Anda di halaman 1dari 5

Nama : Tri Purwa Ningrum

Kelas : Biologi F

NIM : 18308141064

Tugas Biologi Perkembangan Tumbuhan

Diskusi :

Jelaskan contoh kaitan struktur bunga dengan cara polinasinya.

Jawab :

A. Definisi Penyerbukan (Polinasi :


Penyerbukan atau polinasi merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik
dimana proses ini merupakan proses awal pembentukan buah, hal ini dapat terjadi
secara alami maupun dengan bantuan (manusia, hewan, angin, dll). Penyerbukan terjadi
dapat secara sendiri atau silang, hal ini dikerenakan kelengkapan, posisi dan
kematangan alat kelamin jantan dan betina (Posisi kedudukan kepala putik terhadap
kepala sari berperan penting dalam proses penyerbukan). Perlunya mengetahui
morfologi bunga kerena proses penyerbukan terjadi pada bunga, dimana terdapat alat
kelamin jantan dan betina tanaman.
B. Tipe Penyerbukan (Polinasi) :
a) Penyerbukan sendiri (Self Pollination),: Penyerbukan sendiri adalah jatuhnya
serbuk sari dari anther ke stigma pada bunga yang sama atau pada bunga lain
pada tamanan yang sama. Terjadinya penyerbukan sendiri disebabkan oleh :
bunga tidak membuka, serbuk sari sudah matang dan jatuh sebelum bunga
terbuka atau mekar, stigma dan stamen tersembunyi oleh organ bunga sesudah
bunga terbuka, stigma memanjang melalui tabung stigminal segera setelah
anther terbuka.

b) Penyerbukan silang (Cross Pollination) : Penyerbukan silang adalah jatuhnya


serbuk sari dari anther ke stigma pada bunga yang berbeda. Terjadinya
penyerbukakn silang desebabkan oleh : ganguan mekanis terhadap penyerbukan
sendiri, perbedaan periode matang serbuk sari dan kepala putik, adanya
Sterilitas dan Imkompatibilitas, adanya bunga monocious dan diocious.
Penyerbukan Pada Bunga Kamboja

Gambar 1. Struktur bunga kamboja

Klasifikasi Tanaman Kamboja :

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Apocynales

Famili : Apocynaceae

Genus : Pleumeria

Spesies : Pleumeria alba (Khafidzin, 2005).

Sebagian besar masyarakat membudidayakaan tanaman kamboja melalui teknik stek


batang atau dengan cara menyambung. Bunga kamboja harus Selain viabilitas serbuk sari yang
sangat rendah, posisi benang sari dan putik yang terletak di bagian dasar tabung menyulitkan
terjadinya proses penyerbukan (polinasi) baik secara sendiri (autogami) maupun penyerbukan
dengan perantara.

Benang sari terletak di bagian dasar dalam dari tabung corolla (Farooque et al., 2012).
Struktur tangkai putik yang berukuran pendek dengan dasar bunga yang menonjol sehingga
menutupi bagian tabung kelopak (Little, 2006). Benang sari sebagian berlekatan dengan buluh
mahkota yang tersusun berseling dengan tajuk mahkota. Kepala sari panjang berbentuk anak
panah dengan penghubung ruang sari yang runcing (Tjitrosoepomo, 2013).
Penyerbukan Pada Bunga Vanili

Gambar 2. Struktur bunga vanili

Klasifikasi Tanaman Vanili :

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Orchidales

Famili : Orchidaceae

Genus : Vanilla

Spesies : Vanilla planifolia (Hadipoentyanti dan Udarno, 1998).

Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua
lingkaran. Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal. Satu
dari petalnya berubah bentuk, menggulung seperti corong yang disebut bibir (rostelum). Putik
pada bunga vanili tertutup oleh bibir, sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang, kepala
sari (anther) berisi dua butir tepung sari, letaknya lebih tinggi daripada kepala putik.
Keistimewaan dari bunga vanili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari
diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan. Bunga ini tidak dapat
menyerbuk sendiri meskipun benang sari dan putiknya berada dalam satu bunga. Ini karena
kepala putik pada bunga ini tertutup oleh lidah bunga (labellum) yang menghalangi terjadinya
penyerbukan secara alami. Oleh karena itu penyerbukan pada bunga vanili perlu dibantu oleh
serangga penyerbuk atau manusia.
Penyerbukan Pada Bunga Padi

Gambar 3. Struktur bunga padi

Klasifikasi Tanaman Padi :

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophytae

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Famili : Gramineae/Poaceae

Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativa (Irfan, 2013).

Tanaman padi menghasilkan bunga sempurna. Bunga terdiri atas tangkai (pedicle), dua
buah sekam mahkota (lemma dan palea), satu organ betina (pistil atau putik), dan enam organ
jantan (stament atau benang sari). Benang sari terdiri atas enam kepala sari (anther) yang berisi
serbuk sari dan ditopang oleh tangkai sari (filament). Kepala sari merupakan empat kantung
memanjang tempat penyimpanan serbuk sari. Tangkai sari adalah tangkai memanjang yang
menopang kepala sari. Pada bagian ini terdapat jaringan vaskuler yang berfungsi
mendistribusikan nutrisi dan air ke kepala sari. Putik terdiri atas satu bakal buah (ovule/ovary)
yang menopang dua kepala putik (stigma) melalui dua tangkai putik (stylus) (Virmani, 1994).
Saat bunga siap mekar, putik dalam kondisi reseptif dan kepala sari telah penuh serbuk
sari. Pengembangan lodikula mendorong lemma dan palea terpisah lalu terbuka. Hal ini
memungkinkan benang sari yang memanjang keluar dari bagian atas atau samping bunga yang
telah membuka. Terbukanya bunga diikuti oleh pecahnya kepala sari yang kemudian
menumpahkan serbuk sarinya. Pecahnya kepala sari dan pemanjangan tangkai sari terjadi
secara bersamaan sehingga putik menerima serbuk sari dari bunga yang sama, sehingga terjadi
penyerbukan sendiri (self pollinated) (Virmani, 1994).

DAFTAR PUSTAKA

Farooque, A., A. Mazumder, S. Shambhawee, dan R. Mazumber. 2012. Review on Plumeria


Acuminata. IJRPC 2 (2): 467- 469.
Hadipoenyanti, E dan L. Udarno. 1998. Botani Panili. Monograf Panili. Balai Penelitian
Tanaman Rempah dan Obat. Bogor
Irfan, 2013. Kajian Potensi Bionutrien dengan Penambahan Ion Logam Terhadap

Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Padi. Universitas Pendidikan Indonesia.

Jakarta

Iswari S. et al., 2001. Kultur Antera untuk Mendukung Program Pemuliaan Tanaman Padi.

Indonesian Journal of Agronomy, 29 (2).

Little, J. 2006. Growing Plumerias in Hawai’i. Mutual Publishing. Honolulu, Hawai’i.


Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University

Press. Cetakan Ke sebelas. Yogyakarta

Virmani, S.S. 1994. Heterosis and hybrid rice breeding. Monograps on Theoretical and
Applied Genetics 22. IRRI.