Anda di halaman 1dari 8

Sluice Box

Sluice box merupakan suatu alat kosentrat mineral bijih berdasarkan atas perbedaan

specific Gravity. diharapkan dalam proses ini mineral yang mempunyai SG tinggi akan

mengendap yang nantinya kan diambil sebagai konsentrat, sedang minera yang ringan akan

ikut terbawa aliran air sebagai tailing.

1. prinsip Kerja Sluice Box

a. Kecepatan aliran fluida

Bila kecepatan dari fluida terlalu besar maka mineral yang ada baik itu yang

berat maupun mineral yang ringan dan ketebalan yang besar dari fluida akan

membuat arus turbulen yang besar dan ini yang membuat rnaterial meloncat dari

riffle.

b. Kekasaran permukaan karpet

Kekasaran permukaan karpet yang digunakan, dimana semakin kasar permukaan

karpet yang dipergunakan, maka konsentrat atau material yang memiliki berat jenis

tinggi juga akan lebih mudah tertahan dan dipisahka


*Sumber: (Wotruba, 2007)

Gambar 3.2.4.
Karpet Halus

*Sumber: (Wotruba, 2007)

Gambar 3.2.5.
Karpet Kasar

*Sumber: (Wotruba, 2007)

Gambar 3.2.6.
Karpet Sangat Kasar
c. Berat jenis material yang akan dipisahkan
Berat jenis dari material harus cukup besar karena material itu dapat rnengimbangi
derasnya arus dengan gaya berat sehingga material itu akan dapat terhalangi oleh riflle.
Bila material itu mempunyai berat jenis yang kecil, akan hanyut terbawa oleh aliran air.

d. Banyaknya air atau fluida


Bila air yang digunakan untuk memisahkan mineral ini hanya sedikit maka mineral itu
tidak akan dapat terpisahkan atau hasilnya adalah heterogen.

e. Ketinggian riflle
Ketinggian riflle harus sebanding dengan ketebalan aliran air, paling tidak harus melebihi
0,5 crn dari permukaan riffle.

f. Panjang box
Panjang box sangat menentukan karena makin panjang aliran makin besar kemungkinan
material itu untuk tersangkut pada riffle sehingga hasilnya makin besar.

Gaya-gaya yang mempengaruhi kegiatan pada alat sluice box, yaitu :

a. Gaya dorong air, merupakan gaya yang dihasilkan oleh fungsi kecepatan relatif
aliran air dan partikel. Dalam prosesnya, partikel bergerak dengan kecepatan yang
dipengaruhi oleh kedalaman air.

b. Gaya gesek, ini terjadi antara material dengan dasar papan sluice box (alas alat).

c. Gaya gravitasi, merupakan gaya yang mengakibatkan material jatuh ke bawah.

(Sukamto, 2001).
g. Kemiringan dari Lounder

Kemiringan semakin besar, kosentrat yang dihasilkan semakin bersih


h. Perbedaan Density Mineral

Perbedaan density yang besar, maka operasi pemisahan akan semakin mudah dan

mengakibatykan kadar konsentrat semakin tinggi

i. Kekentalan

Semakin kental fluida, maka kadar konsentrat yang dihasilkan semakin renda, tetapi

jumlah konsentrat semakin tinggi

2. Mekanisme kerja alat


Operasi yang terjadi dalam Sluice Box adalah :

a. Feeding

Feed dimasukkan ke dalam Sluice Box, yakni feed yang telah

terliberasi seperti timah, emas, pasir besi. Kapasitas tergantung dari

perbedaan SG. Pada Sluice Box terdapat penghalang (riffle) yang berfungsi

sebagai alat stratifikasi. Untuk operasi ini sebaiknya partikel-partikel yang

berukuran besar disingkirkan terlebih dahulu.

Riffle membantu terjadinya turbulensi. Bila partike terlalu banyak,

maka stratifikasi akan terganggu dan pengendapan tidak akan terjadi.


Akibatnya sebagian mineral berharga terbuang menjadi tailing. Hal in

harus dibantu dengan cara mengaduk-aduk agar partikel ringan keluar.

b. Cleaning

Bila partikel berat sudah penuh, wash water dialirkan dan akan terjadi

pemisahan partikel berat dari partikel ringan, sehingga yang tertinggal

hanya konsentrat.

Kecepatan fluida dalam suatu aliran yang laminar pada tiap-tiap

lapisan adalah tidak sama. Makin keatas, kecepatannya akan makin

bertambah. Akibatnya mineral-mineral dengan specific gravity yang

berbeda akan dipisahkan, dimana gaya yang bekerja yaitu : gaya dorong

air, gaya geser, dan gravitasi.

3. Bagian-bagian dari Sluice Box


Bagian yang penting dari Sluice Box adalah sebagai berikut :

a. Lounder : berbentuk seperti talang yang terbuat dari kayu atau dari

susunan batubata. Lounder ini dibuat miring agar pulp bisa mengalir.

b. Feed Hopper : diletakkan paa bagian atas dari lounder yang berguna

untuk tempat masuknya feed.

c. Gate : merupakan pintu yang bisa dinaik-turunkan yang berguna untuk

mengatur pulp yang keluar dari feed hopper, mengatur aliran air agar

tetap laminar, dan mengatur tebal aliran air.

d. Riffle :
ada yang letaknya memanjang (longitudinal) dan ada yang melintang

(transverse). Riffle berguna untuk menahan mineral berat agar

mengendap sebagai konsentrat, sehingga mineral-mineral ringan

terangkat dan terbuang sebagai tailing.berat yang nantinya dipakai

sebagai konsentrat.