Sejarah dan Perkembangan Matematika
Sejarah dan Perkembangan Matematika
Semester : Dua
Puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT, Atas berkat rahmat dan karunia-Nya kami
dapat menyelesaikan tugas makalah “Mathematics”. Tidak lupa sholawat dan salam kita
haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw.
Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi kita semua, jika ada kesalahan
dalam pembuatan makalah ini kami meminta maaf, dan kami mengucapkan terima kasih
kepada Dosen Pengampu Vera Marisa, M.Hum yang telah memberikan bimbingan, dan
terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah.
Tebing Tinggi,
28 Februari 2024
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
BAB II PENUTUP.............................................................................................................13
A. Kesimpulan..............................................................................................................13
B. Saran........................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................14
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman sekarang ini, matematika begitu banyak digunakan dalam kegiatansehari-hari umat
manusia. Begitu banyak rumus-rumus, simbol-simbol hingga teoremayang kita gunakan dalam
matematika yang tanpa kita sadar bahwa orang-orang sebelumkitalah yang menemukan dan
menciptakannya. Dari banyak bidang, begitu banyakilmuwan atau ahli ilmu pengetahuan yang
terkenal dari daerah barat atau Eropa. Pada kenyataannya, bangsa Eropa pun pernah mengalami
zaman kegelapan dalam ilmu pengetahuan yakni pada abad ke 5 sampai abad ke 11 seperti yang
sudah dijelaskan olehkelompok sebelumnya.
Kami sebagai penyusun makalah, akan menabarkan dan membuka cakrawalakita tentang
sejarah matematika pada abad ke-1" atau awal masa matematika modern.Sesungguhnya pada masa
inilah matematika sangat berkembang pesat. Jika kita pamiliar dengan nama Pascal, Galileo dan yang
lainnya, mereka lahir pada zama ini dan ahlimatematika di zaman ini. !arya-karya mereka begitu luar
biasa hingga sangat dihargaidari zaman dahulu sampai sekarang. Dalam makalah ini kami akan
memberikan in%ormasitentang cerita hidup beberapa matematikawan jenius dan berbagai
penemuannya dalam matematika.
B. Rumusan Masalah
1. Kapan pertama kali matematika ditemukan?
2. Siapa saja tokoh di penemu matematika?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui siapa tokoh penemu matematika.
2. Mengetahui perkembangan matematika.
1
BAB II
PEMBAHASAN
Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh
tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa tempat. Tulisan
matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton 322 (matematika Babilonia sekitar 1900
SM), Lembaran Matematika Rhind (Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM) dan Lembaran
Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema yang
umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi pengembangan matematika
tertua dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri. 1
Dari zaman kuno melalui Zaman Pertengahan, ledakan kreativitas matematika sering kali
diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad ke-16,
pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat
pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.
English:
Before modern times and the spread of science throughout the world, written examples of the
development of mathematics had shone in only a few places. The most ancient mathematical writings
that have been discovered are Plimpton 322 (Babylonian mathematics around 1900 BC), the Rhind
1
Burton, D, The History of Mathematics, Mc Graw Hill, Newyork. (2011) h.1
2
Mathematical Sheet (Egyptian mathematics around 2000-1800 BC) and the Moscow Mathematical
Sheet (Egyptian mathematics around 1890 BC). All of these papers discuss the theorem commonly
known as the Pythagorean theorem, which appears to be the oldest and most widespread development
of mathematics after elementary arithmetic and geometry.
The contribution of Greek mathematicians reiterated the methods (especially through the
introduction of deductive reasoning and mathematical rigor in mathematical proof) and expanded the
subject of mathematics. The word "mathematics" itself is derived from the ancient Greek word,
μάθημα (mathema), which means "subject". Chinese mathematics made early contributions, including
positional notation. The Hindu-Arabic number system and the rules for its operations, used today,
were probably developed through lectures in the first millennium AD in Indian mathematics and have
been transmitted to the West through Islamic mathematics. Islamic mathematics, in its descendants,
developed and extended mathematical knowledge to this civilization. Many Greek and Arabic texts on
mathematics were later translated into Latin, leading to the further development of mathematics in the
European Middle Ages.
From ancient times through the Middle Ages, bursts of mathematical creativity were often
followed by centuries of stagnation. Beginning in the Italian Renaissance of the 16th century, the
development of new mathematics, interacting with new scientific discoveries, led to exponential
growth that continues to this day.
1. Matematika Prasejarah
Pada masa ini teori Matematika lebih berfokus pada konsep bilangan, bangunan, dan besaran.
Di masa ini jugalah Tulang Lebombo dan Tulangan Ishango ditemukan. Berdasarkan dua benda
tersebut, kamu akan mendapatkan fakta bahwa awal mula Matematika adalah angka 1. 2
Dari angka 1, manusia kemudian mengenal angka lain seperti 2,3, dan seterusnya. Meski begitu
penulisan angka di zaman Matematika prasejarah tidak seperti penulisan angka di masa modern
seperti sekarang.
2. Matematika Mesopotamia
Nah, sekarang kita akan belajar tentang sejarah Matematika Mesopotamia. Ada yang pernah
mendengar tentang peradaban Mesopotamia? Dulunya peradaban Mesopotamia terletak di antara
2
Djaja, W, Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hiingga Eropa Modern Ombak, PT Huta
Parhapuran, Yogyakarta. (2012) h. 2
3
sungai Euphrates dan Tigris. Kalau sekarang, Mesopotamia adalah gabungan dari wilayah Kuwait,
Irak, dan Syria.
Eksis selama 12 ribu lamanya, peradaban Mesopotamia berhasil menemukan budaya manusia
yang banyak mengubah dunia. Salah satunya adalah pengembangan pengetahuan Matematika.
Selain itu, orang-orang di peradaban Mesopotamia juga menggunakan ilmu Matematika untuk
mempelajari benda-benda langit. Hasilnya, mereka menemukan konsep satu tahun bumi sama dengan
12 periode berdasarkan rasi bintang.
Penemuan lainnya adalah konsep satu minggu sama dengan tujuh hari dan penamaan tujuh hari
tersebut diambil dari nama dewa-dewa setempat yaitu Marduk, Ninurta, Nergal, Inanna, Nabu,
Nanna-Suen, dan Utu. Keren, ya!
3. Matematika Mesir
Bicara mengenai sejarah Matematika Mesir, maka tidak lepas dari Rhind Gazette, yaitu sebuah
prasasti yang ditemukan sekitar 1650 SM. Prasasti ini memuat tulisan mengenai rumus luas sekaligus
panduan memanipulasi pembagian, perkalian, dan pecahan. Selain itu, Rhind Gazette atau Ahmes
Gazette ini memuat teori tentang bilangan majemuk dan bilangan prima. 3
4. Matematika Yunani
Matematika Yunani menjadi era berkembangnya sistem angka. Di masa ini orang-orang Yunani
berhasil mengotak-atik angka menggunakan bantuan 24 huruf alfabet ditambah 3 huruf-huruf Fenisia
usang (digma, koppa, sampi). Sehingga totalnya ada 27 huruf yang akan merepresentasikan 27 angka.
Sembilan deretan huruf yang pertama mewakili angka 1 sampai 9. Lalu, sembilan huruf
berikutnya melambangkan kelipatan 10, dan sembilan huruf terakhir merepresentasikan angka dengan
kelipatan 100. Selain itu, Matematika Yunani kuno juga menjadi awal berkembangnya teori
Pythagoras.
5. Matematika Cina
3
Katz, V. J., A History of Mathematics an Introduction, Addison-Wesley, Newyork. (2008) h. 3
4
Perkembangan Matematika di Cina diperkirakan terjadi sekitar 2 SM. Kala itu Cina membuat
sistem numerasi tradisional menggunakan batang bambu yang disusun sebagian rupa untuk
merepresentasikan angka 1 sampai 9.
Pada masa ini juga dikenal seorang ahli Matematika bernama Zhui Shu. Zhui Shu menjadi
orang pertama yang berhasil menemukan cara menyelesaikan persamaan matriks, linear, dan aljabar.
Menariknya, solusi yang ditawarkan oleh Zhui Shu terbilang sederhana dan sudah disajikan menjadi
sebuah rumus umum.
6. Matematika India
India menjadi salah satu negara yang berhasil mengembangkan ilmu Matematika dan membuat
penemuan Matematika Vedic. Bersumber dari kitab Atharvaveda, Matematika Vedic adalah sistem
Matematika kuno yang ditemukan oleh Matematikawan Hindu, Sari Bharati Krishna Tirthaji
Maharaja.
Sistem ini menyajikan perhitungan yang sangat kreatif sehingga mampu membantu siswa untuk
berhitung secara cepat. Bukan hanya itu, Matematika Vedic juga bisa diaplikasikan untuk
menyelesaikan perhitungan dalam aljabar dan aritmatika.
7. Matematika Islam
Sejarah Matematika Islam juga dikenal sebagai sejarah Matematika Arab. Di masa ini ada
banyak sekali tokoh-tokoh Matematikawan yang berhasil menciptakan terobosan-terobosan terbaru.
Di antaranya adalah Al-Khawarizmi yang menemukan teori aljabar, angka 0, serta persamaan linear
dan kuadrat.
Selain itu, ada Abu Wafa, Matematikawan dan astronom Persia yang pertama kali
menunjukkan teori relatif segitiga parabola, menyusun rumus trigonometri, mengembangkan metode
baru terkait konstruksi segi empat, dan memperbaiki nilai sinus 30 menggunakan delapan desimal.
Tokoh terkenal lainnya adalah Abu Nasr Mansur yang berhasil menemukan hukum sinus dan
Umar Khayyam–orang pertama yang mampu mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan
linier).
Belajar tentang sejarah Matematika rasanya kurang lengkap, kalau kamu belum berkenalan
dengan tokoh-tokoh penemu teori Matematika seperti nama-nama di bawah ini. 4
4
Roswantoro, A., Filsafat Sosial Politik Plato Dan Aristoteles, Jurnal Filsafat dan
Pemikiran Islam, 15(2), 123–138. (2015) h. 4
5
Pythagoras
Ini dia salah satu penemu teori Matematika yang mungkin namanya sudah tidak asing lagi,
yaitu Pythagoras. Pythagoras merupakan Matematikawan sekaligus filsuf asal Yunani yang juga
dikenal sebagai Bapak Bilangan.
Konon, Pythagoras dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa hingga akhirnya berhasil
mencetuskan tentang teori Pythagoras. Secara umum, Pythagoras merupakan ilmu yang menyatakan
bahwa kuadrat hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dari sisi siku-sikunya.
Selain itu Pythagoras juga berhasil menemukan bilangan sempurna.
Euclid
Tokoh penemu Matematika selanjutnya adalah Euclid atau Euklides, seorang Matematikawan
Yunani Kuno yang populer sebagai Bapak Geometri. Salah satu karya populer Euclid adalah buku
geometri berjudul The Elements. Hebatnya, buku tersebut banyak menjadi rujukan hingga abad ke-
20.
Karya lain dari Euclid adalah Optics, Data, Division of Figures, dan Phenomena. Di antara
karya-karya tersebut ada yang mengulas tentang perspektif, geometri bola, kerucut, dan teori
bilangan.
Archimedes
Siapa yang tidak kenal dengan tokoh satu ini? Sebab, dalam buku-buku pelajaran fisika
namanya selalu tercantum. Archimedes merupakan ahli Matematika dan fisika asal Yunani yang lahir
287 SM di Syracuse.
Berkat penemuannya itu, Archimedes dinobatkan sebagai salah satu tokoh penting yang sangat
berpengaruh sampai sekarang. Beberapa penemuan luar biasa yang diciptakan Archimedes adalah
pompa ulir, mesin pengepungan, katrol majemuk, dan yang paling terkenal adalah hukum gaya
apung/prinsip Archimedes.
Fibonacci
Leonardo Fibonacci atau Leonardo Pisano merupakan seorang ilmuwan penemu Matematika
yang berasal dari Italia. Selama hidupnya, Fibonacci telah mengenalkan tentang betapa luasnya
konsep Matematika.
Adapun konsep Matematika yang dikenalkan oleh Fibonacci adalah konsep akar kuadrat,
penomoran arab, dan pengurutan angka. Dalam karyanya yang berjudul Liber Abaci atau The Book of
6
Calculation, Fibonacci menjelaskan tentang angka dan deret fibonacci seperti yang kita kenal
sekarang.
Karya lain dari Fibonacci adalah Practica Geometriae, Filos, dan Quadratorum.
Srinivasa Ramanujan
Srinivasa Ramanujan adalah ahli Matematika asal India yang sukses memberikan kontribusi
pada pengembangan analisis Matematika, pecahan lanjutan, dan teori bilangan. Meski menyandang
gelar sebagai Matematikawan, menariknya Srinivasa Ramanujan tidak pernah menerima pendidikan
formal terkait Matematika murni. 5
Al-Khwarizmi
Memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Musa, Al-Khawarizmi merupakan
seorang muslim pertama yang mampu memberikan kontribusi luar biasa di dunia Matematika.
Al-Khawarizmi adalah penemu angka nol dan menjadi orang pertama yang menjelaskan fungsi
angka-angka, termasuk angka nol. Tidak berhenti sampai di situ, Al-Khawarizmi juga menyandang
gelar sebagai Bapak Aljabar karena dirinyalah yang mempopulerkan teori aljabar.
Selain itu, tokoh penemu Matematika aljabar ini turut mengenalkan konsep algoritma yang
sampai sekarang banyak dipakai untuk mengembangkan dunia teknologi.
Rene Descartes
Lahir di La Haye, Rene Descartes merupakan Matematikawan sekaligus filsuf modern yang
berasal Prancis. Meskipun banyak menelurkan karya-karya terkait filosofinya, namun Rene Descartes
juga memiliki kontribusi besar di dunia Matematika. Penemuannya tentang sistem koordinat Kartesius
pun mampu memengaruhi perkembangan ilmu kalkulus modern.
Liu Hui
5
Simanjuntak, S., Simangunsong, M. I., Tiofanny, Naibaho, T., Perkembangan Matematika
dan Pendidikan Matematika di Indonesia Berdasarkan Filosofi, SEPREN: Jurnal of
Mathematics Education and Applied, 2(2), 32–39. (2021) h. 5
7
Liu Hui, Matematikawan Cina ini menciptakan algoritma sendiri untuk menghitung luas
lingkaran dan volume piramida. Selain itu Liu Hui juga menciptakan operasi aljabar dan aritmatika
yang di dalamnya termasuk penyelesaian sistem persamaan linier simultan dan penjumlahan pecahan.
Girolamo Cardano
Meskipun dikenal sebagai penjudi sejati, justru dari aktivitas inilah Girolamo Cardano berhasil
menemukan teori tentang peluang/probabilitas yang mana ilmu ini masih memberikan manfaat sampai
sekarang. Girolamo Cardano sendiri merupakan ilmuwan Italia yang hidup di tahun 1501-1576. 6
Itulah rangkuman tentang sejarah Matematika beserta biografi singkat tentang beberapa tokoh
Matematikawan dunia. Semoga artikel di atas bisa memberikan pengetahuan baru buat kamu terkait
ilmu Matematika, ya!
English:
1. Prehistoric Mathematics
At this time, Mathematical theory focused more on the concepts of numbers, buildings and
quantities. It was also during this time that the Lebombo Bones and Ishango Bones were discovered.
Based on these two objects, you will get the fact that the beginning of Mathematics is the number 1.
From the number 1, humans then recognize other numbers such as 2, 3, and so on. However,
writing numbers in prehistoric mathematics is not like writing numbers in modern times like now.
2. Mesopotamian Mathematics
So, now we will learn about the history of Mesopotamian Mathematics. Has anyone heard of
the Mesopotamian civilization? Previously, Mesopotamian civilization was located between the
Euphrates and Tigris rivers. Today, Mesopotamia is a combination of Kuwait, Iraq and Syria.
Existing for 12 thousand years, the Mesopotamian civilization succeeded in discovering human
culture which changed the world a lot. One of them is developing Mathematics knowledge.
The Mesopotamian Mathematical Age saw the discovery of base-60. Base 60 itself is the theory
that is the origin of the discovery of the calculation that one minute equals 60 seconds, one hour
equals 60 minutes, and the angle of a circle is 360 degrees.
6
Weisman, I. T. J., Filsafat Ketuhanan Menurut Plato, Jurnal Jaffray, 3(1), 11–18.
doi:10.25278/jj71.v3i1.136. (2005) h. 6
8
Apart from that, people in the Mesopotamian civilization also used mathematics to study
celestial bodies. As a result, they discovered the concept of one Earth year being equal to 12 periods
based on the constellations.
Another discovery is the concept of one week being the same as seven days and the naming of
the seven days taken from the names of local gods, namely Marduk, Ninurta, Nergal, Inanna, Nabu,
Nanna-Suen, and Utu. Cool!
3. Egyptian Mathematics
Talking about the history of Egyptian Mathematics, it cannot be separated from the Rhind
Gazette, namely an inscription found around 1650 BC. This inscription contains writings about area
formulas as well as a guide to manipulating division, multiplication and fractions. Apart from that, the
Rhind Gazette or Ahmes Gazette contains the theory of compound numbers and prime numbers.
4. Greek Mathematics
Greek mathematics became the era of the development of the number system. In this period the
Greeks succeeded in fiddling with numbers using the help of 24 letters of the alphabet plus 3 obsolete
Phoenician letters (digma, koppa, sampi). So in total there are 27 letters which will represent 27
numbers.
The first nine letters represent the numbers 1 to 9. Then, the next nine letters represent
multiples of 10, and the last nine letters represent numbers in multiples of 100. Apart from that,
ancient Greek mathematics was also the beginning of the development of the Pythagorean theory.
5. Chinese Mathematics
The development of Mathematics in China is estimated to have occurred around 2 BC. At that
time, China created a traditional numeration system using bamboo sticks arranged in several ways to
represent the numbers 1 to 9.
At this time there was also a mathematician named Zhui Shu. Zhui Shu was the first person to
discover how to solve matrix, linear and algebraic equations. Interestingly, the solution offered by
Zhui Shu is fairly simple and has been presented as a general formula.
6. Indian Mathematics
India is one of the countries that has succeeded in developing the science of Mathematics and
making discoveries in Vedic Mathematics. Sourced from the Atharvaveda book, Vedic Mathematics
is an ancient mathematical system discovered by the Hindu Mathematician, Sari Bharati Krishna
Tirthaji Maharaja.
9
This system provides very creative calculations so that it can help students to calculate quickly.
Not only that, Vedic Mathematics can also be applied to complete calculations in algebra and
arithmetic.
7. Islamic Mathematics
The history of Islamic Mathematics is also known as the history of Arabic Mathematics. In this
period there are many mathematician figures who have succeeded in creating the latest breakthroughs.
Among them was Al-Khwarizmi who discovered the theory of algebra, the number 0, as well as linear
and quadratic equations.
Apart from that, there was Abu Wafa, a Persian mathematician and astronomer who first
demonstrated the relative theory of parabolic triangles, compiled trigonometric formulas, developed
new methods related to quadrilateral construction, and corrected the value of sine 30 using eight
decimal places.
Other famous figures are Abu Nasr Mansur who succeeded in discovering the law of sines and
Umar Khayyam – the first person who was able to classify first degree equations (linear equations).
Mathematical Inventors
Learning about the history of Mathematics will feel incomplete if you have not become
acquainted with figures who discovered Mathematical theories such as the names below.
Pythagoras
This is one of the inventors of Mathematical theory whose name may be familiar, namely
Pythagoras. Pythagoras was a Greek mathematician and philosopher who is also known as the Father
of Numbers.
It is said that Pythagoras was known to have extraordinary intelligence until he finally
succeeded in creating the Pythagorean theory. In general, Pythagoras is a science which states that the
square of the hypotenuse of a right triangle is equal to the sum of the squares of its right sides. Apart
from that, Pythagoras also succeeded in finding perfect numbers.
Euclid
The next figure who discovered Mathematics was Euclid or Euclid, an Ancient Greek
Mathematician who was popular as the Father of Geometry. One of Euclid's popular works is a
geometry book entitled The Elements. Amazingly, this book was widely used as a reference until the
20th century.
Euclid's other works are Optics, Data, Division of Figures, and Phenomena. Among these works there
are those that discuss perspective, the geometry of spheres, cones, and number theory.
10
Archimedes
Who doesn't know this character? Because, in physics textbooks his name is always listed.
Archimedes was a Greek mathematician and physicist who was born in 287 BC in Syracuse.
Thanks to this discovery, Archimedes was named one of the most influential figures to this day.
Some of the extraordinary discoveries that Archimedes created were the screw pump, the siege
engine, the compound pulley, and the most famous is the law of buoyancy/Archimedes' principle.
Fibonacci
Leonardo Fibonacci or Leonardo Pisano was a scientist who discovered mathematics from
Italy. During his life, Fibonacci introduced the breadth of mathematical concepts.
The mathematical concepts introduced by Fibonacci are the concept of square roots, Arabic
numbering, and ordering numbers. In his work entitled Liber Abaci or The Book of Calculation,
Fibonacci explained the Fibonacci numbers and series as we know them today.
Srinivasa Ramanujan
Al-Khwarizmi
Having the full name Abu Abdullah Muhammad bin Musa, Al-Khwarizmi was the first Muslim
who was able to make extraordinary contributions to the world of Mathematics.
Al-Khwarizmi discovered the number zero and was the first person to explain the function of
numbers, including the number zero. It doesn't stop there, Al-Khwarizmi also holds the title of Father
of Algebra because he was the one who popularized algebra theory.
Apart from that, this inventor of algebra mathematics also introduced the concept of algorithms
which are still widely used to develop the world of technology.
Rene Descartes
Born in La Haye, Rene Descartes is a modern mathematician and philosopher from France.
Even though he produced many works related to his philosophy, Rene Descartes also made major
contributions to the world of mathematics. His discovery of the Cartesian coordinate system was able
to influence the development of modern calculus.
11
J Carl Friedrich Gauss
J Carl Friedrich Gauss is the name of the German inventor of mathematics who is also known
as a physicist and astronomer. In its history, J Carl Friedrich Gauss succeeded in making important
contributions regarding the basic theory of algebra, Gauss-Jordan elimination, the least squares
method, the Gaussian error curve, and the bell curve.
Liu Hui
Liu Hui, a Chinese mathematician, created his own algorithm to calculate the area of a circle
and the volume of a pyramid. Apart from that, Liu Hui also created algebraic and arithmetic
operations which included solving systems of simultaneous linear equations and adding fractions.
Girolamo Cardano
Even though he is known as a true gambler, it was precisely from this activity that Girolamo
Cardano managed to discover the theory of chance/probability, which knowledge still provides
benefits to this day. Girolamo Cardano himself was an Italian scientist who lived in 1501-1576.
That is a summary of the history of Mathematics along with short biographies of several world
mathematicians. Hopefully the article above can provide you with new knowledge regarding
Mathematics, OK?
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penerapan sejarah matematika dalam pembelajaran memberikan banyak kontribusi positif,
yaitu:
12
1. Memunculkan antusias (Fauvel, 2000)
2. Sebagai sumber contoh yang menarik dan menyenangkan dalam pembelajaran serta membuat
siswa memahami bahwa matematika bukan pelajaran tanpa makna (Bruckler, 2001)
3. Meningkatkan motivasi dan minat siswa; matematika sebagai capaian manusia sehingga siswa
tidak dilemahkan oleh kegagalan, kesalahan, ketidaktentuan, dan 108 kesalah pahaman
(Tzanakis & Arcavi, 2000).
Ketiga hal tersebut bisa memberikan kontribusi positif dalam mengubah pandangan
(Schoenfeld dalam Riedesel, dkk. 1996) dan sikap siswa terhadap matematika yang diawali dengan
adanya antusias dalam belajar (Fauvel, 2000), peningkatan motivasi dan minat (Lawrence, 2008;
Tzanakis & Arcavi, 2000), merasa senang dalam pembelajaran (Bruckler, 2001) dan percaya bahwa
matematika adalah capaian manusia yang dilalui dengan kerja keras (Tzanakis & Arcavi, 2000).
Dalam konteks pembelaran matematika di Indonesia, capaian aspek afektif dan kognitif dalam
pembelajaran matematika menjadi dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan sejarah
matematika. Berdasarkan hasil analisis penerapan sejarah matematika oleh Jankvist (2009b),
Furingheti (1997), Siu (1997) serta Tzanakis dan Arcavi (2000), pendekatan berdasarkan sejarah
(history-based approach) lebih menjanjikan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika. Guru
matematika dapat mengembangkan materi didaktik sejarah matematika yang diolah dari sumber
primer dan/atau sumber sekunder. Materi didaktik ini berupa anekdot, konteks pembelajaran sejarah
untuk topik atau konsep yang akan diajarkan, dan latihan. Ketiga materi didaktik ini disusun dalam
bentuk lembar kerja (LK) untuk kelompok atau individu. Materi didaktik yang sangat penting ada
dalam LK adalah konteks pembelajaran berdasarkan konten sejarah untuk membangun dan
mengembangkan ide atau konsep matematika siswa.
B.Saran
Kita dapat memahami siapa saja tokoh penemu matematika dan sejarah matematika. Penulis banyak
berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini dan untuk penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Djaja, W, Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hiingga Eropa Modern Ombak, PT Huta Parhapuran,
Yogyakarta. 2012
13
Katz, V. J., A History of Mathematics an Introduction, Addison-Wesley, Newyork. 2008
Roswantoro, A., Filsafat Sosial Politik Plato Dan Aristoteles, Jurnal Filsafat dan Pemikiran
Islam, 15(2), 123–138. 2015
Simanjuntak, S., Simangunsong, M. I., Tiofanny, Naibaho, T., Perkembangan Matematika dan
Pendidikan Matematika di Indonesia Berdasarkan Filosofi, SEPREN: Jurnal of
Mathematics Education and Applied, 2(2), 32–39. 2021
Weisman, I. T. J., Filsafat Ketuhanan Menurut Plato, Jurnal Jaffray, 3(1), 11–18.
doi:10.25278/jj71.v3i1.136. 2005
14