Anda di halaman 1dari 14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah : SMAN 1 SAWAHLUNTO


Matapelajaran : PKWU
Kelas/Semester : XII / Satu
Tahunpelajaran : 2020/2021
AlokasiWaktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)
Kompetensi Dasar :
3.1. Memahami Perencanaan usaha pengolahan makanan khas daerah yang
dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang
usaha,sumberdaya,administrasi dan pemasaran

4.1. Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas daerah yang


dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang
usaha,sumberdaya,administrasi dan pemasaran

Tujuan
Langkah Langkah Pembelajaran Asesmen
Pembelajaran
1.Pendahuluan Sikap
Melalui kegiatan
 Mengkondisikan suasana belajar yang (kerjasama,
Pembelajaran disiplin, mandiri
menyenangkan.
dengan dan kreatif)
 Mendiskusikan kompetensi yang telah
pendekatan
dipelajari dan dikembangkan sebelum nya
saintifik Pengetahuan
terkait dengan kompetensi yang akan
menggunakan Tes tertulis
dipelajari.
model dalam bentuk
pembelajaran  Menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan. essay dan tes
Discoveri lisan
Learning melalui  Menyampaikan garis besar cakupan materi
studi literature dan kegiatan yang akan dilakukan.
 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian Ketrampilan
peserta didik Penilaian
mampu yang akan digunakan.
kelompok
2.Kegiatan Inti dalam praktek
peserta didik Pertemuan 1 membuat
dapat menjelaskan  Peserta didik duduk berkelompok yang terdiri makanan khas
pengertian dari 6 orang (kerjasama) daerah yang
perencanaan telah
 Setiap kelompok diberikan tugas untuk
usaha, dimodifikasi
membahas jenis-jenis makanan yang
Melalui diskusi dimodifikasi
Unsur kebahas
peserta didik dapat  Guru memimpin diskusi untuk membahas
menganalisis secara umum suatu perencanaan usaha
bermacam-macam dibidang modifikasi makanan khas daerah
pengolahan  Setelah menjelaskan bagaimana membuat
makanan khas perencanaan yang baik maka setiap
daerah yang kelompok mulai mendiskusikan berbagai
dimodifikasi.,Melalu jenis makanan khas yang yg dimodifikasi.
i diskusi kelompok  Setiap kelompok diminta untuk
peserta didik dapat menyimpulkan apa yang mereka ketahui
mengidentifikasi tentang perncanaan usahamodifikasi
perencanaan makanan khas daerah kemudian
usaha yang menceritakannya di depan kelas. (teliti dan
meliputi fungsi komunikatif)
manajemen.  Guru mengarahkan peserta didik untuk
Melalui diskusi menyimpulkan perencanaan usaha
kelompok peserta
didik dapat  Peserta didik bersama guru menyimpulkan
mengidentifikasi perencanaan usaha serta membahas jenis-
strategi dari jenis makanan khas daerah yang
perencanaan dimodifikasi.
usaha,
Melalui diskusi  Peserta didik mencari informasi mengenai
kelompok peserta perencanan usaha dan jenis-jenis makanan
didik dapat khas daerah yang dimodifikasi untuk
menentukan sifat menanbah pengetahuan dan pemahaman
dari perencanaan peserta didik terhadap materi pembelajaran
usaha yang (mandiri dan tanggungjawab)
berhubungan
dengan Pertemuan 2
pengoalahan  Peserta didik membentuk kelompok (6) orang
makanan khas tiap kelompok)
daerah yang  Peserta didik diminta untuk mendiskusikan
dimodfikasi, tentang perncanaan usaha dan jenis-jenis
makanan khas daerah yang dimodifikasi
Melalui diskusi
yang sumbernya berasal dari internet dan
kelompok peserta
media lainnya yang diberikan guru. (kreatif)
didik dapat
membuat suatu  Setiap kelompok mulai membahas materi
perencanaan masing-masing dan mulai membacakan hasil
usaha pengolahan dari diskusi kelompoknya (teliti dan
makanan khas menghargai pendapat orang lain)
daerah yang  Guru meminta setiap peserta didik untuk
dimodifikasi dari mencari menu makanan khas daerah
bahan nabati dan diberbagai daerah di indonesia (kreatif)
hewani.
3. Penutup
 Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk tugas kelompok/perseorangan
(jikadiperlukan) menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Sawahlunto,juli 2021

Kepala SMAN 1 Sawahlunto Guru Mata Pelajaran

Revamailita Hutaria,S,S Yenni Refiyenti,S.Pd


Nip.1975 0524200604 2 008 Nip. 19690609200501 2 005
Lampiran

Ringkasan materi

PERENCANAAN USAHA

Sebagai seorang wirausaha untuk mengawali suatu usaha memerlukan suatu perencanaan
usaha sehingga menunjukkan bahwa seseorang serius untuk berwirausaha, dan untuk
menghindari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan, serta mengantisipasi setiap
tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan usaha.
Rencana usaha harus dibuat karena Perencanaan merupakan titik awal dari suatu
kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam
pelaksanaan. Di samping itu pembuatan rencana usaha menunjukkan sikap yang kurang
sungguh-sungguh dalam berusaha dan komitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya
sehingga tidak mudah menyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan resiko
usaha.

A.      Pengertian Perencanaan Usaha


Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993) (dalam Suryana,2003) wirausaha
adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk
menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Untuk dapat melakukan semua itu diperlukan
sebuah perencanaan yang tepat dan terperinci, sebab perencanaan usaha merupakan suatu alat
untuk memastikan bahwa sebuah usaha dijalankan dengan benar dan tepat, yang mencakup
pemilihan kegiatan yang akan dijalankan, bagaimana menjalankan dan kapan dimulai dan
selesainya pekerjaan itu, untuk membantu tercapainya tujuan usaha.
Seorang wirausaha, menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993)
(dalam Suryana,2003), mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : Wirausaha adalah
orang yang menciptakan bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan
maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan
mengombinasikan sumber-sumber yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Jadi, pengertian perencanaan usaha menurut kelompok adalah sebagai proses penentuan
visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang
diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
B.       Pentingnya Rencana Usaha
Rencana usaha harus dibuat tertulis sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan dan
pedoman untuk menjaga agar kegiatan bisnis terarah dan focus pada pencapaian tujuan.
Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum melakukan investasi yang
kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara tertulis, Manfaat yang bisa diperoleh dari
perencanaan bisnis adalah, bisa digunakan sebagai pedoman atau alat untuk mengetahui
apakah kegiatan bisnis yang akan dijalankan itu memungkinkan dan memiliki kelayakan
untuk dijalankan dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya serta dapat
dijadikan sebagai alat pengawasan.
Menurut Bygrave, (1994:115) ada beberapa alasan penting mengapa orang harus
menyusun perencanaan usaha:
1.         Untuk Menunjukkan Bahwa Bisnis Ini Layak Dan Menguntungkan
2.         Untuk Mendapatkan Pembiayaan Bank
3.         Untuk Mendapatkan Dana Investasi
4.         Untuk Mengatur Dengan Siapa Harus Bekerjasama
5.         Untuk Mendapatkan Kontrak Besar
6.         Untuk Menarik Tenaga Kerja Inti
7.         Untuk Memotivasi Dan Fokus
Perencanaan usaha bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang
sehingga dapat ditentukan langkah awal dan pentahapan program kegiatan yang akan
dilakukan dan target yang hendak dicapai serta resiko,hambatan dan tantangan yang akan
dihadapi pada setiap tahapannya dan ini merupakan rencana perjalanan yang akan diikuti oleh
wirausaha. kedalaman dan rincian dari sebuah perencanaan usaha sangat tergantung kepada
luasnya bisnis yang akan dilakukan, dan kompleksitas dari proses pengelolaan bisnis tersebut.
Perencanaan usaha juga harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan adanya barang
dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, sehingga perencanaan usaha harus
berbasis pada permintaan pasar.
C.       Membuat Rencana Usaha
Strategi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan usaha dengan melibatkan
semua sumberdaya atau faktor produksi yang dimiliki. Dalam dunia bisnis dikenal beberapa
strategi yang biasa diterapkan perusahaan sebagai berikut:
1.         Defender, strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih dan mempertahankan pasar pada
segmen sempit dari seluruh pasar potensial yang ada.
2.      Prospector, strategi bisnis yang diarahkan secara agresif untuk meraih pasar seluas-
luasnya melalui inovasi produkproduk baru.
3.       Analyzer, strategi bisnis yang dijalankan melalui imitasi, yaitu meniru apa yang
dilakukan prospektor. Strategi bisnis seperti ini bertujuan meraih keuntungan dengan
meminimalkan risiko.
4.      Kepemimpinan dalam biaya (cost-leadership strategy), strategi bisnis yang diarahkan
untuk meraih pasar seluasluasnya melalui harga produk yang semurah-murahnya.
5.      Diferensiasi (differentiation strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar
seluas-luasnya melalui keunikan produk yang dihasilkan. Keunikan tersebut bisa dicirikan
oleh kualitas yang tinggi, pelayanan yang prima, maupun rancangan produk yang inovatif.
6.      Fokus (focus strategy), strategi bisnis yang diarahkan dalam segmen pasar yang sempit
yang dijalankan melalui fokus dalam kepemimpinan biaya (cost focus) atau fokus dalam
diferensiasi (differentiation focus).
D.      Sifat dan Manfaat Perencanaan Usaha
Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:
1.          Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan
yang jelas.
2.         Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang
masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
3.         Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan
untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang. 
4.         Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu
pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan
lingkungan bisnis yang dihadapi.
5.         Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat
dilaksanakan.
Apabila suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka dengan membuat
perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1.         Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.
2.         Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan
sumberdaya yang lebih efisien.
3.         Menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4.         Menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan
usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.

E.       Proses Perencanaan Usaha


 Ada 4 langkah dalam proses perencanaan usaha, yaitu sebagai berikut :
1.        Mengidentifikasi peluang usaha
Pada umumnya, suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila
penawaran untuk produk tersebut masih lebih kecil dari permintaannya. Peluang usaha
muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan
oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.

2.        Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan


Berdasarkan langkah indentifikasi akan diperoleh berbagai alternatif jenis usaha yang
mungkin dipilih. Dari sejumlah alternatif yang ada, usaha selanjutnya dilakukan penilaian
awal untuk menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling
menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin
menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu
diperhatikan antara lain:
a)    Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.
b)    Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.
c)    Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
d)   Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
e)    Cara-cara pendistribusian.
f)     Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
g)    Selera konsumen.
3.        Melakukan studi kelayakan usaha

Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk
menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan. Maksud layak di sini dilihat
dari berbagai aspek sebagai berikut:
a)      Aspek pasar dan pemasaran
b)      Aspek produksi
c)      Aspek finansial
d)     Aspek organisasi dan manajemen
4.      Membuat proposal usaha
Langkah terakhir dalam proses perencanaan usaha adalah membuat proposal usaha.
Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari perencanaan usaha.
I. TEKNIK PENILAIAN
A. Penilaian
1. Penilaian Sikap
a. Aspek yang diamati : disiplin, kerjasama, dan bertanggung
jawab
b. Instrument : observasi atau jurnal dengan intrumen

2. Penilaian Pengetahuan
a. Aspek yang dinilai : (berdasarkan IPK pada KD 3.1)
b. Teknik Penilaian : tes tertulis
c. Instrumen : essay / pilihanGanda / penugasan

3. Penilaian Keterampilan
a. Aspek yang dinilai : (berdasarkan IPK pada KD 4.1)
b. Teknik penilaian : unjuk kerja, fortofolio,LKPD
c. Instrumen : lembar pengamatan

II. Sumberbelajar

1.Buku prakarya dan kewirausahaan

Karangan :MARDIYATMA

2.Buku prakarya dan kewirausahaan.

Karangan:.Kementrian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

3.Buku mulok yaitu kar.guru guru sma sawahluntto yg berhubungan dengan


kuliner di sawahlunto

III. IntrumenPenilaianSikap
a. Penilaian Kompetensi Sikap
Sikap yang menjadi focus penilaian adalah sikap jujur, disiplin, tanggungjawab,
kerjasama dan proaktif

Untuk sikap akan dilihat peserta didik yang memiliki sikap yang sangat positif
terhadap kelima sikap diatas dan hasilnya akan dicatat dalam jurnal sebagai
berikut:

Hari/tanggal No Nama Catatan penting siswa Ket


( bisa positif atau
negative )

dst

Hasil penilaian sikap dalam jurnal akan direkap dalam satu semester dan
diserahkan ke wali kelas, untuk dipertimbangkan dalam penilain sikap dalam
rapor (menunjang penilaian sikap dari guru PAI dan guru PPKN )

IV. Instrumen Penilaian Pengetahuan


A. PILIHAN GANDA
1. perluas dan mempertahankan pasar pada segmen pasar sempit diantara
pasar Potensial yang ada disebut statergi.....

A. Difender
B. Deferensiasi
C. Prospektor
D. Fokus
E. Cots leadership

2. Untuk memperluas pasar dengan menjual barang semurah-murahnya


disebut

A. Defender

B. Prospektur

C. Diferensiasi

D. Fokus

E. Cost leadership

3. Perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal ,


realistik dan berorientasi masa depan disebut....

A. Preparasi
B. Fokus

C. Rasional

D.Flesibel

E. Berkesinambungan

4. Modifikasi pangan khas daerah memiliki tujuan berikut ini.yang tidak


termasuk tujuan modifikasi adalah....

A. Menambah variasi bentuk

B. Menambah variasa rasa

C. Memperpanjang usia produk

D. Membuat rasa yang sama dari produk sebelumnya

E. Meningkatkan higine produk

5. Makanan atau minuman yang di produks di suatu daerah yang merupakan


identitas daerah tersebut dan menjadi pembeda dengan daerah lainnya merupakan
definisi dari...

A. Minuman khas daerah


B. Kerainan khas daerah
C. Makanan modifikasi
D. Pangan khas daerah
E. Makanan khas daerah

B. Essay

HOT
N
Soal S/LO Jawaban Skor
o
TS

1 Jelaskan L Sebelum kita memilih jenis usaha maka 25


lah OTS terlebih dahulu kita harus merncanakan jenis
Pentingn usaha apa yg akan kita buat karena kalau
ya kurang matang dalam menentukan jenis
perenca usaha serta kita tidak tahu dengan
naan perkembangan zaman maka bisa saja usaha
usaha yang kita buat gagal sebelum
sebelum berkembang,untuk benar2 kita survei terlebih
kita dahulu kondisi pasar.
mendirik
an suatu
usaha
2 Jelaskan LOTS
1.         Defender, strategi bisnis yang diarahkan untuk 25
lah 4 meraih dan mempertahankan pasar pada segmen
strategi sempit dari seluruh pasar potensial yang ada.
dalam 2.      Prospector, strategi bisnis yang diarahkan
perenca secara agresif untuk meraih pasar seluas-luasnya
naan melalui inovasi produkproduk baru.
usaha 3.      Analyzer, strategi bisnis yang dijalankan
melalui imitasi, yaitu meniru apa yang dilakukan
prospektor. Strategi bisnis seperti ini bertujuan
meraih keuntungan dengan meminimalkan risiko.
4.      Kepemimpinan dalam biaya (cost-
leadership strategy), strategi bisnis yang diarahkan
untuk meraih pasar seluasluasnya melalui harga
produk yang semurah-murahnya
3 Jelaskan LO
1.         Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat 25
lah 3 TS berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang

sifat jelas.
untuk 2.         Rasional dan faktual, artinya perencanaan
membua usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk
t akal, realistik, berorientasi masa depan serta
perenca didukung dengan fakta-fakta yang ada.
naan 3.          Berkesinambungan dan estimasi,
usaha artinya perencanaan usaha dibuat dan
dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan
serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa
datang.
4 Jelaskan H1.         Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara 25
mamfaat OT teratur dan dengan tujuan yang jelas.
S
yang kita 2.         Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang
peroleh tidak produktif serta penggunaan sumberdaya
dalam yang lebih efisien.
membua 3.         Menyediakan alat evaluasi untuk
t menentukan berhasilan usaha.
perenca 4.          Menyediakan landasan untuk pengawasan
naan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha
usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang
telah ditetapkan tercapai.

Jumlah Skor 100


Jumlah Skor
Nilai= ×100
Jumlah Skor Total

V. IntrumenPenilaian Keterampilan
Tes Praktik ( Unjuk Kerja )

No Nama Peserta Kriteria Penilaian Jumlah


didik Skor

1 2 3 4 5

Dst

Keterangan Skor

1. Kemampuan menjawab : 0 – 20 : sangat kurang baik


2. Kemampuan bertanya : 21 - 40 : kurang baik
3. Ketertiban : 41 – 6 : cukup
4. Keberanian tampil ke depan : 61 - 80 : baik
5. Menghargai pendapat orang lain : 81 – 100 : sangat baik
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK
(LKPD)

Nama Siswa :
Kelas :
Hari/tanggal :

Kompetensi Dasar : 3.1. Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan


khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide
dan peluang usaha,sumberdaya,administrasi dan pemasaran.

indikator

: 1 Mengumpulkan informasi mengenai pengertian perencanaan usaha


.2 Menganalisis perencanaan usaha yang meliputi fungsi manajemen
3 Mengidentifikasi perencanaan usaha pengolahan makanan khas daerah yang
dimodifikasi dari Bahan pangan nabati dan hewani.
.4 Mengidentifikasi strategi dalam perencanaan usaha
5 Mengidentifikasi sifat dan mamfaat dalam membuat perencanaan usaha
pengolahan makanan
i

materi pokok : perencanaan usaha modifikasi makanan khas daerah dari bahan
nabati dan hewani menurut daerah setempat.

tujuan pembelajaran
1. Setelah membaca bahan ajar peserta didik dapat menjelaskan pengertian
perencanaan usaha
2. Melalui diskusi peserta didik dapat menganalisis bermacam-macam
pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi.
3. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat mengidentifikasi perencanaan
usaha yang meliputi fungsi manajemen.
4. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat mengidentifikasi strategi dari
perencanaan usaha
5. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menentukan sifat dari
perencanaan usaha yang berhubungan dengan pengoalahan makanan khas
daerah yang dimodfikasi.
Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat membuat suatu perencanaan usaha
pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan nabati dan hewani

TugasKelompok

1. Kelompok dibagi menjadi 6 kelompok dan setiap anggota kelompok terdiri


dari lima orang.
2. Setiap kelompok mencari menu pembuka dan menu penutup untuk
dipraktekan dipertemuan berikutnya.
3. Setiap kelompok membuat laporan hasil praktek lengkap dengan laporan
keuangan.