Anda di halaman 1dari 9

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2021/22.1 (2021.2)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Ni Nyoman Yuni Antari Dewi

Nomor Induk Mahasiswa / NIM : 031169066

Tanggal Lahir : Tuban/ 08 Juni 1997

Kode / Nama Mata Kuliah : EKSI4416 / Sistem Pengendalian Manajemen

Kode / Nama Program Studi : 83 / Akuntansi

Kode / Nama UPBJJ : 77 / Denpasar

Hari / Tanggal UAS THE : Rabu, 29 Desember 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik
Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Ni Nyoman Yuni Antari Dewi

NIM : 031169066

Kode/ Nama Mata Kuliah : EKSI4416 / Sistem Pengendalian Manajemen

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : 83 / Akuntansi

UPBJJ – UT : 77 / Denpasar

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Rabu, 29 Desember 2021

Yang Membuat Pernyataan

Ni Nyoman Yuniantari Dewi


Jawaban
1. a) Faktor- faktor yang menyebabkan kegagalan organisasi dalam mencapaitujuan yang sudah
ditetapkan adalah
1. Kekurangjelasan dalam memberikan arahan. Beberapa orang kadang kala gagal menjalankan
pekerjaan yang mudah, karena dia tidak benar-benar paham apa tujuan sebenarnya dari yang dia
kerjakan. Oleh karena itu, salah satu fungsi sistem pengendalian adalah untuk menginformasikan
kepada pegawai bagaimana agar mereka bisa memaksimalkan kontribusinya untuk mencapai
tujuan keseluruhan dari organisasi

2. Motivasi untuk mencapai tujuan Kadangkala walaupun seseorang paham apa yang harus
dikerjakan, namun dia tidak mengerjakannya karena tidak memiliki motivasi untuk
mengerjakannya Hal ini salah satunya disebabkan oleh ketidaksamaan antara tujuan pribadi dan
tujuan organisasi. Hal yang paling bahaya dari masalah ini adalah pegawai bisa melakukan
kecurangan dan pencurian Dengan adanya sistem pengendalian hal-hal tersebut tentu saja dapat
dihindari dengan cara menyelaraskan antara tujuan individu dengan tujuan organisasi secara
keseluruhan.

3. Keterbatasan individu. Apabila arahan sudah jelas dan motivasi untuk mencapai tujuan sudah
dimiliki oleh para pegawai, namun pencapaian tujuan juga bisa jadi gagal dilakukan dikarenakan
keterbatasan orang tersebut untuk mencapai tujuan Keterbatasan tersebut mencakup keterbatasan
dalam hal kepandaian, pengalaman, pengetahuan, fisik, maupun hal-hal lainnya Dengan adanya
sistem pengendalian, masalah tersebut bisa dengan cepat diketahui dan dibuatkan solusi alternatif
untuk memecahkan permasalahan tersebut

4. Sistem pengendalian yang baik selain digunakan sebagai media pengendalian dari strategi yang
sedang dilaksanakan, juga dapat berfungsi sebagai dasar pembuatan strategi baru di masa yang
akan datang, yang biasa dikenal sebagai pengendalian interaktif. Pengendalian interaktif
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pengendalian manajemen.

b) Pengendalian interaktif adalah sistem pengendalian yang digunakan untuk membantu pelaksanaan
strategi. Dari sisi lain, strategi yang terpilih mendefinisikan faktor kunci keberhasilan yang menjadi
titik pusat dari desain dan operasi sistem pengendalian. Hasil akhirnya adalah implementasi strategi
yang berhasil. Dalam industri yang mengalami perubahan lingkungan yang pesat, informasi
pengendalian manajemen juga memberikan dasar untuk memikirkan strategi baru.

2. a) Yang dimaksud dengan pihak eksternal adalah sebuah organisasi yang dituntut untuk membuat
proses komunikasi internal berjaln baik,dan dapat menjalin komunikasi efektif dan segala hal yang ada
di lingkungan eksternal.

- Pihak –Pihak Eksternal yang terdapat dalam sebuah perusahaan adalah :


a) Pemerintah, Peran pemerintah sebagai regulator atau pembuat keputusan tentu akan
berpengaruh pada keputusan manajemen Peran pemerintah mencakup aspek ekonomi, hukum,
politik, keamanan, dan beberapa hal lainnya Sebagai contoh, aturan pemerintah tentang sistem
ketenagakerjaan tentu saja harus diikuti oleh organisasi agar tidak memiliki dampak hukum
pada suatu saat.

b) Konsumen. Konsumen merupakan pengguna dari barang ataupun jasa yang dihasilkan oleh
suatu organisasi bisnis. Kaitan konsumen terletak pada kebutuhan dan keinginan terhadap
produk yang dihasilkan. Organisasi yang baik tentu saja harus mengharmonisasi strategi
bisnisnya dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, agar target penjualan dapat terpenuhi
c) Pemasok. Dalam hal ini pemasok tidak hanya diartikan sebagai pemasok bahan baku untuk
menghasilkan produk sebuah organisasi. Pemasok diartikan dalam arti yang lebih luas yang
mencakup pemasok bahan baku, sumber daya manusia, keuangan/investor, dan sumber
informasi eksternal.

d) Pesaing. Strategi manajemen pesaing juga perlu diperhatikan, karena sedikit atau banyak
kebijakan yang dimiliki oleh pesaing akan berdampak pada organisasi kita Di samping itu
manajemen yang baik harus memiliki nilai,kompetitif yang lebih bagus dibandingkan dengan
organisasi pesaing.

e) Kelompok organisasi Pada era sekarang ini hampir seluruh lini organisasi memiliki wadah
perkumpulan atau kelompok masing-masing Hal ini tentu saja memberikan banyak pengaruh
pada proses manajemen sebuah organisasi Dengan adanya kelompok ini sehingga dapat menjadi
media untuk saling berbagi dan memberikan masukan antara anggota kelompok yang satu
dengan kelompok lainnya.

f) Masyarakat umum Masyarakat umum merupakan individu maupun kelompok masyarakat di


luar kelompok-kelompok yang sudah diuraikan di atas, yang memiliki alum komunikasi dengan
organisasi.

b)

3. Dari gambaran kelima aktivitas manajemen sumber daya manusia di atas, pengendalian manajemen
dapat dilakukan pada aktivitas berikut :
1. Perencanaan Perencanaan berkaitan dengan penyusunan rencana kerja pengelolaan sumber daya
manusia termasuk di dalamnya proses perencanaan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Khusus
pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, kegiatan yang dilakukan mencakup proses
mendeskripsikan kebutuhan sumber daya manusia beserta spesifikasi yang dibutuhkan. Pada tahap
perencanaan ini juga akan dibuat rencana proses seleksi yang akan dibuat, berkaitan dengan waktu
seleksi, tempat, jenis seleksi, dan hal lainnya. Kegiatan sistem pengendalian manajemen dilakukan
pada :

a. Dimulai dari penyusunan rencana kerja pada sektor sumber daya manusia Rencana dibuat
berdasarkan prioritas kerja, baik itu prioritas yang berkaitan dengan fungsi manajemen sumber
daya manusia maupun prioritas kerja organisasi secara umum. Tentu saja harus ada
sinkronisasi antara rencana kerja manajemen sumber daya manusia dengan rencana kerja
organisasi. Rencana kerja manajemen sumber daya manusia tidak hanya mencakup aktivitas
perekrutan personil baru saja, tetapi memiliki ruang lingkup tugas yang sangat luas, mulai dari
perekrutan, pelatihan dan pengembangan kapasitas, hingga pengelolaan dan penempatan kerja.

Rencana kerja manajemen sumber daya manusia merupakan turunan dan pengaplikasian
secara teknis dari rencana strategis organisasi. Sebagai gambaran, rencana strategis organisasi
untuk meningkatkan kapasitas sistem pengendalian manajemen dengan memanfaatkan
teknologi informası, perlu diturunkan kembali ke dalam rencana kerja manajemen sumber
daya manusia dengan membuat program kerja peningkatan kapasitas dan keterampilan
teknologi informasi para personilnya.

b. Penyiapan anggaran kerja. Pada prinsipnya proses pengelolaan sumber daya manusia ini
tergolong dalam klasifikasi biaya, karena cenderung tidak ada penghasilan atau pendapatan
dari proses manajemen sumber daya manusia ini. Namun pengeluaran dan kegiatan
pengelolaan sumber daya manusia merupakan sebuah investasi, karena sumber daya manusia
merupakan pelaksana eksekutor dari seluruh rencana yang telah dibuat. Biaya pengelolaan
sumber daya manusia secara garis besar terdiri dari biaya langsung personil, biaya pelatihan
dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, biaya administrasi dan umum. Anggaran
kerja harus sesuai dengan program dan rencana kerja yang dibuat disertai dengan ukuran yang
jelas tentang rencana penggunaan anggaran tersebut.
Sebagai contoh, anggaran untuk kegiatan pelatihan kerja, sebaiknya mencakup deskripsi yang
rinci mengenai pos-pos pengeluaran yang akan digunakan, seperti biaya permateri, biaya
akomodasi, biaya transportasi biaya konsumsı, dan biaya-biaya lainnya Sehingga dapat
memudahkan pengawasan penggunaannya.

2. Rekrutmen dan Seleksi


Rekrutmen dan seleksi merupakan proses pemilihan berdasarkan kebutuhan personil untuk
menempati posisi yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi kebutuhannya. Proses rekrutmen
dan seleksi sebenarnya tidak hanya mencakup pada kegiatan pengisian posisi dari pihak lain di
Juar organisasi. Tetapi proses seleksi bisa saja dilakukan terhadap pihak internal organisasi
tersebut, misalnya dibutuhkan personil untuk posisi sebagai kepala bagian penjualan, organisasi
dapat melakukan kegiatan seleksi dari para staf di bagian penjualan tersebut untuk mengisi posisi
yang dibutuhkan. Kegiatan perekrutan personil bertujuan untuk mendapatkan personil berkualitas
yang sesuai dengan kebutuhan organisası, untuk ditempatkan pada posisi tertentu. Mendapatkan
personil yang dan sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang sangat penting bagi organisasi
Biasanya proses rekrutmen dan seleksi kerja terdiri dari beberapa tahap, mulai dari seleksi
administratif, seleksi kemampuan teknis. wawancara, tes kesehatan, tes psikologi.

3. Pelatihan dan Pengembangan Kerja


Pelatihan dan pengembangan kerja bertujuan memberikan tambahan pengetahuan tentang sesuatu
hal baru yang belum dimiliki oleh personil bersangkutan. Salah satu target utama yang perlu
diberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas yaitu personil yang baru diterima .Setelah
personil diterima di suatu organisasi maupun instansi, tentu saja diperlukan pelatihan dan
pengembangan kemampuan kerja.

4. Penilaian dan Kompensasi Kinerja


Agar kegiatan kerja dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan dibutuhkanlah sebuah
proses penilaian kinerja. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur tingkat produktivitas kerja
seseorang, membandingkan antara target capaian dan realisasinya. Kemudian tindak lanjut dari
penilaian kinerja diikuti oleh pemberian kompensasi sebagai bentuk dari intensif berdasarkan
produktivitas kerja.

Upaya penilaian kinerja tentu saja merupakan salah satu fungsi dari upaya sistem pengendalian
manajemen secara langsung. Dibutuhkan sebuah format penilaian kinerja yang baku untuk
memudahkan evaluasinya. Biasanya setiap organisasi memiliki format dan konsep masing-
masing, tetapi inti dari yang dinilai adalah untuk membandingkan perencanaan dan
pelaksanaannya. Penilaian yang baik dilakukan melekat pada setiap peningkatan capaian, agar
proses perbaikan dapat segera dilakukan, tidak menunggu pekerjaan selesai dikerjakan baru
kemudian dilakukan perbaikan.

5. Promosi, Pemindahan, Pemisahan, dan Pemberhentian


Kegiatan promosi, pemindahan, dan pemisahan kerja adalah sebuah bentuk tindak lanjut dari hasil
evaluasi kinerja. Apabila hasil kinerja pegawai dinilai baik maka pegawai tersebut memperoleh
kesempatan untuk mendapatkan promosi dan pemindahan kerja ke tempat yang lebih baik. Namun
apabila kinerjanya masih kurang memuaskan dilakukanlah proses penyesuaian agar dapat lebih
memperbaiki kinerjanya, seperti dilakukan langkah pemindahan posisi kerja dan pemisahan
4. a). Strategi pemasaran yang tepat untuk kondisi pandemi saat ini adalah :
1. Produk (product), Produk bermakna sebagai sesuatu yang ditawarkan
baik berwujud fisik maupun tidak, yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Produk dihasilkan
dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kebutuhan mengarah kepada
keperluan atas semata yang perlu dipenuhi. Seperti yang diketahui, kebutuhan dibagi menjadi
kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder dan kebutuhan kebutuhan turunan lainnya. Kebutuhan
akan dipengaruhi atas faktor lingkungan, waktu kebiasaan, dan faktor lainnya.Terkadang cara
individu memandang suatu keburuhan dengan individu lainnya dapat berbeda-beda Konsep
lainnya mencakup keinginan keinginan bermakna hasrat untuk mendapatkan atau menghendaki
sesuatu.Terkadang keinginan dan kebutuhan akan berbeda dan terkadang tidak terjadi benturan
antara apa yang perlu lebih diutamakan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman atas
konsep kebutuhan dan keinginan inilah yang perlu dikembangkan oleh suatu organisasi untuk
menghasilkan suatu produk. Kemampuan untuk menganalisis serta memahami kebutuhan dan
keinginan calon konsumen menjadi sesuatu yang sangat berharga, sehingga organisasi dapa
menghasilkan suatu produk yang dapat memenuhi harapan serta keinginan calon konsumen atas
suatu produk. Sebagai gambaran, seorang calon konsumen yang lebih berfokus pada
fungsionalitas produk, akan lebih tertarik untuk mengambil keputusan membeli suatu produk
alat komunikasi yang dapat memenuhi kebutuhannya untuk mempermudah proses komunikasi
dengan pihak lain, ketimbang alat komunikasi yang mempunyai berbagai fungsi dan fitur tetapi
tidak pernah dia butuhkan.

2. Harga (price)
Harga merupakan komponen nilai jual atas suatu produk yang mempertimbangkan segala aspek
yang berkaitan dengan upaya atau biaya yang telah dikeluarkan untuk dapat menghasilkan suatu
produk ditambah dengan tambahan mlar atas manfaat dan kegunaan dan suatu produk. Harga
berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat
pembayaran, dan tingkat diskriminasi harga di antara berbagai kelompok konsumen. Sama
dengan komponen hauran pemasaran lainnya, tingkat harga menjadi salah sat komponen yang
sangat sensitif, kadang kala tingkat harga dapat mempengaruhi secara signifikan keputusan atas
membeli atau tidak membeli suatu produk. Dengan kata lain tingkat harga dapat menjadi faktor
penggugur maupun pengambil keputusan atas jadi atau tidaknya konsumen membeli suatu
produk.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang telah memiliki kualitas produk, strategi promosi, dan
strategi penempatan yang baik mengalami kegagalan dalam menjual produk disebabkan oleh
kesalahan menentukan tingkat harga yang mengakibatkan harga jual produk menjadi tidak
rasional .

3. Tempat (place)
Tempat berkaitan dengan di mana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi yang
memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk. Pemilihan tempat
yang baik harus mengombinasikan berbagai dasar pertimbangan. Beberapa aspek yang
berkaitan dengan tempat seperti cara mengakses, ruang lingkup, lokasi, transportasi, dan
komponen lainnya yang tidak kalah penting. Di samping itu terdapat pula dasar yang tidak
boleh dilupakan, yaitu pertimbangan berkaitan dengan manfaat yang dapat diperoleh serta biaya
yang perlu dikeluarkan.
Contohnya adalah tingkat penjualan air minum mineral dalam kemasan di daerah yang beriklim
panas sewajarnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan di daerah yang beriklim
dingin

4. Promosi (promotion)
Promosi merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Promosi
dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung Inti dari kegiatan promosi yaitu
proses komunikasi secara efektif . Makna yang terkandung pada kegiatan komunikasi efektif
dalam kaitannya dengan kegiatan pemasaran. yaitu bagaimana organisasi dapat
mengomunikasikan kelebihan-kelebihan atas produk yang ditawarkan dan sesuai dengan
kebutuhan serta keinginan konsumen sehingga dapat mempengaruhi pandangannya atas
produk yang ditawarkan. Pada dasarnya organisasi tidak harus mengadakan program promosi
yang mewah, tetapi yang dibutuhkan adalah makna dari kegiatan promosi yang dilakukan
apakah dapat mempengaruhi calon konsumen dalam mengambil keputusan atau tidak.

b) Customer Relationship Management (CRM) CRM adalah sebuah sistem terintegrasi, yang
mengintegrasikan kegiatan komunikasi pemasaran yang mencakup aktivitas aktivitas sebelum
penjualan dan setelah penjualan Sistem tersebut dimaksudkan untuk mempercepat dan
mempermudah proses komunikasi dan penerimaan umpan balik dari pihak konsumen. Hal ini juga
dapat memudahkan pihak manajemen untuk mengendalikan aktivitas kerja yang dilakukan bagian
pemasaran, serta dapat menerima secara langsung umpan balik serta informasi informasi penting
lainnya dari para konsumen Informasi yang disimpan untuk setiap pelanggan dan calon pelanggan
dianalisis dan digunakan salah satunya untuk tujuan pengendalian manajemen. Proses otomatisasi
dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan
informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem