Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

KOEFISIEN KEKENTALAN ZAT CAIR

Disusun oleh:

Fandi Cani Yacob NPM: 062120025

Tanggal Percobaan : 6 November 2020

Kelas : 1B1 Kimia (Ekstensi Non Reguler)

Dosen Praktikum : Mohammad Farid Huzain, M. Eng., Tech.

Asisten Praktikum : M. Nasrudin, M.Si

LABORATORIUM FISIKA
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
2020
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan


1. Menghitung gerak benda dalam fluida.
2. Menghitung kekentalan zat cair.

1.2 Dasar Teori


Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya
gesekan didalam fluida. Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit suatu fluida
untuk mengalir dan juga untuk menunjukkan semakin sulit suatu benda bergerak didalam
fluida tersebut. Didalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi (gaya tarik-menarik
antar molekul yang sama) zat cair

Nilai viskositas setiap fluida berbeda menurut jenis material tempat fluida tersebut
mengalir. Tingkat kekentalan suatu fluida juga dipengaruhi oleh suhu. Faktor-faktor yang
mempengaruhi viskositas:

1. Fluida yang digunakan


2. Luas penampang
3. Objek yang digunakan
4. Temperatur
Setiap benda yang bergerak dalam fluida mendapatkan gaya gesekan yang disebabkan
oleh kekentalan fluida tersebut. Gaya gesekan tersebut sebanding dengan kecepatan relatif
benda terhadap fluida. Khusus untuk benda yang berbentuk bola dan bergerak dalam fluida
yang sifat-sifatnya, gaya gesekan yang dialami benda dapat dirumuskan sebagai berikut:
𝐹 = 6πœ‹πœ‚π‘Ÿπ‘£

Dimana F adalah gaya gesekan yang bekerja pada bola, ƞ adalah koefisien kekentalan
fluida, r adalah jari-jari bola dan v adalah kecepatan bola relatif terhadap fluida. Jika sebuah
bola dengan rapat massa dan dilepaskan dari permukaan zat cair tanpa kecepatan awal,
maka bola tersebut mula-mula akan bergerak dipercepat. Dengan bertambahnya kecepatan
bola, maka bertambah besar pula gaya gesekan pada bola tersebut. Pada akhirnya bola akan
bergerak dengan kecepatan tetap, yaitu setelah terjadi keseimbangan anatar gaya berat, gaya
apung (Archimedes) dan gaya stokes. Pada keadaan ini berlaku persamaan:

4
𝑣 = πœ‹π‘Ÿ 3 𝑔(πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘“ )
3

Dimana ρ adalah rapat massa bola, dan ρf adalah rapat massa fluida. Substitusi
persamaan sebelumnya sehingga dapat ditulis:
2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘“ )
9𝑣

Syarat – syarat berlakunya hukum Stokes :

1. Ruang tempat fluida terbatas


2. Tidak ada turbulensi didalam fluida
3. Kecepatan (v) tidak besar sehingga aliran masih linear
BAB II ALAT DAN BAHAN

2.1 Alat dan Bahan

1. Tabung berisi zat cair


2. Bola-bola kecil dari zat padat
3. Mikrometer skrup, jangka sorong dan mistar
4. Thermometer
5. Sendok saringan untuk mengambil bola-bola dari dasar tabung
6. Dua karet gelang yang melingkari
7. Stopwatch
8. Areometer
9. Timbangan torsi dengan batu timbangannya
BAB III METODE PERCOBAAN

3.1 Percobaan Koefisien Kekentalan Zat Cair

1. Ukur diameter tiap-tiap bola memakai mikrometer skrup. Lakukan beberapa kali
pengukuran untuk tiap bola.
2. Timbang tiap-tiap bola dengan neraca torsi.
3. Catat suhu zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan.
4. Ukur rapat massa zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan dengan menggunakan
areometer.
5. Tempatkan karet gelang sehingga yang sati kira-kira 5 cm di bawah permukaan zat cair
dan yang lain kira-kira 5 cm di atas dasar tabung.
6. Ukurlah jarak jatuh d (jarak kedua karet gelang).
7. Masukkan sendok saringan sampai dasar tabung dan tunggu beberapa saat sampat zat
cair diam.
8. Ukurlah waktu jatuh T untuk tiap-tiap bola beberapa kali.
9. Ubahlah letak karet gelang sehingga didapatkan d yang lain.
10. Ulangi langkah 6, 7 dan 8.
BAB IV DATA PRAKTIKUM DAN PERHITUNGAN

4.1 Data Praktikum


a. Massa Jenis Bola
ρ(oli): 0.88 gram/cm3
Tabel 1. Data Percobaan Massa Jenis Bola

ρb
No Bola m (gram) D (cm) r (cm) Vb (cm3)
(gram/cm3)
1 Kecil 0.16 0.528 0.264 0.0771 2.0752
2 Sedang 0.31 0.654 0.327 0.1465 2.1160
3 Besar 1.18 1.022 0.511 0.5591 2.1105

b. Bola Kecil
Tabel 2. Data Percobaan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Kecil

Θ  (Dyne
No s (cm) t (s) V (cm/s)
s/cm2)
3.60 2.7778 6.5308
1 10
3.32 3.0120 6.0228
5.22 2.8736 6.3131
2 15
5.32 2.8195 6.4340
6.69 2.9895 6.0682
3 20
6.61 3.0257 5.9956

c. Bola Sedang
Tabel 3. Data Percobaan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Sedang

Θ  (Dyne
No s (cm) t (s) V (cm/s)
s/cm2)
2.72 3.6765 7.8288
1 10
2.81 3.5587 8.0879
3.94 3.8071 7.5602
2 15
4.13 3.6320 7.9248
5.11 3.9139 7.3539
3 20
5.13 3.8986 7.3827
d. Bola Besar
Tabel 4. Data Percobaan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Besar

Θ  (Dyne
No s (cm) t (s) V (cm/s)
s/cm2)
1.27 7.8740 8.8867
1 10
1.13 8.8496 7.9071
1.98 7.5758 9.2366
2 15
1.94 7.7320 9.0500
2.52 7.9365 8.8167
3 20
2.37 8.4388 8.2919

4.2 Perhitungan
a. Menentukan massa jenis bola
1. Bola kecil
Diketahui: Ditanya:
m = 0.16 gram Vb?
r = 0.264 cm ρb?

Rumus:

4
𝑉 = πœ‹π‘Ÿ 3
3

π‘š
𝜌=
𝑉

Jawab:

4 22
𝑉 = π‘₯ π‘₯(0.264)3 = 0.0771 π‘π‘š3
3 7

0.16
𝜌= = 2.0752 π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š/π‘π‘š3
0.0771

2. Bola sedang
Diketahui: Ditanya:
m = 0.31 gram Vb?
r = 0.327 cm ρb?
Rumus:

4
𝑉 = πœ‹π‘Ÿ 3
3

π‘š
𝜌=
𝑉

Jawab:

4 22
𝑉 = π‘₯ π‘₯(0.327)3 = 0.1465 π‘π‘š3
3 7

0.31
𝜌= = 2.1160 π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š/π‘π‘š3
0.1465

3. Bola Besar
Diketahui: Ditanya:
m = 1.18 gram Vb?
r = 0.511 cm ρb?

Rumus:

4
𝑉 = πœ‹π‘Ÿ 3
3

π‘š
𝜌=
𝑉

Jawab:

4 22
𝑉 = π‘₯ π‘₯(0.511)3 = 0.5591 π‘π‘š3
3 7

1.18
𝜌= = 2.1105 π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š/π‘π‘š3
0.5591

b. Menentukan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Kecil


1. Jarak 10 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 10 cm ρb = 2.0752 gram/cm3
t1 = 3.60 s Ditanya:
t2 = 3.32 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.264 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

10
𝑣1 = = 2.7778 π‘π‘š/𝑠
3.60

2
2π‘₯980π‘₯ 0.264
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 6.5308 Dyne s/cm2
9π‘₯2.7778

10
𝑣2 = = 3.0120 π‘π‘š/𝑠
3.32

2
2π‘₯980π‘₯ 0.264
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 6.0228 Dyne s/cm2
9π‘₯3.0120

2. Jarak 15 cm

Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3


s = 15 cm ρb = 2.0752 gram/cm3
t1 = 5.22 s Ditanya:
t2 = 5.32 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.264 cm
Rumus:
𝑠
𝑣=
𝑑
2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣
Jawab:
15
𝑣1 = = 2.8736 π‘π‘š/𝑠
5.22
2π‘₯980π‘₯ 0.264 2
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 6.3131 Dyne s/cm2
9π‘₯2.8736
15
𝑣2 = = 2.8195 π‘π‘š/𝑠
5.32
2
2π‘₯980π‘₯ 0.264
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 6.4340 Dyne s/cm2
9π‘₯2.8195
3. Jarak 20 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 20 cm ρb = 2.0752 gram/cm3
t1 = 6.69 s Ditanya:
t2 = 6.61 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.264 cm
Rumus:
𝑠
𝑣=
𝑑
2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣
Jawab:
20
𝑣1 = = 2.9895 π‘π‘š/𝑠
6.69
2π‘₯980π‘₯ 0.264 2
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 6.0682 Dyne s/cm2
9π‘₯2.9895
20
𝑣2 = = 3.0257 π‘π‘š/𝑠
6.61
2
2π‘₯980π‘₯ 0.264
πœ‚1 = 2.0752 βˆ’ 0.88 = 5.9956 Dyne s/cm2
9π‘₯3.0257

c. Menentukan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Sedang


1. Jarak 10 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 10 cm ρb = 2.1160 gram/cm3
t1 = 2.72 s Ditanya:
t2 = 2.81 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.327 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

10
𝑣1 = = 3.6765 π‘π‘š/𝑠
2.72
2
2π‘₯980π‘₯ 0.327
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 7.8288 Dyne s/cm2
9π‘₯3.6765

10
𝑣2 = = 3.5587 π‘π‘š/𝑠
2.81

2
2π‘₯980π‘₯ 0.327
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 8.0879 Dyne s/cm2
9π‘₯3.5587

2. Jarak 15 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 15 cm ρb = 2.1160 gram/cm3
t1 = 3.94 s Ditanya:
t2 = 4.13 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.327 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

15
𝑣1 = = 3.8071 π‘π‘š/𝑠
3.94

2
2π‘₯980π‘₯ 0.327
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 7.5602 Dyne s/cm2
9π‘₯3.8071

15
𝑣2 = = 3.6320 π‘π‘š/𝑠
4.13

2
2π‘₯980π‘₯ 0.327
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 7.9248 Dyne s/cm2
9π‘₯3.6320

3. Jarak 20 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 20 cm ρb = 2.1160 gram/cm3
t1 = 5.11 s Ditanya:
t2 = 5.13 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.327 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

20
𝑣1 = = 3.9139 π‘π‘š/𝑠
5.11

2π‘₯980π‘₯ 0.327 2
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 7.3539 Dyne s/cm2
9π‘₯3.9139

20
𝑣2 = = 3.8986 π‘π‘š/𝑠
5.13

2
2π‘₯980π‘₯ 0.327
πœ‚1 = 2.1160 βˆ’ 0.88 = 7.3827Dyne s/cm2
9π‘₯3.8986

d. Menentukan Koefisien Kekentalan Oli dengan Bola Besar


1. Jarak 10 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 10 cm ρb = 2.1105 gram/cm3
t1 = 1.27 s Ditanya:
t2 = 1.13 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.511 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

10
𝑣1 = = 7.8740 π‘π‘š/𝑠
1.27

2
2π‘₯980π‘₯ 0.511
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 8.8867 Dyne s/cm2
9π‘₯7.8740

10
𝑣2 = = 8.8496 π‘π‘š/𝑠
1.13
2
2π‘₯980π‘₯ 0.511
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 7.9071 Dyne s/cm2
9π‘₯8.8496
2. Jarak 15 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 15 cm ρb = 2.1105 gram/cm3
t1 = 1.98 s Ditanya:
t2 = 1.94 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.511 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣

Jawab:

15
𝑣1 = = 7.5758 π‘π‘š/𝑠
1.98

2π‘₯980π‘₯ 0.511 2
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 9.2366 Dyne s/cm2
9π‘₯7.5758

15
𝑣2 = = 7.7320 π‘π‘š/𝑠
1.94

2
2π‘₯980π‘₯ 0.511
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 9.0500 Dyne s/cm2
9π‘₯7.7320
1. Jarak 20 cm
Diketahui: ρoli = 0.88 gram/cm3
s = 20 cm ρb = 2.1105 gram/cm3
t1 = 2.52 s Ditanya:
t2 = 2.37 s v?
g = 980 cm/s2 ƞ?
r = 0.511 cm
Rumus:

𝑠
𝑣=
𝑑

2π‘”π‘Ÿ 2
πœ‚= (πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– )
9𝑣
Jawab:

20
𝑣1 = = 7.9365 π‘π‘š/𝑠
2.52

2π‘₯980π‘₯ 0.511 2
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 8.8167 Dyne s/cm2
9π‘₯7.9365

20
𝑣2 = = 8.4388 π‘π‘š/𝑠
2.37

2
2π‘₯980π‘₯ 0.511
πœ‚1 = 2.1105 βˆ’ 0.88 = 8.2919 Dyne s/cm2
9π‘₯8.4388
BAB V PEMBAHASAN

Viskositas adalah indeks hambatan aliran cairan. Viskositas ini juga disebut sebagai
kekentalan suatu zat. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk
membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Viskositas disperse koloid dipengaruhi oleh
bentuk partikel. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik
menarik antara molekul sejenis). Faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu: Fluida, suhu, luas
penampang, dan objek yang digunakan.

Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida
yang lebih kental biasanya lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu, dan lain-
lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan menuangkan air dan minyak goreng diatas lantai yang
permukaannya miring. Pasti hasilnya air lebih cepat mengalir dari pada minyak goreng atau oli.
Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair,
semakin kurang kental zat cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng ikan di dapur, minyak
goreng yang awalnya kental, berubah menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin
tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas tersebut.

Pada praktikum kali ini, tidak menggunakan bola kaca karena adanya gaya kohesi dan
adhesi. Gaya kohesi adalah gaya tarik-menarik antara molekul yang sejenis. Gaya adhesi adalah
gaya tarik-menarik antara molekul yang tidak sejenis. Gaya kohesi oli lebih besar dari gaya
adhesi oli dengan permukaam kaca pada bola sehingga oli tidak membasahi permukaan kaca
melainkan melebar sehingga akan mengalami perlambatan yang sangat besar.
BAB VI KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum kekentalan zat cair, dapat disimpulkan bahwa koefisien kekentalan
yaitu:
1. Objek bola kecil jarak 10 cm (6.5308 dan 6.0228 dyne s/m2), 15 cm (6.3131 dan 6.4340
dyne s/m2) dan 20 cm (6.0682 dan 5.9956 dyne s/m2).
2. Objek bola sedang jarak 10 cm (7.8288 dan 8.0879 dyne s/m2), 15 cm (7.5602 dan 7.9248
dyne s/m2) dan 20 cm (7.3539 dan 7.3827 dyne s/m2).
3. Objek bola besar jarak 10 cm (8.8867 dan 7.9071 dyne s/m2), 15 cm (9.2366 dan 9.0500
dyne s/m2) dan 20 cm (8.8167 dan 8.2919 dyne s/m2).
DAFTAR PUSTAKA

ο‚· P. Tipler. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga


ο‚· Giancoli, D. C. 2001. Fisika Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
ο‚· Tim Laboratorium Fisika. 2020. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 1 Laboratorium
Fisika. Universitas Pakuan: Bogor.
ο‚· Anonim. 2017. β€œLaporan Praktikum Viskositas”.
https://www.hajarfisika.com/2017/09/laporan-praktikum-viskositas.html. Diakses pada
09 Desember 2020 (16.01 WIB)
ο‚· Ari Muhamad Isbilly, dkk. 2013. β€œLaporan Praktikum Fisika Dasar 1 Viskositas”.
http://asiiahw.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-fisika-dasar-1_4.html. Diakses
pada 09 Desember 2020 (16.19 WIB)
ο‚· Amaliah W.D. 2014. β€œLaporan Praktikum Viskositas”.
https://www.slideshare.net/wd_amaliah/laporan-praktikum-viskositas. Diakses pada 09
Desember 2020 (16.23 WIB)
LAMPIRAN

Soal Praktikum

1. Lengkapi data praktikum diatas (Terdapat pada laporan bab IV)


2. Berikan kesimpulan mengenai praktikum ini (Terdapat pada laporan bab VI)
3. Apa yang mempengaruhi nilai akurasi (keteltian) pada praktikum ini
a. Penentuan/pembacaan waktu.
b. Penempatan bola saat akan di masukkan dalam wadah tabung.
c. Gaya tarik permukaan.
d. Adanya gelembung pada oli.
4. Apa yang mempengaruhi koefisien kekentalan fluida
a. Suhu
b. Objek yang digunakan
c. Luas permukaan
d. Fluida yang digunakan
5. Tentukan faktor yang mempengaruhi gaya gesek benda pada fluida
a. Kekentalan fluida
b. Diameter bola
c. Kecepatan bola
d. Jarak tempuh
e. Waktu
6. Sebuah kelereng dengan jari-jari 0.5 cm jatuh ke dalam bak berisi oli yang memiliki
koefisien viskositas 110 x 10-3 Ns/m2. Tentukan besar gaya gesek yang dialami kelereng
jika bergerak dengan kelajuan 5 m/s
Diketahui:
r = 0.5 cm
ƞ = 110 x 10-3 Ns/m2
v = 5 m/s
Ditanya: Fgesek?
22 0.5
𝐹 = 6πœ‹πœ‚π‘Ÿπ‘£ = 6π‘₯ π‘₯110π‘₯10βˆ’3 π‘₯ π‘₯5 = 0.0519 𝑁
7 100
7. Tentukanlah koefisien viskositas udara apabila kecepatan terminal satu tetes air hujan
berdiameter 0.5 mm yang jatuh adalah 7.5 m/s. (Diketahui massa jenis udara 1.3 kg/m3
dan percepatan gravitasi Bumi 10 m/s2).
Diketahui:
d = 0.5 mm = 0.05 cm
0.05
r= = 0.025 π‘π‘š
2
v = 7.5 m/s = 750 cm/s
g = 10 m/s2 = 1000 cm/s2
ρudara = 1.3 kg/m3 = 1300 gram/cm3
ρair = 1.0 kg/m3 = 1000 gram/cm3
Ditanya: ƞ?
2π‘”π‘Ÿ 2 2π‘₯1000π‘₯ 0.025 2
πœ‚= πœŒπ‘ βˆ’ πœŒπ‘œπ‘™π‘– = 1300 βˆ’ 1000 = 0.0556 𝑑𝑦𝑛𝑒 𝑠/cm2
9𝑣 9π‘₯750
= 5.56x10βˆ’5 N s/ m2

Anda mungkin juga menyukai