Anda di halaman 1dari 3

Makalah pelestarian lingkungan hidup pdf

You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia sebagai cipataan Allah SWT yang menerima amanat dari-Nya untuk menjaga pelestarian kekayaan alam dari kerusakan lingkungan dan kita juga
sebagai manusia harus dapat mengelola kekayaan alam tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebagai mana kita mengetahui bahwa kekayaan alam dapat dimanfaatkan oleh manisia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 2.1 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan makalah ini adalah untuk dapat menambah wawasan pengetahuan yang luas
dan menguasai teknologi serta untuk memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayahwilayah, untuk membentuk watak dan jiwa social, berbudaya, berahlak dan berbudi luhur serta diharapkan supaya penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 3.1 Masalah Penelitian Masalah penelitian yang terjadi dalam penulisan
makalah ini adalah karena sebagian besar kualitas lingkungan hidup manusia sudah tidak sempurna lagi seperti banyaknya manusia yang membuang sampah sembarangan sehingga mengakibatkan rusaknya lapiasn ozon diatas bumi, dan gara-gara ketidakcermatan dalam penggunaan sumberdaya yang dimiliki Negara sehingga dapat menimbulkan
masalah-masalah lingkungan hidup seperti sanitasi dan pemukiman kumuh. 1 BAB II PEMBAHASAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2.1 Pembangunan Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan a) Pengertian Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup
secarabertahap dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki Negara secara bijaksana. Sumber daya yang mendukung pembangunan adalah sebagai berikut : • Sumber daya manusia yang meliputi jumlah penduduk, pendidikan, kesehatan, keterampilan dan kebudayaan. • Sumber daya alam yang meliputi air, tanah, udara, hutan, kandungan
mineral dan keanekaragaman hayati. • Ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi transfortasi, komunikasi, teknologi ilmu pengetahuan dan rekayasa. Pembangunan wawasan tersebut adalah upaya peningkatan kualitas manusia secara bertahap dalam memperhatikan faktor lingkungan. Pada prosesnya, pembangunan ini mengoftimalkan manfaat
SDA, SDM dan ilmu pengetahuan dengan menyerasikan ketiga komponen tersebut, sehingga dapat berkesinambungan. Pembangunan berwawasan lingkungan ini juga dikenal dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana,
efisiensi, dan memperhatikan pemanfaatan baik untuk generasi masa kini maupun generasi yang akan datang. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan yang dihasilkan KTT Bumi di Rio de Jenerio pada tahun 1992. didalamnya terkandung dua gagasan penting, yaitu : 2 a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia
untuk menopang hidup, disini yang diprioritasikan adalah kebutuhan kaum miskin. b. Gagasan keterbatasan, yakni keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan, baik untuk masa kini maupun masa datang. Upaya peningkatan kualitas manusia yang dilakukan pada masa kini harus mempertimbangkanpula kualitas manusia pada
masa yang akan datang. Dalam memanfaatkan lingkungan sebagai penopang pembangunan harus pula memperhitungkan keterbatasan nya, sehingga tidak boleh serakah agar tidak habis pada saat ini. Hal-hal yang penting dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan antara lain : - Proses pembangunan hendaknya berlangsung terus-
menerus dengan ditopang kualitas lingkungan dan manusia yang berkembang secara berkelanjutan. - Pembangunan peningkatan kesejahteraan yang generasi dilakukan sekarang memungkinkan tanpa mengurangi kesejahteraan generasi yang akan datang.

- Lingkungan hidup memiliki keterbtasan sehingga dalam pemanfaatannya akan mengalami pengurangan dan penciutan. - Makin baik kualitas lingkungan maka makin baik pula pengaruhnya terhadap kualitas hidup yang tercermin, antara lain pada meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya tingkat kematian. - Penggunaan Sumber daya
malam yang tidak dapat diperbaharui dilakukan sehemat mungkin dan dicari sumber daya alternatif lainnya, sehingga dapat digunakanselama mungkin.

b) Ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan memiliki krakteristik yang khas dan berbeda dengan pola pembangunan lainnya yang selama ini dilaksanakan. Cirri-ciri tersebut antara lain : 3 • Mengunakan pendekatan integratif, maka
keterkaitan yang kompleks antara manusia dan lingkungan dapat dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang. • Mengunakan pandangan jangka panjang, untuk merencanakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang mendukung pembangunan secara berkelanjutan, dapat digunakan dan dimanfaatkan pandangan jangka
panjang. • Menjamin pemerataan dan keadilan, strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan factor produksi, pemerataan kesempatan perempuan, dan pemertaan ekonomi untuk kesejahteraan. • Menghargai keanekragaman hayati, yang merupakan dasar bagi tatanan lingkungan. Pemeliharaan
keanekaragaman hayati memiliki kepastianbahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa yang akan datang. Pembangunan berkelanjutan berusaha menyatukan tiga dimensi ekonomi sosial, dan lingkungan hidup menjadi satu sinergi dalam meningkatkan kualitas manusia. Dimensi ekonomi dalam pembangunan
bekelanjutan tetap memfokuskan kepada perumbuhan, pemerataan, stabilitas, kebersamaan, mobilitas identitas kebudayaan, pembinaan kelembagaan, dan penuntasan kemiskinan. Dimensi ekilogi bertujuan untuk integritas ekosistem ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam, pelestarian keanekaragaman hayati,serta tanggapan terhadap isu
global. 2.2 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ) a) Pengertian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ) lahir dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, yaitu National Environmental Policy Act ( NEPA ), pada tahun 1969. AMDAL merupakan suatu reaksi masyarakat Amerika
terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Reaksi itu 4 merupakan keadaan ekstrim sampai menimbulkan sikap yang menentang paembangunan dan penggunaan teknologi tinggi.

Dinegara yang sedang berkembang termasuk Indonesia, tingkat kesejahteraan masih rendah karena itu, pembangunan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa pembangunan, akan terjadi kerusakan lingkungan yang akan menjadi makin parah dengan berjalannya wktu. Kerusakan lingkungan ini akan membawakita
kepada kehancuran. Akan tetapi pembangunan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk menghindari hal ini, pembangunan harus berwawasanlingkungan sehingga menjadi berkelanjutan untuk jangka panjang. AMDAL merupakan salahsatu alat untuk mencapai tujuan ini. Jadi, AMDAL merupakan analisis lingkungan mengenai dampak
suatu proyek. AMDAL bebeda dengan ANDAL.

AMDAL merupakan keseluruhan proses pelestarian lingkungan mulai dari kerangka acuan, Analisis Dampak Lingkungan ( ANDAL ), Rencana Pemantauan Lingkungan ( RPL ), dan Rencana Pengelolaan Lingkungan ( RKL ). ANDAL sendirimerupakan telaah cermat yang mendalam tentang suatu kegiatan atau pokok yang direncanakan. b) Sebab
Diperlukannya AMDAL AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara sebagi berikut : • karena AMDAL, harus dilakukan untuk proyek yang akan dibangun dan undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah menghendaki demikian. Apabila pemilik atau pemeriksa proyek tidak melakukannya, maka akan melanggar undang-undang dan besar
kemungkinan perizinan untuk pembangunan proyek tersebut tidak akan didapat, atau akan menghadapi pengadilan yang dapat memberikan sanksisanksi yang tidak ringan .
cara ini sangat efektif untuk memaksa para pemilik proyek yang kurang memperhatikan kualitas lingkungan atau pemilik proyek yang hanya mementingkan keuntungan proyeknya sebesarmungkin tanpa menghiraukan damapk sampingan yang timbul. Tanpa adanya undng-undang, peraturan pemerintah, dan pedoman- 5 pedoman baku mutu, maka
dasar hokum dari pelaksanaan AMDAL ini tidak ada. • AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan. Cara kedua ini merupakan yang ideal, tetapi kesadaran mengenai masalah ini tidak mudah ditanamkan pada setiap orang, terutama pemrakarsa proyek. Manusia dalam usahanya
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraanya telah melakukan berbagai aktivitas dari bentuk yang sederhana sampai dengan yang sangat canggih, mulai dari yang hanya sedikit saja mengubah sumber daya alam dan lingkungan sampai yang menimbulkan perubahan yang besar. Perubahan lingkungan yang sudah terjadi sering masih
dapat ditoleransi oleh manusia karena dianggao tidak menimbulkan kerugian pada manusia secara jelas dan berarti. Tetapi, perubahan yang paling besar akhirnya akan menimbulkan kerugian pada manusia dalam memenihi kebutuhan hidupnya, kesejahteraannya, dan bahkan meninjau kembali semua aktivitasnya dan berusaha untuk menghindari
aktivitas yang menimbulkan dampak sampingan yang tidak dikehendaki atau ingin mengetahui dampak apa yang akan merugikan dari aktivitasnya, kemudian akan mencarikan usaha untuk menghindari timbulnya dampak yang tak disukai tersebut agar kesejahteraan dan kehidupannya tidak terancam. Keadaan terakhir inilah sebenarnya pendorong
manusia lalu melakukan AMDAL. Secara skematis hubungan tersebut disjikan dalam gambar berikut. Aktivitas manusia Pembangunan ekonomi manusia Dampak pada lingkungan ( positif dan negatif ) 6 Kesejahteraan manusia Gambar skema hubungan antara tujuan, aktivitas manusia, dan dampak pada lingkungan. 2.3 Peranan AMDAL Dalam
Pengelolaan Lingkungan Untuk menghindari timbulnya dampak lingkungan yang tidak dapat di toleransi, maka perlu disiapkan rencana pengendalian dampak negatif yang akan terjadi. Untuk dapat merencanakan pengendalian dampak negatif, harus diketahui dampak negatif apa yang akan terjadi dan untuk dapat mengetahi dampak yang akan
terjadi, maka perlu dilakukan pendugaan dampak lngkungan. Langkah ini disebut pendugaan dampak lingkungan atau Environmental Impact Assessment dan pendugaan ini merupakan proses dalam AMDAL. AMDAL dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak
kualitas lingkungan hidup. AMDAL bukanlah suatu yang berproses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses AMDAL yang lebih besar dan lebih penting sehingga AMDAL nerupakan bagian dari beberapa hal berikut : 1. Pengelolaan lingkungan, 2. pemantauan proyek 3. Pengambilan keputusan 4. Dokumen yang penting 2.4 Kegunaan
AMDAL 1) Bagi Pemerintah a.Menghindarkan perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air, pensemaran udara, kebisingan dan lain sebagainya, sehingga tidak mengganggu kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat. b. Menghindarkan pertentangan- pertentangan yang mungkin timbul, khususnya dengan masyarakat dan
proyek-proyek lain. 7 c.Mencegah agar potensi sumber daya yang di kelola tersebut tidak rusak ( khususnya untuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui ). d.
Mencegah rusaknya sumberdaya alam lain yang berada diluar lokasi proyek, baik diolah proyek lain, diolah masyarakat, ataupun yang belum diolah. e.Sesuai dengan rencana pembangunan daerah nasional ataupun internasional serta tidak mengganggu proyek lain. 2) Bagi Pemilik Modal a. Menentukan prioritas peminjaman sesuai dengan misinya. b.

Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber modal. c. Menghindari duplikasi dari proyek-proyek lain yang tidak perlu. d. Untuk dapat meminjam bahwa modal yang dipinjam pada proyek dapat mencapai tujuan dari misi bank dalam membantu pembangunan atau pemilik modal yang memberikan pinjaman. e. Untuk dapat
menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar kembali oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak hilang. 3) Bagi Pemilik Proyek a. Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang akan dihadapi dimasa yang akan datang. b.
Sebagai sumber informasi lingkungan disekitar lokasi proyeknya secara kuantitatif, termasuk informasi sosial ekonomi dan sosial budaya. c. Melindungi proyek yang melanggar undang-undang atau peraturanperaturan yang berlaku. d.
Melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran atau suatu dampak negatif yang sebenarnya tidak dilakukan. e. Melihat masalah-masalah lingkungan yang dihadapi dimasa yang akan datang. 4) Bagi Masyarakat 8 a. Turut serta dalam pembangunan didaerah sejak awal, khususnya didalam memberikan masukan informasi-informasi ataupun ikut
langsung didalam membangun dan menjalankan proyek. b. Mengetahui rencana pembangunan di daerahnya, hingga dapat mempersiapkan diri di dalam penyesuaian kehidupannya apabila diperlukan. c. Mengetahui perubahan lingkungan dimasa sesudah proyek dibangun hingga dapat memanfaatkan kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya
dan menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita akibat adanya proyek tersebut. d. Memeahami hal ikhwal mengenai proyek secara jelas akan ikut menghindarkan timbulnya kesalahfahaman, hingga dapat menggalang kerja sama yang saling menguntungkan. e. Mengetahui hak dan kewajiban didalam hubungan dengan proyek
tersebut, khususnya hak dan kewajibannya dalam ikut menjaga dan mengelola kualitas lingkungan.
5) Bagi Peneliti dan Ilmuan a. Kegunaan didalam analisis kemajuan dan ilmu pengetahuan. b. Kegunaan didalam penelitian. c. Kegunaan didalam meningkatkan keterampilan dalam penelitian dan meningkatkan pengetahuan. Contoh : (1) Limbah adalah hasil pembuangan dari proses produksi atau suatu industri baik dari industri bersifat produk
barang maupun makanan seperti limbah dari pembuatan ban dari karet, pembuatan tahu-tempe. Setelah semakin berkembangnya teknologi industri pada khususnya, banyak pabrik-pabrik yang memproduksi berbagai produk sedangkan sungai yang dialiri pembuangan dari pabrik-pabrik tersebut kurang terkontrol, sehingga mengakibatkan terjadinya
pencemarn lingkunagan. Kita ambila contoh di kota Jakarta setiap pelosok diisi dengan bangunan-banguan yang memproduksi berbagai produk sedangkan tempat pembuangan sangatlah sempit. Dengan kurangnya 9 lahan untuk pembuangan limbah, dapat terjadi berbagai hal yang negatif anatra lain pencemaran air. Contooh dohirnya kotornya air
sungai sehngga timbul berbagai penyakit yang melanda warga sekitar.
Sedangkan air itu merupakan salahsatu faktor utama bagi kehidupan manusia. (2) Pencemaran udara yang diakibatkan oleh buangan emisi atau bahan pencemar yang diakibatkan oleh proses produksi seperti buangan pabrik, kendaraan bermotor dan rumah tangga. Dampak pencemaran udara antara lain terjadinya efek rumah kaca, kerusakan
lapisan ozon dan hujan asam. 10 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkkan kualitas hidup secara bertahap denhan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara secara bijaksana. Sumber daya yang mendukung pembangunan seperti SDM, SDA, IPTEK.
Hal-hal penting dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan antara lain : Proses pembangunan hendakanya berlangsung terus menerus Pembangunan yang dilakukan memungkinkan peningkatan kesejahtraan generasi Lingkungan hidup memiliki keterbatasan Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Ciri-ciri
pembangunan yang berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan adalah : Menggunakan pendekatan integratif Menggunakan pandangan jangka panjang Menjamin pemerataan dan keadilan Menghargai keaneka ragaman hayati Amdal merupakan suatu rekasi masyarakat Amerika terhadap kerusakan lingkungan yang disebakan oleh
aktivitas manusia. Sebab diperlukan amdal adalah : Amdal harus dilakukan untuk proyek yang akan dibangun karena undangundang dan peraturan-peraturan pemerintah menghendaki demikian. Amdal harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan. Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-
proyek pembangunan yang bertujuan untuk kesejahtraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan hidup. Kegunaan amdal sangat penting bagi : 11 Bagi mpemerintah Bagi pemilik modal Bagi pemilik proyek Bagi masyarakat Bagi peneliti dan ilmuwan 3.2 Kritik Akibat ketidakcermatan manusia dalam penggunaan seumberdaya yang dimiliki
negara sehingga dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan hidup seperti : a.
Permasalahan sumberdaya alam seperti kerusakan hutan, kepunahan hewan serta perluasan lahan kritis. b. Permasalahan pemukiman seperti sanitasi, pemukiman kumuh, air bersih dan lingkungan sehat. c. Polusi lingkungan seperti pencemaran air, tanah dan udara. Jika pembangunan secara terus menerus tidak memperhatikpan faktor lingkungan
maka, lingkungan hidup akan rusak dan kelanjutan pembangunan itu sendiri akan terancam 3.3 Saran Dalam pembangjunan, perlu diseimbangkan antara pembanguan dan lingkungan, karena lingkungan berfungsi sebagai penopang pembangunan secara berkelanjutan. Dan u9ntuk mengatasi semua itu yang pertama dan yang utama adalah
kesadaran dari manusia sendiri. Maka dengan diadakannya makalah ini dimohon untuk kita semua supaya lebih berhati-hati mengenai Analisis Dampak Lingkungan baik dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, itu sendiri yang tidak bertanggung jawab. 12 DAFTAR PUSTAKA 1. Bahan-bahan kursus.2000. Pendalaman Materi IPS Geografi.
Yogyakarta. 2. Sugandi, Aca dan Rustam Hakim.2007. Prinsip Dasar .Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawassan Lingkungan. Cetakan ke 1. Jakarta: Bumi Aksara 3. Sumber lain : Harian Kompas 4.
www.google.com 13 Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini dapat diselesaikan dengan baik.
Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah Geografi yang berjudul Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini. Dan kami juga menyadari
pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari
masih banyak kekurangan dalam penulisan Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.Kami mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah
SWT, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.Indonesia, Mei 2023PenyusunDAFTAR ISIBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan di sekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat
menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan.
Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia.Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan
lingkungannya dalam kondisi yang baik. Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi
menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air, dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).B. Rumusan MasalahApa definisi lingkungan hidup?Apa yang dimaksud dengan konversi lingkungan hidup?Apa saja faktor-faktor pencemaran
lingkungan?Apa yang dimaksud dengan lingkungan sekitar?Bagaimana usaha pelestarian lingkungan hidup?Bagaimana keadaan lingkungan sekitar kita?BAB II PEMBAHASANA. Definisi Lingkungan HidupPengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung
maupun tidak langsung. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.Secara khusus, istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh
terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya.Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:1. Unsur Hayati (Biotik)Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika
berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.2. Unsur Sosial BudayaUnsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai
keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.3. Unsur Fisik (Abiotik)Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup
segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar.
Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.B. Konversi Lingkungan HidupKonservasi berasal dari kata conservation yang terdiri atas kata con (together) dan severe (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang
kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use Konservasi dalam pengertian sekarang sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource (pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana).Secara harfiah makna konservasi (conservation) yang terkait dengan sumber daya alam diartikan sebagai “the preservation,
management, and care of natural and cultural resources” (pelestarian pengelolaan, dan perawatan sumber-sumber daya alam dan kultural). Dalam kamus konservasi sumber daya alam disebutkan konservasi (conservation) adalah upaya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dengan berpedoman kepada asas pelestarian. Konservasi juga
diartikan pelestarian, yaitu pengelolaan terencana sumber daya alam sehingga terjadi berkelanjutan serta keseimbangan alami antara keanekaragaman dan proses perubahan evolusi dalam suatu lingkungan.C. Pencemaran Lingkungan HidupPencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang
dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu:1. Pencemaran UdaraPencemaran udara ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa
hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan
air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara, antara lain: terganggunya kesehatan manusia, misalnya batuk, bronkhitis, emfisema, dan penyakit pernapasan lainnya, rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya
warna cat, terganggunya pertumbuhan tanaman, misalnya menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi gas SO2 yang tinggi di udara, adanya peristiwa efek rumah kaca yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub dan terjadinya hujan asam yang disebabkan
oleh pencemaran oksida nitrogen.2. Pencemaran TanahPencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah.
Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun
tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.3. Pencemaran AirPencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti detergen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat
menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain: terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen,
terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi), pendangkalan dasar perairan, punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air, munculnya banjir akibat got tersumbat sampah, dan menjalarnya wabah muntaber.4. Pencemaran SuaraPencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia,
antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor,
mesin-mesin pabrik, mesin kereta api, mesin jet pesawat, dan instrumen musik.D. Lingkungan Sekitar1. Lingkungan sebagai Tempat TinggalSetiap makhluk hidup akan bertempat tinggal di dalam lingkungan tempat mereka berada. Makhluk hidup akan selalu berkelompok dengan jenisnya masing-masing.Individu: Makhluk hidup tunggal.Populasi:
Kumpulan individu yang sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu.Komunitas: Kumpulan populasi yang hidup pada suatu daerah tertentu.Ekosistem: Kumpulan komunitas yang berinteraksi dengan lingkungannya dan membentuk suatu sistem.2. Lingkungan sebagai Tempat Mencari MakanKeseimbangan lingkungan atau ekosistem akan terjadi
jika rantai makanan, jaring makanan, dan piramida makanan tepat. Rantai makanan dalam suatu lingkungan. Pada dasarnya tiap-tiap komponen dalam lingkungan hidup dapat dikatakan sebagai “satu untuk yang lain”. Contoh rumput dimakan rusa dan rusa dimakan harimau dan seterusnya.E. Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan HidupUsaha-usaha
pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang
dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini:Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan
Hidup.Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri.Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.Selain itu,
usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak
mencemari lingkungan.Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah
lingkungan.Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:Menghemat penggunaan kertas dan pensil.Membuang
sampah pada tempatnya.Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang.Menghemat penggunaan listrik, air, dan bahan bakar minyak.Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.F. Lingkungan Sekitar KitaManusia tinggal di bumi dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di bumi.
Dengan akal pikirannya seharusnya melindungi lingkungan karena hidupnya sangat tergantung pada lingkungan di bumi. Namun sebaliknya yang terjadi, di zaman modern sebagian besar manusia tidak terlalu peduli dengan kerusakan lingkungan yang tengah terjadi. Bukan hanya tidak peduli saja, bahkan manusia turut berperan aktif menimbulkan
kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut terus berlangsung dari waktu ke waktu.Kita sebagai anak sekolah dan menempati tempat baru membuat kita harus pandai-pandai beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, tempat tinggal baru, dan segala hal yang baru. Awal kita tinggal di tempat baru memang rasanya tidak begitu nyaman karena
belum sling mengenal teman satu sama lain. Di tempat sekolah yang kita tempati, kebersihan lingkungan terkadang masih belum memenuhi syarat-syarat konservasi, terkadang lingkungan masih kotor, sampah menumpuk, kamar mandi kotor, dan sebagainya. Tetapi sejak dibentuknya kelompok piket setiap harinya, lingkungan sudah mendingan
dibandingkan sebelumnya. Ini semua berkat kerja sama semua pelajar.
Dalam pengerjaan tugas piket harian kita semua melaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga terwujud semua lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.BAB III PENUTUPA. KesimpulanLingkungan hidup sebagai bagian yang mutlak dari kehidupan manusia memiliki tiga unsur penting yaitu unsur hayati (biotik), unsur sosial budaya, dan unsur
fisik (abiotik). Urgensi lingkungan hidup bagi kehidupan manusia dapat sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan.
Tetapi semuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, baik faktor dari alam maupun faktor dari manusia sendiri. Untuk itu kita harus melakukan berbagai upaya agar lingkungan kita bersih dan layak ditempati.B. SaranDiharapkan peran serta berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan sekitar, agar kita dapat memiliki lingkungan
yang bersih dan layak untuk ditempati.DAFTAR PUSTAKA //id.wikipedia.org/wiki/Kerusakan_lingkungan //id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan_hidup Contoh Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup.docx

Anda mungkin juga menyukai