Drama Sastra
Drama Sastra
Dalam suasana belajar mengajar di dalam kelas dan sedang dilakukan ulangan mendadak
serta mengumpulkan tugas.
(kemudian satu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing)
Guru : Karena ini merupakan tugas perorangan, maka penilian akan dilakukan berdasarkan
isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan
ulangan.
Reni : Hah, ulangan apa lagi pak? baru saja 2 hari yang lalu diadakan ulangan
(sambil berjalan membagikan kertas folio. Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh
karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini)
Guru : pada ulangan kali ini, bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok dan kesimpulan
dari karya tulis yang kalian buat.
(kemudian siswa hening dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk
memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. pak guru menemukan keanehan pada
tugas karya tulis milik Rara dimana isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah
20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.
Guru : baiklah yang lain bisa istirahat. Tolong Rara dan Rina tetap disini, bapak mau bicara.
(semua siswa keluar ruang kelas kecuali Rara dan Rina)
Guru : bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa sama persis,
bahkan titik dan komanya juga.
Guru : Lalu, Mengapa isi dari jawaban ulangan kalian tadi tidak sama dengan isi karya tulis
kalian?
Guru : kalau begitu, bapak anggap kalian tidak mengerjakan tugas karya tulis dan tidak
mengikuti ulangan tadi.
Rina : maaf pak. Kalau saya jujur, apakah kalau saya berkata jujur maka bapak akan bapak
akan memaafkan saya?
Guru : tentu.
Rina : saya mendapatkan materi untuk tugas karya tulis dari internet pak. Saya langsung
copy paste dan tidak saya baca lagi. Itulah mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi
karya tulis saya
Rara : saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya tulis itu pak. Dan kelihatannya dia
mencari sumber dari internet.
Rara : baik pa
Reni : iya pak, maafkan saya pak. Rara bilang dia tidak mengerti tugas dari bapak terlebih dia
bilang dia tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena dia tidak punya uang untuk
ke warnet
Guru : Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian bapak kembalikan. kalian
harus membuat karya tulis lagi dan dikumpulkan dalam 3 hari.
Alur: Pendek
Pemeran: 4 orang
Penokohan:
Sinopsis Drama
Dina diminta ibunya untuk mengantarkan barang titipan tantenya. Dina meminta Winda
untuk menemaninya kerumah tantenya. Ditengah perjalanan, motor Dina bannya kempes dan
tidak ada bengkel disekitar jalan yang mereka lewati. Secara kebetulan, Astrid dan Hesti
melihat mereka saat sedang mendorong motor. Astrid pun memberikan pertolongan kepada
Winda dan Dina dengan cara mendorong motor secara bergantian hingga sampai disebuah
bengkel.
Dialog Drama
Dina: Win, besok pagi kan libur sekolah.. kamu ada waktu nggak untuk nemenin aku ke
rumah tanteku?
Winda: Besok? aku belum tahu ya.. emangnya kamu ada perlu apa kerumah tante kamu?
Dina: Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.
Dina: Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa nggak?
Winda sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Dina.
Winda: Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? aku kerumah kamu atau
kamu yang kerumahku?
Dina: Terserah kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu.. kalau kamu mau mending kamu aja yang
kerumah aku.
Winda: Ya sudah, besok jam 8.30 aku kerumah kamu, terus kita langsung kerumah tante
kamu.
Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si Dina yang jaraknya
sekitar 20 km dari rumah Dina. Pas ditengah-tengah jalan moto yang dikendarai Dina bannya
bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban disekitar situ.
Dina: Aduh.. gimana nih, bannya bocor? kayaknya pecah nih ban!
Winda: Gimana ya.. nggak ada bengkel tambal ban lagi disini.
Mereka bedua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi tubuh mereka.
Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang
menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan jasa pengangkutan motor
hingag ke bengkel tedekat kepada Dina.
Dina: Iya. bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel nggak?
Sopir mobil box: bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?
Dina: Kok mahal amat, bang? 50 ribu ya?
Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan mendorong motor
mereka.
Sopir mobil box: Murah amat non.. ya sudah kalau nggak mau.
Setelah mendorong moto selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Winda, yaitu
Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya bernama Hesti.
Astrid: Motor kamu bocor bannya? kasihan sekali.. kamu mau kemana nih?
Winda: Nih aku mau nganterin Dina kerumah tantenya. Nggak tahu nih, bengkel kayaknya
masih jauh.. aku udah capek banget dorong motor dari tadi.
Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga tidak bisa
berbuat banyak karena disekitar itu memang cukup sepi.
Astrid: Aduh.. gimana ya.. ok, gini aja.. kalian kan sudah capek banget nih. Sekarang biar aku
yang dorong moto kamu, terus kamu bawa motor aku sambil ngikutin dari belakang.
Winda: Emang kamu nggak kecapekan entar? berat lo dorong motor ini..
Astrid: Ya tentu saja kau bakal capek, makanya kita gantian gitu..
Motor tersebut didorong oleh mereka berempat secara bergantian hingga akhirnya mereka
tiba diasalah satu bengkel tambal ban.
Pesan sosial dari drama diatas adalah tentang kepedulian seorang sahabat. Jika ada sahabat
kita yang sedang dalam masalah atau kesulitan, maka kita harus menolongnya.