PEDOMAN
PENYUSUNAN DOKUMEN
RENCANA INDUK SISTEM PENGELOLAAN
SAMPAH DALAM PROYEK ISWMP
Bulan Juli - 2023
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :2 NPMC ISWMP
A. UMUM
Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPS) merupakan suatu dokumen perencanaan umum yang
menyeluruh mengenai penyelenggaraan sistem pengelolan sampah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.
Rencana Induk tersebut selanjutnya digunakan sebagai acuan oleh instansi yang berwenang dalam
penyusunan program pembangunan 5 (lima) tahun. Dokumen RISPS harus memuat namun tidak terbatas
pada strategi dan tindakan yang akan diambil oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya
untuk mengelola sampah secara efektif dan efisien sehingga tujuan dari pengelolaan sampah dapat
tercapai yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah
sebagai sumber daya.
RISPS ini harus memenuhi syarat yaitu berorientasi ke depan; mudah dilaksanakan atau realistis; dan
mudah direvisi atau fleksibel. Dokumen Rencana Induk yang telah disusun, agar menjadi dokumen resmi
perencanaan pengelolaan sampah yang dapat dijadikan referensi dalam perencanaan jangka menengah
dan perencanaan tahunan serta sinkronisasi dengan rencana pembangunan kabupaten/kota sektor
lainnya, perlu dilegalisasi dengan peraturan kepala daerah dan disosialisasikan kepada seluruh pemangku
kepentingan. Sebagaimana disebutkan didalam Permen PU No. 03 Tahun 2013 maka dokumen Rencana
Induk ini harus memuat daerah pelayanan, kebutuhan dan tingkat pelayanan, penyelenggaraan sistem
pengelolaan sampah (aspek teknis, kelembagaan, pengaturan, pembiayaan dan peran serta masyarakat)
dan tahapan pelaksanaan. Dasar dari penyusunan dokumen RISPS dengan mengacu pada kondisi kota,
rencana pengembangan kota, kondisi penyelenggaraan sistem pengelolaan sampah dan
permasalahannya serta perlu memperhatikan kebijakan dan strategi penyelenggaraan sistem
pengelolaan sampah nasional, provinsi dan/atau kabupaten/kota, NSPK, rencana tata ruang wilayah dan
keterpaduan dengan pengembangan sistem penyediaan air minum, air limbah dan drainase perkotaan.
Dokumen Rencana Induk ditetapkan jangka waktu paling sedikit 10 (sepuluh) tahun dan dilakukan
peninjauan secara berkala untuk disesuaikan dengan kondisi yang berkembang. Evaluasi dokumen
Rencana Induk harus dievaluasi setiap 5 tahun untuk disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dan
disesuaikan dengan perubahan rencana induk bidang sanitasi dan air minum, tata ruang wilayah kota
serta perubahan strategi di bidang lingkungan (Local Environment Strategy) ataupun hasil rekomendasi
audit lingkungan kota yang terkait dengan persampahan.
Dalam proyek ISWMP, kabupaten/kota yang belum memiliki dokumen RISPS atau telah melewati periode
berlakunya RISPS maka perlu melakukan penyusunan baru dokumen RISPS, sedangkan kabupaten/kota
yang sudah memiliki dokumen RISPS masih didalam periode berlakunya RISPS namun ada penyesuaian
kondisi yang berkembang baik dari pembangunan wilayah daerah maupun kebijakan strategi nasional
atau provinsi untuk bidang sanitasi yang berdampak pada perubahan target pengelolaan sampah, maka
dokumen RISPS perlu diperbaharui (updating) atau direview dengan mengikuti kondisi yang ada.
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :3 NPMC ISWMP
B. TUJUAN
Pedoman ini disusun untuk dapat dijadikan pegangan, panduan dan referensi bagi Pemerintah Provinsi
dan Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Induk Pengelolaan Sampah dalam proyek ISWMP (The
Integrated of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Program) dibawah
Loan Bank Dunia yang memenuhi standar nasional, sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap
kebutuhan sesuai karakteristik lingkungan dan sosial ekonomi daerah, serta tanggap terhadap kebutuhan
stakeholder kegiatan penanganan sampah yaitu Pemerintah, Investor dan masyarakat.
C. RUANG LINGKUP
Pedoman Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah dalam proyek ISWMP dibawah Loan
Bank Dunia ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu:
a. Proses Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
Berisi penjelasan proses dan langkah-langkah penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan
Sampah
b. Penjelasan Rinci Muatan Dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
Berisi penjelasan secara rinci outline isi dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah yang
meliputi Bab dan Sub Bab serta substansi/muatan yang harus tercantum didalam Rencana Induk
D. KELUARAN
Didalam proyek ISWMP, keberadaan dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah sangat terkait
erat dengan pencapaian indikator PDO (Project No. 7 yaitu “Jumlah rencana induk yang memenuhi kriteria
rencana pengelolaan sampah berkualitas tinggi”). Untuk itu, setiap Rencana Induk (RISPS) dalam proyek
ISWMP harus memiliki keluaran:
1. Rencana induk telah disahkan melalui Perkada
2. Terdapat kebijakan dan strategi pengelolaan sampah yang optimis dan realistis didasarkan pada
kesepakatan seluruh stakeholder kabupaten/kota
3. Terdapat roadmap perubahan paradigma operasional sistem pengelolaan sampah semula kumpul-
angkut-buang menjadi kumpul-angkut-olah-manfaatkan di TPST, dengan prinsip mengurangi
sebanyak-banyaknya sampah “fresh waste” ke TPA
4. Terdapat roadmap sistem operasional pengelolaan sampah dari tercampur menjadi terpilah di
sumber, yang dipadukan dengan konsep peningkatan peran aktif masyarakat
5. Terdapat roadmap pengembangan kelembagaan pengelolaan sampah yang mendukung
keberlanjutan pengelolaan infrastruktur melalui prinsip pemisahan operator dan regulator
pengelolaan sampah
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :4 NPMC ISWMP
6. Terdapat perhitungan kebutuhan pembiayaan untuk manajemen dan operasional pengelolaan
sampah dari hulu ke hilir
7. Terdapat program peningkatan peran aktif masyarakat dalam sistem operasional pengelolaan
sampah (termasuk membuka peluang kerja perempuan didalam operasional sistem pengelolaan
sampah – gender mainstreaming)
8. Terdapat integrasi konsep pengelolaan lingkungan hidup di setiap rencana pembangunan
infrastruktur pengelolaan sampah di kabupaten/kota
9. Terdapat rencana pengembangan investasi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka
Panjang untuk pengembangan sistem persampahan kabupaten/kota
E. DOKUMEN ACUAN
Pedoman Penyusunan Rencana Induk Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan, Dirjen
Cipta Karya, 2016
F. PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA INDUK SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
1. Proses Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
Dalam proses penyusunan rencana induk dibagi menjadi 2 (dua) langkah kegiatan yaitu penyusunan
dokumen rencana induk serta pembentukan Peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Induk Sistem
Pengelolaan Sampah.
a. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
1) Melakukan review terhadap dokumen Rencana Induk yang sudah ada sebelumnya
2) Menyusun kondisi daerah studi, meliputi
• Data kondisi fisik wilayah
• Data kebijakan pembangunan daerah dan tata ruang
• Data demografi (kependudukan)
• Data sosial, ekonomi dan budaya
• Data kesehatan masyarakat
• Data prasarana kota
Catatan: Data-data dalam aspek kependudukan, sosial, ekonomi, budaya diharuskan
melingkupi data terpilah gender (laki-laki dan perempuan) disesuaikan dengan
ketersediaan data yang ada.
3) Melaksanakan survei penyusunan rencana induk yang meliputi:
• Survei kondisi wilayah studi berdasarkan tinjauan tata ruang dan pembangunan
wilayah
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :5 NPMC ISWMP
• Survey operasional pelayanan pengelolaan sampah dan sebaran prasarana dan sarana
pengelolaan sampah
• Survei pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Dalam pelaksanaan survei perlu mempertimbangkan proporsi responden berdasarkan
gender dan hasil analisis berdasarkan gender.
• Survei sumber timbulan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994
tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi
sampah perkotaan:
• Survei dan pengkajian biaya, sumber pendanaan dan keuangan dalam pelaksanaannya
merupakan perolehan data lapangan yang akan digunakan dalam analisis keuangan.
4) Menganalisis kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah, terdiri dari:
• Data jenis sumber sampah
• Data daerah pelayanan berupa data pola penanganan sampah
• Data timbulan, komposisi dan karakteristik sampah berupa data volume sampah, jenis,
komposisi dan karakteristik sampah
• Data teknis operasional berupa data sarana dan prasarana Pengelolaan Sampah
eksisting yaitu data pemilahan/pewadahan, pengumpulan (TPS/TPS 3R),
pengangkutan (kendaraan angkutan), pengolahan (SPA, FPSA, TPST), pemrosesan
akhir/TPA
• Data peraturan berupa data regulasi tentang pengelolaan sampah
• Data kelembagaan berupa bentuk organisasi pengelola sampah yang ada (operator
dan regulator); Struktur organisasi yang ada; Sumber daya manusia yang tersedia; dan
tata laksana kerja dan pola koordinasi.
• Data keuangan berupa ketersediaan biaya investasi dan atau penggantian
peralatan/suku cadang, biaya pengoperasian dan pemeliharaan; dan retribusi (tarif,
mekanisme pengumpulan dan besar retribusi terkumpul).
• Data peran masyarakat dan swasta berupa data tingkat kesadaran dan kepedulian
masyarakat, program kampanye dan edukasi yang ada, peran swasta yang ada; dan
kemitraan dengan swasta. Catatan: Terkait aspek peran serta masyarakat ini, perlu
ditelaah secara terpilah gender (lakilaki dan perempuan), termasuk pekerja anak
terutama di TPA disesuaikan dengan ketersediaan data yang tersedia.
5) Mengidentifikasi permasalahan pada sistem pengelolaan sampah untuk setiap aspek
pengelolaan sampah
6) Menyusun visi dan misi dalam penyusunan rencana induk sistem pengelolaan sampah
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :6 NPMC ISWMP
7) Menyiapkan kebijakan-kebijakan strategis dan kriteria perencanaan dalam penyusunan
rencana induk sistem pengelolaan sampah dengan mengacu pada
• Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Persampahan:
• Pedoman Penataan Ruang Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah
• Kebijakan Nasional Mitigasi dan Perubahan Iklim dan kebijakan lainnya (termasuk
diantaranya pengarusutamaan gender)
8) Menyusun kriteria standar pelayanan minimal dalam pengelolaan sampah yang akan
dilakukan
9) Mengidentifikasi daerah pelayanan dan pemilihan zona prioritas
10) Menghitung proyeksi timbulan sampah
11) Menghitung jumlah kebutuhan prasarana dan sarana dan pengembangan sarana prasarana
pengelolaan sampah mulai dari pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan,
pemrosesan akhir
12) Menyusun strategi dalam sistem pengelolaan sampah terdiri dari:
• Strategi pengembangan prasarana dan sarana persampahan
• Strategi pengembangan kapasitas kelembagaan
• Strategi pengembangan peran serta masyarakat yang mempertimbangkan kebijakan
pengarusutamaan gender dan aspek terkait lainnya
• Strategi pengembangan peraturan
• Strategi pengembangan ekonomi dan pembiayaan
13) Menyusun rencana program umum dalam Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah yang
melingkupi namun tidak terbatas pada:
• Rencana umum, meliputi evaluasi kondisi kota/kawasan dan rencana
pengembangannya, evaluasi kondisi eksisting penanganan sampah dari sumber
sampai TPA, evaluasi permasalahan pada sistem pengelolaan sampah di daerah studi
• Rencana penanganan sampah dengan mengedepankan pengurangan sampah yang
ditimbun di TPST dan TPA, pengolahan dan pemanfaatan sampah sebagai sumber daya
melalui kegiatan 3R, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan
pemrosesan akhir sampah.
• Program dan kegiatan penanganan sampah disusun berdasarkan hasil evaluasi
terhadap permasalahan yang ada dan kebutuhan pengembangan di masa depan.
• Kriteria mencakup kriteria teknis yang dapat diaplikasikan dalam perencanaan yang
sudah umum digunakan. Namun jika ada data hasil survei maka kriteria teknis menjadi
bahan acuan.
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :7 NPMC ISWMP
• Standar pelayanan ditentukan sejak awal seperti tingkat pelayanan dan cakupan
pelayanan yang diinginkan.
• Rencana tahapan pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah yang meliputi rencana
dan target jangka pendek, rencana dan target jangka menengah, dan rencana dan
target jangka panjang;
• Rencana teknis operasional berupa rencana pemilahan/pewadahan, rencana
pengumpulan, rencana pengangkutan, rencana pengolahan dan rencana tempat
pemrosesan akhir.
• Rencana pembiayaan dan pola investasi berupa indikasi besar biaya tingkat awal,
sumber, dan pola pembiayaan. Perhitungan biaya tingkat awal mencakup seluruh
komponen pekerjaan perencanaan, pekerjaan konstruksi, pajak, pembebasan tanah,
dan perizinan.
• Rencana pengembangan kelembagaan penyelenggara pengelolaan sampah meliputi
pemisahan fungsi regulator dan operator, bentuk kelembagaan termasuk
kelembagaan yang menerapkan fleksibilitas pengelolaan keuangan (BLUD), struktur
organisasi dan penempatan tenaga ahli sesuai dengan latar belakang pendidikannya
mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku. Termasuk dalam rencana
pengembangan kelembagaan adalah penyelenggaraan pengelolaan sampah melalui
mekanisme kerjasama dengan pihak ke-3 (tiga), organisasi kemasyarakatan dan
mekanisme koordinasi yang akan digunakan untuk mengkoordinasikan kegiatan
pengelolaan sampah.
• Rencana pengembangan peran serta masyarakat yang meliputi penyusunan program
penyuluhan/kampanye, pelaksanaan penyuluhan/kampanye, rencana internalisasi
penanganan sampah ke dalam kurikulum sekolah, dan pengembangan konsep
pengurangan sampah di sumber. Selain itu, perlu dikembangkan rencana penerapan
program pengarusutamaan gender di bidang pengelolaan sampah.
• Rencana pengembangan pelibatan pihak swasta dalam pengelolaan sampah yang
meliputi identifikasi peranan yang telah dilakukan pihak swasta dalam pengelolaan
sampah, serta pengembangan kemitraan dengan pihak swasta.
• Rencana alokasi lahan TPST dan TPA untuk merencanakan penanganan sampah dari
sumber sampai dengan TPA diperlukan ketetapan alokasi lahan TPST dan TPA.
• Rencana keterpaduan dengan Air Minum, Air Limbah, dan Drainase
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :8 NPMC ISWMP
b. Pembentukan Peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
1) Adanya kesepakatan di antara pemangku kepentingan terhadap dokumen rencana induk;
2) Melakukan sosialisasi RISPS;
3) Menyusun Rancangan Perkada Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPS);
4) Melakukan fasilitasi pembahasan rancangan peraturan kepala daerah tentang (RISPS);
5) Melakukan fasilitasi penetapan Raperkada menjadi Perkada dan pengundangannya;
2. Penjelasan Rinci Muatan Dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah
Dalam penyusunan dokumen RISPS menjelaskan keseluruhan data dan informasi, analisa data serta
rencana pengembangan program/kegiatan yang sesuai dengan proses penyusunan rencana induk.
Adapun muatan dari Bab yang ada didalam dokumen RISPS sebagai berikut:
BAB 1 Pendahuluan
Bab ini memberikan penjelasan mengenai latar belakang, maksud dan tujuan dari penyusunan
rencana induk kota besar/metropolitan, ruang lingkup, jenis rencana induk, landasan hukum, serta
kedudukan rencana induk yang digunakan dalam penyusuna rencana induk.
BAB 2 Konsep dan Kriteria Penyusunan Rencana Induk
Bab ini menjelaskan mengenai konsep penyusunan rencana induk, periode perencanaan, evaluasi
rencan induk, kriteria penyusuna rencana induk, survei penyusunan rencana induk sistem
pengelolaan sampah, keterpaduan dengan prasarana dan sarana air minum, limbah dan drainase
• Apabila ada penjelasan atau data yang lebih rinci dapat dimasukkan dalam Lampiran
• Cantumkan dengan jelas rujukan atau sumber data/informasi yang digunakan (dalam bentuk
catatan kaki/ditulis di bawah tabel)
BAB 3 Gambaran Daerah Studi dan Kondisi Eksisting Persampahan
Bab ini menjelaskan mengenai data kondisi daerah studi (kondisi fisik, kebijakan pembangunan dan
tata ruang, demografi, sosial ekonomi budaya, kesehatan masyarakat dan prasarana kota), data
kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah serta permasalahan yang terjadi dilapangan.
• Minimum informasi yang harus tersedia adalah tabel/peta/gambar yang tercantum dalam
box penjelasan singkat pada sub-bab.
• Berikan penjelasan ringkas untuk masing-masing tabel/peta/gambar dan informasi
mengenai sumber data
• Apabila ada penjelasan atau data yang lebih rinci dapat dimasukan dalam lampiran
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman :9 NPMC ISWMP
BAB 4 Strategi Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah
Bab ini menjelaskan mengenai Kebijakan strategi (Visi misi, Kebijakan, Strategi), Kriteria standar
pelayanan minimal, pengembangan daerah pelayanan, pemilihan zona prioritas, perhitungan
proyeksi timbulan sampah dan perhitungan prasarana dan sarana pengelolaan sampah.
• Minimum informasi yang harus tersedia adalah tabel/peta/gambar yang tercantum dalam
box penjelasan singkat pada sub-bab.
• Berikan penjelasan ringkas untuk masing-masing tabel/peta/gambar dan informasi
mengenai sumber data
• Apabila ada penjelasan atau data yang lebih rinci dapat dimasukan dalam lampiran.
• Cantumkan dengan jelas rujukan atau sumber data /informasi yang digunakan (dalam bentuk
ditulis dibawah tabel
BAB 5 Rencana Program Pengelolaan Sampah
Bab ini menjelaskan mengenai rencana program yang sedang berjalan, program jangka pendek,
program jangka menengah, program jangka panjang.
• Indikasi program-program bidang persampahan dijabarkan dari program-program prioritas
yang telah dirumuskan dalam rencana induk dan telah memenuhi kelayakan proyek.
Pengembangan sarana dan prasarana persampahan tidak selalu hanya pengembangan aspek
teknis semata namun juga termasuk pengembangan aspek non teknis yang meliputi
pengembangan aspek kelembagaan, pembiayaan, Peraturan, Peran Masyarakat,
pengelolaan Swasta
• Apabila ada penjelasan atau data yang lebih rinci dapat dimasukan dalam lampiran
BAB 6 Kesimpulan dan Rekomendasi
Bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan keseluruhan muatan dokumen rencana induk serta
rekomendasi berupa rencana tindak lanjut dari penyusunan dokumen rencana induk ini.
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 10 NPMC ISWMP
OUTLINE LAPORAN
KATA PENGANTAR
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR ISTILAH DAN DEFINISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
1.3. RUANG LINGKUP RENCANA INDUK
1.3.1. Ruang Lingkup Wilayah
1.3.2. Ruang Lingkup Kegiatan
1.4. JENIS RENCANA INDUK
1.5. KEDUDUKAN RENCANA INDUK
1.6. LANDASAN HUKUM
1.7. STANDAR TEKNIS DAN KELUARAN
1.8. SISTEMATIKA PELAPORAN
BAB 2 KONSEP DAN KRITERIA PENYUSUNAN RENCANA INDUK
2.1. PERIODE PERENCANAAN
2.2. EVALUASI RENCANA INDUK
2.3. KRITERIA PERENCANAAN
2.3.1. Kriteria Umum
2.3.2. Kriteria Teknis
2.3.3. Kriteria Standar Pelayanan Minimal
2.4. SURVEI PENYUSUNAN RENCANA INDUK
2.4.1. Survei dan Pengkajian Wilayah Studi dan Wilayah Pelayanan
2.4.2. Survei dan Pengkajian Sumber Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah
2.4.3. Survei dan Pengkajian Demografi dan Ketatakotaan
2.4.4. Survei dan Pengkajian Biaya, Sumber Pendanaan dan Keuangan
2.5. KETERPADUAN PERENCANAAN DENGAN SEKTOR LAIN
2.5.1. Air Minum
2.5.2. Drainase
2.5.3. Air Limbah
2.5.4. Jalan dan Sarana Transportasi
2.6. KONTRIBUSI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DALAM PROGRAM PERUBAHAN IKLIM
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 11 NPMC ISWMP
BAB 3 DESKRIPSI DAERAH PERNCANAAN
3.1. DAERAH RENCANA
3.2. KONDISI FISIK WILAYAH
3.2.1. Batas Administrasi
3.2.2. Letak Geografi
3.2.3. Hidrologi
3.2.4. Topografi
3.2.5. Klimatografi
3.2.6. Fisiografi
3.2.7. Geologi
3.2.8. Hidrogeologi
3.2.9. Hidrooceanografi
3.3. KONDISI SOSIAL EKONOMI, BUDAYA & KESEHATAN MASYARAKAT
3.3.1. Kependudukan
3.3.2. Sosial Ekonomi, Budaya
3.3.3. Kesehatan Masyarakat
3.4. KONDISI EKSISTING SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
3.4.1. Sumber Sampah
3.4.2. Timbulan, Komposisi Dan Karakteristik Sampah
3.4.3. Sistem Pengelolaan Sampah
3.4.3.1. Regulasi
3.4.3.2. Kelembagaan
3.4.3.3. Keuangan
3.4.3.4. Peran Masyarakat
3.4.3.5. Teknis Operasional
3.4.3.5.1. Pemilahan/pewadahan
3.4.3.5.2. Pengumpulan
3.4.3.5.3. Pengangkutan
3.4.3.5.4. Pengolahan
3.4.3.5.5. Pemrosesan akhir
3.5. PERMASALAHAN SISTEM YANG DIHADAPI
3.6. ANALISIS PROFIL PELAYANAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
3.7. KEBIJAKAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH YANG ADA
3.7.1 Pembangunan dan Tata Ruang
3.7.1.1. Tujuan Penataan Ruang
3.7.1.2. Strategi Penataan Ruang
3.7.1.3. Arah Pengembangan Tata Ruang
3.7.2 Sistem Pengelolaan Sampah
3.7.2.1. Pemilahan/Pewadahan
3.7.2.2. Pengumpulan
3.7.2.3. Pengangkutan
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 12 NPMC ISWMP
3.7.2.4. Pengolahan
3.7.2.5. Pemrosesan Akhir
BAB 4 STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.1. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.1.1 Visi dan Misi
4.1.2 Kebijakan
4.2. TUJUAN DAN TARGET PENANGANAN
4.3. PENGEMBANGAN DAERAH PELAYANAN
4.4. PEMBAGIAN ZONA PELAYANAN
4.5. PENETAPAN ZONA PRIORITAS
4.6. PERHITUNGAN KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PENGELOLAAN SAMPAH
4.6.1. Perhitungan Proyeksi Timbulan Sampah
4.6.2. Perhitungan Teknis Operasional
4.6.2.1. Pemilahan/Pewadahan
4.6.2.2. Pengumpulan
4.6.2.3. Pengangkutan
4.6.2.4. Pengolahan
4.6.2.5. Pemrosesan Akhir
4.7. STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.7.1. Strategi Pengembangan Prasarana Dan Sarana Persampahan
4.7.2. Strategi Pengembangan Kapasitas Kelembagaan
4.7.3. Strategi Pengembangan Peran Masyarakat
4.7.4. Strategi Pengembangan Peraturan
4.7.5. Strategi Pengembangan Ekonomi Dan Pembiayaan
BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN
5.1. RENCANA PROGRAM
5.1.1. Rencana Pengembangan Teknis (disertai Opsi Teknologinya)
5.1.1.1. Pemilahan/Pewadahan
5.1.1.2. Pengumpulan
5.1.1.3. Pengangkutan
5.1.1.4. Pengolahan
5.1.1.5. Pemrosesan Akhir
5.1.2. Rencana Pengembangan Pengelolaan Swasta
5.1.3. Rencana Keterpaduan Dengan Prasarana dan Sarana Air Minum, Air Limbah dan
Drainase
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 13 NPMC ISWMP
5.2. RENCANA TAHAPAN PELAKSANAAN
5.2.1. Rencana Jangka Pendek
5.2.2. Rencana Jangka Menegah
5.2.3. Rencana Jangka Panjang
5.3. RENCANA PEMBIAYAAN DAN INDIKASI INVESTASI PROGRAM
5.3.1. Biaya Investasi dan O/P Jangka Pendek
5.3.2. Biaya Investasi dan O/P Jangka Menengah
5.3.3. Biaya Investasi dan O/P Jangka Panjang
5.4. RENCANA PENGATURAN DAN KELEMBAGAAN
5.5. RENCANA EDUKASI DAN PERAN MASYARAKAT
5.6. RENCANA SOSIALISASI DOKUMEN RENCANA INDUK
5.7. TAHAPAN LEGALISASI RENCANA INDUK
BAB 6 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
6.1. KESIMPULAN
6.2. REKOMENDASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
G. REFERENSI
Permen PU No. 03 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan
Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
H. LAMPIRAN
Penjelasan Rincin Muatan Laporan RIPS sesuai Outline
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 14 NPMC ISWMP
LAMPIRAN
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 15 NPMC ISWMP
COVER
RENCANA INDUK SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
Logo
Kabupaten/Kota KABUPATEN/KOTA………………
PROVINSI…………………….
(bagian ini dapat diisi fot atau gambar)
(dtulis instansi pelaksana)
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 16 NPMC ISWMP
KATA PENGANTAR
• Merupakan penjelasan ringkas atas isi, makna, dan manfaat penyusunan Rencana Induk
Sistem Pengelolaan Sampah
• Bagian ini juga memuat harapan dan arahan dari Bupati/Walikota sebagai pemegang
kebijakan tentang pembangunan sistem pengelolaan sampah dalamkodisi darurat, jangka
menengah dan panjang
• Perlu disebutkan juga komitmen untuk melakukan pemutakhiran informasi dan data secara
regular
• Kata Pengantar ditandatangani Bupati/Walikota
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 17 NPMC ISWMP
RINGKASAN EKSEKUTIF
• Merupakan penjelasan ringkas atas isi keseluruhan dari Laporan mulai dari kondisi eksisting
sistem pengelolaan sampah hingga rencana pengembangan dan penyelenggaraan program
sistem pengelolaan sampah di jangka pendek hingga jangka panjang
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 18 NPMC ISWMP
DAFTAR ISI
• Merupakan rincian daftar isi bab dan sub bab yang ada didalam isi Laporan
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 19 NPMC ISWMP
DAFTAR TABEL
• Merupakan rincian daftar tabel yang ada didalam isi Laporan
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 20 NPMC ISWMP
DAFTAR GAMBAR
• Merupakan rincian daftar gambar yang ada didalam isi Laporan
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 21 NPMC ISWMP
DAFTAR ISTILAH
• Merupakan rincian daftar istilah yang digunakan dalam Laporan
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 22 NPMC ISWMP
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Menjelaskan tentang hal-hal yang mendasari perlunya disusun rencana induk, antara lain :
1. Peraturan/landasan hukum tentang Prasarana dan Sarana Persampahan.
2. Pertumbuhan penduduk dan kegiatan yang menyebabkan timbulnya sampah.
3. Permasalahan pengelolaan sampah yang terjadi saat ini.
4. Perlu pengembangan Prasarana dan Sarana Persampahan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.1 selesai disusun
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Menjelaskan maksud dan tujuan disusunnya rencana induk :
1. Maksud : Tersedianya rencana induk persampahan yang akan digunakan di tiap
Kabupaten/Kota.
2. Tujuan : Agar setiap kabupaten/kota memiliki rencana induk persampahan yang meiliki
kualitas perencanaan yang memenuhi standar nasional.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.2 selesai disusun
1.3 RUANG LINGKUP RENCANA INDUK
1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah
Menjelaskan tentang ruang lingkup/cakupan wilayah studi/kajian dan wilayah
perencanaan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.3.1 selesai disusun
1.3.2 Ruang Lingkup Kegiatan
Menjelaskan tentang kegiatan pengelolaan sampah yang akan dilaksanakan, misalnya
pemilahan/pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.3.1 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 23 NPMC ISWMP
1.4 JENIS RENCANA INDUK
Menjelaskan tentang jenis rencana induk yang disusun, yaitu :
1. Rencana induk Pengelolaan Sampah di dalam satu wilayah administrasi kabupaten
atau kota.
2. Rencana induk Pengelolaan Sampah lintas kabupaten dan/atau kota.
3. Rencana induk Pengelolaan Sampah lintas provinsi
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.4 selesai disusun
1.5 KEDUDUKAN RENCANA INDUK
• Menjelaskan posisi rencana induk berada dibawah kebijakan spasial di masing-masing
daerah baik pada skala Propinsi maupun Kabupaten/Kota.
• Menjelaskan hubungan rencana induk sistem pengelolaan sampah dengan rencana
induk lainnya.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.5 selesai disusun
1.6 LANDASAN HUKUM
• Menjelaskan mengenai peraturan perundangan yang mendasari serta dijadikan
acuandalam penyusunan rencana induk sistem pengelolaan sampah, dari tingkat
nasional sampai tingkat kota besar/metropolitan
• Menjelaskan mengenai kesepakatan tentang posisi, fungsi, maupun peran rencana
induk sistem pengelolaan sampah diatara dokumen perencanaan lain yang telah ada,
yaitu: RPJPD, RPJMD, Renstra, dan RTRW.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.6 selesai disusun
1.7 STANDAR TEKNIS DAN KELUARAN
Menjelaskan standar teknis apa saja yang digunakan dalam menyusun rencana induk dan
keluaran dari rencana induk ini.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.7 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 24 NPMC ISWMP
1.8 SISTEMATIKA PELAPORAN
• Menjelaskan mengenai isi jenis dokumen laporan, isi masing-masing jenis laporan.
• Menjelaskan mengenai format laporan, gambar, tabel, lampiran, dan pustaka.
Hapus teks ini setelah sub-bab 1.8 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 25 NPMC ISWMP
BAB 2
KONSEP DAN KRITERIA PENYUSUNAN RENCANA INDUK
2.1 PERIODE PERENCANAAN
1. Periode Perencanaan
Menjelaskan Periode perencanaan (masa berlakunya rencana induk 20 tahun)
2. Perencanaan Jangka Pendek
Menjelaskan tahap perencanaan dalam jangka waktu 1–2 tahun.
3. Perencanaan Jangka Menengah
Menjelaskan Tahap perencanaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
4. Perencanaan Jangka Panjang
Menjelaskan tahap perencanaan dalam jangka waktu 20 tahun
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.1 selesai disusun
2.2 EVALUASI RENCANA INDUK
Rencana induk sistem pengelolaan sampah harus dievaluasi setiap 5 tahun untuk
disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dan disesuaikan dengan perubahan rencana
induk bidang sanitasi lainnya, tata ruang dan rencana induk SPAM serta perubahan
strategi dibidang lingkungan (Local Environment Strategy) maupun hasil rekomendasi
Audit lingkungan perkotaan yang terkait dengan masalah pengelolaan Persampahan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.2 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 26 NPMC ISWMP
2.3 KRITERIA PERENCANAAN
2.3.1 Kriteria Umum
Menjelaskan mengenai :
1. Tersedianya prasarana dan sarana persampahan sesuai kebutuhan pelayanan dengan
mengedepankan pemanfaatan sampah dan meningkatkan kualitas TPA melalui
penerapan teknologi ramah lingkungan.
2. Tersedianya pelayanan pengumpulan dan pengangkutan sampah bagi masyarakat di
wilayah pelayanan dengan biaya (retribusi) yang terjangkau oleh masyarakat.
3. Tersedianya program kampanye dan edukasi secara berkesinambungan untuk
meningkatkan peran masyarakat dalam kegiatan 3R.
4. Tersedianya program peningkatan kelembagaan yang memisahkan peran operator
dan regulator.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.3.1 selesai disusun
2.3.2 Kriteria Teknis
Kriteria teknis ini meliputi :
1. Periode perencanaan minimal 10 (sepuluh) tahun)
2. Sasaran dan prioritas penanganan
3. Strategi penanganan
4. Kebutuhan pelayanan
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.3.2 selesai disusun
2.3.3 Kriteria Standar Pelayanan Minimal
Menjelaskan mengenai standar pelayanan minimal dalam sistem pengelolaan sampah.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.3.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 27 NPMC ISWMP
2.4 SURVEI PENYUSUNAN RENCANA INDUK
2.4.1 Survei dan Pengkajian Wilayah Studi dan Wilayah Pelayanan
Menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan survei dan pengkajian wilayah studi dan
wilayah pelayanan dengan cara melakukan pengumpulan data, data yang harus
dikumpulkan yaitu seperti :
1. Data Kondisi wilayah studi dan wilayah pelayanan
2. Data Penyelenggaraan Prasaran dan sarana persampahan:
a. Data timbulan sampah (liter/orang/hari, m3/hari atau ton/hari), serta komposisi
dan karakteristik sampah, meliputi komposisi organik, kertas, plastik, logam, kaca
dan lain-lain. Untuk data karakteristik sampah perlu diketahui berat jenis sampah,
kadar air, nilai kalor dan lain-lain;
b. Pola penanganan sampah dari sumber sampai TPA, untuk mengetahui aliran
sampah dari setiap sumber sampah yang ke TPS, TPS 3R, SPA, FPSA, TPST dan TPA
(atau bahkan ke TPA liar);
c. Pewadahan (jenis wadah yang umum digunakan);
d. Pengumpulan (metode pengumpulan baik komunal maupun individual, sarana
yang digunakan, jumlah sarana pengumpulan dan lain-lain);
e. Pemindahan skala kawasan (metode pemindahan baik TPS, container, TPS 3R,
jumlah prasarana pemindahan, lokasi dan lain-lain) dan skala kota (FPSA atau SPA,
jumlah dan lokasi SPA/FPSA);
f. 3R skala kawasan (lokasi, jumlah, metode 3R dan kondisi operasi, jumlah
pengurangan/pemanfaatan sampah dan lain-lain) dan 3R skala kota (lokasi, jumlah
pengurangan/pemanfaatan sampah, fasilitas dan kondisi operasi dan lain-lain);
g. Pengangkutan (jumlah dan jenis kendaraan angkut, frekuensi atau ritasi
pengangkutan, rute angkutan, dan lain-lain);
h. Pemrosesan akhir (lokasi, luas, fasilitas TPA/TPST, kondisi operasi dan
pemanfaatan lahan).
3. Data Kependudukan
4. Data Sosial Ekonomi
5. Data Kelembagaan
6. Data Peraturan
7. Data Peran Serta Masyarakat
8. Peta Wilayah, Sebaran Penduduk, Geologi, Hidrologi dengan ukuran skala sesuai
ketentuan yang berlaku.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.4.1 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 28 NPMC ISWMP
2.4.2 Survei dan Pengkajian Sumber Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah
Menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan survei dan pengkajian sumber timbulan,
komposisi dan karakteristik sapah seperti :
1. Cara Pelaksanaan survei timbulan, komposisi dan karakteristik sampah:
a. Pastikan sumber timbulan yang akan disurvei;
b. Ambil sampel sampah;
c. Uji kualitas sampah untuk mendapatkan komposisi dan karakteristik sampah.
2. Cara Pengkajian hasil survei timbulan, komposisi dan karakteristik sampah:
a. Kaji timbulan sampah untuk mengetahui laju timbulan sampah;
b. Kaji timbulan sampah untuk mendapatkan komposisi dan karakteristik sampah.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.4.2 selesai disusun
2.4.3 Survei dan Pengkajian Demografi dan Ketatakotaan
Menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan survei dan pengkajian demografi dan
ketatakotaan, yaitu :
1. Tata cara survei dan pengkajian demografi adalah:
a. Wilayah sasaran survei harus dikelompokan ke dalam kategori wilayah
berdasarkan jumlah penduduk
b. Cari data jumlah penduduk awal perencanaan
c. Tentukan nilai persentase pertambahan penduduk per tahun (r)
d. Hitung pertambahan nilai penduduk sampai akhir tahun perencanaan
2. Tata survei dan pengkajian ketatakotaan adalah:
a. Ada sumber daya baik alam maupun bukan alam yang dapat mendukung
penghidupan dan kehidupan di kota yang akan disurvei;
b. Ada prasarana perkotaan yang merupakan titik tolakarah pengembangan
penataan ruang kota.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.4.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 29 NPMC ISWMP
2.4.4 Survei dan Pengkajian Biaya, Sumber Pendanaan dan Keuangan
Menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan survei dan pengkajian biaya, sumber
pendanaan dan keuangan dengan cara malkukan pengumpulan data. Data lapangan yang
diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Perolehan Data Eksisting Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dan
Data Statistik;
2. Perolehan Data Pelanggan;
3. Perolehan Data Penagihan Retribusi;
4. Perolehan Data Timbulan Sampah;
5. Perolehan Data Personil;
6. Perolehan Data Laporan Keuangan;
7. Perolehan Data Kemampuan Sumber Pendanaan Daerah;
8. Perolehan Data Kemampuan Masyarakat;
9. Perolehan Data Peluang Adanya KPS;
10. Perolehan Data Alternatif Sumber Pembiayaan
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.4.4 selesai disusun
2.5 KETERPADUAN PERENCANAAN DENGAN SEKTOR LAIN
2.5.1 Air Minum
Menjelaskan tentang pertimbangan untuk melakukan keterpaduan sektor persampahan
dengan air minum, seperti contoh lokasi air baku tidak boleh berdampingan dengan lokasi
TPA/TPST.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.5.1 selesai disusun
2.5.2 Drainase
Menjelaskan tentang pertimbangan untuk melakukan keterpaduan sektor persampahan
dengan drainase perkotaan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.5.2 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 30 NPMC ISWMP
2.5.3 Air Limbah
Menjelaskan tentang pertimbangan untuk melakukan keterpaduan sektor persampahan
dengan air Limbah.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.5.3 selesai disusun
2.5.4 Jalan dan Sarana Transportasi
Menjelaskan tentang pertimbangan untuk melakukan keterpaduan sektor persampahan
dengan Jalan dan Sarana Transportasi, seperti contoh pengangkutan persampahan harus
disesuaikan dengan jalan dan sarana transportasi.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.5.4 selesai disusun
2.6 KONTRIBUSI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DALAM PROGRAM PERUBAHAN IKLIM
Membahas tentang kebijakan dan program nasional yang berkaitan dengan sistem
pengelolaan sampah dalam perubahan iklim.
Hapus teks ini setelah sub-bab 2.6 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 31 NPMC ISWMP
BAB 3
DESKRIPSI DAERAH PERENCANAAN
3.1 DAERAH RENCANA
1. Menjelaskan tentang Kabupaten/Kota yang diamati dan direncanakan.
2. Menjelaskan tentang ketentuan yang ada dalam rencana induk ini untuk Kota
Kabupaten yang diamati dan direncanakan, sedangkan kota yang tidak direncanakan
dalam satu Kabupaten yang diamati.
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.1 selesai disusun
3.2 KONDISI FISIK WILAYAH
3.2.1 Batas Administrasi
3.2.2 Letak Geografi
3.2.3 Hidrologi
3.2.4 Topografi
3.2.5 Klimatologi
3.2.6 Fisiografi
3.2.7 Geologi
3.2.8 Hidrogeologi
3.2.9 Hidrooceanografi
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.2.1 s/d 3.2.9 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 32 NPMC ISWMP
3.3 KONDISI SOSIAL EKONOMI, BUDAYA, DAN KESEHATAN MASYARAKAT
3.3.1 Kependudukan
Menjelaskan tentang demografi/kependudukan
• Dilengkapi dengan Tabel 3.4 Pertumbuhan Penduduk
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.3.1 selesai disusun
3.3.2 Sosial Ekonomi, Budaya
Menjelaskan tentang Tingkat Pendidikan Masyarakat, Penghasilan Masyarakat,
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Mata pencaharian dan
pendapatan, Adat istiadat, tradisi dan budaya, Perpindahan penduduk dan pengaruhnya
terhadap urbanisasi dan kondisi ekonomi masyarakat.
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.3.2 selesai disusun
3.3.3 Kesehatan Masyarakat
Menjelaskan tentang kasus penyakit, Angka kelahiran, kematian dan migrasi, Data
penyakit akibat air (water borne disease), Sarana pelayanan kesehatan.
Untuk mendapatkan data diatas tim penyusun harus melakukan survei dan pengkajian
kesehatan masyarakat
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.3.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 33 NPMC ISWMP
3.4 KONDISI EKSISTING SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
3.4.1 Sumber Sampah
Menjelaskan tentang sumber penghasil sampah seperti :
1. Pemukiman
a. Rumah Tinggal
b. Apartemen
2. Komersil
a. Pusat Pertokoan
b. Penginapan (hotel)
c. Perkantoran
d. Tempat Rekreasi
e. Rumah Makan
3. Fasilitas Umum
a. Pelabuhan kapal, stasiun kereta api, terminal bus
b. Taman dan jalan
c. Rumah ibadah (mesjid, gereja, vihara, dst)
4. Sekolah hingga perguruan tinggi
5. Rumah sakit hingga puskesmas
6. Pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern
7. Industri (kawasan industri hingga industri kecil
8. Sungai
Untuk mendapatkan data diatas tim penyusun harus melakukan survei dan pengkajian
wilayah studi dan wilayah pelayanan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.4.1 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 34 NPMC ISWMP
3.4.2 Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah
Timbulan sampah menjelaskan tentang volume sampah yang tertanggulangi dan volume
sampah yang belum tertanggulangi.
Komposisi dan Karakteristik Sampah Menjelaskan tentang mengenai jenis karakteristik
sampah seperti, sampah organik, anorganik dst.
Untuk mendapatkan data diatas tim penyusun harus melakukan Survei dan pengkajian
sumber timbulan, komposisi dan karakteristik sampah. Untuk perhitungan nya bisa
dituangkan dalam lapoaran analisa/ lampiran.
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.4.2 selesai disusun
3.4.3 Sistem Pengelolaan Sampah
Menjelaskan tentang :
3.4.3.1 Regulasi
3.4.3.2 Kelembagaan
3.4.3.3 Keuangan
3.4.3.4 Peran Masyarakat
3.4.3.5 Teknis Operasional
3.4.3.5.1 Pemilahan/Pewadahan
3.4.3.5.2 Pengumpulan
3.4.3.5.3 Pengangkutan
3.4.3.5.4 Pengolahan
3.4.3.5.5 Pemrosesan Akhir
Menjelaskan kondisi eksisting dan permasalahan di tiap-tiap aspek: regulasi,
kelembagaan, keuangan, peran masyarakat dan teknis operasional
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.4.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 35 NPMC ISWMP
3.5 PERMASALAHAN SISTEM YANG DIHADAPI
1. Sub Sistem Pengaturan
Menjelaskan tentang permasalahan terkait Peraturan perundangan dalam sistem
pengelolaan sampah
2. Sub Sistem Kelembagaan
Menjelaskan tentang permasalahan terkait Kelembagaan dalam sistem pengelolaan
sampah
3. Sub Sistem Keuangan
Menjelaskan tentang permasalahan terkait Pembiayaan, meliputi :
• Dana Pemerintah Kota
• Dana Sanitasi Lingkungan
• Sektor Swasta/Masyarakat
4. Sub Sistem Peran Serta Masyarakat/Swasta/Perguruan Tinggi
Menjelaskan tentang Permasalah terkait Peran serta Masyarakat/ Swasta/ Perguruan
tinggi dalam sistem pengelolaan sampah.
5. Sub Sistem Teknis-Teknologis
Menjelaskan tentang Permasalah terkait teknis-teknologis yang meliputi:
a. Pemilahan
b. Pengumpulan
c. Pengangkutan
d. Pengolahan
e. Pemrosesan Akhir
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.5 selesai disusun
3.6 ANALISIS PROFIL PELAYANAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
Menjelaskan analisis profil pelayanan sistem pengelolaan sampah.
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.6 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 36 NPMC ISWMP
3.7 KEBIJAKAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH YANG ADA
3.7.1 Pembangunan dan Tata Ruang
Menjelaskan tentang
3.7.1.1 Tujuan Penataan Ruang
3.7.1.2 Strategi Penataan Ruang
3.7.1.3 Arah Pengembangan Tata Ruang
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.7.1 selesai disusun
3.7.2 Sistem Pengelolaan Sampah
Menjelaskan kebijakan tentang
3.7.2.1 Pemilahan/Pewadahan
3.7.2.2 Pengumpulan
3.7.2.3 Pengangkutan
3.7.2.4 Pengolahan
3.7.2.5 Pemrosesan Akhir
Hapus teks ini setelah sub-bab 3.7.2 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 37 NPMC ISWMP
BAB 4
STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.1 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.1.1 Visi dan Misi
Menjelaskan tentang visi misi pada arah pembangunan persampahan
. Hapus teks ini setelah sub-bab 4.1.1 selesai disusun
4.1.2 Kebijakan
Menjelaskan Kebijakan sistem pengelolaan sampah baik yang bersifat internasional,
nasional, regional maupun daerah/lokal.
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.1.2 selesai disusun
4.2 TUJUAN DAN TARGET PENANGANAN
Menjelaskan tujuan dan target penanganan untuk setiap periode, yaitu :
• Jangka Pendek : Kebutuhan dasar sanitasi sebagai dasar sistem pengelolaan sampah
• Jangka Menengah : Sesuai permasalahan dan strategi yang dilaksanakan
• Jangka Panjang :
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.2 selesai disusun
4.3 PENGEMBANGAN DAERAH PELAYANAN
Menjelaskan tentang kriteria perencanaan teknis-teknologis dalam pengembangan sistem
pengelolaan sampah.
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 38 NPMC ISWMP
4.4 PAMBAGIAN ZONA PELAYANAN
Menjelaskan tentang rencana pengembangan pelayanan persampahan disamping harus
memperhatikan kondisi kota, kemampuan daerah dan masyarakat serta NSPK yang ada,
maka beberapa alternatif yang perlu dikaji berkaitan dengan beberapa kemungkinan
skenario pengembangan pelayanan yaitu:
1. Skenario alokasi lahan TPA (lokal dan regional)
2. Skenario SPA/TPST
3. Skenario Pengurangan sampah melalui 3R
4. Skenario lain sesuai dengan kondisi dan kebijakan lokal
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.4 selesai disusun
4.5 PENETAPAN ZONA PRIORITAS
Menjelaskan tentang hasil evaluasi pengembangan daerah pelayanan, perlu dilakukan
pemilihan prioritas program atau kegiatan persampahan sesuai dengan kebutuhan.
Prioritas tersebut dipertimbangkan melalui penapisan sebagai berikut:
1. Urutan sifat urgensi seperti adanya kasus pencemaran atau kecelakaan di TPA yang
memerlukan tindakan mendesak. Rencana kegiatan diurutkan sesuai dengan tingkat
prioritas.
2. Prioritas kegiatan akan diuraikan dalam tahap mendesak, jangka menengah dan
jangka panjang.
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.5 selesai disusun
4.6 PERHITUNGAN KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PENGELOLAAN SAMPAH
Menjelaskan Mengenai Perhitungan Kebutuhan Prasarana Dan Sarana Pengelolaan
Sampah Seperti : Pemilahan/Pewadahan, Pengumpulan, Pengangkutan, Pengolahan Dan
Pemrosesan Akhir.
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.6 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 39 NPMC ISWMP
4.7 STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH
4.7.1 Strategi Pengembangan Prasarana dan Sarana Persampahan
Menjelaskan tentang strategi pengembangan teknis-teknologis
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.7.1 selesai disusun
4.7.2 Strategi Pengembangan Kapasitas Kelembagaan
Menjelaskan tentang strategi pengembangan kelembagaan
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.7.2 selesai disusun
4.7.3 Strategi Pengembangan Peran Masyarakat
Menjelaskan tentang strategi pengembanagan peran serta
masyarakat/Swasta/Perguruan tinggi.
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.7.3 selesai disusun
4.7.4 Strategi Pengembangan Peraturan
Menjelaskan tentang strategi pengembangan peraturan
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.7.4 selesai disusun
4.7.5 Strategi Pengembangan Ekonomi dan Pembiayaan
Menjelaskan tentang strategi pengembangan keuangan
Hapus teks ini setelah sub-bab 4.7.5 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 40 NPMC ISWMP
BAB 5
RENCANA PROGRAM DAN TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN
5.1 RENCANA PROGRAM
5.1.1 Rencana Pengembangan Teknis (Disertai Opsi Teknologinya)
5.1.1.1 Pemilahan/Pewadahan
1. Merencanakan pengembangan pemilahan/pewadahan, seperti
a. Penyedian Tempat/pewadahan sampah menjadi 5 jenis (Sampah B3,
Sampah organik, sampah guna ulang, sampah daur ulang, residu)
b. Jenis pewadahan seperti:
• Individual: berupa bin atau wadah lain yang memenuhi persayartan
• Komunal: dapat berupa TPS
2. Menjelaskan mengenai opsi teknologinya
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.1.1 selesai disusun
5.1.1.2 Pengumpulan
1. Merencanakan pengembangan pengumpulan, seperti
a. Pola pengumpulan sampah
b. Prasarana dan sarana pengumpulan
c. Perencanaan operasional pengumpulan
2. Menjelaskan mengenai opsi teknologinya
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.1.2 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 41 NPMC ISWMP
5.1.1.3 Pengangkutan
1. Merencanakan pengembangan pengangkutan, seperti:
a. Metoda pemindahan dan pengangkutan
b. Pola pengangkutan
c. Perencanaan dan perhitungan pengangkutan sampah
d. Perencanaan dan perhitungan pengangkutan sampah
e. Rute pengangkutan
f. Operasional pengangkutan
2. Menjelaskan mengenai opsi teknologinya
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.1.3 selesai disusun
5.1.1.4 Pengolahan
1. Merencanakan pengembangan fasilitas pengolahan sampah, sepert:
a. Penyediaan TPS 3R
b. Penyediaan SPA
c. Penyediaan TPST
2. Menjelaskan mengenai opsi teknologinya
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.1.4 selesai disusun
5.1.1.5 Pemrosesan Akhir
1. Merencanakan pengembangan tempat pemrosesan akhir, seperti:
a. Perencanaan Kebutuhan Lahan TPA
b. Perencanaan Pemilihan Lokasi TPA
c. Perencanaan Prasarana dan sarana TPA
d. Perencanaan Rehabilitasi TPA
2. Menjelaskan mengenai opsi teknologinya
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.1.5 selesai disusun
5.1.2 Rencana Pengembangan Pengelolaan Swasta
Menjelaskan Tentang Program Peran Serta Masyarakat / Swasta/ Perguruan Tinggi Dalam
Jangka Pendek, Jangka Menengah Dan Jangka Panjang.
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.2 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 42 NPMC ISWMP
5.1.3 Rencana Keterpaduan dengan Prasarana dan Sarana Air Minum, Air Limbah dan
Drainase
Pertimbangan untuk melakukan keterpaduan dengan air minum, air limbah dan drainase
adalah:
1. Perlunya perlindungan air baku air minum dari pencemaran sampah ke badan air
terutama sungai serta pengaliran leachate disekitar TPA ke badan air atau saluran
drainase.
2. Perlunya meminimalkan dampak negatif dan dampak sosial yang timbul akibat
keberadaan TPA, sehingga penentuan lokasi TPA hendaknya juga memperhitungkan
lokasi IPAL atau IPLT.
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.1.3 selesai disusun
5.2 RENCANA TAHAPAN PELAKSANAAN
5.2.1 Rencana Jangka Pendek
Rencana program jangka pendek (1-2 tahun) merupakan tahap pelaksanaan yang bersifat
mendesak dan dapat dijadikan pondasi untuk pentahapan selanjutnya.
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.2.1 selesai disusun
5.2.2 Rencana Jangka Menengah
Rencana program jangka menengah (5 tahun) merupakan tahap pelaksanaan 5(lima)
tahun yang didasarkan pada hasil kajian sebelumnya dengan mempertimbangkan tahap
mendesak yang telah dilakukan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.2.2 selesai disusun
5.2.3 Rencana Jangka Panjang
Rencana program jangka panjang sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun merupakan
tahap pelaksanaan yang bersifat menyeluruh dengan mempertimbangkan hasil
pencapaian tahap sebelumnya.
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.2.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 43 NPMC ISWMP
5.3 RENCANA PEMBIAYAAN DAN INDIKASI INVESTASI PROGRAM
5.3.1 Biaya Investasi dan O/P Jangka Pendek
5.3.2 Biaya Investasi dan O/P Jangka Menengah
5.3.3 Biaya Investasi dan O/P Jangka Panjang
Menjelaskan tentang
1. Retribusi
Perhitungan retribusi perlu dibuat berdasarkan perkiraan biaya investasi dan
pengoperasian dan pemeliharaan (O/P) untuk jangka menengah dan jangka panjang
2. Biaya Satuan
Diperlukan estimasi biaya satuan penanganan sampah berdasarkan kebutuhan biaya
investasi dan pengoperasian dan pemeliharaan, meliputi
a. Rp./kapita/tahun
b. Rp./m3 atau Rp./ton
c. Biaya pengumpulan/ton
d. Biaya pengangkutan/ton
e. Biaya pengolahan/tahun
f. Biaya TPA/ton
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.3 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 44 NPMC ISWMP
5.4 RENCANA PENGATURAN DAN KELEMBAGAAN
1. Merencanakan pengembangan peraturan yang harus mempertimbangkan hal
sebagai berikut:
a. Jenis Peraturan Daerah terdiri dari Peraturan Daerah Pembentukan Institusi,
Peraturan Daerah Ketentuan Penanganan Persampahan dan Peraturan Daerah
Retribusi.
b. Substansi materi Peraturan Daerah cukup menyeluruh, tegas dan dapat
diimplementasikan untuk jangka panjang (20 tahun).
c. Penerapan Peraturan Daerah perlu didahului dengan sosialisasi, uji coba di
kawasan tertentu dan penerapan secara menyeluruh. Selain itu juga diperlukan
kesiapan aparat dari mulai kepolisian, kejaksaan dan kehakiman untuk penerapan
sanksi atas pelanggaran yang terjadi.
d. Evaluasi Peraturan Daerah dilakukan setiap 5 tahun untuk menguji tingkat
kelayakannya.
2. Merencanakan pengembangan organisasi pengelola sampah, meliputi:
a. Bentuk Institusi
b. Struktur Organisasi
c. SDM
d. Tata Laksana Kerja
e. Pola Kerja Antar Kota
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.4 selesai disusun
5.5 RENCANA EDUKASI DAN PERAN MASYARAKAT
Merencanakan pengembangan peran masyarakat, meliputi:
1. Penyusunan program penyuluhan/kampanye.
2. Pelaksanaan penyuluhan/kampanye.
3. Internalisasi penanganan sampah ke kurikulum sekolah.
4. Uji coba kegiatan 3R berbasis masyarakat.
5. Replikasi pengembangan kegiatan 3R berbasis masyarakat untuk mencapai target
yang telah ditentukan selama 20 tahun masa perencanaan (20%-40%).
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.5 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 45 NPMC ISWMP
5.6 RENCANA SOSIALISASI DOKUMEN RENCANA INDUK
1. Menjelaskan bahwa melakukan konsultasi publik min. 3 kali selama 12 bulan ketika
menyusun rencana induk
2. Menjelaskan bahwa konsultasi harus melibatkan stakeholder
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.6 selesai disusun
5.7 TAHAPAN LEGALISASI RENCANA INDUK
Dilakukan penetapan oleh kepala daerah
Hapus teks ini setelah sub-bab 5.7 selesai disusun
Judul : Pedoman Penyusunan
Penanggung Jawab
Dokumen RISPS ISWMP
Kode Dokumen : Disiapkan Diperiksa Disahkan
No. Revisi :
Tanggal Berlaku : Juli 2023
Halaman : 46 NPMC ISWMP
BAB 6
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
6.1 KESIMPULAN
Menjelaskan tentang kebijakan strategi dan kriteria rencana induk sistem pengelolaan
persampahan, permasalahan yang ada pada kondisi eksisting, perencanaan
pengembangan sistem perencanaan dan rencana program
Hapus teks ini setelah sub-bab 6.1 selesai disusun
6.2 REKOMENDASI
Menjelaskan tentang tindak lanjut dari rencana induk sistem pengelolaan persampahan.
Hapus teks ini setelah sub-bab 6.2 selesai disusun