Anda di halaman 1dari 42

STANDAR SPLN T6.

003-1: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0024.P/DIR/2020
B

KOMISIONING SALURAN TEGANGAN TINGGI


DAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI
BAGIAN 1: MANAJEMEN KOMISIONING

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
i
STANDAR SPLN T6.003-1: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0024.P/DIR/2020

KOMISIONING SALURAN TEGANGAN TINGGI


DAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI
BAGIAN 1: MANAJEMEN KOMISIONING

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
KOMISIONING SALURAN TEGANGAN TINGGI
DAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI
BAGIAN 1: MANAJEMEN KOMISIONING

Disusun oleh :

Kelompok Bidang Standardisasi Transmisi


dengan Surat Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0008 .K/GM-PUSLITBANG/2019

Kelompok Kerja Standardisasi Komisioning Jaringan


Tegangan Tinggi dan Ekstra Tinggi
dengan Surat Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 00292.K/GM-PUSLITBANG/2019

Diterbitkan oleh:
PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M - 1/135, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
Kelompok Bidang Transmisi Standardisasi
dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0008 .K/GM-PUSLITBANG/2019

1. Ir. Sumaryadi, M.T. : Sebagai Ketua merangkap Anggota


2. Buyung S. Munir, S.T., M.Sc. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota
3. Campy Hidayat, S.T., M.B.A. : Sebagai Anggota
4. Fermi trafianto, S.T., M.Eng.Sc. : Sebagai Anggota
5. Mastuti Subiantoro, S.T. : Sebagai Anggota
6. Handy Wihartady, S.T., M.Sc. : Sebagai Anggota
7. Didik Fauzi Dahlan, S.T., M.Sc. : Sebagai Anggota
8. Imam Mahfud, S.T., M.Sc. : Sebagai Anggota
9. Innik Kusmarini, S.T. : Sebagai Anggota
10. Ir. Soni Asmaul Fuadi, M.M. : Sebagai Anggota
11. Edyansah, S.T. : Sebagai Anggota
12. Jati Pharmadita, S.T., M.T. : Sebagai Anggota
13. Amiruddin, S.T. : Sebagai Anggota
14. Anton Junaidi, S.T. : Sebagai Anggota

Susunan Kelompok Kerja Standardisasi


Komisioning Jaringan Tegangan Tinggi dan Ekstra Tinggi
dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 00292.K/GM-PUSLITBANG/2019

1. M. Solikhudin, S.T., M.T. : Sebagai Ketua merangkap Anggota

2. Oksa Prasetyawan Wijayadi, S.T. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota

3. Suhardhika Sih Sudewanto, S.T. : Sebagai Anggota

4. Miftakul Anam, S.T. : Sebagai Anggota

5. Achmad Junaidi, S.T. : Sebagai Anggota

6. Sapuan : Sebagai Anggota


Nara Sumber:
- Jerry Kurniawan, S.T.
- Lingga Aditya Prayuda, S.T.
SPLN T6.003-1: 2020

Daftar Isi

Daftar Isi .............................................................................................................................. i


Daftar Gambar ................................................................................................................... ii
Prakata.............................................................................................................................. iii
1. Ruang Lingkup .............................................................................................................. 1
2. Tujuan ........................................................................................................................... 1
3. Acuan Normatif ............................................................................................................. 1
4. Istilah dan Definisi ......................................................................................................... 2
4.1 Istilah Pengujian ................................................................................................. 2
4.2 Istilah Proyek ...................................................................................................... 3
4.3 Istilah Komisioning ............................................................................................. 4
4.4 Istilah umum ....................................................................................................... 6
5. Jenis Proyek ................................................................................................................. 8
5.1 Proyek bukan terima-jadi (Non Turn Key Project) ............................................... 8
5.2 Proyek terima jadi (Turn Key Project) ................................................................. 8
6. Tahapan Dalam Pembangunan..................................................................................... 8
6.1 Studi kelayakan .................................................................................................. 8
6.2 Enjiniring ............................................................................................................ 9
6.3 Konstruksi .......................................................................................................... 9
6.4 Komisioning ........................................................................................................ 9
7. Manajemen Komisioning ............................................................................................. 11
7.1 Umum .............................................................................................................. 11
7.2 Hierarki hubungan kerja antar pihak pengelola ................................................. 11
7.3 Struktur organisasi tim supervisi komisioning ................................................... 12
7.4 Kualifikasi personel .......................................................................................... 12
7.5 Tugas dan tanggung jawab .............................................................................. 13
7.6 Laporan komisioning ........................................................................................ 15
Lampiran A Contoh Major Pending .................................................................................. 16
Lampiran B Format Laporan Komisioning........................................................................ 21
Lampiran C Format Berita Acara Pelaksanaan Inspeksi .................................................. 23

i
SPLN T6.003-1: 2020

Daftar Gambar

Gambar 1. Urutan tahapan pembangunan saluran TT dan TET ........................................ 10


Gambar 2. Hubungan kerja antar pihak pengelola............................................................. 11
Gambar 3. Struktur organisasi tim supervisi komisioning . ................................................. 12

ii
SPLN T6.003-1: 2020

Prakata

Standar SPLN T6.003-1, Komisioning Saluran Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi,
Bagian 1: Manajemen Komisioning ini adalah salah satu bagian dari kelompok revisi SPLN
69-1 tahun 1986 dan SPLN 69-2 tahun 1987.
SPLN tentang Komisioning saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi mencakup
beberapa serial SPLN sebagai berikut:
1. SPLN T6.003-1, Komisioning Saluran Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi,
Bagian 1: Manajemen Komisioning;
2. SPLN T6.003-2, Komisioning Saluran Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi ,
Bagian 2: Pengujian Komisioning Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran
Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET);
3. SPLN T6.003-3, Komisioning Saluran Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi,
Bagian 3: Pengujian Komisioning Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) dan Saluran
Kabel Tegangan Ekstra Tinggi (SKTET);
Dengan ditetapkannya SPLN T6.003-1, segala ketentuan pada SPLN 69-1 tahun 1986 dan
SPLN 69-2 tahun 1987 yang bertentangan dengan SPLN ini dinyatakan tidak berlaku.

iii
SPLN T6.003-1: 2020

Komisioning Saluran Tegangan Tinggi dan


Tegangan Ekstra Tinggi
Bagian 1: Manajemen Komisioning

1. Ruang Lingkup

Standar ini meliputi panduan umum tata cara pengelolaan komisioning pada proyek
terkontrak saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi meliputi instalasi baru, tower
sisipan, penggantian konduktor, penggantian GSW/OPGW, uprating, rerouting, modifikasi
desain tower, perubahan tipe tower, dan pemeliharaan korektif kabel.
Standar ini sebagai acuan kepada Pengelola proyek dan Pengelola instalasi untuk
pelaksanaan komisioning saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi.

2. Tujuan

Memberikan pedoman yang terarah perihal tata-cara pengelolaan yang seragam dalam
melakukan komisioning saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi pada proyek
yang terkontrak.

3. Acuan Normatif

Kecuali ditetapkan secara khusus pada standar ini, persyaratan yang terkait dengan
manajemen komisioning mengikuti ketentuan pada standar-standar di bawah ini. Dalam hal
terjadi revisi, persyaratan dapat mengikuti edisi terakhirnya.
a. Undang-Undang No 1 tahun 1970, Keselamatan Kerja dan segala peraturan-peraturan
keselamatan kerja;
b. Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2012 tentang Penerapan manajemen SMK3;
c. Peraturan Pemerintah No 27 tahun 2012 tentang Lingkungan hidup terkait AMDAL,
UKL/UPL dan SPPL;
d. Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2012 tentang Kegiatan usaha penyediaan tenaga
listrik;
e. Peraturan Menteri ESDM No 38 tahun 2018 tentang Tata cara akreditasi dan sertifikasi
ketenagalistrikan;
f. Permen ESDM No 03 tahun 2007 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Jawa-
Madura-Bali
g. Permen ESDM No 37 tahun 2008 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik
Sumatera
h. Permen ESDM No 02 tahun 2015 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik
Sulawesi

1
SPLN T6.003-1: 2020

i. Permen ESDM No 18 tahun 2016 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik
Kalimantan
j. Keputusan DJK No 363 K/20/DJL.3/2018 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik
Nusa Tenggara-Maluku dan Papua
k. Peraturan Menteri ESDM 04 tahun 2009 tentang Aturan distribusi tenaga listrik;
l. Peraturan Menteri LH 48 tahun 1996 tentang Baku tingkat kebisingan;
m. SNI 04-0225 tahun 2011, Peraturan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL);
n. IEC 62271-1: 2011, High Voltage switchgear and control gear – Part 1: Common
Specification;
o. IEC 61936-1: 2014, Power Installation Exceeding 1 kV a.c – Part 1: Common rules;
p. IEEE.998: 2012, Guide for Direct Lightning Stroke Shielding of Substations;
q. SPLN T5.004: 2010, Kriteria Desain Tower Rangka (Latticed Steel Tower) untuk Saluran
Udara Tegangan Tinggi dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.

4. Istilah dan Definisi

4.1 Istilah Pengujian

• Pengujian

Segala kegiatan bertujuan untuk mengukur dan menilai unjuk kerja suatu peralatan individu,
subsistem dan sistem untuk membuktikan kesesuaian terhadap desain, peraturan, standar,
dan persyaratan kontrak yang berlaku.

• Uji individu

Kegiatan pengujian yang dilakukan terhadap masing-masing peralatan, untuk membuktikan


dan menjamin bahwa karakteristik unjuk kerja peralatan tersebut sesuai desain dan standar
yang berlaku.

• Uji subsistem

Kegiatan pengujian terhadap beberapa peralatan individu yang tergabung dalam suatu
subsistem saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi untuk memastikan subsistem
berfungsi dengan baik sesuai desain dan standar yang berlaku.

• Uji sistem

Kegiatan pengujian terhadap sistem instalasi saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra
tinggi untuk membuktikan bahwa seluruh subsistem yang tergabung dalam sistem tersebut

2
SPLN T6.003-1: 2020

dapat berfungsi sesuai desain dan standar yang berlaku, khususnya nilai-nilai yang
digaransikan.

• Uji pemberian tegangan (energize)

Pemberian tegangan pertama kali terhadap instalasi pada saluran tegangan tinggi dan
tegangan ekstra tinggi dalam rangka pengujian. Jika terjadi kegagalan selama pengujian
pemberian tegangan, maka harus dilakukan perbaikan segera dan pengujian pemberian
tegangan diulang kembali.

• Uji tanpa beban

Pemberian tegangan terhadap instalasi pada saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra
tinggi selama 1 x 24 jam. Jika terjadi kegagalan selama pengujian tersebut, maka harus
dilakukan perbaikan segera dan pengujian diulang kembali.

• Uji berbeban

Pengujian terhadap instalasi pada saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi yang
dilakukan dalam keadaan berbeban untuk suhu peralatan, andongan dan korona.

• Uji dampak lingkungan

Pengukuran untuk mengetahui dan membuktikan bahwa medan magnet, medan listrik, dan
kebisingan yang menimbulkan dampak lingkungan telah memenuhi peraturan, standar, dan
persyaratan garansi kontrak.

4.2 Istilah Proyek

• Berita acara penyelesaian pekerjaan konstruksi (BAPPK)

Berita acara penyelesaian pekerjaan konstruksi dari Pengelola proyek yang menyatakan
bahwa lingkup peralatan telah terpasang berdasarkan desain enjiniring yang telah disetujui
oleh PLN (misalkan sesuai desain, peraturan, standar) dan siap untuk pelaksanaan
komisioning.

• Desain enjiniring

Proses dari studi kelayakan (Feasibility Study), menyusun basic design serta menyiapkan
dokumen lelang dan setelah kontrak ditandatangani selanjutnya melakukan tinjauan desain
dan persetujuan terhadap desain menyeluruh, gambar konstruksi, gambar sistem
pentanahan, long profile, single line diagram, basic design, diagram pemipaan dan lain-lain
berdasarkan peraturan, standar, dan kontrak.

3
SPLN T6.003-1: 2020

• Proyek bukan terima jadi (Non Turn Key Project)

Proyek dimana pihak PLN sejak awal pembangunannya sampai diserahterimakan dan
dioperasikan selama garansi terlibat sepenuhnya dan pada tahap komisioning melibatkan
tiga pihak yaitu: PLN, kontraktor (dalam hal ini adalah kontraktor pemasangan), dan tim
pelaksana komisioning.

• Proyek terima jadi (Turn Key Project)

Proyek dimana kontraktor bertanggungjawab sepenuhnya dalam manajemen pelaksanaan


pembangunan mulai awal sampai dapat diserah-terimakan kepada PLN.

• Studi kelayakan

Kajian untuk memastikan bahwa instalasi saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra
tinggi layak untuk dibangun secara geografis, seismik (jika diperlukan), sosial, ekonomis,
teknis termasuk di dalamnya analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL, UPL/UKL,
SIDROS/ peta laut Internasional dan SPPL).
Untuk kajian teknis harus mencakup stabilitas sistem, ketahanan arus hubung singkat, dan
kerapatan petir.

4.3 Istilah Komisioning

• Inspeksi

Pemeriksaan produk, proses, jasa, atau instalasi atau masing-masing desainnya serta
penentuan kesesuaiannya dengan persyaratan spesifik atau persyaratan umum berbasis
pembuktian secara profesional.

• Komisioning

Suatu rangkaian kegiatan yang terus menerus meliputi: pemeriksaan kelengkapan


dokumen komisioning, evaluasi, dan persetujuan prosedur uji komisioning, pemeriksaan
peralatan, pembersihan, uji individu, uji subsistem dan uji sistem untuk pembuktian desain,
persyaratan kontrak, keselamatan, keamanan, keandalan operasi, dan ramah lingkungan.

• Major pending

Temuan ketidaksesuaian yang berbahaya bagi instalasi dan lingkungan selama proses
komisioning atas pemenuhan kesesuaian terhadap peraturan atau ketetapan yang berlaku.
Temuan ini harus diselesaikan sebelum pengujian pemberian tegangan.

4
SPLN T6.003-1: 2020

• Minor pending

Temuan ketidaksesuaian yang tidak berbahaya bagi instalasi dan lingkungan selama
proses komisioning atas pemenuhan kesesuaian terhadap peraturan atau ketetapan yang
berlaku. Temuan bisa diselesaikan setelah pengujian bertegangan dan sebelum waktu
serah terima.

• Program pelaksanaan komisioning

Uraian tentang pelaksanaan komisioning yang meliputi ruang lingkup komisioning, struktur
organisasi komisioning, tugas dan tanggung jawab, jadwal, perencanaan hingga persiapan
pelaksanaan komisioning serta tindakan pencegahan dan perbaikan jika terjadi
permasalahan teknis dalam pelaksanaan komisioning termasuk manajemen K2/K3.

• Pelaksanaan komisioning

Kegiatan pemeriksaan dan pengujian untuk membuktikan kesesuaian peralatan dan


instalasi saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi terhadap desain, persyaratan
kontrak, peraturan, standar yang berlaku, dalam rangka percobaan pemberian tegangan
dan pembebanan sebelum dioperasikan secara komersial.

• Prosedur komisioning

Dokumen tertulis yang berisi serangkaian kegiatan yang meliputi ruang lingkup pengujian,
peralatan pengujian, metode pengujian, lembar formulir rekaman hasil uji, standar yang
digunakan, dan kriteria hasil uji.

• Supervisi komisioning

Suatu pemeriksaan dan pengawasan pelaksanaan pengujian di lapangan terhadap


peralatan individu, sub sistem, dan sistem untuk memastikan kesesuaian terhadap desain,
peraturan, standar, dan persyaratan kontrak yang berlaku.

• Pengelola komisioning

Pengelola yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan supervisi komisioning yang


mendapat penugasan dari Pengelola proyek.

• Pengelola proyek

Pengelola yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek. Dalam hal proyek bukan
terima-jadi, juga bertanggungjawab terhadap pelaksanaan komisioning.

5
SPLN T6.003-1: 2020

• Pengelola operasi dan instalasi

Pengelola yang bertanggung jawab terhadap operasi peralatan, pemeliharaan instalasi,


dan pengaturan sistem tenaga listrik.

• Pengelola operasi

Pengelola yang bertanggung jawab terhadap pengaturan sistem tenaga listrik

• Pengelola instalasi

Pengelola yang bertanggung jawab terhadap operasi individu peralatan dan pemeliharaan
instalasi sistem tenaga listrik.

• Rekomendasi laik bertegangan

Surat pernyataan dari Pengelola komisioning berdasarkan laporan komisioning yang dibuat
oleh Tim supervisi komisioning yang menyatakan bahwa instalasi saluran tegangan tinggi
dan tegangan ekstra tinggi tersebut telah memenuhi persyaratan, tidak ada major pending
dan siap untuk diberi tegangan dalam rangka percobaan pemberian tegangan.

• Tim supervisi komisioning

Tim yang dibentuk oleh Pengelola komisioning dalam melaksanakan supervisi komisioning
dan beranggotakan personel dari Pengelola komisioning, Pengelola proyek serta Pengelola
operasi dan instalasi.

4.4 Istilah umum

• Saluran Transmisi

Media yang berfungsi untuk menghantarkan tenaga listrik di level tegangan yang sama,
baik tegangan tinggi maupun tegangan ekstra tinggi dengan insulasi udara (SUTT, dan
SUTET), padat, maupun cair (SKTT, SKTET, dan SKLTT).

• Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan konduktor telanjang di udara bertegangan


nominal 66 kV sampai 150 kV.

6
SPLN T6.003-1: 2020

• Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan konduktor telanjang di udara bertegangan


nominal 275 kV sampai 500 kV.

• Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan bahan insulasi atau penyekat dengan tegangan
nominal 66 kV sampai 150 kV yang tertanam di dalam tanah.

• Saluran Kabel Tegangan Ekstra Tinggi (SKTET)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan bahan insulasi atau penyekat dengan tegangan
nominal 275 kV sampai 500 kV yang tertanam di dalam tanah.

• Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLTT)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan bahan insulasi atau penyekat dengan tegangan
nominal 66 kV sampai 150 kV yang terpasang di perairan.

• Saluran Kabel Laut Tegangan Ekstra Tinggi (SKLTET)

Saluran tenaga listrik yang menggunakan bahan insulasi atau penyekat dengan tegangan
nominal 275 kV sampai 500 kV yang terpasang di perairan.

• Tower sisipan

Tower yang dipasang untuk memperbaiki jarak aman, ruang bebas dan clearance/jarak
andongan terhadap tanah eksisting atau tanah di bawahnya sesuai regulasi yang berlaku.

• Rekonduktoring

Penggantian konduktor dengan konduktor yang baru.

• Uprating

Penggantian material utama (tower, konduktor, isolator, pondasi) dan lengkapannya dalam
rangka perubahan tegangan operasi dan/atau kapasitas hantar arus.

• Rerouting

Pembangunan tower dan jalur yang dilakukan untuk mengubah desain lama menjadi desain
baru.

7
SPLN T6.003-1: 2020

5. Jenis Proyek

5.1 Proyek bukan terima-jadi (Non Turn Key Project)

Proyek dimana pihak PLN terlibat sepenuhnya sejak awal pembangunan sampai
diserahterimakan dan dioperasikan selama periode garansi. Kontraktor pemasangan
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap peralatan yang dipasang.
Pada tahap komisioning melibatkan tiga pihak yaitu:
a. Pengelola proyek sebagai penanggung jawab pelaksanaan komisioning;
b. Pengelola komisioning sebagai penanggung jawab supervisi komisoning;
c. Kontraktor pemasangan membantu pelaksanaan komisioning.

5.2 Proyek terima jadi (Turn Key Project)

Proyek dimana kontraktor bertanggungjawab sepenuhnya dalam manajemen pelaksanaan


pembangunan mulai awal sampai dapat diserahterimakan kepada Pengelola proyek.
Sedangkan pihak Pengelola proyek menerima dalam keadaan baik dan telah memenuhi
ketentuan dalam kontrak sehingga siap dioperasikan. Pengelola proyek harus mengikuti
secara cermat pengujian yang dilakukan sejak awal sampai akhir komisioning.
Bila tata cara ataupun pelaksanaan pengujian yang diajukan atau yang dilakukan belum
dapat menjamin bahwa instalasi tersebut baik, maka PLN dapat mengusulkan pengujian
khusus. Macam pengujian serta prosedur pengujian secara terinci yang telah disetujui oleh
pihak PLN dilampirkan dalam kontrak dan menjadi satu kesatuan kontrak tersebut.

6. Tahapan Dalam Pembangunan

6.1 Studi kelayakan

Kajian untuk memastikan bahwa instalasi saluran tegangan tinggi dan tegangan ekstra
tinggi yang akan dibangun layak secara geografis, seismik (jika diperlukan), sosial,
ekonomi, teknik dan dokumen lingkungan. Untuk kajian kelayakan teknik harus mencakup
stabilitas sistem, ketahanan arus hubung singkat, dan kerapatan petir.
Untuk kelengkapan studi kelayakan diperlukan pula dokumen lingkungan (AMDAL atau
UPL/UKL atau SPPL). Kebutuhan akan AMDAL (untuk instalasi > 150 kV sesuai permen
LH No. 005 tahun 2012 lampiran I.K3 perihal ketenagalistrikan) atau UPL/UKL (untuk
instalasi dengan tegangan ≤ 150 kV) atau SPPL disesuaikan dengan peraturan yang
berlaku.

8
SPLN T6.003-1: 2020

6.2 Enjiniring

Enjiniring merupakan perencanaan secara teknis peralatan dan instalasi saluran tegangan
tinggi dan tegangan ekstra tinggi meliputi desain dasar dan spesifikasi teknik.
Desain dasar yang tertuang dalam dokumen desain meliputi gambar konstruksi, gambar
sistem pentanahan, long profile, single line diagram, basic design, diagram pemipaan dan
lain-lain yang diajukan pelaksana komisioning berdasarkan peraturan, standar dan kontrak.
Dokumen desain tersebut harus sudah disetujui.
Spesifikasi teknik berisi data peralatan utama yang sesuai dengan desain enjiniring, standar
dan aturan yang berlaku.
Seluruh ketentuan dalam perencanaan dicantumkan dalam dokumen kontrak dan
lampirannya yang akan digunakan sebagai acuan dalam desain rinci, konstruksi dan
komisioning.

6.3 Konstruksi

Tahapan pelaksanaan pemasangan peralatan instalasi saluran tegangan tinggi dan


tegangan ekstra tinggi yang dimulai dari tanggal mulai konstruksi (effective date) hingga
dimulai pelaksanaan komisioning.

6.4 Komisioning

Tahapan pelaksanaan komisioning dimulai setelah tahapan konstruksi selesai yang


dibuktikan dengan berita acara penyelesaian konstruksi.
Pelaksanaan komisioning dengan tahapan sebagai berikut:
a. Persiapan komisioning yang mencakup pemeriksaan kesiapan instalasi untuk dilakukan
pengujian dan penerbitan dokumen BAPPK.
b. Pemeriksaan pendahuluan yang mencakup pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan
Keselamatan Ketenagalistrikan (K2).
c. Pelaksanaan uji Individu;
d. Pelaksanaan uji Sub sistem;
e. Pelaksanaan uji Sistem;
f. Laporan komisioning.

9
SPLN T6.003-1: 2020

STUDI KONSTRUKSI LAPORAN TEKNIK


KELAYAKAN ENJINIRING SELESAI UJI ENERJAIS*) KOMISIONING
BATAS GARANSI

UJI UJI UJI


MULAI TANPA BERBEBAN DAMPAK
KONSTRUKSI BEBAN LINGKUNGAN

A B
C D E G
UJI UJI SUB SISTEM UJI SISTEM MASA GARANSI
INDIVIDU

F
MASA
UJI OPERASI (test
KONSTRUKSI / operation) dan UJI
PEMASANGAN PELAYANAN (test service)
MASA KOMISIONING

I
H Tugas dan tanggung jawab pengelola
Tugas dan tanggung jawab pengelola proyek operasi**)

Keterangan urutan pekerjaan:


A : Persiapan Komisioning (lihat butir 7.4.a);
B : Pemeriksaan Pendahuluan (lihat butir 7.4.b);
*) Pemberian tegangan.
**) Jika terjadi anomali akibat mutu peralatan maka menjadi tanggung jawab kontraktor, Jika terjadi anomali akibat salah pengoperasian

maka menjadi tanggung jawab pengelola operasi

Gambar 1. Urutan tahapan pembangunan saluran TT dan TET

10
SPLN T6.003-1: 2020

7. Manajemen Komisioning

7.1 Umum

Untuk menjamin pelaksanaan komisioning berjalan lancar dan efektif maka diperlukan
pengaturan manajemen komisioning, meliputi struktur organisasi, tugas dan tanggung
jawab komisioning serta keterkaitan hubungan kerja antar pihak pengelola dalam
pelaksanaan komisioning.

7.2 Hierarki hubungan kerja antar pihak pengelola

Hubungan kerja antar pihak pengelola yang terkait dalam pelaksanaan komisioning
mencakup antara lain: PLN Kantor Pusat, Pengelola komisioning, Pengelola proyek,
Pengelola enjiniring, Pengelola Konstruksi, Pengelola operasi dan instalasi
(Jaringan/Distribusi dan Pembangkit), dan Konsultan.
Hubungan kerja antar pihak pengelola dalam pelaksanaan komisioning digambarkan pada
organogram dibawah ini.

PLN PUSAT / DIREKSI TERKAIT

PENGELOLA
PENGELOLA OPERASI PENGELOLA
PENGELOLA SUPERVISI PENGELOLA
DAN INSTALASI PROYEK 2)
KOMISIONING KONSTRUKSI ENJINIRING

UNIT
UNIT PENGELOLA KONSULTAN TIM SUPERVISI
TIM SUPERVISI PELAKSANA TIM ENJINIRING
OPERASI DAN (BILA DIPERLUKAN) KONSTRUKSI
KOMISIONING KONSTRUKSI
INSTALASI

PELAKSANA
1)
KOMISIONING

Catatan :
Garis Komunikasi

Garis Komando

Garis Kerjasama
1) Pada proyek bukan terima-jadi, pelaksana komisioning adalah laboratorium pengujian
PLN.
2) Surat Penugasan kepada pengelola komisioning dilakukan oleh unit pelaksana atas
nama PLN Pusat sesuai surat kuasa substitusi.

Gambar 2. Hubungan kerja antar pihak pengelola

11
SPLN T6.003-1: 2020

7.3 Struktur organisasi tim supervisi komisioning

Struktur organisasi tim supervisi komisioning sesuai organogram dibawah ini.

Ketua

Pelaksana
Pemeriksa
Administrasi
Prosedur
Teknik

Tim Penguji

Gambar 3. Struktur organisasi tim supervisi komisioning

7.4 Kualifikasi personel

7.4.1 Ketua tim supervisi komisioning

Ketua tim harus memiliki pengetahuan, pengalaman dalam bidang terkait dan mempunyai
sertifikat kompetensi terkait transmisi. Ketua tim harus pernah minimal 10 (sepuluh) kali
menjadi anggota tim supervisi komisioning.
Sertifikat kompetensi tersebut di atas juga harus dimiliki oleh personel Pemeriksa Prosedur.

7.4.2 Anggota tim supervisi komisioning

Anggota tim supervisi komisioning harus memiliki pengetahuan dalam bidang terkait dan
mempunyai pengalaman pengujian minimal 10 (sepuluh) kali.

12
SPLN T6.003-1: 2020

7.4.3 Ketua tim pelaksana komisioning

Memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:


a. Memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai penguji minimal 2 (dua) tahun;
b. Memiliki sertifikat kompetensi di bidang saluran tegangan tinggi/ekstra tinggi.
Persyaratan di atas harus mendapat rekomendasi dari perusahaan induk pelaksana
komisioning dan mendapat persetujuan dari Pengelola komisioning.

7.4.4 Pelaksana komisioning

Harus memiliki pengetahuan dan pengalaman komisioning peralatan yang diuji dengan
rekomendasi dari perusahaan induk pelaksana komisioning dan mendapat persetujuan dari
pengelola komisioning. Lembaga penguji harus sudah terakreditasi.

7.5 Tugas dan tanggung jawab

7.5.1 Tim supervisi komisioning

7.5.1.1 Ketua tim supervisi komisioning

Tugas dan tanggung jawab ketua tim supervisi komisioning antara lain:
a. Mengkoordinir pelaksanaan supervisi komisioning;
b. Mengevaluasi dan menyetujui usulan program komisioning;
c. Menyetujui (approval) prosedur uji dan komisioning;
d. Melaksanakan rapat harian komisioning dan mengikuti rapat kooordinasi konstruksi;
e. Mengkomunikasikan kegiatan komisioning dengan pengelola instalasi;
f. Mengevaluasi kesesuaian instalasi yang telah selesai dipasang terhadap dokumen
Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Konstruksi (BAPPK);
g. Melakukan verifikasi terhadap hasil uji individu;
h. Melaksanakan supervisi komisioning dengan berpedoman pada peraturan, persyaratan
kontrak, standar, prosedur komisioning yang telah disetujui dengan mematuhi kaidah K2
dan K3;
i. Mengevaluasi hasil komisioning;
j. Memverifikasi kelengkapan persyaratan yang diperlukan dalam penerbitan rekomendasi
laik bertegangan;
k. Membuat konsep laporan komisioning dan menyampaikan kepada pengelola
komisioning.

13
SPLN T6.003-1: 2020

7.5.1.2 Pemeriksa prosedur komisioning

Tugas dan tanggung jawab pemeriksa prosedur komisioning antara lain:


a. Melaksanakan verifikasi dan evaluasi prosedur komisioning;
b. Menyampaikan tanggapan prosedur komisioning kepada ketua tim supervisi
komisioning;
c. Mengikuti pembahasan evaluasi hasil komisioning.

7.5.1.3 Pelaksana administrasi teknik

Tugas dan tanggung jawab pelaksana administrasi teknik meliputi:


a. Melakukan kegiatan administrasi teknik dan korespondensi;
b. Mencatat surat masuk dan keluar;
c. Mendokumentasikan dokumen komisioning dalam bentuk kertas (hard copy) dan digital
(soft copy), mengkatalogkan, dan menyimpan selama proses komisioning;
d. Mencatat dan membuat agenda rapat;
e. Membantu ketua/wakil ketua tim supervisi komisioning dalam membuat evaluasi dan
laporan komisioning.

7.5.1.4 Bidang-bidang supervisi

Tugas dan tanggung jawab antara lain:


a. Memeriksa kesesuaian dokumen Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Konstruksi
(BAPPK);
b. Melakukan evaluasi terhadap hasil pengujian individu;
c. Melaksanakan supervisi komisioning sesuai bidang dengan berpedoman pada
peraturan, persyaratan kontrak, standar, prosedur komisioning yang telah disetujui
dengan mematuhi kaidah K2 dan K3;
d. Memverifikasi dan mengevaluasi hasil komisioning;
e. Menyusun kelengkapan persyaratan yang diperlukan dalam penerbitan rekomendasi
laik bertegangan;
f. Menyusun konsep laporan komisioning sesuai bidang dan menyampaikan kepada ketua
tim.

7.5.2 Pelaksana komisioning

Tugas dan tanggung jawab tim pelaksana komisioning meliputi:


a. Menyampaikan dokumen kontrak;
b. Menyampaikan dokumen teknik yang meliputi: desain, gambar konstruksi yang sudah
disetujui meliputi, long profile, single line diagram, basic design, daftar permasalahan di

14
SPLN T6.003-1: 2020

lapangan (site matters), kendali atas dampak lingkungan, laporan uji jenis, laporan uji
rutin dan/atau laporan factory acceptance test sesuai persyaratan kontrak;
c. Mengajukan prosedur uji individu, subsistem, sistem, dan prosedur komisioning dengan
jadwal pelaksanaan;
d. Menyediakan peralatan uji dan alat ukur dengan surat kalibrasi yang masih berlaku;
e. Melakukan pengujian;
f. Menyusun laporan pengujian;
g. Menyediakan pengawas K3, APD dan peralatan bantu.

7.6 Laporan komisioning

Laporan komisioning meliputi hasil kegiatan komisioning dan evaluasi data/hasil


pengamatan atau pengukuran selama pengujian individual, subsistem, sistem, dan uji
unjuk kerja dengan format laporan pada Lampiran 2.
Laporan komisioning harus mencakup semua tahapan pelaksanaan komisioning sesuai
butir 7.4.

15
SPLN T6.003-1: 2020

Lampiran A
Contoh Major Pending

No. Potensi masalah Kriteria/acuan Tahap temuan

Tidak tersedia
1 dokumen desain Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
study

Tidak tersedia
2 spesifikasi teknik Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
material

Tidak tersedianya As
Built Drawing (Long
3 Profile, MTU dan Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
lengkapan, single line
Ketidaklengkapan diagram)
dokumen utama
Tidak tersedia
4 gambar sistem Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
pentanahan

Tidak tersedia hasil uji


pabrik peralatan
5 Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
utama atau sertifikat
produk

Tidak tersedia
6 dokumen lingkungan Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
hidup
(AMDAL/UKL/UPL)

16
SPLN T6.003-1: 2020

No. Potensi masalah Kriteria/acuan Tahap temuan

dan atau ijin


lingkungan

Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik;


SPLN T5.004:2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
Ketidaksesuaian saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;
7
konstruksi SPLN 121 tahun 1996

Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen


peralatan transmisi.

Permen ESDM 38 tahun 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik;


SPLN T5.004:2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
Ketidaksesuaian saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;
desain Permen ESDM 18 tahun 2015 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada saluran
udara tegangan tinggi, saluran udara tegangan ekstra tinggi dan saluran tegangan tinggi
arus searah untuk penyaluran tenaga listrik;
Ketidaksesuaian As
8 SNI 04-6918-2002 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada saluran udara
Built Drawing
tegangan tinggi dan saluran udara tegangan ekstra tinggi;
Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen
peralatan transmisi.
SPLN 13: 1978, kriteria dasar bagi perencanaan saluran udara tegangan tinggi 66 kV dan
150 kV
SPLN 121 tahun 1996

Ketidaksesuaian Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik;


Ketidaksesuaian
peralatan utama dan SPLN T5.004: 2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
instalasi
alat bantu saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;

17
SPLN T6.003-1: 2020

No. Potensi masalah Kriteria/acuan Tahap temuan

Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen


peralatan transmisi.

SPLN 13: 1978, kriteria dasar bagi perencanaan saluran udara tegangan tinggi 66 kV dan
150 kV

Ketidaksesuaian Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik


andongan dan ruang
bebas Permen ESDM 18 2019 terkait ruang bebas dan jarak bebas

Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik;


Ketidaksesuaian
SPLN T5.004:2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
perlengkapan K2,
saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;
tanda jalur kabel dan
tanda jointing kabel Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen
peralatan transmisi.

Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik;


SPLN T5.004:2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
Ketidaksesuain
saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;
pembumian peralatan
Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen
peralatan transmisi.

Ketidaksesuaian
pemasangan,
penanaman, jointing
Permen ESDM 38 2018 tentang akreditasi dan sertifikasi listrik
dan
terminating/sealing
end

Permen ESDM 18 tahun 2015 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada saluran
5 Instalasi berbahaya Ketidaksesuaian jarak udara tegangan tinggi, saluran udara tegangan ekstra tinggi dan saluran tegangan tinggi
bagi keselamatan bebas, ruang bebas arus searah untuk penyaluran tenaga listrik;

18
SPLN T6.003-1: 2020

No. Potensi masalah Kriteria/acuan Tahap temuan

manusia dan dan ROW (Right Of SNI 04-6918-2002 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada saluran udara
operasional rutin Way) tegangan tinggi dan saluran udara tegangan ekstra tinggi;

SPLN U1.005: 2014 Standar Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Belum tersedia
Kerja (SMK3); SPLN 106: 1993 Tanda Keselamatan Kerja;
Rambu amar, bahaya
yang permanen, ACD SPLN T5.004:2010 tentang kriteria desain tower rangka baja (Latice steel tower) untuk
6
(Anti Climbing saluran udara tegangan tinggi dan saluran udara ekstra tinggi;
Device), dan tangga
Kepdir 0520-1.K/DIR/2014 tentang himpunan buku pedoman pemeliharan dan assesmen
panjat (step bolt)
peralatan transmisi.

14 IEC 60840: 2011 Power cable


with extruded insulation and
Pengujian tegangan their accecoris for rated
tinggi kabel power 150 voltage
kV Laksanakan pengujian Pengujian
19 SPLN T3.006-1: 2015, Kabel
tanah 87/150 (170) kV
dengan lapisan kawat
tembaga dan timah campuran

Kepdir 0520-1.K/DIR/2014
Konstruksi tentang himpunan buku
Pengukuran suhu pedoman pemeliharan Laksanakan pengujian Pengujian
dan assesmen peralatan
transmisi.

Kepdir 0520-1.K/DIR/2014
tentang himpunan buku
Tahanan pembumian pedoman pemeliharaan Laksanakan pengujian Pengujian
dan assesmen peralatan
transmisi.

19
SPLN T6.003-1: 2020

No. Potensi masalah Kriteria/acuan Tahap temuan

Tahanan insuupratinglasi Tidak terjadi short Laksanakan pengujian Pengujian

20
SPLN T6.003-1: 2020

Lampiran B
Format Laporan Komisioning

LAPORAN TEKNIK KOMISIONING SALURAN TEGANGAN TINGGI DAN


TEGANGAN EKSTRA TINGGI
JUDUL

RINGKASAN EKSEKUTIF

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Umum
Uraian yang berisikan antara lain mengenai dasar pelaksanaan komisioning,
pemilik instalasi tenaga listrik, lokasi instalasi dan informasi lain yang bersifat umum.

1.2 Riwayat Instalasi


Uraian yang berisikan antara lain mengenai tahun pembangunan, konsultan
perencana pembangunan, kontraktor pelaksana pembangunan, pelaksana
komisioning, konsultan pengawas pembangunan, operator instalasi dan informasi
lain yang terkait.

BAB II LINGKUP PEKERJAAN

Uraian yang berisikan lingkup pekerjaan, peralatan dan instalasi yang dilakukan
komisioning

BAB III REFERENSI ACUAN

Uraian yang berisikan undang-undang, peraturan, standar (Internasional dan


Nasional), prosedur komisioning, instruction manual O & M, long profile, single line
diagram, basic design yang sudah disetujui, buku kontrak pengadaan Saluran
Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi dan informasi lain yang terkait

21
SPLN T6.003-1: 2020

BAB IV DATA TEKNIS

Uraian yang berisikan data teknis dan spesifikasi teknik peralatan utama Saluran
Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi. Bila uraian data teknis panjang dapat
dimasukkan sebagai lampiran.

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

Uraian yang berisikan tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan, pelaksana yang


terdiri dari; pelaksana pengujian/komisioning, pelaksana supervisi komisioning dan
pelaksana konsultan/pengawas proyek.

BAB VI HASIL KOMISIONING

Uraian yang berisikan hasil komisioning terhadap uji individu, uji sub sistem, uji
sistem dan temuan-temuan selama periode komisioning, rekomendasi teknik dan
informasi lain yang terkait .

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Uraian yang berisikan kesimpulan uji individu, uji sub sistem, uji sistem, jastifikasi
hasil komisioning, rekomendasi dan saran

LAMPIRAN

1. Single line diagram;


2. Long profile dan basic design;
3. Data teknis dan spesifikasi teknik;
4. Ikhtisar hasil komisioning;
5. Sertifikat dan Rekomendasi teknik yang diterbitkan lembaga inspeksi teknik yang
terkait;
6. BAPPK.

22
SPLN T6.003-1: 2020

Lampiran C
Format Berita Acara Pelaksanaan Inspeksi

BERITA ACARA PELAKSANAAN INSPEKSI

Pada hari ini,


Hari
: _______________ Tanggal
: _______________ Bulan
: _______________
Tahun
: _________ ( _________________________________________________________ )

telah dilakukan pekerjaan inspeksi laik operasi terhadap :

Nama Instalasi :
______________________________________________________________________
Peminta Jasa :
______________________________________________________________________
Lokasi Instalasi :
______________________________________________________________________
Tanggal Inspeksi :
______________________________________________________________________

Pelaksanaan inspeksi meliputi item pemeriksaan dengan hasil sebagai berikut:

No Item Pemeriksaan Pelaksanaan


1 Pemeriksaan Dokumen Sudah / Belum
2 Pemeriksaan Desain Sudah / Belum
3 Pemeriksaan Visual Sudah / Belum
4 Evaluasi hasil Komisioning Sudah / Belum
5 Pengujian Sistem Sudah / Belum
6 Pemeriksaan Dampak Lingkungan*tidak berlaku untuk instalasi distribusi dan PLTS Sudah / Belum
7 Pemeriksaan Katodik* tidak berlaku untuk instalasi transmisi, gardu induk, distribusi dan PLTS Sudah / Belum

23
SPLN T6.003-1: 2020

Terlampir dokumen pendukung lain sebagai berikut:


a. Notulen kickoff meeting / minutes of meeting dan lampirannya
b. Formulir Daftar pending items dan hasil verifikasi*)jika terdapat pending items
c. Hasil inspeksi laik operasi
d. ______________________________________________________
e. ______________________________________________________
f. ______________________________________________________
g. ______________________________________________________
h. ______________________________________________________
i. ______________________________________________________
j. ______________________________________________________
(SLO dapat diterbitkan apabila tidak terdapat Pending Items)
Demikian Berita Acara ini dibuat oleh kedua belah pihak untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Peminta Jasa Pelaksana Inspeksi

( ______________________________ ) ( ______________________________ )

24
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id