0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Influenza: Definisi, Gejala, dan Penanganan

Bab ini membahas definisi, gejala, patofisiologi, etiologi, komplikasi, dan penatalaksanaan medis influenza. Influenza dibagi menjadi 3 tipe virus yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan. Virus masuk lewat udara dan menyebabkan inflamasi. Tipe A paling berbahaya bisa menyebabkan pandemi. Komplikasinya termasuk pneumonia dan sinusitis. Penatalaksanaannya meliputi obat antipyret

Diunggah oleh

Kharina Puspa N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Influenza: Definisi, Gejala, dan Penanganan

Bab ini membahas definisi, gejala, patofisiologi, etiologi, komplikasi, dan penatalaksanaan medis influenza. Influenza dibagi menjadi 3 tipe virus yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan. Virus masuk lewat udara dan menyebabkan inflamasi. Tipe A paling berbahaya bisa menyebabkan pandemi. Komplikasinya termasuk pneumonia dan sinusitis. Penatalaksanaannya meliputi obat antipyret

Diunggah oleh

Kharina Puspa N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Penyakit Influenza merupakan jenis penyakit akut yang menyerang saluran
pernapasan, biasanya disebabkan oleh virus influenza dengan bermacam-macam
tipe dan sub tipe. Terdapat 3 tipe diantaranya tipe A, B, dan C padan virus
ini. Gejala yang muncul pada umumnya adalah ringan pada tipe B dan C, sedangkan
tipe A dapat berpotensi menimbulkan pandemi influenza. Terdapat beberapa
macam sub tipe pada virus influenza tipe A yang terdiri atas kombinasi dari
komponen Hemoaglutinasi (H) dan Neuraminidase (N), contohnya H7N7, H7N2,
H7N3, H9N2, H5N1 (Flu Burung), H1N1 (influenza A baru), H1N1 (Swine Flu)
(Starlista et al., 2020).
Influenza/flu atau yang biasa dikenal dengan influenza (flu) merupakan
penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza yang
dapat ditularkan. Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui penularan dari
orang ke orang. Ketika seseorang yang terkena flu batuk atau bersin virus flu
dilepaskan ke udara. Orang-orang di sekitar termasuk anak-anak dapat menghirup
udara yang terkontaminasi virus. Virus influenza termasuk 3 jenis yaitu influenza A
influenza B influenza C ketiga virus ini termasuk dalam famili virus
Orthomyxoviridae (Nitiyoso 2018).
Dapat dijelaskan berdasarlan dari definisi diatas influenza dibagi menjadi 3
bagian yaitu :
a. Influenza tipe A merupakan virus yang mampu menyerang hewan. Akan
tetapi, sering kali virus influenza tipe ini juga menyerang manusia dan bisa
menyebabkan kerusakan serius pada sistem pernapasan. Hewan jenis
unggas merupakan penyebar utama virus ini pada hewan lain maupun
manusia.
b. Influenza tipe B merupakan virus yang hanya ditemui pada manusia. Tipe
B memiliki tingkat bahaya yang lebih rendah dibandingkan dengan A,
akan tetapi masih memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi virus
mematikan. Influenza tipe ini digolongkan tidak memiliki potensi untuk
menjadi wabah.
c. Influenza tipe C merupakan jenis yang paling ringan jika dibandingkan
dengan tipe lainnya. Virus ini hanya menyerang manusia dan tidak dapat
menimbulkan kerusakan serius pada sistem pernapasan. Sama halnya
dengan tipe B, virus ini juga tidak menyebabkan wabah.

B. MANIFESTASI KLINIS
1. Gejala Penyakit Influenza Secara Umum
Flu tidak sama dengan pilek. Flu biasanya datang secara tiba-tiba. Penderita
influenza biasanya sering merasakan beberapa gejala berikut:

a. Demam

Demam terjadi bila suhu badan mencapai 38 °C atau lebih tinggi.


Suhu normal tubuh umumnya sekitar 36- 37 °C. Meskipun itu semua
tergantung pada usia, aktivitas apa yang sedang Anda lakukan, waktu, dan
bagaimana melakukan pengukuran. Suhu tinggi atau demam dapat terjadi
akibat reaksi dari sistem imun dalam melawan infeksi virus, bakteri,
jamur, atau parasit.

b. Batuk

refleks alami tubuh untuk menghilangkan zat yang mungkin kita


hirup. Sebagai contoh, debu, polusi, dan sekresi berlebih yang menumpuk
di saluran udara. Batuk juga sebagai cara tubuh untuk membersihkan paru-
paru dan saluran udara. Jika Anda mengalami batuk lebih dari 3 minggu
dapat mengindikasikan bahwa Anda memiliki kondisi medis yang
mendasarinya. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan
pemeriksaan lebih lanjut.

c. Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan biasanya menjadi gejala awal pada penyakit


pernapasan lainnya termasuk flu. Salah satu penyebab sakit tenggorokan
karena infeksi termasuk infeksi virus influenza. Rasa sakit pada
tenggorokan membuat Anda tidak nyaman. Apalagi ketika menelan
makanan atau minuman.

2. Gejala Penyakit Influenza yang Perlu Diwaspadai

Selain gejala-gejala umum tadi, Anda juga harus tahu apa saja tanda-tanda
darurat dari gejala flu untuk mendapatkan perawatan medis. Meskipun kebanyakan
orang terkena flu dapat mengobati diri mereka sendiri, tetapi seringkali tidak perlu ke
dokter. Namun, jika Anda mengalami komplikasi segera kunjungi dokter untuk
mencegah masalah yang lebih serius. Adapun gejala influenza pada orang dewasa
yang dikategorikan darurat termasuk:

a. Kesulitan bernapas atau sesak napas


b. Nyeri
c. Pusing
d. Kejang
e. Memburuknya kondisi medis yang ada
f. Kelelahan parah atau nyeri otot

Sementara bagi anak-anak gejala influenza yang darurat meliputi:

a. Kesulitan dalam pernapasan


b. Bibir biru
c. Nyeri
d. Dehidrasi
e. Nyeri otot
f. Kejang
g. Memburuknya kondisi medis yang ada

Mengingat virus influenza mudah menular. Terutama bila kita terkena droplet
dari seseorang yang menderita influenza. Ketika penderita berbicara, batuk, dan
bersin, droplet dapat keluar dan menyebar. Tetsan ini akan menular bila mengenai
mulut atau hidung orang-orang yang ada di dekatnya. Oleh karena itu, bila Anda
batuk atau bersin sebaiknya tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju
bagian dalam. Pastikan Anda menerapkan etika batuk dan bersin agar penularan virus
influenza tidak terjadi. Jangan lupa untuk melakukan vaksinasi flu terutama sebelum
musim dingin atau sebelum flu mulai menyebar. Vaksin flu dapat melindungi dari
gejala flu yang parah.

C. PATOFISIOLOGI

Patofisiologi influenza dimulai dari inhalasi droplet virus influenza, diikuti


replikasi virus dan kemudian infeksi virus menyebabkan inflamasi pada saluran
pernafasan.
Virus influenza masuk melalui inhalasi dari droplet yang infeksius, aerosol
partikel mikro, maupun inokulasi langsung lewat sentuhan tangan dari penderita.
Virus kemudian mengikat reseptor asam sialat yang terdapat pada sel epitel jalan
napas, khususnya di trakea dan bronkus. Kemudian, replikasi virus mencapai
puncaknya dalam 48 jam pasca infeksi dan jumlah virus berhubungan langsung
dengan derajat keparahan penyakit.
Pada kasus yang berat, terdapat perluasan infeksi virus mencapai bagian paru-
paru distal yang sesuai dengan karakteristik pneumonitis interstisial.  Kerusakan pada
alveoli yang disertai pembentukan membran hialin menyebabkan perdarahan dan
eksudat keluar dari kapiler alveolar menuju lumen yang kemudian mengakibatkan
gangguan pertukaran gas dan disfungsi napas berat.

D. ETIOLOGI
Dikenal tiga jenis influenza musiman (seasonal) yakni A, B dan Tipe C. Di
antara banyak subtipe virus influenza A, saat ini subtipe influenza A (H1N1) dan A
(H3N2) adalah yang banyak beredar di antara manusia. Virus influenza bersirkulasi di
setiap bagian dunia. Itulah sebabnya hanya virus influenza A dan B termasuk dalam
vaksin influenza musiman. Influenza musiman menyebar dengan mudah Saat
seseorang yang terinfeksi batuk, tetesan yang terinfeksi masuk ke udara dan orang
lain bisa tertular.
Virus influenza A inang alamiahnya adalah unggas akuatik. Virus ini dapat
ditularkan pada spesies lain dan dapat menimbulkan wabah yang berdampak besar
pada peternakan unggas domestik atau menimbulkan suatu wabah influenza manusia.
Virus A merupakan patogen manusia yang paling virulen di antara ketiga tipe
infleuenza dan menimbulkan penyakit paling berat, yang paling terkenal di Indonesia
adalah flu babi.
Virus influenza B hampir secara ekslusif hanya menyerang manusia dan lebih
jarang dibandingkan virus influenza A. karena tidak mengalami keragaman antigenik,
beberapa tingkat kekebalan diperoleh pada usia muda, tapi sistem kekebalan ini tidak
permanen karena adanya kemungkinan mutasi virus. Virus influenza C menginfeksi
manusia, anjing dan babi, kadangkala menyebabkan penyakit yang berat dan epidemi
lokal.
Perubahan pada kedua antigen tersebut membuat virus ini labil.  Antigenic
shift atau perubahan kecil pada kedua antigen tersebut terjadi setiap musim. Oleh
karena itu, vaksin influenza disesuaikan secara periodik untuk memberikan kekebalan
pada komunitas. Penularan influenza terjadi melalui kontak erat dengan penderita.
Virus dari penderita dapat menginfeksi orang lain melalui droplet saat penderita
sedang batuk atau bersin dan melalui . Influenza dapat menular 2-5 hari sejak gejala
dirasakan pada orang dewasa dan sampai dengan 10 hari pada anak-anak.

E. KOMPLIKASI
Komplikasi yang mungkin terjadi akibat flu parah antara lain pneumonia,
sinusitis, infeksi telinga, bahkan berujung pada kematian. Data dari World Health
Organization atau WHO mencatat bahwa sekitar 290.000-650.000 orang meninggal
dunia akibat virus influenza.
Berikut adalah komplikasi-komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit flu:

a. Pneumonia
Pneumonia adalah radang paru-paru yang menyebabkan kantung udara berisi
nanah dan lendir sehingga menghalangi oksigen mencapai aliran darah. Jika darah
terlalu sedikit mengandung oksigen, organ, jaringan, dan sel tubuh tidak dapat bekerja
dengan baik sehingga dapat menyebabkan kematian.
b. Sinusitis adalah peradangan yang terjadi di rongga saluran hidung. Gejala-gejala
yang mungkin timbul ketika influenza telah menyebabkan sinusitis adalah:
1. Penyumbatan hidung semakin parah
2. Sakit tenggorokan
3. Rasa sakit di pipi, rahang atas, dan gigi
4. Daya penciuman menurun
5. Pembekakan di dekat mata

c. Bronkitis
Bentuk komplikasi lain akibat flu atau influenza. Penyakit ini disebabkan oleh
iritasi pada selaput lendir yang terdapat di bronkus paru-paru.

F. PENATALAKSANAAN MEDIS
Penatalaksanaan untuk sebagian besar pasien dengan infeksi influenza adalah
pengobatan suportif dengan istirahat, paracetamol dan hidrasi cukup. Penatalaksanaan
influenza mencakup pengenalan dini komplikasi seperti pneumonia dan pengobatan
yang tepat. Obat antivirus tertentu tersedia influenza namun memberikan sedikit
pengurangan gejala atau durasi penyakit.
Penanganan pertama:
a. Banyak beristirahat dan hindari kontak dengan orang lain
b. Cukupi kebutuhan cairan seperti banyak minum air putih
c. Konsumsi paracetamol

Anda mungkin juga menyukai