Program BK 2021-2022
Program BK 2021-2022
PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari proses pendidikan
memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam pengembangan kualitas manusia
Indonesia yang telah diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional di dalam :
Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 yaitu : (1) beriman dan bertaqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (2) berakhlak mulia, (3) memiliki pengetahuan dan
keterampilan,(4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani, (5) memiliki kepribadian
yang mantap dan mandiri, serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan
dan kebangsaan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang
mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan
proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut.
Dengan demikian, pendidikan yang bermutu adalah suatu proses yang
menghantarkan peserta didik kearah pencapaian perkembangan diri yang optimal.
Hal ini karena peserta didik sedang berkembang ke arah kematangan atau
kemandirian.
Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan layanan
bimbingan dan konseling karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau
wawasan tentang dirinya. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh
lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan
adalah perubahan. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar
jangkauan kemampuan, maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku
peserta didik, seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-
masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Upaya menangkal dan mencegah
perilaku-perilaku yang tidak diharapkan tersebut dapat ditempuh dengan cara
mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik
dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. Hal tersebut
senada dengan tujuan bimbingan dan konseling secara umum, yakni membantu
peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya secara optimal
dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan
pemecahan masalah.
Perlu diketahui juga pada hakekatnya peserta didik mempunyai pribadi yang
unik, yang bebas merdeka , yang mampu mengarahkan pribadinya. Namun dalam
perjalanan untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tugas-tugas perkembangannya
yang memandirikan mengalami berbagai masalah, sehingga dalam mencapai
tujuannya itu diperlukan uluran tangan bantuan dari orang yang berkompeten di
dalamnya yaitu konselor. Hal ini sesuai Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor di Pasal 1 Ayat 1
menyatakan bahwa untuk dapat diangkat sebagai konselor, seseorang wajib
memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor yang berlaku
secara nasional.
Di dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang
didalamnya memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan
dilaksanakannya program pengembangan diri yang bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi
sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor,
guru, atau tenaga pendidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
1
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan
Bimbingan dan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan
sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri merupakan bantuan
untuk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan
berkembang secara optimal, dalam bimbingan dan konseling pribadi, sosial, belajar
dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan
norma-norma yang berlaku.
Layanan bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan layanan yang
dilaksanakan oleh guru BK atau konselor sesuai yang tercantum di dalam
Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV bag. VIII dijelaskan bahwa
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah guru yag mempunyai tugas,
tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik. Layanan bimbingan dan
konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam
menyusun rencana pelayanan bimbingan dan konseling, melaksanakan pelayanan
bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil pelayanan bimbingan dan
konseling serta melakukan perbaikan tindak lanjut memanfaatkan hasil evaluasi.
2
5. Pengaktualisasian diri secara optimal
C. DESKRIPSI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
Berdasarkan hasil analisa AUM Umum, Observasi, Informasi, maupun pengalaman
konselor maka permasalahan yang ada di SMAN 2 Telukjambe Timur dalam masa
pandemi covid 19 ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Masih kurang dalam keimanan dan rasa syukur terhadap nikmat Tuhan yang
Maha Esa
2. Etika berkomunikasi dengan guru dalam pelaksanaan pembelajaran secara
daring.
3. Terlambat mengikuti pembelajaran.
4. Sering tidak mengikuti pembelajaran tanpa alasan.
5. Semangat mengikuti pembelajaran yang menurun.
6. Kejenuhan dalam proses pembelajaran jarak jauh.
7. Kurangnya pemahaman tentang masa depan.
Berdasarkan assesmen yang telah dilakukan dan berdasarkan Standar Kompetensi
Kemandirian Peserta Didik, dapat dideskripsikan kebutuhan peserta didik dalam
layanan Bimbingan dan konseling , mencakup :
1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Memantapkan nilai-nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam
kehidupan yang lebih luas
3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya
sebagai pria / wanita
4. Mengenal alasan perlunya mentaati aturan / norma berperilaku
5. Memahami keseragaman aturan / patokan berperilaku dalam konteks budaya
6. Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku
7. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk mengikuti dan
melanjutkan pelajaran dan mempersiapkan karier serta berperan dalam
kehidupan bermasyarakat.
D. TUJUAN
1. Agar peserta didik dapat mengembangkan dirinya sebagai remaja yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam masa pandemi covid-19.
2. Agar peserta didik dapat tetap semangat mengikuti pembelajaran jarak jauh atau
pembelajaran secara daring.
3. Agar peserta didik memperoleh nilai-nilai dan cara bertingkah laku yang dapat
diterima dalam kehidupan yang lebih luas
4. Agar peserta didik mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
perannya sebagai pria / wanita
5. Agar peserta didik dapat mengenal alasan perlunya mentaati peraturan / norma
berperilaku
6. Agar peserta didik dapat memahami keragaman aturan / norma berperilaku dalam
konteks budaya
7. Agar peserta didik bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku
8. Agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan, bakat, minat serta dapat
merencanakan karier dan masa depannya.
3
BAB II
KONDISI OBYEKTIF SEKOLAH
Jumlah : 628
C. Partisipasi Staf Sekolah Pada Pelaksanaan Layanan Bk
1. Kepala Sekolah sangat mendukung, baik dalam kerjasama pelaksanaan BK maupun
semua kebutuhan BK dapat terpenuhi bilamana persediaan ada dan memungkinkan.
2. Wali kelas mendukung dalam memberikan informasi tentang situasi dan kondisi
peserta didik.
3. Guru mata pelajaran mendukung memberikan informasi tentang sikap dan keadaan
di dalam kelas dan di luar kelas.
4. Partisipasi dan keberadaan tenaga administrasi sangat diperlukan dalam penyediaan
format-format, menghimpun data, dan menyediakan kebutuhan perlengkapan
administrasi.
Namun masih diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak untuk
menangani setiap permasalahan yang dihadapi peserta didik, karena permasalahan yang
dihadapi peserta didik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar / pendidikan
peserta didik.
4
BAB III
ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Struktur Organisasi Bk
Kepala Sekolah
Komite Tenaga Ahli
Sekolah Wakil Kepala Sekolah Instansi
Tata Usaha
SISWA
Keterangan :
Garis Komando
Garis Koordinasi
Garis Konsultasi
Personil pelaksana layanan Bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di
dalam organigram layanan BK dengan koordinator guru BK / konselor sebagai pelaksana
utamanya. Uraian tugas masing-masing personil tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kepala sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh di sekolah yang
bersangkutan, tugas-tugasnya adalah :
a. Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan di sekolah sehingga
pelayanan pengajaran, pelatihan dan pembibingan merupakan suatu kesatuan
yang terpadu, harmonis dan dinamis.
5
b. Menyediakan prasarana, sarana, tenaga dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya layanan Bimbingan dan konseling yang aktif dan efisien.
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan
program, penilaian dan upaya tindak lanjut layanan bimbingan dan konseling.
d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan layanan BK di sekolah kepada Dinas
Pendidikan Kab/Kota yang menjadi atasannya.
2. Wakil Kepala Sekolah
Membantu kepala sekolah dalam melaksanakan tugas-tugasnya termasuk
pelaksanaan bimbingan dan konseling.
3. Koordinator BK
Tugas-tugasnya adalah :
a. Memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga
sekolah, orang tua, peserta didik dan masyarakat.
b. Menyusun program bimbingan dan konseling
c. Melaksanakan program bimbingan dan konseling
d. Mengadministrasikan layanan bimbingan dan konseling
e. Mengevaluasi dan menganalisa hasil pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling
f. Memberikan tindak lanjut terhadap hasil penilaian layanan bimbingan dan
konseling
4. Guru BK / Konselor
a. Memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling Membuat program
bimbingan dan konseling.
b. Melaksanakan program bimbingan dan konseling.
c. Melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
d. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan
pendukungnya.
e. Melaksanakan tindak lanjut.
f. Mengadministrasikan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling.
g. Mempertanggung jawabkan tugas dan kegiatannya dalam layanan bimbingan
dan konseling kepada koordinator BK dan Kepala sekolah.
5. Guru Mata Pelajaran
a. Membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta
didik.
b. Membantu guru BK mengidentifikasikan peserta didik yang memerlukan
layanan bimbingan dan konseling.
c. Mengalihtangankan peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan
konseling kepada guru BK.
d. Menerima alih tangan peserta didik dari pembimbing sepertinya pengajaran
perbaikan dan pengayaan.
e. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan peserta
didik, peserta didik dengan peserta didik yang menunjang pelaksanaan layanan
bimbingan dan konseling.
f. Memberikan kesempatan dan kemudahan pada peserta didik yang memerlukan
layanan bimbingan dan konseling untuk mengikuti kegiatan yang dimaksudkan
itu.
g. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik,
sepertinya konferensi kasus.
6
h. Mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan
bimbingan dan konseling dan upaya tindak lanjutnya.
6. Wali Kelas
a. Membantu guru BK melaksanakan tugas-tugas khususnya di sekolah (kelas)
yang menjadi tanggungannya.
b. Membantu guru mata pelajaran / pelatih melaksanakan peranannya dalam
layanan bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi
tanggungannya.
c. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik untuk
mengikuti layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling.
d. Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan guru pembimbing dalam
layanan bimbingan dan konseling khususnya kelas yang menjadi
tanggungannya.
7
B. Mekanisme Kerja Bimbingan Dan Konseling Sman 2 Telukjambe Timur
8
Guru Mapel Wali Kelas Guru BK Kepala Sekolah
Catatan CatKonseling.
Observasi Konseling
Diketahui
Dalam pembinaan peserta didik di sekolah diperlukan adanya kerjasama semua personil
sekolah yang meliputi : guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK dan kepala sekolah.
9
- daftar nilai peserta didik
- laporan observasi
- catatan anekdot
2. Wali Kelas
Disamping sebagai orang tua ke dua, di sekolah membantu mengkoordinasikan
informasi dan kelengkapan data yang meliputi :
- Daftar nilai
- Angket peserta didik
- Angket orang tua
- Laporan observasi peserta didik
- Catatan anekdot
- Catatan home visit
- Catatan wawancara
3. Guru BK
Di samping bertugas memberikan layanan informasi kepada peserta didik, juga
menangani data yang meliputi :
- Kartu akademis
- Catatan konseling
- Data psikotes
- Catatan konferensi kasus
Guru BK juga perlu melengkapi data yang diperoleh dari guru mata pelajaran, wali
kelas dan sumber-sumber lain yang terkait yang akan dilakukan dalam buku pribadi
peserta didik.
4. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan BK di sekolah perlu mengetahui dan
memeriksa kegiatan yang dilakukan guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK.
Adapun kegiatan guru BK yang perlu diketahui antara lain:
- Rapat periodik yang dilakukan guru BK setiap bulan
- Laporan kegiatan BK sebulan sekali
- Laporan kelengkapan data
10
KEPALA SEKOLAH/
KEPALA SEKOLAH/
TENAGA WAKASEK KOMI
WAKASEK KOMITE
AHLI TE
BP 3
BP 3
PESERTA
PESERTA DIDIK
DIDIK
BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
11
1. Tujuan layanan bimbingan konseling disekolah secara umum adalah:
12
c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti
pendidikan sekolah / madrasah dan belajar secara mandiri.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan
lingkungannya.
b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau
menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat
perkembangan dirinya.
c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang
dialaminya.
d. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang
dimilikinya.
a. Layanan Orientasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta
didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan bagi
peserta didik baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri
serta mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan
berkarakter.
b. Layanan Informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta
didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/
jabatan, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.
13
tuntutan kemajuan dan berkarakter-cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan
peminatan dirinya.
i. Layanan Mediasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta
didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan
pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
j. Layanan Advokasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta
didik untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau
mendapat perlakuan yang salah sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji
14
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah
peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
g. Kotak saran, yaitu media peserta didik untuk dapat menyalurkan aspirasi, saran dan
kritik.
a. Individual, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani peserta
didik secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik dalam satu kelas rombongan belajar.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani seorang
atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
f. Jarak jauh yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani
kepentingan peserta didik melalui media dan/atau saluran jarak jauh, seperti surat
adan sarana elektronik.
I. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan Pelaksanaan program Layanan Bimbingan dan Konseling di
SMA Negeri 2 Telukjambe Timur pada masa pandemi covid 19 dilaksanakan
melalui :
1. Tatap muka secara virtual menggunakan google meet/vidio call .
a. Secara klasikal untuk menyelenggarakan layanan orientasi layanan
informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten,
dan instrumentasi.
2. Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan
konseling perorangan,, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling
kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar
jadwal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui chat pribadi atau whatsapp grup.
3. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar
jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran jarak jauh.
4. Tidak kontak langsung/non tatap muka malalui Himpunan data, kunjungan
rumah,konferensi kasus, Kolaborasi, Konsultasi.
K. Penilaian Kegiatan
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling dilakukan melalui:
15
Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengetahui perolehan
peserta didik yang dilayani.
Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu
(satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling diselenggarakan untuk
mengetahuidampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
Penilaian jangka panjang (LAIJAPAN), yaitu penilaian dalam waktu
tertentu(satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa
layanan kegiatan pendukung Bimbingan dan konseling diselenggarakan untuk
mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling terhadap peserta didik.
BAB V
SARANA PRASARANA DAN ANGGARAN
16
A. Sarana dan Prasaran
Sarana dan Prasarana yang diperlukan, untuk menunjang kegiatan layanan bimbingan
dan konseling adalah :
1. Sarana
a) Alat pengumpul data, baik test maupun non test, seperti :
Angket (peserta didik dan orang tua ).
Blangko (Jurnal kegiatan,observasi, wawancara, anekdot dsb).
Blangko home visit (pemberitahuan dan laporan).
Format-format layanan (satuan layanan, satuan kegiatan, laporan).
Perlengkapan administrasi, seperti alat tulis menulis, format
rencana layanan dan kegiatan pendukung, buku tamu, dan buku administrasi
surat.
b) Program Kerja
c) Buku Petunjuk Teknis/ Rambu-rambu Pelaksanaan BK
d) Data peserta didik
2 . Prasarana
Prasarana bimbingan dan konseling yang ada di SMAN 2 Telukjambe
Timur adalah:
a. Ruang BK yang representatif
b. 3 ( tiga ) meja dan 3 ( tiga ) kursi untuk kerja guru BK
c. 1 (satu) buah almari sebagai tempat data
d. 1 ( satu ) buah almari sebagai tempat tampilan kepustakaan
e. 1 ( satu ) set rak tempat buku pribadi
f. 1 (satu) set meja tamu
g. 3 (tiga) komputer
h. 1 (satu) dispenser
i. 1 (satu) kipas angin
BAB VI LAPORAN
17
Dalam kegiatan pelaksanaan layanan Bimbingan dan konseling dan Konseling
dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu yaitu :
A. Laporan per bulan
Kegiatan yang dilaksanakan adalah melaporkan pelaksanaan selama satu bulan, yaitu
mencakup seluruh kegiatan BK.
B. Laporan per Semester
Laporan kegiatan per Semester ini meliputi :
1. Pelaksanaan kegiatan BK.
2. Evaluasi hasil pelaksanaan BK.
3. Analisis hasil evaluasi pelaksanaan BK.
4. Tindak lanjut pelaksanaan program BK.
C. Laporan Insidental
Melaporkan kegiatan layanan BK sewaktu-waktu karena suatu hal yang mendesak.
D. Laporan Akhir Tahun Pelajaran
Yaitu melaporkan seluruh kegiatan dalam satu tahun pelajaran.
BAB VII
18
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ditinjau dari uraian dan permasalahan yang ada, dapat ditarik suatu kesimpulan :
1. Perlu adanya peningkatan profesionalisme guru BK.
2. Guru BK harus memiliki tanggung jawab terhadap individu yang dilayani, maupun
terhadap ikatan profesinya dalam menjalankan tugas.
3. Guru BK perlu membuat program secara sistematis sebagai pedoman dan acuan
dalam melaksanakan tugas.
4. Perlu adanya kerjasama yang baik antara guru BK dengan guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua peserta didik maupun dengan semua personil sekolah yang ada.
5. Pelaksanaan layanan BK akan sangat menentukan dalam mencapai peningkatan
prestasi belajar peserta didik serta sikap, sehingga perlu adanya perhatian yang
sungguh-sungguh dari semua pihak sekolah.
B. Saran – Saran
Dengan terselesaikannya program kerja ini kami mengharapkan berbagai masukan dari
semua pihak yang terkait, agar nantinya dapat lebih sempurna lagi dan benar-benar
dapat terlaksana dengan baik.
19
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1. Operasional Layanan BK
2. Prota
3. Promes
4. Silabus
5. RPL
6. Daftar Siswa Asuh
20