Anda di halaman 1dari 6

M.

Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

Secondary Metallurgy untuk Baja Khusus


Sebagai proses lanjutan dari primary steel making (BOF maupun EAF), molten steel
yang dihasilkan akan di-tapped ke sebuah ladle dan ditransfer ke bagian casting. Pada saat di
ladle, molten steel tersebut akan mengalami berbagai treatment, seperti pengaturan komposisi,
stirring, degassing dan reheating. Secara umum, tahapan ini dari keseluruhan proses pembuatan
baja disebut Secondary Metallurgy atau Secondary Steel Making.

Proses secondary metallurgy merupakan suatu proses yang diperlukan untuk membuat
baja khusus dengan paduan dan requirement tertentu. Baja khusus ini tentu saja tidak mungkin
kita dapatkan dengan hanya menggunakan proses primary metallurgy karena keterbatasan grade
baja yang dihasilkan. Selain itu, beberapa kekurangan lain jika kita menggunakan primary steel
making untuk membuat baja khusus adalah waktu proses yang lama, biaya yang tinggi, dan
produktifitas yang rendah. Tujuan utama dari proses secondary metallurgy adalah:

 Adjustment (Kontrol Komposisi)


Proses ini dapat dilakukan terhadap baja setelah baja di-tapped dari BOF. Penambahan
alloy (paduan) seperti C, Si dan Mn ke dalam baja akan meningkatkan kualitas dari baja
yang dihasilkan. Contohnya adalah baja tinplate dengan komposisi paduan seperti
berikut:

 Removing Gases (Degassing)


Sejumlah oksigen akan terlarut di dalam baja ketika furnace ditiup. Penambahan sedikit
aluminium akan menghilangkan oksigen tersebut sebagai aluminium oksida yang akan

[1]
M.Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

membentuk slag pada permukaan baja yang akan dihilangkan sebelum metal dicetak.
Beberapa jenis baja butuh kandungan gas yang sangat kecil. Gas-gas tersebut dapat
dihilangkan melalui proses vacuum degassing. Proses ini meliputi penggoyangan
(shaking) molten metal pada tekanan yang sangat rendah. Proses ini akan menghilangkan
gas-gas impurities seperti oksigen untuk keluar dari molten metal.

 Making it Uniform (Homogenisasi Temperatur dan Komposisi Kimia)


Dalam proses secondary metallurgy, molten metal akan di-stir dengan menggunakan
tiupan gas argon. Proses ini akan memastikan komposisi metal tersebut seragam
(uniform). Stirring juga berfungsi untuk menyeragamkan suhu yang ada di dalam molten
metal. Suhu merupakan factor kritis yang perlu diperhatikan pada saat metal akan dicetak
(cast).

Proses-proses yang terjadi saat molten metal mengalami secondary metallurgy umumnya
meliputi:

 Deoksidasi  Decarburization
 Desulfurisasi  Alloy addition
 Clean sheets  Reheating
 Dehydrogenation

Pengelompokan proses secondary metallurgy yang umum dipakai saat ini adalah sebagai berikut:

 Immersion Process
Proses secondary metallurgy tertua dan umumnya hanya untuk proses desulfurisasi
dengan penambahan Ca atau Mg bersamaan dengan coke ke torpedo car agar pig iron
terdesulfurisasi.

[2]
M.Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

 Injection Process (AOD)


 Gas akan diinjeksikan melalui nozzle di
samping converter.
 Akan terjadi mixing antara oksigen dan
argon dan reaksi berlangsung cepat.
 AOD banyak digunakan pada proses
pembuatan baja Stainless Steel yang
memiliki kadar Cr yang tinggi.
 Pada proses AOD, proses refining akan
berlangsung tanpa terbakarnya paduan Cr.
 Proses AOD juga dapat digunakan untuk
membuat baja dengan kadar karbon yang
rendah.

 Ladle Furnace (LF)


Ladle Furnace bekerja antara kombinasi gas dan powder
injection.
Proses yang terjadi di dalam Ladle Furnace yaitu:
 Electric heating
 Desulfurisasi karena reaksi slag dengan metal
 Alloying
 Slag management
 Shape control
 Homogenisasi komposisi dan temperature

 Vacuum Process
 Vacuum Degassing (VD)
Proses selama VD adalah
degassing, deoksidasi,
dekarburisasi, desulfurisasi
dan alloying yang terjadi
pada kondisi vakum.
Keuntungan proses VD:
 Kadar C,O2,H2,N2 dan S
rendah
 Didapat baja yang bersih
dari oksida dan sulfide
 Biaya investasi dan
operasi yang rendah

[3]
M.Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

 Vacuum Oxygen Decarburization (VOD)


Keuntungan proses VOD:
 Memproduksi baja ULC
dan stainless steel ELC
 Dapat mengatur kadar
karbon
 Dapat untuk alloying
 Krom yang hilang sedikit
dan dapat direcovery
dengan slag metallurgy
 Kadar gas terlarut sedikit
 Komposisi yang
dihasilkan eksak

 Ruhrstahl Heraeus (RH) Process

Keuntungan RH Process:
 Temperature yang hilang sedikit
 Waktu treatment yang singkat
 Dekarburisasi optimal (< 15ppm)
 Dapat mengontrol kadar karbon
 Dapat untuk alloying
 Memungkinkan chemical heating
 Kadar gas terlarut rendah
 Meningkatkan steel cleanliness
 Mendapatkan komposisi kimia yang
eksak

Pada proses secondary metallurgy, molten metal tidak harus mengalami seluruh proses di
atas. Proses yang dipilih adalah proses yang sesuai dengan tipe dan sifat baja yang ingin dibuat,
serta ketersediaan proses tersebut di suatu pabrik. Umumnya proses secondary metallurgy yang
dilakukan menggunakan kombinasi dari beberapa proses tersebut di atas.

Dalam pembahasan ini, ada tiga jenis baja yang dapat digolongkan sebagai baja khusus
untuk keperluan tertentu yang harus melalui proses secondary metallurgy untuk memenuhi
requirement dari customer, yaitu:

[4]
M.Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

 Universal Beams for Building Construction


Baja jenis ini digunakan sebagai baja konstruksi dengan komposisi:
%C %Si %Mn %P %S %Al %Nb
0.14 0.26 1.22 0.019 max 0.018 max 0.022 0.033

Sifat Mekanik :
Yield Strength : 429 MPa
UTS : 537 MPa
% El : 25

Mikrostruktur :
Ferrite + ~15% Pearlite
Mean Grain Size : 6.6 μm

 TiNb Ultra-Low Carbon (ULC) Steel


Baja jenis ini digunakan untuk automotive strip yang membutuhkan processing yang
berbeda untuk menghilangkan karbon untuk menciptakan baja dengan kadar karbon yang
sangat rendah sehingga memiliki formability yang baik. Baja ini memiliki komposisi:
%C %Si %Mn %P %S %Ti %Nb
0.003 0.21 0.75 0.01 max 0.012 max 0.01 0.01

Sifat Mekanik :
Yield Strength : 180-280 MPa
UTS : 310-375 MPa
% El : 34-40

 Line Pipe Steel


Baja jenis ini digunakan untuk mengalirkan minyak dan gas yang memiliki syarat kadar
sulfur dan hydrogen yang sangat rendah. Pipa baja yang digunakan untuk mengalirkan
gas atau minyak harus memiliki sifat mampu las (weldability) yang baik dan ketangguhan
yang tinggi untuk mencegah adanya crack. Oleh karena itu, mulai banyak dikembangkan
pipa baja dengan yield strength yang lebih tinggi. Selain itu, pipa baja ini juga harus
memiliki ketahanan terhadap korosi, terutama jenis hydrogen induced cracking.
Komposisi dari baja ini yaitu:
%C %Si %Mn %P %S
0.07 0.18 1.05 0.012 max 0.003 max

[5]
M.Ekaditya Albar / 0806331683 Tugas PPBB

Sifat Mekanik :
Yield Strength : 448 MPa
TS : 530 MPa
% El : 23.5

Selain beberapa jenis baja khusus di atas, ada beberapa baja lain yang harus melewati
proses secondary metallurgy dalam pembuatannya, yaitu

 Silicon steel : Electrical sheets


 Medium carbon structural steel : Forgings
 High carbon structural steel : Bearings
 High alloyed steel : Hot work tools
 Stainless steel : Austenitic and ferritic

Sumber:

www.sms-mevac.com/media/Mevac_SecMet_D_sp.pdf

http://resources.schoolscience.co.uk/corus/14-16/steel/msch4pg3.html

http://www.emt-india.net/process/iron_steel/sec_steel.htm

http://www.keytometals.com/page.aspx?ID=CheckArticle&site=kts&NM=220

[6]