Anda di halaman 1dari 38

PROPOSAL SKRIPSI

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MESIN PRESS POND


PNEUMATIC UNTUK HOME INDUSTRI
Laporan Ini Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Sarjana Strata-1 Jurusan Teknik Mesin,
Fakultas Teknik, Universitas Pasundan Bandung

Oleh:
Irfan Saefurochim
173030088

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2021

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat tiada henti serta hembusan nafas hingga detik ini dan berkat rahmat serta
hidayahnya yang berupa akal pikiran sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan
judul “PERANCANGAN & PENGEMBANGAN SEPEDA LISTRIK UNTUK
PENJUAL KOPI KELILING”. Shalawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah
curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan kepada
umatnya hingga akhir zaman.

Skripsi ini berisikan tentang “PERANCANGAN & PENGEMBANGAN SEPEDA


LISTRIK UNTUK PENJUAL KOPI KELILING”. Teori-teori pendukung, masalah-
masalah yang terdapat pada saat penelitian, serta penyelesaiannya. Dalam penyusunan
Skripsi ini penulis banyak mendapat saran, dorongan, bimbingan serta keterangan-keterangan
dari berbagai pihak yang merupakan pengalaman yang tidak dapat diukur secara materi,
namun dapat membukakan mata penulis bahwa sesungguhnya pengalaman dan pengetahuan
tersebut adalah guru yang terbaik bagi penulis. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat:

1. DR. Ir. H. SUGIHARTO, M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin yang telah
mendedikasikan diri untuk memimpin Program Studi Teknik Mesin guna menjadi
Program Studi unggulan.
2. Ir. Herman Somantri, M.T selaku dosen pembimbing 1 yang telah meluangkan waktu
untuk membimbing dan memberi masukan kepada penulis dan menyelesaikan Skripsi.
3. Ir. Widiyanti Kwintarini, M.T selaku dosen pembimbing 2 yang telah meluangkan waktu
untuk membimbing dan memberi masukan kepada penulis dan menyelesaikan Skripsi.
4. Bapak dan Ibu Dosen Universitas Pasundan Bandung yang telah memberikan bekal ilmu
pengetahuan kepada penulis selama penyelesaian studi.
5. Selaku orang tua dari penulis yang telah memberikan segalanya kepada penulis, baik
do’a, moril maupun materil demi kelancaran dan keberhasilan penulis. Terima kasih atas

1
semua cinta, kasih sayang, dan perhatiannya.
6. Semua rekan-rekan Teknik Mesin terutama angkatan 2017 yang telah memberikan
support serta sharing. Semoga Allah SWT membalas semua amal kebaikan yang
telah membantu dalam penulisan Skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga karya
ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bandung, Febuari 2021

Irfan Saefurochim
173030088

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR PERSAMAAN

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Identifikasi Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Pembatasan Masalah

1.5 Sistematika Penulisan

BAB II STUDI LITERATUR.........................................................................................3

2.1 Pengertian Mesin Press Sistem Pneumatic............................................................3

2.2 Jenis-jenis Mesin Press..........................................................................................3

2.2.1 Mesin Press Manual............................................................................................3


2.2.2 Mesin Press Hidrolik...........................................................................................4
2.2.3 Mesin Press Mekanikal.......................................................................................5
2.3 Sistem Pneumatic..................................................................................................7

2.3.1 Persamaan Dasar Pneumatic..............................................................................3


2.3.2 Simbol-simbol Dalam Pneumatic......................................................................3
2.3.3 Simbol dan Uraian Mengenai Komponen........................................................3
2.4 Keuntungan dan Kekurangan Sistem Pneumatic..................................................7

2.4.1 Keuntungan Sistem Pneumatic..........................................................................3


2.4.2 Kekurangan Sistem Pneumatic..........................................................................3
2.5 Komponen Utama Mesin Press Pond Pneumatic..................................................8

1
2.8.1 Pressure Regulator Valve Satu Tahap
2.8.1 Pressure Regulator Valve Dua Tahap
2.9.1 Pneumatic Cylinder Kerja Tunggal
2.9.2 Pneumatic Cylinder Kerja Ganda
2.9.3 Dorongan Silinder
2.9.4 Tarikan Silinder
2.9.5 Kecepatan Langkah Silinder

DAFTAR GAMBAR

1
DAFTAR PERSAMAAN

DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1 Rencana Kegiatan........................................................................................19
Tabel 4. 2 Anggaran Biaya...........................................................................................19

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Seiring berkembangnya teknologi, waktu dianggap suatu hal yang mahal. Semua
manusia secara langsung maupun tidak langsung dituntut untuk selalu berkreativitas
memenemukan sebuah inovasi terbaru untuk menunjanng hidupnya. Kehidupan

1
masyarakat sebagian besar yang semakin sibuk membuat masyarakat mampu
berwirausaha untuk meningkat kesejahteraan hidup.

Pada saat ini sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industri.
Namun penerapan sistem hidrolik biasanya banyak yang menggunakan mesin hidrolik
press manual didalam industri kecil-kecilan, mereka menggunakan mesin hidrolik press
manual untuk proses produksi, proses pemindahan, proses pengangkatan dan sistem
konveyor, proses press, mesin injecting molding dan lain lain.

Jika biasanya manusia mengenal alat press yang secara langsung digerakkan oleh
tenaga manusia, tentunya ini sangat tidak efektif. Ditambah lagi tidak terdapatnya alat
ukur juga menjadikan alat press tersebut tidak efisien digunakan oleh manusia untuk
mengepress khususnya dibidang industri material. Melihat hal tersebut, maka pada saat
ini terdapat alat bantu canggih berupa mesin press pond pneumatic.

Mesin press pond pneumatic pada dasarnya berfungsi untuk menekan, memotong dan
lain-lain, dalam sekali proses pengerjaan. Namun dalam pembuatan mesin press pond
pneumatic ini berfungsi untuk membuat produk dengan cara semi-otomatis dengan biaya
pembuatan mesin yang dapat terjangkau dikalangan menengah keatas. Alat yang sering
ditemukan saat ini sistem pengerjaan masih secara manual yang membutuhkan waktu
yang lama dan kurang efektif untuk digunakan dalam pembuatan produk skala banyak.

Dari hasil penjelasan diatas,maka akan dibuat suatu alat yang sistem pengerjaanya
secara semi-otomatis yaitu dimana mesin press pond pneumatic untuk meningkatkan
pembuatan produk, agar hasil pembuatan bahan dapat efektif dan efisien serta dapat
menghasilkan produk yang lebih banyak. Mesin ini memiliki beberapa kompnen, salah
satunya adalah sistem hidrolik. Setelah mesin tersebut dibuat, mesin press pond
pneumatic ini harus diuji dan dianalisi kinerjanya.

1.2 Identifikasi Masalah


Pada penelitian ini identifikasi masalah yang diajukan penulis untuk mencapai tujuan
yang diharapkan adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana struktur mesin press pond pneumatic yang cocok untuk dibuat
b. Komponen apa saja yang harus digunakan untuk bisa menjadikan semi-otomatis
c. Produk apa saja yang harus dibuat oleh alat yang akan di.buat.
d. Berapa besar ukuran mesin press pond pneumatic yang harus dibuat

1
1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut ini:

1. Menentukan cara kerja sistem pneumatic semi-otomatis yang terdapat pada mesin
press
2. Menentukan ukuran (dimensi) mesin press pond pneumatic untuk dibuat
3. Mendapatkan hasil pengujian mesin press pond pneumatic
4. Menciptakan mesin press pond pneumatic yang memiliki produksi efisiensi
tinggi.

1.4 Pembatasan Masalah


Dalam pembahasan Penelitian ini. Hal-hal yang menjadi batasan dalam penelitian ini
adalah:
a) Pembuatan struktur mesin press pond pneumatic
b) Perancangan komponen-komponen yang dibutuhkan pada mesin press pond
pneumatic

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika dalam penyusunan laporan ini, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah dan

sistematika penulisan.

BAB II STUDI LITERATUR

Bab ini berisikan teori – teori tentang mesin press, komponen-komponen pada mesin
press pond pneumatic, cara kerja mesin press, macam – macam analisis teori yang akan
dibahas sebagai referensi.

BAB III METODOLOGI

Bab ini berisikan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan
Penelitian.

BAB IV RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN

1
Pada bab ini berisikan tabel rencana kegiatan dan rincian anggaran biaya dalam
penyelesaian skripsi.

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan buku acuan atau jurnal yang digunakan penulis dalam pembuatan proposal
skripsi

BAB II
STUDI LITERATUR
2.1 Pengertian Mesin Press Sistem Pneumatic
Penggunaan pneumatik sudah lama sekali membantu dalam pelaksanaan
pekerjaan mekanis sederhana, hingga sekarang memegang peranan yang sangat
penting dalam bidang otomatisasi. Sebelum tahun 1950 pneumatik telah banyak
digunakan sebagai media kerja dalam bentuk energi tersimpan. Era 1950-an
kebutuhan sensor dan prosesor berkembang sejalan dengan kebutuhan penggerak.

1
Sistem pneumatic memanfaatkan hukum aeromekanika yang menentukan
keseimbangan antara udara di atmosfer dengan adanya gaya-gaya dari luar yaitu
aerostatika dan aliran atau aerodinamika. Prinsip kerja system pneumatic sebenarnya
sama dengan sistem hidrolik, perbedaannya hanya pada media penggerak yang digunakan
dimana hidrolik menggunakan cairan dan pneumatik menggunakan udara. Tekanan udara
atau udara yang dimampatkan inilah yang digunakan untuk menggerakkan aktuator yang
digunakan untuk berbagai keperluan.

Sistem pneumatik ini biasa diaplikasikan pada mesin – mesin industri. Dikarenakan
kurangnya daya/kekuatan mekanik dari pneumatik. Maka pneumatik ini hanya bisa
diaplikasikan pada mesin – mesin yang tidak terlalu membutuhkan tenaga mekanik yang
kuat (mesin-mesin bertenaga ringan) dalam pengoperasiannya. Sedangkan untuk mesin-
mesin yang membutuhkan tenaga mekanik yang kuat harus menggunakan sistem hidrolik.

Fungsi dari sistem pneumatic ini untuk mengatur atau mengendalikan jalannya tenaga
fluida hingga menghasilkan bentuk kerja (usaha) yang berupa tenaga mekanik melalui
silinder pneumatik maupun motor pneumatik. Bentuk-bentuk dari sistem pneumatik ini
berupa katup (valve) yang bermacam-macam. Menurut fungsinya katup-katup tersebut
dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

a) Katup sinyal sensor

b) Katup pemproses sinyal

c) Katup pengendalian

Katup-katup tersebut akan mengendalikan gerakan akuator agar menghasilkan sistem


gerakan mekanik yang sesuai dengan kebutuhan.

2.2 Jenis-jenis Mesin Press


2.2.1 Mesin Press Manual
Mesin sistem press ini sangat sederhana dan biasanya sudah dapat berfungsi ketika
memiliki tiga komponen, dimulai dari frame, ram, dan juga bed. Ketiga komponen ini
bisa ditemukan dengan mudah di mesin press manual yang digerakkan dengan tangan
kosong. Artinya tak perlu dihubungkan dengan sumber energi listrik agar bisa
difungsikan sebagaimana mestinya. Meski simpel namun hasil pressnya sudah bagus
meski butuh tenaga ekstra dan waktu kerja lebih panjang.

1
Untuk harga dan dana mungkin mesin press ini lebih hemat biaya operasionalnya,
namun, karena sumber tenaganya berasal dari manusia, mesin manual ini hanya bisa
digunakan untuk membengkokkan atau menekuk plat besi tipis dengan ketebalan kuran
dari 1mm hingga 2mm dan plat tersebut berupa alumunium, tentu saja akan memberikan
hasil produksi cukup memakan waktu dikarenakan menggunakan tenaga manusia.

Gambar 2.1 Mesin Press Manual


2.2.2 Mesin Press Hidrolik
Sesuai dengan namanya alat press satu ini memakai hidrolik sehingga
menggunakan teori hukum paskal. Sistem hidrolik ini menggunakan tekanan yang
dihasilkan oleh cairan di dalam mesin press tersebut untuk menekan sekaligus
membentuk lempengan logam yang tengah diproses. Beberapa komponen utama di
dalam mesin satu ini adalah piston, silinder, dan juga pipa hidrolik. Cairan akan diisikan
ke dalam salah satu silinder karena di mesin press jenis ini dilengkapi dua tabung
silinder.

1
Gambar 2.2 Mesin Press Hidrolik
2.2.3 Mesin Press Mekanikal
Jenis mesin press ini adalah jenis mesin mekanikal artinya mesin press ini bekerja
dengan sistem mekanik. Ada beberapa bagian yang akan bergerak naik dan turun untuk
menciptakan tekanan yang dipakai membentuk dan menekan lempengan logam ataupun
metal. Salah satu bagian terpenting di mesin jenis ini adalah bagian fly wheel yang
menyerupai roda dimana akan bergerak berputar kemudian menggerakkan komponen
lain agar tercipta gerakan naik dan turun.

Gambar 2.3 Mesin Press Mekanikal

1
2.3 Sistem Pneumatic
Kata pneumatic berasal dari bahasa Yunani “ pneuma “ yang berarti nafas atau udara.
Jadi pneumatic berarti berisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik dalam
pelaksanaan teknik udara mampat dalam teknologi industri (khususnya teknik mesin)
merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu
gaya atau gerakan. Titik persamaan dalam penggunaan tersebut ialah semua menggunakan
udara sebagai fluida kerja (jadi udara mampat sebagai pendukung, pengangkut dan pemberi
tenaga). Sistem pneumatik dibedakan berdasarkan media penggerak kutub, yaitu:

1. Pneumatik murni,

Sistem pneumatik dengan menggunakan udara sebagai media penggerak dan penggerak
katubnya juga menggunakan tekanan udara.

2. Elektro pneumatic,

Sistem pneumatik dengan udara sebagai media dan penggerak katubnya menggunakan
arus listrik.

3. Pneumatik hidrolik,

Sistem pneumatik menggunakan udara sebagai media penggerak dan penggerak


katubnya menggunakan tekanan aliran hidrolik.

2.3.1 Persamaan Dasar Pneumatic


Sebagai hukum-hukum dasar udara bertekanan, terdapat hukum Pascal dan hukum
Boyle yang dijabarkan, sebagai berikut:
1. Hukum Pascal,
Tentang perpindahan tekanan statis, terdapat hukum pascal yang secara
eksperimen dibuktikan oleh B. Pascal. Hukum ini menyatakan bahwa tekanan yang
diberikan ke suatu bagian dari suatu fluida dalam sebuah ruangan akan bekerja tegak
lurus pada smua bagian dalam ruangan itu.

Gambar 2.4 Ilustrasi Hukum Paskal

1
Apabila permukaan A1 ditekan dengan gaya sebesar F1 maka tekanan yang
terjadi dapat dijelaskan pada persamaan 2.1.

F₁
P1 = A ₁ ………………………………..…...persamaan 2.1

dengan;

P = Tekanan (Kpa)

F = Gaya (N)

A = Luasan (cm2)
Sehingga tekanan sebesar P diteruskan ke segala arah atau kesemua bagian pada sistem,
sehingga permukaan A2 terangkat maka tekanan yang terjadi dapat dijelaskan pada
persamaan 2.2.

F2 = P2 . A2....................................................................persamaan 2.2
F₁ F₂
Karena P1 = P2 maka :
A₁
= A₂
......................................................persamaan 2.3

dengan;

P = Tekanan (Kpa)

F = Gaya (N)

A = Luasan (cm2)

2. Hukum Boyle
Hukum Boyle-Mariotte menyatakan “pada temperatur konstan, volume (V) gas
berbanding terbalik dengan tekannya (P), pada saat sebuah piston silinder didorong
volume gas berkurang karena tekanan gas naik” maka tekanan yang terjadi dapat
dijelaskan pada persamaan 2.4 dibawah ini.

P1 . V1 = P2 . V2 = konstan…………………….persamaan 2.4

dengan;
P = Tekanan (Kpa)
V = Volume (m3)

1
Gambar 2.5 Ilustrasi Hukum Boyle-Mariot
2.3.2 Simbol-simbol Dalam Pneumatic
Sebagai hukum-hukum dasar udara bertekanan, terdapat hukum Pascal dan hukum
Boyle yang dijabarkan, sebagai berikut:

Pengembangan sistem pneumatik sangat membantu dengan adanya


pendekatan yang seragam mengenai gambar dari elemen dan rangkaian.
Simbol dari tiap-tiap elemen harus mencirikan (Exposito, 2003), yaitu:
1. Fungsi.
2. Metode pengaktifan dan pengembalian

3. Jumlah lubang.

4. Prinsip kerja secara umum.


5. Gambaran sederhana dari aliran sinyal.

Simbol yang tidak menjelaskan cirri-ciri, yaitu:


1. Ukuran atau dimensi komponen.

2. Metode kontruksinya atau biaya.

3. Desain arah dari saluran.

4. Detail fisik komponen.

5. Jenis sambungan-sambungan.

Simbol yang digunakan dalam pneumatik dijelaskan dalam standart DIN ISO 1219
“circuit symbols for fluidic equipment and system”. Lambang dan penggambaran yang
dinormalisasikan sangat perlu, yaitu:
1
1. Sebutan yang sama bagi unsur-unsur pneumatik.

2. Bagan hubungan yang seragam dalam semua cabang industri di negara-


negara Eropa dan negara-negara lainnya.
3. Agar bagan-bagan pneumatik dibaca tanpa adanya kesalahan.

4. Penafsiran cepat dari arti fungsi bagian pneumatik.

5. Studi literatur dari dalam maupun luar negeri.


2.3.3 Simbol dan Uraian Mengenai Komponen
Simbol yang digunakan dalam pneumatik dijelaskan dalam standart DIN
ISO 1219 “circuit symbols for fluidic equipment and system”. Simbol- simbol
terpenting lainnya ditunjukkan dalam buku pegangan TP 102. Standart- standart
konstruksi, pengujian dan rancangan sistem kontrol pneumatik diuraikan di
bagian rujukan dalam buku ini.

Simbol untuk sistem pengadaan udara bertekanan dapat ditunjukkan


berupa elemen secara sendiri-sendiri maupun secara kombinasi. Pemilihan
simbol yang sederhana atau yang detail tergantung dari tujuan rangkaian dan
tingkat kerumitannya. Pada umumnya apabila spesifikasi teknik yang khusus
diperlukan, seperti penggunaan elemen tanpa pelumasan atau kebutuhan
penyaring yang sangat kecil, maka digunakan simbol detail yang lengkap. Jika
pengadaan udara yang umum dan standar, maka simbol yang sederhana yang
digunakan. Guna pencarian kesalahan simbol detail sangat membantu. Tetapi
simbol yang detail tidak boleh menambah keruwetan dalam pembacaan
rangkaian.
2.4 Keuntungan dan Kekurangan Sistem Pneumatic
2.4.1 Keuntungan Sistem Pneumatic
Sistem pneumatik memiliki beberapa keuntungan, antara lain :

- Ramah lingkungan / bersih (jika terjadi kebocoran dalam sistem perpipaan).

- Udara sebagai tenaga penggerak memiliki jumlah yang tak terbatas.

- Lebih cepat dan responsif jika dibandingkan dengan hidrolik.

- Harganya yang murah.

- Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer.

1
- Dapat disimpan dengan baik.

- Penurunan tekanan relatif lebih kecil dibandingkan dengan sistem hidrolik.

- Viskositas fluida yang lebih kecil sehingga gesekan dapat diabaikan.

- Aman terhadap kebakaran.


2.4.2 Kekurangan Sistem Pneumatic
Sistem hidrolik memiliki pula beberapa kekurangan:

- Membutuhkan perawatan yang lebih tinggi, karena udara sebagai penggeraknya

biasanya kotor dan mengandung air sehingga gesekan antara piston cylinder dan

rumah cylinder besar dan mempercepat kerusakan pada air cylinder.

- Daya mekanik yang dihasilkan kecil.

- Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara.

- Mudah terjadi kebocoran.

- Menimbulkan suara bising.

- Mudah Mengembun.

1
2.5 Komponen Utama Mesin Press Pond Pneumatic
Komponen dari mesin press pond pneumatic ini memiliki beberapa komponen penting
yang berperan untuk dapat menggerakan hidroliknya, dengan sistem otomasis ini kita
membutuhkan beberapa komponen yaitu adalah:
- Quick coupler angin
Quick coupler angin berfungsi untuk menghubungkan atau konektor peralatan
pneumatic atau peralatan lain yang membutuhkan supply udara. Supply udara ini
biasanya berasal dari kompresor yang sengaja dipasang langsung pada drat
kompresor. Drat kompresor biasanya berukuran ¼ inch. Jika penghubungan atau
konektor berjalan dengan baik maka udara akan tersalurkan dengan aman. Namun jika
penghubung tidak dipasang dengan benar, bisa mengakibatkan kebocoran.
- Push switch pneumatic valve (Katup pneumatic saklar tekan)
Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang akan
membuka katup ke cylinder pneumatic, berfungsi untuk mengendalikan udara yang
akan masuk ke cylinder pneumatic.
- Pressure regulator valve (Katup pengatur tekanan)
Pressure regulator berfungsi untuk mengurangi tekanan input atau tekanan kerja
menjadi tekanan tertentu. Hal ini digunakan untuk mengatur besar kecilnya tekanan
yang dibutuhkan. Sering juga ini disebut sebagai reducing valve.
- Pneumatic Cylinder
Silinder pneumatik adalah perangkat mekanis yang menggunakan kekuatan udara
bertekanan (udara yang terkompresi) untuk menghasilkan kekuatan dalam gerakan
bolak – balik piston secara linier (gerakan keluar - masuk). Silinder pneumatik biasa
digunakan untuk menjepit benda, mendorong mesin pemotong, penekan mesin
pengepresan, peredam getaran, pintu penyortiran, dan lain sebagainya. Silinder
pneumatik mungkin memang memiliki banyak fungsi kegunaan, akan tetapi fungsi
dasar silinder tidak pernah berubah, dimana mereka berfungsi mengkonversi tekanan
udara atau energi potensial udara menjadi energi gerak atau kinetik.
- Kompresor
Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas, Kompresor udara
biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara atau
gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor
bekerja sebagai penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompresor yang mengisap gas
yang bertekanan lebih rendah dari pada tekanan atmosfir. 

1
2.6 Quick Coupler Udara
Quick Coupler Udara berfungsi untuk menghubungkan atau konektor peralatan
pneumatic atau peralatan lain yang membutuhkan supply udara. Supply udara ini biasanya
berasal dari kompresor yang sengaja dipasang langsung pada drat kompresor. Drat
kompresor biasanya berukuran ¼ inch. Jika penghubungan atau konektor berjalan dengan
baik maka udara akan tersalurkan dengan aman. Namun jika penghubung tidak dipasang
dengan benar, bisa mengakibatkan kebocoran.

Pada dasarnya Quick Coupler Udara terdiri dari dua jenis yaitu male dan female.
Seperti halnya pada perangkat colokan listrik yang saling menyambung satu sama lain.
Jadi agar anda bisa menggunakan komponen ini dengan baik, anda harus memiliki satu
pasangan male dan female. Untuk memasangnya anda hanya perlu memegangnya dengan
tangan dan dorong lurus ke arah adapter hingga berbunyi klik. Jika penyambungan sulit
dilakukan, gerak-gerakkanlah bagian projection part-nya dan lakukan penyambungan
kembali. Ingat jangan melakukan pemasangan dengan memegang bagian lever atau
hosenya. Kemudian untuk melepasnya anda hanya perlu mendorong body ke arah adapter
dan tekan bagian yang menonjol dengan ibu jari dan putar pojection part ke arah kanan.
Pada dasarnya Quick Coupler Udara memiliki kopling otomatis, jika konektor tidak
menyambung maka coupler akan menghentikan arus angin secara otomatis. Hal ini sangat
membantu agar terhindar dari kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan.

Gambar 2.6 Quick Coupler Udara SF 40

1
2.7 Push Switch Pneumatic Valve
Katup pneumatik merupakan salah satu komponen penting di dalam peralatan
pneumatik. Fungsi utama dari katup-katup didalam suatu sistim pneumatik adalah untuk
mengubah, membangkitkan atau menghentikan sinyal untuk keperluan keperluan
penginderaan, pemrosesan, dan pengendalian. Katup dibagi-bagi menjadi beberapa
golongan berdasarkan fungsinya didalam rangkaian penumatik. Katup juga dapat dibagi-
bagi berdasarkan jenis sinyal yang diterima, metode pengaktifan, metode kembali ke
posisi semula dan konstruksinya.
Tipe katup pneumatik dapat dikenal melalui:
 Jumlah saluran (ports) yang dimilikinya. Misalnya katup dengan tipe 2,3,4,5 port.
 Jumlah posisi kerja, misalnya katup dengan 2, 3 posisi kerja
 Metode pengaktifan, misalnya secara manual, dengan tekanan udara, atau dengan
solenoid (listrik).
 Metode pengembalian ke posisi awal, misalnya dengan tenaga pegas, tenaga udara
bertekanan atau dengan tenaga listrik (solenoid).
 Fungsi operasi khusus, misalnya melalui fungsi pengambil alihan secara manual.

Banyaknya terminal input-outpu atau port dari suatu katup ditunjukkan melalui jumlah
garis lurus yang digambar pada bagian luar dari kotak. Contohnya ditunjukkan pada
Gambar 2.7

1
Gambar 2.7 Prinsip Dasar Posisi Katup Pneumatic

Katup dengan tipe saklar tekan dengan 3 port dan 2 posisi atau lebih sering disebut sebagai
katup 3/2 ditunjukkan simbolnya pada Gambar 2.7. Disebut katup 3/2 karena memiliki 3
port atau terminal dan 2 posisi kerja yakni posisi kiri dan kanan.

Katup jenis ini diaktifkan dengan menekannya seperti halnya saklar tekan pada sistim
listrik. Gambar 2.7 (A) menunjukkan posisi atau keadaan katup sebelum ditekan atau
diaktifkan, sedangkan Gambar 2.7 (B) menunjukkan posisi atau keadaan setelah katup
diaktifkan/diaktifkan (bergeser ke kanan). Jika tidak ditekan katup akan kembali ke posisi
normal (bergeser ke kiri) akibat daya dorong oleh pegas.

Gambar 2.8 Saklar Tekan (push-button) Pneumatic


1
Pada posisi awal dimana katup belum diaktifkan, udara bertekanan tertahan pada port
no.1. Bila katup diaktifkan, maka ruangan (kotak) sebelah kiri akan bergeser ke kanan
sehingga port no. 1 dan no. 2 akan terhubung. Dengan demikian udara akan mengalir dari
port no. 1 ke port no. 2 dan selanjutnya keluar dari katup.

Keterangan:

1(P) = Masuk (Input)

2(A) = keluar (Output)

3(R) = Saluran Buang (exhaust)

Penggunaan Katup Saklar Tekan 3/2

Gambar 2.9 Contoh Aplikasi Saklar Tekan Pneumatic

1
Katup yang dioperasikan sebagai element sinyal akan menghasilkan sinyal jika diaktifkan
(mis. katup tuas dan katup roler) dan katup jenis ini akan menghasilkan sinyal yang
berguna untuk memberikan informasi mengenai posisi dari poros suatu silinder pneumatik.
Berikut adalah gambar dari

Gambar 2.10 Push Switch Pneumatic Valve


2.8 Pressure Regulator Valve
Pressure Regulator Valve adalah komponen hidrolik maupun pneumatik yang
mempunyai fungsi untuk mengatur besar tekanan udara dari sistem sumber tekanan tinggi
ke sistem pengguna tekanan rendah. Tugas dari Pressure Regulator Valve adalah untuk
menjaga tenakan udara yang nilai tekanannya lebih rendah dari pada supplynya, sehingga
tekanan udara sebelum melewati Pressure regulator valve akan selalu lebih besar dari pada
tekanan yang sudah melewati Pressure regulator valve.
Sumber sistem tekanan yang tinggi misalnya yang berasal dari kompresor, pompa, tanki
reservoir serta sistem tekanan tinggi lainnya yang didistribusikan ke suatu sistem tertentu
akan terlebih dahulu dilakukan penurunan sehingga sesuai dengan spesifikasi kebutuhan
sistem, atau juga untuk kebutuhan keamanan dan keselamatan penggunaan. Itulah fungsi
utama dilakukan pemasangan Pressure Regulating Valve (PRV).

Pressure Regulating Valve (PRV) atau disebut juga Pressure Reducing Valve dilihat

dari sistem operasionalnya bisa dibedakan kedalam 2 tipe,yaitu:

1. PRV satu tahap

2. PRV dua tahap

1
2.8.1 Pressure Regulator Valve Satu Tahap

Gambar 2.11 Pressure Regulator Valve Satu Tahap

Gambar di atas merupakan sebuah sistem PRV dengan satu tahap pressure
regulator.Beberapa komponen utama PRV tampak, yaitu: inlet dan outlet pressure
gauge, membran diafragma, pegas, poppet valve, serta tuas untuk mengatur set point
tekanan kerja PRV.Komponen-komponen tersebut tentunya mempunyai fungsi dan
kegunaan masing-masing

 Pressure gauge berfungsi sebagai penunjukan nilai tekanan udara baik pada sisi
sumber tekanan maupun sisi keluaran PRV. 
 Diafragma berfungsi untuk menciptakan sebuah ruang kerja fleksibel di dalam PRV
yang mampu berubah-ubah volume. 
 Dua pegas pada sistem PRV berfungsi untuk menghasilkan kesetimbangan tekanan,
sedangkan Poppet valve berfungsi untuk membuka serta menutup aliran udara.

Prinsip kerja Pressure Regulating Valve (satu tahap) umumnya hanya


menggunakan prinsip-prinsip sistem mekanis dan tidak ada sistem elektris sama sekali.
Jika tekanan udara di area outlet turun (area berwarna biru lebih muda), maka yang
terjadi adalah ruangan di dalam diafragma akan mengecil karena pegas 1 akan menekan
diafragma. Selain itu pegas 1 juga akan menekan poppet valve sehingga akan membuka
aliran udara untuk masuk ke area diafragma. Fluida dapat masuk ke area ini karena
memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan di dalam area
diafragma.

1
2.8.2 Pressure Regulator Valve Dua Tahap

Gambar 2.12 Pressure Regulator Valve Dua Tahap

Berbeda dengan PRV satu tahap, PRV dengan dua tahap pressure regulator
menggunakan pegas serta membran diafragma yang lebih banyak untuk menciptakan
sebuah ruang keseimbangan di dalam PRV (chamber).Ini merupakan perbedaan yang
paling mendasar jika dibandingkan dengan PRV satu tahap.

Pada saat tekanan udara pada ruangan outlet turun, maka pegas 1 akan menekan
diafragma dan poppet valve 1 sehingga fluida bertekanan lebih tinggi di chamber akan
masuk ke ruang outlet. Saat tekanan udara chamber turun karena harus masuk ke ruang
outlet, maka proses yang sama terjadi pada pegas 4 yang akan mendorong poppet valve
2 sehingga fluida bertekanan lebih tinggi masuk ke ruang chamber. Saat tekanan udara
outlet sudah sesuai dengan tekanan set point-nya, maka sistem pegas akan membentuk
kesetimbangan sehingga kedua poppet valve akan tertutup sempurna.

Melihat dari cara kerja ke dua PRV tersebut nampak bahwa dua tipe PRV tersebut
memiliki fungsi yang sama namun untuk penggunaan pada kondisi yang sedikit
berbeda. PRV dengan hanya satu tahap pengaturan tekanan lebih cocok digunakan pada
udara dengan tekanan kerja rendah. Sedangkan PRV dengan dua tahap pressure
regulator lebih cocok digunakan untuk udara bertekanan kerja sangat tinggi.

1
2.9 Pneumatic Cylinder
Pneumatics Cylinders atau Silinder Pneumatik adalah sebuah alat yang biasanya
berbentuk silinder dan digerakan oleh tekanan udara serta menghasilkan gerak linear.
Tekanan udara yang digunakan biasanya 7 bar ( untuk lebih pasti nya bisa dilihat di manual
pneumatic silinder tersebut).

Dalam mengoprasikan sebuah silinder, silinder membutuhkan katup yang dapat


mengontrol inputan pada silinder, yang dapat mengontrol keluar masuknya udara
bertekanan yaitu sebuah katup atau valve pengontrol. Katup pengontrol berfungsi untuk
mengontrol udara bertekanan yang akan disalurkan ke silinder. Dengan adanya katup
tersebut, maka yang mengontrol gerak mekanis maju atau mundur (keluar masuk) piston
silinder yaitu valve pengontrol (katup).

Adanya beberapa jenis dari Pneumatic Cylinder yaitu:

1. Silinder Pneumatik Piston

2. Silinder Pneumatik rodless

3. Silinder Pneumatik Putar

4. Silinder Pneumatik Tandem

5. Silinder Pneumatik Clamping

6. Silinder Pneumatik Drive

7. Silinder Pneumatik Bellow

8. Silinder Pneumatik Diapragma

Silinder pneumatik merupakan elemen kerja atau bagian pneumatik yang akan
menghasilkan gerak lurus bolak-balik, baik gerak itu beraturan maupun yang dapat diatur.
Berdasarkan prinsip kerjanya silinder pneumatik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

2.9.1 Pneumatic Cylinder Kerja Tunggal

Silinder kerja tunggal (single acting cylinder) digerakkan hanya satu sisi arah
saja. Oleh karenanya hanya akan menghasilkan satu arah saja. Untuk gerak baliknya
digunakan tenaga yang didapat dari suatu pegas yang telah terpasang di dalam silinder
tersebut, sehingga besar kecepatannya tergantung dari pegas yang dipakai. Ukuran

1
elemen ini biasanya dilihat dari besarnya diameter dan panjang langkahnya. Panjang
langkah dari silinder kerja tunggal ini terbatas pada panjang pegas yang dipakai.

Gambar 2.13 Silinder Tunggal

Keterangan: 
1. Rumah silinder
2. Lubang masuk udara bertekanan
3. Piston
4. Batang piston
5. Pegas pengembali

1) Prinsip kerja
Dengan memberikan udara bertekan pada satu sisi permukaan piston, sisi yang lain
terbuka ke atmosfir. Silinder hanya bisa memberikan gaya kerja satu arah. Gerakan
piston kembali masuk diberikan oleh gaya pegas yang ada didalam silinder
direncanakan hanya untuk mengembalikan silinder ke posisi awal.
2) Kegunaan
Menurut konstruksinya, silinder kerja tunggal dapat melaksanakan berbagai fungus
gerakan:
a. Menjepit benda kerja
b. Pemotongan.
c. Pengepressan
d. penganggatan

1
3) Macam-Macam Silinder Kerja Tunggal
a. Silinder difragma
Kontruksi silinder diafragma adalah tidak adanya gerakan geser dan pergeseran
sepanjang gerakannya sangat kecil sekali. Silinder ini banyak dipakai untuk gerakan
langkah yang pendek seperti untuk penjepitan, penstempelan, dan pengangkatan.
b. Silinder rol diafragma
Konstruksi silinder rol diafragma adalah serupa dengan silinder diapragma. Jika udara
bertekanan dimasukkan kedalam silinder, maka akan diterima oleh diapragma dan akan
membuka gulungan sepanjang dinding bagian dalam silinder. Seterusnya akan
menggerakkan batang torak ke depan (maju). Jenis silinder diapragma ini
memungkinkan langkah batang torak menjadi jauh lebih panjang (bisa mencapai 50
mm sampai dengan 80 mm).
2.9.2 Pneumatic Cylinder Kerja Ganda

Berbeda dengan silinder kerja tunggal, elemen ini dapat digerakkan dari dua arah.
Pada waktu langkah maju dan mundur dapat dipakai untuk kerja, sehingga dalam hal
ini akan dapat digunakan semua langkah. Secara prinsip panjang langkah torak tidak
sampai mendekati ujungnya. Sama halnya pada silinder kerja tunggal, pistonnya terbuat
dari bahan fleksibel dan dipasang pada torak dari bahan logam.

Gambar 2.14 Silinder Ganda


Keterangan: 
1) batang / rumah silinder.
2) saluran masuk. 
3) saluran keluar 
4) batang piston
5) seal
6) bearing
7) piston

1
Prinsip kerja
Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston ( arah maju )
sedangkan arah yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan pada
sisi permukaan tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar sampai mencapai
batas maksimun dan berhenti. . Gerakan silinder kembali masuk, diberikan oleh gaya
pada sisi permukaan batang piston (arah mundur) dan sisi permukaan piston (arah
maju) udaranya terbuka ke atmosfir.

Keuntungan silinder kerja ganda dapat dibebani pada kedua arah gerakan batang
pistonnya. Ini memungkinkan pemasangannya lebih fleksibel. Gaya yang diberikan
pada batang piston gerakan keluar lebih besar daripada gerakan masuk. Karena efektif
permukaandikurangi pada sisi batang piston oleh luas permukaan batang piston 

Macam-Macam Silinder Kerja Ganda


Adapun macam-macam silinder kerja ganda sebagai berikut:
a. Silinder berbantalan pelindung (double acting cylinder with end positioning
cushioning).
Yang dimaksud dengan silinder berbantalan pelindung (double acting cylinder with end
positioning cushioning) adalah silinder pneumatik kerja ganda dengan bantalan di
kedua ujung (akhir) langkah. Hal ini dimaksudkan sebagai pencegah kerusakan piston
akibat tenaga yang cukup besar. Sebelum torak mencapai langkah maksimum bantalan
piston secara langsung akan menghambat keluarnya udara, sehingga gerakan piston
sudah akan diperlambat akibatnya tahanan udara di sisi yang lain.

b. Silinder tandem atau saling bergandengan.


Konstruksi ini mencakup dua silinder kerja ganda yang dirakit menjadi satu unit
konstruksi. Melalui penataan seperti ini dan dengan masuknya piston secara bersamaan,
gaya pada batang piston menjadi berlipat ganda. Silinder jenis ini dipasang disetiap
tempat yang memerlukan gaya yang besar, tetapi diameter silinder turut menentukan.

1
2.9.3 Dorongan Silinder
Gaya dorong silinder dapat dihitung dari diameter tabung silinnder,diameter
piston rod dan tekanan udara dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 2.5.

π
Fp = 4 D2.P.1 ……………………………….persamaan 2.5

dengan;
Fp = Gaya dorong silinder (Kgf)
D = Diameter tabung silinder (Cm)
P = Tekanan udara (Kgf/Cm2)
µ1 = Koefisien tekanan beban dorong
2.9.4 Tarikan Silinder
Gaya tarikan silinder bisa diketahui dengan menggunakan persamaan 2.6.

π
Fp = 4 (D 2  d 2 ).P.2………………………persamaan 2.6

dengan;
Fp= Gaya dorong silinder (Kgf)

D =Diameter tabung silinder (Cm)

d = diameter piston (Cm)


P = Tekanan udara (Kgf/Cm2)
µ2= Koefisien tekanan beban tarik
2.9.5 Kecepatan Langkah Silinder
Waktu operasi silinder tergantung pada beban dan ukuran dari lubang masuk.
Persamaan antara kebutuhan udara dengan kecepatan langkah silinder adalah maka
kebutuhan udara yang terjadi dapat dijelaskan pada persamaan 2.7.
Q = D2 . V . Cr...........................................................persamaan 2.7
dengan;
Q = Kebutuhan udara (m3 /min)
V = Kecepatan langkah silinder
(m/det) Cr = Compression ratio
D = Diameter tabung silinder (m)

1
2.10 Kompresor
Kompresor adalah penyalur udara bertekanan, biasanya kompresor beroperasi mengisi
tangki udara bila diperlukan dan tangki berfungsi sebagai cadangan udara untuk jangka
waktu tertentu. Memperhatikan adanya kerugian tekanan pada sistem distribusi maka
kompresor harus menyalurkan udara bertekanan 6,5 bar sampai dengan 7 bar, sehingga pada
sistem kendali tekanan tetap tercapai sebesar 5 bar sampai dengan 6 bar, seperti pada
gambar 2.15.

Gambar 2.15 Sistem Pengadaan Udara Bertekanan (Kompresor)

Jenis-Jenis Kompresor
Adapun jenis-jenis kompresor terdiri dari dua kelompok, yaitu:
Kelompok pertama, adalah yang bekerja dengan prinsip pemindahan dimana udara
dikompresi (dimampatkan) dan diisikannya kedalam suatu ruangan. Kemudian mengurangi
atau memperkecil isi ruangan tersebut. Jenis ini disebut kompresor torak. (reciprocating
piston compressor, rotary piston compressor).

Kelompok kedua, adalah bekerja dengan prinsip aliran udara yaitu dengan cara menyedot
udara masuk kedalam bagian suatu sisi dam memampatkannya dengan cara percepatan
massa seperti pada prinsip sebuah turbin.

Selain jenis kompresor yang telah disebutkan diatas, kompresor juga diklasifikasikan
berdasarkan konstruksinya, yaitu:
1) Klasifikasi berdasarkan jumlah tingkat kompresi:
- satu tingkat, dua tingkat ........banyak tingkat

2) Klasifikasi berdasarkan langkah kerja:


- kerja tunggal (single acting), kerja ganda (double acting)

1
3) Klasifikasi berdasarkan susunan silinder:
- mendatar, tegak,bentuk L, bentuk V, bentuk bintang

4) Klasifikasi berdasarkan cara pendinginan:


- pendinginan air, pendinginan udara

5) Klasifikasi berdasarkan transmisi gerak


- sabuk V, roda gigi

6) Klasifikasi berdasarkan penempatannya:


- permanen (stationary), dapat dipindah (portable)

7) Klasifikasi berdasarkan pelumasannya:


- pelumasan minyak, tanpa minyak
2.11 Menentukan Konsumsi Udara
Besarnya konsumsi udara untuk tabung silinder pneumatik perlu diketahui, karena hal
ini penting untuk menjamin tersedianya udara yang cukup sehingga gerak silinder
pneumatik dapat stabil. Perancangan ini diketahui menggunakan kompesor dengan besar
tekanan udara maksimal bertekanan 6,5 bar sampai dengan 7 bar dan menggunakan silinder
pneumatik tabung gerak ganda dengan diameter piston 4 cm, diameter batang piston 1,5 cm
dan panjang langkah 12 cm. tekanan kerja yang diberikan 600 kpa, tekanan atmosfer
sebesar 101,3 kpa dan banyaknya langkah tiap menit 40 langkah/ menit. Sehingga dihitung
melalui dua tahap dengan menggunakan persamaan 2.8 dan 2.9 yaitu:

1. Tahap pertama diketahui besarnya perbandingan tekanan udara dengan


menggunakan persamaan 2.8.
Perbandingan tekanan = 101,3 kpa + tekanan operasi (kPa) …persamaan 2.8

101,3 kpa
2. Setelah diketahui besarnya tekanan udara, kemudian menghitung udara
yang diperlukan untuk gerak pneumatik, tergantung pada besarnya tekanan
operasi diameter piston dan jumlah langkah silinder pneumatik
menggunakan persamaan 2.9.
Q = ( h x ¼ π D2 ) + h x ¼ π ( D2 – d2 ) n x………….persamaan 2.9

1
perbandingan tekanan.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Diagram Alir penelitian

Adapun langkah yang dilakukan dalam penyelesaian penelitian Tugas Akhir ini:

Mulai

Identifikasi masalah

Studi literatur

Draft Design

no
Simulasi

yes

Pembuatan alat

Pengujian laboratorium

Pengujian
Pengujian produksi mesin
tekanan udara

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir

1
3.2 Penjelasan Diagram Alir
Adapun penjelasan mengenai diagram alir metodologi penelitian di atas yaitu:

1. Mengidentifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, Bagaimana membuat struktur
Mesin Press Pond Pneumatic yang bisa memotong produksi seperti sandal, masker,
kain, kertas, dll.
2. Studi literatur
Dalam studi literatur dijelaskan teori – teori tentang pengertian, komponen-
komponen , cara kerja. Sebuah alat yang akan di buat
3. Draft desain
Pada tahap ini dilakukan perancangan gambar dari bentuk struktur Mesin Press
Pond Pneumatic
4. Simulasi
Simulasi disini bertujuan untuk menganalisa dari hasil perancangan gambar
Pneumatic Cylinder pada Mesin Press Pond Pneumatic yang akan dibuat
5. Pembuatan Alat
Pada tahap ini komponen komponen Pneumatic akan di buat dan di rangkaian
dengan menjadi Mesin Press Pond Pneumatic
6. Data hasil pengujian
Tahap ini merupakan tahap pengumpulan data-data hasil pengujian yang telah
dilakukan
7. Pengolahan data, analisis dan pembahasan dalam penulisan laporan
Pada tahap ini dilakukan analisis, pengolahan dan pembahasan data-data yang
telah dikumpulkan untuk ditulis dalam pengolahan data skripsi.

1
BAB IV
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN BIAYA
4.1 Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan ini penulis buat sebagai acuan dalam menyelesaikan skripsi. Penulis
berharap dapat menyelesaikan skripsi sesuai yang telah dijadwalkan pada tabel 4.1.

N Bulan
o Kegiatan Febuari Maret April Mei Juni Juli
. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Indifikasi
                                             
. Masalah  
2
Studi Literatur                                              
.  
Seminar
3
Usulan                                          
.
Penelitian  
4 Pembuatan
                                               
. Alat
5 Pengujian Alat
                                             
. & Analisis Alat
6 Penulisan
                                               
. Laporan
7 Seminar
                                               
. Skripsi
8
Sidang                                              
.  

4.2 Anggaran Biaya


Dalam penyelesaian skripsi ini, diperlukan anggaran biaya sebesar yang ditunjukkan
oleh tabel 4.2
Tabel 4. 1 Anggaran Biaya

Anggaran Biaya
Type Nama Barang QTY Satuan Harga/pcs Total
Pengelasan   kali  
Pemesinan Penyolderan   titik  
Pengecatan   kali  
Quick Coupler Udara 1 pcs 17,500.00
 
Push Switch Pneumatic Valve 1 pcs 295,000.00
Part Pressure Regulator Valve 1 pcs 297,000.00
Pneumatic Cylinder 1 pcs 1,600,000.00
Baut dan Mur 10 pcs 5,000.00

1
Kompresor Mini 1 pcs 120,000.00
Plat Besi 1 pcs 1,200,000.00
Selang Udara 1 m 10,000.00
Power Supply 24V DC10 1 pcs 150,000.00

4.3 Desain Gambar Yang Akan Dibuat

1
DAFTAR PUSTAKA
“Sistem pneumatic” https://dokumen.tips/documents/pneumatik-pada-mesin-press.html
[20 maret 2021]
“Pengertian Sistem pneumatic” https://maswie2000.wordpress.com/2007/11/03/silinder-
pneumatik/
“prinsip kerja pneumatic” https://www.sekolahkami.com/2019/05/dasar-dasar-sistem-
pneumatik-otomotif.html
“Jenis-jenis mesin press” http://hargamesin.org/mengenal-3-jenis-alat-press-yang-
digunakan-di-lingkungan-industri/ [21 maret 2021]
https://siddix.blogspot.com/2018/08/pengenalan-mesin-press-dalam-dunia.html [22
maret 2021]
“fungsi coupler angin” https://news.ralali.com/fungsi-dan-cara-menggunakan-quick-
coupler/
“fungsi Push switch pneumatic valve (Katup pneumatic saklar tekan)”
http://ft.unj.ac.id/elektro/wp-content/uploads/2020/08/katub-pneumatik_1.pdf
“fungsi Pressure regulator valve (fungsi katup pengatur tekanan)”
https://www.tneutron.net/mesin/katup-pengatur-tekanan/#:~:text=Katup%20ini
%20berfungsi%20untuk%20membatasi,mengalir%20ke%20sistem%20tetap%20aman.
“fungsi cylinder pneumatic” http://trikueni-desain-
sistem.blogspot.com/2014/03/Pengertian-Silinder-Pneumatik.html#:~:text=Silinder
%20pneumatik%20adalah%20aktuator%20atau,(gerakan%20keluar%20%2D
%20masuk).&text=Katup%20pengontrol%20ini%20berfungsi%20mengontrol,akan
%20masuk%20ke%20tabung%20silinder.
“Pengertian Katup Pneumatic Saklar Tekan”
https://kuliah.unpatti.ac.id/mod/page/view.php?id=34
“Pengertian Cylinder Pneumatic” http://ondyx.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-
fungsi-pneumatik.html
“Pengertian Pressure Regulator Valve” https://www.cnzahid.com/2017/03/apa-itu-
pressure-regulating-valve.html#:~:text=PRV%20merupakan%20kepanjangan%20dari
%20Pressure,rendah%20sesuai%20kebutuhan%20suatu%20sistem.

Anda mungkin juga menyukai