Anda di halaman 1dari 2

ENERGI SPESIFIK

TUJUAN
Mengetahui prinsip-prinsip dasar aliran terbuka, melipuli jenis aliran dan tinggi
energi,meliputi energi potensial .energy kinetic dan energy spesifik.
Mengenal salah satu bentuk aliran berubah cepat (rapidly varied flow)
Mengetahui hubungan antara kedalaman dan energy spesifik dan menggambar kurva
energy spesifik

DASAR TEORI
Tinggi energi saluran terbuka terhadap suatu garis refrensi terdiri dari tiga komponen, yaitu energi
elevasi,energi tekanan dan energi kinetik. yang ditulis dalam persamaan:
(

Apabila refrensi yang digunakan adalah dasar saluran, maka tinggi energi disebut energi spesifik.
Energi spesifik terdiri dari tinggi tekanan dan tinggi kecepatan.
(

Pada debit konstan dapat dibuat suatu kurva hubungan antara kedalaman da aliran (H) dan energy
spesifik (Es) yang disebut kurva energi spesifik. Sebaliknya pada suatu energi spesifik yang sama
dapat dibuat suatu kurva hubungan antara debit (Q) dan kedalaman aliran (H). Setiap debit
mempunyai dua kedalaman yang berbeda, yaitu kedalaman alam (yi) dan (y2). Kedua kedalaman
di hitung dengan persamaan momentum berikut:
(

Pada kurva energi spesifik. semakin bertambah kedalaman aliran, yaitu energi akan semakin
berkurang mencapai titik minimum (kritis) lalu akan bertambah kembali sebanding dengan
perubahan kedalaman aliran. Energi spesifik minimum di capai pada kedalaman kritis dan debit
maksimum dapat dihitung dengan persamaan berikut

Kurva energi spesifik terdiri dari 3 komponen energi, yaitu: energi spesifik. energi potensial,
energi kinetik. Energi potensial berupa garis lurus yang membentuk sudut 45 terhadap kedua
sumbu sedang energi asimtotis terhadap kedua sumbu. Berdasarkan kedalam aliran. kurva energi
spesifik dan kurva hubungan antara kedalaman dan debit dibagi menjadi dua bagian kedalam
aliran lebih dari kedalaman kritis disebut aliran subkrilis dab aliran super kritis, jika kedalaman
aliran kurang dari kedalaman kritisya. Jenis aliran dapat dibedakan berdasarkan nilai angka
Froude (Fr) yang ditulis dengan persamaan berikut:

Jika Fr < 1 disebut aliran sub kritis (aliran mengalir),


Jika Fr > 1 disebut aliran super kritis, dan
Jika Fr = 1 disebut aliran kritis (aliran meluncur).

ALAT PERCOBAAN
1. Bak air (flume)
2. Peluap ambang Thompson
3. Alat ukur kedalaman air (point gauge meter)
4. Alat tulis
LANGKAH PERCOBAAN
1. Alirkan air kedalam flume pada debit tertentu sesuai yang ditetapkan asisten.
2. Baca muka air awal pada ambang Thompson.
3. Buka pintu air ke hilir bendung diatur untuk mendapatkan variasi kedalaman air. Baca
tinggi muka air di hilir bendung setiap perubahan bukaan pintu air.
4. Lakukan percobaan 3 berulang-ulang dengan bukaan pintu di hilir yang bervariasi.