Anda di halaman 1dari 8

LBM 4 Rontgen Foto Gigi Step 1 Foto rontgen : sebuah satuan pengukuran radiasi ion di udara (sinar x atau

sinar gama) Radiasi : energi yang disalurkan dlm bntuk gelombang melalui ruang kosong atau bbrp medium biasanya mengacu pd radiasi elektromagnetik Sinar x : slh 1 bntuk dr radiasi elektromagnetik dan radiasi ion dan dpt berbahaya Sinar radioaktif yg memiliki dya tembus besar sehingga dpt mencapai semua bgian tubuh dan menimbulkan ionoisasi Proteksi diri : usaha untuk melindungi diri dari radiasi sinar x Teknik foto : suatu cara yg digunakan dlm foto rontgen untuk proteksi diri Proteksi ruangan : usaha untuk mencegah sinar radiasi memantul kemana2 Step 2 Proteksi foto rontgen Teknik foto rontgen pd gigi dan cara proteksinya terhadap radiasi sinar X Foto rontgen pd gigi Teknik dalam foto rontgen gigi Step 3 1. Definisi foto rontgen : pemaparan radiasi yg memberikan muatan 2,58 X 10 -4 coulomb per kg udara. Merupkan satuan nilai penyinaran sinar- X/ sinar gamma

2. Tujuan dan fungsi foto rontgen=pemeriksaan penunjang Tujuan n fungsi: untuk mendapatkan gambaran dan mengetahui kelainan anatomis tubuh, dpt mempertanggungjawabkan dlm memberikan perawatan selanjutnya membantu menegakkan diagnosa, juga dapat menimbulkan bahaya bagi pekerja radiasi dan masyarakat umum yang berada disekitar sumber radiasi tersebut. Besarnya bahaya radiasi ini ditentukan oleh besarnya radiasi, jarak dari sumber radiasi, dan ada tidaknya pelindung radiasi.

3. Teknik dlm foto rontgen : LI 4. Syarat2 foto rontgen : (secara biologis)

Harus di ruangan tertutup, memakai proteksi diri, operator mempunyai jarak tertentu 5. Macam2 foto rontgen : MRI Merupakan salah satu teknologi imejing diagnostic canggih yang menggunakan prinsip magnetic dan radio frekwensi, dengan metode ini akan dihasilkan gambaran organ tubuh yang diperiksa dari berbagai sudut pandang (Multiplanar). Pemeriksaan paling aman karena tanpa menggunakan sinar-X. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan pada pasien dengan alat pacu jantung, implant metal, katup jantung buatan, klip aneurisma atau bahkan logam lainnya. Contoh MRI Kepala, MRI Tulang Belakang, dll Mamografi Pemeriksaan Radiologi khusus payudara yang bertujuan mendeteksi kelainan payudara seperti tumor jinak maupun ganas. Pemeriksaan ini juga dijadikan sebagai alat deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja. Dianjurkan tidak menggunakan bedak, deodorant maupun parfum di badan sebelum pemeriksaan. CT-SCAN Merupakan pemeriksaan radiologi dimana dapat memperlihatkan secara detail irisan-irisan organ tubuh yang diolah secara komputerisasi sehingga gambaran yang dihasilkan lebih informatif jika dibandingkan dengan konvensional X-ray. Contoh CT SCAN Kepala, CT SCAN Thorax PANORAMIC Merupakan pemeriksaan radiologi khusus untuk gigi secara keseluruhan yang bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan gigi seperti posisi gigi yang tumbuhnya miring dll. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, tanpa persiapan dan perjanjian. GENERAL RADIOGRAFI Alat ini mampu memeriksa seluruh tubuh pasien, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Baik pemeriksaan yang sifatnya rutin maupun pemeriksaan khusus (perjanjian). Adapun yang dimaksud pemeriksaan khusus adalah pemeriksaan dengan cara memberika zat kontras pada pasien untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik dan informatif. Pasien perlu diperiapkan seperti puasa dan minum pencahar. Zat kontras yang diberikan dapat berupa larutan yang diminum atau dimasukan melalui anus atau berupa suntikan tergantung organ yang akan diperiksa. Zat kontras hanya berfungsi sebagai pewarna dan bukan pengobatan. Pasien harus dengan perjanjian. Contoh : BNO IVP (melihat saluran kemih), OMD(melihat saluran cerna bagian atas) 6. Sumber dan kegunaannya radiasi (elektromagnetik) :

Sinar x, gama, UV, alfa, beta, elektromagnetik (LI)

radiasi non pengion dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu radiasi optik dengan panjang gelombang antara 100 nm sampai 1 mm dan radiasi radiofrekuensi elektromagnetik antara 1 mm sampai sekitar > 100 km Radiasi Optik Kelompok radiasi optik terdiri dari 3 jenis yaitu radiasi ultra violet (UV), cahaya tampak dan infra merah (IR). Spektrum sinar UV adalah radiasi elektromagnetik yang terletak pada rentang panjang gelombang 100 nm 400 nm, dibagi atas UV-C (100 280 nm), UV-B (280 315 nm) dan UV-A (315 400 nm). Sumber radiasi UV alam adalah matahari. Namun karena adanya serapan oleh atom oksigen yang kemudian membentuk lapisan ozon, maka radiasi matahari yang sampai ke bumi (terestrial) intensitasnya lebih rendah yang meliputi UV dengan panjang gelombang 290-400 nm sedangkan panjang gelombang yang lebih pendek diserap oleh lapisan atmosfer. Sebagai penyerap utama radiasi UV, lapisan gas ini berfungsi sebagai pelindung bumi dari pajanan sebagian radiasi UV yang lebih pendek dari 340 nm. Berkurangnya lapisan ozon akibat pelepasan chloro fluorocarbon (CFC) buatan manusia ke atmosfer akan mengurangi daya proteksi ozon terhadap sinar UV dan memperbesar tingkat kerusakan akibat pajanan radiasi UV. Sumber radiasi UV buatan manusia pada dasarnya terdiri dari tiga jenis yaitu incandescent, seperti lampu halogen tungsten, lampu neon, lampu intensitas tinggi yang digunakan pada industri untuk fotopolimerisasi, lampu germisidal untuk sterilisasi dan lampu untuk pengelasan metal; dan laser UV seperti excimer laser. Spektrum cahaya tampak berada pada panjang gelombang 400-700 nm. Sumber alamiahnya adalah matahari, sedangkan sumber buatan manusia adalah lampu baca, peralatan berpendar dan laser. Laser (Light Amplification Stimulated Emission by Radiation) merupakan berkas radiasi dengan energi yang digabung dan dilipatgandakan intensitasnya. Berkas laser yang dipergunakan saat ini adalah sinar tampak dan infra merah. Sedangkan sinar infra merah terletak pada rentang panjang gelombang 770 nm 1 mm yang dibagi atas IR-A (770 nm -1,4 m), IR-B (1,4 3 m) dan IR-C (3 m 1 mm). Matahari juga merupakan sumber alamiah radiasi infra merah, sedangkan sumber buatan manusia antara lain lampu infra merah yang umumnya digunakan sebagai pemanas, laser dan LED (Light Emission Diode). 7. Sifat dari masing2 sinar rontgen: LI

Karakteristik Sinar Radioaktif


a. Sinar alfa ( )

Sinar alfa merupakan radiasi partikel yang bermuatan positif. Partikel sinar alfa sama dengan inti helium -4, bermuatan +2e dan bermassa 4 sma. Partikel alfa adalah partikel terberat yang dihasilkan oleh zat radioaktif. Sinar alfa dipancarkan dari inti dengan kecepatan sekitar 1/10 kecepatan cahaya. Karena memiliki massa yang besar, daya tembus sinar alfa paling lemah diantara diantara sinar-sinar radioaktif. Diudara hanya dapat menembus beberapa cm saja dan tidak dapat menembus kulit. Sinar alfa

dapat dihentikan oleh selembar kertas biasa. Sinar alfa segera kehilangan energinya ketika bertabrakan dengan molekul media yang dilaluinya. Tabrakan itu mengakibatkan media yang dilaluinya mengalami ionisasi. Akhirnya partikel alfa akan menangkap 2 elektron dan berubah menjadi atom helium
b. Sinar beta ( )

Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Sinar beta merupakan berkas elektron yang berasal dari inti atom. Partikel beta yang bemuatan-l e dan bermassa 1/836 sma. Karena sangat kecil, partikel beta dianggap tidak bermassa sehingga dinyatakan dengan notasi . Energi sinar beta sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar dari sinar alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah. Sinar beta paling energetik dapat menempuh sampai 300 cm dalam uadara kering dan dapat menembus kulit.
c. Sinar gamma ( )

Sinar gamma adalah radiasi elektromagnetek berenergi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa. Sinar gamma dinyatakan dengan notasi . Sinar gamma mempunyai daya tembus. Selain sinar alfa, beta, gamma, zat radioaktif buatan juga ada yang memancarkan sinar X dan sinar Positron. Sinar X adalah radiasi sinar elektromagnetik
Partikel-a mempunyai daya ionisasi yang kuat karena muatannya positif. Ia lebih mudah menarik elektron bebas dari atom-atom. Partikel- memiliki daya ionisasi yang kurang kuat dan partikel-? memiliki daya ionisai paling lemah. Untuk mengionisasi atom sinar radioaktif akan menggunakan energi yang dimilikinya, sehingga semakin kuat daya ionisasinya semakin banyak energinya yang hilang. Hal ini tentu saja berpengaruh pada daya tembusnya. Sinar-? memiliki daya tembus paling kuat , kemudian sinar- dan yang paling lemah adalah sinar-a. Di udara terbuka sinar-a akan kehilangan banyak energi karena mengionisasi molekul-molekul udara sehingga hanya memiliki jangkauan beberapa centimeter saja. 8. Alasan dilakukan foto rontgen : Krn ada masalah pd tulang dan organ dalam 9. Pengaruh radiasi thdp gigi : merusak jaringan dan sel, kemungkinan terkena penyakit kanker Efek pajanan kronik radiasi UV lebih serius daripada efek pajanan akut, efek yang merugikan pada mata termasuk penebalan konjungtiva, katarak, dan kanker konjungtiva. Efek kronik pada kulit yang paling penting adalah kanker kulit. Sedangkan efek akut berupa peradangan pada mata dan kulit. 10.Nilai ambang sinar radiasi : LI 11.Cara proteksi diri (penderita, operator, ruangan) : Ruangan :atap dan dinding terbuat dari beton, Lapisan dindingnya khusus, Operator : berada di ruangan sendiri dlm jarak tertentu

Penderita : perlindungan seluruh tubuh (LI)

Upaya untuk melindungi pekerja radiasi serta masyarakat umum dari ancaman bahaya radiasi dapat dilakukan dengan cara : 1. Mendesain ruangan radiasi sedemikian rupa sehingga paparan radiasi tidak melebihi batas-batas yang dianggap aman. 2. Melengkapi setiap ruangan radiasi dengan perlengkapan proteksi radiasi yang tepat dalam jumlah yang cukup. 3. Melengkapi setiap pekerja radiasi dan pekerja lainnya yang karena bidang pekerjaannya harus berada di sekitar medan radiasi dengan alat monitor radiasi. 4. Memakai pesawat radiasi yang memenuhi persyaratan keamanan radiasi. 5. Membuat dan melaksankan prosedur bekerja dengan radiasi yang baik dan aman.

1. Desain dan paparan di ruangan radiasi a. Ukuran Ruangan Radiasi Ukuran minimal ruangan radiasi sinar-x adalah panjang 4 meter, lebar 3 meter, tinggi 2,8 meter. Ukuran tersebut tidak termasuk ruang operator dan kamar ganti pasien. b. Tebal Dinding Tebal dinding suatu ruangan radiasi sinar-x sedemikian rupa sehingga penyerapan radiasinya setara dengan penyerapan radiasi dari timbal setebal 2 mm. Tebal dinding yang terbuat dari beton dengan rapat jenis 2,35 gr/cc adalah 15 cm. Tebal dinding yang terbuat dari bata dengan plester adalah 25 cm. c. Pintu dan Jendela Pintu serta lobang-lobang yang ada di dinding (misal lobang stop kontak, dll) harus diberi penahan-penahan radiasi yang setara dengan 2 mm timbal. Di depan pintu ruangan radiasi harus ada lampu merah yang menyala ketika meja kontrol pesawat dihidupkan. Tujuannya adalah : Untuk membedakan ruangan yang mempunyai paparan bahaya radiasi dengan ruangan yang tidak mempunyai paparan bahaya radiasi. Sebagai indikator peringatan bagi orang lain selain petugas medis untuk tidak memasuki ruangan karena ada bahaya radiasi di dalam ruangan tersebut. Sebagai indikator bahwa di dalam ruangan tersebut ada pesawat rontgen sedang aktif. Diharapkan ruangan pemeriksaan rontgen selalu tertutup rapat untuk mencegah bahaya paparan radiasi terhadap orang lain di sekitar ruangan pemeriksaan rontgen. Jendela di ruangan radiasi letaknya minimal 2 meter dari lantai luar. Bila

ada jendela yang letaknya kurang dari 2 meter harus diberi penahan radiasi yang setara dengan 2 mm timbal dan jendela tersebut harus ditutup ketika penyinaran sedang berlangsung. Jendela pengamat di ruang operator harus diberi kaca penahan radiasi minimal setara dengan 2 mm timbal. d. Paparan Radiasi Besarnya paparan radiasi yang masih dianggap aman di ruangan radiasi dan daerah sekitarnya tergantung kepada pengguna ruangan tersebut. Untuk ruangan yang digunakan oleh pekerja radiasi besarnya paparan 100 mR/minggu. Untuk ruangan yang digunakan oleh selain pekerja radiasi besarnya paparan 10 mR/minggu. 2. Perlengkapan Proteksi Radiasi a.Pakaian Proteksi Radiasi (APRON) Setiap ruangan radiasi disediakan pakaian proteksi radiasi dalam jumlah yang cukup dan ketebalan yang setara dengan 0,35 mm timbal. b.Sarung tangan timbal Setiap ruangan fluoroskopi konvensional harus disediakan sarung tangan timbal. 3. Alat monitor Radiasi a. Film Badge Setiap pekerja radiasi dan/atau pekerja lainnya yang karena bidang pekerjaannya harus berada di sekitar medan radiasi diharuskan memakai film badge setiap memulai pekerjaannya setiap hari. Film badge dipakai pada pakaian kerja pada daerah yang diperkirakan paling banyak menerima radiasi atau pada daerah yang dianggap mewakili penerimaan dosis seluruh tubuh seperti dada bagian depan atau panggul bagian depan. b. Survey meter Di unit radiologi harus disediakan alat survey meter yang dapat digunakan untuk mengukur paparan radiasi di ruangan serta mengukur kebocoran alat radiasi. 4. Pesawat Radiasi a. Kebocoran tabung Tabung pesawat rontgen (tube) harus mampu menahan radiasi sehingga radiasi yang menembusnya tidak melebihi 100 mR per jam pada jarak 1 meter dari fokus pada tegangan maksimum. b. Filter Filter radiasi harus terpasang pada setiap tabung pesawat rontgen. c. Diafragma berkas radiasi Diafragma berkas radiasi pada suatu pesawat harus berfungsi dengan

baik. Ketebalan difragma minimal setara dengan 2 mm timbal. Posisi berkas sinar difragma harus berhimpit dengan berkas radiasi. d. Peralatan Fluoroskopi Tabir flouroskopi harus mengandung gelas timbal dengan ketebalan yang setara dengan 2 mm timbal untuk pesawat rontgen berkapasitas maksimum 100 KV atau 2,5 mm timbal untuk pesawat rontgen berkapasitas maksimum 150 KV. Karet timbal yang digantungkan pada sisi tabir flouroskopi harus mempunyai ketebalan setara dengan 0,5 timbal dengan ukuran 45 x 45 cm. Tabung peswat rontgen dengan tabir flouroskopi harus dihubungkan secara permanen dengan sebuah stop kontak otomatis harus dipasang untuk mencegah beroperasinya pesawat apabila pusat berkas radiasi tidak jatuh tepat di tengah-tengah tabir flouroskopi. Semua peralatan flouroskopi harus dilengkapi dengan tombol pengatur waktu yang memberikan peringatan dengan bunyi sesudah waktu penyinaran terlampaui. Penyinaran akan berakhir jika pengatur waktu tidak di reset dalam waktu satu menit. 5. Pemeriksaan Kesehatan Setiap pekerja radiasi harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala sedikitnya sekali dalam setahun. 6. Kalibrasi Pesawat Rontgen Pesawat rontgen harus dikalibrasi secara berkala terutama untuk memastikan penunjukkan angka-angkanya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 7. Dosis Radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi Dosis tertinggi yang diizinkan untuk diterima oleh seorang pekerja radiasi didasarkan atas rumus dosis akumulasi : D = 5 ( N - 18 ) rem D :Dosis tertinggi yang diizinkan untuk diterima oleh seorang pekerja radiasi selama masa kerjanya N :Usia pekerja radiasi yang bersangkutan dinyatakan dalam tahun 18:Usia minimum seseorang yang diizinkan bekerja dalam medan radiasi dinyatakan dalam tahun Jumlah tertinggi penerimaan dosis rata-rata seorang pekerja radiasi dalam jangka waktu 1 tahun ialah 5 rem. Jumlah tertinggi penerimaan dosis rata-rata seorang pekerja radiasi dalam jangka waktu 13 minggu ialah 1,25 rem . Sedangkan untuk wanita hamil 1 rem. Jumlah tertinggi penerimaan dosis rata-rata seorang pekerja radiasi dalam jangka waktu satu minggu adalah 0,1 rem. 8. Ekstra Fooding Rumah sakit berkewajiban menyediakan makanan ekstra puding yang bergizi bagi pekerja radiasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radiasi.

9. Prosedur Kerja di Ruangan Radiasi 1. Menghidupkan lampu merah yang berada di atas pintu masuk ruang pemeriksaan. 2. Berkas sinar langsung tidak boleh mengenai orang lain selain pasien yang sedang diperiksa. 3. Pada waktu penyinaran berlangsung, semua yang tidak berkepentingan berada di luar ruangan pemeriksaan , sedangkan petugas berada di ruang operator. Kecuali sedang menggunakan flouroskopi maka petugas memakai pakaian proteksi radiasi. 4. Waktu pemeriksaan harus dibuat sekecil mungkin sesuai dengan kebutuhan. 5. Tidak menyalakan flouroskopi apabila sedang ada pergantian kaset. 6. Menghindarkan terjadinya pengulangan foto. 7. Apabila perlu pada pasien dipasang gonad shield. 8. Ukuran berkas sinar harus dibatasi dengan diafragma sehingga pasien tidak menerima radiasi melebihi dari yang diperlukan. 9. Apabila film atau pasien memerlukan penopang atau bantuan, sedapat mungkin gunakan penopang atau bantuan mekanik. Jika tetap diperlukan seseorang untuk membantu pasien atau memegang film selama penyinaran maka ia harus memakai pakaian proteksi radiasi dan sarung tangan timbal serta menghindari berkas sinar langsung dengan cara berdiri disamping berkas utama. 10. Pemeriksaan radiologi tidak boleh dilakukan tanpa permintaan dari dokter. 10. Prosedur Kerja di Ruang ICU dengan menggunakan Mobile Unit X-Ray 1. Berkas sinar langsung tidak boleh mengenai orang lain selain pasien yang sedang diperiksa. 2. Pada waktu penyinaran berlangsung, semua petugas harus berada sejauh mungkin dari pasien dan memakai pakaian proteksi radiasi. 3. Waktu pemeriksaan harus dibuat sekecil mungkin sesuai dengan kebutuhan. 4. Menghindarkan terjadinya pengulangan foto. 5. Apabila perlu pada pasien dipasang gonad shield. 6. Ukuran berkas sinar harus dibatasi dengan diafragma sehingga pasien tidak menerima radiasi melebihi dari yang diperlukan. 7. Apabila film atau pasien memerlukan penopang atau bantuan, sedapat mungkin gunakan penopang atau bantuan mekanik. Jika tetap diperlukan seseorang untuk membantu pasien atau memegang film selama penyinaran maka ia harus memakai pakaian proteksi radiasi dan sarung tangan timbal serta menghindari berkas sinar langsung dengan cara berdiri disamping berkas utama. 12.Hasil atau gambaran dan interpretasi foto rontgen pd gigi : LI Odontoma= gigi bersatu dgn tulang Step 4