0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan21 halaman

Laporan Kasus Gerd pada Pasien 22 Tahun

Klien pria berusia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri perut, mual, muntah, dan kembung yang sudah berlangsung 3 hari. Riwayat penyakitnya adalah asam lambung dan sering terlambat makan. Pemeriksaan fisik menemukan nyeri tekan di epigastrik dan lidah berwarna merah putih. Diagnosa awal adalah GERD dan colic gaster.

Diunggah oleh

Acep Ranal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan21 halaman

Laporan Kasus Gerd pada Pasien 22 Tahun

Klien pria berusia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri perut, mual, muntah, dan kembung yang sudah berlangsung 3 hari. Riwayat penyakitnya adalah asam lambung dan sering terlambat makan. Pemeriksaan fisik menemukan nyeri tekan di epigastrik dan lidah berwarna merah putih. Diagnosa awal adalah GERD dan colic gaster.

Diunggah oleh

Acep Ranal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

KLIEN DENGAN GERD

A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. J
Umur : 22 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Karyawan swasta
Agama : Kristen
Suku/Bangsa : Indonesia
Status Perkawinan : Belum kawin
Alamat : Bumi Kencana Blok S No. 11 Kel.
Kibing Kec. Batu Aji
Tanggal Masuk : 24-11-2022
Diagnosa Medis : GERD + COLIC GASTER
2. RIWAYAT PENYAKIT
a. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan nyeri di bagian perut ulu hati, mual, muntah,
kembung, sesak, banyak sendawa hilang timbul.
b. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Klien mulai sakit ini sudah sejak 3 hari yang lalu, nyeri di bagian perut
dirasakan seperti melilit, ada mual, muntah, kembung, sesak, banyak
sendawa hilang timbul. Badan terasa lemas BAB lancar tidak ada
mencret. Klien mempunyai riwayat penyakit asam lambung, sering
terlambat makan, suka minum kopi dan teh. Klien mengatakan sudah
minum obat akan tetapi belum ada perbaikan.
c. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Klien mengatakan jarang sakit dan jarang sekali melakukan
pengecekan kesehatan. Klien juga mengatakan tidak ada keluarga yang
pernah mengalami penyakit seperti itu.
d. RIWAYAT ALERGI
Klien tidak mempunyai riwayat alergi seperti makanan dan obat-
obatan .
3. Pengkajian Pola Gordon
Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Data subyektif
a. Sebelum
Klien mengatakan sebelum sakit saat ini, klien juga mengalami sakit
seperti sekarang
b. Sejak Sakit
Klien mengatakan Nyeri pada bagian perut ulu hati terasa seperti melilit,
disertai adanya mual (+), muntah (+), kembung, sesak, banyak sendawa
hilang timbul. Sudah minum obat tapi tidak ada perubahan.

1
Data Obyektif :
a. Tampak meringis
b. Memegang bagian perut
c. Skala nyeri 5
MK: Nyeri akut b.d agen cedera fisiologis
1. Pola Nutrisi dan Metabolik
Data Subyektif
a. Sebelum sakit
Sebelum sakit klien makan nasi sehari 3x, habis 1 porsi setiap kali
makan. Minum air putih sehari bisa sampai 8 gelas. BB: 63 Kg
b. Sejak sakit
Sejak sakit klien makan diet dari RS sehari 3x, habis ¾ porsi setiap kali
makan. Minum air putih hanya 3 gelas , mengeluh mual dan muntah setiap
kali makan .BB: 63 kg
Data Obyektif
Porsi diet dari RS banyak bersisa tidak di makan pasien , pasien mual (+) dan
muntah (+)
MK: Ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh

2. Pola Eliminasi
Data Subyektif
a. Sebelum sakit
Pola BAB : Klien mengatakan sebelum sakit BAB 1 hari sekali, ,
konsistensi padat, berwarna kuning.
Pola BAK : BAK klien sehari 1000 cc, warna kuning jernih
b. Sejak sakit
Pola BAB : Klien mengatakan BAB 1 kali sehari setiap pagi hari.Pola
BAK : Klien mengatakan BAK 7-8 x , warna kekuningan
Data Obyektif
Pola BAB : 1 kali sehari tanpa obat pencahar.Pola
BAK : 7-8 kali, warna kekuningan
3. Pola Aktivitas dan Latihan
Data Subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan sebelum sakit sering melakukan olah raga larisore.
b. Sejak sakit
Sejak sakit klien mengatatakan badan terasa lemah, klien juga,
mengatakan hanya berbaring di tempat tidur.
Data Objektif
Tampak lemah dan lesu
4. Pola persepsi kognitif
Data subyektif
a. Sebelum Sakit

2
Klien mengatakan sebelum sakit tidak ada gangguan pada panca indera
penglihatan, indera penciuman, pendengaran, perasa dan peraba.
b. Sejak Sakit
Klien mengatakan sejak sakit tidak jauh berbeda dari sebelum sakit.
5. Persepsi dan Konsep Diri
Data Subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan hubungan keluarga baik dan tidak ada masalah
b. Sejak Sakit
Sejak sakit keluarga sering datang berkunjung dan menemani klien di RS
serta memberikan motivasi supaya cepat sembuh
Data Obyektif
Klien tampak sering ditemani keluarga, klien kooperatif
6. Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap Stress
Data subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan klien suka bercerita dan suka ngobrol dengan anggota
keluarga yang lain jika ada masalah, klien juga mengatakan klien selalu
bercerita setiap ada masalah, dan jika ada masalah diselesaikan bersama
b. Sejak Sakit
Sejak sakit tidak jauh berbeda dengan sebelum sakit
Pola Data obyektif
Klien tampak kooperatif
7. Hubungan dan Peran
Data Subjektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan sangat dekat dengan keluarga klien, selain itu hubungan
dengan orang orang disekitarnya juga harmonis
b. Sejak Sakit
Sejak sakit tidak jauh beda dengan sebelum sakit
Data Objektif
Keluarga tampak bergantian menjaga klien
8. Pola Reproduksi
Data Subjektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan belum menikah
b. Sejak Sakit
Sejak sakit tidak jauh beda dengan sebelum sakit
Data Objektif
Tidak terkaji

3
9. Pola Nilai dan Keyakinan
Data Subjektif
a. Sebelum Sakit
Klien menganut agama Kristen, keluarga mengatakan klien adalah
orang yang taat beribadah.
b. Sejak Sakit
Sejak sakit tidak jauh beda dengan sebelum sakit
Data Objektif
Tidak terkaji

10. Pemeriksaan Fisik


Keadaan Umum : sedang
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4 M6 V5
Tanda-tanda Vital
TD : 120/70 mmHg
Suhu : 36oC
Nadi : 82 kali/menit
RR : 20 kali/menit
1. Pemeriksaan Kepala dan Leher
a. Kepala dan rambut
Kepala
Kulit kepala :Bersih tidak ada ketombe dan tidak ada tanda-tanda
infeksi
Rambut
Penyebaran rambut : Rambut menyebar dan merata,
Bau : Rambut tampak bersih, tidak bau
warna rambut : Warna rambut hitam
Struktur wajah :
- Palpebra: Tidak ada edema di palbebra
- Konjungtiva dan sclera : Konjungtiva tidak anemis dan sclera
tidak tampak ikterik
- Cornea dan Iris :Tidak ada kekeruhan di kornea dan iris
- Mulut dan Faring :Tidak ada tanda-tanda infeksi di mulut dan
faring
- Keadaan bibir : Mukosa bibir kering
- Keadaan gusi dan gigi : Tidak ada infeksi di gusi dan gigi
- Keadaan lidah : Lidah kotor berwarna merah putih
- Orofaring : Tidak mengeluh sulit menelan
Leher
Thyroid :Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
Suara : Suara klien terdengar dengan jelas
kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Vena jigularis : Tidak ada pembesaran vena jigularis
Denyut nadi karotis : Denyut nadi karotis teraba dengan jelas

4
2. Pemeriksaan Integumen
Kebersihan : Kulit klien bersih
Kehangatan : Kulit klien teraba hangat
Turgor : Turgor kulit klien baik
Kelembaban : Kulit klien lembab
Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan kulit pada klien
3. Pemeriksaan Dada dan Thorax
Pemeriksaan Paru
Inspeksi:
Bentuk thorak : Normal
Pernafasan : 20 kali/menit
Irama : Teratur
Tanda kesulitan bernafas : Tidak
a. Palpasi : Getaran suara normal, tidak terasa suara
tambahan
b. Perkusi : Resonan
c. Auskultasi : Vesikuler dan tidak ada suara nafas tambahan
Pemeriksaan Jantung
a. Inspeksi : Palpitasi klien tidak nampak di daerah sekitar jantung
serta tidak ada pembesaran di daerah dada
b. Palpasi Pulsasi : Terasa denyut nadi pada area jantung
c. Perkusi : Dullnes/redup
d. Auskultasi
Bunyi jantung : S1 dan S2 terdengar murni
Bunyi tambahan : Tidak ada bunyi tambahan
Murmur : Tidak tedengar bunyi murmur jantung
Frekuensi : 80 kali/menit
4. Pemeriksaan Payudara
Areola coklat tua, papilla menonjol, tidak teraba ada massa.
5. Abdomen
Benjolan/ massa : Tidak ada benjolan/massa
Bayangan pembuluh darah: Tidak ada bayangan pembuluh darah
a. Auskultasi
Peristaltik usus : 20 kali/menit
Suara tambahan : Tidak ada suara tambahan
b. Palpasi
Tanda nyeri tekan : Ada nyeri tekan pada bagian epiastrik
Benjolan/ massa : Tidak ada benjolan/massa
Tanda ascites : Tidak ada penumpukan cairan
Hepar : Tidak teraba
Lien : Tidak teraba
Titik MC Burney : Tidak ada nyeri tekan di titik MC Burney
c. Perkusi
Suara abdomen : Tympani
Pemeriksaan ascites : Tidak ada ascites

5
6. Genetalia
Tidak terkaji
7. Ektremitas
a. Kesimetrisan otot : Simetris kanan dan kiri
b. Pemeriksaan edema : Tidak ada edema
c. Pemeriksaan ekstremitas atas kanan : Klien terpasang IV line di
metacarpal dextra iv cath no. 20 terpasang infus RL 1500 cc/24 jam .
8. Neurologis
Tingkat kesadaran : E4 V5 M6 ( Compos Mentis )

11. Pemeriksaan Penunjang


1. Pemeriksaan darah tanggal 24-11-2022
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
HEMATOLOGI
- Hemoglobin 15.1 g/dl 13 -18
- Leukosit (WBC) 8.600 mm^3/mm3 5.000 -11.000
- Hematokrit (HCT) 49 % 40 - 48
- Trombosit (PLT) 263.000 mm^3/mm3 15.000 – 5.000
- Eritrosit 5.2 4.5 – 5.5
RAPID TEST ATIGEN NEGATIF NEGATIF

12. Terapi

Nama Obat Dosis Fungsi


INJEKSI ONDANCETRON 3x4 mg (Ampul) Ondancetron adalah obat yang
digunakan untuk mencegah serta
mengobati mual dan muntah yang bisa
disebabkan oleh efek samping
kemoterapi, radioterapi, atau operasi.
Obat ini hanya boleh dikonsumsi
dengan resep dokter. Ondansetron
adalah antiemetik (antimual) yang
termasuk dalam kelompok antagonis
reseptor serotonin (reseptor 5HT 3).
BUSCOPAN 40mg/ 12jam Buscopan adalah obat yang digunakan
untuk mengatasi nyeri dan kram pada
bagian perut.
RANITIDINE 50mg/12 jam Manfaat ranitidine adalah untuk
mengobati tukak lambung, tukak
duodenum, hiperasiditas lambung,

6
erosif esofaginitis, serta infeksi yang
disebabkan oleh bakteri H. pylori
SUKRALFAT 15ml/8JAM Sukralfat atau sucralfate adalah obat
untuk mengatasi tukak lambung, ulkus
duodenum, atau gastritis kronis. Obat
ini akan menempel di bagian lambung
atau usus yang luka dan
melindunginya dari asam lambung,
enzim pencernaan, dan garam empedu.

7
Tanggal Data Subjektif/Objektif Problem Etiologi
24-11-2022 DS : Nyeri GERD
Klien nyeri di bagian perut dirasakan
seperti melilit, terasa hilang timbul, Asam lambung mengiritasi
faktor yang memperberat rasa nyeri sel mukosa esophagus
ketika terlambat makan dan bila
kekenyangan. Kerusakan sel mukosa
esophagus
DO :
Peradangan Hearth burn
Tampak meringis, memegang daerah
perut.
Odinofagia
Skala nyeri 5
Nyeri akut
TD : 120/70 mmHg
Suhu : 36oC
Nadi : 82kali/Menit
RR : 20 kali/Menit
24-11-2022 DS : Gangguan rasa GERD
- Klien mengatakan tidak nyaman nyaman
dibagian lambung Nafas bau asam
- Klien mengeluh mual dan muntah
- Klien mengatakan asam dimulut Perangsangan saraf
- Klien mengatakan tidak berminat
makan simpatis NV (Nervus

DO : Vagus)

- Saliva meningkat Meningkatkan produksi


- Mual(+)
- Muntah (+) Hcl di Lambung
- Diet hanya habis ¼
porsi Mual

24-11-2022 DS: Ansietas GERD


Klien mengatakan khawatir dengan
kondisi sakitnya saat ini Proses penyakit

DO: Kurang pemahaman


Tampak g elisah tentang penyakit
Muka tampak pu cat
Suara bergetar saat berb icar a Kekhawatiran

8
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut b.d agen cedera bioligis


2. Gangguan menelan b.d penyempitan/struktur pada esophagus akibat gastroesofageal reflux
disease.
3. Ansietas b.d proses penyakit
RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Rencana Keperawatan


Keperawat Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
an
1. Nyeri Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama - Lakukan pengkajian nyeri secara
akut b.d 3x24 jam nyeri klien berkurang dengan kriteria komprehensif, termasuk lokasi,
agen cedera hasil : karakteristik, durasi, frekuensi,
biologis - Mampu mengontrol nyeri kualitas dan factor presipitasi
- Melaporkan nyeri berkurang skala 3 - Observasi reaksi nonverbal dan
- Mampu mengenali nyeri ketidaknyamanan
- Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri - Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
berkurang menentukan intervensi
- Tanda vital dalam rentang normal - Ajarkan tentang teknik non
farmakologi: nafas dalam,
relaksasi, distraksi, kompres
hangat/dingin
- Berikan analgesic untuk
mengurangi nyeri: Buscopan
- Berikan informasi tentang nyeri
seperti penyebab nyeri,berapa
lama nyeri akan berkurang dan
antisipasi ketidaknyamanan dari
prosedur
- Monitor vital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesic
- Anjurkan pasien banyak istirahat
2. Ganguan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x - Bantu pasien dengan mengontrol
menelan b.d 24 jam maka gangguan menelan pada klien dapat kepala
penyempita diatasi dengan kriteria hasil: - Letakkan pasien pada posisi
n/struktur - Klien dapat menelan makanan dengan sempurna duduk/tegak selama dan setelah
pada skala 4 makan.
esophagus - Berikan makan perlahan pada
akibat lingkungan yang tenang
gastroesofag
eal reflux
disease.

9
3. Ansietas Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama - Kolaborasi dengan ahli gizi
b.d proses 1x24 jam, ansietas pada klien dapat diatasi
penyakit dengan kriteria hasil : - Dorong pasien untuk
- Menyingkirkan tanda kecemasan skala 4 mengungkapkan pikiran dan
- Merencanakan strategi koping skala 4 perasaan
- Intensitas kecemasan skala 4
- Mencari informasi untuk menurunkan cemas - Berikan informasi yang dapat
skala 4 dipercaya dan konsisten dan
dukungan untuk orang terdekat

- Tingkatkan rasa tenang dan


lingkungan tenang

- Pertahankan kontak sering dengan


pasien, bicara dengan menyentuh
bila tepat

10
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Waktu No Dx Implementasi Respon


24-11-2022 1, 2, 3 - Mengkaji Kondisi klien dan Kes CM, keadaan pasien sedang,
Jam 18:00 memonitor vital sign mengeluh nyeri di perut ulu hati,
seperti melilit terasa hilang
timbul, faktor yang memperberat
rasa nyeri ketika terlambat makan,
tidak nafsu makan, mual(+),
muntah (+), sesak, banyak
sendawa hilang timbul
TD : 120/70 mmHg
Suhu : 36oC
Nadi : 82 kali/menit
RR : 20 kali/menit
- Akral hangat , warna kulit
kemerahan, skala nyeri 5 ,nyeri
hilang beberapa saat setelah
diberi obat injeksi
2, 3 - Mengkaji adanya alergi makanan - Klien tidak ada alergi makanan. -
Menganjurkan pasien makan Pasien menghabiskan ½ porsi
tanbahan(makan sedikit tapi dari diet yang disediakan oleh
sering) dan makan makanan yang ahli gizi lalu muntah setelah
lunak makan tambahan.

1 - Memberikan obat Ondancentron inj - Klien mengatakan nyeri


1Ampul iv berkurang setelah di beri obat

1 - Menganjurkan pasien melakukan - Klien mengatakan


teknik relaksasi Tarik nafas dalam mengerti dengan penjelasan
bilanyeri timbul dan menganjurkan perawat
pasien banyak istirahat

- Menyambung infus RL 1500 - Infus lancar, tidak ada tanda-


cc/24 jam tanda infeksi.

1, 2, 3 - Mengkaji kembali Kondisi klien KU: sedang, Kes CM.


danmemonitor vital sign Klien mengatakan masih mual dan
muntah, tidak selera makan dan
nyeri perut terasa hilang timbul,
skala nyeri 4
Observasi ttv :
TD: 120/70 mmHg
Pols: 82 kali/menit
RR: 20 kali/menit
Suhu: 36oC

- Memonitor mual dan muntah


11
25-11-2022 2 - Memberikan obat injeksi Ondancetron - Pasien mengatkan masih mual dan
4 mg iv muntah berkurang

1,2 - Memberikan snak sore yang disediakan - Obat melalui iv, berjalan lancar,
ahli gizi, memonitor reflek menelan infus tidak bengkak, tidak ada tanda-
makanan. memonitor mual dan muntah tanda plebitis.
menganjurkan klien makan porsi
2, 3 makan kecil tapi sering dan makan - Klien mengatakan Mual (+), muntah
makanan yang lunak (+), tidak selera makan. Dan setiap
kali makan terasa mau muntah
- Menganjurkan pasien istirahat

- Mengkaji adanya alergi makanan dan


memberi makan siang yang sudah
1 disediakan ahli gizi.Memonitor jumlah - Klien tampak sedang istirahat
nutrisi Menjurkan klien meningkatkan Tidak ada alergi makanan dan Diet
protein lambung II 1700 kkal Hanya habis ½
porsi

- Mengkaji Kondisi klien dan memonitor Kes CM, keadaan pasien sedang,
1, 2, 3 vital sign -Klien mengatakan nyeri perut terasa
hilang timbul, faktor yang
memperberat rasa nyeri ketika
terlambat makan dan bila
kekenyangan. mulai berkurang , skala
3-4, nyeri hilang timbul, nyeri
berkurang setelah di beri obat
- Klien mengatakan tidak nafsu
makan, mual dan muntah mulai
berkurang
- Klien mengatakan Terasa ingin
muntah saat makan
- .TD :120/80 mmHg
Suhu : 36oC
Nadi : 83 kali/menit
RR : 18 kali/menit, Akral hangat ,
warna kulit kemerahan, skala nyeri 3-4
,nyeri hilang beberapa saat setelah
diberi obat injeksi

26-11-2022 - Mengkaji Kondisi klien dan memonitor Kes CM, keadaan pasien sedang,
1, 2, 3 vital sign mengeluh nyeri di bagian perut terasa
hilang timbul, faktor yang
memperberat rasa nyeri ketika
terlambat makan dan bila
kekenyangan. sudah mulai berkurang.
, nafsu makan mulai membaik , mual
masih ada dan muntah tidak ada lagi
.TD :120/70 mmHg, Suhu : 36oC,
Nadi : 80kali/menit, RR : 22 kali/
menit, Akral hangat, warna kulit
kemerahan, skala nyeri 3, nyeri hilang
beberapa saat setelah diberi obat
injeksi
12
1 - Memberikan obat oral Ranitidine tab, - Obat oral, dapat di telan dengan baik.
Buscopan 1 tab, Sukralfat syrup 1 C obat di minum sebelum makan.

2, 3 - Memberikan makan malam yang - Klien mengatakan Mual (-), muntah


disediakan ahli gizi, menganjurkan (-), nafsu makan sudah membaik,
pasien banyak minum air putih, dan makanan yang disediakan ahli
memonitor mual, menganjurkan klien gizi di makan. ½ porsi
meningkatkan protein dan vitamin C

1 - Memonitor vital sign - TD 120/70 mmHg


- Nadi 78 x/menit
- RR 20 x/menit
- Suhu 36oC
- Mengkaji Kondisi klien dan memonitor Kes CM, keadaan pasien sedang,pasien
1, 2, 3 vital sign mengatakan nyeri di perut terasa hilang
timbul, faktor yang memperberat rasa
nyeri ketika terlambat makan dan bila
kekenyangan. sudah berkurang, mual
tidak ada , muntah tidak ada , dapat
makan seperti sebelumnya.Nafsu
makan membaik. TD 120/70 mmHg,
Nadi 78 x/menit, RR 20 x/menit, Suhu
36.36oC, Akral hangat , warna kulit
kemerahan, skala nyeri 1-2 ,nyeri hilang
beberapa saat setelah diberi obat injeksi

13
EVALUASI

Waktu No Dx SOAP

24-11-2022 1,2,3 S:
Jam 18:00
- Klien mengatakan nyeri perut mulai berkurang , skala 3-4, nyerihilang
timbul, nyeri berkurang setelah di beri obat
- Klien mengatakan tidak nafsu makan, mual dan muntah masih ada
- Klien mengatakan muntah saat makan

O:
- Mual (+), muntah (+)
- Diet habis ¾ porsi
- Tampak terbaring lemah diatas tempat tidur
- Terpasang infus RL 1500 cc/24 jam
- Tampak mual dan muntah saat makan

Observasi ttv
- TD:120/70 mmHg
- Pols : 82 kali/menit
- RR: 20 kali/menit
- Suhu: 36oC

A:
- Nyeri akut belum teratasi
- Mual dan muntah belum
teratasi
- Ansietas belum teratasi

P:
- Monitor jumlah nutrisi
- Monitor mual dan muntah
- Anjurkan pasien makan ( diet lambung 1700 kkal )
- Anjurkan pasien menghindari makan rendah serat
- Kaji apakah klien cukup sadar dan responsive, dapat mengontrol mulut,
dapat batuk atau reflek muntah, posisi klien sudah nyaman, dan dapat
menelan salivanya sendiri
- Berikan diet lunak pada pasien
- Berikan makanan dengan pelan, pastikan makanan dikunyah halus
sebelum ditelan.
- Kaji keluhan nyeri, intensitas dan durasi, perhatikan petunjuk verbal dan
non verbal
- Kolaborasi dengan DPJP dalam pemberian therapy dan cairan
14
intravena
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diet

25-11-2022 S:
Jam 18:00 - Klien mengatakan nyeri perut mulai berkurang , skala 2-3, nyeri hilang
timbul, nyeri berkurang setelah di beri obat
- Klien mengatakantidak nafsu makan, mual dan muntah mulai berkurang
- Klien mengatakan Terasa ingin muntah saat makan

O:
- Mua(+), muntah (+)
- Diet habis ¾ porsi
- Tampak terbaing lemah diatas tempat tidur
- Terpasang infus futrolit 1500/8 jam jam
- Tampak mual dan muntah saat makan

Hasil monitor ttv:


- TD :120/80 mmHg,
- Suhu : 36oC
- Nadi : 83 kali/ Menit,
- RR : 18 kali/ menit

A:
- Nyeri akut teratasi sebagian
- Nausea teratasi sebagian
- Ganguan menelan teratasi sebagian

P:
- Monitor jumlah nutrisi
- Monitor mual dan muntah
- Anjurkan pasien makan ( diet lambung 1700 kkal )
- Anjurkan pasien menghindari makan rendah serat
- Kaji apakah klien cukup sadar dan responsive, dapat mengontrol mulut,
dapat batuk atau reflek muntah, posisi klien sudah nyaman, dan dapat
menelan salivanya sendiri.
- Berikan diet lunak pada pasien
- Berikan makanan dengan pelan, pasietikan makanan dikunyah halus sebelum
ditelan.
- Kaji keluhan nyeri, intensitas dan durasi, perhatikan petunjuk verbal dan non
verbal
- Kolaborasi dengan DPJP dalam pemberian terapydan cairan intravena
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diet

26-11-2022 S:
Jam 18:00 - Klien mengatakan Nyeri di bagian perut sudah mulai berkurang.
- Klien mengatakan Nafsu makan mulai membaik , mual masih ada dan
muntah tidak ada lagi

15
O:
- Mua(-), muntah (-)
- Diet habis 1 porsi
- Tampak duduk rileks diatas tempat tidur
- Terpasang infus futrolit 1500 /8 jam.

Observasi TTV:
- TD 120/70 mmHg
- Nadi 78 x/menit
- RR 20 x/menit
- Suhu 36oC

A:
- Nyeri akut sudah teratasi
- Nausea sudah teratasi
- Ganguan menelan sudah teratasi

P:
- Hentikan intervensi intervensi keperawatan

16
17
18
19
20
21

Anda mungkin juga menyukai