Anda di halaman 1dari 23

SUPPORTING PRODUCTION FACILITY LAYOUT

GARIS BESAR POKOK BAHASAN :

Fasiltas Receiving (Penerimaan)

Fasiltas Shipping (Pengiriman)

Fasiltas Storage & Warehouse

Fasiltas Maintenance dan Tool Room

Tempat Parkir

Ruang Supervisor

Fasiltas Kantor

Ruang Ganti dan Kamar Mandi/Toilet

Fasilitas Kantin

Fasilitas Kesahatan

Secara umum tata letak atau layout pabrik dapat dibagi menjadi dua yaitu layout
fasilitas produksi dan fasilitas pendukung produksi. Layout fasilitas produksi telah
dibahas pada bab-bab terdahulu, secara umum fasilitas produksi terdiri dari layout
pabrikasi dan assembling. Untuk terlaksananya proses produksi, perlu fasilitas
pendukung produksi. Fasilitas pokok pendukung produksi terdiri dari: receiving,
shipping, storage/warehouse dan maintenance/tool room. Sedangkan fasilitas
pelayanan administrasi dan pegawai teridi dari: tempat parkir, ruang supervisor,
kantor, ruang ganti/kamar mandi/toilet, fasilitas kantin dan fasilitas medical/kesehatan.

FASILITAS RECEIVING (PENERIMAAN)


Receiving (penerimaan) mempunyai aktivitas yang berkaitan dengan penerimaan
material atau supplies yang datang ke pabrik. Setelah dilakukan aktivitas inspeksi
kemudian departemen receiving ini bertanggung jawab untuk mengirimkannya ke
gudang (storage) untuk disimpan. Departemen penerimaan material terutama
betanggung jawab terhadap hal-hal seperti :
 Membongkar/menurunkan material dari truk
 Membongkar kotak pembungkus (kemasan) material yang dikirim.
 Identifikasi dan pengecekan material yang datang.
 Pengecekan tanda terima barang dan menyesuaikannya dengan kartu
pesanan.
 Mencatat adanya kerusakan-kerusakan yang dijumpai dari material yang
datang dan menyiapkan laporan untuk klaim.
 Menyimpan data material yang datang untuk dipergunakan sewaktu-waktu
dibutuhkan
 Mengirim material yang datang ke departemen lain yang membutuhkan segera
atau mengirimkan ke gudang untuk disimpan.

Departemen penerimaan barang ini bertanggung jawab terhadap pemeriksaan


awal terhadap kuantitas dan kualitas material yang datang dan untuk itu akan
mempunyai hubungan yang erat dalam pelaksanaan tugas ini dengan departemen
pengendalian kualitas (Quality Control). Selanjutnya suatu analisa terhadap material
yang menyangkut karakteristik, jumlah, frekuensi datang, berat/volume, dan lain-lain
serta waktu yang dibutuhkan untuk proses unloading perlu dilakukan guna
menentukan area luasan yang diperlukan untuk departemen receiving ini. Departemen
receiving seharusnyalah ditempatkan berdekatan dengan fasilitas-fasilitas transportasi
yang menghubungkan pabrik dengan lingkungan luar seperti fasilitas jalan raya, jalan
kereta api, ataupun tepi sungai.
Pada umumnya departemen penerimaan material ini akan diletakkan berdekatan
dengan beberapa pertimbangan antara lain :
 Lokasi fasilitas transportasi yang ada
 Efisiensi penggunaan tenaga personil yang ada terutama untuk industri kecil.

Disamping itu kadang-kadang mungkin pula untuk merencanakan lebih dari satu,lokasi
departemen penerimaan, yaitu apabila disini ada sejumlah besar material yang harus
diterima dan/atau adanya karakteristik khusus pada material-material yang datang
tersebut.

Fungsi penerimaan
Beberapa fungsi penerimaanyang dapat disebutkan adalah sebagai berikut :
 Menerima seluruh material/barang yang datang dari pemasok eksternal
maupun internal.
 Memeriksa material/barang yang datang.
 Memeriksa dokumen yang menyertai material tersebut.
 Mencatat faktur penerimaan.
 Mencatat kekurangan-kekurangan jika ada kualitas dan kuantitas material
yang tidak sesuai.
 Membuat laporan penerimaan material.
 Mengirim ke tempat penyimpanan, dll.

Fasilitas yang diperlukan untuk bagian penerimaan


Untuk kelancaran proses penerimaan maka beberapa fasilitas diperlukan
departemen penerimaan yaitu :
 Area yang cukup untuk penempatan angkutan.
 Dock door pintu dermaga sesuai dengan alat angkut yang keluar masuk
pabrik.
 Dockboard : suatu alat sebagai jembatan penghubung antara lantai dock dan
lantai trailer, untuk memudahkan perpindahan material dari trailer ke dock.
 Area untuk pallet atau peti kemas material produk.
 Area untuk penempatan produk sebelum dilakukan pengiriman.
 Suatu kantor untuk kegiatan administrasi.
 Fasilitas lain : area untuk gang, jalan masuk, dan sebagainya.

Beberapa pedoman untuk menentukan ukuran fasilitas adalah sebagai berikut :


 Area luar (outsides area): digunakan untuk menempatkan alat angkutan. Terdiri
dari:
 tempat parkir trailer
 tempat untuk proses parkir
 jalan untuk kendaraan 4 meter untuk satu arah dan 8 meter untuk dua arah.
 Kantor.
 Gang harus diukur sesuai dengan peralatan pemindah bahan, material yang
dipindahkan dan frekuensi dari perjalanan.
 Pintu dermaga (dock).
Kebutuhan luas area untuk departemen penerimaan
Fasilitas yang dibutuhkan antara lain : dock doors, gang, area untuk
pembongkaran muatan, area untuk membuka, memisahkan, melakukan pengecekkan
jumlah dan kualitas, area untuk kantor, dan area untuk penyimpanan.

Area dermaga (dock) penerimaan ditentukan dengan memperhatikan frekuensi


kedatangan alat angkut (trailler). Semakin banyak tentu membutukan dock yang banyak
pula.

Gambar 8.1. Trailer & Dock

Area penerimaan dapat diperkirakan dengan ukuran seperti contoh (Gambar 8.2)
berikut ini, dengan asumsi terdiri dari dua dock.
Gambar 8.2. Layout Area Penerimaan

FASILTAS SHIPPING (PENGIRIMAN)


Shipping atau pengiriman berkaitan dengan persiapan-persiapan yang bersangkutan
dengan stocking dari pada produk jadi guna memenuhi permintaan atau order,
pengepakan (packaging), dan pemuatan ke dalam alat transport yang tersedia untuk
kemudian dikirim ke konsumen yang memesannya. Aktivitas shipping ini bisa
dikatakan lawan daripada aktivitas receiving. Pada dasarnya antara receiving, raw
material storage, warehousing dan shipping akan mempunyai kaitan yang erat di
dalam perencanaan tata letak. Seperti halnya receiving, maka lokasi daripada
departemen ini harus berada sedekat mungkin dengan fasilitas transportasi yang
menuju dan keluar pabrik, sedangkan dalam perencanaan luas areanya perlu
mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini :
 Karakteristik produk yang dikelola
 Jumlah pengiriman dan frekuensi pengiriman per periode
 Metode handling dan peralatan yang dipergunakan
 Lokasi dari area yang tersedia
 Dan lain-lain

Fungsi Pengiriman
Beberapa aktivitas yang ada pada departemen pengiriman antara lain sebagai
berikut:
 Melakukan pengepakkan material yang akan dikirimkan
 Pemberian alamat pada karton pembungkus atau kontainer.
 Melakukan penimbangan masing-masing kontainer.
 Melakukan penempatan trailler.
 Proses pemuatan material ke dalam peti kemas, dan pendistribusian
kepada pelanggan.

Beberapa faktor yang harus diperhitungkan dalam proses pengiriman antara lain:
 Kondisi material yang akan didistribusikan
 Sifat fisik dari material tersebut.
 Metode penanganan / pemindahan material termasuk alat pengangkutannya.
 Beban kerja : jumlah pengiriman per satuan waktu, volume yang dibawa tiap
kali pengiriman, jumlah dan jadwal kedatangan alat angkut.
 Lokasi daerah pengiriman, dll.

Kebutuhan luas area untuk departemen pengiriman


Area pengiriman meliputi area untuk pengepakan, penimbangan, pelabelan, gang
tempat parkir trailer, jalan masuk dan kantor serta area istirahat untuk pengemudi
trailer. Bila area pengiriman dan penerimaan satu lokasi, maka luas area yang
digunakan sama ditambah area pengepakan dan aktivitas pengiriman lainnya.

Gambar 8.3. Layout Area Pengirimaan

Penerimaan dan Pengiriman


Penempatan departemen penerimaan (Receiving) dan pengiriman (Shipping)
berpengaruh besar terhadap aliran material. Departemen penerimaan tempat
dimulainya aliran material, sedang deprtemen pengiriman merupakan akhir dari aliran
material. Sentralisasi departemen penerimaan dan pengiriman mempunyai beberapa
keuntungan, yaitu :
 Memaksimalakan penggunaan peralatan.
Peralatan yang digunakan pada bagian penerimaan sebagian besar dapat
digunakan untuk fasilitas pengiriman. Dengan pengaturan jadwal penggunaan
fungsi peralatan akan lebih maksimal.
 Memaksimalkan penggunaan personal.
Proses diterimanya material tidak selalu pada waktu yang bersamaan dengan
proses pengiriman barang. Dengan demikian lebih efektif jika kedua fungsi
penerimaan dan pengiriman menggunakan personil yang sama.
 Efisiensi ruangan.
Setiap penggunaan area seharusnya dihitung dengan cermat, sehingga tidak
terjadi pemborosan. Dengan sentralisasi ruangan akan efisien penggunaannya.
 Pengurangan biaya fasilitas.
Dengan peralatan, personal, dan ruangan yang sama, akan diperoleh total
biaya yang minimal.

Kendala yang dihadapi dari sentralisasi fungsi ini, jika aliran material tidak tertib akan
timbul kemacetan dan kesemrawutan area sehingga berakibat kecelakaan kerja,
kerusakkan produk dan hilangnya material.

Gambar berikut menunjukkan cara menempatkan departemen penerimaan dan


pengiriman.
Gambar 8.4. Cara penempatan depatartemen penerimaan dan Pengiriman

FASILTAS STORAGE & WAREHOUSE


Storage adalah tempat yang digunakan untuk penahanan bahan baku, part dan suplai.
Sedangkan warehouse adalah untuk storage finished products (barang jadi). Jadi
storage atau warehouse adalah gudang penyimpanan untuk tempat menyimpan
material baik bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap dikirim
ke pelanggan. Sebagian besar material disimpan di gudang di lokasi tertentu sampai
material tadi diperlukan dalam proses produksi. Bentuk gudang tergantung ukuran dan
kuantitas komponen dalam persediaan dan karakter sistem penanganan bahan dari
produk atau kontainer yang digunakan.
Misi Pergudangan
 Sebagai penyeimbang dan penyangga bervariasinya antar jadwal produksi dan
permintaan. Sehingga lokasinya dekat dengan titik proses produksi. Frekuensi
aktifitas penambahan persediaan dilakukan dalam periode bulanan sampai tiga
bulanan.
 Sebagai product mixing, berguna untuk menghimpun dan penggabungan produk
dari berbagai macam proses produksi dari suatu perusahaan atau beberapa
perusahaan sebelum dikirim ke pelanggan. Sehingga pergudangan bisa
ditempatkan di tengah-tengah antara lokasi produksi dan konsumen. Fasilitas
ini bertipikal merespon permintaan dalam periode mingguan atau bulanan.

 Untuk memperpendek jarak transportasi dalam pendistribusian material.


Frekuensi pengambilan dan pengiriman permintaan ke pelanggan per hari.

Manfaat Pergudangan
Secara garis besar manfaat pergudangan antara lain:
 Manufacturing support (Pendukung proses produksi)
Pergudangan mempunyai pranan sangat mutlak bagi kelancaran proses produksi.
Sistem administrasi, proses penyimpanan, transportasi dan material handling,
serta aktifitas lain dalam pergudangan diatur hingga proses produksi berlangsung
sesuai target yang ingin dicapai.
 Product Mixing.
Menerima pengiriman berbagai macam material dalam jumlah besar dari berbagai
sumber dan dengan sistem material handling baik otomatis atau manual dilakukan
penyortiran dan menyiapkan pesanan pelangggan selanjutnya.
 Sebagai perlindungan tehadap material
Material akan mendapatkan jaminan keamanan terhadap bahaya pencurian,
kebakaran, banjir dan sebagainya.
 Dalam sistem pergudangan.
Dengan penggunaan kode keamanan maka material yang berbahaya dan material
yang tercemar dipisahkan dan tidak diizinkan dekat dengan pabrik.
 Sebagai persediaan
Agar dapat melayani pelanggan setiap waktu proses pergudangan dapat
digunakan sebagai alternatif tempat persediaan material.
Fungsi pergudangan menurut aliran kerja

 Receiving : melakukan penerimaan bahan dari pemasok

 Prepacking. Setiap bahan yang diteima, setelah aktifitas administrasi dilakukan


pengepakan satu per satu dari komponen bisa juga dikombinasikan dengan
komponen lainnya.

 Put-away. Setelah pengepakkan material ditempatkan di tempat


penyimpanan sebelum dilakukan proses selanjutnya.

 Storage/gudang; merupakan proses penahanan material sambil menunggu


permintaan.

 Order picking; merupakan proses pemindahan/pengambilan komponen dari tempat


penyimpanan (misal: dari pallet rack), memilih dan mengetahui sejauh mana
material sesuai dengan permintaan.

 Pengepakan atau pemberian harga. Setelah proses pengambilan material dari


tempat penyimpanan, maka item-item material baik individu maupun kombinasi
dilakukan pengepakan dan penetapan harga material.

 Sortation: proses penyortiran material yang tidak sesuai dengan spesifikasi


pesanan.
 Proses pemuatan dan pengiriman. Pengecekkan dahulu material yang akan
dikirim. Kemudian dipak ke kontainer yang sesuai dengan meneliti dokumen
pengiriman termasuk packing list, pelabelan alamat dan bill of loading.
Menimbang berat untuk menentukan biaya pengiriman, dan memuatnya ke alat
angkut.

Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik optimal
antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang
dalam gedung. Sebagai konsekuansinya adalah memaksimalkan penggunaan sumber
daya (ruang) dalam gudang, yaitu memanfaatkan kapasitas secara penuh dengan
biaya perawatan material rendah. Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang
berkaitan dengan tranfortasi material masuk, penyimpanan, dan transformasi bahan
keluar untuk dimasukkan dalam gudang. Biaya-biaya ini meliputi peralatan, orang,
bahan, biaya pengawasan, asuransi, dan penyusutan. Tata letak gudang yang efektif
juga meminimalkan kerusakan material dalam gudang.

Intinya gudang diharapkan berfungsi untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya


dan memaksimalkan pelayanaan terhadap pelanggan dengan sumber yang terbatas.
Maka dalam perencanaan gudang dan sistem pergudangan diperlukan hal-hal
berikut ini :
 Memaksimalkan penggunaan ruangan
 Memaksimalkan penggunaan peralatan
 Memaksimalkan penggunaan tenaga kerja
 Memaksimalkan kemudahan dalam penerimaan seluruh material dan
pengiriman material
 Memaksimalkan perlindungan terhadap material

Jenis Gudang
Terdapat beberapa jenis gudang (inventory) tempat penyimpanan, yakni sebagai
berikut:
 Raw material (Bahan baku)
 Work-in-progress (Setengah jadi)
 Maintenance/repair/operating supply
 Finished goods (Barang jadi)

Dari beberapa jenis gudang di atas, penyimpanannya dilakukan dengan beberapa


cara. Menurut tenggang waktu penyimpanan, tempat penyimpanan/gudang dapat
dibedakan atas gudang secara temporare dan gudang semi permanen. Temporare
yang berarti material yang disimpan hanya untuk sementara waktu menunggu proses
operasi berikutnya. Penyimpanan semi permanen yaitu proses penyimpanan material
yang kemudian siap untuk dilakukan pengiriman.
 Penyimpanan Sementara
Suatu proses produksi yang dilakukan dengan melewati beberapa proses
akan menghasilkan material setengah jadi, yaitu material yang harus
menunggu dilakukan proses berikutnya. Barang setengah jadi ini yang telah
diproses pada suatu proses harus disimpan dahulu untuk melaksanakan
proses berikutnya. Untuk material setengah jadi proses penyimpanan dapat
dilakukan dengan dua cara
 Material tersebut disimpan dalam tempat tertentu yang agak lama
untuk proses berikutnya sampai material tersebut diperlukan kembali.
 Menaruh barang setengah jadi tersebut dengan berada dekat mesin
atau tempat kerja.
 Penyimpanan semi permanent
Penyimpanan semi permanent merupakan penyimpanan untuk material-
material menunggu perintah untuk dikeluarkan. Yang termasuk dalam
penyimpanan ini adalah material produk jadi, material sisa, skrap, dan barang
buangan yang masih sering dibutuhkan.

Penyimpanan dengan analisis ABC


Penyimpanan dilakukan dengan membagi tiga golongan berdasarkan pada volume
rupiah pertahun Gambar 8.5. Tujuannya adalah membuat kebijakan persediaan yang
memusatkan sumber daya pada komponen persediaan penting yang sedikit dan
bukan pada banyak tetapi sepele.

Gambar 8.5. Analisis ABC

Gambar 8.6. Layout Gudang Analisis ABC

Layout gudang berdasarkan Popularity


Layout gudang berdasarkan popularity merupakan prinsip meletakkan item yang
memiliki akses terbesar didekat titik I/O (titik Input-Output) tertentu. Popularity
menggunakan suatu rasio R/S atau S/R (Shipping/Receiving). Apabila rasio R/S suatu
item terbesar, maka item didekatkan dengan titik I/O dan sebaliknya. Gambar 8.7
menujukkan pembagian wilayah Gudang menjadi tiga, yakni slow moving, mediun
moving, dan fast moving.

Gambar 8.7. Layout Gudang berdasarkan Popularity

Layout Gudang Cross- docking & Customizing


Dross-docking (Gambar. 8.8. dan 8.10) adalah menghindari penempatan material
dalam gudang dengan langsung menprosesnya saat diterima. Artinya bahan
dipindahkan langsung dari penerima untuk pengiriman dan tidak ditempatkan dalam
penyimpanan di gudang. Namun hal ini memerlukan penjadwalan ketat dan pengiriman
akurat dengan sistem bar kode.
Gambar 8.8. Cross- Docking

Gambar 8.9. Traditional Layout


Gambar 8.10. Cross- Docking layout

Customizing adalah menggunakan gudang untuk menambah nilai tambah kegiatan


yang dilakukan di gudang untuk melakukan kegiatan seperti: perakitan komponen,
loading software, perbaikan dilakuka dan pemasangan label dan kemasan.

Gambar 8.11. Contoh Layout Gudang


FASILTAS MAINTENANCE DAN TOOL ROOM
Fasilitas maintenance dan tool room adalah ruang peralatan yang dapat berupa
rak peralatan adalah tempat untuk menyimpan peralatan atau mesin-mesin yang
dipakai untuk kegiatan produksi. Yang dimaksud dengan peralatan disini adalah
peralatan yang sehari-harinya masih dipakai, namun perlu ditempatkan sesudah
peralatan tersebut dipakai. Tempat perkakas peralatan yang digunakan sehari-hari
sebaiknya ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tempat peralatan :


 Ruang peralatan diusahakan dapat memuat semua peralatan yang digunakan
dalam kebutuhan setiap hari.
 Rak dibuat bertingkat, dapat disesuaikan untuk mewadahi material yang
disimpan, tinggi maksimal 180 cm, untuk memudahkan pengambilan
material untuk karyawan yang relative pendek.

 Perencanaan gang harus memberikan ruang yang cukup bagi karyawan dan
peralatan yang melakukan proses pengeluaran dan penyimpanan.
 Peralatan tempat penyimpanan direncanakan sesuai dengan ukuran dan
kapasitas material yang akan disimpan.
 Peralatan sebaiknya dikelompokkan atas jenis yang sama dan
diidentifikasikan agar mudah dicari kembali bila akan digunakan.
 Peralatan penyimpanan harus dapat digunakan sebagai tempat perlindungan
bagi material / peralatan yang disimpan dari kerusakan. Kotoran, kehilangan.

 Pencatatan material yang keluar masuk.

TEMPAT PARKIR

Fasilitas parkir adalah fasilitas yang digunakan untuk menempatkan kendaraan


yang relative lama atau hanya untuk sementara. Sebagian karyawan akan
menempatkan kendaraannya dalam relative yang terlalu lama. Masalah utama fasilitas
parkir adalah ukuran area yang digunakan dan lokasi fasilitas tersebut. Lokasi parker
berdasarkan pemakai dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Parkir untuk karyawan produksi.
2. Parkir untuk karyawan kantor.
3. Parkir untuk tamu.
Sedangkan parkir bagi kendaraan angkutan barang termasuk dalam proses
pergudangan. Parkir untuk karyawan produksi sebaiknya berada area belakang
pabrik, karena karyawan tersebut relatif lebih lama, sehingga aman dan tidak
mengganggu jalannya lalu lintas barang dan alat angkut.

Fasilitas bagi karyawan kantor/administrasi dapat ditempatkan di area depan karena


karyawan kantor lebih mobile. Dan untuk parkir para tamu/relasi/pelanggan karena
sifatnya hanya sementara maka ditempatkan pada depan area. Penempatan area ini
tidak mutlak karena saat ini dengan kemajuan teknologi parkir dapat ditempatkan di
bawah basement atau diatas basement.

Tata letak tergantung dari area yang ada. Ada dua contoh yang dipakai dalam
pertimbangan , yang pertama adalah perpendicular parking (parkir tegak lurus ) dan
angular parking lot ( parking miring bersiku ). Sebagian besar parking menggunakan
model tegak lurus. Seperti contoh gambar dibawah ini.

Gambar 8.12. Parkir tegak lurus

Jika lokasi mempunyai kendala tertentu, misalnya area lebih memanjang dan tidak
terlalu lebar dipertimbangkan dapat dengan model angular (miring bersiku).
Gambar 8.13. Parkir miring bersiku

RUANG SUPERVISOR

Seorang pengawas tentunya tidak dapat terus menerus mengawasi seluruh


aktivitas produksi dari dekat. Biasanya terdapat ruang atau fasilitas yang dapat
digunakan untuk melakukan pengawasan dari jarak yang relative cukup jauh.
Ruangan ini berukuran 1 sampai 2 meter persegi.

Gambar 8.14. Contoh letak ruang supervisor

FASILTAS KANTOR
Sebagai fasilitas pelayanan pendukung operasional perusahaan, ruang kantor
diperlukan berbagai macam tujuan. Penempatan ruang kantor apakah di bagian
tengah, di pinggir atau sama sekali terpisah dari produksi sedikit banyak tergantung
pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan berskala kecil lokasi penempatan
kantor biasanya berdekatan dengan area produksi, bahkan ada juga yang hanya
diskat dengan almari atau alat-alat perkantoran lainnya. Yang mungkin berbeda
adalah jika perusahaan berskala besar, lokasi kantor berada terpisah dari produksi.
Atau ada juga kantor berada di luar pabrik yang letaknya agak jauh, missal lokasi
pabrik dipinggir kota sedangkan kantornya berada di tengah kota dengan jarak
puluhan kilo meter. Hal ini tidak mengganggu jalannya produksi bahkan dapat
mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman.
Perusahaan dengan skala yang besar akan membutuhkan banyak ruangan
untuk masing-masing departemen dan pengertian di sini tidak harus dibatasi oleh
dinding yang kaku. Misal department pemasaran, department pemasaran disusun
penyekatan dengan menggunakan partisi atau dengan taman, hal ini akan lebih
fleksibel bila suatu saat dilakukan perubahan tata letak.

RUANG GANTI DAN KAMAR MANDI/TOILET


Pada sebagian besar perusahaan menengah ke atas, antara fasilitas ganti
pakaian dan kamar mandi seringkali dilakukan pemisahan. Pemisahan ini berdasarkan
atas prinsip keterdekatan departement dengan aliran kerja. Sebagian besar
penempatan toilet pada perusahaan berada berjauhan dari lokasi produksi karena jika
kondisi toilet yang tidak di jaga kebersihannya ,maka akan dapat mengganggu
jalannya produksi dengan adanya bau-bau yang tidak sedap.
Ruang ganti pakaian dengan ruang produksi sebenarnya merupakan dua
departement dengan tingkat kedekatan cukup. Setidaknya dapat dilihat dari aliran
kerja pegawai. Dalam keseharian pegawai yang baru masuk ke lokasi pabrik langsung
melakukan absensi, kemudian ke ruang ganti pakaian dan terakhir ke area produksi.
Dengan demikian antara ruang ganti pakaian dengan ruang produksi sebaiknya tidak
terlalu jauh, karena akan menghabiskan banyak waktu yang terbuang. Gambar 8.15
suatu contoh tata letak ruang ganti pakaian.
Gambar 8.15. Ruang ganti pakaian (locker rooms)

Kamar mandi/toilet biasanya dilengkapi dengan perlengkapan untuk buang air


kecil maupun besar. Kamar mandi yang dilengkapi dengan urinals, kloset dan bak
mandi biasa dinamakan restroom. Jumlah toilet tergantung pada jumlah karyawan
yang bekerja. Contoh dari restroom dapat dilihat pada gambar 8.16

Gambar 8.16. Toilet untuk pria

FASILITAS KANTIN
Dalam perencanan tata letak fasilitas, sering kali fasilitas tempat makan tidak
mendapat perhatian yang semestinya. Keberadaan fasilitas ini sesungguhnya juga
diperlukan. Bahkan untuk beberapa perusahaan fasilitas ini mutlak perlu. Pada
umumnya fasilitas pelayanan jasa boga kantin dapat dikelola baik oleh perusahaan
sendiri maupun dari pihak catering. Lokasi kantin biasanya terpisah jauh dari ruang
kerja, yang dikarenakan :
1. Sebagai tempat istirahat sehingga pekerja ingin mendapat suasana yang lain
dari rutinitas kerja.
2. Lingkungan kantin bias jauh lebih bersih ,sehat,nyaman, jauh dari polusi
dibanding dengan ruang kerja.
3. Ruang produksi akan terbebas dari sampah yang dihasilkan dari bungkusan
makanan atau minuman.
Ada kalanya beberapa perusahaan,karena kondisi pekerjaan mengharuskan para
pekerja tidak dapat meninggalkan proses pengerjaan, maka ada beberapa fasilitas
makan yang tidak terpusat di suatu tempat yang dapat dijadikan alternatif lain, salah
satunya adalah kantin berjalan. Dengan adanya kantin berjalan ini dengan
menggunakan kereta dorong. Contoh sebuah cafeteria di dalam suatu pabrik dapat
digambarkan sebagai berikut :

Gambar 8.17. Cafetaria didalam pabrik

FASILITAS KESEHATAN
Jaminan untuk dapat bekerja dengan kondisi yang fit bagi para karyawan
merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh manajemen perusahaan.
Untuk perusahaan kecil kemungkinan hanya berupa seperangkat almari kecil yang
berisi kotak P3K. sedangkan untuk perusahaan menengah ke atas fasilitas kesehatan
mungkin sudah lebih lengkap lagi, misalkan dengan kesehatan tersendiri, dilengkapi
tempat tidur dan almari obat, serta peralatan kesehatan lainnya, bahkan dalam
periode tertentu ada dokter yang menanganinya.
Pada umumnya fasilitas kesehatan yang ada pada sebagian perusahaan
adalah ruang kesehatan dengan ditangani dokter untuk periode-periode tertentu.
Fasilitas ini tidak membutuhkan area yang luas, cukup untuk satu atau dua ruangan
dengan ukuran 3 x 3 meter persegi. Contoh fasilitas kesehatan pada suatu pabrik
ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 8.17. Ruang Medik


Referensi

Hadiguna, R. A. dan Setiawan, H. (2008). Tata Letak Pabrik, Yogyakarta, Andi.


Heizer J. and Render B. (2010). Operations Management,10th
Edition, Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall
Meyers, Fred E. (2005). Manufacturing Facilities Design and Material
Handling, 3rd Editon, USA: Prentice Hall.
Purnama, Hadi (2004). Perencanaan dan Perancangan Fasilitas,
Yokyakarta: Graha Ilmu
Wignjosoebroto, Sritomo, 2009.Tata Letak Pabrik dan Pemindahan
Bahan, Edisi 3, Penerbit Guna Wijaya, Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai