0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan14 halaman

Praktikum Garam Rangkap dan Kompleks

Dokumen ini merupakan laporan praktikum yang dilakukan oleh Raja Bima Pane pada 11 Januari 2021 di Laboratorium Kimia Dasar Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan. Praktikum ini bertujuan mempelajari sifat dan pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat heksahidrat dan garam kompleks tetraammin tembaga (II) sulfat monohidrat. Dokumen ini membahas landasan teori tentang senyawa koordinasi, garam rangkap, dan s

Diunggah oleh

Marta Lena
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan14 halaman

Praktikum Garam Rangkap dan Kompleks

Dokumen ini merupakan laporan praktikum yang dilakukan oleh Raja Bima Pane pada 11 Januari 2021 di Laboratorium Kimia Dasar Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan. Praktikum ini bertujuan mempelajari sifat dan pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat heksahidrat dan garam kompleks tetraammin tembaga (II) sulfat monohidrat. Dokumen ini membahas landasan teori tentang senyawa koordinasi, garam rangkap, dan s

Diunggah oleh

Marta Lena
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM KIMIA DASAR

OLEH :

NAMA : RAJA BIMA PANE

NIM : 2002122

GRUP/KELAS : F / Teknik Mekanika C

JUDUL PRAKTIKUM : GARAM RANGKAP DAN GARAM


RANGKAI

TANGGAL PRAKTIKUM : 11 JANUARI 2021

ASISTEN : MEGARIA NAIBAHO

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

MEDAN

2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Judul Percobaan : GARAM RANGKAP DAN GARAM RANGKAI

A. Tujuan Percobaan :

1. Tujuan praktikum ini yaitu memahami dan mempelajari sifat dan pembuatan
garam rangkap kupri ammonium sulfat heksahidrat dan garam kompleks tetraammin
tembaga (II) sulfat monohidrat.

B. Tanggal Percobaan : 11 Januari 2021


BAB II

LANDASAN TEORI

Senyawa molekular yang mengandung logam transisi blok d dan ligan disebut
senyawa koordinasi. Bilangan koordinasi ditentukan oleh ukuran atom logam pusat,
jumlah elektron d, efek sterik ligan. Dikenal kompleks dengan bilangan koordinasi
antara 2 dan 9. Khususnya kompleks bilangan koordinasi 4 sampai 6 adalah yang paling
stabil secara elektronik dan secara geometri dan kompleks dengan bilangan koordinasi
4-6 yang paling banyak dijumpai Kompleks dengan berbagai bilangan koordinasi
dideskripsikan di bawah ini (Saito, Taro.2009).
Kompleks berbilangan koordinasi dua
Banyak ion yang kaya elektron d10, misalnya: Cu+, Ag+, dan Au+, membentuk
kompleks linear seperti [Cl-Ag-Cl]- atau [H3N-Au-NH3]-. Kompleks dengan valensi
nol [Pd(PCy3)2] dengan ligan yang sangat meruah trisikloheksilfosfin juga dikenal. 
Umumnya, kompleks berkoordinasi 2 dikenal untuk logam transisi akhir (Saito,
Taro.2009).
Menurut definisi kuno, garam adalah hasil reaksi antara asam dan basa. Proses-
proses semacam ini disebut reaksi netralisasi. Definisi ini adalah benar, dalam artian
bahwa jika sejumlah asam dan bas murni yang ekuivalen dicampur, dan larutannya
diuapkan, suatu zat kristalin tertinggal, yang tak mempunyai ciri-ciri khas suatu asam
ataupun basa. Zat-zat ini dinamakan garam oleh ahli-ahli kimia zaman dahulu
(G.Svehla.1985:29).
Beberapa garam dapat mengkristal dari larutannya dengan mengikat sejumlah
molekul air sebagai hidrat. Sebagai contoh antara lain CuSO 4.5H2O, FeSO4.7H2O, dan
Al2(SO4)3.9H2O. Bentuk struktur dalam kristal terdiri dari kation terhidrat dan anion
terhidrat, seperti Cu(H2O)42+, dan SO4(H2O)2- dalam CuSO4.5H2O. Selain itu banyak
pula dijumpai ion-ion kompleks stabil yang dibentuk oleh ion logam transisi dengan
molekul atau ion yang terikat lebih kuat daripada molekul air. Sebagai contoh
[Co(NH3)6]3+ dan [Fe(CN)6]3-. Garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal
sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya neksamin cobalt (III)
klorida, CO(NH4)6 Cl3 dan kalium heksasianoferrat (III), K3Fe(CN)6.
Garam kompleks berbeda dengan garam rangkap, garam rangkap dibentuk apabila
dua garam mengkristal bersama-sama dalam perbandingan molekul tertentu. Garam-
garam itu memiliki instruktur sendiri dan tidak harus sama dengan instruktur garam
komponennya. Dua contoh garam rangkap yang bisa dijumpai adalah garam alumina,
Kae(SO4)2 . 12H2O dan farroamonium sulfat, Fe (NH4)2(SO4) . 6 H2O. Garam
rangkap dalam larutan akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya (biasanya
terhidrat) (Tim Dosen Kimia Anorganik, 2010 : 17).
Tembaga membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +1 dan +2, namun hanya
tembaga (II) yang stabil dan mendominasi dalam larutan air. Dalam larutan air, hampir
semua garam tembaga (II) berwarna biru, yang karateristik dari warna ion kompleks
koordinasi 6, [Cu(H2O)6]2+. Kekecualian yang terkenal yaitu tembaga (II) klorida yang
berwarna kehijuan oleh kompleks [Cucl4]2+ yang mempunyai bangun geometri dasar
tertahedral atau bujursangkar bergantung pada kation pasangannya. Dalam larutan encer
ion menjadi berwarna biru oleh karena pendesakan ion ligan Cl - oleh ligan H2O. Oleh
karena itu, jika warna hijua ingin dipertahankan, ke dalam larutan pekat CuCl 2 dalam air
ditambahkan ion senama Cl- dengan penambahan padatan NaCl atau HCl pekat atau
gas.

[CuCl4]2+(aq) + 6H2O (aq)                 [Cu(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq)

Hijau                                                           Biru

Jika larutan amonia ditambahkan ke dalam larutan ion Cu2+, larutan biru berubah
menjadi biru tua karena terjadinya pendesakan ligan air oleh ligan amonia menurut
reaksi:
[Cu(H2O)6]2+(aq) + 5NH3(aq)              [Cu(NH3)(4-5)(H2O)(3-1)]2+ + 5H2O (aq)

birubirutua

Reaksiantara ion Cu2+dengan OH-


padaberbagaikonsentrasibergantungpadametodenya.Penambahan ion
hidroksidakedalamlarutantembaga (II) sulfat (0,1 – 0,5), secarabertetesdengankecepatan
1 ml/menitmengakibatkanterjadinyaendapan gelatin birumudatembaga (II)
hidroksisulfat, [CuSO4nCu(OH)]2 bukan Cu(OH)2menurutpersamaanreaksi:
2+ -
(n+1)[Cu(H2O)6] (aq) + SO4(aq) + 2n OH (aq) [CuSO4]nCu(OH)12(s) +
6(n+1)H2O(l)
Reaksi pengendapan terjadi sempurna pada pH = 8 dan nilai n berpariasi
bergantung pada temperatur reaksi dan laju penambahan reaktan, sebagai contoh dengan
laju penambahan reaksi -1 ml/menit, reaksi tersebut menghasilkan
CuSO4 3Cu(OH)2 jika reaksi berlangsung pada 20 C dan CuSO4 4Cu(OH)2 pada 24oC
o

(Sugiyarto. 2003 : 17,6-17,7).


Senyawa yang tersusunatassatu atom pusat, biasanyalogam, ataukelompok atom,
seperti VO, VO2danTiO yang dikelilingiolehsejumlah anion
ataumolekulnetraldisebutsenyawakompleks.Ikatan yang terjadianatarligandan atom
pusatmerupakanikatankovalenkoordinasi, sehinggasenyawakompleksdisebut pula
senyawakoordinasi.Jumlahligan yang mengelilingi atom
3-
pusatmenyataknabilangankoordinasi.Contoh, ion kompleks [Co(CN)6] , Co
-
berperansebagaiatompusat, CN adalahligan , angkaenamadalahbilangankoordinasi, dan
3- menyatakanmuatan ion kompleks (Ramlawati, 2005: 1).
Ligan adalah spesies yang memiliki atom (atau atom-atom) yang dapat
menyumbangkan sepasang elektron pada ion pusat pada tempat tertentu dalam lengkung
koordinasi, sehingga ligan merupakan basa lewis dan ion logam adalah asam lewis.
Jikaliganhanyadapatmenyumbangkansepasangelektron (misalnya NH3molekul atom N)
disebutliganunidentat.Liganinimungkinmerupakan anion monoatomik (tetapibukan
atom netral) seperti ion halida, anion poliatomikseperti NO2-, molekulsederhanaseperti
NH3, ataumolekulkomplekssepertipiridin, C5H5N (Petrucci, Ralph H. 1987: 183).
Ligandapatdenganbaikdiklassifikasikanatasdasarbanyaknyatitik-lekatkepada ion
logam.Begitulah, ligan-ligansederhana, seperti ion-ion halidaataumolekul-molekul H2O
atau NH3, adalahmonodentat,  yaituliganituterikatpadaion
logamhanyapadasatutitikolehpenyumbangansatupasanagan-elektron-
menyendirikepadalogam. Namun, bilamolekulatau ion liganitumempunyaidua atom,
yang masing-masingmempunyaisatupasanganelektronmenyendiri,
makamolekulitumempunyaidua atom-penyumbang,
danadalahmungkinuntukmembentukduaikatan-koordinasidengan ion logam yang sama;
ligansepertiinidisebutbidentatdansebagaicontohnyadapatlahdiperhatikankomplekstris(et
ilenadiamina) kobalt(III), [Co(en)3]3+. Dalamkompleksoktahedral berkoordinat-6 (dari)
kobalt(III), setiapmolekuletilenadiaminabidentatterikatpada ion
logamitumelaluipasanganelktronmenyendiridarikeduaataomnitrogennya.Inimenghasilka
nterbentuknyatigacincin beranggota-5, yang masing-masingmeliputi ion logamitu;
proses
pembentukancincininidisebutpenyepitan (pembentukansepitataukelat).Liganmultident
atmengandunglebihdaridua atom-koordinasi per molekul, misalnyaasam 1,2-
diaminoetanatetraasetat (asametilenadiaminatetraasetat, EDTA) yang mempunyaidua
atom nitrogen-penyumbangdanempat atom oksigen-penyumbangdalammolekul,
dapatmerupakanheksadentat (IkhsanFirdaus. 2009).
Molekul-molekulatau ion-ion yang
berlakusebagailiganumumnyamengandungsebuahelektronegatif ,seperti nitrogen,
oksigenatausalahsatuunsur halogen. Ligan-ligan yang
hanyamempunyaisatupasangelektron yang tidakbergabung, sebagaicontoh:
NH3akandikatakanunidentat. Ligan-ligan yang mempunyaiduagugus yang
mampumembentukduaikatandengan atom pusatakandikatakanbidentat,
sebuahcontohnyaadalahetilendiamin, NH2CH2CH2NH2, dimanakedua atom nitrogen
memilikipasanganelektron yang tidakbergabung . iontembaga (II)
membentuksebuahkompleksdenganduamolekuletilendiaminsebagaiberikut:
Cu2+ + 2 NH2CH2CH2NH2

*note: (minimal 3 halaman dilengkapi dengan sitasi atau sumber. Diwajibkan dari 1
diktat praktikum, 1 jurnal dan 1 link website Internet)*
BAB III

ALAT DAN BAHAN

A. Alat

No Nama Ukuran Jumlah Gambar Alat


.
1 gelas kimia 50 dan100 mL
2 kaca arloji
3 batang pengaduk
4 spatula
5 corong gelas
6 oven
7 cawan porselen,
8 penyangga corong
9 kertas saring
10 penjepit cawan
11 porselin
12 pipet tetes
13 gelas ukur 50 mL
14 kaki tiga + kasa asbes
15 pembakar spirtus
16 botol semprot

B. Bahan

No Nama Ukuran Fase jumlah


.
1 CuSO4
2 5H2O
3 (NH4)2SO4
4 Amonia pekat
5 Alkohol
BAB IV

PROSEDUR KERJA

A. Prosedur Kerja.

a.       Pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat, CuSO4(NH4)2.6H2O

1.  Melarutkan 4,9 gram CuSO4 . 5 H2O dan 2,6 gram ammonium


sulfat   (NH4)2SO4 dengan 10 ml H2O dalam gelas kimia 250 ml. Memanaskan
secara pelan-pelan sampai semua garam larut sempurna.

2.    Membiarkan larutan tersebut menjadi dingin pada temperatur kamar sampai


terbentuk kristal.

3.    Menyaring larutan tersebut untuk memisahkan kristal dari larutan.

4.    Mengeringkan kristal dalam kertas saring.

5.    Menimbang kristal yang dihasilkan.

b.       Pembuatan garam kompleks tetraamincopper (II) sulfat monohidrat,


Cu(NH3)4SO4.H2O
1.    Menempatkan 8 ml larutan ammoninium hidroksida 15 M dan mengencerkan
dengan 5 ml H2O dalam cawam penguap.
2.    Menimbang 5 gram CuSO4 . H2O yang berbentuk powder. Menambahkan
keristal itu ke dalam kristal amonia dan sampai semua kristal larut sempurna.
3.    Menambahkan 8 ml etil alkohol secara pelan-pelan melalui dinding cawam
penguap sehingga larutan ditutupi oleh alkohol. Jangan mengaduk atau
menggoyang. Menutup dengan kaca arloji. Dan mendinginkan pada suhu kamar lalu
dalam es batu.
4.    Setelah mendiamkan beberapa menit, mengaduk pelan-pelan untuk
mengendapkan secara sempurna. Memisahkan kristal yang terbentuk dengan
melakukan penyaringan. Mencuci kristal dengan 5 ml campuran larutan ammonia
15 M dengan etil alkohol yang perbandingan volumenya sama.
5.    Mencuci sekali lagi kristal dalam corong dengan 5 ml etil alkohol dan menyaring
kristal.
6.    Mengeringkan kristal yang diperoleh dan menimbangnya.
c.         Perbandingan beberapa sifat garam tunggal, garam rangkap dan garam
kompleks
1.    Menambahkan kristal CuSO4 dalam tabung reaksi, mencatat perubahan yang
terjadi apabila 1 ml H2O ditambahkan. Kemudian menambahkan larutan ammonium
4 ml. Mencatat yang terjadi.
2.    Melarutkan sedikit garam rangkap hasil percobaan bagian a dalam 3 ml H2O
kedalam tabung reaksi. Melakukan hal serupa dengan garam kompleks hasil
percobaan bagian b. Membandingkan warna larutan. Mengencerkan setiap larutan
dengan 10 ml H2O dan mencatat perubahan warnanya.
3.    Menempatkan sejumlah garam kering hasil percobaan bagian a dan b dalam
tabung reaksi yang berbeda. Memanaskan pelan-pelan masing-masing tabung dan
mencatat perubahan warnanya. Mengamati dan mencium gas yang dihasilkan.

B. Gambar Rangkaian.

No Gambar Rangkaian Keterangan

1
BAB V

DATA PENGAMATAN

A. Data.
A. Garam Rangkap ( Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O )
Cu(SO4). (NH4)2.SO4 Aquadest Kertas Saring Garam
5H2O Rangkap
2,4695 gram 1,3267 gram 5 ml 1,1392 gr 2,4321 gr

B. Garam Rangkai ( Cu(NH3)4SO4.6H2O )


Ammoniak Aquadest Cu(SO4). Kertas Saring Garam
Pekat 5H2O Rangkai
4 ml 2,5 ml 2,4871 gram 1,0953 gr 1,5768 gr

B. Pengamatan.
1.Garam Rangkap
Dik: BM. Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O = 399,55 gr/mol
Berat kertas saring (A) = 1,1392 gr
Berat kertas saring + garam rangkai (B) = 3,5713 gr
Dit: mol Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O..?
Jwb: Berat Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O = B – A
= 3,5713 gr - 1,1392 gr
= 2,4321 gr
BM. Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O = 399,55 gr/mol
(1 x Ar. Cu) + (2 x Ar. S) + (14 x Ar. O) + (2 x Ar. N) + (20 x Ar. H) =
(1 x 63,55) + (2 x 32) + (14 x 16) + (2 x 14) + (20 x 1) =
(63,55 + 64 + 224 + 28 + 20) gr/mol =
399,55 gr/mol
Mol. Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O = Berat Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O
Bm. Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O

= 2,4321 gr
399,55 gr/mol
= 0,0060871 mol
2.Garam Rangkai
Dik: BM. Cu(NH3)4SO4.6H2O = 335,55 gr/mol
Berat kertas saring (A) = 1,0953 gr
Berat kertas saring + garam rangkai (B) = 2,6721 gr
Dit: mol Cu(NH3)4SO4.6H2O..?
Jwb: Berat Cu(NH3)4SO4.6H2O = B – A
= 2,6721 gr - 1,0953 gr
= 1,5768 gr
BM. Cu(NH3)4SO4.6H2O = 399,55 gr/mol
(1 x Ar. Cu) + (4 x Ar. N) + (24 x Ar. H) + (1 x Ar. S) + (10 x Ar. O) =
(1 x 63,55) + (4 x 14) + (24 x 1) + (1 x 32) + (10 x 16) =
(63,55 + 56 + 24 + 32 + 160) gr/mol =
335,55 gr/mol
Mol. Cu(NH3)4SO4.6H2O = Berat Cu(NH3)4SO4.6H2O
Bm. Cu(NH3)4SO4.6H2O
= 1,5768 gr
335,55 gr/mol
= 0,00469 mol
BAB VI
ANALISA DATA

A. Analisa Data

B. Reaksi
BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Garam tunggal CuSO4 anhidrat jika direaksikan dengan air akan menjadi
CuSO4 terhidrat dan jika bereaksi dengan ammonia maka akan berpotensi untuk
membentuk garam rangkap dan garam kompleks. Garam rangkap dan garam
kompleks jika diencerkan dengan air, maka kepekatan warnanya akan berkurang.
Garam rangkap dan garam kompleks jika dipanaskan maka akan melepaskan air
(garam rangkap) dan mengeluarkan bau ammonia (garam kompleks).

B. Saran

Sebaiknya pada pembuatan garam rangkap, campuran kristal dipanaskan dalam


waktu yang lama hingga seluruh kristal larut.
DAFTAR PUSTAKA

moschemist.blogspot.com

id.wikipedia.org

www.academia.edu

Anda mungkin juga menyukai