LAPORAN PENDAHULUAN
DENGAN KEBUTUHAN NUTRISI
DI RUANGAN RPD-III RSUD ENDE
Oleh :
Yultiana Sarti
(PO5303202230066)
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN ENDE
2024/2025
i
LAPORAN PENGESAHAAN
LAPORAN PENDAHULUAN
DENGAN KBUTUHAN NUTRISI
DI RUANGAN RPD-III RSUD ENDE
TELAH DI SETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
PRESEPTOR AKADEMIK PRESEPTOR KLINIK
Maria Salestina Sekunda, SST, Ners, M. Kes Kristiani H.Kelen, Amd.Kep
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas
rahmat dan perlindungannya saya dapat mengerjakan laporan pendahuluan asuhan
keperawatan pada pasien dengan kebutuhan nutrisi. Laporan asuhan keperawatan ini
menjadi panduan untuk saya dapat memahami cara memberikan asuhan keperawatan
pada pasien yang mengalami kebutuhan nutrisi.
Saya menyadi masih banyak kekurangan pada laporan pendahuluan ini
oleh karena itu saya mengharapakan kritik dan saran guna untuk memperbaiki laporan
pendahuluan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan saya sebagai mahasiswa
keperawatan
iii
DAFTAR ISI
Halaman Cover ...................................................................................................i
Kata pengantar....................................................................................................ii
Daftar isi .............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................
A. Latar Belakang........................................................................................
B. Tujuan.....................................................................................................
C. Metode.....................................................................................................
BAB II TINJAUAN TEORITIS.........................................................................
A. Konsep Dasar Masalah.............................................................................
B. Konsep Dasar Asuhan keperawatan.........................................................
BAB IV PENUTUP ...........................................................................................
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang harus dipenuni demi
memelihara kesehatan tubuh (TSU, 2019). kebutuhan akan nutrisi dan cairan
sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan Perkembangan pada
bayi dan anak. Mengingat manfaat nutrisi dan cairan dalam tubuh dapat
membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mencegah
terjadinya berbagai penyakit akibat kurang nutrisi (Limbong kawilarang, dkk
2019). Tubuh kita terbentuk dari zat-zat yang berasal dari makanan. Oleh karena
itu, kita memerlukan masukan makanan yaitu untuk memproleh zat-zat yang
diperlukan tubun. zat-zat ini disebut nutrisi yang berfungsi membentuk dan
memelihara jaringan tubun. memperoleh tenaga, mengatur pekerjaan di dalam
tubuh, dan melindungi tubun terhadap serangan penyakit (Jauhari dan Nasution,
2019).
Zat gizi merupakan unsur yang paling penting dalam nutrisi, mergingat zat
gizi tersebut dapat memberikan fungsi tersendiri bagi nutrisi( Auliana, 2020).
menambahkan zat gizi mempunyai peranan penting dalam upaya meningkatkan
kesehatan pada balita. zat gizi dibutuhkan guna memperoleh energi untuk
melakukan kegiatan fisik sebagai zat tenaga, untuk proses tumbuh kembang anak
pengganti jaringan yang rusak yang sebagai zal pembangun, serta mengatur
semua fungsi tubun dan melindungi tubuh dari penyakit atau sebagai zat pengatur.
ada beberapa komponen zat gizi seperti karbohidrat. lemak, protein, vitamin, air,
dan mineral yang dibutuhkan pada nutrisi bayi dan anak yang Jumiannya berbeda
untuk setiap usia. (Hidayat.2021).
B. Tujuan
1. Mampu mendiskripsikan asuhan keperawatan dengan kebutuhan nutrisi
2. Mampu mendiskripsikan hasil pengkajian kebutuhan nutrisi
1
C. Metode
Dalam penulisan laporan ini penulis menggunakan metode kepustakaan metode
konsultasi, metode pengamatan,dan wawancara pada pasien dan keluarganya.
D. Sistematika
BAB I pendahuluan : meliputi latar belakang,tujuan,penulisan,dan sistematika
penulisan.
BAB II Tinjauan Teoritis : meliputi konsep dasar kebutuhan nutrisi dan konsep
dasar asuhan keperawatan.
BAB III Askep Nutrisi : Pengkajian meliputi pengumpulan data, tabulasi data,
klasifikasi data, analisa data, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi,
evaluasi, resume.
BAB IV Penutup: Meliputi kesimpulan dan saran
2
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Konsep Dasar Masalah
1. Pengertian
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia
untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan
menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubunnya
serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang
makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung. aksi reaksi dan
keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit (Wartonah,
2020).
Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh
tubuh yang bertujuan menghasilkan energy dan digunakan dalam aktivitas
tubuh (Alimul. 2021).
Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat
lain yang ada dalam makanan serta kerjanya, interaksinya,dan
keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit
melalui proses ingesti, absobsi, tranportasi, pemakaian dan ekskresi dari
makanan (Esential of Nutition therapy,2020).
2. Etiologi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
a) Fisiologis (intake nutrient)
a. kemampuan mendapat dan mengolah makanan
b. pengetahuan
c. gangguan menelan
d. perasaan tidak setelah makan
e. anoreksia(gangguan mental)
f. intake kalori dan lemak yang berlebihan
g. nausea dan vomitus
b) Kemampuan mencerna nutrient
3
a. obstruksi saluran cerna
b. malborsi nutrient
c) Kebutuhan metabolisme
a. pertumbuhan
b. stress
c. kondisi yang meningkatkan BMR(latihan hipertyroid)
d) Gaya hidup dan kebiasaan
kebiasaan makan yang baik perlu diterapkan
e) Kebudayaan dan kepercayaan
kebiasaan orang asia lebih memilih padi sebagai makanan pokok.
f) Tinggal sendiri
Seorang hidup sendirian sering tidak memperdulikan tugas memasak
untuk menyediakan makananya
g) Depresi
Menyebabkan kehilangan napsu makan,mereka tidak mau bersusah paya
berbelanja, memasak atau memakan makanannya
h) Pendapatan yang rendah
Ketidak mampuan untuk membeli makanan yang cermat utuk
meningkatkan pengkonsumsian makana yang bergizi
3. Patofisiologi
Nurisi merupakan bagian dari komponen yang penting dalam
menunjang berlangsungan proses pertumbuhan dan perkembangan
hal ini menjadi kebutuhan tumbuh kembang selama
prosespertumbuhan dan perkembangam vitamin dan air (Hidayat, 2022).
gangguan pada nutiri tubuh dapat menyebabkan beberapa masalah antara
lain :
a. Ketidak seimbangan nutrisi
Kurang dari kebutuhan tubuh penyakit saluran pencernaan
sehingga terjadi erosi mukosa lambung.setelah itu tonus dan
peristaltik lambung menurun sehingga menyebabkan refluk
deudenum ke lambung terjadi mual muntah dan diangkat
4
diagnosa keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tibuh.
Selain itu dignisa tersebut dapat disebebkan oleh status kesehatan
yang menurun kemudian otot menekan menjadi lemah dan
terjadilah gangguan menelan makanan sehingga asuhan nutrisi
tidak terpenuhi dan pasien mengalami penurunan berat
badan(Aditya,2021).
b. Berat badan berlebih
Pertumbuhan membutuhkan metabolisme hal ini
menmyebabkan terjadinya peningkatan intake nutrisi sehingga
kebutuhan energi meningkat, sering makan dan terjadinya
peningkatan berat badan(Aditya,2021).
c. Gangguan menelan
Gangguan pada strultur oral, faring atau elsofagus antara
lain sariawan dan nyeri pada epigastritik menyebabkan seseorang
mengalami kesulitan menelan. Pada keadaan ini dapat
menyebabkan muntah dan bisa menyebabkan volume kekurangan
cairan(Herman,2021).
5
4. Pathway
Stress kerusakan saluran pencernaan
Maka banyak makanan yang di cerna terganggu
Berat badan bertambah terjadinya mual dan refluks
Obesitas Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
Berat badan lebih
Deficit nutrisi
6
5. Manifestasi klinis
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh:
1) Keram perut
2) Nyeri perut
3) Perubahan dalam sensasi rasa
4) Berat badan 20% atau lebih di bawah kisaran berat badan ideal
5) Diare
6) Informasi tidak memadai
7) Kurangnya minat pada makan
8) Ketidak mampuan untuk menelan makanan
9) Kelemahan otot untuk mengunyah makan
b. Obesitas
1) Aktivitas fisik harian rata-rata kurang dari yang di rasakan untuk
jenis kelamin dan usia
2) Konsumsi gula pasir minuman
3) Konsumsi alcohol berlebihan
4) Sering ngemil
5) Ukuran porsi cenderung besar
6) Ketakutan tentang kekurangan peneyediaan makanan
7) Frekuensi makan-makanan berminyak tinggi
8) IMT >25 kg, tebal lipatan kulit Trisep
6. Komplikasi
a. Malnutrisi merupakan kekurangan zat makanan (nutrisi)
b. Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai
lebih dari 20% berat badan normal status nutrisinya dalah melebihi
kebutuhan metabolisme karena kelebihan kebutuhan asupan kalori dan
penurunan dalam penggunaan kalori
c. Hipetensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh
berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari
adanya obesitas serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang
berlebihan
7
d. Penyakit jantung koroner merupan gangguan nutrisi yang sering
disebabkan oelh adanya peningkatan kolestrol darah dan merokok saat
ini gangguan ini sering dialami karena adanya perilaku atau gaya
hidup yang tidak sehat,obesitas dan lain-lain
e. Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh
pengkonsumsian lemah scera berlebihan.
f. Anoreksia nervosa merupakan penurunan berat badan secara
mendadak dan berkepanjangan, ditandai dengan adanya
konstipasi,pembengkakan badan,nyeri abdomen,kedinginan,letargi
kelebihan energi.
7. Pemeriksaan diagnostic
a. Pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan feses
b. USG
c. SGOT dan SGPT
d. Sikologi : menentukan tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma
tersebut
e. Rontgen : mengetahui kelemahan yang muncul ada yang dapat
menghambat tindakan operasi
8. Penatalaksanaa medis / terapi
a. Therapy farmakologi dengan pemberian obat/injeksi vitamin
b. Terapi non farmakologi dengan memberikan pendekatan serta edukasi
untuk nafas dalam dan memahami nutrisi cairan dengan minum sedikit
tapi sering
c. Serta memenuhi nutrisi makanan dengan makan sedikit-sedikit tapi
sering.
8
B. Konsep dasar asuhan keperawatan
1. Pengkajian keperawatan
A. Pengumpulan Data
1) Identitas Pasien
a. Identitas Pasien
Identitas berisi nama, umur, agama, jenis kelamin,
status, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa, alamat, tanggal
masuk rumah sakit, tanggal pengkajian dan diagnosa
medis.
b. Identitas Penanggung jawab
Identitas penanggung jawab meliputi: nama, umur,
hubungan dengan pasien, pekerjaan, alamat.
2) Status Kesehatan
a. Status kesehatan saat ini
1. Keluhan utama
Pasien mengatakan kurang nafsu makan,
pasien mengatakan sering makan makanan
berminyak
b. Status kesehatan masa lalu
1. Penyakit yang pernah dialami
Pasien mengatakan tidak ada penyakit
seperti ini yang pernah dialami
2. Pernah di rawat
Pasien mengatakan tidak pernah dirawat
3. Alergi
Pasien mengatakan tidak ada alergi
makanan dan obat
c. Pola kebutuhan Dasar
1. Pola nutrisi
Sebelum sakit : pasien mengatakan makan 3
x sehari dan dihabiskan
9
Saat sakit : pasien mengatakan kurang nafsu
makan,porsi makan ½ .
2. Pola Eliminasi
Sebelum sakit : BAB dan BAK pasien
lancar
Saat sakit : BAB dan BAK pasien lancar
d. Status nutrisi seseorang dalam hal ini klien dengan
gangguan nutrisi dikaji :
1. Pengukuran antropometrik (antropometrik
measurement)
2. Data biomedis (biomedika data)
3. Tanda-tanda klinis status nutrisi(clinical sign)
4. Diet (dietery)
Tujuan mengkaji kebutuhan nutrisi
Mengidentifikasi adanya defesiensi nutrisi dan
pengaruh terhadap status kesehatan
Mengumpulkan informasi kasus guna
menetapkan asuhan keperawatan terkait nutrisi
Menilai kefektifan asuhan keperawatan terkait
nutrisi dan kemungkinan untuk memodifikasi
asuhan tersebut
Mengidektifikasi kondisi kelebihan nutrisi yang
beresiko menyebabkan obesitas,diabetes
melitus, penyakit jantung,hipertensi.
Mengidentifikasi kebutuhan nutrisi pada pasien
e. Pengukuran antropomerti
1. Tinggi badan
Pengukuran tinggi badan pada individu dewasa dan
balita dilakukan dalam posisi berdiri tanpa alas kaki,
sedangkan pada bayi pada posisi berbaring
2. Berat badan
10
Alat serta skala ukur yang digunakan harus
sama setiap kali menimbang
Pasien ditimbang tanpa alas kaki
Pakaian diusahakan tidak tebal dan relative
sama,bertanya setiap kali menimbang
Waktu penimbangan relative sama misalnya
sebelum dan sesudah makan
Rumus BBI
(TB-100)-(TB-100) x 15% (wanita)
(TB-100)-(TB-100)x10%(pria)
Rumus IMT
IMT = Berat Badan ( kg )/ Tinggi Badan (m) x
Tinggi Badan (m)
3. Lingkar tubuh
Umumnya area tubuh yang digunakan untuk
pengukuran ini adalah kepala, dada dan otot bagian
lengan atas.
f. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan yang dilakukan pada klien merupakan
penilaian kondisi fisik yang berhubungan dengan masalah
malnutrisi prinsip pemeriksaan ini adalah head to toe yaitu
dari kepala sampai kaki.
g. Pemeriksaan biokimia
Nilai umum yang digunakan dalam pemreksaan ini
adalah kadar total limfosit, albumin serum,zat besi,
transferrin serum, kretinin, hemoglobin,
hemotokrit,keseimbangan nitrogen dan tes antigen kulit
B. Tabulasi Data
IMT >25 kg, tebal lipatan kulit Trisep, pasien mengatakan sering makan
makanan yang berlemak,pasien mengatakan kurang nafsu makan , sering
ngemil, pasien tampak kurus, porsi makan yang dihabiskan hanya ½ .
11
C. Klasifikasi Data
DS :pasien mengatakan sering makan makanan yang berlemak,pasien
mengatakan kurang nafsu makan , sering ngemil
DO: IMT >25 kg, tebal lipatan kulit Trisep, pasien tampak kurus, porsi
makan yang dihabiskan hanya ½ .
D. Analisa Data
Sign/ symptom Etiologi Masalah
DS : pasien mengatakan Sering makan makanan Berat badan lebih
sering makan makanan yang
yang berlemak, sering berminyak/berlemak
ngemil
DO : IMT >25 kg, tebal
lipatan kulit Trisep
DS : pasien mengatakan Ketidakmampuan Resiko defisit nutrisi
kurang nafsu makan mengabsorbsi nutrien
DO : pasien tampak
kurus, porsi makan yang
dihabiskan hanya ½
2. Diagnosa keperawatan
a. Berat badan lebih berhubungan dengan sering makan makanan yang
berminyak/ berlemak
DS : pasien mengatakan sering makan makanan yang berlemak, sering
ngemil.
DO : IMT >25 kg, tebal lipatan kulit Trisep Sering makan
makanan yang berminyak/berlemak
b. Resiko defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan
mengabsorbsi nutrien
DS : pasien mengatakan kurang nafsu makan
DO : pasien tampak kurus, porsi makan yang dihabiskan hanya ½
12
3. Perencanaan keperawatan
DIAGNOSA KRTERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL
Berat badan Setelah dilakukan 1. Identifikasi Mengidentifikasi pasien
lebih tindakan kemampuan dan keluarga dalam
berhubungan keperawatan selama pasien dan menerima informasi
dengan sering 3x24jam diharapkan keluarga kesehatan serta membantu
makan makanan ekspetasi membaik menerima dalam membuat
berminyak dengan kriteria informasi keputusan yang lebih baik
/berlemak hasil : 2. Identifikasi tentang perawatan yang
Berat badan kebiasaan pula akan dijalani.
membaik makan saat ini Mengidentifikasi
Tebak dan masa lalu kebiasaan pola makan
lipatan kulit 3. Jelaskan tujuan pasien saat ini dan masa
membaik kepatuhan diet lalu untuk memahami
Indeks massa terhadap faktor-faktor yang
tubuh kesehatan mempengaruhi status gizi
membaik 4. Informasikan dan kesehatan pasien serta
makanan merencanakan tindakan
diperbolehkan yang tepat guna
dan dilarang memperbaiki pola makan.
5. Anjurkan Kepatuhan terhadap diet
pertahankan membantu mengatur berat
posisi semi badan dan mencegah
Fowler setelah obesitas.
makan Pemilihan makanan yang
6. Anjurkan tepat dapat membantu
melakukan tubuh mendapatkan nutrisi
olahraga sesuai yang dibutuhkan,
toleransi makanan yang salah dapat
meningkatkan risiko
13
gangguan kesehatan.
Mempertahankan posisi
semi foler dapat
meningkatkan proses
pencernaan.
Menganjurkan melakukan
olahraga sesuai toleransi
dapat memberikan
kesehatan yang optimal
tanpa menimbulkan
cedera.
Risiko defisit Setelah dilakukan 1. Identifikasi Mengidentifikasi status
nutrisi tindakan status nutrisi. nutrisi dapat mendeteksi
berhubungan keperawatan selama 2. Identifikasi masalah gizi seperti
dengan 3 x 24 jam alergi makanan kekurangan atau
ketidakmampuan diharapkan ekspetasi 3. Identifikasi kelebihan gizi yang
mengabsorbsi membaik dengan makanan yang beresiko terhadap
nutrien kriteria hasil: disukai. kesehatan.
1. Porsche 4. Monitor asupan Mengidentifikasi makanan
makanan makanan yang disukai dapat
yang 5. Lakukan oral membantu meningkatkan
dihabiskan higiene sebelum napsu makan pasien
meningkat. makan Mengidentifikasi alergi
2. Rambut 6. Berikan makanan dapat mencegah
rontok makanan tinggi terjadinya kesalahan
menurun. kalori dan tinggi dalam memberikan
3. Berat badan protein makanan.
membaik. 7. Berikan Memastikan pasien
4. Indeks massa suplemen mendapatkan jumlah dan
tubuh makanan jenis nutrisi yang
membaik. 8. Anjurkan posisi diperlukan untuk
5. Frekuensi memenuhi kebutuhan
14
makan duduk tubuh.
membaik. Melakukan oral hygiene
6. Nafsu makan sebelum makan pada
membaik. pasien untuk mengurangi
resiko infeksi.
Memberikan makanan
tinggi kalori dan tinggi
protein dapat mendukung
pemulihan serta mencegah
penurunan berat badan
yang tidak diinginkan.
Memberikan suplemen
dapat menambah kalori
pada pasien yang
mengalami kehilangan
berat badan
Menganjurkan posisi
duduk yang baik dapat
meningkatkan sirkulasi
darah.
4. Implementasi keperawatan
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan
oleh perawat untuk membantu pasien dari masalah status kesehatan yang
dihadapi menuju status kesehatan sesuai kriteria hasil yang ditetapkan.
5. Evaluasi
Subjektif :
a. pasien mengatakan sudah tidah merasa mual
b. pasien mengatakan dapat terpuaskan dengan konsumsi makanya
c. pasien mengatakan memiliki nafsu makan yang balik
d. pasien mengatakan tidak mengalami gejala kekurangan/kelebihan nutrisi
15
Objektif :
a. berat badan pasien normal
b. pasien menikmati makanannya
c. pasien tidak terlihat kurus/terlalu gemuk
d. resiko ketidak seimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan
e. mengajarkan pasien mengenai diet pola hidup serta mengajarkan tanda
dan gejala dari gangguan nutrisi sebagai bentuk pencegahan
16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi demi
memelihara kesehatan tubuh, kebuthan nutrisi akan cairan sanggat penting dalam
membantu proses pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah terjadinya
berbagai penyakit akibat kurang nutrisi yang berasal dari makanan.
B. Saran
Kebutuhan dasar manusia sangat penting untuk diterapkan dalam praktik
keperawatan, salah satu kebutuhan dasar manusia adalah adalah kebutuhan nutrisi.
Sebagai perawat kita harus mengetahui kebutuhan dasar dari pasien, salah satunya
kebutuhan nutrisi karena ini merupakan hal yang harus dipenuhi
17
DAFTAR PUSTAKA
Aditya,2021 https://id.scribd.com/document/391237709/Laporan-Pendahuluan-
Kebutuhan-Nutrisi di akses pada tanggal 5 November 2024 pada pukul 15:00
WIB
Alimul https://id.scribd.com/document/717583440/KD
Di akses pada tanggal 5 November 2024 pada pukul 15 : 00 WIB
Auliana http://repository.poltekpar-nhi.ac.id/2169/1/TA_2020406012_BAB
%20I.pdf di akses pada tanggal 5 November 2024 pada pukul 15 : 00 WIB
Hidayat https://id.scribd.com/document/391237709/Laporan-Pendahuluan-
Kebutuhan-Nutrisi di akses pada tanggal 5 November pada pukul 15:00
Herman https://stikes-nhm.e-journal.id/JOB/article/download/1417/1315/
Di akses pada tanggal 5 November pada pukul 15:00 WIB
18