175


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

vena, dan patofisiologi. Meskipun telah CCF tidak langsung terutama melalui rute
diobati gejala dapat menetap tergantung pada transvenous tidak seperti pengobatan CCF
tingkat keparahan dan kronisitasnya terutama langsung. Embolisasi transarterial dapat
jika muncul dengan kebutaan. 12 dicoba jika sambungan fistula primer berasal
Tipe CCF langsung tidak dapat menutup dari cabang ECA tetapi sambungan fistula dari
secara spontan dan pengobatan di awal cabang dural ICA membatasi pendekatan
bertujuan karena risiko defisit neurologis dan transarterial karena risiko stroke dan diseksi
memburuknya aliran vena. Tanda-tanda klinis arteri dengan pengobatan. Embolisasi
untuk kasus CCF langsung yang harus segera transvena terjadi melalui kateterisasi sinus
mendapat pengobatan adalah gangguan kavernosus biasanya melalui sinus petrosal
penglihatan, paresis progresif otot dan pleksus pterigoid dan lebih jarang melalui
ekstraokular, nyeri orbital keras, bruit, dan pendekatan transorbital. Embolisasi
eksophtalmus progresif. Terjadinya CCF dilanjutkan dengan kumparan yang dapat
langsung karena pecahnya aneurisma atau dilepas atau emboli cair untuk melenyapkan
diseksi, tujuan pengobatan adalah fistula, memulihkan drainase vena orbital
menghentikan aliran ke sinus kavernosus dan normal dan mempertahankan aliran arteri
merekonstruksi ICA kavernosa. Ada banyak intradural. Selama embolisasi transvena,
teknik endovaskular yang digunakan untuk sirkulasi arteri dipantau dengan angiografi
mencapai tujuan ini termasuk embolisasi intermiten melalui ICA ipsilateral untuk
kumparan, embolisasi kumparan dengan memastikan patensi pembuluh darah serebral
bantuan stent. Gabungan pendekatan yang normal. Bedah radiasi dapat
trasnvenous dan transarterial dapat dipertimbangkan pada pasien dengan CCF
digunakan untuk menjaga ICA dan mengemas tidak langsung aliran rendah yang tidak dapat
sinus kavernosus dengan kumparan untuk mentolerir pengobatan endovaskular atau
menghentikan aliran. Laserasi ICA kavernosa sebagai terapi penyelamatan untuk CCF
besar seperti yang terjadi pada transeksi berulang dengan pilihan endovaskular
traumatis mungkin memerlukan perangkat terbatas. 4,13,15–17
tambahan seperti balon atau stent ICA Embolisasi CCF dapat membawa risiko
sebagai pengobatan yang menopang komplikasi yang melekat baik dari prosedur
kehidupan. Mengorbankan pembuluh darah atau karena pembukaan kembali fistula.
induk (oklusi endovaskular) juga dapat Oftalmoplegia dan kehilangan tajam
menjadi pilihan dalam kasus kekambuhan jika penglihatan visual karena obstruksi vena
pasien lolos dari tes oklusi balon. Pendekatan retina sentral setelah upaya menutup CCF
yang kurang umum digunakan termasuk stent pernah dilaporkan. Setelah upaya embolisasi
tertutup, pembalutan sinus kavernosus kedua, fistula berhasil ditutup, tetapi
melalui bedah mikro terbuka, dan trapping proptosis, kemosis, dan tekanan intraokular
ICA dengan bypass.13,14 (TIO) tetap tidak terkontrol meskipun telah
Kegagalan dalam terapi konservatif CCF dilakukan perawatan medis. Komplikasi
tidak langsung atau menunjukkan lainnya yaitu oklusi arteri oftalmikus dan
perkembangan gejala dapat dipertimbangkan infark cerebri. Embolisasi SOV dalam
untuk pengobatan endovaskular. Gejala pengelolaan CCF dapat dikaitkan dengan
mungkin termasuk penglihatan menurun, komplikasi yang mengancam penglihatan dan
diplopia, sakit kepala berat atau bruit, atau glaukoma neovaskular. Diseksi orbital yang
proptosis yang memberat dengan paparan lebih dalam membawa risiko lebih tinggi dari
keratitis. Lebih lanjut defisit neurologis, perdarahan yang tidak terkontrol dan
perdarahan intradural, dan trombosis vena mungkin perlu dihindari, terutama pada
menunjukkan perlunya pengobatan yang lebih pasien yang lebih tua dengan vena yang rapuh
mendesak. Sementara pengobatan dan mereka dengan fistula aliran tinggi yang
endovaskular adalah terapi andalan, terapi baru didiagnosis. 3
kompresi manual melalui kompres tangan Banyak kasus CCF yang datang kepada
kontralateral dilaporkan menutup CCF tidak dokter mata dengan keluhan beragam,
langsung hingga 30% kasus. Trombosis dapat sehingga sangat penting bagi dokter mata
terjadi spontan pada CCF tidak langsung untuk dapat mengidentifikasi CCF. Anamnesa
hingga 60% kasus. Pengobatan endovaskular yang lengkap dapat menggambarkan

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 176


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

penyebab dari CCF dan dari pemeriksaan Case Report and literature Review. BMC
oftalmologi dapat ditemukan gejala klinis yang Ophthalmology. 2018;18(1):1-7.
berhubungan. Pemeriksaan penunjang baku 3. Chaudhry I, Elkhamry S, Al-Rashed W,
emas dilakukan agar diagnosa yang tepat Bosley T. Carotid Cavernous Fistula:
dapat ditegakkan dan penatalaksanaan CCF Ophthalmological Implications. Middle
dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. East African Journal of Ophthalmology.
Dokter mata harus dapat memantau 2009;16(2):57-63.
perjalanan penyakit, termasuk perubahan 4. Ellis JA, Goldstein H, Connolly ES, Meyers
ekstraokuler, perubahan fundus, dan PM. Carotid Cavernous Fistula.
pengukuran TIO. Mengobati glaukoma, yang Neurosurgery Focus. 2012;32(5):1-11.
mungkin dari beberapa jenis. Meskipun 5. Canellas M, Cheema N. Misdiagnosed
sebagian besar kasus disebabkan oleh Spontaneous Carotid Cavernous Sinus
peningkatan tekanan vena episklera, namun Fistula. Clinical Practice and Cases in
beberapa kasus disebabkan oleh penutupan Emergency Medicine. 2019;3(3):256-58.
sudut atau neovaskularisasi iris. Selain itu, 6. Bailey CR, Ray-Mazumder N, Sedighi
dokter mata harus berpartisipasi dalam Manesh R. Carotid Cavernous Fistula.
pemilihan pasien yang mungkin menjadi Journal of General Internal Medicine.
kandidat untuk perawatan embolisasi dan 2017;32(4):483-4.
mungkin membantu operasi dengan 7. Fernando Gallego D, Rivas-Grajales AM,
membantu mengisolasi vena oftalmika pada Jose Gallego C. Ocular Auscultation: A
saat operasi. Ketika pasien didiagnosis dengan Review. International Journal of Medical
CCF, dokter mata harus merujuk pasien Students. 2015;3(2):102-6.
dengan benar ke ahli saraf atau ahli bedah 8. Wang W, Li YD, Li MH, et al. Endovascular
saraf dengan bantuan ahli saraf mata. Treatment of Post-Traumatic Direct
Berdasarkan gejala pasien, pengobatan dapat Carotid Cavernous Fistula: A single-center
berupa observasi, intervensi neuro-radiologis experience. Journal of Clinical
atau intervensi bedah saraf. Pasien-pasien ini Neuroscience. 2011;18(1):24-8.
ditindaklanjuti oleh dokter mata untuk 9. Williams ZR. Carotid Cavernous Fistula: A
mengetahui gejala mereka yang menetap dan Review of Clinical Presentation,
manajemen yang berkelanjutan jika Therapeutic Options, and Visual
diindikasikan. Penatalaksanaan mungkin Prognosis. International Ophthalmology
melibatkan pengobatan glaukoma, keratopati Clinics. 2018;58(2):271-94.
eksposur dan koreksi diplopia persisten 10. Rahman WT, Griauzde J, Chaudhary N,
setelah resolusi CCF. 3 Pandey AS, Gemmete JJ, Chong ST.
Neurovascular Emergencies: Imaging
Simpulan Diagnosis and Neurointerventional
Diperlukan riwayat lengkap pasien Treatment. Emergency Radiology.
untuk mengetahui penyebab dari CCF, 2017;24(2):183-93.
pemeriksaan fisik yang sesuai dan 11. Timol N, Amod K, Harrichandparsad R,
pemeriksaan penunjang yang tepat untuk Duncan R, Reddy T. Imaging Findings and
mendiagnosis secara pasti, seperti Outcomes in Patients with Carotid
menggunakan Digital Substraction Cavernous Fistula at Inkosi Albert Luthuli
Angiography (DSA). Pengobatan dapat berupa Central Hospital in Durban. South African
observasi, intervensi neuro-radiologis, atau Journal of Radiology. 2018;22(1):1-9.
intervensi bedah saraf. 12. Gemmete JJ, Chaudhary N, Pandey A,
Ansari S. Treatment of Carotid Cavernous
Daftar Pustaka Fistulas. Neurologic Ophthalmology and
1. Henderson AD, Miller NR. Carotid Otology. 2010;12(1):43-53.
Cavernous Fistula: Current Concepts in 13. Ducruet AF, Albuquerque FC, Crowley
Aetiology, Investigation, and RW, McDougall CG. The Evolution of
Management. Eye. 2018;32(2):164-72. Endovascular Treatment of Carotid
2. Zhu L, Liu B, Zhong J. Post-Traumatic Cavernous Fistulas: A Single-Center
Right Carotid Cavernous Fistula Resulting Experience. World Neurosurgery.
in Symptoms in The Contralateral Eye: A 2013;80(5):538-48.

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 177


Neli Salsabila, Rani Himayani | Carotid Cavernous Fistula

14. Nossek E, Zumofen D, Nelson E, et al. Use


of Pipeline Embolization Devices for
Treatment of a Direct Carotid Cavernous
Fistula. Acta Neurochir (Wien).
2015;157(7):1125-30.
15. Kai Y, Hamada JI, Morioka M, Yano S,
Kuratsu JI. Treatment of Cavernous sinus
Dural Arteriovenous Fistulae by External
Manual Carotid Compression.
Neurosurgery. 2007;60(2):253-7.
16. Morton RP, Tariq F, Levitt MR, et al.
Radiographic and Clinical Outcomes in
Cavernous Carotid Fistula with Special
Focus on Alternative Transvenous Access
Techniques. Journal of Clinical
Neuroscience. 2015;22(5):859-64.
17. Chalouhi N, Dumont AS, Tjoumakaris S, et
al. The Superior Ophthalmic Vein
Approach for the Treatment of Carotid
Cavernous Fistulas: A Novel Technique
Using Onyx. Neurosurgery Focus.
2012;32(5):1-6.

Majority | Volume 9 | Nomor 2 | Desember 2020 | 178

Anda mungkin juga menyukai