LAPORAN PENDAHULUAN
PADA GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI
DISUSUN OLEH :
CAHYA
PO713201221010 TK. 1A
CI INSTITUSI CI LAHAN
Hj. Harliani , S.Kp, M.Kes Ns.A.Nurinayah, S.Kep.M.Kep
PRODI DIII KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR 2022/2023
DAFTAR ISI
LAPORAN PENDAHULUAN..................................................................1
BAB I..........................................................................................................3
KONSEP TEORI.......................................................................................3
A. DEFINISI..............................................................................................3
B. ETIOLOGI............................................................................................3
C. TANDA DAN GEJALA.......................................................................4
D. PATOFISIOLOGI (PATHWAY)........................................................5
E. PEMERIKSAAN PENUNJANG.........................................................6
F. KOMPLIKASI......................................................................................7
G. PENATALAKSANAAN.......................................................................7
1. Penatalaksanaan Medis (Kozier, 2011)................................................7
2. Penatalaksanaan Keperawatan (Kozier, 2011)....................................8
BAB II.........................................................................................................9
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN..................................................9
DENGAN PASIEN GANGGUAN NUTRISI.........................................9
A. PENGKAJIAN......................................................................................9
1. Data subjektif.........................................................................................9
2. Data objektif.........................................................................................10
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN........................................................10
C. INTERVENSI KEPERAWATAN.....................................................10
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................11
BAB I
KONSEP TEORI
A. DEFINISI
Nutrisi adalah elemen yan dibutuhkan untuk proses dan fungsi tubuh.
Kebutuhan energi didapatkan dari berbagai nutrisi, seperti: karbohidrat, protein,
lemak, air, vitamin, dan mineral. Makanan terkadang dideskripsikan berdasarkan
kepadatan nutrisi mereka, yaitu proporsi nutrisi yang penting berdasarkan jumlah
kilokalori. Makanan dengan kepadatan nutrisi yang rendah, seperti alcohol atau gula,
adalah makanan yang tinggi kilokalori tetapi rendah nutrisi. (Potter & Perry, 2010).
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat gizi lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk
menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan
bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya seta mengeluarkan
sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat
lain yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit (Towarto & Wartonal, 2010).
B. ETIOLOGI
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kebutuhan nutrisi
antara lain:
1. Intake nutrisi
2. Kemampuan mendapat dan mengolah makanan
3. Gangguan menelan dan sakit gigi
4. Anoreksia
5. Nausea dan vomiter
6. Obstruksi saluran cerna
7. Malabsorbsi nutrient
8. Stress dan depresi
C. TANDA DAN GEJALA
Ada beberapa tanda dan gejala pada ketidakseimbangan kebutuhan nutrisi
secara umum, di antaranya:
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
a. Kram dan nyeri abdomen
b. Nafsu makan menurun
c. Berat badan 20% atau lebih dibawah berat badan ideal
d. Kerapuhan kapiler
e. Diare
f. Kehilangan rambut berlebih
g. Bising usus hiperaktif
h. Tonus otot menurun
i. Mual dan muntah
j. Cepat kenyang setelah makan
k. Mengeluh gangguan sensasi rasa
l. Sariawan rongga mulut
m. Sukar menelan
2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh::
a. Disfungsi pola makan
b. Nafsu makan berlebih
c. Aktivitas monoton
d. Lipatan otot trisip lebih dari 25cm pada wanita dan lebih dari 15cm
oada pria
e. Berate badan 20% diatas tinggi dari kerangka tubuh ideal.
D. PATOFISIOLOGI (PATHWAY)
Penyakit diare menimbulkan masalah pada kebutuhan nutrisi yang kurang
terpenuhi akibat timbulnya BAB lebih dari 3 kali sehari dan timbulnya rasa mual dan
muntah. Akibatnya seseorany yang terkena penyakit diare akan terasa lemas, pucat,
dan nafsu makan berkurang, hal ini menyebabkan kebutuhan nutrisi dalam tubuh
berkurang.
Kondisi fisiologis yang mempengatuhi status nutrisi termasuk tingkat
aktivitas, keadaan penyakit, kemampuan daya beli dan meyiapkan makanan serta
prosedur dan pengobatan yang dilakukan. Bergantung pada tingkat aktivitas maka
nutrisi dan kilokalori diperlukan untuk meningkatkan, sehinggaaktivitas akan
meningkat atau menurun. Sementara, status penyakit dan prosedur atau pengobatan
yang dilakukan mempunyai dampak pada asupan makanan, pencernaan, absorbs,
metabolisme, dan ekskresi.
Beberapa kondisi fisiologis dapat menyebabkan me nurunnya zat makanan
tertentu, dan suatu saat akan meningkat. Penyakit ginjal dapat menurunkan kebutuhan
protein oleh karena protein di ekskresi oleh ginjal dapat menurunkan kebutuhan
protein oleh karena protein di ekskresimoleh ginjal. Penyakit-penyakit fisik biasanya
meningkatkan kebutuhan zat makanan. Biasanya terjadi pada penyakit-penyakit
saluran cerna.
Gangguan fisik dapat terjadi disepanjang saluran pencernaan yang
menyebabkan menurunnya asupan nutrisi. Gangguan absorbs, gangguan transportasi,
atau pengguanaan yang tidak sepantasnya. Luka pada mulut dapat menyebabkan
menurunnya asupan nutrisi akibat nyeri saat makan. Diare dapat menurunkan absorbs
nutrisi karena didorong leboh cepat. Terhadap penyakit pada kandung empedu,
dimana kandung empedu tidak berfungsi secara wajar, emepedu yang berfungsi untuk
mencerna lemak menjadi tidak efektif.
Pola makan tidak teratur
Berkurangnya pemasukan makanan
Kekosongan lambung
Erosi pada lambung
Produksi asam lambung meningkat
Refleks muntah
Intake makanan tidak adekuat
(Sumber : NANDA, 2015)
Kekurangan Nutrisi
E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan nutrisi
adalah sebagai berikut :
1. Kadar total limfosit
2. Albumin serum
3. Zat besi
4. Transferin serum
5. Kreatinin
6. Hemoglobin
7. Hematokrit
8. Keseimbangan nitrogen
9. Tes antigen kulit
Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan resiko status nutrisi buruk
meliputi penurunan hemoglobin dan hematokrit, penurunan nilai limfosit,
penurunan albumin serum < 3.5 gr/dl, dan peningkatan/ penurunan kadar kolesterol
( Mubarak, 2008).
F. KOMPLIKASI
Menurut Alimul, 2006 komplikasi dan masalah yang mungkin muncul
adalah:
1. 1. Malnutrisi
Kekurangan zat makanan (nutrisi) ataupun kelebihan (nutrisi)
2. 2. Obesitas
Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari
20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan
metabolism karena kelebihan asupan kalori dan penurunan dalam pengguanaan
kalori.
3. 3. Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai
masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas,
serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebihan.
4. 4. Penyakit jantung koroner
Merupakan gangguan nutrisi yangs sering disebabkan oleh adanya peningkatan
kolesterol darah dan merokok. Saat ini, gangguan inisering dialami karena
adanya per ilaku atau gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dan lain-lain.
5. 5. Kanker
Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh
pengonsumsian lemak secara berlebihan.
6. 6. Anoreksia nervosa
Merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan,
ditandai dengan adanya konstipasi, pembengkakan badan, nyeri abdomen,
kedinginan, letargi, dan kelebihan energy.
G. PENATALAKSANAAN
1. Penatalaksanaan Medis (Kozier, 2011)
a. Nutrisi enteral
Metode pemberian makanan alternative untuk memastikan kecukupan
nutrisi meliputi metode enteral (melalui system pencernaan). Nutrisi enteral
juga disebut sebagai nutrisi enteral total (TEN) diberikan apabila klien tidak
mampu menelan makanan atau mengalami gangguan pada saluran
pencernaan atas dan transport makanan ke usus halus terganggu. Pemberian
makanan lewat enteral diberikan melalui slang nasogastrik dan slang
pemberian makan berukuran kecil atau melalui slang gastrostomi atau
yeyunostomi.
b. Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteral (PN), juga disebut sebagai nutrisi parenteral total (TPN)
atau hiperalimentasi intravena (IVH), diberikan jika saluran gastrointestinal
tidak berfungsi karena terdapat gangguan dalam kontinuitas fungsinya atau
karena kemampuan penyerapannya terganggu. Nutrisi parenteral diberikan
secara intravena seperti melalui kateter vena sentral ke vena kava superior.
Makanan parenteral adalah larutan dekstrosa, air, lemak, protein, elektrolit,
vitamin, dan unsure renik, semuanya ini memberikan semua kalori yang
dibutuhkan. Karena larutan TPN bersifat hipertonik larutan hanya dimasukkan
ke vena sentral yang beraliran tinggi, tempat larutan dilarutkan oleh darah
klien.
2. Penatalaksanaan Keperawatan (Kozier, 2011)
a. Menstimulasi nafsu makan
a) Berikan makanan yang sudah dikenal yang memang disukai klien yang
disesuaikan dengan kondisi klien
b) Pilih porsi sedikit sehingga tidak menurunkan nafsu makan klien yang
anoreksik
c) Hindari terapi yang tidak menyenangkan atau tidak nyaman sesaat
sebelum atau setelah makan
d) Berikan lingkungan rapi dan bersih yang bebas dari penglihatan dan bau
yang tidak enak. Balutan kotor, pispot yang telah dipakai, set irigasi
yang tidak tertutup atau bahkan piring yang sudah dipakai dapat
memberikan pengaruh negative pada nafsu makan
e) Redakan gejala penyakit yang menekan nafsu makan sebelum waktu
makan; istirahat bila mengalami keletihan
f) Kurangi stress psikologi
g) Berikan oral hygiene sebelum makan
h) Membantu klien makan
i) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan diet sesuai dengan
kondisi
BAB II
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN PASIEN GANGGUAN NUTRISI
A. PENGKAJIAN
Status nutrisi seseorang dapat dikaji melalui A, B, C, D, yaitu.
A (antropometri): untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan
energi.
B (biokimia): digunakan untuk suatu peringatan bahwa mungkin akan
terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.
C (clinical sign): untuk mensurvey klinis secara cepat (tanda-tanda
klinis).
D (dietary): makanan yang dikonsumsi.
Pengkajian keperawatan terhadap masalah gangguan pemenuhan
kebutuhan nutrisi, yaitu.
1. Data subjektif
a. Biodata
b. Alasan datang
c. Keluhan utama
d. Riwayat kesehatan pasien dan keluarga
2. Data objektif
a. Pemeriksaan fisik umum
b. Pemeriksaan fisik dengan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi
c. Pemeriksaan khusus
d. Pemeriksaan penunjang
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kemungkinan berhubungan dengan:
1. Efek dari pengobatan
2. Mual dan muntah
3. Gangguan intake makanan
4. Radiasi atau kemoterapi
5. Penyakit kronis
6. Ketidakmampuan untuk mencerna makanan
7. Ketidakmampuan untuk menelan makanan
C. INTERVENSI KEPERAWATAN
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada klien
2. Tanyakan tentang pilihan makanan yang sesuai
3. . Tanyakan tentang riwayat alergi makanan
4. Bantu klien makan jika tidak mampu
5. Berikan penjelasan tentang kondisi klien
6. Timbang berat badan setiap hari
7. Perhatikan tanda-tanda vital
8. Kolaborasi dengan tim medis atau ahli gizi
Rasional :
1. Dapat tercipta hubungan baik antara klien dan petugas
2. Dapat meningkatkan nafsu makan klien
3. Dapat mengidentifikasi gangguan pola makan pada klien
4. Dapat membantu klien makan
5. Klien dan keluarga dapat mengetahui keadaan pasien dan dapat mengerti
bagaimana tindakannya
6. Mengetahui status nutrisi klien
7. Mengetahui indikator keadekuatan volume sirkulasi darah
8. Memberikan gizi atau diet yang tepat pada klien dan mempercepat proses
penyembuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Alimul, A Aziz. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia : aplikasi konsep dan
proses keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Kozier, Barbara. 2010. Buku ajar fundamental keperawatan : konsep, proses, dan
praktik edisi 7. Jakarta : EGC
Mubarak, Wahit Iqbal. 2007. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori dan
Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC
Potter & Perry. 2010. Fundamental of Nursing Fundamental Keperawatan, Buku 3
Edisi 7.Jakarta: Elsevier