SK PCL Regaa 1
SK PCL Regaa 1
FISIOTERAPI OLAHRAGA
Program Studi Profesi Fisioterapi
Nomor Urut : / /
B. CATATAN KLINIS :
(Hasil : Foto Rontgen, uji Laboratorium, CT-Scan, MRI, EMG, EKG, EEG, dll yang
terkait dengan permasalahan fisioterapi).
1
2
Kesan:
• Complex fluid collection bentuk relatif oval pada recessus suprapatella kanan
(ukuran ± 4,8 x 1,7 cm) disertai peningkatan vaskularisasi intra-perilesi pada
pemeriksaan dopller -> curiga abses.
• Edema pada cutis-subcutis aspek anterior regio genu kanan.
C. TERAPI UMUM (GENERAL TREATMENT) :
- Fisioterapi : 3x/minggu
D. RUJUKAN FISIOTERAPI DARI DOKTER :
- Mendapatkan rujukan rehabilitasi dari RSUP dr. Kariadi Semarang
1. KELUHAN UTAMA:
Pasien mengeluhkan nyeri dan adanya bengkak disekitar bekas luka setelah 7 hari
operasi, nyeri timbul saat beraktivitas, dan pasien belum mampu menekuk serta
meluruskan lututnya secara full.
2. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:
Pasien mengalami cidera saat bermain bola pada bulan agustus tahun 2023
dikarenakan saat heading bola dan melakukan pendaratan ada yang menabrak dari
samping kemudian saat kaki menumpu ke tanah yang di tabrak bagian lutut sampai
muter ke dalam. Pasien memutuskan untuk langsung pijet ke tukang urut , setelah itu
pasien merasakan nyaman dan enakan sedikit pada lututnya , kemudian pasien
bermain bola lagi di setiap event . Seminggu yang akan datang pasien merasakan
lututnya untuk menumpu sangat nyeri sekali. Pada bulan september 2023 baru
diperiksakan dan dilakukan MRI lalu dijadwalkan operasi pada tanggal 16 Desember
2023. Kemudian pada tanggal 8 Januari 2024 pasien datang ke fisioterapi K.R.M.T.
3
6. ANAMNESIS SISTEM:
Keterangan
Sistem
(tdk dikeluhkan, dalam batas normal)
Kepala dan Leher Tidak ada keluhan
Kardiovaskuler Tidak ada keluhan
Respirasi Tidak ada keluhan
Gastrointestinalis Tidak ada keluhan
Urogenital Tidak ada keluhan
Muskuloskletal Keterbatasan gerak dan adanya nyeri di
area lutut dextra
Nervorum Tidak ada keluhan
B. PEMERIKSAAN
1. PEMERIKSAAN FISIK
1.1 TANDA - TANDA VITAL:
a). Tekanan darah : 120/80 mmhg
b). Denyut nadi : 80 x/menit
c). Pernapasan : 20 x/menit
d). Temperature : 36,20C
e). Tinggi badan : 165 cm
f). Berat badan : 60 kg
4
a. Nyeri tekan pada area sekitar knee.
b. Adanya weakness pada otot quadriseps dan hamstring dextra.
c. Terdapat perbedaan tonus otot quadriceps, hamstring antara dextra dan
sinistra.
d. ada perbedaan suhu local pada area incisi lebih hangat.
b. Gerak Pasif:
5
sakit yang dialaminya dan menceritakan kronologi.
b). Intra personal : Pasien memiliki semangat untuk sembuh.
c). Inter personal : Pasien mampu berinteraksi dengan orang sekitar dan
fisioterapis.
6
5 cm 34 cm 35 cm 1 cm
10 cm 33,5 cm 33,5 cm 0 cm
15 cm 30,5 cm 29 cm 1,5 cm
e. Pemeriksaan khusus
Kemampuan Fungsional dengan KOOS Index
Nyeri (Pain)
Pertanyaan Skor
1. Seberapa sering anda mengalami nyeri? 3
2. Apakah lutut nyeri saat kaki menumpu berat dan tubuh berputar 4
mendadak?
7
6. Apakah anda dapat meluruskan lutut? 2
7. Apakah anda dapat menekuk lutut? 2
10 Apakah anda kesulitan melepas sepatu atau kaos kaki sambil berdiri? 3
Pertanyaan Skor
1. Apakah anda kesulitan untuk jongkok? 3
2. Apakah anda kesulitan untuk berjalan? 0
3. Apakah anda kesulitan untuk melompat? 4
4. Apakah anda kesulitan berjalan lalu memutar lutut? 4
8
5. Apakah anda kesulitan berlutut? 3
Pertanyaan Skor
1. Seberapa sering anda menyadari masalah lutut anda? 4
2. Apakah anda memodifikasi gaya hidup anda untuk menghindari 2
kegiatan yang berpotensi memperparah gangguan lutut anda?
-
- Pain : 100 – total score P1 – P9 X 100 = 12,6
36
- Symptom : 100 – total score S1 – S7 X 100 = 28,9
28
- ADL : 100 – total score A1 – A17 X 100 = 97,05
68
- Sport : 100 – total score SP1 – SP5 X100 = 43
20
- QOL : 100 – total score Q1 – Q4 X 100 = 57,5
16
Total kemampuan fungsional :
Total = (Pain + Sym + ADL + SPORT + QOL) = 23,9
f. Pemeriksaan spesifik
- Posterior drawer test (+)
- One leg stance 1 min (-)
9
2. DIAGNOSIS FISIOTERAPI
a. Body Structure
• S75013 Ligaments and Fasciae of Lower Leg : complete tear posterior
cruciate ligament dextra.
• S8104 Skin of Lower Extremity Incise : Adanya bekas incise pada area
knee dextra.
• S75012 Muscle of Lower leg Atropi : Atropi otot tungkai dextra.
b. Body Functional
• b730 Muscle Power Function : Kekuatan otot fleksor dan ekstensor knee
dextra lebih rendah dibandingkan dengan kekuatan otot fleksor dan
ekstensor knee sinistra.
d. Personal Factor
• e455 Individual Attitudes of Health-related : Memiliki semangat dan
motivasi diri untuk sembuh.
e. Environtmental Factor
• e310 Immediate Family = Dukungan keluarga yang baik untuk menajalani
terapi.
• e355 Health Profesionals : Kesembuhan Pasien di dukung fisioterapi
• e550 Association and Organizational Services : Pasien adalah pemain
sepak bola dalam sebuah tim dan mempunyai semangat untuk bisa segera
pulih dan dapat kembali bermain untuk tim nya.
C. PROGRAM/RENCANA FISIOTERAPI
1. Tujuan
a. Jangka Pendek
- Mengurangi nyeri.
- Meningkatkan kekuatan otot fleksor dan ekstensor knee dextra.
- Meningkatkan LGS pada gerakan fleksi Knee dextra.
- Stabilisasi knee dextra
- Memperbaiki pola jalan.
- Memperbaiki propioceptive.
10
b. Jangka Panjang
- Meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
- Meningkatkan daya tahan otot.
- Meningkatkan kemampuan untuk kembali berolahraga tanpa keluhan.
2. TINDAKAN FISIOTERAPI:
a. Teknologi Fisioterapi
- Terapi Latihan
b. Edukasi
1) Anjurkan pasien untuk melakukan latihan-latihan yang sudah dijelaskan dan
dilakukan pada saat dirumah seperti: quad set, glut set dan menggerakkan
anklenya bisa menggunakan Theraben ataupun dengan bantuan handuk.
2) Hindari aktivitas yang dapat menciderai kaki yang sakit.
3. RENCANA EVALUASI :
- Pemeriksaan nyeri dengan NRS
- Pemeriksaan kekuatan otot dengan MMT
- Pemeriksaan LGS dengan Goniometer
- Pemeriksaan fungsional aktivitas dengan KOOS Index
- Pengukuran antropometri menggunakan meterline.
4. PROGNOSIS
Kim, J.G., Lee, Y.S., Yang, B.S. et al. Rehabilitation after posterior cruciate ligament
reconstruction: a review of the literature and theoretical support. Arch Orthop Trauma
Surg 133, 1687–1695 (2013). https://doi.org/10.1007/s00402-013-1854-y
Kesimpulan dari jurnal ini adalah direkomendasikannya Latihan penguatan pada otot,
agar otot terjadi kontraksi pasca operasi reconstruksi PCL.
D. PELAKSANAAN FISIOTERAPI:
1. Hari: Senin Tanggal: 15 Januari 2024
a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella
11
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
12
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
13
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
14
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
15
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
16
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.
17
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
18
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.
19
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
20
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
21
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
22
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
23
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
24
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.
E. HOME PROGRAM
- Pasien diminta untuk melakukan latihan penguatan seperti latihan ham set, quad
set dan latihan- latihan yang telah dilakukan saat terapi.
F. EVALUASI:
1. Pemeriksaan Nyeri dengan VAS
Nyeri T0 T1 T2 T3 T4 T5
Nyeri diam 0 0 0 0 0 0
Nyeri gerak 8 8 7 7 6 6
Nyeri tekan 3 3 3 3 2 2
Gerakan T0 T1 T2 T3
Knee 0 - 0 - 100 0 - 0 - 100 0 - 0 - 110 0 - 0 - 120
Dextra
T4 T5
0 - 0 - 125 0 - 0 - 130
25
Knee Fleksi 70 mmHg 140 mmHg
Ekstensi 70 mmHg 90 mmHg
Basic Patella T1 T2 T3 T4 T5
5 cm 39 cm 39 cm 37,5 cm 35 cm 33 cm
10 cm 43 cm 43 cm 41 cm 41 cm 41 cm
15 cm 42 cm 42 cm 40 cm 40 cm 39 cm
Tuberositas tibia
5 cm 34 cm 34 cm 32 cm 32 cm 32 cm
10 cm 33,5 cm 33,5cm 31 cm 31 cm 31 cm
15 cm 30,5 cm 30,5 cm 29 cm 29 cm 29 cm
26
4. Terdapat peningkatan LGS
5. Terdapat peningkatan kemampuan fungsional
27
F. Underlying proses
Benturan
MRI
Rekonstruksi PCL
dextra
Immobilisasi Post Op
Latihan Fase I :
- Quad Sett
- Ham Sett
- Gluteus Sett
- SLR
- Heel Slide
- Ankle Theraband
- Prone Hang
- Bridging
-Lunges
- Latihan Pola Jalan
28
Peningkatan Kemampuan Fungsional
G. CATATAN PEMBIMBING PRAKTIK:
____________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
______________________
H. CATATAN TAMBAHAN:
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
29