Anda di halaman 1dari 44

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah : Ketidaktahuan keluarga mengenal penyakit Diabetes


Mellitus dan ketidakmauan keluarga mengambil keputusan
atau tindakan.
Pokok Bahasan : Penyakit Endokrin
Sub Pokok Bahasan : Penyakit Diabetes Mellitus
Sasaran : Keluarga Ny. P
Hari, tanggal : Jumat, 29 Juli 2005
Waktu : 20 menit
Tempat : Rumah Ny. P
Penyuluh : Ai Fida Nurfadhilah

Tujuan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, sasaran diharapkan
memahami tentang penyakit diabetes mellitus.

A. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran dapat:
1. Menjelaskan kembali pengertian Diabetes Mellitus (DM) dengan
benar tanpa bantuan dari orang lain.
2. Menyebutkan kembali sebab-sebab terjadinya DM, 3 dari 6 dengan
benar tanpa dibantu oleh orang lain.
3. Menyebutkan kembali tanda dan gejala dari penyakit DM dengan
benar tanpa dibantu oleh orang lain.
4. Menyebutkan kembali perawatan dan pengobatan pada DM dengan
menggunakan bahasa sendiri secara benar.
5. Menyebutkan kembali 4 dari 7 akibat penyakit DM jika tidak diobati.
Materi (Terlampir)
Materi penyuluhan meliputi:
Pengetian Diabetes Mellitus
Penyebab DM
Jenis-jenis Penyakit DM
Tanda dan Gejala dari Penyakit DM
Perawatan dan Pengobatan pada Penyakit DM.

Kegiatan Belajar Mengajar


Kegiatan Penyuluh
1. Kegiatan Pra Penyuluhan
a. Persiapan materi
b. Persiapan media pembelajaran
c. Kontrak waktu
d. Persiapan tempat/lingkungan dan sarana-prasarana lainnya.
2. Kegiatan Pembuka
a. Salam pembuka dan perkenalan
b. Apersepsi
c. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Kegiatan Inti
a. Menjelaskan materi tentang penyakit DM
b. Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya.
c. Menjawab pertanyaan sasaran
d. Memberikan pertanyaan kepada sasaran.
4. Kegiatan Penutup
a. Menarik kesimpulan
b. Salam penutup.
Kegiatan Peserta
1. Menjawab salam pembuka dan penutup
2. Menyimak informasi yang disampaikan oleh penyuluh
3. Menjawab pertanyaan
4. Mengajukan pertanyaan

Metode
Ceramah
A. Tanya-jawab

Media
Leaflet
A. Lembar balik
B. Booklet

Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara langsung (lisan) dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan terbuka, sebagai berikut:
1. Dapatkan anda menjelaskan kembali pengertian DM?
2. Coba sebutkan kembali sebab-sebab terjadinya DM, 3 dari 6 penyebab!
3. Sebutkan kembali tanda dan gejala dari penyakit DM!
4. Sebutkan kembali 3 perawatan dan pengobatan DM!
5. Sebutkan kembali 3 dari 7, akibat dari penyakit DM jika tidak diobati!

Sumber
1. Elizabeth, J. Corwin, Buku Saku Patofisiologi, EGC Kedokteran, Jakarta,
2001.
2. Mansoer, Arief, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I, Jakarta, 2001
MATERI PENYULUHAN

1. Apa yang disebut dengan Diabetes Mellitus?


Diabetes adalah bahasa Yunani yang berarti mengalirkan/mengalihkan.
Mellitus adalah kata latin untuk madu atau gula. Jadi Diabetes Mellitus adalah
penyakit dimana seseorang mengeluarkan/mengalirkan sejumlah urine yang
terasa manis. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula dalam darah yang
lebih tinggi dari batas normal: 60 s.d 145 mg/dl (Elizabeth, J.Corwin,
2001:542).

2. Mengapa penyakit DM terjadi?


Belum ada penyebab yang pasti, tapi faktor-faktor di bawah ini menunjang
pada kejadian penyakit DM:
a. Usia di atas 65 tahun
b. Obesitas (BB berlebih)
c. Genetik (Keturunan)
d. Penyakit pada pancreas
e. Faktor imunologi (daya tahan tubuh)
f. Faktor lingkungan dan gaya hidup

3. Jenis-jenis penyakit DM
Penyakit DM dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
a. DM yang tergantung insulin
b. DM yang tidak tergantung insulin
c. DM karena kehamilan
d. DM karena sebab yang lainnya.

4. Bagaimana cara mengenal penyakit DM?


Penyakit DM dapat dikenali atau diketahui dengan memperhatikan tanda dan
gejala yang timbul dan dirasakan. Tanda dan gejala yang khas yaitu “3P”
sebagai berikut:
a. Poliphagi (sering lapar/makan terus)
b. Polidipsi (sering haus)
c. Poliuri (sering BAK)

Tanda dan gejala tersebut akan terus bertambah dan meluas (mengganggu
bagian tubuh yang lainnya) apabila DM tidak dirawat atau diobati.

5. Apa yang harus dilakukan?


Ada 3 hal yang harus diperhatikan dan harus dilakukan, jika anda hidup
dengan DM, yaitu:
a. Disiplin dalam berdiit
b. Olah raga secara teratur
c. Penggunaan obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter.

Selain hal tersebut di atas anda juga memerlukan keterampilan dan


perawatan/pencegahan dampak lebih lanjut dari penyakit DM, seperti:
perawatan kaki dan pencegahan dampak terhadap mata.

6. Bagaimana jika tidak diobati?


Jika penyakit DM tidak dikendalikan atau tidak diobati, maka akan terjadi
penyakit-penyakit lainnya sebagai akibat dari DM, yaitu:
a. Ketoasidosis (hilangnya kesdaran karena gula darah meningkat sangat
drastis).
b. Hipoglikemia (munculnya gejala seperti keringat dingin, lemas dan
pingsan karena penurunan kadar gula darah dengan drastis).
c. Penyakit jantung.
d. Gangguan kulit (luka sukar sembuh, sensasi rasa berkurang).
e. Gagal ginjal.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah : Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga


dengan penyakit Diabetes Mellitus.
Pokok Bahasan : Penyakit Endokrin
Sub Pokok Bahasan : Perawatan Diri bagi Penderita Diabetes Mellitus
Sasaran : Keluarga Ny. P
Hari, tanggal : Sabtu, 30 Juli 2005
Waktu : 45 menit (3 x 15 menit)
Tempat : Rumah Ny. P
Penyuluh : Ai Fida Nurfadhilah

Tujuan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit (3 x 15 menit), sasaran
mampu memahami tentang perawatan diri bagi penderita Diabetes
Mellitus.

A. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran dapat:
1. Menyebutkan kembali pengertian perawatan diri bagi penderita
Diabetes Mellitus (DM) dengan benar tanpa bimbingan dari orang
lain.
2. Menyebutkan kembali tujuan perawatan diri bagi penderita diabetes
mellitus (2 dari 4) dengan benar.
3. Menyebutkan kembali jenis-jenis perawatan diri yang harus dilakukan
oleh penderita Diabetes Mellitus dengan benar.
4. Dapat menjelaskan kembali pengertian diit DM dengan bahasa sendiri
dengan benar.
5. Dapat menyebutkan kembali beberapa bahan makanan untuk
penderita DM dengan benar.
6. Dapat menyebutkan kembali menu makanan diit DM untuk satu kali
makan dengan bantuan minimal dari penyuluh.
7. Dapat menyajikan kembali menu makanan DM sesuai takaran rumah
tangga dengan bimbingan penyuluh.
8. Dapat menyebutkan kembali tujuan dari berolah raga (2 dari 4)
dengan benar.
9. Dapat menyebutkan kembali tips pengobatan untuk penderita DM
dengan benar.
10. Dapat menyebutkan kembali upaya-upaya untuk menghindari
terjadinya luka pada penderita DM (5 dari 10) dengan bimbingan
minimal dari penyuluh.

Materi (Terlampir)
Pengertian Perawatan Diri Bagi Penderita DM
Tujuan Perawatan Diri Bagi Penderita DM
Cara-cara Perawatan Diri Bagi Penderita DM, meliputi:
1. Diit DM
2. Latihan/olah raga untuk penderita DM
3. Pengobatan
4. Upaya-upaya untuk mencegah terjadinya luka pada penderita DM

Kegiatan Belajar Mengajar


Kegiatan Penyuluh
1. Kegiatan Pra Penyuluhan
a. Persiapan materi
b. Persiapan media pembelajaran
c. Kontrak waktu
d. Persiapan tempat/lingkungan dan sarana-prasarana lainnya.
2. Kegiatan Pembuka
a. Salam pembuka dan perkenalan
b. Apersepsi
c. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Kegiatan Inti
a. Menjelaskan materi tentang perawatan diri bagi penderita DM
yang meliputi pengertian, tujuan dan cara-cara perawatan.
b. Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya.
c. Menjawab pertanyaan sasaran
d. Memberikan pertanyaan kepada sasaran.
4. Kegiatan Penutup
a. Menarik kesimpulan
b. Salam penutup.

Kegiatan Peserta
1. Menjawab salam pembuka dan penutup
2. Menyimak informasi yang disampaikan oleh penyuluh
3. Menjawab pertanyaan
4. Mengajukan pertanyaan

Metode
Ceramah
A. Tanya-jawab
B. Demonstrasi penyajian menu makanan diit DM untuk satu hari.

Media
Leaflet
A. Lembar balik
B. Booklet
C. Bahan makanan sesuai dengan diit DM
D. Alat-alat untuk mengukur takaran, berdasarkan ukuran rumah tangga
seperti gelas atau sendok makan.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara langsung (lisan) dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan terbuka, sebagai berikut:
1. Apakah pengertian perawatan diri bagi penderita Diabetes Mellitus?
2. Sebutkan tujuan perawatan diri bagi penderita Diabetes Mellitus (2 dari
4)!
3. Sebutkan empat jenis perawatan diri yang harus dilakukan oleh penderita
Diabetes Mellitus!
4. Apa yang dimaksud dengan diit DM?
5. Sebutkan beberapa bahan makanan untuk penderita DM, yang ibu/bapak
ingat!
6. Sebutkan menu makanan diit DM untuk satu kali makan (makan siang)!
7. Siapkan kembali penyajian menu makanan DM sesuai takaran rumah
tangga!
8. Sebutkan tujuan dari berolah raga bagi penderita DM (2 dari 4)!
9. Sebutkan tips pengobatan untuk penderita DM!
10. Sebutkan upaya-upaya untuk menghindari terjadinya luka pada penderita
DM (5 dari 10).

Sumber
1. DEPKES RI, DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT-SUBDIT GIZI
KLINIS, Leaflet Bahan Penukar.
2. Elizabeth, J. Corwin, Buku Saku Patofisiologi, EGC Kedokteran, Jakarta,
2001.
3. Istalasi Gizi RSHS Bandung & PERSAGI JABAR, Diit DM, Bandung,
1999.
4. Kumalawati, Sylvia, Kesehatan Keluarga, Penuntun Kesehatan Bagi
Keluarga, PT. Mediprom, Jakarta, 1999.
5. Mangunkusumo, Cipto dan Persatuan Gizi Indonesia, Penuntun Diit
Bagian RS.Dr. Cipto, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
6. Morison, Moya J., Seri Pedoman Praktis Manajemen luka, EGC
Kedokteran, Jakarta, 2004.
7. Nettina, Sandra M., Pedoman Praktis Keperawatan, EGC Kedokteran,
Jakarta, 2002.
8. Ramali, Ahmad, Kamus Kedokteran, Penerbit Djambatan, jakarta, 1996.
9. Soeparman, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, ed.Ke-3, FKUI,
Jakarta, 1996.
MATERI PENYULUHAN

Pengertian Perawatan Diri bagi Penderita Diabetes Mellitus.


Perawatan diri bagi penderita DM adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh klien
atau keluarga untuk mempertahankan kondisi penderita agar tetap optimal.

Tujuan Perawatan Diri bagi Penderita Diabetes Mellitus


Adapun tujuan dari perawatan diri bagi penderita DM antara lain:
1. Agar penderita dapat mempertahankan kondisi tubuhnya dengan optimal
2. Mencapai dan kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati
keadan normal.
3. Mencegah komplikasi akut dan kronis.
4. Meningkatkan kualitas hidup.

Jenis-jenis Perawatan Diri yang Harus Dilakukan oleh Penderita Diabetes


Mellitus
1. Diit bagi penderita DM
a. Pengertian
Diit DM adalah pengaturan makanan dan atau minuman pada penderita
DM yang jumlahnya diperhitungkan untuk tujuan tertentu (Romali,
Ahmad, 1996:92).
b. Tujuan
Menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk
menggunakannya, sehingga membantu anda:
• Menurunkan kadar gula darah mendekati normal.
• Menurunkan gula dalam urine menjadi negatif
• Mencapai berat badn normal.
• Dapat melakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasa
c. Bahan Makanan untuk Diit DM
Semua bahan makanan boleh diberikan, kecuali:
 Golongan makanan yang mengandung hidrat arang kompleks dibatasi
seperti: nasi, lontong, ketan, jagung, roti, ubi, singkong, talas, kentang,
sagu, bulgur, mie, bihun, macaroni dan makanan lain yang dibuat dari
tepung-tepungan.
 Gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni. Seperti: gula
pasir, gula jawa, permen, dodol, coklat, jam, madu, sirop, limun, coca-
cola, susu kental manis, es krim, kue-kue manis, cake, tart, buah dalam
kaleng, dendeng, abon, dsb.
 Bahan pemanis bisa diganti dengan menggunakan bukan gula, tetapi
mempunyai rasa manis, yaitu “Sakarin” (bahan ini 300 x semanis gula
pasir dan dapat diperoleh di Apotik dalam bentuk tablet, tepung, kristal
atau cairan).

d. Cara Berdiit
 Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian maknan
yang telah ditentukan oleh dokter atau ahli gizi anda.
 Gunakan daftar penukar bahan makanan sehingga anda dapat memilih
bahan makanan yang disukai dan menyesuaikan dengan menu
keluarga.
 Penggunaan gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni
tidak diperbolehkan.
 Batasilah penggunaan makanan sumber hidrat arang kompleks.
 Makanlah banyak sayuran dan buah (lihat daftar penukar):
- Sayuran kelompok boleh dimakan sekehendak, tetapi sayuran
kelompok B hanya boleh dimakan menurut jumlah yang
ditentukan.
- Semua macam buah boleh dimakan menurut jumlah yang
ditentukan.

e. Contoh Menu Makanan


Berikut ini adalah contoh menu makanan untuk diit DM III (1500 kalori).
Pagi:
Roti tawar 4 potong
Telur ½ butir
Keju kacang tnah 1 sdm
Tomat sekehendak
Margarin ½ sdm.

Pukul : 10.00 WIB


Pepaya 1 ptg sedang

Siang:
Nasi 1 gls
Daging 1 ptg sedang
Tempe 2 ptg sedang
Kol & Tauge sekehendak
Bayam dan Kacang panjang @ ½ gelas
Nenas 1/6 bh sedang
Minyak ½ sdm

Sore:
Kentang 2 bj. sedang
Daging 1 ptg. sedang
Tahu 1 bj sedang
Ketimun dan Slada sekehendak
Buncis dan wortel @ ½ gelas
Pepaya 1 ptg sedang
Minyak ½ sdm.

f. Pembagian menu makanan dalam sehari:


Menu makanan Diit DM III
GOLONGAN STANDAR
PAGI:
Nasi I 1
Telur II ½
Tahu/tempe III 1
Sayur A IV s
Syur B IV -
Minyak VII 1
JAM 10.00
Buah V 1
SIANG:
Nasi I 1½
Daging/ikan II 1
Tahu/tempe III 1
Sayur A IV s
Sayur B IV 1
Buah V 1
Minyak VII 1
JAM 16.00
Buah 1
MALAM:
Nasi I 1
Daging/ikan II 1
Tahu/tempe III 1
Sayur A IV S
Sayur B IV 1
Buah V 1
Minyak VI 1
JAM 21.00
Buah 1
Standar kali daftar bahan penukar.
2. Olah Raga atau Latihan Bagi Penderita DM
a. Bentuk Kegiatan
Kegiatan olah raga yang dilakukan yaitu bisa ikut dalam klub senam yang
dipimpin langsung oleh para ahli atau latihan sendiri di rumah sesuai
dengan tingkat kemampuan.

b. Tujuan
 Meningkatkan penggunaan karbohidrat
 Membantu mengontrol berat badan
 Meningkatkan kerja insulin
 Memperlancar aliran darah dalam tubuh.

c. Latihan/olah raga yang diapat dilakukan di rumah

1. Latihan berdiri di atas jari 2. Menggoyangkan kaki; 3. Peregangan betis;


kaki - Berdiri, tangan yang - Letakkan kedua telapak
- Berdiri berpegangan sebelah berpegangan tangan di dinding.
pada punggung kursi pada pinggir meja. - Jauhkan letak kedua
- Angkat dan turunkan - Satu kaki diletakkan di kaki dengan dinding dan
tubuh dengan berdiri di atas buku tebal/bangku telapak kaki tetap
atas jari-jari kaki pendeki jari kaki menempel di lantai
- Ulangi sampai 20x - Gerakan kaki yang - Tekuk kedua lengan 10x
sebelah ke depan dan ke dengan selalu menjaga
belakang sampai 10 punggung dan lutut
kali. lurus dan tungkai tidak
- Ulangi untuk kaki yang diangkat.
sebelah sebanyak 10x
4. Menekuk lutut 5. Berjalan-jalan setiap hari; 6. Menggelindingkan bola
- Pegang punggung kursi - Berjalan-jalan setiap dengan kaki;
dengan sebelah tangan hari sekitar setengah - Duduk di atas kursi
- Tekuklah lutut dalam- sampai satu jam. dengan punggung tegak,
dalam dengan punggung - Usahkan untuk dengan kedua kaki
tetap lurus memperpanjang waktu diletakan di atas bola.
- Ulangi 10x (mulai berjalan setiap minggu. - Cengkeram bola dengan
dengan 5 x dan jari-jari kaki, kemudian
tingkatkan perlahan- lepaskan cengkeraman
lahan) - Ulangi beberapa kali
pada setiap kaki
- Latihan ini sangat baik
dilakukan sambil
menonton TV.

3. Pengobatan bagi Penderita DM


a. Jenis
 Obat yang dimakan (untuk DM yang tidak tergantung insulin)
 Obat yang disuntikan (untuk DM yang tergantung insulin)
b. Tips
 Kontrol teratur ke dokter untuk mendapatkan obat dan mengawasi
perkembangan kadar gula darah.
 Mengkonsumsi obat sesuai instruksi dokter
 Tidak menghentikan pengobatan atas inisiatif sendiri.

4. Upaya-upaya untuk Menghindari Terjadinya Luka


1. Cuci jari kaki setiap hari 2. Keringkan kaki dengan 3. Periksa kaki setiap hari
dengan air hangat dan baik dengan cara menepuk untuk melihat adanya
sabun. Perhatikan agar perlahan-lahan dengan lepuhan, lecet, garukan,
selalu mencuci sela-sela handuk lembut. Keringkan perubahan warna kulit,
jari. Jangan merendam kaki dengan baik ruang sela kalus dan kuku ibu jari
terlalu lama jari untuk mencegah yang tumbuh ke dalam.
tumbuhnya jamur. Konsultasi ke dokter bila
timbul salah satu tanda di
atas.

4. Gantilah setiap hari kaus 5. Jangan memakai sepatu 6. Potonglah kuku dengan
kaki atau stocking dengan tanpa kaos kaki. Jaga agar lurus. Kikir pinggir-
yang baru dan bersih. kaki selalu hangat dan pinggirnya dengan halus.
Gunakan kaos kaki yang kering. Pakailah sepatu Hindari memotong kuku
lembut dan dapat kulit yang lembut terlalu dalam
menyerap keringat sehingga memungkinkan
kulit kaki untuk bernafas.
7. Jagalah kelembutan kulit 8. Periksa bagian dalam sepatu 9. Jangan berjalan kaki tanpa
tungkai dan telapak kaki (sebelum digunakan) dari menggunakan alas kaki, baik
dengan mengoleskan lanoli adanya batuan-batuan kecil di dalam rumah maupun di
atau pelembab, tetapi jangan atau benda lainnya yang luar rumah. Pakailah alas
mengoleskan di bagian sela- mungkin bisa mengiritasi kaki (sepatu dan sandal) yang
sela jari. Jangan gunakan kulit. pas sesuai dengan ukuran
vaselin. Apabila cenderung kaki dan enak dipakai.
berkeringan banyak, taburi
kaki dengan bedak untuk
kaki atau bedak bayi.

10. Hindari ROKOK


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah : Resiko terjadinya peningkatan tekanan darah di atas


normal (> 140/90 mmHg) ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga dengan masalah
pengaturan makan.
Pokok Bahasan : Perawatan Penyakit Hipertensi
Sub Pokok Bahasan : Diit Rendah Garam
Sasaran : Keluarga Ny. P
Hari,tanggal : Sabtu, 30 Juli 2005
Waktu : 15 menit
Tempat : Rumah Ny. P
Penyuluh : Ai Fida Nurfadhilah

Tujuan
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, sasaran mampu
memahami tentang diit rendah garam.

A. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran dapat:
1. Menjelaskan kembali pengertian diit rendah garam dengan benar
2. Menjelaskan kembali tujuan diit rendah garam dengan benar tanpa
dibimbing oleh orang lain.
3. Menyebutkan macam-macam diit rendah garam dan indikasi
pemberiannya dengan benar.
4. Menyebutkan beberapa contoh bahan makanan yang tidak boleh
diberikan pada penderita penyakit hipertensi.
I. Materi
Pengertian Diit Rendah Garam
A. Tujuan Diit Rendah Garam
B. Macam-macam Diit Rendah Garam dan Indikasinya
C. Bahan-bahan makanan yang dilarang dan diperbolehkan.

II. Kegiatan Belajar Mengajar


Kegiatan Penyuluh
1. Kegiatan Pra Penyuluhan
a. Persiapan materi
b. Persiapan media pembelajaran
c. Kontrak waktu
d. Persiapan tempat/lingkungan dan sarana-prasarana lainnya.
2. Kegiatan Pembuka
a. Salam pembuka dan perkenalan
b. Apersepsi
c. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Kegiatan Inti
a. Menjelaskan materi tentang penyakit hipertensi.
b. Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya.
c. Menjawab pertanyaan sasaran
d. Memberikan pertanyaan kepada sasaran.
4. Kegiatan Penutup
a. Menarik kesimpulan
b. Salam penutup.
Kegiatan Peserta
1. Menjawab salam pembuka dan penutup
2. Menyimak informasi yang disampaikan oleh penyuluh
3. Menjawab pertanyaan
4. Mengajukan pertanyaan
III. Metode
Ceramah
A. Tanya-jawab
B. Demonstrasi pemberian garam dapur untuk setiap jenis diit rendah
garam.

IV. Media
Leaflet
A. Lembar balik
B. Booklet
C. Alat takar garam dapur (sendok teh).

V. Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara langsung (lisan) dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan terbuka, sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan diit rendah garam?
2. Jelaskan tujuan diit rendah garam!
3. Sebutkan macam-macam diit rendah garam dan indikasi
pemberiannya!
4. Sebutkan beberapa contoh bahan makanan yang tidak boleh
diberikan pada penderita penyakit hipertensi!

VI. Sumber
1. Kumalawati, Sylvia, Kesehatan Keluarga, Penuntun Kesehatan Bagi
Keluarga, PT. Mediprom, Jakarta, 1999
2. Mangun kusumo, Cipto dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Penuntun
Diit Bagian RS.Dr.Ciptom PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Diit Rendah Garam


Diit rendah garam adalah pengaturan makanan dan atau minuman pada
penderita hipertensi dengan mengatur penggunaan garam dapur pada setiap
makanan dan atau minuman yang akan dikonsumsi.

B. Tujuan Diit Rendah Garam


Membantu menghilangkan garam atau air dalam jaringan tubuh dan
menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

C. Macam-macam Diit Rendah Garam dan Indikasinya


1. Diit Rendah Garam I
Dalam pemakaian tidak ditambahkan garam dapur. Bahan makanan tinggi
natrium dihindarkan. Makanan ini diberikan pada penderita hipertensi
berat (Diastol lebih dari 115 mmHg).
2. Diit Rendah Garam II
Dalam pemakaiannya diperbolehkan menggunakan ½ sendok teh garam
dapur (1 gr). Makanan ini diberikan kepada penderita hipertensi sedang.
(Diastol 100 s.d 114 mmHg).
3. Diit Rendah Garam III
Dalam pemasakan diperbolehkan menggunakan ½ sendok teh garam dapur
(2 gr). Makanan ini diberikan kepada penderita hipertensi ringan. (Diastol
kurang dari 100 mmHg).

D. Bahan-bahan Makanan yang Dilarang dan Diperbolehkan.


Keterangan :  boleh dikonsumsi
X tidak boleh dikonsumsi
1. Sumber hidrat arang
Beras, bulgur, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkue, gula,
makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa
 garam dapur dan soda, seperti: macaroni, mie bihun, biscuit, roti,
kue-kue kering, dsb. (Jika hipertensi disertai dengan DM maka
penggunaan bahan makanan tersebut dibatasi)
X Roti, biscuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur atau
soda

2. Sumber protein hewani


 Daging dan ikan maksimum 100 gr/hr, telur maksimal 1 btr/hr,
susu maksimal 200 gr/hr.
X Otak, ginjal, lidah, sardin, keju, daging, ikan, telur, yang
diawetkan dengan garam dapur, seperti: daging asap, ham, bacon,
dendeng, abon, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering,
telur asin, telur pindang, dsb.

3. Sumber protein nabati


 Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak
tanpa garam dapur
X Keju kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang
dimasak dengan menggunakan garam dapur dan lain ikatan Na+.

4. Sayuran
 Semua sayuran segar, sayuran yang diawet tanpa garam dapur,
Na+, benzoat dan soda.
X Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan
Na+

5. Buah
 Semua buah-buahan segar, buah-buahan yang diawet tanpa garam
dapur, Na+ benzoat dan soda.
X Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan
Na+

6. Lemak
 Minyak, margarin tanpa garam, mentega tanpa garam
X Margarin dan mentega biasa.

7. Minuman
 Teh encer, kopi encer, minuman botol ringan
X Coklat

8. Bumbu
Semua bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam

dapur dan lain ikatan Na+
X Garam dapur, backing powder, soda kue, vetsin dan bumbu-
bumbu lain yang tidak mengandung Na+, seperti gula, cuka,
bawang putih/merah, jahe, kunyit. laos, salam, dsb.
Makanan yang dikukus, ditumis, digoreng, panggang lebih enak
dari pada mkanan yang direbus.
Pengertian d. Makanan selingan pukul 10.00 dan 21.00 Contoh Pembagian Makanan Sehari :
Diit DM adalah pengaturan makanan dan atau diambil dari porsi makan pagi dan sore. (Diet DM III)
minuman pada penderita DM yang jumlahnya Kalori 1500
diperhitungkan untuk tujuan tertentu (Romali, Bahan makanan yang Harus Dikonsumsi Protein 60 g
Ahmad, 1996:92). adalah Makanan yang Mengandung: Lemak 40 g
a. Karbohidrat Hidrat arang 225 g
Tujuan dan manfaat diet pada Klien DM ❏ Nasi
1. Menurunkan kadar gula darah mendekati ❏ Jagung PAGI
normal. ❏ Sagu 1 p. nasi Roti tawar 4 ptg
2. Menurunkan gula dalam urine menjadi ❏ Mie ½ p. daging Telur ½ butir
negatif ❏ Ubi 1 p. tempe Keju kc tanah 1 sdm
3. Mencapai berat badan normal. ❏ Tepung terigu S. sayuran A Tomat sekehendak
4. Memberikan energi yang cukup untuk 1 p. minyak margarin ½ sdm
mencapai dan mempertahankan berat b. Protein
badan yang memadai ❏ Telur Pukul 10.00
5. Mengusahakan agar penderita DM tetap ❏ Kacang-kacangan 1 p. buah pepaya 1 pt.sedang
dapat melakukan aktivitas seperti ❏ Tahu
biasanya ❏ Tempe Siang
6. Membantu menpercepat penyembuhan ❏ Ikan 1 ½ p.mnasi Nasi 1 gls
luka 1p. daging Daging 1 pt sedang
7. Menghindari terjadinya komplikasi c. Lemak 1 p. tempe Tempe 2 pt sedang
8. Mengurangi keluhan-keluhan DM ❏ Daging S.sayuran A Kol sekehendak
(Polipaghi,polidipsi,poliuri) ❏ Jeroan Tauge
❏ Minyak 1 p.sayuran B Bayam ½ gls
Syarat Diet ❏ Mentega Kacang pj. ½ gls
a. Jumlah energi ditentukan menurut umur, 1 p. buah Nenas 1
/6 bh
jenis kelamin, berat badan dan tinggi sedang
badan, aktivitas, suhu tubuh dan kelainan Bahan-bahan Makanan yang Tidak Boleh 1 p.minyak minyak ½ sdm
metabolik Diberikan Dalam Jumlah yang Berlebihan
b. Jumlah karbohidrat disesuaikan dengan ❏ Gula pasir dan gula merah/gula jawa Sore
kesanggupan tubuh untuk menggunakannya. ❏ Kue-kue manis, dodol, cake, tarcis 1 p. nasi Kentang 2 bj sedang
Pola makan seimbang harus tetap menjadi ❏ Abon, dendeng, sarden 1 p.daging Daging 1 pt sedang
pertimbangan. 1 p tempe Tahu 1 bj.sedang
c. Makanan cukup protein, vitamin dan S Sayuran A Ketimun sekehendak
mineral. Slada
1 p.sayuran B Buncis ½ gls
Wortel ½ gls
1 p. buah Pepaya 1 pt.sedang
1 p.minyak Minyak ½ sdm

Pukul 21.00
p buah pisang 1 bh sedang

Contoh Menu
pagi siang sore
❏ Roti isi ❏ Nasi ❏ kentang
keju ❏ Daging ongklok
kc.tanah bumbu bali ❏ daging
❏ Telur ❏ Pecal bistik
rebus ❏ Ca sawi ❏ tahu tim
❏ Lalab ❏ nenas ❏ stup
tomat buncis+
wortel
❏ selada+t
omat
❏ pepaya
Disusun oleh:
YANA MULYANA
NIM. P17320104265

POLTEKKES BANDUNG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI KEPERAWATAN
BANDUNG
2005
 Olah raga secara teratur

 Penggunaan obat-obatan sesuai


JENIS PENYAKIT DM
dengan petunjuk dokter.
PENGERTIAN
 DM yang tergantung insulin
Diabetes Mellitus adalah penyakit  DM yang tidak tergantung insulin
dimana seseorang  DM karena kehamilan
KOMPLIKASI
mengeluarkan/mengalirkan sejumlah  DM karena sebab yang lainnya.
 Ketoasidosis (hilangnya
urine yang terasa manis
kesadaran karena gula darah
TANDA DAN GEJALA
meningkat sangat drastis).
• Poliphagi (sering lapar/makan
 Hipoglikemia (munculnya gejala
terus)
PENYEBAB seperti keringat dingin, lemas dan
• Polidipsi (sering haus)
pingsan karena penurunan kadar
 Usia di atas 65 tahun
• Poliuri (sering BAK)
gula darah dengan drastis).
 Obesitas (BB berlebih)
 Penyakit jantung.
 Genetik (Keturunan)
 Gangguan kulit (luka sukar
 Penyakit pada pancreas HAL-HAL YANG HARUS
sembuh, sensasi rasa berkurang).
 Faktor imunologi (daya tahan DIPERHATIKAN
 Gagal ginjal
tubuh)
 Disiplin dalam berdiit
 Faktor lingkungan dan gaya hidup
“ CEK SELALU GULA
DARAH ANDA “

OLEH:
AI FIDA NURFADHILAH

BANDUNG
2005
LATIHAN/OLAH RAGA YANG DIAPAT

DILAKUKAN DI RUMAH
OLAH RAGA ATAU LATIHAN BAGI

PENDERITA DM

Kegiatan olah raga yang dilakukan yaitu

bisa ikut dalam klub senam yang dipimpin

langsung oleh para ahli atau latihan sendiri

di rumah sesuai dengan tingkat

kemampuan.

4. Menekuk lutut 7. Berjalan-jalan setiap


- Pegang punggung hari;
TUJUAN kursi dengan sebelah - Berjalan-jalan setiap
tangan hari sekitar
 Meningkatkan penggunaan 1. Latihan berdiri di 4. Menggoyangkan kaki;
- Tekuklah lutut setengah sampai satu
atas jari kaki - Berdiri, tangan
dalam-dalam dengan jam.
karbohidrat - Berdiri yang sebelah
- Usahkan untuk
punggung tetap lurus
berpegangan berpegangan pada
- Ulangi 10x (mulai memperpanjang
 Membantu mengontrol berat pada punggung pinggir meja.
dengan 5 x dan waktu berjalan
kursi - Satu kaki diletakkan di
badan tingkatkan perlahan- setiap minggu.
- Angkat dan atas buku tebal/bangku
lahan)
turunkan tubuh pendeki jari kaki
 Meningkatkan kerja insulin
dengan berdiri di - Gerakan kaki yang
 Memperlancar aliran darah atas jari-jari sebelah ke depan dan ke
kaki belakang sampai 10 kali.
dalam tubuh. - Ulangi sampai - Ulangi untuk kaki yang
20x sebelah sebanyak 10x
UPAYA-UPAYA UNTUK MENGHINDARI dengan mengoleskan digunakan) dari adanya
lanoli atau pelembab, batuan-batuan kecil atau
TERJADINYA LUKA tetapi jangan benda lainnya yang
mengoleskan di bagian mungkin bisa mengiritasi
sela-sela jari. Jangan kulit.
gunakan vaselin. Apabila
cenderung berkeringan
banyak, taburi kaki
dengan bedak untuk kaki
atau bedak bayi.

13. Gantilah setiap hari 14. Jangan memakai


kaus kaki atau sepatu tanpa kaos kaki.
stocking dengan yang Jaga agar kaki selalu
baru dan bersih. hangat dan kering. 19. Hindari ROKOK
Gunakan kaos kaki Pakailah sepatu kulit
yang lembut dan dapat yang lembut sehingga
menyerap keringat memungkinkan kulit
kaki untuk bernafas.

1. Cuci jari kaki setiap 11. Keringkan kaki dengan


hari dengan air hangat baik dengan cara
dan sabun. Perhatikan menepuk perlahan-
agar selalu mencuci lahan dengan handuk
sela-sela jari. Jangan lembut. Keringkan
merendam kaki terlalu dengan baik ruang sela
lama jari untuk mencegah
tumbuhnya jamur.

16. Jagalah kelembutan kulit 17. Periksa bagian dalam


tungkai dan telapak kaki sepatu (sebelum
OLAH RAGA ATAU LATIHAN LATIHAN/OLAH RAGA YANG - Berjalan-jalan setiap hari sekitar
setengah sampai satu jam.
BAGI PENDERITA DM DAPAT DILAKUKAN DI RUMAH - Usahkan untuk memperpanjang waktu
berjalan setiap minggu.
- Gerakan kaki yang sebelah ke depan
dan ke belakang sampai 10 kali.
Kegiatan olah raga yang dilakukan

yaitu bisa ikut dalam klub senam

yang dipimpin langsung oleh para ahli

atau latihan sendiri di rumah sesuai


1. Latihan berdiri di atas jari kaki
dengan tingkat kemampuan. - Berdiri berpegangan pada
punggung kursi 3. Peregangan betis;
- Angkat dan turunkan tubuh - Letakkan kedua telapak tangan di
TUJUAN dengan berdiri di atas jari-jari kaki dinding.
Ulangi sampai 20x - Jauhkan letak kedua kaki dengan
 Meningkatkan penggunaan
dinding dan telapak kaki tetap
karbohidrat menempel di lantai
- Tekuk kedua lengan 10x dengan selalu
 Membantu mengontrol berat menjaga punggung dan lutut lurus dan
tungkai tidak diangkat.
badan

 Meningkatkan kerja insulin


2. Menggoyangkan kaki;
 Memperlancar aliran darah
- Berdiri, tangan yang sebelah
dalam tubuh. berpegangan pada pinggir meja.’
- Satu kaki diletakkan di atas buku
tebal/bangku pendeki jari kaki
Berjalan-jalan setiap hari;
OLAH RAGA ATAU
LATIHAN
BAGI PENDERITA DM

4. Menekuk lutut 6. Menggelindingkan bola dengan


- Pegang punggung kursi dengan sebelah kaki;
tangan - Duduk di atas kursi dengan punggung
- Tekuklah lutut dalam-dalam dengan tegak, dengan kedua kaki diletakan di
punggung tetap lurus atas bola.
Ulangi 10x (mulai dengan 5 x dan - Cengkeram bola dengan jari-jari kaki,
tingkatkan perlahan-lahan) kemudian lepaskan cengkeraman
- Ulangi beberapa kali pada setiap kaki
- Latihan ini sangat baik dilakukan
sambil menonton TV.

Oleh :
5. Berjalan-jalan setiap hari; Rohana
- Berjalan-jalan setiap hari sekitar NIM.P17320104246
setengah sampai satu jam.
Usahkan untuk memperpanjang waktu
berjalan setiap minggu.
PRODI KEPERAWATAN BANDUNG
2005
• Perubahan fungsi organ garukan, perubahan warna kulit,
kalus dan kuku ibu jari yang tumbuh
PENGERTIAN ke dalam. Konsultasi ke dokter bila
Diabetes Mellitus adalah penyakit UPAYA-UPAYA UNTUK timbul salah satu tanda di atas.
MENGHINDARI TERJADINYA LUKA
dimana seseorang
mengeluarkan/mengalirkan sejumlah 1. Cuci jari kaki setiap hari dengan air
hangat dan sabun. Perhatikan agar
urine yang terasa manis. Hal ini terjadi selalu mencuci sela-sela jari. Jangan
karena peningkatan kadar gula dalam merendam kaki terlalu lama
darah yang lebih tinggi dari batas
normal: 60 s.d 145 mg/dl.

4. Gantilah setiap hari kaus kaki atau


TUJUAN PERAWATAN KAKI stocking dengan yang baru dan
bersih. Gunakan kaos kaki yang
Adapun tujuan dari perawatan kaki lembut dan dapat menyerap
bagi penderita DM antara lain: keringat

 Agar penderita dapat 2. Keringkan kaki dengan baik dengan


mempertahankan kondisi tubuhnya cara menepuk perlahan-lahan
dengan handuk lembut. Keringkan
dengan optimal dengan baik ruang sela jari untuk
 Mencegah komplikasi akut dan mencegah tumbuhnya jamur.

kronis.
 Meningkatkan kualitas hidup.
5. Jangan memakai sepatu tanpa kaos
kaki. Jaga agar kaki selalu hangat
BAHAYA JIKA TIDAK MELAKUKAN
dan kering. Pakailah sepatu kulit
PERAWATAN KAKI yang lembut sehingga
memungkinkan kulit kaki untuk
• Terjadi injury / cedera / luka
bernafas.
• Dapat menyebabkan komplikasi
3. Periksa kaki setiap hari untuk
• Terganggunya aktivitas melihat adanya lepuhan, lecet,
6. Potonglah kuku dengan lurus. Kikir 8. Periksa bagian dalam sepatu MULAILAH HIDUP YANG SEHAT
pinggir-pinggirnya dengan halus. (sebelum digunakan) dari adanya DENGAN MAKANAN YANG BERGIZI
DAN HINDARILAH ROKOK
Hindari memotong kuku terlalu batuan-batuan kecil atau benda
dalam lainnya yang mungkin bisa
mengiritasi kulit.

BAGI PENDERITA DM

9. Jangan berjalan kaki tanpa


7. Jagalah kelembutan kulit tungkai menggunakan alas kaki, baik di
dan telapak kaki dengan dalam rumah maupun di luar
mengoleskan lanoli atau pelembab, rumah. Pakailah alas kaki (sepatu
tetapi jangan mengoleskan di dan sandal) yang pas sesuai
bagian sela-sela jari. Jangan dengan ukuran kaki dan enak
gunakan vaselin. Apabila cenderung dipakai.
berkeringan banyak, taburi kaki
dengan bedak untuk kaki atau
bedak bayi.
• Mengusahakan agar penderita DM menggunakannya. Pola makan seimbang
OLEH : tetap dapat melakukan aktivitas harus tetap jadi pertimbangan
Yana Mulyana
NIM. P17320104265 seperti biasanya • Makanan cukup protein, karbohidrat,

dan poitein

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN MANFAAT • Makanan selingan pukul 10.00 & 21.00
BANDUNG diambil dari porsi makan pagi dan sore.
• Mencapai kadar glukosa mendekati
2005
PENGERTIAN normal

• Membantu menpercepat
PENGERTIAN DIET DM
penyembuhan luka
Pengaturan makanan dan atau minuman
• Menghindari terjadinya komplikasi
pada penderita DM yang jumlahnya
• Mengurangi keluhan-keluhan DM BAHAN MAKANAN YANG TIDAK
diperhitungkan untuk tujuan tertentu
(Polipaghi, polidipsi, poliuri) BOLEH DIBERIKAN
• Mempertahankan berat bada ideal • Gula pasir dan gula merah jawa
TUJUAN
• Kue-kue manis,dodol,cake
• Menyesuaikan kadar gula dalam darah
SYARAT DIET • Abon,dendeng,sarden
mendekati normal
• Jumlah energi ditentukan menurut
• Memberikan energi yang cukup untuk
umur, jenis kelamin, berat badan dan CARA BERDIIT
mencapai dan mempertahankan berat
tinggi badan, aktivitas, suhu tubuh,  Makanlah secara teratur sesuai dengan
badan yang memadai
dan kelainan metabolic. jumlah dan pembagian maknan yang

• Jumlah karbohidrat disesuaikan telah ditentukan oleh dokter atau ahli

dengan kesanggupan tubuh untuk gizi anda.


 Gunakan daftar penukar bahan makanan Berikut ini adalah contoh menu makanan Sore:

sehingga anda dapat memilih bahan untuk diit DM III (1500 kalori). Kentang 2 bj. sedang

makanan yang disukai dan menyesuaikan Pagi: Daging 1 ptg. sedang

dengan menu keluarga. Roti tawar 4 potong Tahu 1 bj sedang

 Penggunaan gula murni dan makanan Telur ½ butir Ketimun dan Slada sekehendak

yang diolah dengan gula murni tidak Keju kacang tnah 1 sdm Buncis dan wortel @ ½ gelas

diperbolehkan. Tomat sekehendak Pepaya 1 ptg sedang

 Batasilah penggunaan makanan sumber Margarin ½ sdm. Minyak ½ sdm.

hidrat arang kompleks.

 Makanlah banyak sayuran dan buah Pukul : 10.00 WIB

(lihat daftar penukar): Pepaya 1 ptg sedang

- Sayuran kelompok boleh Siang:

dimakan sekehendak, tetapi sayuran Nasi 1 gls

kelompok B hanya boleh dimakan Daging 1 ptg sedang

menurut jumlah yang ditentukan. Tempe 2 ptg sedang

- Semua macam buah boleh Kol & Tauge sekehendak

dimakan menurut jumlah yang Bayam dan Kacang panjang @ ½

ditentukan. gelas

Nenas 1/6 bh sedang

Minyak ½ sdm
CONTOH MENU MAKANAN
membersihkan luka yang - Mobilisasi terbatas
diakibatkan oleh penyakit atau kurang gerak
diabetus militus ( kencing Tanda dan Gejala
manis ) dengan tujuan Infeksi
untuk mencegah infeksi
luka, melancarkan
 Terjadi bengkak
peredaran darah sekitar
disekitar luka
dan mempercepat proses
 Panas badan yang
penyembuhan proses.
Oleh : meningkat
H.R.Benny Nurjawan  Kemerahan disekitar
NIM P17320104260 Penyebab Infeksi luka
 Nyeri
PRODI KEPERAWATAN BANDUNG  Luka terbuka dan kotor
 Perubahan fungsi
2005
 Adanya benda asing organ
Pengertian Perawatan
atau jaringan yang
 Cairan yang berupa
Luka sudah mati dalam luka
nanah pada luka
 Daya tahan tubuh
 Luka berbau tidak
Perawatan luka adalah menurun
sedap
suatu teknik dalam
 Gizi buruk
Cara – Cara Perawatan 3. Keluarga yang akan dibasahi air matang

Luka melakukan ganti yang telah dingin

Persiapan alat : balutan sebelum - Keringkan kassa

1. Cairan infus NaCl mencuci tangan dengan kasa

0,9%, atau air terlebih dahulu keringsteril

matang yang sudah dengan sabun - Untuk luka yang


dingin 4. Membuka plester / masih
2. Kapas verban ( dengan basah,kompres luka
3. Kassa seteril menggunakan kayu dengan kassa yang
4. Plester putih ) telah dibasahi NaCl
5. Gunting 5. Balutan lama dibuka 0,9%
6. Kantong plastik dan dibuang ke - Tutup luka yang
kantong plastik telah dikompres
Langkah – Langkah
6. Bersihkan luka kassa NaCl 0,9%
1. Atur posisi pasen
- Cuci luka terlebih dengan kassa kering
senyaman mungkin
dahulu dengan kapas - Plester batutan
2. Siapkan alat yang
yang dibasahi NaCl tersebut agar tidak
diperlukan dan
0,9% atau kapas mudah lepas atau
dekatkan kepada
lembab yang telah Verban dengan
pasen
verban
mempergunakan
verban gulung
- Bereskan peralatan
- Cuci Tangan

Oleh

IIS JUBAEDAH
NIM : P17320104261

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

BANDUNG

2005

Kenapa Harus Disuntik Insulin

Pemberian insulin adalah memberikan


insulin pada penderita diabetus militus
terutama pada penderita IDDM tipe I
dimana tubuh kehilangan kemampuan
untuk memproduksi insulin, dengan cara
disuntikan kelapisan lemak kulit yang
lebih dekat ke Otot. Tujuan pemberian
insulin adalah untuk mengontrol kadar pucat, badan gemetar dan terasa
glukosa darah. amat lapar. 1. Cuci tangan
2. Hypoglikemi dapat disebkan karena 2. Siapkan semua alat
Lokasi Penyuntikan Insulin asupan nutrisi yang kurang, dosis 3. Usap bagian penutup botol insulin
berlebihan, aktivitas yang berlebihan. dengan kapas alkohol
3. Bila dicurigai mendrita hypoglikemi 4. Sobek bungkus pelastik spuit insulin
1. 1/3 Lengan tangan atas bagian luar
segera memeriksakan diri ke dokter secukupnya saja agar dapat
(Musculus Deltoid 1/3 tulang
dan penyuntikan di hentikan. dipergunakan lagi.
akromion dan olekranon)
4. Simpan insulin ditempat tertutup dan 5. Tarik tangkai pendorong spuit
2. Pinggul ( Muskulus gluteus
bila memiliki kulkas taro di dalamnya. sampai pada angka yang dibutuhkan.
maksimus 1/3 dari spina iliaka
anterior posterior) 6. Tusukan jarum suntik kedalam botol

3. Paha bagian luar (Muskulus Alat Yang Dibutuhkan insulin dengan posisi tegak lurus,

femoralis). 1. Perlak untuk alas /lap atau serbet Tekan tangkai spuit sampai udara

4. Bagian perut dekat sisi kanan, atas 2. Bengkok untuk membuang tempat masuk

dan bawah puser (Muskulus Rectus sampah dapat diganti dengan

abdominis. kantong plastik. 7. Botol insulin dibalikkan perlahan

Hal – Hal Yang Perlu 3. Bak instrumen untuk menyimpan lahan dan tarik tangkai spuit perlahan
spuit, insulin,dan kapas alkohol lahan sampai sedikit melebihi dosis
Diperhatikan
dalam tempatnya/ panci tertutup. yang dibutuhkan
4. Spuit insulin 8. Bila terdapat gelembung udara
1. Kontra indikasi penyuntikan insulin
5. Insulin ( jika ditaro dalam kulkas dorong tangkai spuit perlahan lahan
yaitu : Hypoglikemi ( Penurunan
keluarkan 1 jam sebelum dipakai ) sampai menunjukan dosis yang
kadar glukosa dalam darah ). Tanda-
6. Vincet Anatomis atau garpu kecil diperlukan, simpan spuit dan
tandanya yaitu keluar keringat dingin,
untuk membuka tutup botol. tutupnya.
mata berkunang-kunang, lemas,
9. Pasang pengalas
tangan dan kaki terasa dingin kulit
Cara Penyuntikan.
10. Bersihkan lokasi yang akan dipakai dosis 0bat 12u/ml sediaan obat 40u/ml
untuk penyuntikan dengan kapas sepuit yang digunakan 100ml maka dosis
alkohol dengan cara melingkar. yang harus diberikan :12 / 40 X 100 = 30
11. Buka penutup jarum ml.
12. Dengan satu tangan lakukan fiksasi
kulit dengan cara merenggangkannya
atau memijat kulit membentuk suatu
daerah yang cukup luas. Disusun Oleh :
13. Ambil spuit dengan tangan yang lain Wawan Gunawan
dan tusukan jarum spuit dengan NIM : P17320104264
sudut 45º SEHAT ITU MAHAL,
KENALILAH STATUS II C
14. .Lakukan aspirasi untuk mengetahui KESEHATAN ANDA
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
jarum menembus pembuluh darah BANDUNG
atau tidak. Bila terdapat darah tarik 2005.
jarum sedikit saja kemudian geser.
A. Pengertian
15. Suntikan insulin dengan menekan
tangkai spuit sampai habis. Diabetes Melitus
16. Tarik jarum suntik keluar dari kulit Hipoglikemi adalah
dan usap dengan kapas alkohol.
penurunan kadar gula
17. Tutup kembali jarum dan simpan
spuit kedalam kantong plastik /buang UNTUK darah dibawah normal,
bila sekali pakai yaitu gula darah puasa
kurang dari 70 mg/dl.
Catatan :
Untuk mengetahui penghitungan
pemberian insulin. Contoh diketahui
B. Tanda tanda • Olah raga yang pasir, m akan permen
hipoglikemi berlebihan 4 biji.
 Bila sedang tidur • Makanan yang kurang
mengalami mimpi buruk, dari diet yang
gelisah dan berkeringat. dibutuhkan 2)Makan roti, susu
atau biscuit
 Bila sedang terbangun D. Usaha usaha
merasakan lapar, mual, mengatasi bila 3) Periksa gula darah,
berkeringat, gemetar, penderita diabetes jika masih dibawah
sakit kepala, mata mellitus mengalami normal atau gejala
berkunang kunang, hipoglikemi hipoglikemia
jantung berdebar, gugup menetap, ulangi
dan bingung. 1)Makan sumber gula makan roti, susu atau
halus, seperti biscuit atau air manis.
setengah cangkir jus
C.Penyebab buah, setengah gelas
Hipoglikemi air yang diberi 12
• Penggunaan obat insulin sendok makan gula
Disusun Oleh :
SRI SUPRAPTI
NIM : P17320104247

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


BANDUNG
2005.