Anda di halaman 1dari 30

CRITICAL BOOK REPORT

MANAJEMEN KEUANGAN

OLEH :
FIKA RAHAYU NINGSIH
ANNISA SALSABILA
JONATHAN IVAN HASUGIAN
DION NATANATEL MANURUNG
RISA ANGGRAINI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BISNIS


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
JL. WILLEM ISKANDAR PASAR V MEDAN 20221,SUMATERA UTARA-
INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas rahmat-
Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan Critical Book Report mata kuliah
manajemen keuangan. Penulisan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah manajemen keuangan di Universitas Negeri Medan
Fakultas Ekonomi prodi Pendidikan Tataniaga.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis
juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu penulis minta maaf
jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, Mei 2021

Penyaji

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan CBR .............................................................................................. 1
1.3 Manfaat CBR ............................................................................................................ 1

BAB II RINGKASAN ISI BUKU


2.1 Identitas Buku ........................................................................................................... 2
2.2 Ringkasan Buku ........................................................................................................ 2
2.3 Analisis Buku .......................................................................................................... 25

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 26
3.2 Saran ....................................................................................................................... 26

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 27

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (KKNI) yaitu kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang
pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja
sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (pasal 1 ayat 1), maka mahasiswa dituntut
untuk menyelesaikan enam tugas dalam satu mata kuliah dimana salah satunya yaitu adalah
Critical Book Report.
Maka dari itu, dalam makalah Critical Book Report ini, saya sebagai mahasiswa yang
ingin menyelesaikan perkuliahan saya dengan secepat mungkin, menyusun dan
menyelesaikan makalah critical review ini sebagai mana tuntutan dari sistem perkuliahan
yang mengacu pada KKNI.

1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tuntutan sistem perkuliahan yang
mengacu pada KKNI dan untuk mengetahui cara mengkritik sebuah buku.

1.3 Manfaat
Dengan membuat makalah critical book report ini, saya dilatih dan menjadi tahu
bagaimana cara mengkritik sebuah buku dan bagaimana cara penyusunannya. Dimana hal
tersebut bisa menjadi bekal bagi saya saat di dunia kerja nanti.

4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Buku
Buku Utama Buku Pembanding
Judul Buku : Manajemen Keuangan- Judul Buku : Manajemen Keuangan Teori Dan
Teori Dan Aplikasi Edisi 4 Aplikasi
Pengarang : Dr, R Agus Sartono M.B.A Pengarang : Dr Dedy Takdir Syaifuddin, SE. MS
Penerbit : BPFE UGM Penerbit : UNHALU PRESS
Tahun Terbit : 2014 Tahun Terbit : 2008
Jumlah Hal Buku : 526 halaman Jumlah Halaman Buku : 345 halaman
ISBN : 9795030574 ISBN : 9786028161060

2.2 Ringkasan Isi Buku


BAB 1: TUJUAN DAN FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Dalam penerapannya, manajemen keuangan tidak dapat berdiri sendiri. Manajemen
keuangan selalu berkaitan erat dengan berbagai disiplin ilmu yag lain seperti akuntansi, ilmu
ekonomu mikro dan makro, manajemen pemasaran, manajemen produksi, metode kuantitatif,
dan manajemen sumber-daya manusia. Manajemen keuangan adalah suatu bidang
pengetahuan yang menyenangkan dan sekaligus menantang. Seorang yang ahli di bidang
manajemen akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan.
Tujuan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat diartikan sabagai manajemen dana baik yang berkaitan
dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha
pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. Fungsi
pertama manajemen keuangan adalah menyangkut tentang keputusan alokasi dana baik dana
yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana yang berasal dari luar perusahaan pada
berbagai bentuk investasi. Fungsi kedua, manajer keuangan berfungsi sebagai pengambil
keputusan pembelanjaan atau pembiayaan investasi. Fungsi ketiga seorang manejer
keuangan adalah kebijakan deviden.

BAB 2. FUNGSI PASAR UANG DAN MODAL


A. Tiga Alternatif Bentuk Perusahaan
5
Tiga bentuk umum perusahaan adalah perusahaan perseorangan atau sole
proprietorship, persekutuan atau partnership, dan perseroan terbatas atau corporation.
1. Perusahaan Peseorangan, Sebuah perusahaan perseorangan adalah satu usaha yang
dimiliki dan dikelola oleh satu orang untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya
sendiri.
2. Perusahaan Persekutuan, Persekutuan adalah bentuk usaha di mana dua orang atau
lebih yang secara bersama-sama membentuk satu badan usaha. Untuk menghindari
kesalahpahaman di masa datang, masing-masing pihak biasanya menandatangani
perjanjian tertulis secara formal.
3. Perseroan Terbatas, Sebuah perseroan adalah suatu bentuk badan hukum yang
diciptakan atas dasar hukum yang berlaku. Dalam perseroan terbatas terdapat pemisah
antara pemilik dan manajer.

B. Sistem Keuangan Secara Garis Besar


Tujuan sistem keuangan adalah untuk menjembatani aliran dana dari pihak yang
surplus dana kepada pihak yang memerlukan dana. Dalam pengertian yang umum, rumah
tangga dan individu adalah pihak yang surplus dana sementara perusahaan adalah pihak yang
memerlukan atau defisit dana. Individu secara tidak langsung menyediakan dana bagi
perusahaan melalui lembaga perantara keuangan atau financial intermediary. Lembaga
keuangan tersebut selanjutnya menyalurkan dana kepada perusahaan baik dalam bentuk
kredit atau melalui pembelian surat-surat berharga melalui pasar keuangan atau financial
market. Dengan demikian pasar keuangan atau financial market terdiri atas lembaga dan
mekanisme yang memungkinkan terciptanya aliran dana dari pihak yang mengalami surplus
dana kepada pihak yang memerlukan dana.

C. Struktur Pasar Keuangan


Pasar keuangan dapat dikategorikan dalam tiga jenis berdasarkan jatuh tempo asset
keuangan yang diperjual belikan yaitu pasar uang atau money market, medium term loan
(MTL), dan pasar modal atau capital market.

D. Pengertian Dan Sejarah Pasar Modal Di Indonesia


Pengertian klasik pasar modal adalah suatu sarana dengan mana surat berharga-surat
berharga yang berjangka panjang diperjualbelikan. Dalam pengertian ini pasar modal
6
memiliki tujuan normatif mencapai keuntungan yang optimal. Pasar modal mempunyai peran
penting bagi pembangunan ekonomi sebagai salah satu sumber pembiayaan eksternal bagi
dunia usaha. Selain itu pasar modal juga merupakan wahana investasi bagi investor dalam
maupun luar negeri.
Pengertian bursa efek menurut UU No.8 Tahun 1995 adalah pihak yang
menyelenggarakan dan menyadiakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan
penawaran jual dan beli efek pihak pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di
antara mereka.

E. Organisasi Pasar Modal di Indonesia


Dalam mekanisme pasar modal organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya
adalah:
a. Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan melalui BAPEPAM
b. Perusahaan Emiten
c. Bursa Efek
d. Lembaga Penunjang

F. Manfaat Pasar Modal


1. Bagi Emiten, Pasar modal sebagai alternatif untuk menghimpun dana masyarakat bagi
emiten memberikan banyak manfaat. Dalam kondisi di mana debt to equity ratio
perusahaan telah tinggi maka akan sulit menarik pinjaman baru dari bank, oleh karena
itu pasar modal menjadi alternatif lain.
2. Bagi Pemodal, Pasar modal yang telah berkembang baik merupakan sarana investasi
lain yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemodal (investor). Bagi investor,
investasi melalui pasar modal dapat dilakukan dengan cara membeli instrumen pasar
modal seperti saham, obligasi ataupun sekuritas kredit.
3. Bagi Lembaga Penunjang, Berkembangnya pasar modal juga akan mendorong
perkembangan lembaga penunjang menjadi lebih profesional dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan bidang masing-masing. Keberhasilan pasar modal tidak
terlepas dari peran lembaga penunjang. Manfaat lain dari berkembangnya pasar modal
adalah munculnya lembaga penunjang baru sehingga semakin bervariasi, likuiditas efek
semakin tinggi.

7
4. Bagi Pemerintah, perkembangan pasar modal merupakan alternatif lain sebagai sumber
pembiayaan pembangunan selain dari sektor perbankan dan tabungan pemerintah.
Pembangunan yang semakin pesat memerlukan dana yang semakin besar pula, untuk itu
perlu dimanfaatkan potensi dana masyarakat.

Bab 3. KONSEP NILAI WAKTU UANG


A. Nilai Kemudian (Future Value)
Nilai kemudian atau future value dapat diperoleh dengan mengalikan tingkat bunga
dengan pokok pinjaman untuk periode tertentu. NKn=Xo(1+r)n

B. Nilai Sekarang (Present Value)


Pemahaman konsep nilai sekarang atau present value sangat penting dalam
manajemen keuangan. Manajer keuangan seringkali dihadapkan pada persoalan pengambilan
keputusan yang tidak terlepas dari konsep ini. Dalam penilaian investasi misalnya, manajer
keuangan diharuskan mengukur nilai sekarang aliran kas yang diharapkan akan dihasilkan

oleh investasi tersebut.

Bab 4. PENILAIAN SURAT BERHARGA


A. Return On Investment Serta Penilaian Surat Berharga
Nilai berbegai aktiva ril (rial assets) didasarkan atas keuntungan yang diharapkan
akan literima di masa-masa datang (expected future benefit) selama usia ekonomis aktiva itu..
Begitu pula penilaian financial assets, seperti halnya saham dan obligasi juga didasarkan atas
expected return selama kepemilikan finansial assets itu. Apabila seseorang membeli saham,
maka berarti akan mengurangi pengeluaran konsumsi saat ini dengan harapan akan
mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa datang. Pemegang saham berharap akan
memperoleh dividen dan mendapatkan capital gain apabila saham tersebut dijual. Besar
kecilnya dividen sangat tergantung oleh besar kecilnya laba yang diperoleh dan proporsi laba
yang akan dibagikan dalam bentuk dividen atau dividen payout ratio. Pemegang saham juga
dapat menderita capital loss apabila ternyata harga jual saharn lebih rendah daripada harga
belinya. Karena ketidakpastian return on investment saham, maka pemegang saham akan
meminta tingkat keuntungan yang cukup sebagai kompensasi ketidakpastian tersebut.

8
Apabila pemegang saham hanya akan memiliki saham tersebut untuk jangka waktu yang
terbatas katakanlah hanya selama satu tahun, maka besarnya reguired rate of return adalah:

B. Saham Dengan Model Pertumbuhan


1. Model Pertumbuhan Satu Tahap, Telah dijelaskan bahwa tingkat keuntungan yang
diharapkan adalah merupakan discount rate yang menyamakan present value dividen
yang akan diterima dan harga pasar akhir periode dengan harga beli saham tersebut.
Namun demikian investor tentunya juga berharap bahwa perusahaan akan mengalami
pertumbuhan. Bukankah bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimumkan
kemakmuran pemegang saham atau memaksimumkan nilai perusahaan yang tercermin
dari harga pasar saham? Sedangkan kita mengetahui bahwa harga pasar saham akan
meningkat apabila dividen yang dibayarkan akan semakin besar, tentu saja dengan
asumsi bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan tetap. Dengan demikian apabila
dividen dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan sesuai dengan harapan pemegang
saham, maka untuk menentukan harga pasar saham akan angat mudah.
2. Model Pertumbuhan Dua Tahap, Banyak perusahaan yang mengalami pertumbuhan
penjualan, laba dan dividen yang tidak konstan. Pada umumnya perusahaan
mengalami masa pertumbuhan di atas normal, misalnya karena penerapan teknologi
baru, perluasan pasar, life cycle yang lebih panjang dan sebagainya. Kemudian
berangsur-angsur akan menjadi normal dan menuju kepada tingkat pertumbuhan yang
kostans.
3. Model Pertumbuhan Tiga Tahap, Tidak jarang perusahaan mengalami pertumbuhan
tiga tahap, yakni pertumbuhan di atas normal, normal dan pertumbuhan di bawah
normal.

Bab 5. NILAI TAMBAH EKONOMIS DAN NILAI TAMBAH PASAR


A. Aset dan Kapital Operasional
Perusahaan yang berbeda seringkali memiliki perbedaan pada struktur keuangan,
pajak, dan jumlah nonoperating asset seperti surat berharga. Perbedaan-perbedaan ini tentu
saja menyebabkan perbedaan pada ukuran-ukuran akuntansi tradisional seperti return on
equity (ROI) serta rasio-rasio lain sehingga dua perusahaan dengan tingkat operasi yang

9
mirip menampakkan efisiensi operasi yang berbeda. Rasio-rasio tersebut biasanya digunakan
sebagai ukuran dalam penilalan kinerja manajer.

B. Laba Operasi Bersih Sesudah Pajak


Jika dua perusahaan memiliki utang yang berbeda, dan juga perbedaan jurnlah
pembayaran bunga, perusahaan tersebut memiliki kinerja operasi yang sama tetapi berbeda
pada penghasilan bersih atau net income, maka perusahaan dengan lebih banyak utang akan
memiliki net income yang lebih kecil.. Untuk dapat melakukan evaluasi kinerja manajer
secara lebih baik maka dimuncuikan suatu formula yaitu laba operasi bersih sesudah pajak
atau net operating profit after taxes (NOPAT) yang merupakan sejumlah laba perusahaan
yang akan dihasilkan jika perusahaan tersebut tidak memiliki utang dan tidak memiliki asset
finansial. NOPAT didefinisikan sebagai:
NOPAT EBIT(1-tarif pajak)

C. Aliran Kas Bebas (Free Cash Flow)


Aliran kas bersih atau net cash flow merupakan penjumlahan dari net income
ditambah non-cash adjusment. Perlu dicatat bahwa aliran kas tidak dapat dipertahankan terus-
menerus terkecuali fixed asset yang telah didepresiasikan diganti. Sehingga manajemen
perusahaan tidak sepenuhnya bebas menggunakan aliran kas yang ada. Aliran kas bebas atau
free cash flow-FCF) adalah cash flow yang tersedia untuk dibagikan kepada para investor
setelah perusahaan melakukan investasi pada fixed asset dan working capital yang diperlukan
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Dengan kata lain aliran kas bebas adalah kas
yang tersedia di atas kebutuhan investasi yang profitable. Free cash flow ini sebenarnya
merupakan hak pemegang saham. Menghitung aliran kas bebas adalah dengan rumus berikut:
1. Free Cash Flows = Aliran Kas Operasi-Investasi Bruto Pada Modal Operasi
2. FCF = NOPAT-Investasi Bersih Pada Modal Operasi.

Bab 6: ANALISIS RASIO DAN KEUANGAN


Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan
kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa
lalu dan prospeknya di masa yang akan datang. Dengan analisis keuangan ini dapat di ketahui
kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh seorang business enteprise. Rasio tersebut dapat
memberikan indikasi apakah perusahaan meiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban
10
finansialnya. Besarnya piutang yang cukup rasional, efesien manajemen persedian,
perencanaan pengeluaran investasi yang baik, dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai.dengan menganalisi presetasi
keuangan, seorang analisi keuangan akan dapat menilai apakah manajer keuangan dapat
merencanakan dan mengimplementasikan ke dalam setiap tindakan secara konsisten dengan
tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.di samping itu, analisis semacam ini
juga dapat diprgunakan oleh pihak lain seperti bank, untu meniali apakah cukup beralasan
(layak) untuk mmemberikan tambahan dana atau keredit baru, calon investor untuk
memproyeksikan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Materi dalam bab 6
menckup adalah pembagian analisis rasio (rasio keuangan dan analisis kesulitan keungan,
rasio likkuiditas, rasio aktivitas, financia leveragre, rasio profitabilitas, masalah investasi dan
analisis keuangan) analisis indeks dan common size.

BAB 7 : RISIKO INVESTASI DAN TEORI PORTOFOLIO


Pada prinsipnya semua keputusan yang diambil oleh manajer baik yang menyangkut
keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan kebijakan dividen memiliki tujuan yang
sama. Semua itu mensyaratkan suatu estiminasi hasil yang diharapkan dan resiko atau
kemungkinan tidak diperolehnya hasil seprti yang diharapkan. atau expected return ;
sedangkan resiko berarti probalitas tidak dicapainya tingkat keuntugan yang diharapkan atau
kemungkinan return yang diterima menyimpang dari return yang diharapkan. smakin besar
penyimpangan tingkat keuntungan yang diharapkan, makan akan semakin besar pula tingkat
risikonya. Asumsi penting dalam pembicaraan risiko dan tingkat keuntungan yang
diharapkan ini dalah bahwa setiap individu adalahrasional dan tidak menyukai risiko atau risk
averter. Sikap tidak menyukai risiko ini tercerermin dari sikap bahwa setiap individu akan
meminta tambahan keuntungan yang lebih besar untuk setiap kenaikan tingkat risiko yang
dihadapi. Atau dengan kata lain misalkan individu dihadapkan pada berbagi pilihan, makan
individu tersebut akan lebih menyukai untuk memperoleh tingkat keuntungan yang sama
dengan risiko yang lebih kecil. Dakam hubungannya dengan asumsi yang mendasar tersebut,
kita dapat mengelompokan individu menjadi tigaklompok : individu yang menyukai risiko,
atau risk seeker, individu yang tidak menyukai atau menghindari risiko atau risk averter, dan
individu yang bersikap netral terhadap risiko atau risk neutrality. Materi dalam bab ini
mebncakup yaitu distribusi probabilitas, nilai yang di harapkan dan standar devisi untuk
mengukur risiko portofolio, analisi risiko portofolio, koefisien korelasi dan kovarian, analisi
11
pemilihan portofolio dan capital asset pricing model (capm), portofolio yang efisien, dan
arbitrage pricing theory (apt).

Bab 8. KONSEP PENILAIAN INVESTASI


A. Proyeksi Aliran Kas
Tugas yang paling penting di dalam penganggaran modal atau capital budgeting
adalah estimasi aliran kas dimasa datang yang mencakup aliran kas masuk dan aliran kas
keluar. Proyeksi aliran kas melibatkan berbagai variabel, individu dan berbagai macam
departemen atau bidang dalam perusahaan.
Metode Penilaian Investasi
Terdapat delapan metode yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi investasi yakni (a)
average rate of return, (b) metode payback, (c) discounted payback, (d) net present value, (e)
internal rate of return, () modified internal rate of return, (g) profitability indexs atau benefit
cost ratio dan (h) adjusted net present value. Pertama akan dijelaskan satu persatu untuk
mengevaluasi investasi yang independen dan baru kemudian diterapkan untuk mengevaluasi
investasi yang berkait satu sama lain. Untuk memudahkan misalkan aliranbkas bersih masing-
masing investasi telah ditentukan sebagai berikut:

Bab 9. TEORI STRUKTURAL MODAL


Beberapa teori structural modal telah dikembangkan khususnya untuk menganalisis
pengaruh penggunaan utang terhadap nilai perusahaan dan biaya modal.
A. Pendekatan Laba Bersih (NI), Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI) dan
Pendekatan Tradisional.
Pendekatan laba bersih (NI) mengasumsikan bahwa investor mengkapitalisasi atau
menilai laba perusahaan dengan tingkat kapitalisasi yang konstan dan perusahaan dapat
meningkatkan jumlah utangnya dengan tingkat biaya utang yang konstan pula. Pendekatan
laba operasi bersih (NOI) dengan mengasumsikan bahwa investor memiliki reaksi yang
berbeda terhadap penggunaan utan perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal
rata-rata tertimbang konstan berapapun tingkat utang yang digunakan oleh perusahaan.
Pendekatan tradisional ini mengasumsikan bahwa hingga satu leverage tertentu, resiko
perusahaan tidak mengalami perubahan. Namun demikian setelah leverage atau rasio utang
tertentu, biaya utang dan biaya modal sendiri meningkat. Peningkatkan biaya modal sendiri

12
ini akan semakin besar dan bahkan akan lebih besar daripada penurunan biaya, karena
penggunaan utang yang lebih murah.

B. Pendekatan Modigliani-Miller (Mm)


Selama ini teori struktur modal didasarkan atas perilaku investor dan bukannya studi
formal secara matematis. Franco Modigliani dan Merton Miller (MM) memperkenalkan
model teori struktur modal secara matematis, scientific dan atas dasar penelitian yang teru-
menerus. Perlu diperhatikan bahwa MM memperkenalkan teori struktur modal dengan
beberapa asumsi sebagai berikut:
a. Risiko bisnis perusahaan dapat diukur dengan standar deviasi laba sebelum bunga dan
pajak ƠEBT) dan perusahaan yang memiliki risiko bisnis sama dikatakan berada dalam
kelas yang sama.
b. Semua investor dan investor potensial memiliki estimasi sama terhadap EBIT perusahaan
di masa datang; dengan demikian semua investor memiliki harapan yang sama atau
homogeneous expectations tentang laba perusahaan dan tingkat risiko perusahaan
c. Saham dan obligasi diperdagangkan dalam pasar modal yang sempurna atau perfect capital
market.

C. Pendekatan Miller dengan Adanya Penghasilan Perusahaan dan Pajak Pendapatan


Perseorangan
Meskipun MM memperkenalkan adanya pajak perusahaan, namun tidak
menyinggung pajak pendapatan perseorangan. Baru pada tahun 1976 Merton Miller
memperkenalkarn model tentang pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan jika terdapat
pajak perusahaan dan pajak perseorangan.3 Perhatikan jika Te adalah pajak perusahaan, T,
adalah pajak pendapatan perseorangan dari saham dan Ta adalah pajak pendapatan dari
utang. Kita sepakat bahwa pendapatan atas saham sebagian berasal dari pembayaran dividen
dan sebagian berasal dari capital gain. Dengan demikian Tp adalah merupakan rata-rata
tertimbang tarif pajak efektif atas dividen dan capital gain. Dengan memasukkan pajak
perseorangan dan asumsi-asumsi dalam preposisi terdahulu dipenuhi, maka nilai perusahaan
yang tidak memiliki leverage adalah:
( )

13
Bab 10. ANALISIS LEVERAGE OPERASI DAN LEVERAGE KEUANGAN
Leverage Dan Laporan Rugi Laba
Biaya operasi meliputi harga pokok produksi dan biaya umum,administrasi dan biaya
pemasaran. Bunga dividen saham preferen yang merupakan biaya modal ditunjukkan secara
terpisah seperti halnya pajak penghasilan.
Biaya Tetap Dan Variabel
Biaya variable adalah biaya yang dalam jangka pendek berubah karena perubahan
operasi perusahaan.
Biaya tetap adalah biaya yang dalam jangka pendek tidak berubah karena variabilitas
operasi (tingkat output yag dihasilkan)maupun penjualan.
Operating Dan Financial Leverage
Dengan menggunakan operating leverage perusahaan mengharapkan bahwa
perubahan penjualan akan mengakibatkan perubahan laba sebelum bunga dan pajak yang
lebih besar. Multiplier effect hasil penggunaan biaya operasi tetap terhadap laba sebelum
bunga pajak disebut dengan degree of operating leverage disingkat DOI.
Financial Risk Dan Financial Leverage
Financial leverage adalah penggunaan sumber dan yang memiliki beban tetap dengan
harapan bahwa akan memberikan tambhan keuntungan yang lebih besar dari pada beban
tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham
Combined Leverage Dan Overall Risk
Leverage kombinasi terjadi apabila perusahaan memiliki baik operating leverage
maupun financial leverage dalam usahanya untuk meningkatakan keuntungan bagi pemegang
saham biasa. Degree combined leverage adalah mulitiplier effect atas perubahan laba per
lembar saham (EPS) karena perubahan penjualan.

Bab 11. KEBIJAKAN DIVIDEN


A. Teori Kebijakan Dividen
Beberapa faktor penting yang memengaruhi kebijakan dividen adalah kesempatan
investasi investasi yang tersedia, ketersediaan dan biaya modal alternatif, dan prefensi
pemegang saham untuk menerima pendapatan saat ini atau menerimanya di masa datang.
Dalam bagian ini akan ditunjukkan bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dan
mempengaruhi nilai perusahaan
.
14
B. Kebijakan Dividen Dalam Praktek
Apabila perusahaan mempertimbangkan akan menginvestasikan keuntungnan yang
diperoleh, sementara pemegang sahammeghendaki untuk menerima dividen maka perusahaan
harus mengeluarkan saham baru.

C. Stock Dividen
Stock dividen adalah pembayaran tambahan saham (dividen dalam bentuk saham)
kepada pemegang saham. Stock dividen tidak lebih daari penyusunan kembali modal
perusahaan (rekapitulasi perusahaan), sedangkan proporsi kepemilikan tidak mengalami
perubahan.
D. Stock Split
Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih
kecil. Dengan demikian jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat proporsional
dengan penurunan nilai nominal saham. Tujuan stock split adalah untuk menempatkan harga
pasar saham dalam trading range tertentu.

E. Repurchase Of Stock
Perusahan sering melakukan pembelian kembali saham perusahaan karena perusahaan
memiliki kas, dan tidak ada kesempatan investasi yang menguntungkan. Alasan lain mungkin
karena perusahaan akan melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan lain. Dalam
kondisi tidak ada kesempatan investasi yang favourable, maka pemberian dividen atau
pembelian saham - tidak ada pajak dan biaya transaksi bagi investor akan sama saja. Dengan
pmebelian kembali maka jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan dividen
perlembar saham akan lebih besar akhirnya harga pasaar saham akan meningkat.

Bab 12. SUMBER DANA JANGKA MENENGAH


A. Term Loan Equipment Loan
Term loan adalah merupakan salah satu jenis pembiayaan jangkah menengah. Term
loan ini biasanya disediakan oleh commercial bank, insurance, pension funds, lembaga
pembiayaan pemerintah dan supplier perlengkapan. Dipandang dari biaya modalnya, term
loan ini memiliki biaya yang lebih rendah daropada modal saham ataupun obligasi. Hal ini
disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi, maka harus
membayar biaya emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan dengan pengeluaran saham
15
dan obligasi. Selain itu tidak semua perusahaan memenihi persyaratan untuk menjual saham
dan obligasi. Dengan demikian untuk keperluan dana yang tidak terlalu besar, penjualan
saham dan obligasi dan biayanya terlalu mahal.

∑( )

Equipmet loan biasanya diberikan oleh commercial bank, penjual perlengkapan,


perusahaan asuransi, pension funds dan lembaga pembiayaan lainnya.

B. Pembiayaan Leasing
Leasing adalah suatu kontrak antara pemiilik aktiva yang disebut dengan lessor dan
pihak lain yang memanfaakan aktiva tersebut yang disebut lessee untuk jangka waktu
tertentu. Leasing memiliki berbagai bentuk, namun demikiann tiga bentuk yang paling
populer adalah, sale and leaseback, operating leases, financial atau capital leases. Leasee
mmepunyai kewajiban membayar secara periodik sebesar haarga jual ditambah dengan
tingkat keuntungan yang disyaratkan lessor.

C. Operating Lease
Operating lease adalah suatu bentuk pembiayaan, operating lease tidak begitu populer
digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia, karena berbagai alasan teknis. Salah atu
alasan utama tidak populernyajenis transaksi ini adalah karena belum tersedianya dukungan
pasar sekunder atas barang bekas sewa guna.

D. Keunggulan Sewa Guna


Ada beberapa keunggulan yang diperoleh perusahaan dengan melakukan sewa guna
dalam operasi usahanya antara lain:
1. Seringkali transaksi sewa guna dapat dilakukan tanpa uang muka. Hal ini dapat
membantu aliran kas bagi perusahaan-perusahaan lessee yan baru berdiri dan belum
memiliki kondisi finansial yang solid.
2. Dibandingkan dengan pembiayaan melalui kredit perbankan, pembiayaan sewa guna
lebih fleksisbel karena lebih dapat menyesuaikan dengan kondisi keuangan pihak lessee.

16
E. Metode Pembayaran Sewa Guna (Lease Payment)
Besarnya uang sewa (lease payment) yang dibayarkan oleh pihak lessee terdiri atas
unsur bunga dan cicilan pokok yang jumlahnya selalu berubah-ubah. Pembayaran bunga
tersebut semakin kecil sejalan dengan penurunan saldo pokokk. Besarnya pembayaran sewa
setiap periodenya ditentukan oleh faktor-faktor berikut:
1. Nilai barang modal yang juga meruakan nilai kontrak sewa guna.
2. Simpanan jaminan atau security deposit
3. Nilai sisa (residual value)
4. Jangka waktu
5. Tingkat bunga
Bab 13. SUMBER DANA JANGKA PANJANG
A. Instrumen Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang atau long term loan adalah satu bentuk perjanjian antara
peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberukan pinjaman sejumlah tertentu
dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok
pinjamana. Tingkat bunga yan disetujui daat berupa bunga tetap atau variabel. Obligasi yaitu
surat tanda utang yang dikeluarkan oleh perusahaan sejumlah tertentu dan akan jatuh tempo
pada waktu tertentu dan memberikan pendapatan sebesar bunga tertentu. Mortgage utang
jangka panjang yang dijamin oleh sekompok asset, debenture adalah utang jangka panjang
tanpa jaminan, convertible bond yaitu obligasi yang memberikan hak kepada pemiliknya
untuk menggantikan obligasi dengan saham biasa dengan harga yang telah ditentuukan.

B. Penilaian Warrant Dan Convertible Bonds


Warrant adalah hak untuk membeli sejumlah saham perusahaan pada haarga tertentu
yang dikeluarkan perusahaan dan warrant ini biasanya diberikan bersama-sama dengan
pengeluaran obligasi. Tujuannya adalah untuk menarik investor agar membeli obligasi jangka
panjang. Saat ini warrant tersebut dapat diperjualbelikan secara terpisah dari obligasi. Jika
warrant tersebut dieksekusi oleh pemiliknya maka akan ada tambahan dana masuk ke
perusahaan sementara obligasi tetap beredaar hingga jatuh tempo. Keuntungan dengan
warrant in adalah jika perusahaan tumbuh pesat, maka harga saham akan meningkat dan
pemilik warrant akan memeroleh premium atas pembelian saham perusahaan.

C. Kelebihan Dan Kelemahan Long Term Debt


17
Bagi perusahaan manfaat yang diperoleh dengan menggunaka long term debt adalah:
a. Biaya modal setelah pajak relatif rendah
b. Bunga ynag dibayarkan merupakan pengurang pajak penghasilan
c. Melalui financial leverage dimungkinkan laba per lembar saham akan meningkat
d. Kontrol terhadap operasi perusahaan oleh pemegang saham tidak mengalami
perubahan
Sedangkan kelemaha penggunaan long term debt sebagai sumber dana adalah:
a. Financial risk perusahaan meningkat sebagai alibat meningkatnya financial leverage
b. Batasan yang disyaratkan kreditur seringkali menyulitkna manajer.
c. Munculnya agency problem yang mengakibatkan meningkatnya agency cost.

Bab 14. PERDAGANGAN OPSI


A. Apa Yang Dimaksud Dengan Opsi?
Opsi-beli adalah hak untuk membeli barang tertentu dengan harga yang telah
ditentukan, dan untuk jangka waktu tertentu. Sedang opsi jual memeberikan hak kepada
pemiliknya untuk menjual barang tertentu dengan harga tertentu selama jangka waktu yan
terlah ditentukan. Dari kedua bentuk opsi-beli dan opsi-jual tersebut, premium opsi menjadi
hak penjual terlepas dari keputusan yang diambil oleh pembeli opsi. Jika pembeli opsi-beli
menghendaki untuk mengeksekusi, maka pembeli akan membayar sebesar harga penyerahan
yang telah ditentukan dan menerima saham. Begitu juga dengan opsi-jual, jika pembeli opsi-
jual menghendaki untuk mengeksekusi opsi-jualan maka, pembeli akan menyerahkan saham
dan menerima pembayaran sebesar harga penyerahan yang telah ditentukan.

B. Pentingnya Perdagangan Opsi


Pertama, beberapa investor melakukan perdagangan opsi untuk tujuan spekulasi
terhadap perubahan harga saham atau sekuritas. Kedua, lembaga investasi seperti halnya
reksa dana dan dana pensiun yang merupakan pelaku utama dalam pasar opsi, menggunakan
opsi sebagai alat untuk mempertahankan portofolio investasi mereka.

C. Prosedur Perdagangan Opsi


Terdapat tiga pelaku utama di bursa opsi: pembentuk pasar atau market makers,
broker utama dan petugas pembukuan, beberapa pedagang opsi berada jauh dari bursa opsi,
petugas pembukuan adalah individu yang menjembatani atau membantu broker utama
18
melakukan pembukuan transasksi dan mempertahankan buku pesanan. Buku pesanan adalah
merupakan daftar pesanan opsi yang siap untuk dieksekusi pada harga tertentu. Seorang
pembeli opsi akan meminta bantuan broker utama atau lembaga broker untuk melakukan
transaksikemudian lembaga broker menghubungi representatif meraeka dipasar opsi dan
pembantu pembukuan penyampaian pesanan kepada broker utama di lantai bursa opsi.
Setelah menerima pesanan tersebut brooker utama mengeksekusi pesanan dengan broker
utama lainnyadi lantai bursa opsi.

Bab 15. MERGER DAN REORGANISASI


A. Jenis-Jenis Merger Dan Prosedur Merger
Merger horisontal terjadi apabila satu perusahaan mengggabungkan diri dengan
perusahaan lain dalam jenis bisnis yang sama, sedangkan merger vertikal adalah
penggabungan perusahaan yang memiliki keterkaitan antara input-output maupun pemasaran,
bentuk merger congoneric merger yaitu penggabungan dua perusahaan yang sejenis atau
dalam industri yang sama tetapi tidak memproduksi produk yang sama maupun tidak ada
keterkaitan supplier, conglomerate merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan
dari industri yang berbeda.

B. Taktik Mempertahankan Diri


Sebelum penewaran, cara terbaik untuk mempertahankan diri dari pengambilalihan
oleh perusahaan lain adalah adalah mengubahnya menjadi perusahaan perseorangan, maka
setelah penawaaran perusahaan masih dapat melakukan berbagai cara untuk menggagalkan
pembelian tersebut.

C. Financial Erm Of Exchange


Pertimbangan tersebut dalam kaitannya dengan:
a. Earning
b. Nilai pasar saham
c. Nilai buku saham.
Tujuan perusahaan untuk melakukan merger atau penggabungan adalah untuk
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham perusahaan yang tetap berdiri. Perlu
diperhaatikan dalam bagian ini kita hanya akan mempertimbangkan pengaruh merger dala
hubungannya dengan aspek finansial.
19
D. Alasan Perusahaan Melakukan Merger
Adapun alasan perusahaan melakukan merger adalah sebagai berikut:
1. Economies of Scale
2. Memperbaiki Manajemen
3. Penghematan Pajak
4. Diversifikasi/Risk Reduktion
5. Meningkatkan corporate grow rate

E. Holdings Companies
Secara sederhana holding company adalah sebuah perusahaan yang memiliki saham
perusahaan lain dengan jumlah yang cukup sehingga memungkinkan untuk mengontrol
perusahaan lain secara langsung. Dengan demikian untuk menjadi holding company satu
perusahaan harus memiliki proporsi saham perusahaan lain yang cukup besar.

Bab 16. MANAJEMEN MODAL KERJA


A. Utang Jangka Pendek
Utang jangka panjang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan utang jangka pendek,
tetapi sebagai konsekuensinya adalah bahwa biaya utang jangka panjang akan lebih besar jika
dibandingkan dengan biaya utang jangka pendek. Kebutuhan dana perusahaan meliputi
investasi aktiva lancar dan aktiva tetap.
B. Penentuan Kebutuhan Modal Kerja
Terdapat beberapa metode yang biasa digunakan untuk menentukan besarnya
kebutuhan modal kerja yaitu:
1. Metode Keterikatan Dana
2. Metode Perputaran Modal Kerja
3. Metode Aliran kas

C. Anjak Piutang (Factoring)


Anjak piutang didefinisikan sebagai suatu kontrak dimana perusahaan anjak piutang
paling tidak menyediakan jasa-jasa pembiayaan, jasa pembukuan, jasa penagihan piutang dan
jas perlindungan risiko kredit dan untuk itu klien berkewajiban kepada perusahaan anjak

20
piutang untuk menjual atau menjaminkan piutang yang berasal dari penjualan produk. Dapat
disimpulkan behwa kegiatan anjak piutang meliputi antara lain:
1. Pembelian dan atau pengalihan piutang jangka pendek dari transaksi perdagangan.
2. Administrasi penjualan kredit
3. Penagihan piutang perusahaan klien.

D. Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Anjak Piutang


1. Disclosed (with notification) factoring
2. Undisclosed (without notification) factoring
3. Rescourse
4. Nonrecourse (without recouse ) factoring

E. Jasa-Jasa Anjak Piutang


1. Jasa Pembiayaan
Perusahaan anjak piutang dalam pemberian jasa pembiayaan dapat dilakukan dengan
cara menyediakan pembiayaan dii muka atau prefinancing yang besarnya sekitar 60-80% dari
total piutang setelah dilakukan kontrak anjjak iutang dan penyerahan bukti-bukti penjualan
barang.
2. Jasa Nonpempiayaan
Jasa nompembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang biasanya berupa
jasa pengelolahan kredit klien (supplier). Produk jasa semacam ini antara lain berbentuk
1. Investasi kredit
2. Sales ledger admisnistration atau sales accounting.
3. Pengawasan kredit
4. Perlindungan kredit

F. Manfaat Anjak Piutang


1. Membantu administrasi penjualan dan penagihan
2. Perusahaan anjak piutang
3. Mengurangi beban resiko
4. Membantu kegiattan penagihan
5. Membantu memeperlancar modal kerja

21
G. Jenis-Jenis Piutang
1. Fungsi service factoring
2. Recourse factoring
3. Bulk factoring
4. Maturity factoring
5. Agency factoring
H. Penilaian Resiko Anjak Piutang
Seperti halnya berbbagai jenis usaha lainnya, kegiatan usaha anjak piutang juga
mengandung resiko. Resiko yan terdapat dalam kegiatan usaha anjak piutang pada dasarnya
dapat dibagi menjadi dua resiko kliendan resiko nasabah atau resiko debitur.

Bab 17. MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA


A. Risiko Dan Tingkat Keuntungan
Memang ada trade-off dari mempertahankan kas yang cukup. Namun keuntungan
yang dapat diharapkan dengan memiliki kas yang cukup adalah:
a. Memperoleh bunga dari investasi pada surat berharga.
b. Dengan memiliki kas yang cukup, perusahaan dapat memperoleh potongan pembelian
yang diberikan oleh supplier sehingga menurunkan harga beli input
c. Seringkali perusahaan memperoleh kesempatan pembelian yang lebbih baik dengan
memiliki kas yang cukup
d. Perusahaan akan memperoleh ranking yang baik dengan mempertahankan aktiva lancar
yang cukup.

B. Anggaran (Budget) Kas


Pada umumnya perusahaan menggunakan proyeksi anggaran kas bulanan untuk tahun
yang akan datang. Namun ada juga yang melengkapi dengan anggaran kas mingguan dan
bahkan harian untuk bulan yang akan datang. Tujuan anggaran kas ini tidak lain adalah untuk
pengendalian kas perusahaan.
C. Manajemen Pengumpulan Dana
Terdapat berbagai metode pengumpulan dan pengeluaran yang dapatmembantu
manajemen untuk lebih meningkatkan lagi efesiensi manajemen kas. Ide yang mendasar dari
metode pengumpulan ini adalah, untuk mengurangi tenggang waktu antara saat penerimaan
pembayaran pelanggan dan penerimaan cek oleh perusahaan.
22
1. Transferring funds
2. Concentration banking
3. Lock-box system
4. Pengendalian pengeluaran
5. Electronoc funds transfeer
6. Menentukan kas yang optimal.
D. Model Persediaan
Dalam kondisi kepastian, salah satu model yang paling sederhan untuk menetukan kas
yang optmal adalah dengan metode economical order quantity seperti yang digunakan dalam
manajemen persedian.
E. Model Stokhastik
Dalam kondisi kepastian pembayaran kas sangat besar maka model EQQ tersebut
tidak dapat diterapkan, dan model lain harus dikembangkan. Model Milller-Orr tentunya
lebih cocok untuk kondisi dimana pengeluaran kas berfluktuasi dari wakt ke waktu secara
radom.

Bab 18. MANAJEMEN PIUTANG


A. Kebijakan ManajemeN Piutang
1. Standar Kredit, adalah salah satu kriteria yang dipakai perusahaan untuk menyeleksi
para pelanggan yang akan diberi kredit dan berapa jumlah kredit yang harus
diberikan. Hal ini menyangkut kebiasaan langganan dalam membayar kembali. Selain
itu kenaikan investasi pada piutang, kenaikan piutang juga menimbulkan kenaikan
piutang yang tak tertagih atau bed-debit.
2. Persyaratan Kredit, adalah merupakan kondisi yang disyaratkan untuk pembayaran
kembali piutang dari para langganan. Kondisi tersebut meliputi lama waktu pemberian
kredit dan potongan tunai serta persyaratan khusus lainnya seperti seasonal dating.
3. Kebijakan Kredit dan Pengumpulan Piutang, Usaha pengumpulan piutang dapat
dilakukan dengan cara pengiriman surat, telepon, melaui agen, atau cara lain seperti
penundaan pengiriman baru sampai piutang sebelumnya. Usaha pengumpulan piutang
yang terlalu agresif juga harus dihindarkan karena akan mengurangi penjualan di
masa mendatang dan keuntungan, langganan akn berpindah ke pesaing perusahaan
yang lebih mudah. Pada saat perusahaan akan menentukan usaha yan mana yang akan

23
dijalankan juga harus memperhatikan dana yang tersedia untuk pengumpulan piutang
itu.

Bab 19. MANAJEMEN PERSEDIAAN


A. Jenis Persediaan
Jenis persedian dalam suatu perusahaan akan nampak dalam rekening persediaan yang
digunakan pada akhir periode. Jenis persediaan yang ada dalam perusahaan akan tergantung
dengan jenis perusahaan. Sebagai contoh perusahaan jasa persediaan yang biasanya timbul
seperti: persediaan bahan pembantu atau persediaan habis pakai, yang termasuk di dalamnya
adalah kertas, karbon, stempel, tinta, buku kuitansi, meterai. Sedangkan untuk perusahaan
manufaktur jenis persediannya meliputi persediaan bahan pembantu, persediaan barang jadi,
persediaan barang dalam proses dan persediaan bahan baku.

B. Akuntansi Persediaan
Bagi setiap perusahaan sangat penting untuk menentukan besarnya harga pokok
produksi barang yang dijual dengan tepat. Ketidakmampuan untuk menentukan atau
mengidentifikasi harga pokok produksi yang melekat pada barang yang dihasilkan akan
menyulitkan dalam penentuan harga jual pricing policy.

C. Economical Order Quantity


1. Biaya pesan, adalah semua biaya yan timbul sebagai akibat pemesanan.
2. Biaya simpan, mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan persediaan
selama periode tertentu.
3. Biaya kehabisan bahan, timbul pada saat perusahaan tidak dapat memenuhi
permintaan karena persediaan yang tidak cukup.

D. Reorder Point Dan Persediaan Besi


Sebelum membicarakan persediaan pengaman, maka terlebih dahulu kita bicarakan
kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali atau reorder point. Apabila
pemakaian setiap periode tidak pasti maka perusahaan perlu mempertahankan persediaan
pengaman atau safety stock agar ketidakpastian atau keterlambatan datangnya pesanan yang
baru dan pemakaian bahan tidak mengganggu operasi perusahaan.

24
E. Potongan Harga
Perusahaan seringkali mendapat tawaran untuk mendappatkan potongan apabila
melakukan pembelian dalam jumlah besar atau yang sering disebbut dengan quantity
discount.

F. Penentuan Persediaan Pengaman


Penentuan besarnya persediaan pengaman dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu
faktor yang sangat penting adalah perkiraan penggunaan di masa yang akan datang. Apabila
pemakaian bahan sangat berfluktuasi dan sulit untuk diramalkan maka sebaiknya perusahaan
memepertahankan persediaan dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu juga kemungkinan
akan kehabisan bahan itu sendiri akan menimbulkan biaya khusus misalnya melakukan
pemesanan secara cepat. Biaya karena kehabisan bahan ini juga perlu diperhatikan.

G. Penegendalian Sistem Persediaan


Analisis economical order quantity dan safety stock memang dapat dipergunakan
untuk menentukan tingkat persediaan yang tepat sepanjang asumsi yang mendasari terpenuhi.
Namun demikian masih diperlukan adanya sistem pengendaliaan persediaan. Sistem
penegndalian persediaan dapat diterapkan mulai dari yang paling sederhana sampai yang
paling kompleks. Beberapa sistem pengendalian persediaan:
1. Sistem Komputerisasi
2. Sistem just-in Time
3. Out sourcing
4. Sistem Pengendalian ABC
5. Material Rquipment Planning (MRP)

Bab 20. MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK BISNIS NON LABA


A. Bisnis Laba Versus Bisnis Nonlaba
Perusahaan yang dimiliki investor miliki tiga karakteristik: pemegang sahamnya jelas
dan mereka menegendalikan perusahaan melalui board of directors, kelebihan bersih
pendapatan atas semua biaya atau laba merupakan hak pemegang saham, sehingga manajer
mempunyai manajer mempunyai tanggung jawab tunggal terhadap pemegang saham, dan
perusahan harus membayar pajak penghasilan yang bersifat progresif sesuai dengan undang-
undang perpajakan yang berlaku.
25
B. Estimasi Biaya Modal
Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) adalah terdiri atas biaya berbagai modal
yang digunakan dalam pembiayaan perusahaan. Secara umum estimasi biaya modal bisnis
nonlaba tidak jauh beda dengan esrimasi biaya modal perusahaan yang mencari laba, namun
demikian terdapat dua hal penting yang perlu diperhatikan.

C. Keputusan Struktur Modal


Bisnis nonlaba tidak memiliki akses pasar modal untuk menjual saham karena sumber
modal sendiri bisnis nonlaba adalah berupa hibah dari pemerintah, donasi individu, dan laba
yang diperoleh. Sehingga manajer keuangan bisnis nonlaba tidak memiliki fleksibilitas
terutama dalam capital budgeting dan pembentukan struktur modal seperti halnya yang
dimiliki oleh manajer keuangan perusahaan yang mencari laba.

D. Capital Budgeting
Tujuan utama bisnis nonlaba adlaah menyediakan jasa kepada mesyarakat sekitarnya,
dan bukan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Dalam kondisis demikian maka
capital budgeting harus mempertimbangkan beberapa faktor selain profitabilitas proyek yang
dibiayai.

Bab 21. MANAJEMEN KEUANGAN MULTINASIONAL


A. Manajemen Keuangan Multinasional Versus Manajemen Manajemen Keungan
Domestik
Terdapat enam faktor yang membedakan manajemen keuangan untuk perusahaan
multinasional dengan menejemen keuangan perusahaan domestik.
a. Perbedaan denominasi mata uang aliran kas dari anak perusahaan di berbagai negara
terdiri atas beberapa mata uang yang berbeda, dengan demikian analisis nilai tukar dan
pengaruh perubahan mata uang harus diperhatikan.
b. Ramifikasi legal dan ekonomi setiap negara
c. Perbedaan bahasa kemampuan berkomunikasi
d. Perbedaan budaya
e. Peranan pemerintah
f. Risiko politik
26
B. Nilai Tukar (Exchange Rates)
Nilai tukar (exchange rates) menunjukkan banyaknya unit mata uang yang dapat
dibeli atau ditukar dengan satu-satuan mata uang lain.

C. Trading In Foreign Exchange Market


Transaksi internasional kini telah berkembang sangat cepat karena perkembangan
teknologi telekomunikasi. Importir, eksportir, turis, pemerintah, membeli dan menjual mata
uang di foreign exchange market.

D. International Capital Market


Akhir-akhir ini banyak investor indonesia melakukan investasi langsung di negara
lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli saham perusahaan asing atau menanamkan
investasinya secara langsung.

E. Multinational Capital Budgeting


Pada prinsipnya metode yang digunakan dalam capital budgeting tidaklah berbeda
antara perusahaan domestik atau regional dengan perusahaan multinasional

F. Manajemen Modal Kerja


Seperti halnya capital budgeting, manajemen modal kerja perusahaan multinasional
pada prinsipnya tidak berbeda dengan manajemen modal kerja untuk perusahaan domestik.

2.3 Analisis Buku


A. Kelebihan
I. Kelebihan Buku Utama
a. Tulisan yang dijelaskan dalam buku ini cukup jelas.
b. Semua materi yang terdapat didalam buku mampu memberikan arahan kepada
pembaca agar pembaca mudah memahaminya.
c. Didalam buku ini terdapat soal-soal pembahasan setiap bab sehingga pembaca
mudah memahami setiap pembahasan yang telah dipaparkan.

II. Kelebihan Buku Pembanding


27
a. Mudah dipahami.
b. Buku ini terdapat ditambahkan dengan kasus dan mungkin beberapa materi
bacaan pendukung lainya sehingga sebelih mudah dipahami
c. Pembahasan materi dalam buku ini mudah dipahami dan dimengerti oleh
pembaca

B. Kelemahan Buku
I. Kekurangan Buku Utama
a. Didalam buku ini terdapat kata-kata yang bertele-tele sehingga pembaca sulit
memahami keterangannya
b. Didalam buku ini kurangnya contoh-contoh sehingga pembaca sulit
mendeskripsikan.

II. Kekurangan Buku Pembanding


a. Dalam buku ini terdapat sedikit penulisan kata yg kurang tepat.
b. Bahasa yang dipakai penulis juga terkadang sulit untuk dipahami oleh
pembaca
c. Cover yang digunakan kurang menarik pembaca

28
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dapat kita simpulkan bahwa kedua buku Pendidikan manajemen keunangan ini sudah
memiliki akreditasi yang baik untuk digunakan menjadi materi pembelajaran, dapat dilihat
dan dibaca dari setiap kelebihan bahwasannya buku ini selalu mengikuti perkembangan
zaman. Dan dalam kedua buku akan lebih bermamfaat untuk masa yang akan datang karena
dengan menggunakan kedua buku ini kita dapat memahami tentang manajemen keuangan
atau pun perhitungan manajemen.

3.2 Saran
Penulis menyarankan supaya menggunakan kalimat yang mudah dipahami, agar buku ini
dapat dikembangkan untuk menjadi bahan ajar.

29
30