Nama : Muhammad Afghan Kemal Lazuardi
NPM : 270110190039
Kelas : C
Mata Kuliah : Mikropaleontologi
Tugas 1
Perbedaan Morfologi Polen dan Spora
A. Polen
Polen mengalami pemisahan, terlepasnya polen akan membentuk unit-unit.
Ada 4 jenis unit yaitu monad (tunggal), dyads (dua), tetrads (empat), polyads
(lebih dari 4 unit).
Memiliki aperture, yaitu dinding bukaan tipid yang berperan saat proses
germinasi.
Aperture terdapat di bagian distal.
Bentuk aperturenya dibagi menjadi tiga yaitu porus (membulat), colpus
(memanjang), dan colporate (gabungan antara porus dan colpus).
Memiliki vegetative cell dan generative cell yang tidak dimiliki oleh spora.
Memiliki exine, yaitu dinding selulosa yang mengelilingi protoplasma.
Exine dibagi menjadi 2 yaitu seksin dan nexin dan bisa terlihat dengan jelas.
B. Spora
Memiliki laesura, yaitu tapak bekas kontak spora dengan spora yang
bersebelahan.
Laesura dibagi menjadi tiga jenis yaitu trilate (membentuk tanda Y), monolate
(hanya punya satu laesura), dan alete (tanpa laesura).
Laesura akan terlihat pada posisi proximal.
Memiliki exine, namun sulit diamati.
Exine dibagi menjadi 2 yaitu seksin dan nexin, namun pembagiannya sulit
terlihat.
Memiliki radii (lengan leasura), interadial region, interadial thickening,
curvature perfecta (perpanjangan dari radii), dan perispore yang tidak dimiliki
oleh polen.
Gambar 1. Morfologi Polen
Gambar 2. Morfologi Spora