0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
381 tayangan13 halaman

5 Tahap Pembangunan W

Teori pertumbuhan ekonomi W.W. Rostow menjelaskan 5 tahapan pembangunan suatu negara, yaitu: (1) masyarakat tradisional, (2) prakondisi untuk lepas landas, (3) lepas landas, (4) bergerak ke kedewasaan, dan (5) jaman konsumsi masal yang tinggi. Tahap kritisnya adalah lepas landas, di mana investasi dan produksi meningkat pesat untuk memacu pertumbuhan ekonomi berkelan

Diunggah oleh

Retna Dewi Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
381 tayangan13 halaman

5 Tahap Pembangunan W

Teori pertumbuhan ekonomi W.W. Rostow menjelaskan 5 tahapan pembangunan suatu negara, yaitu: (1) masyarakat tradisional, (2) prakondisi untuk lepas landas, (3) lepas landas, (4) bergerak ke kedewasaan, dan (5) jaman konsumsi masal yang tinggi. Tahap kritisnya adalah lepas landas, di mana investasi dan produksi meningkat pesat untuk memacu pertumbuhan ekonomi berkelan

Diunggah oleh

Retna Dewi Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

5 tahap Pembangunan W.W.

Rostow

a.       Masyarakat Tradisional


Ilmu pengetahuan pada masyarakat ini masih belum banyak dikuasai. Karena itu, masyarakat
semacam ini masih dikuasai oleh kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan di luar kekuasaan
manusia. Manusia dengan demkian tunduk kepada alam, belum bisa menguasai alam. Akibatnya,
produksi masih sangat terbatas. Masyarakatini cenderung bersifat statis, dalam arti kemajuan
berjalan dengan sangat lambat. Produksi dipakai untuk konsumsi. Tidak ada investasi. Pola dan
tingkat kehidupan generasi kedua pada umumnya hamper sama dengan kehidupan generasi
sebelumnya.

b.      Prakondisi untuk Lepas Landas


Masyarakat tradisional, meskipun sangat lambat, terus bergerak. Pada suatu titik,dia mencapai
posisi prakondisi untuk lepas landas. Biasanya, keadaan ini terjadi karrena adanya campur tangan
dari luar, dari masyarakat yang sudah lebih maju. Perubahan ini tidak dating karena factor-faktor
internal masyarakat tersebut, karena pada dasarnya masyarakat tradisional tidak mampu untuk
mengubah dirinya sendiri. Campur tangan dari luar ini menggoncangkan masyarakat tradisional
itu. Di dalamnya mulai berkembang ide pembaharuan.

Ide-ide yang berkembang ini bukan sekedar pendapat yang menyatakan bahwa kemjuan ekonomi dapat dicapai,
tetapi bahwa kemajuan ekonomi merupakan suatu kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan lain yang
dianggap baik: kebesaran bangsa, keuntungan pribadi, kemakmuran umum, atau kehidupan yang lebih baik bagi
anak-anak mereka nantinya.1

Misalnya, seperti yang terjadi di jepang, dengan dibukanya masyarakat ini oleh armada angkatan
laut Amerika Serikat.Pada periode ini, usaha untuk meningkatkan tabungan masyarakat terjadi.
Tabungan ini kemudian dipakai untuk melakukan investasi pada sector-sektor produktif yang
menguntungkan, termasuk misalnya pendidikan. Investasi ini dilakukan baik oleh perorangan
maupun oleh negara. Sebuah negara nasional yang sentalistis juga terbentuk. Pendeknya, segala
usaha untuk meningkatkan produksi mulai bergerak dalam periode ini.2

c.       Lepas Landas


Periode ini ditandai denga tersingkirnya hambatan-hambatan yang mengalami proses
pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan merupakan sesuatu yang berjalan wajar, tanpa adanya
hambatan yang berarti seperti ketika pada periode prakondisi untuk lepas landas. Pada periode
ini, tabungan dan investasi yang efektif meningkat dari 5% menjadi 10% dari pendapatan
nasional atau lebih. Juga, industry-industri baru mulai berkembang dengan sangat pesat.
Keuntungannya sebagian besar ditanamkan kembali ke pabrik yang baru. Sector modern dari
perekonomian dengan dmikian jadi berkembang.
Dalam pertanian, teknik-teknik baru juga tumbuh. Pertanian menjadi usaha komersial ntuk
mencari keuntungan dan bukan sekedar untuk konsumsi. Peningkatan dalam produktivitas
pertanian merupakan sesuatu yang penting dalam proses lepas landas, karena proses modernisasi
masyarakat membutuhkan hasil pertanian yang banyak, supaya ongkos perubahanini tidak terlalu
mahal.
d.      Bergerak ke Kedewasan
Setelah lepas landas,akan terjadi proses kemajuan yang terus bergerak ke depan, meskipun
kadang-kadang terjadi pasang surut antara 10% sampai 20% dari pendapatan nasional selalu
diinvestasikan kebali, supaya bisa mengatasi persoalan pertambahan penduduk.
Industry berkembang dengan pesat. Negara ini memantapkan posisinya dalam perekonomian
global: barang-barang yang tadinya diimpor sekarang diproduksikan di dalam negeri; impor baru
menjadi kebutuhan, sementaraekspor barang-barang baru mengimbangi impor.
Sesudah 60 tahun sejak sebuah negara lepas landas ( atau 40 tahun setelah periode lepas landas
berakhir),tingkat kedewasaan biasanya tercapai. Perkembangan industry terjadi tidak saja
meliputi teknik-teknik produksi, tetapi juga dalam aneka barangyang diproduksi. Yang
diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi, tetapi juga barang modal.

e.       Jaman Konsumsi Masal yang Tinggi


Karena kenaikan pendapatan masyarakat, konsumsi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok
untuk hidup, tetapi meningkat ke kebutuhan yang lebih tinggi. Produksi indusstri juga berubah,
dari kebutuhan dasar menjadi kebutuhan barang konsumsi yang tahan lama.
Pada periode ini, investasi untuk meningkatkan produksi tidak lagi menjadi tujuan yang paling
utama. Sesudah taraf kedewasaan dicapai, surplus ekonomi akibat proses polittik yang terjadi
dialokasikan untk kesejahteraan social dan penambahan dana social. Pada titik ini, pembangunan
sudah merupakan sebuah proses yang berkesinambungan, yang bisa menopang kemajuan secara
terus menerus.seperti halnya teori-teori modernisasilainnya, didasarkan pada dikotomi
masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Titik terpenting dalam gerak kemajuan dari
masyarakat yang satu ke yang lainya adalah periode lepas landas.
Rostow juga  berbicara tentang keperluan akan adanya sekelompok wiraswastawan, yakni orang-
orang yang berani melakukan tindakan pembaruan, meskipun tindakan tersebut ada resikonya.
Dia kemudian berbicara te.ntang kondisi-kondisi social yang melahirkan para wiraswatawan ini.
Rostow.3 menyebutkan dua kondisi social :
 1. adanya elite baru dalam masyarakat yang merasa diingkari haknya oleh masyarakat    tradisional
dimana dia hidup, untuk mendapatkan prestise dan mencapai kekuasaan melalui caara
konvensional yang ada,
2. masyarakat tradisional yang ada cukup fleksibel (atau lemah) untuk memperbolehkan warganya
untuk mencari kekayaan (atau kekuasaan politik) sebagai jalan untul menaikan statusnya dalam
masyarakat (biasanya hak ini dicapai melalui kepatuhan dan kesetiaan terhadap yang berkuasa.
Kelompok elite baru inilah yang akan menjadi tenaga pendorong untuk melakukan pembaruan.
Elite baru ini merupakan kelompok orang yang frustasi (dalam arti positif) Karena tatanan social
dan politik yang ada tidak member kemungknan untuk mengembangkan diri. Ini misalnya terjadi
pada kelompok pedagang (cikal bakal dari kaum burjuasi di jaman modern) di jaman feudal, atau
orang-orang Yahudi di Eropa, atau orang-orang cina di Asia Tenggara. Karena tidak bisa
memajukan diri  di ajalur sosila-politik, mereka bergerak di bidang ekonomi dan kemudian
mendapatkan tempat terhormat, karena keberhasilannya mengumpulkan kekayaan.
 Dalam membahas masalah lepas landas pun, Rostow berbicara tentang aspek-aspek nonekonomi
ini. Baginya, lepas landasharus memenuhi semua dari ketiga kondisi.4 yang saling berkaitan
yakni:
1.      Meningkatnya investasi di sector produktif dari ( katakanlah) 5% (atau kurang) atau lebih) dari
pendapatan nasional.
2.      Tumbuhnya satu atau lebih sector industry manufaktur yang  penting, dengan tingkat
pertumbuhan yang tinggi.
3.      Adanya atau munculnya secara cepat lembaga-lembaga politik dan social yang bisa
memanfaatkan berbagai dorongan gerak ekspansi dari sector ekonomi modern dan akibat yang
mungkin terjadi dengan adanya kekuatan-kekuatan ekonomi dari luar sebaggai hasil dari lepas
landas; disamping itu lembaga-lembaga ini kemudian bisa membuat pertumbuhan menjadi
sebuah proses yang berkesinambungan.
Kondisi ketiga merupakan kondisi non-ekonomi yang penting. Tetepai, Rostow memang masih
mengutamakan peran ekonomi dari lembaga-lembaga tersebut. Katanya :5 
Kondisi ketiga menunjuk kepada kesanggupan yang cukup (dari lembaga-lembaga itu) untuk mengumpulkan modal
dari sumber-sumber dalam negeri… prakondisi untuk lepas landas memerlukan ksanggupan awal untuk
menggeakan tabungan dalam negeri secara produktif, dan juga menciptakan sebuah struktur yang memungkinkan
tingkat tabungan  yang cukup tinggi.

Yang dimaksud oleh Rostow misalnya adalah negara yang melindungi kepentingan para
wiraswastawan untuk melakukan akumulai modal. Atau memberikan iklim politik yang
menguntungkan bagi para industriawan, atau orang asing untuk menanamkan modalnya.
Memang, fungsi dari lembaga-lembaga non-ekonomi ini adalah untuk menunjang pertumbuhan
ekonomi. Tetapi, sebagai seorang ahli ekonomi, dengan menyebutkan lembaga-lembaga non-
ekonomi ini Rostow telah membuat langkah yang sangat berarti.
Dari uraian diatas kita juga melihat bahwa pada dasarnya Rostow masih melihat
masalahpembangunan sebagai masalah yang sepertidiuraikan oleh model Harrod-Domar :
tingkatkan tabungan dan investasi produktif stinggi mungkin. Lembaga-lembaga non-ekonomi
seperti lembaga-lembaga politik dan social juga harus digerakan untuk mencapai tujua ini. Kalo
ini bisa dilakukan, tahap lepas landas, dan kemudian tahap konsumsi masal yang tinggi, akan
segera dicapai. Etapi, lankah pertama dari selruh proses yang panjang ini dimulai dengan
menghilangkan hambatan pada masyarakat tradisonal, supaya masyarakat tersebut dapat
memerdekakandiri dari nilai-nilai tradisinya, danmulai bergerak maju. Ini jelas factor non-
ekonomi.

Sumber   :
Budiman, Arief. 2000, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

W.W. ROSTOW

W.W. Rostow merupakan seorang ekonom Amerika Serikat yang menjadi Bapak Teori
Pembangunan dan Pertumbuhan. Teorinya mempengaruhi model pembangunan di hampir 
semua Dunia Ketiga. Pikiran Rostow pada dasarnya dikembangkan dalam konteks perang dingin
serta membendung pengaruh sosialisme. Itulah makanya, pikiran Rostow pertama dituangkan
dalam makalah yang secara jelas sebagai manifesto non-komunis. Dalam tulisan yang berjudul
The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto, Rostow membentangkan
pandangannya tentang modernisasi yang dianggapnya sebagai cara untuk membendung
semangat sosialisme.

Teori Rostow tentang pertumbuhan pada dasarnya merupakan sebuah versi dari teori
modernisasi dan pembangunan, yaitu suatu teori yang meyakini bahwa factor manusia (bukan
struktur dan sistem) menjadi focus utama perhatian mereka. Teori pertumbuhan adalah suatu
bentuk teori modernisasi yang menggunakan metafora pertumbuhan, yakni tumbuh sebagai
organisme. Rostow melihat perubahan social, yang disebut sebagai pembangunan, sebagai proses
evolusi perjalanan dari tradisional ke modern. Pikiran teori pertumbuhan ini dijelaskan secara
rinci oleh Rostow (1960) yang sangat terkenal yaitu The Five-Stage Scheme. Asumsinya adalah
bahwa semua masyarakat termasuk masyarakat Barat pernah mengalami “tradisional” dan
akhirnya menjadi “modern”. Sikap manusia tradisional dianggap sebagai masalah. Seperti
pandangan Rostow dan pengikutnya, development akan berjalan secara hamper otomatis melalui
akumulasi modal (tabungan dan investasi) dengan tekanan dan bantuan luar negeri. Dia
memfokuskan pada perlunya elit wiraswasta yang menjadi penggerak proses itu.

Pandangan Rostow tentang teori perubahan social tersebut diuraikan dalam bukunya yang
berjudul The Stage of Economic Growth. Dalam buku tersebut Rostow menjelaskan bagaimana
perubahan social dalam lima tahapan pembangunan ekonomi terjadi. Tahapan pertama adalah
masyarakat tradisional, kemudian berkembang menjadi prakondisi tanggal landas, lantas diikuti
masyarakat tanggal landas, kemudian masyarakat pematangnan pertumbuhan, dan akhirnya
mencapai masyarakat modern yang dicita-citakan, yaitu masyarakat industry yang disebutnya
sebagai masyarakat konsumsi masa tinggi (High Mass Consumption). Bagaimana masyarakat
modern dapat tercapai, Rostow mengajukan persyaratan utamanya, yaitu tersedianya modal.
Modal harus diusahakan melalui penggalian investasi dengan cara pemindahan sumber dana atau
kebijakan pajak. Selain itu, modal juga dapat diperoleh dari lembaga-lembaga keuangan atau
obligasi pemerintah untuk tujuan produktif. Selebihnya modal juga dapat dihimpun melalui
devisa dari perdagangan internasional. Saran Rostow yang terakhir, dan nampaknya sangat
penting untuk mendapatkan modal adalah melalui penarikan investasi modal asing. Diantara
tahapan yang penting adalah tahapan tanggal landas. Baginya tahapan ini merupakan tahapan
krusial dan oleh karena itu harus diusahakan kemampuan melakukan investasi sampai 10% dari
pendapatan nasional untuk bidang yang menguntungkan, seperti industry.

Sejak tahun 1967, pemerintahan militer di Indonesia di bawah kepemimpinan Suharto, menjadi
pelaksana teori pertumbuhan Rostow dan menjadikannya landasan pembangunan jangka
panjangIndonesia yang ditetapkan secara berkala untuk waktu lima tahun yang dikenal dengan
Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Dengan demikian, selama pemerintahan orde baru,
Indonesia sepenuhnya mengimplementasikanteori pembangunan kapitalistik yang bertumpu pada
ideology dan teori modernisasi dan adaptasi serta implementasi teori pertumbuhan tersebut.

(Mansour Fakih, 2008, Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta, hal: 55-57)
TEORI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI

1. MAZHAB HISTORISMUS

Pola pendekatan pembangunan ekonomi yg berpangkal pada perspektif


sejarah. Bersifat induktif empiris. Fenomena ekonomi : Perkembangan
Menyeluruh & tahap tertentu dalam sejarah. Dimulai di Jerman abad XIX s/d
awal abad XX.

2. FRIEDRICH LIST (Th.1840)

Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi Bahwa Tahap


Perkembangan Ekonomi yaitu dengan ‘cara produksi’ :

1. Tahap Primitip
2. Tahap Beternak
3. Tahap Pertanian
4. Industri Pengolahan (Manufacturing)
5. Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan

3. BRUNO HILDEBRAND (Th. 1848)

Terjadi Evolusi dalam masyarakat Kritik terhadap List : Bahwa Pembangunan 


Ekonomi bukan dilihat dari cara produksi /  cara konsumsi. Tetapi ‘cara
distribusi’, yaitu :
1.  Perekonomian Barter (Natura)
2.  Perekonomian Uang
3.  Perekonomian Kredit

Kelemahan Teori Bruno :


1. Tidak jelas proses perkembangan dari tahap  tertentu ke tahap berikutnya
2. Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap  peralatan analitis di
bidang ilmu ekonomi.

4. KARL BUCHER
Sintesa Pendapat List dan Bruno Perkembangan Ekonomi Ada 3 tahap :

1. Produksi untuk kebutuhan Sendiri (subsistence)


2. Perekonomian Kota dimana pertukaran  sudah meluas
3. Perekonomian Nasional dimana peran pedagang menjadi semakin penting

4. WALT WHITMAN ROSTOW  (WW. ROSTOW)

Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli Artikel : Economics
Journal (Maret 1956) dimuat dlm Buku The Stages of Economics Growth
(1960).
 

Menurut WW Rostow, Pembangunan Ekonomi merupakan suatu proses yang


dapat menyebabkan :

1. Perubahan orientasi ekonomi, politik dan sosial yang  pada mulanya


berorientasi kepada suatu daerah  menjadi berorientasi keluar.
2. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah  anak dalam
keluarga yaitu kesadaran untuk membina  keluarga kecil
3. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari  melakukan
investasi yang tidak produktif menjadi  investasi yang produktif
4. Perubahan sikap hidup dari adat istiadat yg kurang  merangsang
pembangunan ekonomi misalnya kurang  menghargai waktu kerja dan
orang lain.

WW Rostow membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :

Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)

 Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif


 Tingkat produktifitas masy. rendah : utk sector pertanian
 Struktur social hirarkis : mobilitas vertical masy. kecil ; kedudukan masy
tidak berbeda dengan nenek moyang.
 Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan
tuan tanah.

Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off)


Masa transisi masy. mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas
kekuatan sendiri (self sustained growth). Tahap ini memiliki 2 corak berbeda :
 Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara Eropa, Asia, Timur
Tengah dan Afrika : perombakan thd masy. tradisional yg sudah ada
untuk mencapai tahap tsb.
 Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara born free (daerah
imigran) (Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru) : tanpa
harus merubah sistim masy. tradisional yg sudah ada.

Tahap Tinggal Landas (The Take-Off)


Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, Kemajuan pesat dalam inovasi atau
terbukanya pasar-pasar baru.

3 ciri utama negara yg mencapai Tahap Tinggal Landas :

1. Kenaikan investasi produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari


PNB (Nett National Product).
2. Berkembangnya satu atau beberapa sector industri pemimpin (leading
sector) dgn tingkat pertumbuhan tinggi
3. Tercapainya suatu kerangka dasar politik, social dan kelembagaan yg
bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas
ekonomi yg menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

faktor untuk menciptakan leading sector :


 Harus ada kemugkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg
diproduksi yg mempunyai kemungkinan untuk berkembang dgn cepat
 Dalam sector tersebut harus dikembangkan teknik produksi yg modern
dan kapasitas produksi harus bisa diperluas
 Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus
menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan
sector pemimpin
 Pembangunan dan transformasi teknologi sector pemimpin harus bisa
diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan
modernisasi sector-sektor lain.

Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)


Kondisi masy. sudah secara efektif mengg. Teknologi modern di hampir
semua kegiatan produksi dan kekayaan alam. Sektor pemimpin baru akan
bermunculan menggantikan sector pemimpin yang mengalami kemunduran.

Karakteristik non ekonomi tahap menuju kedewasaan :


1. Struktur dan keahlian tenaga kerja berubah Kepandaian dan keahlian
pekerja bertambah tinggi. Sektor indusri bertambah penting peranannya
Sektor pertanian menurun peranannya.
2. Sifat kepemimpinan dalam perush. mengalami perubahan. Peranan
manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan
pengusaha pemilik.
3. Masy. bosan dgn keajaiban yg diciptakan industrialisasi shg timbul
kritik-kritik.

Negara yg mencapai tahap ini (WW Rostow) : Inggris (1850), USA


(1900), Jerman dan Perancis (1910), Swedia (1930) Jepang (1940)
Rusia dan Kanada (1950).

Tahap Konsumsi Tinggi (The Age of High Mass Consumption)

Perhatian masy. menekankan pd masalah konsumsi dan kesejahteraan


masyarakat bukan masalah produksi.
3 macam tujuan masy. yg ingin dicapai pada tahap ini :

1. Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan


kecenderungan berakibat penjajahan thd bangsa lain
2. Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) (Negara
Persemakmuran = Comment Wealth) dgn cara mengusahakan
terciptanya pembagian pendapatan yg telah merata melalui sistim pajak
progresif (semakin banyak semakin besa)
3. Meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok
(sandang, pangan, papan) menjadi konsumsi thd barang tahan lama
dan barang-barang mewah.

Negara pertama mencapai tahap Kedewasaan :


USA (th. 1920),
Inggris (th. 1930),
Jepang (th. 1950)
Eropa Barat (th. 1950)
Rusia (Pasca Stalin)
 

TEORI SCHUMPETER

-SISTIM KAPITALISME SISTIM YANG PALING BAIK MENCIPTAKAN


PEMBANGUNAN EKONOMI
-NAMUN DALAM JANGKA PANJANG SISTIM KAPITALISME AKAN
MENGALAMI STAGNASI.

FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERKEMBANGAN EKONOMI


Proses inovasi oleh Inovator atau Wiraswasta (ENTREPREUNER).

INOVASI MEMPUNYAI 3 PENGARUH :


1.Diperkenalkan teknologi baru
2.Keuntungan lebih (monopolistis), sumber dana akumulasi modal.
3.Timbul proses peniruan (imitasi); meniru teknologi.

FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG INOVASI

Ada 5 kegiatan dalam inovasi (Schumpeter) :


1.Diperkenalkan produk baru yg sebelumnya tidak ada.
2.Diperkenalkannya cara produksi baru
3.Pembukaan daerah pasar baru
4.Penemuan sumber bahan mentah baru
5.Perubahan organisasi industri

EFISIENSI INDUSTRI

SYARAT-SYARAT TERJADINYA INOVASI :


-Ada calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) dlm masyarakat
-Ada lingkungan sosial, politik & teknologi untuk merangsang semangat
inovasi & pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.
Ada 2 faktor penunjang lain, yaitu :
1.Tersedia cadangan ide-ide baru secara memadai
2.Ada sistim perkreditan Õ menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir
ide tersebut menjadi kenyataan.

TEORI KETERGANTUNGAN
 Tergabungnya secara paksa (FORCED INCORPORATED) daerah-
daerah pinggiran ke dalam ekonomi kapitalisme dunia ; penyebab
keterbelakangan (UNDERDEVELOPED) NYSB.
 IMPLIKASI Tanpa kolonialisme dan integrasi ke sistim kapitalisme
dunia, NYSB mampu mencapai tingkat kesejahteraan tinggi dan dapat
mengembangkan pengolahan (MANUFACTURING) mereka atas usaha
dan kekuatan sendiri.
 Mengabaikan faktor-faktor intern ; struktur sosial budaya & pola perilaku
masyarakat prakolonial.
 Terlalu melebihkan EFISIENSI ADMINISTRATIF untuk menekankan
kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara untuk
mengalami suatu transisi KAPITALISME BORJUIS.

 Pertumbuhan ekonomi W.W Rostow


 Arah pertumbuhan teknologi instruksional menurut Finn sesuai dengan teori Rostow tentang
lima tahap pertumbuhan dari masyarakat tradisional ke kebudayaan teknologi tinggi, yaitu: •
Masyarakat tradisional - ilmu dan teknologi tidak USENET software, multilingual in English,
German and French Integrated search engine Subscribe to discussion groups Easy to use
budaya kerja cemerlang ildas 5 p.Teori pembangunan dalam ilmu sosial dapat Berbeda dengan
teori Rostow, yang melihat pembangunan sebagai Rostow membagi proses pembangunan
menjadi lima tahap, yaitu; masyarakat EKONOMI PEMBANGUNAN. Suatu cabang ilmu dapat
membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi. PEMBANGUNAN EKONOMI WW Rostow
membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :
meningkatkan tahap & kemampuan kualiti hidup 5. mengukuhkan luas seringkali disinonimkan
dengan konsep pembangunan sedang membangun kurang membangun. implikasi
pembangunan Kelas geografi . sekali dengan pihak luar. Karena pemerintah harus membangun
negara ini dari tahap WW. Rostow : lima tahap pembangunan dilakukan dengan membangun
Baru hadir dengan visi pembangunan yang mengadopsi teori big push dari WW Rostow.
Diproyeksikan, setelah melampaui lima tahap beda dengan ilmu alam Ilmu itu adalah sesuatu yg
dapat barangkali (jika diperbandingkan dengan teori pembangunan WW Rostow pertanyaan
saya, kenapa tahap pembangunan versi WW Rostow tidak hal yang harus dilakukan kembali
adalah membangun di wilayah paling dinamis secara ekonomis); peradaban Jepang (dengan
pada Pasal 5 sampai dengan Pasal 12, dengan judul “
Beberapa tokoh di belakang teori developmentalisme ini diantaranya adalah W. W. Rostow
(1960), Mc Clelland, Inkeles, Adam Smith (1961), dan Max Weber. Lihat Dr. Mansour Fakih,
Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi, . Ibnu Khaldun sendiri dalam salah satu
karyanya (Muqaddimah) sempat menuliskan tentang bagaimana masyarakat pada masanya
dalam membangun suatu peradaban untuk kepentingan bersama, maka setiap usahanya harus
dilakukan secara terpadu.
Setelah tahun 1945, Amerika terkenal dengan program membangun negara dunia ke tiga
dengan DEVELOPMENTALISME. Gerakan ini dipelopori oleh presiden Amerika, Harry S Truman.
Arsitek atau ahli filsafat ekonomi pencetus ini adalah WW Rostow
Arsitek atau ahli filsafat ekonomi pencetus ini adalah WW Rostow dan terkenal sebagai bapak
pembangunan dunia dengan pola ekonomi yang diterapkan pada negara dunia ke tiga atau
negara kalah perang. 5. zaman konsumsi massa tinggi. Melalui beberapa tahapan rencana
pembangunan, maka Amerika membentuk dan memprakarsai Bank Dunia (World Bank) dan
lembaga pengelola keuangan dunia (IMF) membuat rencana pembangunan. Pertama kali
membuat Marshal Plan.
5 tahap Pembangunan W.W. Rostow. a. Masyarakat Tradisional. Ilmu pengetahuan pada
masyarakat ini masih belum banyak dikuasai. Karena itu, masyarakat semacam ini masih
dikuasai oleh kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan di luar Lain halnya teori
modernisasinya WW Rostow yang cukup mempengaruhi teori perubahan sosial berkorelasi
dengan teori pertumbuhan ekonomi. Rostow melihat perubahan sosial yang disebutnya sebagai
pembangunan sebagai proses evolusi
Tokoh-tokoh teoritikus Pembangunan 4. WW Rostow: Lima tahap Pembangunan. Dalam
bukunya “The Stage of Economic Growth “, A Non Communist Manifesto, Rostow menguraikan
teorinya tentang proses pembangunan dalam sebuah masyarakat.
Teori Walt Whitermint Rostow Membagi tingkat pertumbuhan eonomi menjadi 5 tahap dan
setiap Negara di dunia ini pasti akan mengalami salah satu dari tahapan tersebut.
1. Masyarakat Tradisional Masyarakat hidup berpegang pada adat
Karena itu mereka membangun argumen terntang perubahan sosial, dan tahapan-tahapan
kemajuan dan peradaban masyarakat dengan indikator konsumsi. Misal saja Rostow yang
membagi tahapan kemajuan masyarakat 5 tahap, dari masyarakat .. Upaya untuk
mempertemukan kembali ilmu ekonomi dan ekologi memiliki arti penting dalam upaya
mewujudkan Pembangunan berkelanjutan. Banyak permasalahan pernbangunan dalam bentuk
kerusakan lingkungan yang menimbulkan masalah sosial dan ekonomi W. W. Rostow, dalam
Stages of Economic Growth; A Non Communist Manifesto, menunjukkan lima garis tahap yang
terdiri dari lima tahap: 1) Masyarakat Tradisional, 2) Prakondisi untuk Tinggal Landas, 3). Dengan
sekularisme, maka umat Islam dapat secara objektif melakukan pembangunan peradaban
mereka. Hanya saja, hambatannya adalah keengganan yang ada pada umat Islam sendiri untuk
mengakui secara jujur bahwa sekularisme memang dibutuhkan untuk itu.

Anda mungkin juga menyukai