0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan29 halaman

SK PCL Regaa 1

Laporan status klinik fisioterapi olahraga mengenai pasien laki-laki berusia 33 tahun yang menjalani operasi rekonstruksi PCL pada lutut kanan. Pasien mengeluhkan nyeri dan bengkak di lutut kanan setelah operasi serta belum dapat melakukan fleksi dan ekstensi penuh. Pemeriksaan menunjukkan kelemahan otot kuadriseps dan hamstring kanan serta ROM terbatas dan nyeri pada gerakan lutut.

Diunggah oleh

j130235024
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan29 halaman

SK PCL Regaa 1

Laporan status klinik fisioterapi olahraga mengenai pasien laki-laki berusia 33 tahun yang menjalani operasi rekonstruksi PCL pada lutut kanan. Pasien mengeluhkan nyeri dan bengkak di lutut kanan setelah operasi serta belum dapat melakukan fleksi dan ekstensi penuh. Pemeriksaan menunjukkan kelemahan otot kuadriseps dan hamstring kanan serta ROM terbatas dan nyeri pada gerakan lutut.

Diunggah oleh

j130235024
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN STATUS KLINIK FISIOTERAPI

FISIOTERAPI OLAHRAGA
Program Studi Profesi Fisioterapi

Nomor Urut : / /

NAMA MAHASISWA : Rega Sugianto


N.I.M. : J130235024
TEMPAT PRAKTIK : RS K.R.M.T Wongsonegoro
PEMBIMBING : Halim Mardianto S.Ftr .Ftr
=================================================================
Tanggal Pembuatan Laporan : 27 Januari 2024

I. KETERANGAN UMUM PENDERITA


Nama : Tn. A
Umur : 33 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan/Olahraga : Penjaga Toko di Pelabuhan
Alamat : Jalan Mataram, Semarang
No RM : D052148

II. DATA-DATA MEDIS RUMAH SAKIT


A. DIAGNOSIS MEDIS
Post-Op Rekonstruksi PCL Dextra
Tgl : 16 Desember 2024

B. CATATAN KLINIS :
(Hasil : Foto Rontgen, uji Laboratorium, CT-Scan, MRI, EMG, EKG, EEG, dll yang
terkait dengan permasalahan fisioterapi).

1
2
Kesan:
• Complex fluid collection bentuk relatif oval pada recessus suprapatella kanan
(ukuran ± 4,8 x 1,7 cm) disertai peningkatan vaskularisasi intra-perilesi pada
pemeriksaan dopller -> curiga abses.
• Edema pada cutis-subcutis aspek anterior regio genu kanan.
C. TERAPI UMUM (GENERAL TREATMENT) :
- Fisioterapi : 3x/minggu
D. RUJUKAN FISIOTERAPI DARI DOKTER :
- Mendapatkan rujukan rehabilitasi dari RSUP dr. Kariadi Semarang

III. SEGI FISIOTERAPI


A. ANAMNESIS (AUTO)

1. KELUHAN UTAMA:
Pasien mengeluhkan nyeri dan adanya bengkak disekitar bekas luka setelah 7 hari
operasi, nyeri timbul saat beraktivitas, dan pasien belum mampu menekuk serta
meluruskan lututnya secara full.
2. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:
Pasien mengalami cidera saat bermain bola pada bulan agustus tahun 2023
dikarenakan saat heading bola dan melakukan pendaratan ada yang menabrak dari
samping kemudian saat kaki menumpu ke tanah yang di tabrak bagian lutut sampai
muter ke dalam. Pasien memutuskan untuk langsung pijet ke tukang urut , setelah itu
pasien merasakan nyaman dan enakan sedikit pada lututnya , kemudian pasien
bermain bola lagi di setiap event . Seminggu yang akan datang pasien merasakan
lututnya untuk menumpu sangat nyeri sekali. Pada bulan september 2023 baru
diperiksakan dan dilakukan MRI lalu dijadwalkan operasi pada tanggal 16 Desember
2023. Kemudian pada tanggal 8 Januari 2024 pasien datang ke fisioterapi K.R.M.T.

3. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU:


Tidak ada
4. RIWAYAT PENYAKIT PENYERTA:
Tidak ada
5. RIWAYAT PRIBADI DAN KELUARGA:
Tidak ada

3
6. ANAMNESIS SISTEM:
Keterangan
Sistem
(tdk dikeluhkan, dalam batas normal)
Kepala dan Leher Tidak ada keluhan
Kardiovaskuler Tidak ada keluhan
Respirasi Tidak ada keluhan
Gastrointestinalis Tidak ada keluhan
Urogenital Tidak ada keluhan
Muskuloskletal Keterbatasan gerak dan adanya nyeri di
area lutut dextra
Nervorum Tidak ada keluhan

B. PEMERIKSAAN
1. PEMERIKSAAN FISIK
1.1 TANDA - TANDA VITAL:
a). Tekanan darah : 120/80 mmhg
b). Denyut nadi : 80 x/menit
c). Pernapasan : 20 x/menit
d). Temperature : 36,20C
e). Tinggi badan : 165 cm
f). Berat badan : 60 kg

1.2 INSPEKSI (STATIS & DINAMIS)


a) Statis
- Pasien datang dengan menggunakan kruck.
- Terdapat bekas luka incisi pada beberapa bagian lutut dextra.
- Adanya bengkak pada lutut dextra.
b) Dinamis
- Ekspresi pasien tampak kesakitan pada saat fleksi knee.
- Pasien berjalan dengan alat bantu kruck.
- Tampak pola jalan bertumpu pada sinistra tubuh.
- Terdapat perubahan pola jalan.

1.3 PALPASI (nyeri, spasme, suhu lokal, tonus, bengkak, dll):

4
a. Nyeri tekan pada area sekitar knee.
b. Adanya weakness pada otot quadriseps dan hamstring dextra.
c. Terdapat perbedaan tonus otot quadriceps, hamstring antara dextra dan
sinistra.
d. ada perbedaan suhu local pada area incisi lebih hangat.

1.4 PERKUSI (refleks fisiologis):


Tidak dilakukan

1.5 GERAKAN DASAR:


a. Gerak Aktif :

Regio Gerakan Kemampuan Nyeri ROM


Flexi Mampu + Tidak Full ROM
Knee
Extensi Mampu + Tidak Full ROM

b. Gerak Pasif:

Regio Gerakan Nyeri ROM Endfeel


Flexi + Tidak Full Soft
ROM
Knee
Extensi + Tidak Full Firm
ROM
c. Gerak Isometrik Melawan Tahanan :
Regio Gerakan Mampu/Tidak ROM Nyeri
Fleksi Tidak mampu Tidak full (+)
(tahanan ROM
minimal)
Knee Ekstensi Tidak mampu Tidak full (+)
Dextra (tahanan ROM
minimal)
Fleksi Mampu Full ROM (-)
(tahanan
maksimal)
Knee Ekstensi Mampu Full ROM (-)
Sinistra (tahanan
maksimal)

1.6 KOGNITIF, INTRA PERSONAL & INTER PERSONAL:


a). Kognitif : Pasien mampu berkomunikasi dan menjelaskan rasa

5
sakit yang dialaminya dan menceritakan kronologi.
b). Intra personal : Pasien memiliki semangat untuk sembuh.
c). Inter personal : Pasien mampu berinteraksi dengan orang sekitar dan
fisioterapis.

1.7 KEMAMPUAN FUNGSIONAL & LINGKUNGAN AKTIVITAS:


a) Kemampuan fungsional : Pasien merasa nyeri / sakit saat lututnya
melakukan pergerakan.
b) Lingkungan aktivitas : Tidak dapat menjalankan pekerjaannya sebagai
atlet sepak bola.
1.8 PEMERIKSAAN
a. Nyeri menggunakan NRS
Nyeri NRS
Nyeri diam 0
Nyeri gerak 6
Nyeri tekan 0

b. Pemeriksaan LGS menggunakan goniometer


Knee Dextra S = 0 - 0 - 100
Knee Sinistra S = 0 - 0 - 135

c. MMT menggunakan sphygnomanometer.


Regio Gerakan Dextra Sinistra
Knee Fleksi 80 mmHg 145 mmHg
Ekstensi 80 mmHg 160 mmHg
Notes : dikurangi 40 karena pakai tensi
d. Antropometri

Basic Patella Dextra Sinistra Selisih


5 cm 39 cm 33 cm 6 cm
10 cm 41 cm 37 cm 4 cm
15 cm 42 cm 40 cm 2 cm
Tuberositas tibia

6
5 cm 34 cm 35 cm 1 cm
10 cm 33,5 cm 33,5 cm 0 cm
15 cm 30,5 cm 29 cm 1,5 cm

e. Pemeriksaan khusus
Kemampuan Fungsional dengan KOOS Index
Nyeri (Pain)
Pertanyaan Skor
1. Seberapa sering anda mengalami nyeri? 3
2. Apakah lutut nyeri saat kaki menumpu berat dan tubuh berputar 4
mendadak?

3. Apakah nyeri saat meluruskan kaki? 2


4. Apakah nyeri saat menekuk lutut? 3

5. Apakah nyeri saat berjalan dipermukaan yang datar? 0


6. Apakah nyeri saat naik atau turun tangga? 3
7. Apakah lutut anda nyeri pada malam hari sebelum tidur? 4
8. Apakah lutut anda nyeri saat duduk atau berbaring? 3
9. Apakah lutut anda nyeri saat berdiri tegak? 0

Tanda / Gejala (Symptom)


Pertanyaan Skor
1. Apakah lutut anda kaku saat bangun pagi? 3
2. Apakah lutut anda kaku setelah duduk, berbaring atau saat 4
beristirahat malam?
3. Apakah ada bengkak dilutut anda? 2
4. Apakah anda merasakan krepitasi atau gesekan dan mendengar suara 3
klik atau sejenisnya setiap anda menggerakkan lutut?

5. Apakah lutut anda kaku saat bangun pagi? 3

7
6. Apakah anda dapat meluruskan lutut? 2
7. Apakah anda dapat menekuk lutut? 2

Aktivitas Sehari-Hari (ADL)


Pertanyaan Skor
1. Apakah anda kesulitan turun tangga? 2
2. Apakah anda kesulitan naik tangga? 2
3. Apakah anda kesulitan bangkit dari duduk ke berdiri? 2
4. Apakah anda kesulitan berdiri tegak? 1
5. Apakah anda kesulitan mengambil benda dibawah sambil berdiri 3
dengan menekuk lutut?
6. Apakah anda kesulitan berjalan dipermukaan datar? 0
7. Apakah anda kesulitan masuk atau keluar mobil? 3
8 Apakah anda kesulitan saat pergi atau berjalan untuk berbelanja? 2
9 Apakah anda kesulitan memakai sepatu atau kaos kaki sambil berdiri? 3

10 Apakah anda kesulitan melepas sepatu atau kaos kaki sambil berdiri? 3

11 Apakah anda kesulitan bangkit dari tempat tidur? 2


12 Apakah anda kesulitan untuk berbaring ketempat tidur? 2
13 Apakah anda kesulitan saat mandi? 0
14 Apakah anda kesulitan untuk duduk? 1
15 Apakah anda kesulitan untuk jongkok di toilet? 3
16 Apakah anda kesulitan melakukan aktivitas rumah tangga yang berat 3
seperti menyekop, menyikat lantai dll?

17 Apakah anda kesulitan melakukan aktivitas rumah tangga yang ringan 2


seperti memasak, menyapu rumah, bersih-bersih, dll?

Aktivitas Olahraga (Sport)

Pertanyaan Skor
1. Apakah anda kesulitan untuk jongkok? 3
2. Apakah anda kesulitan untuk berjalan? 0
3. Apakah anda kesulitan untuk melompat? 4
4. Apakah anda kesulitan berjalan lalu memutar lutut? 4

8
5. Apakah anda kesulitan berlutut? 3

Kualitas Hidup (Quality Of Life)

Pertanyaan Skor
1. Seberapa sering anda menyadari masalah lutut anda? 4
2. Apakah anda memodifikasi gaya hidup anda untuk menghindari 2
kegiatan yang berpotensi memperparah gangguan lutut anda?

3. Bagaimana kesulitan hidup secara umum yang anda alami karena 1


berkurangnya kemampuan fungsi lutut pada kehidupan anda?

4. Secara umum, seberapa sering kesulitan yang anda alami dalam 1


kehidupan karena lutut anda terganggu?

-
- Pain : 100 – total score P1 – P9 X 100 = 12,6
36
- Symptom : 100 – total score S1 – S7 X 100 = 28,9
28
- ADL : 100 – total score A1 – A17 X 100 = 97,05
68
- Sport : 100 – total score SP1 – SP5 X100 = 43
20
- QOL : 100 – total score Q1 – Q4 X 100 = 57,5
16
Total kemampuan fungsional :
Total = (Pain + Sym + ADL + SPORT + QOL) = 23,9

f. Pemeriksaan spesifik
- Posterior drawer test (+)
- One leg stance 1 min (-)

9
2. DIAGNOSIS FISIOTERAPI
a. Body Structure
• S75013 Ligaments and Fasciae of Lower Leg : complete tear posterior
cruciate ligament dextra.
• S8104 Skin of Lower Extremity Incise : Adanya bekas incise pada area
knee dextra.
• S75012 Muscle of Lower leg Atropi : Atropi otot tungkai dextra.
b. Body Functional
• b730 Muscle Power Function : Kekuatan otot fleksor dan ekstensor knee
dextra lebih rendah dibandingkan dengan kekuatan otot fleksor dan
ekstensor knee sinistra.

c. Activities and Participation


• D9201 Sports : Belum mampu kembali maksimal dalam perform bermain
di bidang olahraga yang ditekuni yaitu sepak bola.

d. Personal Factor
• e455 Individual Attitudes of Health-related : Memiliki semangat dan
motivasi diri untuk sembuh.

e. Environtmental Factor
• e310 Immediate Family = Dukungan keluarga yang baik untuk menajalani
terapi.
• e355 Health Profesionals : Kesembuhan Pasien di dukung fisioterapi
• e550 Association and Organizational Services : Pasien adalah pemain
sepak bola dalam sebuah tim dan mempunyai semangat untuk bisa segera
pulih dan dapat kembali bermain untuk tim nya.

C. PROGRAM/RENCANA FISIOTERAPI
1. Tujuan
a. Jangka Pendek
- Mengurangi nyeri.
- Meningkatkan kekuatan otot fleksor dan ekstensor knee dextra.
- Meningkatkan LGS pada gerakan fleksi Knee dextra.
- Stabilisasi knee dextra
- Memperbaiki pola jalan.
- Memperbaiki propioceptive.

10
b. Jangka Panjang
- Meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
- Meningkatkan daya tahan otot.
- Meningkatkan kemampuan untuk kembali berolahraga tanpa keluhan.

2. TINDAKAN FISIOTERAPI:
a. Teknologi Fisioterapi
- Terapi Latihan
b. Edukasi
1) Anjurkan pasien untuk melakukan latihan-latihan yang sudah dijelaskan dan
dilakukan pada saat dirumah seperti: quad set, glut set dan menggerakkan
anklenya bisa menggunakan Theraben ataupun dengan bantuan handuk.
2) Hindari aktivitas yang dapat menciderai kaki yang sakit.

3. RENCANA EVALUASI :
- Pemeriksaan nyeri dengan NRS
- Pemeriksaan kekuatan otot dengan MMT
- Pemeriksaan LGS dengan Goniometer
- Pemeriksaan fungsional aktivitas dengan KOOS Index
- Pengukuran antropometri menggunakan meterline.
4. PROGNOSIS
Kim, J.G., Lee, Y.S., Yang, B.S. et al. Rehabilitation after posterior cruciate ligament
reconstruction: a review of the literature and theoretical support. Arch Orthop Trauma
Surg 133, 1687–1695 (2013). https://doi.org/10.1007/s00402-013-1854-y

Kesimpulan dari jurnal ini adalah direkomendasikannya Latihan penguatan pada otot,
agar otot terjadi kontraksi pasca operasi reconstruksi PCL.

D. PELAKSANAAN FISIOTERAPI:
1. Hari: Senin Tanggal: 15 Januari 2024
a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella

11
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.

12
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang

13
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)

K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)


Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.

2. Hari: Rabu Tanggal: 17 Januari 2024


a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.

14
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.

15
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh

16
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.

3. Hari: Jumat Tanggal: 19 Januari 2024


a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)

17
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan

18
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.

4. Hari: Rabu Tanggal: 24 Januari 2024


a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah

19
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip

20
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.

21
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)

K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)


Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.

5. Hari: Jumat Tanggal: 26 Januari 2024


a. Mobilisasi patella
Tujuan: untuk meningkatkan mobilitas patella
Pelaksanaan : Pasien duduk diatas bed dengan posisi lurus, mobilisasi patella
pasien kesamping kanan - kiri dan keatas - bawah
Dosis : 20 repetisi
b. Weight Shifting
Tujuan: meningkatkan propioseptive, keseimbangan
Pelaksanaan : Pasien berdiri dengan posisi kaki sejajar bahu, pasien diberikan
cruk atau berpegangan di dinding. Instruksikan pasien untuk memberikan berat
badan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Timer : work (10 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
c. Quadriseps setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
quadriseps.

22
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar diatas bed dengan kaki lurus, letakkan
bantal kecil dibawah lutut. Intruksikan pasien untuk mengkontrasikan otot
quadriseps dengan cara menekan bantal tersebut dengan posisi ankle 90 derajat.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
d. Hamstring setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
hamstring.
Pelaksanaan : Pasien duduk bersandar di atas bed, posisikan kedua kaki fleksi 45
derajat dan diantara kedua lutut diberi bola. Instruksikan pasien untuk
mengkontrasikan otot hamstring dengan cara menumpu pada ankle dan
menekannya ke bed.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
e. Ankle Theraband
Tujuan: untuk mengurangi nyeri, karena Gerakan ini menstimulus agar peredaran
darah menjadi lancer pada bagian kaki sehingga dapat mengurangi adanya inflamasi
Pelaksanaan : pasang theraband pada jari-jari kaki kanan pasien, instruksikan
pasien untuk melakukan gerakkan plantar dan dorsal flexi.
Dosis: 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
Intensitas : Sesuai dengan toleransi pasien
f. Gluteus setting
Tujuan: untuk melatih kembali kontraksi otot dan meningkatkan kekuatan otot
gluteus.
Pelaksanaan : Pasien tidur miring di bed, posisikan hip dan knee fleksi 90 derajat.
Gunakan mini band pada pangkal paha. Instruksikan pasien untuk mengangkat hip
dan knee sejajar.
Dosis : 15x repetisi , 2 set untuk setiap gerakan
g. SLR statis dan dinamis
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Pelaksanaan : pasang beban seberat 2kg pada paha kanan pasien, lalu letakkan satu
cone diantara kedua kaki, insruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanannya
setinggi cone lalu dipertahankan sesuai dosis yang sudah ditentukan. Jika sudah
selesai lanjutkan dengan meletakkan kedua code diantara kaki kanan pasien,
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki melewati kedua cone tersebut.

23
Dosis SLR Statis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
Dosis SLR Dinamis : 10x repetisi , 5 set
h. Wall slide
Tujuan: untuk meningkatkan ROM pada knee.
Pelaksanaan: Pasien berbaring dengan kaki bersender lurus pada dinding, lalu
pasien menekuk lutut sesuai kemampuannya, terapis menstabilisasi knee dan ankle
pasien.
Dosis : 15 repetisi , 2 set
i. Abduksi dan adduksi
Tujuan: untuk melatih kekuatan otot rectus femoris dan mengkontrasikan otot
flexor hip.
Penatalaksanaan : pasang beban seberat 2kg dipaha kanan pasien, instruksikan
pasien untuk memposisikan dirinya miring dan menggerakkan kaki kanannya
keatas menjauhi kaki kiri, jika sudah selesai lanjutkan dengan miring ke sisi
berlawanan, instruksikan pasien untuk mengangkat kaki kanan mendekati kaki kiri
Dosis : 20x repetisi, 2 set
j. Bridging
Tujuan : memperkuat otot-otot disekitar columna veterbra lumbal dan pelvic.
Penatalaksanaan : letakkan gym ball dibawah kaki pasien, instruksikan kedua kaki
pasien untuk menumpu pada gym ball lalu suruh pasien untuk mengangkat
pantatnya keatas dan dipertahankan
Dosis : work (10 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
k. Prone hang
Tujuan : meningkatkan ruang gerak sendi pada sendi lutut.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk tengkurap dimatras, letakkan bola
basket diantara kedua kaki pasien, instruksikan pasien untuk menekuk lututnya 45°
dan dipertahankan sesuai dosis yang telah ditentukan.
Dosis : work (15 detik), rest (8 detik), cycle (10 kali), sets (3 sets)
l. Lunges Depan dan Samping
Tujuan : menjaga keseimbangan dan memberikan kekuatan pada tubuh.
Penatalaksanaan : posisikan pasien untuk berdiri diatas matras, instruksikan
pasien untuk membuka kaki kanannya kesamping lalu suruh pasien untuk menumpu
pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya disisi kanan. Jika sudah selesai
instruksikan pasien untuk menggerakkan kaki kanannya kearah depan lalu suruh

24
pasien untuk menumpu pada kaki kanan atau menjatuhkan berat badannya dikaki
kanan
Dosis : work (30 detik), rest (10 detik), cycle (5 kali), sets (3 sets)
K. Latihan Pola Jalan ( Gait Training)
Pasien latihan berjalan melewati cone-cone yang sudah dijajarkan. Terapis
mengoreksi pola jalan pasien.

E. HOME PROGRAM
- Pasien diminta untuk melakukan latihan penguatan seperti latihan ham set, quad
set dan latihan- latihan yang telah dilakukan saat terapi.
F. EVALUASI:
1. Pemeriksaan Nyeri dengan VAS
Nyeri T0 T1 T2 T3 T4 T5
Nyeri diam 0 0 0 0 0 0
Nyeri gerak 8 8 7 7 6 6
Nyeri tekan 3 3 3 3 2 2

2. Pemeriksan LGS dengan goniometer

Gerakan T0 T1 T2 T3
Knee 0 - 0 - 100 0 - 0 - 100 0 - 0 - 110 0 - 0 - 120
Dextra
T4 T5
0 - 0 - 125 0 - 0 - 130

3. MMT menggunakan Sphygnomanometer.


Regio Gerakan Dextra (T1) Sinistra (T1) Dextra (T2) Sinistra (T2)
Knee Fleksi 80 mmHg 145 mmHg 80 mmHg 145 mmHg
Ekstensi 80 mmHg 160 mmHg 80 mmHg 160 mmHg
Dextra (T3) Sinistra (T3) Dextra (T4) Sinistra(T4)
Knee Fleksi 80 mmHg 145 mmHg 70 mmHg 140 mmHg
Ekstensi 80 mmHg 160 mmHg 70 mmHg 90 mmHg
Dextra (T5) Sinistra (T5)

25
Knee Fleksi 70 mmHg 140 mmHg
Ekstensi 70 mmHg 90 mmHg

4. Antropometri menggunakan midline

Basic Patella T1 T2 T3 T4 T5
5 cm 39 cm 39 cm 37,5 cm 35 cm 33 cm
10 cm 43 cm 43 cm 41 cm 41 cm 41 cm
15 cm 42 cm 42 cm 40 cm 40 cm 39 cm
Tuberositas tibia
5 cm 34 cm 34 cm 32 cm 32 cm 32 cm
10 cm 33,5 cm 33,5cm 31 cm 31 cm 31 cm
15 cm 30,5 cm 30,5 cm 29 cm 29 cm 29 cm

5. Evaluasi Aktivitas Fungsional dengan KOOS Index

Index Score Score Score Score Score


(T1) (T2) (T3) (T4) (T5)
Pain 12,6 12,6 18,6 24,3 30,2
Symptom 28,9 28,9 35,5 40,2 45,5
ADL 97,05 97,05 98,53 98,53 98,53
Sport 43,0 43,0 60 65 70
QOL 57,5 57,5 60 70 80

E. HASIL TERAPI TERAKHIR :


Pasien atas nama Tn. A, usia 33 tahun dengan diagnosis Post Op Rekontruksi PCL
dextra , setelah mendapatkan penanganan fisioterapis sebanyak 5 kali dengan modalitas
Terapi Latihan di dapatkan bahwa:
1. Terdapat penurunan nyeri diam, gerak, dan tekan
2. Terdapat peningkatan kekuatan otot

26
4. Terdapat peningkatan LGS
5. Terdapat peningkatan kemampuan fungsional

27
F. Underlying proses

Bermain Sepak Bola

Benturan

Translasi os. Tibia yang


berlebihan ke posterior

MRI

Rupture PCL dextra

Rekonstruksi PCL
dextra

Immobilisasi Post Op

Penurunan LGS Penurunan


Nyeri Gerak Atrofi Otot
Kekuatan Otot

Latihan Fase I :
- Quad Sett
- Ham Sett
- Gluteus Sett
- SLR
- Heel Slide
- Ankle Theraband
- Prone Hang
- Bridging
-Lunges
- Latihan Pola Jalan

Penurunan nyeri, Peningkatan LGS, Peningkatan


Kekuatan Otot , Penurunan Atrofi Otot

28
Peningkatan Kemampuan Fungsional
G. CATATAN PEMBIMBING PRAKTIK:
____________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
______________________
H. CATATAN TAMBAHAN:
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Semarang, 27 Januari 2024


PEMBIMBING

(Halim Mardianto S.Ftr .Ftr)

29

Anda mungkin juga menyukai