0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan8 halaman

Praktikum Throttle Body dan Drive By Wire

Laporan praktikum ini membahas tentang praktikum throttle body dan drive by wire pada berbagai kendaraan. Tujuannya adalah mengidentifikasi jenis mesin, throttle body, sensor, dan actuator serta mengukur parameternya. Langkah kerjanya meliputi scan kode DTC, analisis grafik, perbaikan sensor TPS, dan pembelajaran idle air. Hasilnya antara lain analisis throttle control pada Hilux dan informasi dari learning mode menggunakan scan tool.

Diunggah oleh

adhi izhar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan8 halaman

Praktikum Throttle Body dan Drive By Wire

Laporan praktikum ini membahas tentang praktikum throttle body dan drive by wire pada berbagai kendaraan. Tujuannya adalah mengidentifikasi jenis mesin, throttle body, sensor, dan actuator serta mengukur parameternya. Langkah kerjanya meliputi scan kode DTC, analisis grafik, perbaikan sensor TPS, dan pembelajaran idle air. Hasilnya antara lain analisis throttle control pada Hilux dan informasi dari learning mode menggunakan scan tool.

Diunggah oleh

adhi izhar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

THROTTLE BODY / DRIVE BY WIRE AND LEARNING

KELOMPOK 5 / TRO B
1) Abwabar Rizky Akbar Hafiz (20.02.1031)
2) Adhi Izhar Mutaqin (20.02.1032)
3) Aditya Putra Pratama (20.02.1033)
4) Adhitya Prima Firdaus Saputra (20.02.1034)
5) Affan Farros sinaga (20.02.1035)
6) Akbar Dwi Setya Nugroho (20.02.1036)

PROGRAM STUDI D4 TEKNOLOGI REKAYASA OTOMOTIF


POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN
TEGAL
2022
I. Tujuan
Taruna mampu mengidentifikasi drive by cable dan dive by wire /DBW (ETCSi) system
meliputi:
a) Identifikasi jenis engine pada berbagai kendaraan praktek yang tersedia (mis: Toyota
1NR, 2KD, 1TR, 2GD dll)
b) Identifikasi throttle body apakah drive by cable or drive by wire (ETCS) jenis sensor
dan actuator
c) Identifikasi jenis sensor dan actuator (TPS, ISC/IASC, MAP, Motor servo/stepper,
acceleration pedal position /APP) dan jumlah pin masing – masing
d) Lakukan pengukuran tahanan dan voltase sensor dan actuator pada sistem drive by
cable and drive by wire menggunakan voltmeter dan scan tool

II. Keselamatan kerja


a) Perhatikan langkah kerja saat pembongkaran maupun perakitan
b) Gunakan peralatan yang sesuai
c) Melakukan pekerjaan praktek sesuai dengan standart operasional prosedur
d) Mematuhi aturan di dalam bengkel/lab
e) Menggunakan Alat Keselamatan yang baik dan benar

III. Alat dan bahan


A. ALAT
1) Mobil Praktek Toyota Diesel Hilux
2) Engine Stand EFI 2unit dan Common Rail 1 unit
3) Scantool carman, autoboss dan Catia 3 unit
4) Multi meter 2 unit
5) Tool box, 3 unit

B. BAHAN
1) Pertamax 2unit x 10 liter
2) Dex/Biosolar 1unit x 10 liter
3) Carb cleaner 1 unit
IV. Dasar teori
DBW atau dalam istilah lain juga disebut throttle-by-wire, berfungsi untuk
menggantikan kabel gas sebagai sarana buka-tutup katup throttle body. Jadi pada mobil
dengan DBW tidak ada lagi kabel gas yang terbentang dari pedal gas hingga ke throttle body.
Buka tutup katup throttle body murni mengandalkan sinyal elektronik yang menggerakkan
servo di throttle body. Keuntungan yang akan diperoleh pada teknologi ini adalah tingkat
pemakaian bahan bakar yang lebih ekonomis. Karena sistem ini akan mensuplai udara
dengan sangat akurat melalui beberapa sensor yang diletakan diberbagai tempat. Selain itu,
akselerasi juga lebih terasa halus walaupun saat pedal gas diinjak dengan cepat. Namun perlu
diperhatikan pula perawatan pada sistem ini.

V. Langkah kerja

1) Dalam kondisi kunci kontak OFF, pasangkan interface scanner di konektor DLC 3
pada mobil. DLC 3 ( data link conector) adalah soket berbentuk trapesium untuk
komunikasi scanner dengan ECM. Lokasi DLC 3 biasanya ada di kolong bawah roda
kemudi. Ada dua jenis interface yang biasa digunakan yaitu menggunakan kabel dan
koneksi bluetooth.
2) Putar kunci kontak ke ON untuk memberi catu daya pada interface yang ditandai
dengan nyalanya lampu indikator pada interface dan memungkinkan ECM bekerja.
3) Tekan tombol power pada scanner / hidupkan aplikasi scan untuk memulai koneksi.
4) Ikuti Langkah pada scanner, seperti memilih merk, jenis kendaraan, model, tahun dan
seterusnya. Beberapa scanner dapat mendeteksi jenis kendaraan secara otomatis.
5) Jika sudah terhubung ke sistem, dapat dipilih main menu seperti power train, lalu
masuk sub menu didalamnya seperti read code dtc, data analysis/ live data, actuation
test, customize dll.

A. Kode Problem Throttle Position Sensor


Kode sensor posisi throttle yang paling umum adalah P0122 – Throttle Position
Sensor/Switch A Circuit Low Input. Ini dipicu ketika ECU mendeteksi bahwa sirkuit A TPS
mengeluarkan tegangan yang lebih rendah dari yang diharapkan.
Kode TPS lainnya adalah:
• P0120 - Sensor Posisi Throttle / Sakelar Kerusakan Sirkuit A
• P0121 - Throttle Position Sensor/Switch A Circuit Range/Performance Problem
• P0123 Sensor Posisi Throttle / Sakelar Input Tinggi Sirkuit
• P0124 Throttle Position Sensor/Switch A Circuit Intermittent
B. Langkah-langkang memperbaiki Problem pada Throttle Position Sensor
1) scan kode masalah
Menggunakan alat pindai, baca semua kode masalah yang ada di memori ECU mobil.
Pastikan kendaraan dalam keadaan kunci kontak hidup, mesin mati (KOEO). Jika Anda
melihat kode sensor posisi throttle, lanjutkan ke langkah berikutnya. Itu hampir selalu datang
dengan Lampu Mesin Periksa (CEL).
2) Hapus kode
Hapus semua kode. Semua alat pindai yang baik harus memiliki fungsi itu.
3) Lakukan driving cycle
Cabut alat pemindai OBD dan nyalakan mesin kendaraan. Jika Lampu Mesin Cek mati, maka
itu adalah masalah intermiten yang mungkin disebabkan oleh perubahan suhu. Jika CEL
menyala lagi, lakukan perjalanan 5 hingga 10 menit untuk melihat apakah CEL akan mati.
Jika tidak, baca kode lagi untuk memastikan bahwa kode TPS masih ada. Kehadiran salah
satu dari mereka akan mendorong Anda untuk pindah ke langkah berikutnya.
4) Analisis grafik
Dorong pedal akselerator secara perlahan saat Anda mengamati data langsung. Grafik harus
berupa garis lurus dengan kemiringan positif. Jika (garis) tiba-tiba berubah saat Anda
menekan pedal, berarti TPS rusak. Perubahan mendadak bisa berupa kemiringan positif atau
negatif. Either way, ini menunjukkan bahwa sensor posisi throttle Anda buruk.
Cara Memperbaiki Sensor TPS Mobil (Throttle Position Sensor)
Berikut adalah cara memperbaiki sensor TPS mobil beserta beberapa gejala yang wajib anda
kenali untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
5) Cek Fisik Sensor TPS Mobil
Sebagai langkah pertama untuk melakukan perbaikan untuk TPS mobil yang bermasalah bisa
dilakukan dengan cara memastikan kondisi fisiknya terlebih dahulu. Kondisi fisik yang harus
diperiksa meliputi pengecekkan kabel sensor apakah masih dalam kondisi yang baik atau
adakah bagian kabel yang putus?, Kemudian lanjut ke bagian penghubung atau connector,
apakah terjadi korsleting atau tidak? Cek bagian badan sensor, apakah ada keretakan atau
tidak? Bila throttle position sensor (TPS) terlihat kotor penuh debu, disarankan untuk
membersihkannya agar tidak menimbulkan karat serta mengganggu kinerja sensor TPS
mobil.
6) Periksa Tegangan Sinyal TPS
Setelah melakukan pemeriksaan fisik diatas, maka langkah selanjutnya bila sensor TPS masih
bermasalah adalah dengan memeriksa tegangan sinyalnya. Dengan melakukan pemeriksaan
tegangan sinyal ini, maka Anda akan lebih mengetahui tentang kondisi sensor TPS yang lebih
detail lagi dan bisa digunakan sebagai satu trik khusus. Cara yang digunakan untuk
membantu mengecek kondisi sinyal ini cukup mudah yaitu hanya dengan mengukur besaran
sinyal yang bersumber dari sensor TPS. Sensor TPS ini kemudian akan dikirimkan menuju
ECU dan akan berguna untuk mengoreksi komposisi dari bahan bakar yang digunakan dan
juga udaranya. Dengan begitu, Anda akan bisa melihat hasilnya apakah ada masalah yang
terjadi atau tidak.
7) Lihat Ketahanan Throttle Position Sensor
Cara perbaikan TPS mobil selanjutnya yaitu dengan memeriksa bagian ketahanan sensor.
Cara yang terakhir ini bisa dilakukan untuk membantu agar perbaikan TPS bisa dilakukan
lebih optimal. Cara kerja sensor TPS dipengaruhi oleh resistor yang kemudian akan
mengubah tegangan sinyal sesuai kondisi katup throttle. Maka bila semakin lebar bukaan
katup throttle, maka akan semakin kecil juga tahanan kerja sensor TPS, dan hal ini berlaku
begitu pula sebaliknya.

VI. Pengamatan Dan Hasil Praktikum

1. Analisis Throttle Control pada mesin Toyota Hilux


Perkembangan Era digital dan elektronik sekarang ini semua menjadi serba mudah dan
semakin efisien serta canggih. Mobil-mobil keluaran baru dilengkapi dengan teknologi Drive
ByWire (DBW) sehingga bisa memanipulasi data dari pedal menuju throttle agar bisa diatur
lebih detail lagi lewat Throttle Controller. Sistem DBW memungkinkan pedal tak langsung
terkoneksi dengan gas mesin. Jadi melalui sistem elektronik terlebih dulu agar bukaan throttle
bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin menurut perhitungan yang dilakukan oleh
manajemen pengontrol mesin alias ECU agar tercipta efisiensi. Akan tetapi fungsi ini masih
bisa di manipulasi lagi informasinya akan diterima lain oleh ECU yang memerintahkan skep
untuk mengatur bukaanya. Alat ini adalah Throttle Controller.
Menurut beberapa teknisi mesin, fungsi peranti ini menjadi jembatan antara pedal gas dengan
throttle. Jadi bisa disetting Economic Normal atau Sport. Memang pada panelnya terdapat
settingan yang nantinya akan terlihat pada display digital.
2. Informasi yang diperoleh dari Learning mode Special Function menggunakan scan
tool pada Toyota Hilux
3. Idle air for learn

Fungsi ini membuat ECM mempelajari posisi IACV-AACV agar mesin tetap bekerja pada
RPM normal. Setelah mengganti throttle body atau ECM atau saat idle, pengapian waktu di
luar rentang yang ditentukan. Fungsi ini membuat ECM mempelajari posisi IACV-AACV
agar mesin tetap bekerja pada RPM normal.
Setelah mengganti throttle body atau ECM, atau saat idle, pengapian waktu di luar rentang
yang ditentukan, mode pembelajaran ini harus dilakukan. Saat menjalankan fungsi ini, semua
kondisi berikut harus dipenuhi, jika ada yang tidak terpenuhi, proses penyesuaian tidak akan
selesai.
1) Tegangan baterai:> 12.9V (diam).
2) Suhu Pendingin Mesin: 70-90 °C. Sakelar Posisi P/N: AKTIF.
3) Sakelar beban listrik: MATI (A/C, lampu depan, defoger belakang)
4) Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan lampu siang hari, harap putar sakelar lampu
ke 1, hanya lampu kecil yang MENYALA.
5) Fan blower: OFF
6) Roda kemudi: posisi tengah (lurus ke depan).
7) Kecepatan kendaraan berhenti.
8) Putaran mesin >0 dan <1200 RPM, jika kecepatan kendaraan idle.

VII. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan,dapat disimpulkan, kegiatan
praktikum Taruna dapat memberikan manfaat dalam peningkatan
wawasan,keterampilan serta pengetahuan dalam sistem Trottle Body di ranah
otomotif. Selain itu pembahasan mengenai troubleshooting, analisis kerusakan, dan
perawatan sensor dapat menjadi bekal bagi Taruna dalam menghadapi dunia kerja
kedepannya adan dari penelitian bahwa alat ini hanya bisa digunakan oleh mobil yang sudah
menerapkan teknologi Throttle by Wire (TbW) atau Drive by Wire (DbW) di mana
mekanisme pembukaan throttle sudah diatur secara elektronik bukan lagi menggunakan kabel
mekanis pada mobil-mobil non DbW. Komponen- komponen yang ada pada Throttle
controller antara lain host host cable dan accelerator pedal cable.
Prinsip kerja throttle controller pada mobil yaitu menggunakan Drive by Wire atau
menggunakan mekanisme bukaan gas diatur secara elektronik. Throttle controller bertugas
memanipulasi data dari pedal menuju throttle atau gas mesin agar bisa diatur lebih responsif
lebih irit atau lebih efisien sesuai kebutuhan pengendara. Throttle controller mengatur bukaan
throttle disesuaikan dengan kebutuhan mesin lewat pengontrol mesin atau ECU. Prinsip
kerjanya mirip dengan potensiometer pada volume untuk mengatur audio. Namun sensor
yang digunakan Nissan adalah tipe non-kontak.

Anda mungkin juga menyukai