LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN
NUTRISI
DISUSUN OLEH :
NAMA : SITI HAJRAH
NIM : PO0220221055
POLTEKKES KEMENKES PALU
PRODI DIII KEPERAWATAN POSO
T.A 2022/2023
A.KONSEP DASAR
A.Definisi Nutrisi
Nutrisi adalah elemen yang dibutuhkan untuk proses dan fungsi tubuh. Kebutuhan
energi didapat dari berbagai nutrisi, seperti karbohidrat,protein, lemak, vitamin, air, mineral.
Makanan terkadang dideskripsikan berdasarkan padat nutrisi mereka, yaitu proporsi nutrisi
yang penting berdasarkan jumlah kilokalori. Makanan dengan padat nutrisi yang rendah,seperti
alkohol atau gula adalah makanan yang tinggi kalori tetapi rendah nutrisi (Potter&Perry,2010).
Nutrisi berasal dari kata nutrient artinya bahan gizi yang merupakan proses tersedianya energi
dan bahan kimia dari makanan yang penting untuk pembentukan, pemeliharaan dan
penggantian sel tubuh (Rahayu dan Harnanto, 2016).
Nutrisi adalah suatu ikan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya
yaitu sebagai energy, untuk membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-
proses kehidupan. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima
makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk aktivitas penting dalam tubuh serta pengeluaran sisanya, nutrisi juga dapat dikatakan
ilmu tentang makanan.
Nutrisi adalah salah satu komponen penting yang menunjang kelangsungan proses
tumbuh kembang, seperti dalam masa tumbuh kembang anak sangat penting dibutuhkan
protein, karbohidrat, lemak, air,vitamin dan mineral yang seimbang. Apabila kebutuhan
tersebut kurang terpenuh, maka proses tumbuh kembang selanjutnya akan terhambat.
(Hidayat,2006). Nutrisi juga bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang dimakan seseorang dan
bagaimana tubuh menggunakannya.
B.Klasifikasi Nutrisi
Nutrisi dapat dibagi menjadi dua yaitu, makro dan mikro. Nutrisi makro adalah nutrisi
yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Sedangkan nutrisi mikro adalah nutrisi yang
dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang kecil. Contoh nutrisi makro adalah karbohidrat, lemak
dan protein, sedangkan nutrisi mikro adalah vitamin dan mineral.
1.Karbohidrat
Karbohidrat yaitu sumber energi utama dalam tubuh, karbohidrat akan terurai dalam
bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh sebagai penghasil energy dan kelebihan
glukosa akan disimpan di dalam hati dan jaringan dalam bentuk glikogen. Berdasarkan susunan
kimianya karbohidrat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu monosakarida(glukosa, fruktosa),
disakarida(sukrosa,laktosa, maltosa) dan polisakarida(glikogen). Sumber karbohidrat berasal
dari makanan pokok umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti beras, jagung, kacang,
sagu, singkong dan lain-lain.
Metabolisme karbohidrat merupakan sumber energy utama tubuh yang terbagi menjadi 4
proses yaitu, glikogenolisis, glikogenesis, glukoneogenesis dan glikolisis. Kebutuhan
karbohidrat sekitar 40-50% dari total kalori setiap harinya. Setiap 1 gram karbohidrat akan
dihasilkan 4 kilokalori(kkal)."
2.Protein
Protein merupakan sumber energi sebagai pembangun jaringan tubuh dalam
pertumbuhan, pertahanan dan perbaikan. Kolagen, hormon, enzim, sel imun, DNA dan RNA
semuanya tersusun dari protein. Bentuk protein yang paling sederhana adalah asam amino.
Tubuh tidak dapat menyintesis asam amino yang dapat dicerna. Contoh asam amino yang
disentesis oleh tubuh adalah alanine, asparagine, dan asam glutamat. Asam amino dapat
dihubungkan bersama-sama. Kombinasi protein sederhana dengan substansi non-" protein
menghasilkan protein kompleks, seperti lipoprotein,yang terbentuk melalui kombinasi lipid dan
protein sederhana. Contoh makanan yang terdiri atas protein lengkap adalah ikan, ayam,
kedelai,kalkun, dan keju. Tujuan utama mengonsumsi protein bukanlah untuk memenuhi
kebutuhan energi, tetapi untuk kelangsungan keseimbangan nitrogen positif. Protein yang tidak
lengkap tidak memiliki satu atau lebih dari sembilan asam amino yang tidak dapat dikeluarkan,
yang meliputi sereal, polong-polongan (buncis dan kacang polong), serta sayur-sayuran. Protein
pelengkap adalah sepasang protein tidak lengkap yang saat dikombinasikan memberikan
sejumlah protein yang didapatkan dari sumber protein lengkap.
3. Lemak
Lemak (lipid) adalah zat gizi yang paling tingei kalori, memberikan 9 kkal/gram. Lemak
tersusun atas trigliserida dan asam lemak. Trigliserida bersirkulasi dalam darah dan terbuat
dari tiga asam lemak yang berikatan dengan gliserol. Asam lemak disusun oleh rantai karbon
dan hidrogen dalam satu kelompok asam pada ujung rantai dan kelompok metil di ujung yang
lainnya. Asam lemak dapat berbentuk asam lemak jenuh, di mana masing-masing karbon dalam
rantainya memiliki dua atom hidrogen yang saling berikatan; atau asam lemak tak jenuh, yang
jumlah atom hidrogen yang saling berikatannya tidak sama, dan atom karbon berikatan dengan
masing-masing rantai ganda. Berbagai jenis asam lemak sangat penting untuk kesehatan,
kejadian penyakit, dan ditujukan dalam petunjuk diet. Asupan lemak sekitar 35- 40% setiap
harinya, 1 gram mengandung 9 kkal.
4. Vitamin
Vitamin adalah substansi organik yang jumlahnya sedikit dalam makanan yang penting untuk
metabolisme normal. Vitamin tertentu juga memiliki peran sebagai radikal bebas, yang
menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel dan jaringan tubuh. Peneliti berpendapat bahwa
kerusakan oksidatif meningkatkan risiko seseorang mengalami" jenis kanker. Vitamin ini
meliputi beta-karoten dan vitamin A, C, dan E (Nix, 2005). Vitamin larut lemak (A, D, E, dan K)
disimpan dalam kompartemen lemak dalam tubuh. Kecuali vitamin D, semua vitamin
didapatkan dari asupan diet. Hipervitaminosis vitamin larut lemak terjadi karena dosis
suplemen makanan sangat besar (disengaja atau tidak disengaja), kelebihan makanan yang
diperkuat, serta asupanminyak ikan yang besar.Vitamin larut air adalah vitamin C dan B
kompleks (yaitu vitamin delapan). Tubuh tidak menyimpan vitamin larut air, sehingga vitamin
ini harus disediakan dalam asupan makanan harian. Vitamin larut air diabsorpsi dengan mudah
dari saluran gastrointerstinal. Meskipun vitamin larut air tidak disimpan, tetapi toksisitas dapat
juga terjadi.
5. Mineral
Mineral adalah elemen anorganik yang penting untuk tubuh sebagai katalis dalam reaksi
biokimiawi. Mineral diklasifikasikan sebagai makromineral saat kebutuhan hariannya 100 mg
atau lebih dan sebagai mikromineral atau elemen mikro saat kebutuhan hariannya kurang dari
100 mg. Selenium adalah elemen mikro yang juga memiliki sifat antioksidan. Silikon, vanadium,
nikel, timah, kadmium,arsenik, aluminium, dan barium memiliki peran yang tidak teridentifikasi
dalam nutrisi. Arsenik, aluminium, dan cadmium memiliki efek toksik"
C.ETIOLOGI
1. Kekurangan nutrisi
a. Efek dari pengobatan
b. Mual/muntah
c. Gangguan intake makanan
d. Radiasi/kemoterapi
e. Penyakit kronis
f.Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna
kalori akibat penyakit infeksi atau kanker
g. Disfagia karena adanya kelainan persarafan
h. Penurunan absorbs nutrisi akibat penyakit / intoleransi laktosa
i. Nafsu makan menurun
2. Kelebihan nutrisi
a. Kelebihan intake makanan
b. Gaya hidup
c. Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori
d. Penurunan laju metabolik
e. Latihan / aktivitas yang tidak adekuat"
D.Faktor Yang Memengaruhi Nutrisi
1. Pengetahuan
Rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi dapat mempengaruhi pola konsumsi makan
dan dapat terjadi kesalahan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi.
2. Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis makanan yang bernilai gizi tinggi dapat
mempengaruhi nutrisi seseorang.
3. Kebiasaan Adanya kebiasaan buruk seperti sejak kecil tidak dibiasakan makan makanan yang
bergizi tinggi akan berlanjut sampai dewasa, pantangan terhadap makanan tertentu juga dapat
mempengaruhi nutrisi.
4. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan tubuh tidak
memperoleh zat-zat gizi yang dibutuhkan secara cukup.
5. Ekonomi
Orang yang memiliki perekonomian yang rendah biasanya kesulitan dalam menyediakan
makanan yang bergizi, sebaliknya orang yang perekonomiannya tinggi cukup mudah untuk
menyediakan makanan yang bergizi.
6. Usia
Biasanya pada usia 0-10 tahun kebutuhan metabolisme tubuh bertambah dengan cepat, tetapi
setelah usia 20 tahun energy basal relative konstan.
7. Jenis kelamin
Kebutuhan energi laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.
8. Tinggi dan berat badan
Semakin luas permukaan tubuh maka semakin besar pengeluaran panas, sehingga kebutuhan
metabolisme basal tubuh semakin besar.
9. Status kesehatan
Nafsu makan yang baik tanda yang sehat, sedangkan kurang nafsu makan / anoreksia biasanya
gejala penyakit.
10. Faktor psikologis seperti stress dan ketenangan Motivasi setiap individu untuk makan
makanan yang seimbang dan persepsi individu tentang diet merupakan pengaruh yang kuat.
Status nutrisi ditentukan melalui adanya indeks massa tubuh (body mass index) BMI dan berat
tubuh ideal (ideal body weight) IBW.
1. Body Mass Index (BMI)
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan. BMI
dihubungkan dengan total lemak tubuh dan sebagai penduan untuk mengkaji kelebihan berat
badan (over Weight) dan obesitas.
BMI ¿ BB ( kg) atau 晜 B( pon ) x704,5
TB(M) TB(inchi)²
2. Ideal Body Weight (IBW)
Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang
sehat.
IWB : (TB -100) + 10%
E.Patofisiologi
Gangguan kebutuhan nutrisi terjadi apabila pola makan tidak teratur akibat terjadinya stress
atau karena obat-obatan atau tindakan medis yang menyebabkan berkurangnya pemasukan
makanan, sehingga menyebabkan kekosongan pada lambung. Pada lambung terjadi gesekan
dinding lambung menyebabkan HCL meningkat kemudian asam lambung akan naik, hal
tersebut akan menyebabkan reflek muntahsehingga intake makanan yang masuk ketubuh tidak
adekuat. Dari masalah tersebut yang menyebabkan kekurangan nutrisi.
F.Patway
G.Manifestasi Klinik
1.Gejala dan tanda mayor
Subjektif : -
Objektif : Berat badan menurun minimal 10% dibawah rentang ideal
2. Gejala dan tanda minor
Subjektif :
- Cepat kenyang setelah makan
- Kram/nyeri abdomen
- Nafsu makan menurun
Objektif :
-Bising usus hiperaktif
- Otot pengunyah lemah
- Otot menelan lemah
- Membran mukosa pucat
- Sariawan
- Serum albumin turun
- Rambut rontok berlebihan
- Diare
(SDKI,2016)
H.Pemeriksaan Penunjang
Melalui pemeriksaan LAB, dan untuk mengetahui adanya perubahan nutrisi dapat dilihat dari :
Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukan status nutrisi buruk
yang meliputi penurunan hemoglobin dan hematocrit, penurunan nilai
limfosit, penurunan albumin serum <3,5gr/dl dan peningkatan/penurunan
kadar kkolesterol.
I.Penatalaksanaan
1.Penatalaksanaan Medis
a.Nutrisi Enteral
Nutrisi enteral atau nutrisi enteral total (TEN) diberikan apabila klien tidak mampu menelan
makanan atau mengalami gangguan pada saluran pencernaan atas dan transport makanan ke
usus halus terganggu. Pemberian makanan lewat enteral diberikan melalui selang nasogastrik
dan selang yang berukuran kecil atau melalui selang gastrostomy dan yeyunostomi.
b. Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteral diberikan secara intravena seperti melalui kateter vena sentral ke vena kava
superior. Makanan parenteral adalah larutan dekstrosa, air, lemak, protein, elektrolit, vitamin
dan unsure renik, semuanya ini memberikan semua kalori yang dibutuhkan. Kozier, 2011,
hlm.784-801)
2. Penatalaksanaan keperawatan
a. Menstimulasi nafsu makan
- Berikan makanan yang sudah dikenal dan disukai pasien
- Pilih porsi sedikit
- Hindari terapi yang tidak menyenangkan
- Kurangi stress psikologis
- Berikan oral hygiene
b. Membantu klien makan
c. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan diet sesuai dengan kondisi.
J. Komplikasi
1. Malnutrisi
Kekurangan nutrisi (zat makanan) ataupun kelebihan nutrisi.
2. Obesitas
Masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat badan normal.
3. Hipertensi
Penyebab dari adanya obesitas, serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebihan.
4. Penyakit jantung coroner
Adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok, penyebabnya karena adanya perilaku atau
gaya hidup yang tidak sehat.
5. Kanker
Gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh pengonsumsian lemak secara berlebihan.
6. Anoreksia nervosa.
Penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan, ditandai dengan konstipasi,
pembengkakan badan, nyeri abdomen, kedinginan.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KEBUTUHAN NUTRISI
A. Pengkajian
Pengkajian nutrisi yang faktual,lengkap dan akurat akan memudahkan perawat didalam
menetapkan data dasar, menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat, merencanakan terapi
pengobatan yang cocok, dan memudahkan perawat dalam mengevaluasi respon klien terhadap
terapi yang diberikan. Perawat juga harus melihat kondisi klien ketika akan melakukan
pengkajian. Komponen dari pengkajian antara lain :
1. Identitas :
Identitas klien meliputi nama, jenis kelamin, umur, alamat, agama, suku/bangsa, status
perkawinan, pendidikan, no. registrasi, diagnose medis. Berikutnya terdapat identitas
penanggung jawab klien yaitu terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, hubungan
dengan klien.
2. Riwayat penyakit :
a. Keluhan Utama
Keluhan yang paling dasar atau utama yang dikatakan atau yang dirasakan klien.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Perjalanan penyakit dan alasan saat pasien masuk Rumah Sakit dimulai dari masuk IGD,
kemudian masuk bangsal sampai dilakukan pengkajian.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Berisi riwayat kesehatan pasien, apakah sebelumnya pasien pernah menderita suatu penyakit
dan dirawat di Rumah Sakit. Serta apakah klien mempunyai riwayat alergi terhadap makanan
atau obat-obatan.
d. Riwayat Penyakit keluarga
Berisi riwayat penyakit yang diderita oleh keluarga klien.
3. Pola Pengkajian Fungsional Gordon :
a. Pola persepsi dan managemen kesehatan
Bagaimana tindakan klien ketika sakit, serta apakah pasien menganggap kesehatan itu penting.
b. Pola nutrisi
Mencakup nafsu makan pasien, porsi makan dan minum ketika di sebelum dan setelah masuk
Rumah Sakit
c. Pola eliminasi
Bagaimana pola BAB dan BAK, yang mencakup intensitas, warna dan tekstur BAB dan BAK.
d. Pola aktivitas dan latihan
Ketika sedang sakit apakah klien dapat beraktifitas mandiri atau dengan bantuan orang lain.
e. Pola konsep diri
Bagaimana pasien menilai dirinya pada saat sakit.
f. Pola istirahat tidur
Bagaimana pola tidur pasien, mencakup berapa lama, hambatan saat tidur.
g. Pola hubungan dan peran
Hubungan pasien dengan lingkungan sekitarnya, seperti keluarganya dan mengetahui
perannya.
h. Pola penanganan masalah stress
Apa yang dilakukan pasien saat penyakitnya tersebut kambuh.
i. Pola keyakinan dan nilai-nilai
Kepercayaan klien terhadap sang pencipta, seperti selalu taat beribadah.
4. Pengkajian ABCD
a. Antropometri
- Tinggi badan
- Berat badan
- Berat badan ideal
- Indeks massa tubuh
b. Biokimia
- Hemoglobin
- Albumin serum
- Hitung limfosit total
c. Clinical
- Kulit
- Rambut dan kuku
- Membrane mukosa
d. Diet
- Porsi makan dalam 24 jam
- Frekuensi makan
5. Pemeriksaan
a. Pemeriksaan Umum
1) Keadaan umum
2) Kesadaran
3) TTV
b. Pemeriksaan Fisik Head to Toe
1) Kepala : ada tidaknya lesi, distribusi rambut, kesimetrisan wajah
2) Mata : bentuk simetris/tidak, konjugtiva anemis/tidak
3) Hidung : bentuk simetris/tidak, ada tidak secret, ada tidak cuping
hidung
4) Telinga : bentuk simetri/tidak, ada tidaknya lesi, ada tidaknya
penumpukan serumen
5) Mulut : kesimetrisan bibir, kebersihan mulut
6) Leher : ada tidaknya pembengkakan kelenjar tiroid
7) Abdomen : ada tidaknya lesi dan nyeri tekan, suara bising usus
8) Integument : elastisitas kulit, ada tidaknya lesi
9) Ekstremitas : ekstremitas atas dan bawah terdapat kesulitan
bergerak/tidak
10) Genetalia : ada infeksi/tidak, persebaran rambut genetalia, keadaan
warna dengan kulit disekitarnya
B. Diagnosa
- Defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien.
- Ketidakstabilan kadar glukosa darah b.d gangguan toleransi glukosa darah"
C.Intervensi
No Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx
1. Setelah dilakukan 1. Kaji status nutrisi 1. Membantu
tindakan keperawatan pasien meliputi mengkaji
selama 3x24 jam ABCD dan TTV keadaan pasien
diharapkan defisit 2. Berikan edukasi 2. Menambah
nutrisi dapat teratasi. nutrisi kepada wawasan
Kriteria hasil : pasien pasien mengenai
tidak lemas, pasien 3. Lakukan oral nutrisi pasien
tidak mengeluh mual, hygiene sebelum 3. Menjaga
pasien tidak mengeluh makan pada kebersihan
kesemutan pada kaki, pasien mulut pasien
tidak terjadi 4. Berikan makanan 4. Membantu
penurunan BB secara kepada pasien pasien agar
drastis, gula arah sesuai dengan cepat terpenuhi
pasien kembali normal program diet nutrisinya
5. Kolaborasi 5. Diet sesuai
dengan ahli gizi dengan
untuk diet yang kebutuhan
tepat bagi pasien pasien dan obat
dan dengan agar cepat
dokter dalam dalam
pemberian obat pemulihan
pasien
2. Setelah dilakukan 1. Identifikasi 1. Mengetahui
tindakan keperawatan makanan yang penyebab
selama 3x24 jam disukai dan sering naiknya kadar
ketidakstabilan kadar dimakan pasien glukosa darah
glukosa darah kembali 2. Monitor kadar pada pasien
normal dengan kriteria gula pasien 2. Memantau
hasil : kadar glukosa 3. Ajarkan kadar glukosa
dalam darah pengelolaan darah agar tidak
membaik, lesu dan diabetes kepada meningkat
gemetar menurun pasien drastis
serta mukosa bibir 4. Kolaborasi 3. Agar kondisi
yang kering menurun. dengan ahli gizi pasien membaik
untuk diet yang dan tidak terjadi
tepat bagi pasien komplikasi
dan dengan dokter 4. Mempercepat
dalam pemberian penyembuhan
obat pasien.
D.Implementasi
Melakukan intervensi atau tindakan keperawatan yang sudah direncanakan untuk pasien sesuai
jadwal dan bertahap agar diperoleh hasil yang diinginkan.
E.Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap dimana proses penilaian dicapai meliputi pencapaian tujuan
dan kriteria hasil. Pelaksanaan evaluasi didokumentasikan dalam bentuk catatan
perkembangan dengan menggunakan metode SOAP
S (Subjektif) : data berdasarkan keluhan pasien/keluarga pasien.
O (Objektif) :data berdasarkan hasil pengukuran/observasi langsung kepada pasien.
A (Assegment) : masalah keperawatan yang masih terjadi atau baru saja terjadi akibat
perubahan status kesehatan yang telah teridentifikasi datanya dalam data subjektif dan objektif.
P (Planning) : perencanaan tindakan keperawatan yang akan dilanjutkan, dihentikan,
dimodifikasi, atau menambah rencana tindakan keperawatan."
DAFTAR PUSTAKA
Huda,Amin Nurarif dan Hardhi Kusuma.2015.Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC jilid 1.
Jogyakarka:Mediaction
Kozier, Barbara. 2010. Buku ajar fundamental keperawatan : konsep, proses, dan
praktik edisi 7. Jakarta: EGC"
Kusmiyati.2012.Nutrisi di Awal Perkembangan
(http://jurnal.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/86, diakses pada
tanggal 8 Juni 2020)
Perry & Potter.2010.Fundamental of Nursing Fundamental Keperawatan Buku 3
Ed.7.Jakarta:EGC
SDKI.2016.Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.Jakarta:Dewan Pengurus
Pusat PPNI