Anda di halaman 1dari 7

JMH e-ISSN.

2715-9728
p-ISSN. 2715-8039
Jurnal Medika Hutama
Vol 03 No 01, Oktober 2021
http://jurnalmedikahutama.com

Open Acces
EFEKTIVITAS JUS MENTIMUN (Cucumis sativus L) DALAM MENURUNKAN TEKANAN
DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Syahfa Alzena Asadha1


1 Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Corresponding Author: Syahfa Alzena Asadha, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung..
E-Mail: syahfaaa@gmail.com

Received August 13, 2021; Accepted August 21, 2021; Online Published October 04, 2021

Abstrak

Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat maju, baik pria ataupun wanita, tua ataupun muda
bisa terserang penyakit ini, dan gejalanya tidak terasa. Hipertensi adalah peningkatan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau
peningkatan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Penyakit ini disebut sebagai silent diseases dan merupakan faktor
risiko utama dari perkembangan atau penyebab penyakit jantung dan stroke. Penanganan hipertensi dapat dilakukan
dengan pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu alternatif penanganan hipertensi dengan non
farmakologi yaitu dengan pemberian jus mentimun. Hal tersebut terjadi karena kandungan didalam mentimun yaitu
kalium, magnesium, dan fosfor yang menyebabkan penghambatan pada Sistem Renin Angiotensin dan juga akan
menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah perifer. Mentimun juga bermanfaat sebagai detoksifikasi karena
mengandung air yang sangat tinggi hingga 90%, hal ini membuat mentimun memiliki efek diuretic. Sehingga dengan
mengonsumsi jus mentimun akan sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi. Metode penelitian yang digunakan
adalah literature review dari beberapa jurnal baik dari nasional maupun internasional kemudian dirangkum menjadi
sebuah topik pembahasan dan disajikan dalam artikel. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan hasil
bahwa jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Keywords: Hipertensi; Jus Mentimun; Tekanan darah

PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu


kondisi dimana tekanan darah seseorang berada diatas
Hipertensi merupakan tantangan besar di
angka normal yaitu 120/80 mmHg.2
Indonesia. Hipertensi merupakan kondisi yang sering
ditemukan pada pelayanan kesehatan primer dengan Berdasarkan data World Health Organization
risiko morbiditas dan mortalitas yang meningkat sesuai (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar
dengan peningkatan tekanan sistolik dan diastolik yang orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3
menjadi penyebab utama gagal jantung, stroke dan orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah
gagal ginjal. Hipertensi disebut juga sebagai penyandang hipertensi terus meningkat setiap
“pembunuh diam–diam” karena orang dengan tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5
hipertensi sering tidak menampakkan gejala. Institut miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan
Nasional Jantung, Paru dan Darah di Indonesia setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat
memperkirakan separuh orang yang menderita hipertensi dan komplikasinya.1 Prevalensi hipertensi
hipertensi tidak sadar akan kondisinya.1 di Indonesia berdasarkan laporan Riskesdas pada bulan
1594
Maret 2018 menyatakan bahwa hasil pengukuran pada kelamin, merokok, obesitas, serta stress psikologis dan
penduduk usia ≥18 tahun sebesar 34,1%, dengan faktor yang menyebabkan kambuhnya hipertensi
provinsi tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1%), antara lain pola makan, merokok dan stress. 6
sedangkan terendah di Papua sebesar (22,2%).
Pengobatan dasar untuk hipertensi adalah non-
Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar
farmakologis terapi, dan termasuk penurunan berat
63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di
badan, asupan natrium terbatas, aktivitas fisik, dan
Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian
penghentian merokok dan konsumsi alkohol. Namun,
(0,7%).3
kepatuhan jangka panjang dengan pengobatan non-
Hipertensi merupakan salah satu penyakit farmakologis sulit bagi sebagian besar pasien. Oleh
degeneratif. Umumnya tekanan darah bertambah karena itu, obat anti-hipertensi adalah pilihan yang
secara perlahan dengan bertambahnya umur. Resiko lebih disukai untuk mengobati hipertensi. 7
untuk menderita hipertensi pada populasi ≥ 55 tahun
Obat anti hipertensi telah lama terbukti efektif
yang tadinya tekanan darahnya prehipertensi sebelum
digunakan untuk mengontrol tekanan darah, akan
mereka didiagnosis hipertensi terjadi pada umur di
tetapi sumber daya nabati juga memiliki peranan
antara dekade ketiga dan dekade kelima. Sampai
penting dan dapat dimanfaatkan dalam mengontol
dengan umur 55 tahun, laki-laki lebih banyak
tekanan darah. Sumber daya yang dapat dimanfaatkan
menderita hipertensi dibanding perempuan.Dari umur
untuk mengontrol tekanan darah antara lain buah-
55-74 tahun, sedikit lebih banyak perempuan
buahan, sayur-sayuran yang tinggi serat, kaya vitamin
dibanding laki-laki yang menderita hipertensi. Pada
serta mineral contohnya yaitu mentimun.2
populasi lansia (umur ≥ 60 tahun), prevalensi untuk
hipertensi sebesar 65,4%. Di Amerika, diperkirakan Buah mentimun sangat baik di konsumsi untuk

30% penduduknya (± 50 juta jiwa) menderita tekanan penderita hipertensi. Suatu makanan dikatakan

darah tinggi (≥ 140/90 mmHg); dengan presentase makanan yang sehat untuk pembuluh darah dan

biaya kesehatan cukup besar setiap tahunnya.4 jantung, dimana makanan tersebut mengandung kalium
yang merupakan elektrolit intraseluler yang utama,
Penyakit tekanan darah tinggi/hipertensi
dalam kenyataan, 98% kalium tubuh berada di dalam
merupakan salah satu faktor resiko terpenting yang
sel, 2% sisanya berada di luar sel, yang penting adalah
dapat mengakibatkan penyakit cerebrovaskuler, gagal
2% ini untuk fungsi neuromuskuler. Kalium
jantung congestive, stroke, penyakit jantung koroner
mempengaruhi aktivitas baik otot skelet maupun otot
dan penyakit ginjal yang memiliki angka morbiditas
jantung. Mengkonsumsi mentimun dapat menurunkan
dan mortalitas tinggi. 5
tekanan darah dan sangat baik untuk penderita
Faktor pemicu hipertensi dapat dibedakan atas hipertensi. Mentimun juga mempunyai bersifat diuretik
yang tidak dapat terkontrol (seperti keturunan, jenis karena kandungan airnya yang tinggi sehingga
kelamin, dan umur) dan yang dapat dikontrol (seperti membantu menurunkan tekanan darah dan dapat
kegemukan, kurang olahraga, merokok, serta konsumsi meningkatkan buang air kecil(BAK). 8
alkohol dan garam), Hipertensi memiliki berbagai
Kalium merupakan elektrolit intraseluler yang
faktor resiko yang memiliki keterkaitan erat dengan
utama, dalam kenyataannya 98% kalium tubuh berada
pemicu terjadinya penyakit tersebut. Berbagai faktor
dalam sel, 2% ini untuk fungsi neuromuskuler. Kalium
resiko hipertensi meliputi genetik, ras, usia, jenis

1595
mempengaruhi aktivitas baik otot skeletal maupun otot mmHg. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa nilai p
jantung. 9 < ɑ (0,001 < 0,05), yang berarti bahwa ada perbedaan
yang signifikan antara rerata nilai tekanan darah
Dari uraian diatas maka peneliti akan mengkaji
diastole sebelum dan sesudah intervensi. 10
tentang “Efektivitas Jus Mentimun (Cucumis Sativus
L) dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita
Lalu sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Hipertensi” yaitu mereview dan membandingkan
Christine, dkk (2021) didapatkan bahwa ada perubahan
jurnal penelitian yang berhubungan berdasarkan
tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan jus
studi literatur.
mentimun. Terdapat efektifitas jus mentimun terhadap
penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan

ISI rancangan pra-eksperimental dengan rancangan pra-


pasca tes dalam satu kelompok (One Grup Pre Post
METODE PENELITIAN
Test Design) dengan ciri penelitian ini adalah
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara
adalah literature review dari berbagai jurnal nasional
melibatkan satu kelompok subjek. Sebagian besar usia
maupun internasional. Kemudian sumber bacaan
responden adalah manula (> 65 tahun) sebanyak 13
yang telah diperoleh dianalisis dengan metode
responden (76,5%) sedangkan paling sedikit adalah
sistematik literature review yang meliputi aktivitas
lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 4 orang (23,5%).
pengumpulan, evaluasi, dan pengembangan penelitian
Rata-rata tekanan darah sistole 150 mmHg dan diastole
dengan fokus tertentu.
rata-rata 91,7 mmHg sebelum diberi jus mentimun.
Hasil tekanan darah sesudah diberikan terapi jus
HASIL PENELITIAN
mentimun yang diambil pada pemberian terakhir pada
Pada penelitian Barus, dkk (2019) menggunakan sistole 124,7 mmHg dan diastole 78,8 mmHg. Hasil uji
rancangan Quasi Experiment dengan one group Pre- Wilcoxon Rank Test menunjukkan adanya perbedaan
Post Test Design. Pada desain ini terdapat pre test pada tekanan darah (systole dan diastole) responden
sebelum dilakukan perlakuan. Dengan demikian hasil sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun
perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat (p=0.002). Yang berarti terjadi perubahan tekanan
membandingkan dengan keadaan sebelum diberi darah sistole dan diastole sesudah diberikan terapi jus
perlakuan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 mentimun.11
orang di Dusun IV Tanjung Anom. Rerata tekanan
Dan pada penelitian oleh Ponggohong, dkk
darah sistolik sebelum intervensi adalah 149,13 mmHg
(2015) dengan desain penelitian yang digunakan
sedangkan rerata tekanan darah sistolik sesudah
intervensi adalah 136,09 mmHg, hasil uji statistic adalah Quasi-experimental design dengan rancangan

menunjukkan bahwa nilai p < ɑ (0,001 < 0,05) yang penelitian Pretest-posttest with control group adalah

berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan rerata dilakukan dengan dua kelompok, satu kelompok diberi

nilai tekanan darah diastole sebelum dan sesudah perlakuan dan kelompok lain sebagai kontrol,
kemudian diobservasi sebelum dan sesudahnya.
intervensi. Dan rerata tekanan darah diastole sebelum
Penelitian ini dilakukan pada 32 responden yang
intervensi adalah 97,83 mmHg, sedangkan rerata
dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol
tekanan darah diastole sesudah intervensi adalah 86,96
dan kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi
1596
didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum pemberian reflex baroreseptor dengan mekanisme berikut ini.
jus mentimun pada kelompok intervensi yaitu 167,50 Curah jantung ditentukan oleh volume sekuncup dan
dan rata-rata sesudah lebih rendah yaitu 113,13 dengan frekuensi jantung. Tahanan perifer ditentukan oleh
standar deviasi 6,021. Dibandingkan dengan rata-rata diameter arteriol. Bila diameternya menurun
tekanan darah sebelum pada kelompok kontrol tanpa (vasokontriksi), tahanan perifer meningkat; bila
pemberian jus metimun yaitu 161,88 dan rata-rata diameternya meningkat (vasodilatasi), tahanan perifer
sesudah lebih rendah yaitu 123,75 dengan standar akan menurun. Pengaturan primer tekanan arteri
deviasi 9,574. Berdasarkan hasil analisis didapatkan dipengaruhi oleh baroreseptor pada sinus karotikus dan
nilai p Value adalah 0,000 dengan α < 0,05, yang arkus aorta yang akan menyampaikan impuls kepusat
berarti p Value < α (0,000 < 0,05) terlihat adanya saraf simpatis di medulla. Bil tekanan arteri
perbedaan yang signifikan yaitu rata-rata tekanan meningkat, maka ujungujung baroreseptor akan
darah pada penderita hipertensi pada kelompok teregang. Sehingga bangkit dan menghambat pusat
intervensi yang diberi jus mentimun dengan tekanan simpatis. Hal ini akan menurunkan tegangan pusat
darah pada penderita hipertensi pada kelompok kontrol simpatis, akibatnya frekuensi jantung akan menurun,
tanpa diberi jus mentimun.12 arteriol mengalami dilatasi, dan tekanan arteri kembali
ke level awal.15

Pada tekanan darah tinggi, kadar renin harus


PEMBAHASAN diturunkan karena peningkatan tekana arteriolar renal
Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana mungkin menghambat sekresi rennin. Karena
aliran darah secara konsisten memiliki tekanan yang peningkatan tekanan darah terus menerus pada klien
tinggi pada dinding arteri. Diagnosis hipertensi hipertensi esensial akan mengakibatkan penebalan
ditegakkan apabila tekanan darah sistolik diatas 140 penebalan arteriol-arteriol. Karena pembuluh darah
13
mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg. menebal, maka perfusi jaringan menurun dan

Hipertensi merupakan manifestasi gangguan mengakibatkan kerusakan organ tubuh. Hal ini

keseimbangan hemodinamik system kardiovaskular, menyebabkan infark miokard, stroke, gagal jantung

yang mana patofisiologinya adalah multi faktor, dan ginjal. 16

sehingga tidak bisa diterangkan dengan hanya satu Hasil penelitian Zauhani Kusnul dan Zainal
mekanisme tunggal. Menurut Kaplan, hipertensi Munir (2011) dan Yuniati Valentina (2010)
banyak menyangkut faktor genetik, lingkungan, dan menyimpulkan ada pengaruh bermakna (signifikan)
pusat-pusat regulasi hemodinamik. Kalau dari pemberian jus mentimun terhadap penurunan
disederhanakan sebetulnya hipertensi adalah interaksi tekanan darah. Adapun Sistematika (taksonomi)
cardiacoutput (CO) dan total peripheral resistence tanaman mentimun adalah sebagai berikut:
14
(TPR).
Kingdom : Plantae
Pengaturan tekanan arteri meliputi kontrol system
Divisi : Dermatophyta
persarafan yang kompleks dan hormonal yang saling
Subdivisio : Angiospermae
berhubungan satu sama lain dalam mempengaruhi
curah jantung dan tahanan vaskular perifer. Hal lain Kelas : Dicotyledonae

yang ikut dalam pengaturan tekanan darah adalah Ordo : Cucurbiteles

1597
Famili : Cucubirtales berkhasiat sebagai diuretik. Air mentimun juga

Genus : Cucumis berkhasiat menjaga kesehatan ginjal dan aktivitasnya


sehingga dapat mengubah aktivitas system renin
Spesies : Cucumis sativus L.
angiotensin. Kandungan kalium membantu mengatur
saraf perifer dan sentral yang mempengaruhi tekanan
Penelitian Aisyah (2014) menyebutkan darah. Cara kerja kalium adalah kebalikan dari
mentimun memiliki berbagai macam kandungan gizi natrium. Konsumsi kalium yang banyak akan
diantaranya adalah kalium, kalsium, dan magnesium. meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan
Berbagai penelitian membuktikan bahwa ada kaitan intraseluler sehingga cenderung menarik cairan dari
erat antara intake kalium, kalsium, dan magnesium bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. 19
terhadap penurunan tekanan darah. Semakin rendah
Penurunan tekanan darah terjadi karena
intake kalium maka tekanan darah akan semakin
mentimun mempunyai kandungan kalium yang
tinggi. Rasio natrium/kalium juga berhubungan dengan
menyebabkan penghambatan pada Sistem Renin
tekanan darah. Pengurangan intake natrium sebesar
Angiotensin juga menyebabkan terjadinya penurunan
100 mmol perhari dan konsumsi kalium sampai
sekresi aldosteron, sehingga terjadi penurunan
dengan 70 mmol dalam sehari, maka tekanan darah
reabsorpsi natrium dan air di tubulus ginjal. Akibat
sistole diprediksi akan turun sebesar 3,4 mmHg. Intake
dari mekanisme tersebut, maka terjadi peningkatan
kalium berpengaruh pada pembuluh darah yaitu kalium
diuresis yang menyebabkan berkurangnya volume
akan menurunkan resistensi pembuluh darah perifer
darah, sehingga tekanan darah pun menjadi turun.
yang secara langsung dapat melebarkan arteri,
Selain itu, kalium juga akan menyebabkan terjadinya
peningkatan pengeluaran air dan natrium dari tubuh,
vasodilatasi pembuluh darah perifer, akibatnya terjadi
penekanan sekresi renin- angiotensin, dan stimulasi
penurunan resistensi perifer, dan tekanan darah juga
dari aktivitas pompa natrium-kalium.17
menjadi turun. Hal tersebut terjadi karena kandungan
didalam mentimun yaitu potassium, magnesium, dan
Fungsi dari kalium adalah pemeliharaan
fosfor pada mentimun yang berkhasiat menurunkan
keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan
tekanan darah tinggi.Mentimun juga bermanfaat
asam basa. Bersama kalsium, kalium berperan dalam
sebagai detoksifikasi karena kandungan air sangat
transmisi saraf dan relaksasi otot. Di dalam sel, kalium
tinggi hingga 90% membuat mentimun memiliki efek
berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi
diuretik. Mineral yang kaya dalam mentimun memang
biologik, terutama dalam metabolisme energi dan
mampu mengikat garam dan dikeluarkan melaluiurin.
sintesis glikogen dan protein. 18
20

Konsumsi kalium dalam jumlah yang tinggi


Beberapa mekanisme bagaimana kalium dapat
dapat melindungi individu dari hipertensi. Fungsi dari
menurunkan tekanan darah sebagai berikut : Kalium
kalium adalah bersama natrium, kalium memegang
dapat menurunkan tekanan darah dengan vasodilatasi
peranan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan
sehingga menyebabkan penurunan retensi perifer total
elektrolit serta keseimbangan asam basa.Bersama
dan meningkatkan output jantung. Karena mentimun
kalsium, kalium berperan dalam transmisi saraf dan
memiliki sekitar 95% dari kandungan air maka
relaksasi otot.Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai
mentimun menurunkan tekanan darah dengan
katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama
1598
dalam metabolisme energi dan sintesis glikogen dan 5. Smeltzer CS and Bar GB. Buku ajar
protein. Kalium berperan dalam pertumbuhan sel. Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Taraf kalium dalam otot berhubungan dengan massa Suddarth. Ed 2. Jakarta:EGC;2013
otot dan simpangan glikogen, oleh karena itu bila otot 6. Aidha Z and Tarigan AA. Survey hipertensi dan
beradadalampembentukan dibutuhkan kalium dalam pencegahan komplikasinya di wilayah pesisir
jumlah cukup. Tekanan darah normal memerlukan kecamatan percut sei tuan tahun 2018. Jurnal
perbandingan antara natrium dan kalium yang sesuai di jumantik. 2019; 4(1): 101–112.
dalam tubuh. Perkiraan kebutuhan kalium di dalam 7. James PA, Oparil S, Carter BL et al. Evidence-
tubuh, karena merupakan bagian esensial semua sel based guideline for the management of high
hidup, kalium banyak terdapat dalam bahan makanan, blood pressure in adults: Report from the panel
salah satunya adalah mentimun. Kebutuhan minimum members appointed to the Eighth Joint National
akan kalium sebanyak 2000 mg sehari. Pemenuhan Committee (JNC 8). JAMA. 2014; 311(5): 507–
kalium kurang dari minimum maka detak jantung akan 20.
berdebar- debar dan menurunkan kemampuan untuk 8. Suhaema I, Luthfiyah F, Al-khair M. Perbedaan
memompa darah. Asupan kalium yang meningkat akan tekanan darah pasien hipertensi sebelum dan
menurunkan tekanan darah sistolik dandiastolik. 20 sesudah pemberian jus mentimun (Cucumis
sativus L) di Puskesmas Denggen Kecamatan
SIMPULAN Selong Kabupaten Lombok timur. Jurnal Media
Bina Ilmiah. 2014; 8(1): 63-7.
Dari literature review ini dapat disimpulkan
9. Brunner and Suddarth. Keperawatan Medikal-
bahwa terbukti hasil penelitian mengenai Efektivitas
Bedah. Ed 12. Jakarta: EGC; 2015.
Jus Mentimun (Cucumis sativus L) dalam Menurunkan
10. Barus M, Ginting A, Turnip AJ. Terapi Jus
Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Hasil
Mentimun Menurunkan Tekanan Darah pada
penelitian menunjukan jus mentimun dapat
Penderita Hipertensi. Jurnal Mutiara Ners. 2019;
menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
2(2): 230-37.
11. Christine M, Ivana T, Martini M. Pengaruh

DAFTAR PUSTAKA Pemberian Jus Mentimun terhadap Tekanan


Darah Lansia dengan Hipertensi Di Pstw Sinta
Rangkang Tahun 2020. Jurnal Keperawatan
1. P2PTM Kemenkes RI. Hari Hipertensi Dunia
Suaka Insan. 2021; 6(1).
2019 : “Know Your Number, Kendalikan
12. Ponggohong CE, Rompas SSJ, Ismanto AY.
Tekanan Darahmu dengan CERDIK. 2019.
Pengaruh Pemberian Jus Mentimun terhadap
http://p2ptm.kemkes.go.id/
Tekanan Darah pada Penderita Hipertensidi Desa
2. Wulandari A. Cara Jitu Mengatasi Hipertensi.
Tolombukan Kec. Pasan Kab. Minahasa
Yogyakarta: CV. Andi Offset; 2011.
Tenggara Tahun 2015. eJournal Keperawatan.
3. Kemenkes RI. Laporan Riset Kesehatan Dasar
2015; 3(2): 1-10.
2018. www.depkes.go.id.
13. Lebalado PL and Mulyati T. Pengaruh
4. Triyanto E. Pelayanan Keperawatan Bagi
Pemberian Jus Mentimun (Cucumis sativus L)
Penderita Hipertensi. Yogyakata: Graha Ilmu;
terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik
2014.
1599
Pada Penderita Hipertensi. Journal of Nutrition 18. Nurhidayat S. Efektivitas Jus Mentimun
College. 2014; 3(3): 396-403. Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada
14. Kaplan NM. Primary hypertension: Penderita Hipertensi. Ponorogo: Muhamadiyah
pathogenesis. Kaplan’sclinical hypertension. University of ponorogo Press; 2012.
10th edition. Philadelphia: Lippincot Williams & 19. Amran Y, Febrianti, Irawanti L. Pengaruh
Wilkins; 2010. 44- 108. Tambahan Asupan Kalium dari Diet Terhadap
15. Muttaqin A. Pengantar Asuhan Keperawatan Penurunan Hipertensi Sistolik Tingkat Sedang
Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. pada Lanjut Usia. Jurnal Kesehatan Masyarakat
Jakarta : Salemba Medika; 2012. Nasional. 2010; 5(3).
16. Udjiati W. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta: 20. Prakoso A, Agusman F, Sonhaji. Pengaruh
Salemba Medika; 2010. pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah
17. Aisyah and Probosari E. Pengaruh Pemberian Jus pada lansia dengan hipertensi di posyandu di
Mentimun (Cucumis Sativus L) terhadap kabupaten demak. Demak: Prosiding Konferensi
Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Nasional II PPNI Jawa Tengah; 2014. 76-81.
Hipertensi Wanita Usia 40-60 tahun. Journal of
Nutrition College. 2014;3(4): 818-823.

1600