Anda di halaman 1dari 8

Jenis-jenis RADIASI, Manfaat, Akibat,dan Penanggulangan Akibat Radiasi

Abstrak Radio, handphone, komputer, laptop, cahaya matahari maupun sinar x atau yang sering kita sebut rontgen jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh kita saat kita sakit, hal-hal seperti itu sudah tidak asing kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari.Benda-benda tersebut memancarkan sesuatu yang disebut radiasi.Radiasi yang merupakan meteri dalam berbagi bentuk yang dipancarkan dari sumbernya dan dapat diserap oleh materi lain yang bebrapa diantaranya berbahaya ini memiliki beberapa jenis seperti radiasi yang bersifai mengionisasi dan radiasi yang bersifat tidak mengionisasi, radiasi juga memiliki satuan yang berbeda dalam berbagai penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, penngunaan radiasi tersebut ada dalam berbagai bidang seperti dalam bidang kedokteran, komunikasi, IPTEK, maupun industri.Radiasi yang bermanfaat untuk berbagai bidang, radiasi juga memiliki efek atau akibat yang ditimbulkannya yang dapat merugikan atau membahayakan baik untuk manusia maupun lingkungan. Meski radiasi tidak dapat kita hindari namun efek yang ditimbulkannya dapat kita kurangi dengan berbagai tindakan pencegahan. Abstract Radio, mobile phones, computers, laptops, solar light or x-rays or often we call rontgen if we want to know what goes on in our bodies when we are sick, things like that are familiar we encounter in our daily lives . these objects emit something called radiasi.Radiasi meteri which is emitted in the form of sharing of the source and can be absorbed by other materials such as hazardous bebrapa has several types like bersifai ionizing radiation and non-ionizing radiation that is, radiation also have different units in a variety of use in everyday life, the use of radiation exists in various fields such as in medicine, communications, science and technology, as well as industri.Radiasi useful for a variety of fields, radiation also has the effect or consequences thereof which may be detrimental or harmful to humans and the environment. Although radiation can not be prevented, but its effect can be cut with a variety of preventive measures. 1.PENDAHULUAN

2. PEMBAHASAN a.Pengertian Radiasi Dikatakan bahwa Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang,yang akhirnya energi tersebut diserap oleh benda lain. Apa yang membuat radiasi juga dikenal dengan energi yang memancarkan (yaitu, bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber. Geometri ini secara alami mengarah pada sistem pengukuran dan unit fisik yang sama berlaku untuk semua jenis radiasi. b. Jenis-Jenis Radiasi Dalam keseharian, kita mengenal berbagai macam radiasi.Radiasi yang ada di sekitar kita dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti radiasi ionisasi (misalnya, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan zat radioaktif), tetapi juga terdapat radiasi yang non ionisasi atau elektromagnetik (yaitu, gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan X-ray), radiasi akustik, atau untuk proses lain yang lebih jelas. Yang pertama, radiasi ionisasi, adalah radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari cangkang atom elektron, yang akan memberikan muatan (positif). Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi, dan dapat menyebabkan mutasi dan kanker.Jenis radiasi umumnya terjadi di limbah radioaktif peluruhan radioaktif dan sampah. Oleh Ernest Rutherford, menemukan 3 jenis sinar yang termasuk radiasi ionisasi yaitu; Alfa, Beta, dan sinar gamma..Ketiga radiasi tersebut ditemukannya melalui percobaan sederhana, Rutherford menggunakan sumber radioaktif dan menemukan bahwa sinar menghasilkan mengenai tiga daerah yang berbeda. Salah satu dari sinar tersebut menjadi positif, satu yang lain bersifat netral, dan salah satu lainnya menjadi negatif. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan radiasi yang terdiri dari tiga sinar. Beliau memberi nama yang diambil dari tiga huruf pertama dari abjad Yunani yaitu alfa, beta, dan gamma. Radiasi ionisasi pertama adalah radiasi alpha () yaitu radiasi atom mempunyai massa partikel sekitar empat kali massa partikel hydrogen. Sinar alfa merupakan inti atom helium bermuatan positif yang dipengaruhi medan magnet dengan lambang : atau 2He4.Jika sinar alfa mengenai suatu materi, akan memberikan sebagian energinya pada electron terluar materi itu sehingga dapat tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Sinar alfa merupakan partikel inti helium bermuatan 2e, bermassa 4sma Kemudian radiasi ionisasi kedua yaitu Radiasi beta () adalah jenis peluruhan radioaktif di mana partikel beta (elektron atau positron dipancarkan.).Radiasi beta-minus ()terdiri dari sebuah elektron yang penuh energi. Radiasi ini kurang terionisasi daripada alfa, tetapi lebih daripada sinar gamma.Elektron seringkali dapat dihentikan dengan beberapa sentimeter logam. radiasi ini terjadi ketika peluruhan neutron menjadi proton dalam nukleus, melepaskan partikel beta dan sebuah antineutrino. Radiasi beta plus (+) adalah emisi positron.Jadi, tidak seperti , peluruhan + tidak dapat terjadi dalam isolasi, karena memerlukan energi, massaneutron lebih besar daripada massa proton. peluruhan + hanya dapat terjadi di dalam nukleus ketika nilai energi yang mengikat dari nukleus induk lebih kecil dari nukleus.

Ketiga, radiasi gamma () atau sinar gamma adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Radiasi gamma terdiri dari foton dengan frekuensi lebih besar dari 1019 Hz. Radiasi gamma bukan elektron atau neutron sehingga tidak dapat dihentikan hanya dengan kertas atau udara, penyerapan sinar gamma lebih efektif pada materi dengan nomor atom dan kepadatan yang tinggi. Bila sinar gamma bergerak melewati sebuah materi maka penyerapan radiasi gammaproporsional sesuai dengan ketebalan permukaan materi tersebut. Sinar gamma muncul dari inti atom yang tidak stabil, karena atom tersebut memiliki energi yang tidak sesuai dengan kondisi dasarnya (groundstate). Energi gamma yang muncul antara satu radioisotop dengan radioisotop yang lain, adalah berbeda, karena setiap radionuklida memiliki emisi yang spesifik. Yang kedua, radiasi non-ionisasi adalah radiasi yang mengacu pada jenis radiasi yang tidak membawa energi yang cukup per foton untuk mengionisasi atom atau molekul. Ini terutama mengacu pada bentuk energi yang lebih rendah dari radiasi elektromagnetik (yaitu, gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang tampak). Dampak dari bentuk radiasi pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari. Alih-alih membentuk ion berenergi ketika melewati materi, radiasi elektromagnetik memiliki energi yang cukup hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensi molekul dan atom. Namun demikian, efek biologis yang berbeda diamati untuk berbagai jenis radiasi non-ionisasi. Radiasi Neutron adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. Neutron ini bisa mengeluarkan selama baik spontan atau induksi fisi nuklir, proses fusi nuklir, atau dari reaksi nuklir lainnya. Ia tidak mengionisasi atom dengan cara yang sama bahwa partikel bermuatan seperti proton dan elektron tidak (menarik elektron), karena neutron tidak memiliki muatan. Namun, neutron mudah bereaksi dengan inti atom dari berbagai elemen, membuat isotop yang tidak stabil dan karena itu mendorong radioaktivitas dalam materi yang sebelumnya non-radioaktif. Proses ini dikenal sebagai aktivasi neutron. Radiasi elektromagnetik mengambil bentuk gelombang yang menyebar dalam udara kosong atau dalam materi. Radiasi EM memiliki komponen medan listrik dan magnetik yang berosilasi pada fase saling tegak lurus dan ke arah propagasi energi. Radiasi elektromagnetik diklasifikasikan ke dalam jenis menurut frekuensi gelombang, jenis ini termasuk (dalam rangka peningkatanfrekuensi): gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, radiasi inframerah, cahaya yang terlihat, radiasi ultraviolet, sinarX dan sinar gamma. Dari jumlah tersebut, gelombang radiomemiliki panjang gelombang terpanjang dan sinar gamma memiliki terpendek. Sebuah jendela kecil frekuensi, yang disebut spektrum yang dapat dilihat atau cahaya, yang dilihat dengan mata berbagai organisme, dengan variasi batas spektrum sempit ini. EM radiasi membawa energi dan momentum, yang dapat disampaikan ketika berinteraksi dengan materi. Cahaya adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang terlihat oleh mata manusia (sekitar 400-700 nm), atau sampai 380-750 nm. Lebih luas lagi, fisikawan menganggap cahayasebagai radiasi elektromagnetik dari semua panjang gelombang, baik yang terlihat maupun tidak.Radiasi termal adalah proses dimana permukaan benda memancarkan energi panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik. radiasi infra merah dari radiator rumah tangga biasa atau pemanas listrik adalah contoh radiasi termal, seperti panas dan cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah bola lampu pijar bercahaya. Radiasi termal dihasilkan ketika panas dari pergerakan partikel bermuatan dalam atom diubah menjadi radiasi elektromagnetik. Gelombang frekuensi yang

dipancarkan dari radiasi termal adalah distribusi probabilitas tergantung hanya pada suhu, dan untuk benda hitam asli yang diberikan oleh hukum radiasi Planck. hukum Wien memberikan frekuensi paling mungkin dari radiasi yang dipancarkan, dan hukum Stefan-Boltzmann memberikan intensitas panas. c.Penggunaa Radiasi Sebagai sebuah materi yang ada dalam berbagai bentuk, radiasi dapat dimanfaatkan dalm berbagai bidang ilmu pengetahuan baik dalam bidang ilmu kedokteran, komunikasi, IPTEK, dan industri. Dalam ilmu kedokteran radiasi digunakan untuk terapi kangker dimana Sumber radiasi yang berasal dari sinar-X dan sinar gamma, untuk memusnahkan sel ganas yang ada didalam tubuh. Nuklida 131I yang memancarkan sinar beta bermanfaat dalam pengobatan kanker tiroid sebab iodine diambil secara terpilih oleh kelenjar tiroid.Kemudian adanya alat pemacu jantung. Alat ini menggunakan peluruhan sejumlah kecil 238 Pu radioaktif untuk diubah menjadi energy listrik.Selain itu dalam ilmu kedokteran radiasi juga digunakan dengan adanya tomografi pancaran positron atau PET merupakan teknik diagnostic penting yang menggunakan radiasi serta adanya alat radiografi yang digunakan untuk mengetahui bagian dalam organ tubuh seperti tulang, paru - paru dan jantung. Dalam ilmu komunikasi radiasi digunakan adalah radiasi elektromagnetik karena Semua sistem komunikasi modern menggunakan bentuk radiasi elektromagnetik. Variasi intensitas radiasi berupa perubahan suara, gambar, atau informasi lain yang sedang dikirim. Misalnya, suara manusia dapat dikirim sebagai gelombang radio atau gelombang mikro dengan membuat gelombang bervariasi sesuai variasi suara. Dalam bidang IPTEK, Para peneliti menggunakan atom radioaktif untuk menentukan umur bahan yang dulu bagian dari organisme hidup. Usia bahan tersebut dapat diperkirakan dengan mengukur jumlah karbonradioaktif mengandung dalam proses yang disebut penanggalan radiokarbon. Kalangan ilmuwan menggunakan atom radioaktif sebagai atom pelacak untuk mengidentifikasi jalur yang dilalui oleh polutan di lingkungan.Radiasi juga digunakan untuk menentukan komposisi bahan dalam proses yang disebut analisis aktivasi neutron. Dalam proses ini, para ilmuwan membombardir contoh zat dengan partikel yang disebut neutron. Beberapa atom dalam sampel menyerap neutron dan menjadi radioaktif. Para ilmuwan dapat mengidentifikasi elemenelemen dalam sampel dengan mempelajari radiasi yang dilepaskan. Selain itu berdasarkan review sebuah jurnal bahwa dalam membuat alat anti radiasi dapt kita gunakan logam Boron Karbida dan titanium untuk menyerap radiasi yang dipancarkan, dalam jurnal tersebut dikatakan bahwa ukuran boron mempengaruhi besarnya radiasi yang dipancarkan kembali sehingga semakin besar ukuran boron karbida makan semakin kecil radiasi yang dipancarkan. Dalam bidang industri penggunaan radioisotop antara lain untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton. Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke dalam aliran pipa kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton. Penyinaran radiasi dapat digunakan untuk menentukan keausan atau kekeroposan yang terjadi pada bagian pengelasan antarlogam. Jika bahan ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan gambar yang tidak merata. Radiasi sinar gamma juga digunakan dalam vulkanisasi lateks alam. Penggunaan zat radioaktif dalam bidang industri yang lainnya adalah untuk mengatur ketebalan besi baja, kertas, dan plastik; dan untuk menentukan sumber minyak bumi.

d. Satuan Radiasi Radiasi yang telah kita kenal memiliki satuan yang berbeda dalam berbagai penggunaan radiasi dalam berbagai kegiatan manusia yaitu; pertama, Satuan untuk paparan radiasi, dinyatakan dengan satuan Rontgen, atau sering disingkat dengan R saja, adalah suatu satuan yang menunjukkan besarnya intensitas sinar-X atau sinar gamma yang dapat menghasilkan ionisasi di udara dalam jumlah tertentu. Satuan Rontgen penggunaannya terbatas untuk mengetahui besarnya paparan radiasi sinar-X atau sinar Gamma di udara. Satuan Rontgen belum bisa digunakan untuk mengetahui besarnya paparan yang diterima oleh suatu medium, khususnya oleh jaringan kulit manusia.Satuan radiasi yang diterima kulit adalah Gy (Gray) Kedua, Satuan untuk dosis absorbsi medium.Radiasi pengion yang mengenai medium akan menyerahkan energinya kepada medium. Dalam hal ini medium menyerap radiasi. Untuk mengetahui banyaknya radiasi yang terserap oleh suatu medium digunakan satuan dosis radiasi terserap atau Radiation Absorbed Dose yang disingkat Rad. Jadi dosis absorbsi merupakan ukuran banyaknya energi yang diberikan oleh radiasi pengion kepada medium. Dalam satuan SI, satuan dosis radiasi serap disebut dengan Gray yang disingkat Gy.Ketiga, Satuan dosis ekuivalen, Satuan untuk dosis ekuivalen lebih banyak digunakan berkaitan dengan pengaruh radiasi terhadap tubuh manusia atau sistem biologis lainnya. Dosis ekuivalen ini semula berasal dari pengertian Rontgen equivalen of man atau disingkat dengan Rem yang kemudian menjadi nama satuan untuk dosis ekuivalen. e.Fenomena dan Dampak Radiasi Banyaknya sumber radiasi yang ada di sekitar kita baik dari alam maupun buatan manusia menyebabkan kita sebagai manusia dan linkungan sekitar kita mengalami efek radiasi yang ditimbulkan.Berdasarkan fenomena yang menghasilkan radiasi yang terjadi di bumi kita ini menyebabkan kita dan lingkungan kitalah yang kena imbasnya.Contoh fenomena yang menyebabkan radiasi adalah bom atom nuklir oleh Amerika serikat di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang tahun 1945, kemudian fenomena kebocoran reaktor nuklir di Fukushima jepang yang terjadi akibat tsunami, kemudian hal yang sama juga terjadi di rusia tepatnya di sebelah utara kiev yang menyebabkan banyak kerugian, selian itu terdapat fenomena radiasi kabah yang tidak berujung, namun radiasi yang dipancarkan ini tidak berdampak buruk untuk kesehatan karena berdasarkan penelitian penduduk yang hidup di sekitar mekkahhidup lebih sehat karena energi yang dipancarkan kabah, menurut para ahli muslim itulah sebabnya ketika mengelilingi kabah seseorang akan merasa seperti mendapatkan energi yang sangat besar. Itulah beberapa fenomena mengenai radiasi yang ada di sekitar kita, dari berbagai fenomena tersebut banyak efek dan akibat yang terjadi dan banyak diantaranya membahayakan makhluk hidup di bumi ini.Akibat tersebut dapat disebabkan dari radiasi ionisasi seperti nuklir maupun radiasi non-ionisasi seperti radiasi matahari dan gelombang elektromagnetik. Radiasi yang disebabkan oleh radiasi nuklir dapat berupa demam, mual, muntah, mutasi genetika, gangguan sistem syaraf, kanker, gangguan sistem reproduksi,hingga kematian tergantung seperapa besar radiasi yang kita terima. Tidak jauh berbeda dengan dampak radiasi nuklir atau radiasi ionisasi, radiasi non ionisasi juga berdampak buruk, dampak radiasi dari paparan radiasi sinar matahari yang mengandung UV, inframerah,cahaya nampak dengan kecepatan 3,0 x 108 m/s sehingga butuh 8 menit untuk cahaya matahari sampai ke bumi.Karena kandungannya inilah maka semkin lama kita terkena paparan sinar matahari apalagi dise karang ini lapisan atmosfer bumi semikin tipi sehingga sinar UV semin tinggi intensitasnya mengenai kulit kita, dampak yang dapat ditimbulkan dari paparan sinar matahari cukup serius bagi kesehatan manusia ketika paparannya cukup lama, radiasi matahari

menyebabkan kuliteberjerawat, penuaan dini,kulit menjadi gelap, dan yang paling parah adalah kanker kulit.Radiasi elektromagnetik juga dapat memberi dampak
buruk bagi manusia, dampak yang dapat ditimbulkan adalah dapat mengubah DNA manusia, memicu kanker otak,m enurunkan daya ingat , merusak sel-sel darah, penyebab kanker otak lebih dari 25% , 21% meningkatkan resiko tumor pada anak, 35 mempengaruhi kualitas sperma, 50% meningkatkan kanker testis. f.Pencegahan Efek Radiasi Setelah mengetahui betapa berbahayanya terkena radiasi, baik radiasi nuklir, cahaya maupun radiasi elektromagnetik, sebaiknya kita mengetahui cara mengurangi paparan radiasi bagi tubuh kita. Secara umum ada beberapa hal keseharian yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi dampak radiasi jika berada di zona yang mungkin terkena dampak radiasi namun masih diperbolehkan beraktivitas di luar rumah, antara lain dengan mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh. Sebisa mungkin selama 10 hari tidak sering-sering berada di luar ruangan karena radiasi minimal dipengaruhi jarak dan waktu. Banyak minum air dan makan-makanan yang mengandung yodium termasuk buah apel. Mandi menggunakan shower usai bepergian. Mengunakan payung saat keluar rumah, terutama di kawasan radius 100 km. Memakai baju berbeda saat di luar dan di dalam rumah. Tidak meminum air dari kran.Untuk mengurangi efek radiasi cahaya matahari adalah dengan menggunakan saublock setiap hari sekalipun di rumah dengan SPF minimal 15%,kemudian jangan menggunakan sabun tubuh untuk membersihkan wajah karena kadar sensivitas kulitnya berbeda, dan gunakan pelembab yang sesuai dengan jenis wajah. Kulit berminyakpun tetap harus menggunakan pelembab setiap hari. Radiasi elektromagnetik yang ada pada benda elektronik seperti handphone dan komputer juga dapat kita kurangi efek radiasinya. Untuk radiasi handphone dengan cara menjauhkan handphone saat menelpon seperti menggunakan earphone, jangan gunakan handphone untuk menelpon di tempat dengan sinyal lemah karena radiasinya semakin besar, dan hindari penggunaan handphone pada anak-anak karena otak mereka

lebih cepat menerima radiasi, serta dapat dengan menempelkan stiker anti
radiasi.Sedangkan untuk menghindari radiasi komputer adalah dengan menata letak komputer diusahakan juga untuk bagian belakang komputer tidak menghadap ke orang lain karena radiasi yang paling besar ditimbulkan adalah bagian belakang komputer, kemudian menjaga jarak mata ke komputer (min.30cm), mengatur tinggi rendah monitor agar sejajar dengan mata, jangan menggunakan komputer diruang yang pencahayaannya kurang, dan gunakan monitor yang sudah berbentuk plasma / slim. 3. KESIMPULAN dan SARAN Berdasarkan informasi dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa radiasi memili beberapa jenis, memiliki banyak dampak bagi manusia dan lingkungan namun juga memiliki banyak manfaat apabila digunakan dengan benar.Akibat radiasi juga dapat kita kurang dengan melakukan bebrapa langkah pencegahan.Sebaiknya kita sebagai manusia yang diciptakan tuhan memiliki akal, pikiran, dan perasaan dapat menggunakan radiasi ini untuk sesuatu yang bermanfaat sehingga tidak memberikan dampak berbahaya baik untuk manusia itu sendiri dan linkungannya. Referensi http://radiologiymc.blogspot.com/2010/08/pengertian-radiasi.html Diakset pada 17 Februari 2013

http://aji-wijayanto.blog.ugm.ac.id/2012/05/31/macam-macam-radiasi/ Diakses pada 17 Februari 2013 http://aji-wijayanto.blog.ugm.ac.id/2012/05/31/hp-dan-komputer/ Diakses pada 18 Februari 2013 http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi Diakses pada 18 Februari 2013 http://akulisfatul.blogspot.com/2011/05/pemanfaatan-radioaktif-dalam-berbagai.html Diakses pada 19 Februari 2013 http://www.forumbebas.com/thread-118174.html Diakses pada 19 Februari 2013 http://przyrbwn.icm.edu.pl/APP/apphome.html Diakses pada 19 Februari 2013 http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2106427-pengertian-sinar-alfa/ Diakses pada 20 Februari 2013 Buyuk, B,Tugrul,A.B, Aktop.S, & Addemir,A.O 2013,Investigation on the Effect of Boron Carbide Particle Size on Radiation Shieldings Properties of Boron Carbide-Titanium Diboride Composites, Proceeding of 2nd International Congress, vol.123, no.2, pp.177-179.

SUPLEMEN Radiasi benda penyebab kanker Hand phone 90 % - Laptop/computers 85 % - TV /AC 70 % - Kendaraan 80 % - Polusi 90 % - Listrik / Electric 70 % - Obat2 an / Pola Hidup 50 % Radiasi kosmogenis atau sinar kosmis (cosmis rays) adalah radiasi alam yang berasal dari angkasa luar dan sampai ke bumi.[1] Sebelum sampai ke bumi, radiasi kosmogenis ini berinteraksi dengan partikel-partikel sub-atomik yang ada di ruang angkasa membentuk senyawa atau atom baru yang memperkaya atom ataupun senyawa yang sudah ada di bumi.[1] Radiasi kosmogenis berasal dari ledakan supernova dan Matahari sifat-sifat sinar alfa sebagai berikut : 1. dipengaruhi antara 1,4 x 107 m.s-1 sampai dengan 2,2 x 107 m.s-1 atau kira-kira 1/10 kali kecepatan rambat cahaya 2. mempunyai energi 5,3 MeV sampai 10,5 MeV 3. dapat menghitamkan film 4. daya tembusnya paling lemah jika dibandingkan sinar dan sinar 5. dapat menembus kertas atau lempeng alumunium setebal 0,04 mm 6. daya iosinasinya paling kuat

7. lintasan di dalam bahan radioaktif berupa garis lurus. Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif, radionuklida dapat memancarkan radiasi, radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian.Produksi radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif. Zona radiatif matahari adalah daerah yang menyelubungi inti Matahari.Energi dari inti dalam bentuk radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang lebih luar.Kepadatan zona radiatif adalah sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian dalam ke luar antara 7 juta hingga 2 juta derajat Celcius.Suhu dan densitas zona radiatif masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi nuklir. Dampak Radiasi Gelombang Elektromagnetik Pada HandPhone 1.Mudah mengantuk. (Penelitian Electromagnetic Academy) 2.Susah tidur. ( Penelitian dari Jepang, Belgia, Swedia dan Australia) 3.Menurunkan tingkat kecerdasan. (Hasil riset ahli psikologi Inggris) 4.Mempengaruhi fungsi otak pada anak-anak. (Swinburne University of Technology Australia) 5.Pemicu kanker mulut. (Penelitian di Israel) 6.Pemicu kanker otak. (Dr. Lennart Hardell, Univarsity Hospital Orebro Swedia) 7.Berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan. (Penelitian di Amerika) 8.Membuat tuli. (Penelitian di India) 9.Mempengaruhi tingkat kesuburan pada pria. (Dr. Ashok Agarwal) 10.Penyebab infeksi mulut 11.Peningkatan Resiko Autis pada anak-anak ( Penelitian 5 tahun Internal BalanceUSA) 12.Resiko Stroke akibat perubahan protein Albumin serta mempengaruhi fungsi enzim dan protein. ( Penelitian Univ. Lund-Swedia) 13.Merusak DNA, mengganggu perkembangan otak pada anak & memicu perkembangan Tumor Otak (National Radilogy Protection Board-Inggris) 14.Membuat pembuluh darah di leher menyempit sehingga meningkatkan tekanan darah, pemakaian Ponsel 35 menit dapat menaikan tekanan darah 5-10 mmHg (Penelitian di Jerman)