0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Makalah ini membahas tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga, termasuk dasar hukum, definisi, karakteristik, baku mutu air limbah, metode pengelolaan, pengelolaan secara konvensional, dan sanksi pencemaran air.

Diunggah oleh

Atikah Wulandari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Makalah ini membahas tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga, termasuk dasar hukum, definisi, karakteristik, baku mutu air limbah, metode pengelolaan, pengelolaan secara konvensional, dan sanksi pencemaran air.

Diunggah oleh

Atikah Wulandari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENGELOLAAN LIMBAH
Dosen Pengampuh : Rahmat Zarkasy R, S.KM, M.Kes
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA

DI SUSUN OLEH :
221240030_ATIKAH WULANDARI. H

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai “PENGELOLAAN
LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Makakalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas individu pada mata kuliah
pencemaran lingkungan.

Dalam penyusunan makalah ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak, terutama kepada dosen kami yang senantiasa memberikan semangat
dan dorongan untuk menyelesaikan makalah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
pembaca. Penulis memohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat
kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat
diharapkan demi peningkatan karya ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Sidrap, 14 Maret 2024

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii


DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
A. LATAR BELAKANG ....................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ................................................................................... 1
C. TUJUAN PENELITIAN .................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 3
A. DASAR HUKUM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA ............. 3
B. DEFINISI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA ................ 3
C. KRAKTERISTIK LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA ................................. 4
D. BAKU MUTU AIR LIMBAH ........................................................................... 6
E. METODE PENGELOLAAN DAN PRINSIP PENGENDALIAN AIR
LIMBAH ............................................................................................................ 8
F. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK SECARA
KONVENSIONAL.............................................................................................8
G. SANKSI PENCEMARAN AIR ......................................................................... 9
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 12
A. KESIMPULAN ................................................................................................ 12
B. SARAN ............................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Air memiliki peran penting dalam kesejahteraan individu, masyarakat dan
ekonomi sekitarnya. Air limbah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar
polusi air di Indonesia.
Permasalahan air limbah domestik sudah menjadi permasalahan yang serius.
Sebagian besar masyarakat membuang air limbah domestinya langsung ke
lingkungan atau ke jaringan drainase kemudian menuju ke sungai. Dibeberapa kota
besar belum begitu banyak yang melakukan pengolaan air limbah domestik secara
komunal.
Rumah tangga bukan merupakan satu – satunya sumber utama penghasil air
limbah domestik. Namun ada sumber – sumber yang lain sebagai penghasil air
limbah domestik seperti industri, perkantoran, rumah makan, rumah sakit, dan
instansi – instansi lain.
Secara garis besar limbah domestik dibagi dalam dua kelompok yaitu limbah
organik dan limbah anorganik. Limbah organik bersumber dari kotoran (tinja), sisa
sayuran dan makanan, sedangkan limbah anorganik dapat berupa plastik, kertas,
bahan – bahan kimia yang diakibatkan oleh penggunaan deterjen, sabun, dan
penggunaan bahan kimia lainnya. Limbah organik umumnya dapat didegradasikan
oleh mikroba dalam lingkunga. Sebaliknya, limbah anorganim lebih sulit
didegradasi sehingga sering menimbulkan penvemaran dilingkungan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja dasar hukum yang menganut terkair pengolahan limbah rumah
tangga ?
2. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan limbah cair rumah tangga ?
3. Apa saja krakteristik limbah cair rumah tangga ?
4. Bagaimana baku mutu air limbah ?
5. Bagaimana metode pengelolaan dan prinsip pengendalian air limbah ?
6. Bagaimana pengololaan air limbah secara konvensional ?
7. Apa saja sanksi pencemaran air ?

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui apa saja dasar hukum pengelolaan air limbah.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengelolaan limbah cair rumah
tangga.
3. Untuk mengetahui krakteristik limbah cari rumah tangga.

1
4. Untuk mengetahui baku mutu air limbah.
5. Untuk mengetahui metode pengelolaan dan prinsip pengendalian air limbah.
6. Untuk mengetahui pengelolaan air limbah secara konvensional.
7. Untuk mengetahui sanksi pencemaran air.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. DASAR HUKUM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA
Dasar hukum penting pengelolaan limbah domestik di Indonesia disebutkan dalam
berbagai peraturan perundang – undangan meliputi :

 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.


04/PRT/M/ 2017 :
Tentang penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah domestik.
 Undang – Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2020 :
Tentang cipta kerja.
 Peraturan Pemerintah RI No. 22 Tahun 2021 :
Tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup.
 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2021:
Tentang baku mutu limbah domestik.

B. DEFINISI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA


Pengelolaan adalah sebuah proses membentuk atau mengolah sesuatu guna
mengubah wujud, unsur, atau suatu hal yang memiliki tujuan dan hasil yang jelas.

Limbah adalah semua benda yang berbentuk padat (solid wastes), cair (liquid
wastes) maupun gas (gaseous wastes), yang merupakan bahan buangan yang
berasal dari aktifitas perorangan, maupun aktivitas kegiatan lainnya (industri,
rumah sakit, laboratorium, dll)

Domestik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan rumah tangga
atau sejenisnya.

Menurut PPRI No. 22 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan


Hidup, Air limbah adalah air yang berasal dari suatu proses dalam suatu kegiatan.

Air limbah adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena
pengaruh manusia. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari
aktifitas sehari – hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air (wikipedia
Bahasa Indonesia)

“black water” adalah air limbah yang berasal dari kotoran manusia dan “grey
water” adalah air limbah yang berasal dari dapur, air bekas cuci pakaian/ pring,
dan air mandi (Purwatiningrum, 2018)

3
C. KRAKTERISTIK LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA
Limbah cair domestik memiliki beberapa krakteristik sesuai dengan sumber,
krakteristik limbah cair domestik digolongkan menjadi tiga yaitu. Fisika, kimia,
dan biologi (Filliazati et al, 2013)

1. Krakteristik Fisika diantaranya :


a) Total Solid (TS) :
Padatan yang terlarut dalam larutan baik organik maupun
anorganik.
b) Total Suspended Solid (TSS) :
Residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan
ukuran partikel 2 um atau lebih besar dari ukuran partikel koloid
yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida
ganggang, bakteri dan jamur. Pada umumnya TSS dihilangkan
dengan flokulasi dan penyaringan, TSS memberikan kontribusi
untuk kekeruhan (turbidity) dengan membatasi penetrasi cahaya
untuk fotosintesis dan visibilitas di perairam.
c) Bau :
Zat kimia yang tercampur di udara, umumnya dengan konsetrasi
yang sangat rendah, yang manusia terima dengan indra penciuman.
Bau dapat berupa bau enak maupun tidak enak.
d) Warna :
Spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya
sempurna, dimana identitas warna ditentukan panjang gelombang
cahaya tersebut. Sebagaia contoh warna biru memiliki panjang
gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang yang masih bisa
ditangkap dengan mata manusia berkisar antara 380 – 780
nanometer.
e) Suhu :
Suhu menunjukkan derajat panas benda, semakin tinggi suhu
suatu benda, semakin panas benda tersebut. Namun secara
mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu
benda. Setiap atom dalam suatau benda masing – masing bergerak,
baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat
getaran.

4
2. Krakteristik Kimia diantaranya :
a) Biologycal Oxygen Demand (BOD) :
Banyaknya oksigen yang diperlukan untuk menguraikan benda
organik oleh bakteri aerobik melalui proses bilogis secara
dekomposisi aerobik. Dinyatakan dengan BOD5 hari 20oC mg/liter
atau pmm.
b) Chemical Oxygen Demand (COD) :
Jumlah kebutuhan/banyaknya oksigen bagi pengoksidasikimia
untuk mengoksidasi zat – zat organik dan anorganik. Angka COD
merupakan ukuran bagi pencematan air oleh zat organik yang
secara alamiah dapat dioksidasi melalui prosesbiologis dan dapat
menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.
c) Dissolved Oxygen (DO) :
Banyaknya oksigen yang diperlukan untuk menguraikan benda
organik oleh bakteri aerobik melalui proses biologis secara
dekomposis aerobik.
d) Derajat Keasaman (pH) :
Jumlah kebutuhan atau banyaknya oksigen bagi pengoksidasi
kimia untuk mengoksidasi zat – zat organik dan anorganik.
e) Amoniak :
Senyawa nitrogen dan hidrogen yang mempunyai aroma yang
menyengat dan aromanya sangat khas. Amoniak dapat dihasilkan
dari proses pembusukan hewan nitrogen dan materi sayuran.
3. Krakteristik Biologi diantaranya :
a) Floating Materia :
Bersemuber dari minyak dan lemak. Dapat menyebabkan air tidak
jernih, bersifat racun bagi ikan dan biota air lainnya, serta
menghambat dengan cara membloking sinar matahari ke dalam
permukaan air.
b) Suspended Matter (Tersuspensi) :
Bersumber penambangan logam, bersifat tidak membahayakan
lingkungan, serta bersifat organik dapat dipulihkan dengan
menambahkan oksigen terlarut (DO).
c) Dissolved Impuritie :
Bersumber dari Asam, Alkali, Logam Berat, Bahan insektidasi,
namun dapat menyebabkan air tidak bisa diminum dan merusak
kualitas perairan.

5
D. BAKU MUTU AIR LIMBAH
Baku mutu air limbah adalah ukuran batas atau jumlah unsur pencemar dalam
air limbah yang akan dibuang ke sumber air dari suatu usaha dan atau kegiatan.

Parameter Kadar Maksimum Satuan


pH 6-9 -
BOD 30 mg/L
COD 100 mg/L
TSS 30 mg/L
Minyak dan Lemak 5 mg/L
Amoniak 10 mg/L
Total Coliform 3000 Jumlah/100 ml
Debit air 100 L/orang/hari
Sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 68 Tahun 2016

Adapun sumber dari baku mutu air limbah dan bahaya yang dapat ditimbulakan
sebagai berikut :

1) pH :
 Sumber :
o pH rendah :
Berasal dari dekomposisi bahan organik (protein,
karbohidrat, lemak) yang terkandung dalam limbah.
o pH tinggi :
Salah satu penyebab pH tinggi adalah detergen.
 Bahaya yang ditimbulkan :
o pH terlalu rendah menyebabkan bahya, diantaranya :
Menyebabkan toksik (logam) meningkat dam
menyebabkan penurunan oksigen terlarut yang akan
menyebabkan penurunan kegiatan fisiologis mahluk
hidup di air dan kematian pada bakteri aerob.
o pH terlalu tinggi menyebabkan bahaya diantaranya :
Banyaknya amoniak yang tidak teronisasi dan bersifat
toksik.
2) BOD & COD :
 Sumber :
Bahan organik (protein, lemak, dan karbohidrat) dari aktivitas
domestik.

6
 Bahaya yang ditimbulkan :
Semakin banyak bahan organik yang diuraikan, banyak juga
pemakaian oksigen didalam air, akibatnya akan menuju keadaan
anaerobik kemudian akan menyebabkan bau.
3) TSS :
 Sumber :
Bahan organik dan anorganik dari aktivitas domestik. Bahan
organik berupa protein, karbohidrat, dan minyak, sedangkan
bahan anorganik berupa butiran, garam, dan logam
 Bahaya yang ditimbulkan :
o Fisika :
Menyebabkan kekeruhan sehingga menghambat
penetrasi cahaya ke badan air.
o Kimia :
Menurunkan oksigen terlarut (DO)
o Biologi :
Jika DO menurun berlangsung lama menyebabkan
perairan anaerob, organisme aerob mati.
4) Minyak dan Lemak :
 Sumber :
Aktivitas domestik yang menggunakan minyak.
 Bahaya yang ditimbulkan :
Mempengaruhi aktivitas mikroorganisme mendegradasi limbah.
5) Amoniak :
 Sumber :
Urine dan tinja, serta penguraian senyawa organik oleh
mikroorganisme.
 Bahaya yang ditimbulkan :
Penyebabsifokasi (keadaan kekuranganoksigen dan terjadi
kematian pada ikan, dan menyebabkan bau (menganggu
penginderaan dan kenyamanan) pada manusia.
6) Total Coliform :
 Sumber :
Hewan atau tumbuhan yang sudah mati.
 Bahaya yang ditimbulkan :

7
Jika air tersebut digunakan dalam kegiatan manusia dapat
menyebabkan gangguan pencemaran seperti diare, mual,
muntah.
7) Debit Air :
 Bahaya yang ditimbulkan :
Terjadi kematian bagi organisme tertentu dan kenaikan tinggi
muka air.

E. METODE PENGELOLAAN DAN PRINSIP PENGENDALIAN AIR


LIMBAH
Metode pengelolaan limbah terdiri dari :
1. Pencegahan
2. Minimisasi
3. Reuse
4. Recycling
5. Energy recovery
6. Pembuangan akhir
Pengelolaan air limbah harus menyertakan upaya perlindungan dan
pemantauan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pelaksana.

Adapun Prinsip pengendalian air limbah terdiri dari :


1. Identifikasi sumber limbah
2. Inventarisasi karakteristik air limbah
3. Sistem pengendalian air limbah
4. Pemantauan air limbah
5. Pembuangan air limbah

F. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK SECARA KONVENSIONAL


Salah satu cara yang dapat digunakan untuk pengolahan air limbah adalah
dengan proses koagulasi-flokulasi (penambahan bahan kimia seperti tawas).
Proses Koagulasi adalag proses kimia fisik dari pencampuran bahan koagulan
ke dalam aliran limbah dan selanjutnya diaduk cepat dalam bentuk larutan
tercampur, sedangkan proses Flokulasi adalah proses pembentukan flok pada
pengadukan lambat untuk meningkatkan saling hubung antar partikel yang goyah
sehingga meningkatkan penyatuannya.

8
Proses pengolaha Air Limbah Domestik secara Konvensional :

 pH Rendah :
penambahan koagulan seperti tawas
 pH Tinggi :
secara alami seperti penambahan batu kapur (Ca(OH)2)
 TSS :
o Mengurangi pembuangan limbah domestik atau berbagai aktivitas
yang menyebabkan kadar tinggi
o Biofilter
o Koagulasi dengan menggunakan tawas
 COD & BOD :
Menggunakan lumpur aktif
 Amonia :
o Presipitasi
o Klorinasi (penambahan calsium HypoChloride)
 Total Coliform :
Menggunakan desinfektan seperti klorin atau kaporit.

G. SANKSI PENCEMARAN AIR


Peraturan pemerintah No. 22 Tahun 2022 Sanksi Terkait Pencemran Air :

NO Jenis Pelanggaran Tingkat Pelanggaran


1. Tidak melengkapi titik penataan dengan Ringan
nama dan titi koordinat
2. Tidak melengkapi titik pembuangan air Ringan
limbah (outfalt) dengan nama dan titik
koordinat
3. Tidak melengkapi titik pemantauan pada Ringan
air permukaan, air tanah dengan nama dan
titik koordinat.
4. Tidak menggunakan metode pemantauan Ringan
sesuai standar yang ditetapkan untuk
pemantauan air limbah secara manual
5. Tidak memiliki penanggung jawab Ringan
pengendalian pencemaran air yang
memiliki sertifikat kompetensi

9
6. Tidak memiliki operator instalasi Ringan
pengolahan air limbah yang memiliki
sertifikat kompetensi
7. Tidak memiliki dan tidak melakukan Ringan
sistem manajemen lingkungan
8. Tidak melaporkan pencemaran air Ringan
9. Proses pengolahan air limbah tidak sesuai Sedang
dengan persetujuan teknis
10. Frekuensi pemantauan persetujuan teknis Sedang
tidak sesuai dengan persetujuan teknis
11. Tidak memiliki persetujuan teknis Sedang
pemenuhan buku mutu air limbah bagi
usahan/ kegiatan yang diwajibkan menurut
persetujuan teknis.
12. Tidak membuang air limbah pada titik Sedang
pembuangan air limbah (outfal) yang
ditetapkan
13. Tidak melakukan pemantauan mutu air Sedang
limbah pada titik penataan yang ditetapkan
14. Tidak memiliki titik penataan Sedang
15. Tidak melakukan pemantauan pada air Sedang
permukaan/air tanah/tanah
16. Tidak memiliki sistem tanggap darurat Sedang
pencemaran air
17. Tidak melakukan perubahan persetujuan Sedang
sesuai berita acara verivikasi
18. Tidak menggunakan laboratorium Sedang
teregistrasi dalam pemantauan air limbah
secara manual
19. Tidak memasang alat pemantauan air Sedang
limbah secara otomatis bagi usaha
20. Tidak memiliki alat ukur debit air limbah Sedang
21. Melakukan pengeceran air limbah dalam Sedang
upaya penaatan batas kadar yang
dipesyaratkan

10
22. Tidak memenuhi baku mutu air limbah Disesuaikan dengan hasil
perhitungan
23. Tidak melakukan pengolahan air limbah Berat
24. Pengolahan dan saluran air limbah tidak Berat
kedap air
25. Membuang air limbah secara sekaligus Berat
dalam satu saat atau pelepasan dadakan
26. Membuang air limbah di luar titik Berat
penataan
27. Melakukan aplikasi air limbah di luar era Berat
yang ditetapkan dal persetujuan teknis
28. Menyampaikan data palsu Berat
29. Tidak memenhi dosis, frekuensi, dan rotasi Berat
yang dipersyaratkan dalam persetujua
teknis pemanfaatan air limbah ke tanah

11
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Menurut PPRI No. 22 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup, Air limbah adalah air yang berasal dari suatu proses dalam suatu kegiatan.
Air limbah adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena pengaruh
manusia. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari aktifitas sehari
– hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air.“black water” adalah air
limbah yang berasal dari kotoran manusia dan “grey water” adalah air limbah yang
berasal dari dapur, air bekas cuci pakaian/ pring, dan air mandi.

Adapun krakteristik limbah cair yaitu : fisik, kimia, dan biologi. Selaian dari
krakteris adapun Tujuh prameter yaitu : pH, BOD, COD,TSS, minyak dan lemak,
total colifrom, dan debit air.

Namun selain itu adapun Metode pengelolaan limbah terdiri dari : Pencegahan,
Minimisasi, Reuse, Recycling, Energy recovery dan Pembuangan akhir. Serta
adapun Prinsip pengendalian air limbah terdiri dari : Identifikasi sumber limbah,
Inventarisasi karakteristik air limbah, Sistem pengendalian air limbah,
Pemantauan air limbah dan Pembuangan air limbah.
B. SARAN
Air limbah rumah tangga perlu dikelola untuk menghindari terjadinya
pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola air
limbah rumah tangga adalah dengan membuat saluran air kotor atau bak
peresapan.

12
DAFTAR PUSTAKA

M. L. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 68 Tahun 2016.


Kholif, M. A. (2020). In Pengelolaan Air Limbah Domestik (pp. 1-13). Surabaya:
Scopind https://id.wikipedia.org/wiki/Air_limbaho Media Pustaka.
Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No. 68. (2016). Baku Mutu Air Limbah
Domestik.
Peraturan Pemerintah N0.22. (2021). Sanksi terkait Pencemaran AIr.
Purwatiningrum, O. (2018). Jurnal Kehatan Lingkungan. Gambaran Instalasi
Pengolahan Air Limbah Domsetik, 243-253.
Said. (2017). Air Limbah. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Air_limbah.

13

Anda mungkin juga menyukai