100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
4K tayangan28 halaman

INDOMARET

PT. Indomarco Prismatama mendirikan jaringan ritel Indomaret pada 1988 untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Indomaret kini memiliki lebih dari 12.300 gerai di Indonesia dengan 40% dimiliki waralaba dan 60% dimiliki perusahaan, serta 22 pusat distribusi yang menyediakan lebih dari 4.800 produk. Visi Indomaret adalah menjadi aset nasional melalui jaringan waralaba ritel yang unggul secara global.

Diunggah oleh

leny
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
4K tayangan28 halaman

INDOMARET

PT. Indomarco Prismatama mendirikan jaringan ritel Indomaret pada 1988 untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Indomaret kini memiliki lebih dari 12.300 gerai di Indonesia dengan 40% dimiliki waralaba dan 60% dimiliki perusahaan, serta 22 pusat distribusi yang menyediakan lebih dari 4.800 produk. Visi Indomaret adalah menjadi aset nasional melalui jaringan waralaba ritel yang unggul secara global.

Diunggah oleh

leny
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

INDOMARCO PRISMATAMA

INDOMARET

1. LATAR BELAKANG

Berawal dari pemikiran untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari karyawan,
maka pada tahun 1988 didirikanlah sebuah gerai yang diberi nama Indomaret. Sejalan pengembangan
operasional toko, perusahaan tertarik untuk lebih mendalami dan memahami berbagai kebutuhan dan
perilaku konsumen dalam berbelanja.

Guna mengakomodasi tujuan tersebut, beberapa orang karyawan ditugaskan untuk mengamati dan
meneliti perilaku belanja masyarakat. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa masyarakat cenderung
memilih belanja di gerai modern berdasarkan alasan kelengkapan pilihan produk yang berkualitas, harga
yang pasti dan bersaing, serta suasana yang nyaman.

Berbekal pengetahuan mengenai kebutuhan konsumen, keterampilan pengoperasian toko dan


pergeseran perilaku belanja masyarakat ke gerai modern, maka terbit keinginan luhur untuk mengabdi
lebih jauh bagi nusa dan bangsa. Niat ini diwujudkan dengan mendirikan Indomaret, dengan badan
hukum PT. Indomarco Prismatama yang memiliki visi “menjadi jaringan ritel yang unggul” serta moto
“mudah dan hemat”.

Pada mulanya Indomaret membentuk konsep penyelenggaraan gerai yang berlokasi di dekat hunian
konsumen, menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari- hari, melayani
masyarakat umum yang bersifat majemuk, serta memiliki luas toko sekitar 200 m2. Seiring dengan
perjalanan waktu dan kebutuhan pasar, Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan
perumahan, perkantoran, niaga, wisata dan apartemen. Dalam hal ini terjadilah proses pembelajaran
untuk pengoperasian suatu jaringan retail yang berskala besar, lengkap dengan berbagai pengalaman
yang kompleks dan bervariasi.
Setelah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengoperasikan jaringan ritel dalam skala besar,
Manajemen berkomitmen untuk menjadikan Indomaret sebagai sebuah aset nasional. Hal ini tidak
terlepas dari kenyataan bahwa seluruh pemikiran dan pengoperasian Perusahaan ditangani
sepenuhnya oleh putra putri Indonesia. Sebagai aset nasional, Indomaret ingin berbagi kepada
masyarakat Indonesia melalui bisnis waralaba dan juga mampu bersaing dalam persaingan global. Oleh
karena itu, visi perusahaan kemudian berkembang “menjadi aset nasional dalam bentuk

jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global”. Konsep bisnis waralaba Indomaret adalah
yang pertama dan merupakan pelopor di bidang minimarket di Indonesia. Sambutan masyarakat
ternyata sangat positif,

terbukti dengan peningkatan jumlah Terwaralaba Indomaret dari waktu ke waktu. Konsep bisnis
waralaba Perusahaan juga diakui oleh pemerintah melalui penghargaan yang diberikan kepada
Indomaret selaku “Perusahaan Waralaba Unggul 2003”.

Penghargaan semacam ini adalah yang pertama kali diberikan kepada perusahaan minimarket di
Indonesia dan sampai saat ini hanya Indomaret yang menerimanya. Saat ini Indomaret berkembang
sangat pesat dengan jumlah gerai mencapai lebih dari 12.300 gerai, terdiri dari 40% gerai milik
terwaralaba dan 60% gerai milik Perusahaan. Sebagian besar pasokan barang dagangan untuk seluruh
gerai berasal dari 22 pusat distribusi Indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis produk. Kini,
keberadaan Indomaret makin diperkuat dengan kehadiran Indogrosir, anak perusahaan dengan konsep
bisnis Pusat Perkulakan.

2. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN.

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran.

Visi (Apa cita-cita perusahaan?) : Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang
unggul dalam persaingan global.

Misi (Apa tujuan keberadaan perusahaan?) : Menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun
kebutuhan sehari- hari dan melayani masyarakat umum yang bersifat majemuk.

Tujuan (Apa yang akan dicapai perusahaan?) : Menjadikan Indomaret sebagai sebuah aset nasional.
Sasaran (Apa yang harus dilakukan untuk lebih unggul dan mencapai sasaran) :

Mengamati dan meneliti perilaku belanja masyarakat.

Mendirikan Indomaret dengan badan hukum PT. Indomarco Prismatama.

Menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari- hari, melayani masyarakat umum
yang bersifat majemuk, serta memiliki luas toko sekitar 200 m2.

Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan perumahan, perkantoran, niaga, wisata dan
apartemen.

Terus menambah jumlah gerai yang saat ini mencapai lebih dari 12.300 gerai, terdiri dari 40% gerai milik
terwaralaba dan 60% gerai milik Perusahaan

Mendirikan 22 pusat distribusi Indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis produk

Mendirikan anak perusahaan dengan konsep bisnis Pusat Perkulakan yang diberi nama Indogrosir.

Analisis Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dengan karakteristik SMART (Simple Measurable, Applicable,
Reailable, Timeable)

Simple : Tujuan harus dirumuskan dalam suatu yang sederhana dan mudah dimengerti, sehingga dapat
dipahami oleh semua anggota organisasi

Measurable : Jelas, kongkrit dan terukur dan mampu menjadi motivasi bagi karyawan

Applicable : Layak atau perusahaan mampu untuk melakukannya.

Reliable : Selalu sesuai dengan harapan dan kepentingan stakeholder serta perkembangan zaman atau
realita

Timeable : Memiliki tenggang waktu atau kemampuan untuk dicapai dalam waktu tertentu

Visi : Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan
global

Analisis SMART
Simple : Sederhana, jelas dan mudah dimengerti oleh semua anggota

organisasi. Measurable: Jelas, konkrit dan bisa menjadi motivasi bagi karyawan.

Applicable : Dengan didukung keuangan perusahaan yang kuat, SDM dan pengalaman yang bisnis
yang baik maka perusahaan akan mampu melakukan dan menggapai apa yang menjadi Visi nya yaitu
“Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global”

Timeable : Visi mampu di capai dengan catatan konsisten dalam usaha mencapai nya.

Misi: Menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari- hari dan melayani
masyarakat umum yang bersifat majemuk.

Analisis SMART

Simple : Sederhana, jelas dan mudah dimengerti oleh semua anggota organisasi.

Measurable : Jelas, konkrit dan bisa menjadi motivasi bagi karyawan.

Applicable : Dengan didukung jaringan gerai di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan maka misi bisa
dijalan kan.

Timeable : Saat ini misi sudah di capai perusahaan.

Tujuan : Menjadikan Indomaret sebagai sebuah aset nasional.

Analisis SMART

Simple : Tujuan disampaikan dengan sederhana, mudah dipahami oleh semua anggota organisasi.

Measurable : Jelas, konkrit dan terukur serta mampu menjadi motivasi bagi karywan.

Applicable : Dengan dukungan patra-putri terbaik Indonesia maka tujuan bisa di wujud kan.

Timeable : Saat ini tujuan sudah dicapai perusahaan

Sasaran :

Mengamati dan meneliti perilaku belanja masyarakat.


Mendirikan Indomaret dengan badan hukum PT. Indomarco Prismatama.

Menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari- hari, melayani masyarakat umum
yang bersifat majemuk, serta memiliki luas toko sekitar 200 m2.

Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan perumahan, perkantoran, niaga, wisata dan
apartemen.

Terus menambah jumlah gerai yang saat ini mencapai lebih dari 12.300 gerai, terdiri dari 40% gerai milik
terwaralaba dan 60% gerai milik Perusahaan

Mendirikan 22 pusat distribusi Indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis produk

Mendirikan anak perusahaan dengan konsep bisnis Pusat Perkulakan yang diberi nama Indogrosir.

Analisis SMART

Simple : Sasaran sudah jelas dan disampaikan secara berurutan.

Measurable : Sasaran terukur dan jelas.

Applicable : Sasaran memungkin kan untuk dijalan kan.

Timeable : Sasaran telah tercapai dan terus

dikembangkan.

3. DAYA SAING PERUSAHAAN.

Yang mencangkup Daya Saing Perusahaan adalah Sumber daya berwujud (Tangible), Tidak berwujud
(Intangible), Kumpulan sumber daya yang memiliki keunggulan, Kumpulan sumberdaya yang memiliki
keunggulan bersaing berkelanjutan.

Sumber daya berwujud

Kantor Pusat dan cabang sebagai tempat kegiatan bekerja.

Gudang penyimpanan di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan

Kalimantan. Kendaraan operational.

Gerai yang tersebar di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.


Kendaraan operational yang

banyak. Karyawan yang profesional.

Peralatan kantor yang memadai

Sumber daya tak berwujud.

Brand “Indomaret” yang digunakan sebagai lisensi (waralaba).

Penghargaan sebagai waralaba terbesar di Asia Pasifik.

Kumpulan sumber daya yang memiliki keunggulan.

Memiliki Gerai yang tersebar di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Memilliki gudang penyimpanan di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Memiliki kendaraan operational yang banyak.

Brand “Indomaret”

Kumpulan sumberdaya yang memiliki keunggulan bersaing berkelanjutan.

Jaringan gerai yang tersebar di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Gudang penyimpanan di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Brand “Indomaret

Kumpulan sumberdaya yang memiliki daya saing diatas rata-rata.

Memilki produk lebih dari 4.800 Jenis

Memiliki gudang penyimpanan di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Memiliki jaringan gerai yang tersebar di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan

Kalimantan. Brand “Indomaret

4. ANALISIS VALUE CHAIN


Aktifitas Utama :

AktivitasLogistik Kedalam : Menerima,menyimpan,mengelola dan mengontrol persediaan bahan baku,


pengangkutan dan pengembaliannya pada pemasok.

Aktivitas Operasi : Merubah bahan baku menjadi produk akhir.

Aktivitas Logistik Keluar : Menerima,menyimpan,mengelola dan mengontrol persediaan bahan


baku,pengangkutan dan pengembaliannya pada pemasok.

Aktivitas Pemasaran dan Penjualan : Cara dan media yang dibutuh kan untuk melakukan pemasaran.

Aktivitas Jasa (Service) : Pelayanan, service, layanan purna jual dan sebagai nya.

Aktivitas Pendukung.

Aktivitas pembelian (Procurement) : Pembelian bahan-bahan baku dan peralatan pendukung termasuk
asset perusahaan.

Aktivitas pegembangan teknologi : Menyediakan kebutuhan akan teknologi,prosedur dan teknik terbaru
yang dibutuhkan oleh tiap aktivitas.Aktivitas sumber daya manusia : Penseleksian,promosi jabatan,
penempatan, penilaian, penghargaan dan pengembangan

Aktivitas infratruktur perusahaan : Penseleksian, promosi jabatan, penempatan, penilaian, penghargaan


dan pengembangan

4. Value Chain

5. SAP DAN TABEL ANALISIS IFAS

Analisis Lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal . Menurut Wheelen & Hunger Faktor-
faktor lingkungan internal (Strenght & Weaknes ) terdiri atas :

Keuangan

Produksi
SDM

Sumber Daya

Pemasaran Teknologi

Litbang

Budaya Perusahaan

Manajemen

Fasilitas

Distribusi

Pelatihan

Sistem dan

Prosedur Peraturan

Human Relation

Network

Kondisi Internal Perusahaan Strategic Advantage Profile (SAP) Strenght

Faktor Intern

Strenght

Produk Mempunyai ribuan gerai yang menyediakan produk yang berkualitas, harga yang pasti dan
bersaing, pelayanan yang baik serta menata gerai yang bersih dan nyaman.

Marketing Saluran distribusi yang luas yaitu 12.300 gerai yang tersebar di Jawa,
Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Keuangan Keuangan (Reatabilitas,likuiditas,Solvabilitas,profitabilitas) sehat.


Litbang Mempunyai jaringan yang terintegrasi dari Gerai-Gudang dan Kantor sehingga mempermudah
dalam menentukan jumlah barang dagang yang akan di beli, di stock dan sebagai dasar pengambilan
keputusan yang strategis.

Teknologi Memiliki teknologi yang terintegrasi dari Gerai – Gudang – Kantor sehingga
memudah kan untuk melakukan analisa data dan distribusi.

Kuisioner IFAS (Internal Factor Analysis Strategi) untuk mengetahui kekuatan (Strenght)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating Skor

Mempunyai ribuan gerai yang menyediakan produk yang berkualitas, harga yang pasti dan bersaing,
pelayanan yang baik serta menata gerai yang bersih dan nyaman.

4/20= 0.20

0.80

Saluran distribusi yang luas yaitu 12.300 gerai yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

4
4/20= 0.20

0.80

Keuangan (Reatabilitas,likuiditas,Solvabilitas,profitabilitas) sehat.

4/20= 0.20

0.80

Mempunyai jaringan yang terintegrasi dari Gerai-Gudang dan Kantor sehingga mempermudah dalam
menentukan jumlah barang dagang yang akan di beli, di stock dan sebagai dasar pengambilan keputusan
yang strategis.

4/20= 0.20

3
0.60

Memiliki teknologi yang terintegrasi dari Gerai – Gudang – Kantor sehingga memudah kan untuk
melakukan analisa data dan distribusi.

4/20= 0.20

0.60

Total

20

18

3.60

Ukuran Pembobotan Ukuran Rating

Kekuatan 1 = Sedikit Penting

2 = Agak

Penting 3 =

Penting
4 = Sangat

Penting 1 =

Sedikit Kuat

2 = Agak

Kuat 3 = Kuat

4 = Sangat Kuat

Kondisi Internal Perusahaan Strategic Advantage Profile (SAP) Weakness

Faktor Intern

Weakness

Distribusi Terkadang terjadi keterlambatan kirim barang dari gudang ke gerai, sehingga
ada beberapa produk yang kosong

Human RelationTerkadang ada rasa “sungkan” terhadap karyawan yang lebih tua sehingga kurang
profesional saat mengambil keputusan bersama.

Pelatihan Karyawan Level SPV kebawah jarang diikut kan dalam pelatihan sehingga skill
karyawan tidak bertambah.

Struktur Organisasi Struktur organisasi yang gemuk sehingga banyak pengeluaran perusahaan
untuk menggaji Manager yang kerja nya kurang maksimal.

Peraturan Peraturan dan SOP perusahaan tidak tersosialisasi dengan baik, sehingga tidak
diketahui oleh semua karyawan.

Kuisioner IFAS (Internal Factor Analysis Strategi) untuk mengetahui Kelemahan (Weakness)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot
Rating

Skor

Terkadang terjadi keterlambatan kirim barang dari gudang ke gerai, sehingga ada beberapa produk
yang kosong

4/16=0.25

-2

-0.50

Terkadang ada rasa “sungkan” terhadap karyawan yang lebih tua sehingga kurang profesional saat
mengambil keputusan bersama.

3/16=0.19

-2

-0.38
Karyawan Level SPV kebawah jarang diikut kan dalam pelatihan sehingga skill karyawan tidak

bertambah. 3

3/16=0.19

-2

-0.38

Struktur organisasi yang gemuk sehingga banyak pengeluaran perusahaan untuk menggaji Manager yang
kerja nya kurang maksimal.

3/16=0.19

-2

-0.38

Peraturan dan SOP perusahaan tidak tersosialisasi dengan baik, sehingga tidak diketahui oleh semua
karyawan.

3/16=0.19

-2
-0.38

Total

16

-10

-2.00

Ukuran Pembobotan

Ukuran Rating Kelemahan

1 = Sedikit

Penting 2 = Agak

Penting

3 = Penting

4 = Sangat Penting

-1 = Sedikit Lemah

-2 = Agak Lemah

-3 = Lemah

-4 = Sangat Lemah

TOTAL NILAI KEKUATAN – TOTAL NILAI KELEMAHAN = NILAI IFAS

3.60 – 2.00 = 1.60, Jadi Nilai IFAS = 1.60


6. ETOP DAN ANALISIS EFAS

Analisis Lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal, Menurut Wheelen & Hunger Faktor-
faktor lingkungan eksternal (Opportunities & Threat ) terdiri atas :

Social Environment

Socio – Cultural Force

Economic Force

Political – Legal Force

Teknologi Force

Task Environment

Competitor

Customer

Supplier

Creditor

Labour Unions

Trade Association

Stakeholder (Pemegang Saham)

Special inters group

Mass Media

Global

Kondisi eksternal perusahaan Enviromental Threat an Opportunities Profil (ETOP) Opportunities.

Faktor Eksternal

Dampak : Opportunities
Ekonomi Rata-rata penghasilan per kapita meningkat

Competitor Competitor saat ini berstatus TBK sehingga strategi dan taktik tidak leluasa dijalan
kan seperti dulu.

Teknologi

Masyarakat saat ini lebih suka melakukan transaksi secara online.

Socio – Cultural Force

Masyarakat cenderung memilih belanja di tempat yang dekat dari rumah karena jarak akses jalan
perkotaan macet.

Socio – Environment Brand Image Indomaret bagus di mata masyarakat

Kuisioner Eksternal Factor Analysis Strategi untuk mengetahui Peluang ( Opportunities)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Rata-rata penghasilan per kapita meningkat


4

0.22

0.89

Competitor saat ini berstatus TBK sehingga strategi dan taktik tidak leluasa dijalan kan seperti dulu.

0.17

0.50

Masyarakat saat ini lebih suka melakukan transaksi secara online.

0.17

0.33
Masyarakat cenderung memilih belanja di tempat yang dekat dari rumah karena jarak akses jalan
perkotaan macet.

0.22

0.67

Brand Image Indomaret bagus di mata

masyarakat 4

0.22

0.67

Total

18

15
3.06

Ukuran Pembobotan

Ukuran Rating Peluang

1 = Sedikit

Penting 2 = Agak

Penting

3 = Penting

4 = Sangat Penting

1 = Sedikit Berpeluang

2 = Agak Berpeluang

3 = Berpeluang

4 = Sangat Berpeluang

Kondisi eksternal perusahaan Enviromental Threat and Opportunities Profil (ETOP) Threat

Faktor Eksternal

Dampak :

Threat

Pemerintah Surat Izin pembukaan gerai baru sering terhambat karena surat izin belum terbit.

Supplier Sebagian besar pihak supplier menggunakan jasa ekpedisi pada saat
pengiriman; ekpedisi sering datang telat yang berakibat telat nya pengiriman produk ke gerai.

Pesaing Ada beberapa perusahaan retail luar negri yang mulai masuk ke Indonesia

Mass Media Ada beberapa media yang memberitakan kecurangan dari kasir Indomaret dan
complain atas produk yang dibeli, sehingga mengakibat kan menurun nya brand image.
Pelanggan Terdapat beberapa permintaan pelanggan yang belum sepenuh nya bisa dipenuhi.

Kuisioner Eksternal Factor Analysis Strategi untuk mengetahui Ancaman ( Threat)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Surat Izin pembukaan gerai baru sering terhambat karena surat izin belum terbit.

2/14=0.14

-3

-0.43

Sebagian besar pihak supplier menggunakan jasa ekpedisi pada saat pengiriman; ekpedisi sering datang
telat yang berakibat telat nya pengiriman produk ke gerai.

3/14=0.21
-2

-0.43

Ada beberapa perusahaan retail luar negri yang mulai masuk ke Indonesia

2/14=0.14

-2

-0.29

Ada beberapa media yang memberitakan kecurangan dari kasir Indomaret dan complain atas produk
yang dibeli, sehingga mengakibat kan menurun nya brand image.

4/14=0.28

-3

-0.86

Terdapat beberapa permintaan pelanggan yang belum sepenuh nya bisa dipenuhi.

3
3/14=0.21

-2

-0.43

Total

14

12

– 2.43

Ukuran Pembobotan

Ukuran Rating Peluang

1 = Sedikit

Penting 2 = Agak

Penting

3 = Penting

4 = Sangat Penting

-1 = Sedikit Mengancam
-2 = Agak Mengancam

-3 = Mengancam

-4 = Sangat Mengancam

TOTAL NILAI KESEMPATAN – TOTAL NILAI ANCAMAN = NILAI EFAS

3.06 – 2.43 = 0.63, Jadi Nilai EFAS = 0.63

TOTAL TABLE IFAS DAN EFAS

TABLE

TOTAL

IFAS

3.60

-2.00
1.6

EFAS

3.06

-2.43

0.63

7. DIAGRAM SWOT

7a Analisis SWOT

7b Analisis SWOT

8. PRIORITAS STRATEGI DAN PENJELASAN KWADRAN SO, WO, WT DAN ST

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada
kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran IV sehingga perlu diadakan penyempurnaan analisis
dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing
kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini

8a Kwadran

8 Kwadran
9. MATRIK SWOT.

9. Matrik SWOT

10. VARIASI STRATEGI.

10a. Variasi Strategi

10b. Variasi Strategi Kwadran 1

10b. Variasi Strategi Kwadran

2 10c. Variasi Strategi Kwadran

10d. Variasi Strategi Kwadran 4

11. STRATEGI BISNIS

11a. Strategi Bisnis Unit

11b. Value Chain

Differensiasi 11c. Value Chain

Differensiasi

12. BISNIS PROSES

Bisnis Proses Retail


12. Bisnis Proses

Bisnis Proses Penjualan

12b. Bisnis Proses

13. SOP (Standard Operational Procedure) untuk Kasir.

13. SOP

14. ANALISIS PERSAINGAN

Indomaret VS Alfamart

14. Analisis Persaingan (IDM VS Alfa)

Indomaret VS Toko Tradisonal

14. Analisis Persaingan (IDM VS Tradisional)

15. Competitive Advantage.

15. CA

16. EVALUASI STRATEGI


16. Evaluasi

Iklan

Anda mungkin juga menyukai