Proposal Karya Akhir
Proposal Karya Akhir
Oleh:
SOFIA PANJAITAN
NIM. 2003050
2023
LEMBAR PENGESAHAN
SEMINAR PROPOSAL
NIM: 2003050
IR.MIFTAHUL FALLAH,M.M.
(NIP. 198804232018012001)
ii
(NIP. 198804232018012001)
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................ii
SEMINAR PROPOSAL........................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................v
DAFTAR TABEL.................................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
2.4 Rethresher..............................................................................................13
3.3.1 Alat............................................................................................22
3.3.2 Bahan.........................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................25
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 5 Tippler...............................................................................................9
v
DAFTAR TABEL
vi
BAB I
PENDAHULUAN
Pabrik Minyak Kelapa Sawit ( PMKS) adalah suatu industri yang bergerak untuk
mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi beberapa produk yang dihasilkan
produk utama pabrik kelapa sawit yaitu Crude palm oil (CPO) dan Palm Kernel
(PK), dalam prosesnya untuk mengolah kelapa sawit menjadi CPO maupun PK
harus melalui beberapa tahapan yaitu stasiun pabrik biji/kernel plant station dan
stasiun klarifikasi. (Muhammad Rizky 2021).
Tingkat kematangan buah dan metode perebusan buah sangat menetukan dalam
keberhasilan proses pengolahan buah kelapa sawit. Semakin tinggi tingkat
kematangan dan semakin lama waktu perebusan, semakin besar pula
2
kemungkinan bahwa minyak akan meleleh keluar dari daging buah selama
perebusan karena daging menjadi sangat lunak. Pada saat proses pemipilan,
minyak tersebut diserap oleh tandan. Keberhasilan perebusan jika tidak didukung
pemipilan yang baik maka kehilangan brondolan dan minyak akan tinggi. Oleh
karena itu perlu dilakukan pemipilan yang lebih sempurna dan perlu ditambahkan
bahwa keberhasilan pemipilan juga tergantung pada proses perebusan.Janjangan
yang tidak memberondol (Unstripped bunch) dapat menyebabkan kerugian bagi
pabrik kelapa sawit akibat kehilangan minyak dan kernel. Janjangan yang tidak
memberondol (Unstripped bunch) yaitu adanya brondolan yang tertinggal di
janjang kosong di stasiun thresher. Janjangan yang tidak memberondol
(Unstripped bunch) yang diizinkan di pabrik PT. Herfinta & Plantation adalah
maksimal 3 %. Unit thresher dengan dua kali bantingan sangat berfungsi untuk
merontokan berondolan yang masih terikut didalam janjangan yang sudah
melewati bunch crusher. Perlu dilakukan pengamatan terhadap janjangan yang
tidak memberondol (Unstripped bunch) untuk mengetahui fungsi dilakukannya
dua kali bantingan pada stasiun threshing terhadap persentase Unstripped bunch.
(Muhammad Alfaridzi, 2020).
3
BERONDOLAN DI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DI PMKS
PT.HERFINTA FARM & PLANTATION”
4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
5
mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektifitasnya. Apabila seseorang
berbicara tentang efektifitas sebagai orientasi kerja berarti yang menjadi sorotan
perhatian adalah tercapainya berbagai sasaran yang telah ditentukan tepat pada
waktunya dengan menggunakan sumber-sumber tertentu yang sudah digunakan
harus ditentukan sebelumnya dan dengan memanfaatkan sumber-sumber itulah
maka hasil-hasil tertentu harus dicapai dalam waktu yang telah di tetapkan pula
(S.P Siagian 2005:)
Pabrik kelapa sawit merupakan satu kesatuan dari beberapa mesin-mesin instalasi
yang bekerja berkaitan satu dengan lainnya dengan sistem berantai yang berfungsi
untuk mengutip secara optimal minyak sawit dan inti sawit yang terdapat pada
tandan buah segar dengan menekan losses sekecil mungkin. Selain itu kualitas
produksi juga perlu mendapat perhatian dalam proses pengolahan di PKS,
semakin baik kualitas produksi akan semakin baik pula nilai jualnya
Untuk memperoleh minyak kelapa sawit (CPO) dari kelapa sawit, maka
PMKS PT Herfinta Farm & Plantation melakukan beberapa proses dimana
pengolahan tandan buah segar di pabrik bertujuan untuk memperoleh minyak
sawit yang bermutu baik. Ada pun tahap – tahap pengolahan TBS sampai
dihasilkannya minyak akan diuraikan lebih lanjut berikut ini:
1. Jembatan Timbang
Tandan buah buah segar hasil pemanenan harus segera diangkut ke pabrik untuk
diolah lebih lanjut untuk menghindari kadar asam lemak bebas (ALB) yang
meningkat. Tandan buah segar yang diangkut ke pabrik terlebih dahulu ditimbang
dijembatan timbang (weight bridge) sehingga diketahui berat brutonya. Jembatan
timbang merupakan alat ukur berat yang berfungsi untuk menimbang dan
mengetahui berat TBS yang diterima pabrik.
6
Gambar 2. 1 Jembatan Timbang
Sumber: PT.Herfinta, 2022
2. Sortasi TBS
Sortasi buah kelapa sawit, atau sering disebut Grading adalah proses memisahkan
buah-buah kelapa sawit dan memberikan klasifikasi buah berdasarkan kriteria
yang telah ditentukan dengan skala grading.
Sortasi artinya memisahkan TBS kelapa sawit dari pengotor seperti ranting,
pasir, tandan kosong (empty bunch), sedangkan Grading (berasal dari kata grade /
memberi klasifikasi) yang artinya menentukan tingkat kematangan TBS kelapa
sawit.
7
Tabel 2. 1 Kualitas Sortasi dari TBS di PT. Herfinta
Kategori Buah Kriteria Grading Standart (%)
Sampah pasir - 0%
Loading ramp merupakan sebuah bangunan dengan lantai berupa kisi-kisi pelat
besi berjarak sekitar 10 mm dengan kemiringan 45 derajat yang fungsinya untuk
memudahkan dan memisahkan kotoran yang terikut dengan TBS pada saat
pengangkutan dan terdiri dari 10 buah pintu dengan kapasitas kurang lebih 150
8
ton.. Tandan buah dituang pada tiap-tiap hopper dan diatur dari pintu ke pintu
lainnya dengan isian sesuai kapasitas. Pengisian TBS ke dalam lori berlangsung
secara gravitasi. Lori berada tepat dibawah hopper sehingga pada saat pintu
bagian bawah hopper dibuka dengan sistem hidrolik, TBS akan jatuh ke dalam
lori. Untuk memindahkan lori dari rel loading ramp ke rel rebusan digunakan alat
yang disebut transfer carriage. Lori yang berisi buah dimasukkan ke dalam
sterilizer lalu ditutup rapat dan dikunci.
4. Stasiun Sterilizer/Rebusan
9
Gambar 2. 4 Stasiun Sterilizer
Sumber : PT Herfinta, 2022
Proses perebusan mampunyai tujuan sebagai berikut:
c. Menurunkan kadar air daging buah untuk mempermudah proses digestion dan
pressing;
5. Stasiun Tippler
Tippler berfungsi untuk memutar lori yang berisi TBS yang telah direbus
kemudian dituangkan ke bunch scrapper conveyor menuju thresher. Setelah
dituang, kemudian lori dikembalikan ke posisi semula yaitu tepat pada jalur rail
track menuju loading ramp untuk diisi kembali dengan TBS.
10
Gambar 2. 5 Tippler
Sumber : PT Herfinta, 2022
6. Stasiun Thresher
Thresher berfungsi untuk memisahkan antara brondolan dan janjang dengan cara
diputar dan dibanting. Thresher ini berupa drum silinder yang memiliki diameter
200 cm, dan panjang 500 cm, jarak kisi-kisi 4 cm sebagai tempat keluarnya
brondolan yang sudah terpisah dari janjangannya. Terdapat 12 siku pelempar
dengan panjang 80 cm dengan kemiringan 30 derajat. Siku pelempar ini berfungsi
untuk mengangkat buah sehingga terjadi bantingan yang mengakibatkan
brondolan terlepas dari janjangannya.
• Untuk melepaskan buah (tandan buah segar yang sudah direbus) dengan
tandannya dengan sistem bantingan.
• Menjaga oil losses maupun kernel losses seoptimal mungkin agar berada
dibawah target/parameter yang sudah disepakati perusahaan.
11
• Jadi, kapasitas desain saja tidaklah cukup untuk mendapatkan tujuan di atas
tanpa kesatuan system pengoperasian alat yang benar pada stasiun ini maupun
dukungan dari stasiun-stasiunnya.
Hasil proses pada stasiun ini adalah memisahkan berondolan (cook fruitless)
dari tandannya dengan cara beberapa kali bantingan pada drum thresher.
Berondolan (cook fruitless) dibawa ke stasiun press dengan fruit elevator maupun
conveyor untuk diekstraksi, kemudian tandan kosongnya (janjangan kosongnya)
dibawa ke lokasi penimbunan sementara (empty bunch area) di luar pabrik kelapa
sawit dan dimanfaatkan menjadi pupuk. Stasiun Thresing merupakan satu desain
dengan sistem yang sederhana, namun tak kalah pentingnya untuk menjembatani
kelangsungan dan keberhasilan proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS)
pada pabrik kelapa sawit. Rantawi dan Mahfud (2019).
Menurut Rantawi dan Mahfud (2019, hal 8), stasiun penebahan (Thresher)
ini bertujuan untuk memisahkan berondolan dari janjangan semaksimal mungkin.
Hasil yang didapat dari proses perontokan ini berupa janjangan kosong dan
berondolan sawit. Pada satasiun ini alat yang digunakan diantaranya adalah
thresher dan bunch crusher. Thresher berfungsi untuk memisahkan atau
merontokkan berondolan dari janjangannya semaksimal mungkin. Cara kerja dari
thresher yaitu suatu drum yang berputar yang dibatasi oleh sisi – sisi yang
berlubang yang dilengkapi dengan pisau pelempar yang dapat memberikan efek
batingan terhadap buah. Masing-masing stasiun memiliki beberapa parameter
keberhasilan yang harus dicapai dalam proses pengolahan TBS. Salah satu
parameter keberhasilan yang terdapat di stasiun thresher ialah yang memperoleh
persentase USB yang seminimal mungkin. Kehilangan berondolan di janjang
kosong dapat terjadi selama proses pengolahan TBS berlangsung. Kehilangan
berondolan tersebut sangat tidak mungkin untuk ditiadakan, hal ini bisa dapat
dikendalikan dengan melakukan perhitungan persentase kehilangan berondolan
secara teliti, sehingga diperoleh nilai persentase yang sesuai standar PKS.
12
janjangan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kehilangan berondolan yang
bernilai tinggi atau diatas standar yaitu fraksi buah, steam tidak merata/ada nya
kebocoran pada Sterilizer. Faktor-faktor tersebut masih sering diabaikan sehingga
persentase kehilangan brondolan diperoleh diatas standar.
Menurut Napitupulu (2009, hal 9), hal yang sering terjadi pada TBS di
thresher adalah munculnya USB yaitu pembrondol buah yang dihasilkan tidak
sempurna dari tandannya, ada beberapa penyebab munculnya USB yaitu :
ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari thresher yaitu :
Buah dibanting banting dengan cara drum berputar yang terdapat kisi kisi,
semakin besar diameter drum maka peluang untuk buah terbanting dengan
ketinggian yang lebih jauh menyebabkan gaya jatuh yang lebih besar dan buah
akan lebih mudah terpipil.
2. Panjang drum
Salah satu cara untuk mengangkat buah yaitu dengan menerapkan kecepatan
putaran drum, pada saat terjadinya buah jatuh, terdapat ada gaya mengguling
tandan. Karena adanya gaya tersebut tandan berputar˗putar searah dan kecepatan
putar tandan lebih cepat dari putaran
13
Gambar 2. 6 Stasiun Threser
Sumber : PT Herfinta, 2022
Faktor-faktor penyebab tidak sempurnanya kerja thresher antara lain:
• Posisi kedudukan (kemiringan) plat yang terlalu miring dan ukuran plat yang
terlalu pendek, sehingga tandan buah tidak terangkut atau terlalu cepat keluar
dari ruang drum
7. Bunch Crusher
Pemipilan yang dilakukan pada mesin threser terkadang masih kurang sempurna
atau masih ada brondolan yang melekat pada janjangannya yang disebut USB
(Unstripped bunch). untuk mengatasai hal tersebut, maka ditambahkan suatu alat
yang disebut dengan Bunch Crusher yang berfungsi untuk menggiling atau
meremukkan janjangan sehingga brondolan yang masih melekat dapat lepas dari
janjanganya. Oleh karena itu bunch crusher sangat membantu untuk
14
meningkatkan pencapaian rendemen minyak CPO dan kernel pada pabrik
pengolahan kelapa sawit. (Muhammad Rizky, 2021).
2.4 Rethresher
Menurut Rantawi dan Mahfud (2019, hal 11), rethresher adalah alat yang
fungsinya sama dengan thresher yaitu membanting material berupa TBR sehingga
merontokkan berondolan, akan tetapi untuk unit rethresher ini TBR yang
diumpankan yaitu TBR yang telah melewati bunch crusher, atau janjang kosong
Menurut Rahardja, (2012, hal 13), unstripped bunch (USB) adalah berondolan
yang masih menempel atau tersisa dijanjangan. Brondolan yang masih menempel
pada tandan kosong kelapa sawit setelah dipipil dari mesin penebah (thresher), ini
15
disebabkan banyaknya buah mentah yang masuk ke dalam PKS. Losses juga dapat
diartikan sebagai kehilangan bahan produksi saat dilakukan proses pengolahan
kelapa sawit.
Proses pengolahan TBS menjadi minyak dan inti sawit akan selalu
mengalami kehilangan minyak dan inti sawit, didalam proses pengolahan
diharapkan untuk terjadinya losses sekecil mungkin dan pengambilan minyak dan
inti dengan sebesar-besarnya. Meskipun sebenarnya banyak losses didalam
pengolahan, namun yang diperhatikan paling utama adalah losses minyak dan inti.
Hal ini disebabkan karena minyak dan inti menjadi ukuran terhadap pendapatan
perusahaan yang menjadi parameter untuk menentukan kinerja PKS. (Surya
dharma, 2015 ,hal 13).
2.6 Losses
Losses yang terdapat pada stasiun threser adalah losses brondolan, losses adalah
kehilangan minyak atau inti sawit sesuai batas norma yang telah ditetapkan.
Brondolan yang lengket pada tandan masih mengandung minyak atau inti sawit
sesuai batas norma yang telah ditetapkan.Brondolan yang lengket pada tandan
masih mengandung minyak dan dapat dikatakan sebagai losses brondolan (USF)
16
USF (unstripped fruit) merupakan brondolan yang masih terdapat di tandan
kosong kelapa sawit setelah di pipil di mesin penebah (Thresher) yang disebabkan
oleh banyaknya buah mentah yang masuk dan diolah di PKS, proses perebusan
yang tidak maksimal dalam memisahkan brondolan dari tandan kosong.
Losses yang terjadi di PKS sebenarnya tidak dipengaruhi oleh bahan baku
TBS atau jenis bahan baku TBS tersebut, melainkan losses terjadi karena adanya
kesalahan atau ketidaktepatan di dalam proses yang meliputi suat sistem. Bahan
baku juga dapat mempengaruhi losses, apabila pengutipan brondolan dilapangan
tidak terkutip sepenuhnya sehingga rendemen akhir setelah diolah di PKS akan
rendah. Pada umumnya losses terjadi karena :
Adapun hal yang harus diperhatikan untuk melihat sumber dan timbulnya losses
yaitu :
3. Proses pengutipan inti (mulai dari TBS diterima di loading ramp sampai
pada tempat penimbunan produksi)
Proses pengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak sawit
dan inti sawit akan selalu mengalami kehilangan minyak dan inti sawit, namun
diharapkan dalam proses pegolahan adalah agar terjadinya losses sekecil mungkin
dan pengambilan minyak sawit dan inti sebesar-besarnya. Meskipun sebenarnya
ada banyak losses dalam pengolahan, namun yang selalu diperhatikan paling
utama dalam produksi yaitu losses minyak dan losses inti. Hal ini disebabkan
atara lain karena minyak dan inti sawit menjadi ukuran terhadap pendapatan
17
perusahaan yang dianggap sebagai parameter yang menentukan kinerja PKS.
• Banyaknya tandan kosong yang harus direbus ulang dalam satu hari. Hal ini
dipakai dalam menghitung berkurangnya kapasitas PKS karena pekerjaan
ulangan (rework).
• Brondolan yang masih terdapat dalam tandan kosong dianalisis secara teratur
untuk mengetahui kerugian yang timbul. Hal ini berhubungan dengan
efisiensi/ekstraksi PKS.
• Dalam jangka waktu tertentu, tandan kosong harus diambil untuk dianalisis
minyak yang terserap oleh tandan kosong tersebut. Hal ini berhubungan
dengan ekstraksi yang dihasilkan PKS.
Dari data tersebut, diperoleh angka kerugian minyak dalam buah yang
tidak terpipil, disamping kerugian minyak dalam tandan kosong, angka tersebut
bersama dengan angka kerugian di bagian pengolahan lain akan memberikan
gambaran mengenai ekstraksi dari proses pengolahan secara keseluruhan. Hal ini
penting untuk mengadakan perbaikan pada proses pengolahan, baik mengenai
18
cara kerja maupun efisiensi peralatan pengolahan. (Pahan, 2006:223-228)
Tandan kosong kelapa sawit adalah salah satu produk sampingan pabrik kelapa
sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Dalam satu hari pengolahan bisa
dihasilkan ratusan ton TKKS. Diperkirakan saat ini limbah TKKS di Indonesia
mencapai 20 juta ton. TKKS tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi
berbagai macam produk. Sebagian besar tandan kosong yang dihasilkan dari
stasiun penebah (Threshing), masih mengandung minyak. Untuk itu, kerugian
yang terjadi pada proses penebahan ada dua macam, yaitu kerugian minyak yang
terserap oleh tandan kosong dan kerugian minyak dalam buah yang masih
tertinggal di tandan (tidak membrondol). Tingkat kematangan buah dan metode
perebusan buah yang sangat menentukan dalam keberhasilan proses pengolahan
buah kelapa sawit. Semakin tinggi tingkat kematangan dan semakin lama waktu
perebusan, semakin besar pula kemungkinan bahwa minyak akan meleleh keluar
dari daging buah selama perebusan karena daging menjadi sangat lunak. Pada saat
proses pemipilan, minyak tersebut diserap oleh tandan.
19
2.8 Kajian Penelitian Yang Relevan
Kajian penelitian yang relevan membahas jurnal atau paper penelitian yang memiliki kesamaan dengan peneltian yang akan
dilakukan dengan membandingkan setiap jurnal atau paper seperti metode yang digunakan, variabel dan hasil penelitian. Berikut
adalah jurnal atau paper yang dibandingkan :
1 Muhammad 2021 Efisiensi penggunaan bunch crusher Berdasarkan analisis losses USB yang
Rizky di stasiun thresher terhadap losses diperoleh sebelum bunch crusher sebesar
USB (Unstripped bunch) di pks sawit 3.27% dan sesudah bunch crusher sebesar
seberang pt. perkebunan nusantara II 1.16%.
2 Rizki 2010 Analisa kinerja threser di blangkahan Data dari hasil penelitian tersebut yaitu losses
palm oil mill PT. yang dihasilkan sebesar 1,3% diakibatan oleh
Isnainy
feeding thresher yang terbuka penuh sehingga
Ukindo
Resa
terjadi overload dan dan pemipilan tidak
maksimal. Pengaturan mesin threser yang
meningkatkan performa mesin sehingga losses
yang diperoleh kecil.
20
3 Muhammad 2020 Perbandingan jumlah persentase Berdasarkan hasil pengujian paired sampels
Alfaridzi Unstripped bunch (USB) sebelum dan statistic rata-rata persentase sbelum melewati
sesudah melewati unit bunch crusher bunch crusher sebesar 3.40% dan sesudah
pada stasiun thresher di PT. Tri melewati bunch crusher sebesar 1.17%.
Bahtera Srikandi
4 Fina 2009 Efektivitas kinerja thresher terhadap dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
losses brondolan di tandan kosong kinerja thresher dikatakan efektif apabila tidak
Rachmaw
kelapa sawit (tipe Double thresher) di terdapat brondolan di tandan kosong, dan
Aty
PT BAKRIE SUMATERA efektivitas kinerja thresher sangat dipengaruhi
PLANTATION KISARAN PALM oleh beberapa faktor. Untuk mengurangi losses
maka digunakan Double thresher agar
OIL
pemipilan dapat dilakukan secara maksimal.
5 Novita Putri 2010 Pengaruh kerja threser terhadap Pemisahan buah dari tandan kosong yang
kehilangan buah di tandan kosong dianggap cukup baik jika kehilangan buah di
21
2.9 Kerangka Konseptual
22
BAB III
METODE PENELITIAN
Data primer adalah data yang diolah sendiri oleh organisasi yang menggunakan
data tersebut.Data ini diperoleh dengan cara langsung datang mengadakan
pengamatan terhadap objek penelitian dan melakukan wawancara tentang topik
yang dibahas penulis sehingga akan diperoleh data-data yang bersifat lebih akurat
kebenarannya dan lebih cepat. (Windasari, 2013)
23
3.2.2 Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari suatu perusahaan dan data tersebut
sudah diolah dan terdokumentasi di perusahaan seperti sejarah singkat
perusahaaan,struktur organisasi perusahaan ,serta kelengkapan data lainnya.Data
ini juga bisa bersumber dari buku-buku dan sumber kepustakaan lainnya yang
mendukung pembahasan dalam penelitian ini. ( Abdillah dan Emigawaty,2009
Hal : 24 )
3.3.1 Alat
3.3.2 Bahan
Sampel berupa tandan kosong kelapa sawit yang keluar dari mesin penebah atau
thresher dan diangkat oleh empty bunch conveyor. Percobaan dilakukan untuk
200 tandan kosong kelapa sawit.
Prosedur Kerja
24
1. Klik Counter dipegang ditangan kanan dan ditangan kiri masing-masing 1
buah
3. Dihitung jumlah tandan kosong yang lewat sebanyak 200 tandan dengan
klick counter tangan kanan dan tangan kiri menghitung jumlah tandan yang
masih mengandung brondolan
4. Dilihat apakah ada Variabel lain,Jika tidak ada hitung Losses Keluaran
Threser 1 & 2
Mulai
Klik Count er dipegang ditangan kanan dan ditangankiri masing -masing 1 buah
Apakah ada
variabel lain?
Tidak
Selesai
Adapun diagram alir prosedur kerja losses brondolan di tandan kosong dapat
25
dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini :
26
3.4 Analisa Data
Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya,
sehingga dapat dengan mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan
kepada oranglain. (Sugiyono, 2013 Hal 244)
Sumber : PT.Herfinta,2022
27
DAFTAR PUSTAKA
Amri Nofrizal, dkk. 2015. Analisis Potensi dan Pengaruh Waktu Penyimpanan
Buah Terhadap Mutu Minyak Kelapa Sawit Tipe Dura, Psifera, dan
Tenera di Kebun Bangun Bandar, Dolok Masihul Sumatera Utara
Fauzi, Y. 2010. Kelapa Sawit. Cetakan Kedua Puluh Dua. Jakarta : Penebar
Swadaya..
Herlina, KD. 2010. Industri Kelapa Sawit : Produktivitas Minyak Kelapa Sawit
Indonesia hanya 3,7 ton per hektar per tahun. Kontan, 12 November 2010.
28