Implementasi Hasil Kalibrasi
Calibration laboratory
PT. Multi Instrumentasi Mandiri
www.multi-instrumentasi.co.id
Definisi Kalibrasi
“Serangkaian kegiatan untuk menetapkan hubungan, dalam kondisi
tertentu, antara nilai suatu besaran yang ditunjukkan oleh peralatan ukur
atau sistem pengukuran, atau nilai yang direpresentasikan oleh bahan
ukur atau bahan acuan, dengan nilai terkait yang direalisasikan oleh
standar “
(Vocabulary of Basic and General Terms in Metrology – VIM 1993)
Hasil kalibrasi dapat berupa penetapan nilai besaran ukur atau penetapan
koreksi yang berkaitan dengan penunjukkan alat ukur
Kalibrasi dapat juga menetapkan sifat metrologis lainnya, termasuk efek
dari besaran berpengaruh
Hasil kalibrasi biasanya direkam dalam dokumen yang sering disebut
dengan sertifikat kalibrasi
2
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Beberapa bentuk pelaporan dalam sertifikat kalibrasi
1. Sertifikat yang melaporkan tabel koreksi terhadap pembacaan alat ukur
2. Sertifikat yang melaporkan persamaan koreksi
3. Sertifikat yang melaporkan pembacaan alat ukur
4. Sertifikat yang melaporkan nilai bahan ukur
Semua bentuk pelaporan dalam sertifikat kalibrasi di atas hanya lengkap
bila disertai pernyataan ketidakpastian bentangan pada tingkat
kepercayaan tertentu dan faktor cakupan yang digunakan
3
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
1. Melaporkan Tabel Koreksi Terhadap Pembacaan Alat Ukur
Pembacaan Alat Ukur Koreksi
100 -0.2
110 -0.3
120 -0.3
Ketidakpastian bentangan pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor
cakupan k=2 adalah + 0.1
Jika hasil pengukuran dengan alat tersebut menunjukkan 110, maka nilai
benar dari hasil pengukuran tersebut akan terletak pada:
110 + (-0.3) + 0.1 = 109.7 + 0.1 ; yaitu
109.6 < x < 109.8
4
dimana x adalah nilai benar dari besaran ukur
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
2.Melaporkan Persamaan Koreksi
Koreksi = 0.1 + 0.004r – 0.0012r2, r adalah pembacaan alat ukur dengan
ketidakpastian bentangan pada tingkat kepercayaan 95% dan faktor
cakupan k=2 adalah:± 0.1
Jika hasil pengukuran dengan alat tersebut menunjukkan 50, maka nilai
benar dari hasil pengukuran tersebut akan terletak pada:
50 + (0.1 + 0.004(50) - 0.0012(502)) + 0.1 = 49.8 + 0.1;
Yaitu:
49.7 < x < 49.9
Dimana x adalah nilai benar dari besaran ukur
5
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
3. Melaporkan Pembacaan Alat Ukur
Nilai Standar Pembacaan Alat
10 14.7
20 24.9
30 35.2
Ketidakpastian bentangan pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor
cakupan k=2 adalah + 0.1
Untuk memperoleh hasil pengukuran 10, maka pemakai harus memperoleh
pembacaan alat 14.7, artinya bila alat ukur menunjukkan nilai sebesar 14.7,
maka nilai besaran ukur adalah:
10 + 0.1
6
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
4.Melaporkan Nilai Bahan Ukur
Nilai Nominal Nilai Terukur
100 100.032
Ketidakpastian bentangan pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor
cakupan k=2 adalah + 0.001
Sertifikat kalibrasi bukan merupakan jaminan bahwa nilai dari suatu bahan
ukur adalah sama dengan nilai nominalnya
Bila pada suatu saat bahan ukur tersebut digunakan sebagai suatu standar
acuan maka nilai yang digunakan adalah nilai terukur, yaitu:
100.032 + 0.001
Bukan
100 + 0.001
7
Implementasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi
Suatu laboratorium pengujian menggunakan metode standar yang
memerlukan suatu proses penimbangan dengan ketelitian (akurasi) 0.1 g
pada 1000 g
Laboratorium tersebut membeli satu timbangan elektronik dengan kapasitas
1000 g dan resolusi 0.1 g yang pada saat pembelian belum disertai dengan
sertifikat kalibrasi
Laboratorium kalibrasi yang mana harus dipilih oleh laboratorium pengujian
tersebut untuk meng-kalibrasi-kan timbangan yang dimilikinya ?
8
Implementasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : memilih laboratorium kalibrasi
KAN telah menerbitkan direktori laboratorium dan lembaga inspeksi
yang telah diakreditasi
Sebagai pemilik timbangan maka pemilihan pertama adalah mencatat
laboratorium kalibrasi yang mempunyai lingkup akreditasi untuk
kalibrasi timbangan
Ketidakpastian terkecil dari suatu laboratorium kalibrasi dalam
memberikan pelayanan kalibrasi rutin diberikan dalam direktori
sebagai Calibration Measurement Capability (CMC)
9
Implementasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : memilih laboratorium kalibrasi
Untuk dapat mencapai akurasi dari timbangan seperti yang
dipersyaratkan dalam metode uji maka timbangan tersebut harus
dikalibrasikan ke laboratorium kalibrasi yang mempunyai CMC < (1/3)
akurasi yang dipersyaratkan,
atau CMC < akurasi, bila dalam penggunaannya koreksi yang
diberikan di sertifikat kalibrasi selalu digunakan
Karena meskipun timbangan tersebut sebenarnya mempunyai
karakteristik yang dapat memenuhi persyaratan metode tersebut,
apabila dikalibrasi oleh laboratorium yang CMC nya lebih besar dari
persyaratan maka hasil kalibrasinya akan memberikan tingkat akurasi
10
yang lebih besar dari persyaratan
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : Contoh sertifikat kalibrasi timbangan
Pembacaan (g) Koreksi (g) Ketidakpastian (g)
100 0.2
200 0.2
300 0.2
400 0.4
0.05 +
±
500 0.4
600 0.4
700 0.6
800 0.6
900 0.8
1000 0.8
Limit of performance : + 0.85 g
Ketidakpastian yang dilaporkan adalah ketidakpastian
bentangan pada tingkat kepercayaan 95 % dengan k = 2
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : Verifikasi Terhadap metode Uji
1000.85 g
massa konvensional 1000.8 g
Koreksi 1000.75 g
Batas atas 1000.1 g
pembacaan timbangan 1000 g Massa
Batas bawah 999.9 g
Bila koreksi yang tercantum dalam sertifikat kalibrasi tidak digunakan maka
timbangan ini tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh metode uji
12
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : Verifikasi Terhadap metode Uji
Koreksi harus digunakan
K = Massa – Pembacaan
Pembacaan = Massa - K
Bila diinginkan massa 1000 g maka
Pembacaan = 1000 g – 0.8 g = 999.2 g
batas atas 1000.1 g
1000.05 g
massa konvensional 1000 g
999.95 g
batas bawah 999.9 g
koreksi
pembacaan timbangan 999.2 g
13
Implementasi Sertifikat Kalibrasi :
Ilustrasi Penggunaan Sertifikat Kalibrasi : Verifikasi terhadap metode uji
Bila nilai Koreksi pada saat pengukuran tidak tercantum dalam sertifikat
kalibrasi
Contoh: Timbangan menunjukkan 350 g, berapa nilai koreksinya (y) ?
Maka bisa digunakan persamaan interpolasi linier :
Pembacaan Nilai koreksi
y = [{(x-a)/(b-a)} x (d-c)] + c
a c
x y
b d
Interpolasi linier antara titik ukur 300 dan 400 :
y = [{(350 – 300) /(400 – 300)} x (0,4 – 0,2)] + 0,2
= {(50/100) x 0,2} + 0,2 = 0,1 + 0,2 = 0,3 g
= 0,3 g
Jadi nilai koreksi pada pembacaan 350 g adalah 0,3 g
14
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Kebijakan KAN Tentang Ketelusuran Pengukuran : Sertifikat Kalibrasi
KAN mensyaratkan bahwa semua kalibrasi dan tera alat ukur dan uji,
standar acuan, bahan acuan dan peralatan bantu yang mempengaruhi
hasil uji dan/atau kalibrasi harus dilaksanakan oleh
✓ laboratorium kalibrasi yang diakreditasi KAN
✓ laboratorium kalibrasi yang diakreditasi oleh badan akreditasi lain
yang menandatangani MRA APLAC/ILAC
✓ Institusi Metrologi Nasional
✓ Institusi Metrologi Nasional negara lain yang diakui
✓ laboratorium kalibrasi in house yang memenuhi persyaratan dalam
kebijakan KAN
15
Interpretasi Sertifikat Kalibrasi :
Kebijakan KAN Tentang Ketelusuran Pengukuran : Evaluasi & Pernyataan Ketidakpastian
Evaluasi ketidakpastian harus sesuai dengan prinsip dasar yang diberikan
dalam "Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement"
Pernyataan ketidakpastian dalam sertifikat harus dilengkapi dengan
keterangan yang memberikan penjelasan tentang makna ketidakpastian
tersebut, misalnya:
"ketidakpastian yang dilaporkan menyatakan expanded uncertainty yang
dinyatakan pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan faktor cakupan
k=2"
ketidakpastian pengukuran sebaiknya dinyatakan dalam dua significant
digits
16
TERIMAKASIH
17