0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan16 halaman

Hukum Asuransi: Prinsip dan Sejarah

Makalah ini membahas tentang hukum asuransi, mulai dari sejarah, definisi, prinsip-prinsip, dan jenis-jenis asuransi. Prinsip-prinsip asuransi yang dijelaskan antara lain kepentingan yang dapat diasuransikan, iktikad baik, dan sebab akibat.

Diunggah oleh

Ika Moulina Utami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan16 halaman

Hukum Asuransi: Prinsip dan Sejarah

Makalah ini membahas tentang hukum asuransi, mulai dari sejarah, definisi, prinsip-prinsip, dan jenis-jenis asuransi. Prinsip-prinsip asuransi yang dijelaskan antara lain kepentingan yang dapat diasuransikan, iktikad baik, dan sebab akibat.

Diunggah oleh

Ika Moulina Utami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH HUKUM BISNIS

HUKUM ASURANSI

Dosen Pengampu :
Anna Kaniaa Widiatama, S.E.,M.Ak.,Akt
Disusun oleh :
1. Susanti (7101419061)
2. Supriatini (7101419336)
3. Putri puspita s (7101419213)
4. Farah Rizqia (7101419308)
5. Anggita puja lestasi (7101419185)

FAKULLTAS EKONONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2019/2020
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji sukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
nikmat dan rahmat kepada kita semua, sehingga kita mampu menyelesaikan tugas pembuatan “
MAKALH HUKUM ASURANSI” ini, sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kami juga
menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam
penggarapan makalah ini, terutama pada dosen pengampu mata kuliah hukum bisnis yaitu ibu
Anna Kaniaa Widiatama, S.E.,M.Ak.,Ak. Sehingga kami mampu melaksanakan tugas mata
kuliah ini.

Kami juga memohonkan maaf kepada semua apabila dalam makalah yang kami buat ini,
karena masih banyak kekurangan, lebih-lebih mengenai referensi. Untuk itu kami kelompok dua
sangat menunggu kritik maupun saran dari semua pembaca agar kedepannya kami bisa membuat
makalah yang lebih baik lagi.

Semarang, 14 Mei 2020

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Resiko dimasa datang dapat terjadi terhadap kehidupan sesorang misalnya


kematian, sakit atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis resiko yang
dihadapi dapat berupa resiko kerugian akibat kebakaran, kerusakan atau kehilangan atau
resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang akan dihadapi harus ditanggulangi
sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Untuk mengurasngi resiko yang tidak diinginkan dimasa yang akan datnag,
seperti resiko kehilangan, resiko kebakaran, resiko macetnya pinjaman kredit bank atau
resiko laiinnya, maka diprlukan perusahaan yang mau menanggung rediko tersebut.
Adalah perusahaan asuransi yang mau menanggung resiko yang bakal dihadapi
nasabahnya baik perorangan maupun badan usaha. Hal ini disebabkan perusahaan
asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggung jawaban terhadap
resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan Latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaiman Sejarah dari hukum asuransi?

2. Apa yang dimaksud dengan asuransi?

3. Apa saja prinsip-prinsip Asuransi?

4. Apa saja pembedaan jenis-jenis asuransi?

C. TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas, makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut :

1. Menjelaskan sejarah asuransi

2. Menjelaskan pengertian dari asuransi


3. Menjelaskan prinsip-prinsip asuransi

4. Menjelaskan pembeda dari jenis-jenis asuransi

D. Manfaat

Makalah ini disusun agar dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara
praktis. Secara teoritis makalh ini berguna sebagai pengembangan ilmu sesui dengan
masalah yang dibahas dalam makalh ini. Secara praktis makal ini diharapkan bermanfaat
bagi:

1. Penulis, seluruh kgiatan penusunan dan hasil ari maklah ini diharapkan dapt
menambbh pengalaman , wwasan dan ilmu dri masalah yng dibahs adalam masalah
ini.

2. Pembaca, makalah ini diharpkan dapat dijadikan ebagai sumber tambahan dan
sumber informasi dalam menambahn wawasan pembaca.
BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH ASURANSI

Asuransi berawal dr msyrkat Babilonia (4000-3000 SM) yg dikenal dgn perjanjian


Hammurabi. Thn 1668 M, di Coffee House London, berdirilah Lloyd of London sbg cikal
bakal asuransi konvensional. Sumber hkm asuransi; Hkm positif, hkm alami, & contoh yg
ada sblmnya sbgmana kbdayaan

Asuransi di Indonesia berawal pd masa penjajahan Belanda, terkait dgn kberhslan


prshaan dr negeri tsb di sektor perkebunan & perdagangan di Indonesia. Utk memenuhi
kbtuhan jaminan thdp keberlgsgan usahanya, tentu diperlukan adanya asuransi. Perkmbgan
industry asuransi di Indonesia sempat vakum slma masa penjajahan Jepang.

B. DEFINISI ASURANSI

Dalam sudut pandang ekonomi, asuransi dikategorikan sbg suatu bentuk dr


manajemen risiko, terutama digunakan utk lindung nilai thdp risiko kerugian. Scra ekonomi,
asuransi biasa diartikan sbg sebuah system utk mengurangi atau mengatasi kehilangan atau
kerugian financial dgn menyalurkan risiko kehilangan dr seorg atau bdn lainnya.

Dari segi huhkum, asuransi dipandang sbg suatu perjanjian yg termasuk dlm
golongan perjanjian untung2 an (Subekti, 2010: 217). Suatu perjanjian untung2 an
(kansovereenskomst) ialah suatu penjanjian yg dgn sengaja digantungkan pd suatu prstiwa
yg blm pasti akan terjd, prstiwa tsb akan menentukan untung ruginya slh satu pihak dlm
perjanjian asuransi.

Menurut UU No. 2 Thn 1992, psl 1 butir 1, ttg Usaha Perasuransian. Asuransi=
“perjanjian antara dua pihak atau lbh, dgn mana phak penanggung mengikatkan diri kpd
“tertanggung” dgn menerima premi asuransi, utk memberikan penggantian kpd tertanggung
krn kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yg dihrpkan atau tgg jwb hkm pihak
ketiga yg mgkin akan diderita Tertanggung, yg timbul dr suatu prstiwa yg tdk pasti, atau
memberikan suatu pembayaran yg didsrkan atas meniggal atau hdupnya seseorg yg
dipertanggungkan”.

Menurut KUHD psl 246, “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dgn
mana seorg penanggung mengikatkan diri kpd seorg Tertannggung, dgn menerima suatu
premi, utk penggantian kpdnya krn suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yg dihrpkan
yg mgkin akan dideritanya krn suatu prstiwa yg tdk tertentu.”

Prof. Wiryono Prodjodikoro, “Asuransi adlh suatu persetujuan di mana phak yg


menjamin berjanji kpd phak yg dijamin, utk menerima sejlh uang sbg pengganti kerugian,
yg mgkin diderita oleh yg dijamin, krn akibat dr suatu prstiwa yg blm jls”

Menurut C.Arthur William Jr, & Richard M. Heins yg mendefinisikan asuransi


berdsrkan dua sudut pandang ekonomi & hkm adlh sbb:

1. Asuransi adlh suatu pengaman thdp kerugian financial yg dilakukan oleh seorg
penanggung.

2. Asuransi adlh suatu persetujuan dgn mana dua atau lbh org atau bdn mengumpulkan
dana utk menanggulangi kerugian finansial.

Berdsrkan definisi hkm yg ada dlm UU Perasuransian & KUHD dpt dirumuskan
empat unsur pokok yg terdpt dlm suatu perjanjian Asuransi sbb:

1. Pihak tertanggung (Insured) yaitu pihak yg berjanji utk membayar uang premi kpd
phak penanggung skligus atau scra berangsur. Dlm hub hkm asuransi, tertanggung
adlh pemegang polis.

2. Phak penanggung (Insurer/asuradur) yg berjanji akan membayar sejlh uang (santuan)


kpd phak tertanggung skligus atau scra berangsur apabila terjd sesuatu yg mengandung
unsur tdk tertentu. Penanggung sllu berbentuk sebuah prshaan yg digolongkan sbg
suatu bentuk dr prshaan perasuransian.

3. Suatu prstiwa yg tdk tertentu (evenemen)

4. Kpentingan (interest) yg mgkin akan mengalami krgian krn prstiwa yg tdk tertentu tsb.
Oleh krn itu, sahnya suatu penjanjian asuransi hrs memenuhi syarat sahnya
perjanjian menurut psl 1320 KUH Perdata, yaitu:

1. Sepakat mrka mengikatkan dirinya;

2. Kecakapan utk membuat suatu perikatan;

3. Suatu hal tertentu;

4. Suatu sebab yg halal.

C. PRINSIP-PRINSIP ASURANSI

1. Kepentingan Yang Dapat Diasuransikan (Insurable Interest)

Maksud prinsip ini: bhw hak utk mengasuransikan akan timbul apabila ada suatu
hub keuangan antara tertanggung dgn yg diasuransikan & diakui scra hkm. Scr
sdrhana, dpt dikatakan bhw utk suatu penjanjian asuransi hsr ada kpntingan yg nyata.
Seseorg dpt dikatakan mempunyai insurable interest atas sebuah benda atau objek
lainnya apabila hilangnya atau rusaknya benda atau objek tsb menyebabkan kerugian
financial atau kerugian lainnya kpd org tsb.

2. Iktikad Baik (Good Faith)

Iktikad baik mrpakan sbuah tindakan utk menungkapkan scra akurat & lgkap thdp
suatu fakta material (material fact) mngnai sesuatu yg akan diasuransikan, baik
diminta maupun tdk. Artinya, bhw penanggung hrs dgn jujur menerangkan dgn jls sgla
sesuatu ttg luasnya syarat atau kondisi dr asuransi & tertanggung jg hrs memberikan
ktrangan yg jls, teliti, & benar atas objek atau kpntingan yg dipertggjwbkan, resiko2
yg dijamin maupun yg dikecualikan. Prinsip ini menjd sngat pnting krn scra umum
tertanggung mgtahui lbh lgkap objek yg akan diasuransikan dibandingkan dgn
penanggung. Lbh lanjut, perhitungan besarnya premi sngat dipengaruhi oleh beban
resiko.
3. Sebab Akibat (Proximaate Cause)

Apabila kpntingan yg diasuransikan mgalami musibah atau kecelakaan mk


pertama-tama akan dicari sbab2 yg efektif & efisien yg dpt menggarakan suatu
rangkaian prstwa tanpa terputus shg akhirnya terjdlah musibah atau kecelakaan tsb.
Sbuah prinsip yg digunakan utk mencari pybab krugian yg efektif & efisien adlh
unbroken chain of events, yaitu suatu rangkaian mata rantai prstiwa yg tdk terputus.
Sbg contoh adlh kasus klaim kecelakaan diri berikut ini:

a.) Seseorg mengenderai kenderaan di jln tol dgn kecepatan tinggi shg mobil tdk
terkendali & terbalik.

b.) Korban luka parah & dibawa ke rmh skit.

c.) Tdk lama kmdian, korban meninggal.

Dr prstiwa tsb, dpt diketahui bgw kausa proksimalnya adlh korban


mengenderai kenderaan dgn kecepatan tinggi shg mobil tdk terkendali & terbalik.

4. Ganti Rugi (Indemnity)

Ganti rugi mrpakan suatu mekanisme saat penanggung menyediakan kompensasi


financial dlm upayanya menempatkan tertanggung dlm posisi keuangan yg ia miliki
sesaat sblm terjdnya kerugian (KUHD, psl 252, 253, 278).

Apabila objek yg diasuransikan terkena musibah shg menimbulkan kerugian mk


penanggung akan memberikan ganti rugi utk mengembalikan posisi keuangan
tertanggung stlh terjd kerugian menjd sama dgn sesaat sblm terjd kerugian. Dgn
dmkian, tertanggung tdk berhak memperoleh ganti rugi lbh bsar drpd kerugian yg
diderita oleh tertanggung. Sbg contoh, harga pasar kenderaan sbesar Rp 200 juta,
diasuransikan sbesar Rp 200 juta. Apabila terjd musibah mk kenderaan tsb hilang &
harga pasar kenderaan itu.

a.) Rp 200 juta mk tertanggung menerima ganti rugi sbesar Rp 200 juta.
b.) Rp 225 juta mk tertanggung menerima ganti rugi sbesar nilai yg diasuransikan,
yaitu Rp 225 juta

c.) Rp 175 juta mk tertanggung menerima ganti rugi sbesar harga pasar, yaitu Rp
175 juta.

Beberapa cara pembayaran ganti rugi, antara lain:

a.) Pembayaran dgn uang tunai

b.) Perbaikan

c.) Penggantian, atau

d.) Pemulihan kembali.

5. Pengalihan (Subrogation)

Prinsip ini diatur dlm psl 284 KUHD; “apabila seorg penanggung tlh membayar
ganti rugi spnuhnya kpd tertanggung mk penanggung akan menggantikan kedudukan
tertanggung dlm sgla hal utk menuntut phak ketiga yg tlh menimbulkan kerugian pd
tertanggung”.

Dgn kata, apabila tertanggung mengalami kerugian akibat kelalaian atau


kslahan phak ketiga mk penanggung stlah memberikan ganti rugi kpd tertangggung
akan menggantikan kdudukan tertanggung dlm mengajukan tuntutan kpd pihak ketiga
tsb.

6. Kontribusi (Contribution)

Tertannggung dpt saja mengasuransikan harta benda yg sama pd bbrpa prshaan


asuransi. Namun, apabila terjd kerugian atas objek yg diasuransikan mk scra otomatis
berlaku prinsip kontribusi. Prinsip kontribusi berarti: apabila penanggung tlh
membayar pnuh ganti rugi yg menjd hak tertanggung mk penanggung berhak
menuntut prshaan2 lain yg terlibat dlm suatu pertanggungan(scra bersama2 menutut
asuransi harta benda milik tertanggung) utk membayar bagian kerugian masing2 yg
besarnya sebanding dgn jlh pertanggungan yg ditutupinya.
E. PEMBEDAAN JENIS-JENIS ASURANSI

PEMBEDAAN MENURUT UNDANG-UNDANG PERASURANSIAN

UU No. 2 Thn 1992 ttg Perasuransian membedakan asuransi ked lm dua jnis usaha
perasuransian yg meliputi usaha asuransi & usaha penunjang asuransi. Usaha asuransi terdiri
atas: (1) Usaha asuransi kerugian, (2) Usaha asuransi jiwa, dan (3) Usaha reasuransi.
Smntara itu, usaha penunjang asuransi terdiri : (1) Usaha pialang asuransi, (2) Usaha
pialang reasuransi, (3) Usaha agen asuransi, (4) Usaha penilai kerugian asuransi, dan (5)
Usaha konsultan aktuaria.

1. Usaha Asuransi Kerugian adalah memberikan jasa dlm penanggulangan resiko atas
kerugian, kehilangan manfaat, & tggjwb hkm kpd pihak ke tiga yg timbul dr prstiwa yg
tdk pasti.

2. Usaha Asuransi Jiwa adalah memberikan jasa dlm penanggulangan resiko yg dikaitkan
dgn hdup atau meninggalkan seseorg yg dipertanggungkan.

3. Usaha Reasuransi Adlh usaha yg memberikan jasa dlm pertanggungan utang thdp
resiko yg dihadapi oleh prshaan asuransi kerugian &/atau prshaan asuransi jiwa.

4. Usaha Pialang Asuransi

Kgiatan pialang asuransi dijlnkan oleh prshaan asuransi. Menurut psl 1 angka 8
UU Perasuransian, prshaan pialang asuransi adlh prshaan yg memberikan jasa
keperantaraan dlm penutupan asuransi & penanganan pylsaian ganti rugi asuransi.
Prshaan ini mrpakan bdn hkm yg dibentuk dlm rangka memenuhi kbthan msyrakat akan
suatu bdn yg dpt membantu mrka dlm membeli produk asuransi & mendampingi pd saat
terjd klaim, di mana msyrakt tertanggung sngat awam dgn kondisi & persyaratan polis
asuransi. Sbliknya, phak prshaan asuransi sngatlah pham dgn hal tsb. Prshaan ini di atur:
UU Asuransi No. 2 thn 1992 dgn tujuan melindungi kpntingan msyrakat luas.

PP No. 63 thn 1999: prshaan pialang asuransi hrs memiliki polis Professional
Indemnity/ Liability.
a.) Manfaat Pialang Asuransi

- Mengenal & menganalisis resiko yg dimiliki tertanggung

- Memberikan saran bgmana menangani resiko kpd tertanggung

- Mendesain program asuransi yg sesuai dgn kbtuhan tertanggung

- Menyeleksi prshaan asuransi dr segi kekuatan keuangan & segi komitmen,


serta reputasi

- Mempresentasikan resiko & menegosiasikan ruang lgkup jaminan yg luas serta


premi yg bersaing kpd prshaan asuransi

- Memantau kondisi & situasi stiap adanya prbahan dlm industri asuransi scra
konsisten

- Membantu & menangani klaim yg terjd dr segi prosedur & dokumentasi serta
menegosiasikan nilai klaim yg wajar & memadai bg tertanggung.

b.) Pialang asuransi mengerjakan bbrapa pkrjaan prshaan asuransi yg mencakup:

- Memasarkan produk & jasa prshaan asuransi kpd msyrakat luas

- Menjlskan kondisi polis kpd calon tertanggung

- Mengumpulkan data resiko yg dimiliki oleh calon tertanggung

- Mksanakan survey ke lokasi resiko

- Mlkukan seleksi resiko & menyadurkannya kpd prshaan asuransi sesuai dgn
kbtuhan & prosedur yg ada.
c.) Fungsi Pialang Asuransi

- Menempaatkan resiko tertanggung kpd prshaan asuransi (security first


class/bonafide) yg tlh diseleksi, baik dr segi manajemen maupun financial dgn
kondisi jaminan yg luas & dgn harga premi yg bersaing (tdk lbh mahal)

- Membantu pgurusan & plyanan klaim hingga ganti rugi memadai diterima dlm
kurun waktu yg relative cpat oleh tertanggung

- Menjd rekan kerja yg setia & terpercaya bg tertanggung spnjang thn.

d.) Usaha Pialang Reasuransi

Kgiatan atau usaha pialanng reasuransi dijlnkan oleh prshaan pialang


reasuransi, yaitu prshaan yg memberikan jasa kprantaraan dlm penempatan
reasuransi & penanganan pylesaian ganti rugi reasuransi dgn bertindak utk
kpntingan prshaan asuransi (ceding company).

4. Usaha Agen Asuransi

Agen asuransi adlh seseorg atau bdn hkm yg kgiatannya memberikan jsa dlm
memasarkan jasa asuransi utk & atas nama penanggung. Stiap agen asuransi hanya dpt
menjd agen dr satu prshaan asuransi. Agen asuransi wajib memiliki perjanjian keagenan
dgn prshaan asuransi yg diageni.

5. Usaha Penilai Kerugian Asuransi

Adlh prshaan yg memberikan jasa penilaian thdp kerugiaan pd objek asuransi yg


dipertanggungkan. Stiap prshaan penilai krugian asuransi dlm menjlnkan usahanya hrs
mempergunakan keahlian berdsrkan norma profesi yg berlaku.

6. Usaha Konsultan Aktuaria

Adlh prshaan yg memberikan jasa aktuaria kpd prshaan asuransi & dana pensiun
dlm rangka pembentukan & pglolaan suatu program asuransi dan/ atau program pensiun.
Prshaan ini dlm menjlnkan kgiatan usahanya hrs mempergunakan keahlian berdsrkan
norma profesi yg berlaku.

PEMBEDAAN MENURUT ILMU PENGETAHUAN

Ilmu pgthuan Hkm asuransi membedakan asuransi menjd tiga jenis, yaitu: (1)
Asuransi kerugian, (2) Asuransi sejlh uang, dan (3) Reasuransi.

A. Asuransi Kerugian (Losses Insurance)

Adlh asuransi yg bertujuan utk mendptkan suatu penggantian kerugian yg mgkin


ditimbulkan oleh suatu kejadian. Asuransi krugian ini memberikan jasa dlm menggulangi
resiko atas krugian, khlangan manfaat, & tggjwb hkm kpd phak letiga yg timbul dr
prstiwa yg tdk pasti. Bermacam asuransi kerugian, antara lain: kerugian kebakaran,
kendaraan bermotor, kapal, konstruksi, pemasangan mesin, pnggukatan brang, dll. Agar
suatu krugian potensial (yg mgkin terjd) dpt diasuransikan (insurable) mk hrs memiliki
karakteristik, antara lain: (1) Terjdnya krugian mgndung ketdkpastian, (2) Krugian hrs
dibatasi, (3) Krugian hrs signifikan, (4) Rasio krugian dpt terprediksi, & (5) Krugian tdk
bersifat katastropis (bencana) bg penanggung.

Menurut psl 1 butir 5 UU Perasuransian: adlh prshaan yg memberikan jasa dlm


penanggulangan resiko atas kerugian, khlangan manfaat, & tggjwb hkm thdp phak ke tiga
yg timbul dr prstiwa yg tdk pasti.

B. Asuransi Sejumlah Uang (Sum Insurance)

Asuransi ini meliputi asuransi jiwa & asuransi sosial. Pembagian ini berdsrkan psl
1 butir 1 UU Perasuransian, sbb: :asuransi atau pertanggungan adlh perjanjian antara dua
phak atau lbh, dgn mana phak penanggung mengikatkan diri kpd tertanggung, dgn
menerima premi asuransi, memberikan penggantian kpd tertanggung krn krugian,
krusakan atau khilangan keuntungan yg dihrpkan, atau tggjwb hkm kpd phak ketiga yg
ngkin akan diderita tertanggung, yg timbul dr suatu prstiwa yg tdk pasti, atau
memberikan suatu pembayaran yg didsrkan atas meninggal atau hdupnya seorg yg
dipertanggungkan”.
Besarnya santunan atau penggantian dlm asuransi jiwa adlh sejlh uang tertentu yg
diperjanjikan pd saat diadakan asuransi sbg jlh santunan yg wajib dibayar oleh
penanggung kpd penikmat dlm hal terjd evenemen, atau pgmbalian kpd tertanggung sndri
dlm hal berakhirnya jangka waktu asuransi tanpa terjd evenemen. Menurut psl 305
KUHD; perkiraan jlh & syarat2 asuransi sama skali ditentukan oleh perjanjian bebas
antara tertanggung & penanggung. Dgn adanya perjanjian bebas tsb, asas kpntingan &
asas kseimbangan dlm asuransi jiwa dpt dikesampingkan.

C. Penanggung, Tertanggung, dan Penikmat

Dlm hkm asuransi minimal terdpt dua pihak, yaitu: penanggung dan tertanggung.
Penanggung: phak yg menanggung beban resiko sbg imbalan premi yg diterimanya dr
tertanggung. Apabila terjd prstiwa yg tdk tertentu (evenemen) yg menjd beban
penanggung mk penanggung berkwjiban utk mengganti kerugian. Dlm asuransi jiwa,
apabila terjd evenemen matinya tertanggung mk penanggung wajib membayar uang
santunan atau apabila berakhirnya jangka waktu asuransi tanpa terjd evenemen mk
penanggung wajib membayar sejlh uang pgmbilan kpd tertanggung.

Apabila tertanggung bkn penikmat mk hal ini dpt disamakan dgn asuransi jiwa
utk kpntingan phaak ketiga. Penikmat slaku phak ketiga tdk mempunyai kwjiban
membayar premi thdp penanggung. Asuransi diadakan utk kpntingannya, ttpi tdk atas
tggjwbnya. Apabila tertanggung mengasuransikan jiwanya sndri mk tertanggung sndri
berkedudukan sbg penikmat yg berkewjban membayar premi kpd penanggung. Dlm hal
ini, tertanggung adlh phak dlm asuransi & skligus penikmat yg berkwjiban utk membayar
premi kpd penanggung. Asuransi jiwa utk membayar phak ketiga (penikmat) hrs
dicantumkan dlm polis.

D. Evenemen Dalam Asuransi Jiwa

Psl 304 KUHD yg mengatur ttg isi polis, tdk ada ketentuan keharusan
mencantumkan evenemen dlm polis asuransi jiwa. Berbeda dgn asuransi kerugian, psl
256 ayat (1) KUHD isi polis menghrskan pencantuman bhaya2 yg menjd beban
penanggung. Dlm asuransi jiwa, yg dimaksud bhaya adlh meninggalnya org yg jiwanya
diasuransikan. Meninggalnya seseorg itu mrpakan hal yg sdh pasti. Stiap makhluk
bernyawa pasti mglami kematian. Akan ttpi kpn meninggalnya seseorg tdk dpt
dipastikan, inilah yg disebut prstiwa tdk pasti (evenemen) dlm asuransi jiwa.

E. Uang Santunan dan Pengembalian

Uang santunan adlh sejlh uang yg wajib dibyr oleh penanggung kpd penikmat dlm
hal meninggalnya tertanggung sesuai dgn kespkatan yg tercantum dlm polis. Penikmat
yg dimaksud adlh org yg ditunjuk oleh tertanggung atau org yg menjd ahli warisnya sbg
yg berhak menerima & menikmati santunan sejlh uang yg dibyr oleh
penanggung.pembayaran santunan mrpakan akibat terjdnya prstiwa, yaitu meninggalnya
tertanggung dlm jangka waktu berlaku asuransi jiwa. Berbeda dgn asuransi kerugian, pd
asuransi jiwa, penetapan besarnya nilai santunan (uang pertanggungan) ditentukan
dimuka sblm terjadinya prstiwa yg tdk pasti tsb. Nilai pertanggungan tdk berdsrkan
kerugian nyata krn dlm asuransi jiwa kerugian nyata scra financial sulit diukur nilainya.

F. Kebutuhan Jaminan yang Dapat Dipenuhi oleh Asuransi Jiwa

Kebutuhan Jaminan yang Dapat Dipenuhi oleh Asuransi Jiwa mencakup kbtuhan
pribadi & kbtuhan bisnis.

a.) Kebutuhan pribadi

Kebutuhan pribadi meliputi pydiaan biaya2 hdup final, sprit biaya yg


berkaitan dgn kematian, biaya pembayaran tagihan brupa utang atau pinjaman gy
hrs dilunasi, tunjangan keluarga, biaya pendidikan, & uang pensiun. Slain itu,
polis asuransi jiwa yg memiliki nilai tunai dpt digunakan sbg tabungan maupun
investasi.

b.) Kebutuhan Bisnis

Sprit insurance on key person (asuransi utk org2 pnting dlm prshaan),
insurance on business owners (asuransi utk pmlik bisnis), employee benefit
(ksjahteraan karyawan), contohnya asuransi jiwa & kshatan kumpulan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulam

. Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lbh, dgn mana phak
penanggung mengikatkan diri kpd “tertanggung” dgn menerima premi asuransi, utk
memberikan penggantian kpd tertanggung krn kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yg dihrpkan atau tgg jwb hkm pihak ketiga yg mgkin akan diderita
Tertanggung, yg timbul dr suatu prstiwa yg tdk pasti, atau memberikan suatu pembayaran
yg didsrkan atas meniggal atau hdupnya seseorg yg dipertanggungkan.

Asuransi memiliki beberapa prinsip yaitu iktikad baik(Good faith) ; sebab akibat
(proximaate cause); ganti rugi(Indemnity); pengalihan(subrogation) ;dan kontribusi
(coontribution). Terdapat dua Pembedaan jenis-jenis asuransi yaitu pertama berdasarkan
undang-undang persuransian dan yyang kedua berdasarrkn ilmu pengetahuan.

Anda mungkin juga menyukai