0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Analisis Investasi dan Teori Portofolio

Dokumen tersebut berisi jawaban mahasiswa bernama Diah Rai Wardhani tentang tugas tutorial mengenai teori portofolio dan analisis investasi. Jawaban tersebut meliputi perhitungan jumlah saham, keuntungan, kerugian, dan risiko berdasarkan perubahan harga saham serta perbandingan antara dua saham berdasarkan return rata-rata, deviasi standar, dan koefisien variansi.

Diunggah oleh

Diah Rai
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Analisis Investasi dan Teori Portofolio

Dokumen tersebut berisi jawaban mahasiswa bernama Diah Rai Wardhani tentang tugas tutorial mengenai teori portofolio dan analisis investasi. Jawaban tersebut meliputi perhitungan jumlah saham, keuntungan, kerugian, dan risiko berdasarkan perubahan harga saham serta perbandingan antara dua saham berdasarkan return rata-rata, deviasi standar, dan koefisien variansi.

Diunggah oleh

Diah Rai
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Diah Rai Wardhani

NIM : 042452646
Prodi : S1 Akuntansi

Tugas Tutorial 1
Teori Portofolio dan Analisis Investasi

Jawaban Nomor 1

Diketahui:
 Dana yang dimiliki = Rp40.000.000
 Harga saham awal = Rp8.000/lembar
 Margin awal = 60%
 Harga saham akhir1 = Rp10.000/lembar
 Harga saham akhir2 = Rp4.000/lembar

Jawaban:

1) Jika PT Hanan membayar secara tunai


Jumlah saham yang bisa dibeli = Rp40.000.000 = 5.000 lembar
Rp8.000

a) Jika harga saham naik menjadi Rp10.000/lembar


Hasil penjualan saham = 5000 lembar x Rp10.000
= Rp50.000.000
Rate of return = Rp50.000.000 - Rp40.000.000
Rp40.000.000
= Rp10.000.000
Rp40.000.000
= 0,25
= 25%

b) Jika harga saham turun menjadi Rp4.000/lembar


Hasil penjualan saham = 5000 lembar x Rp4.000
= Rp20.000.000
Rate of return = Rp20.000.000 - Rp40.000.000
Rp40.000.000
= - Rp20.000.000
Rp40.000.000

1
= - 0,5
= - 50%

2) Jika PT Hanan membayar dengan menggunakan maximum leverage


Faktor leverage = 100% = 1 = 5/3
60% 0,6

a) Jika harga saham naik menjadi Rp10.000/lembar


Rate of return = 5/3 x 25%
= 41,67%

b) Jika harga saham turun menjadi Rp4.000/lembar


Rate of return = 5/3 x -50%
= -83,33%

Referensi:
Hartono, J. (2021). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Penerbit
Universitas
Terbuka. Hal 2.9-2.10.

Jawaban Nomor 2

Diketahui:
Jumlah deposit = Rp50.000.000
Margin awal = 40%
Harga saham = Rp3.500/lembar

Jawaban:

1) Jika PT Harun menggunakan maximum leverage, yaitu dengan margin


awal 40%, maka jumlah deposit PT Harun harus mewakili 40% dari
jumlah investasinya.
40% x Total investasi = Rp50.000.000
0,4 x Total investasi = Rp50.000.000
Total investasi = Rp50.000.000 = Rp125.000.000
0,4
Jumlah saham yang bisa dibeli = Rp125.000.000 = 35.714 lembar
Rp3.500

2
2) Keuntungan/kerugian dari perubahan harga saham

a) Jika harga saham naik menjadi Rp4.500/lembar


Nilai pasar saham = 35.714 lembar x Rp4.500
= Rp160.713.000
Total keuntungan (kerugian) = Nilai pasar saham - Nilai investasi
awal
= Rp160.713.000 -
Rp125.000.000
= Rp35.713.000
Jadi, total keuntungan adalah Rp35.713.000.

b) Jika harga saham turun menjadi Rp2.500/lembar


Nilai pasar saham = 35.714 lembar x Rp2.500
= Rp89.285.000
Total keuntungan (kerugian) = Nilai pasar saham - Nilai investasi
awal
= Rp89.285.000 - Rp125.000.000
= - Rp35.713.000
Jadi, total kerugian adalah Rp35.713.000.

3) Maintenance margin = 30%


Jumlah pinjaman = Jumlah investasi awal - Jumlah deposit
= Rp125.000.000 - Rp50.000.000
= Rp75.000.000
Margin pemeliharaan = Nilai pasar saham - Jumlah pinjaman
Nilai pasar saham
30% = Nilai pasar saham - Rp75.000.000
Nilai pasar saham
0,3 x Nilai pasar saham = Nilai pasar saham - Rp75.000.000
0,7 x Nilai pasar saham = Rp75.000.000
Nilai pasar saham = Rp75.000.000
0,7
Nilai pasar saham = Rp107.143
Harga panggilan margin = Nilai pasar saham
Jumlah saham
= Rp107.143
35.714 lembar
= Rp3.000/lembar

3
Referensi:
Hartono, J. (2021). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Penerbit
Universitas
Terbuka. Hal 2.11-2.12.
Jawaban Nomor 3

1) Rate of return metode arithmetic mean


Return saham A = 0,19 + 0,08 - 0,12 - 0,03 + 0,15
5
= 0,27
5
= 0,054
Return saham B = 0,08 + 0,03 - 0,09 + 0,02 + 0,04
5
= 0,08
5
= 0,016
Menurut saya, saham yang lebih diminati adalah saham A karena
memiliki return arithmetic mean yang lebih tinggi (0,054) dibandingkan
dengan return arithmetic mean saham B (0,016).

2) Standar deviasi rate of return


Saham A
Tahu Retur (Return - Rata-rata (Return - Rata-rata
n n return) return)2
1 0,19 0,19 - 0,054 = 0,136 0,018496
2 0,08 0,08 - 0,054 = 0,026 0,000676
3 -0,12 -0,12 - 0,054 = -0,174 0,030276
4 -0,03 -0,03 - 0,054 = -0,084 0,007056
5 0,15 0,15 - 0,054 = 0,096 0,009216
Total 0,27 0,06572

Standar deviasi saham A = √Jumlah (Return - Rata-rata return)2


n
= √ 0,06572
5
= √0,013144
= 0,1146

4
Saham B
Tahu Retur (Return - Rata-rata (Return - Rata-rata
n n return) return)2
1 0,08 0,08 - 0,016 = 0,064 0,004096
2 0,03 0,03 - 0,016 = 0,014 0,000196
3 -0,09 -0,09 - 0,016 = -0,106 0,011236
4 0,02 0,02 - 0,016 = 0,004 0,000016
5 0,04 0,04 - 0,016 = 0,024 0,000576
Total 0,08 0,01612

Standar deviasi saham B = √Jumlah (Return - Rata-rata return)2


n
= √ 0,01612
5
= √0,003224
= 0,0568

Berdasarkan perhitungan di atas, saham yang lebih disukai adalah


saham B karena memiliki standar deviasi yang lebih rendah
dibandingkan dengan saham A. Deviasi standar merupakan ukuran risiko
dari saham, yaitu penyimpangan atau deviasi dari hasil yang
diekspektasikan. Sehingga, semakin rendah deviasi standarnya maka
semakin rendah risikonya dan lebih disukai investor.

3) Koefisien variansi (CV)


CV saham A = Risiko .
Return Ekspektasi
= 0,1146
0,054
= 2,122
CV saham B = Risiko .
Return Ekspektasi
= 0,0568
0,016

5
= 3,55
Berdasarkan perhitungan di atas, saham yang lebih disukai adalah
saham A karena memiliki koefisien variansi yang lebih kecil
dibandingkan saham B, yang berarti risiko saham lebih kecil dan return
lebih besar.

4) Rate of return metode geometric mean


RG saham A = [(1+0,19) x (1+0,08) x (1-0,12) x (1-0,03) x
(1+0,15)]1/5 - 1
= [ 1,19 x 1,08 x 0,88 x 0,97 x 1,15]1/5 -1
= [ 1,2616 ]1/5 - 1
= 1,04757 - 1
= 0,04757
RG saham B = [(1+0,08) x (1+0,03) x (1-0,09) x (1+0,02) x
(1+0,04)]1/5 - 1
= [ 1,08 x 1,03 x 0,91 x 1,02 x 1,04]1/5 -1
= [ 1,0738 ]1/5 - 1
= 1,01435 - 1
= 0,01435

Perbedaan return arithmetic mean dan geometric mean


 Saham A = 0,054 - 0,04757 = 0,00643
 Saham B = 0,016 - 0,01435 = 0,00165

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa perbedaan return arithmetic


mean dan geometric mean saham A lebih besar dari saham B, yang
berarti variabilitas rate of returnnya lebih tinggi. Semakin besar
volatilitas rate of return dari suatu saham, maka semakin besar pula
perbedaan antara return arithmetic mean dan geometric mean-nya.
Perbedaan arithmetic mean dan geometric mean disebabkan karena efek
asimetris rate of return yang positif dan negatif.

Referensi:
Bodie, Z., Kane, A.,& Marcus, A. J. (2021). Investments 12th edition. McGraw
Hill
Education. Hal 132-133.
Hartono, J. (2021). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Penerbit
Universitas

6
Terbuka. Hal 3.10-3.15.

Anda mungkin juga menyukai