0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan45 halaman

Spesifikasi Teknis RKS Mini Soccer Unlam 1

Diunggah oleh

PT. Harum Jaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan45 halaman

Spesifikasi Teknis RKS Mini Soccer Unlam 1

Diunggah oleh

PT. Harum Jaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBANGUNAN SPORT CENTER

LAPANGAN MINI SOCCER

KOTA BANJARMASIN

2024

KONSULTAN PERENCANA
SPESIFIKASI TEKNIS
Dan
RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT
BAB I
ADMINISTRASI DAN UMUM

DATA PROGRAM
Nama Pekerjaan : Pembangunan Sport Center Lapangan Mini Soccer ULM
Lokasi : Jl. Cendrawasih 2, Belitung Selatan, Kec.Banjarmasin Barat.

1.1 PENDAHULUAN
Spesifikasi Teknis ini merupakan ketentuan yang harus dibaca bersama dengan
gambar-gambar dan Daftar Kuantitas dan Harga yang keduanya bersama-sama
menguraikan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Istilah pekerjaan mencakup
suplai dan instalasi seluruh peralatan dan material yang harus dipadukan dalam
konstruksi-konstruksi, yang diperlukan menurut dokumen-dokumen kontrak,
serta semua tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memasang dan menjalankan
peralatan dan material tersebut. Spesifikasi untuk pekerjaan yang harus
dilaksanakan dan material yang harus dipakai, harus diterapkan baik pada bagian
dimana spesifikasi tersebut ditemukan maupun bagian-bagian lain dari pekerjaan
dimana pekerjaan atau material tersebut dijumpai.
1.2 LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan terletak di Jl. Cendrawasih 2, Belitung Selatan, Kec.
Banjarmasin Barat, atau akan ditunjukan oleh Direksi Pekerjaan.
1.3 LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan pada kegiatan ini adalah Pembangunan Sport Center Lapangan
Mini Soccer ULM, yang dilaksanakan sesuai gambar terlampir. Uraian/jenis
Pekerjaan utama antara lain :
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Tanah
- Pekerjaan Pancangan Pondasi Galam
- Pekerjaan Pondasi & Struktur Beton Bertulang
- Pekerjaan Pasangan Dinding
- Pekerjaan Elektrikal
- Pekerjaan Sistem Plumbing
- Pekerjaan Pemasangan Rumput Sintetis
1.4 STANDART & PERATURAN TEKNIS YANG DIPERGUNAKAN
Uraian spesifikasi bahan-bahan dan persyaratan pelaksanaan, secara umum
ditentukan pada patokan dan kualitas bahan-bahan, cara pelaksanaannya dan lain-
lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturan pembangunan yang sah berlaku
di Republik Indonesia. Selama pelaksanaan kontrak ini, harus betul-betul ditaati dan
dilaksanakan sebagai tambahan persyaratan dari semua pasal-pasal yang diuraikan.
Pada khususnya peraturan-peraturan berikut berkenaan dengan hal tersebut diatas:
I. Beton
a. PUBBI-1982 : Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
b. PPURG-1987 : Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah
Dan Gedung
c. SNI-03-2495-1991 : Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton
d. SNI-03-2914-1992 : Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air
e. SNI-03-4817-1998 : Spesifikasi Beton Siap Pakai
f. SNI-03-6820-2002 : Spesifikasi Agregat Halus untuk Pekerjaan Adukan
dan Plesteran dengan Bahan Baku Dasar Semen
g. SNI-03-2847-2002 : Speksifikasi Semen
h. SNI-07-2052-2002 : Speksifikasi Baja Tulangan
i. SNI-03-6862-2002 : Spesifikasi Peralatan Pemasangan Dinding Bata dan
Plesteran
j. SNI-03-6880-2002 : Spesifikasi Beton Struktur
k. SNI-03-6818-2002 : Spesifikasi Bahan Kering Bersifat Semen, Cepat
Mengeras Dalam Kemasan untuk Perbaikan Beton
l. SNI-4810-2013 : Tata cara pembuatan dan perawatan spesimen uji
beton di lapangan
m. SNI 2052 – 2017 : Standar Baja Tulangan Beton
n. SNI-2847-2019 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan
Gedung
o. SNI-1726-2019 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung
p. SNI-1727-2020 : Beban Desain Minimun dan Kriteria terkait untuk
Bangunan Gedung Dan Struktur Lain
q. SNI-8900-2020 : Panduan desain sederhana untuk bangunan beton
bertulang

II. Mekanikal,Elektrikal & Plumbing

a. SNI 0225-2000 : Persyaratan umum instalasi listrik


b. SNI-03-7065-2005 :Tentang Tata cara perencanaan sistem plumbing
c. Semua bahan-bahan yang diuraikan pada pasal-pasal ini harus didatangkan
dalam keadaan baru sama sekali dan tanpa cacat sesuai spesifikasi terkecuali
ditentukan lain dalam persyaratan kontrak ini.
d. Spesifikasi ini hanya menguraikan pekerjaan untuk pekerjaan struktur dan di
uraikan secara terperinci terpisah dalam spesifikasi terpisah.
1.5 PEKERJAAN-PEKERJAAN SEMENTARA
Jalan masuk ke lokasi, Penyedia Jasa wajib memelihara sarana tersebut dan
semua biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan tersebut menjadi
tanggungan Penyedia Jasa. Pada akhir pekerjaan, atas perintah direksi, segala
sarana tersebut kalau tidak dipergunakan lagi harus dibongkar, dirapihkan
kembali seperti keadaan semula atau seperti yang disyaratkan oleh direksi.
Penyedia Jasa harus membuat saluran-saluran untuk pembuangan semua air
bekas dan sisa buangan dari pekerjaan-pekerjaan, termasuk pekerjaan
sementara, yang ditimbulkan dimana saja. Cara pembuangan harus tidak
merusak lingkungan setempat dan tidak mengganggu pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan terhadap tanah atau saluran / anak sungai dimana
air bekas dan sisa buangan akan dibuang.

1.6 PENYEDIAAN AIR, TENAGA LISTRIK DAN LAMPU PENERANGAN


Alat yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh
Penyedia Jasa, termasuk penyediaan peralatan dan perpipaan sementara
untuk mengangkut air ke lokasi pekerjaan, sehingga tidak mempengaruhi
lancarnya pekerjaan. Biaya untuk keperluan tersebut menjadi tanggungan
Penyedia Jasa. Kualitas air yang disyaratkan ditentukan pada bagian lain dari
spesifikasi teknis ini.

Tenaga listrik yang diperlukan bagi pelaksanaan pekerjaan harus disediakan


sendiri oleh Penyedia Jasa dengan jenis dan kapasitas yang sesuai dengan
pekerjaan yang akan dilaksanakan dan harus ada persetujuan dari direksi.
Penyediaan tenaga listrik tersebut termasuk pula kabel-kabel, alat-alat
pengukur serta fasilitas pengaman yang diperlukan dan lampu-lampu
penerangan untuk menjamin lancarnya pelaksanaan pekerjaan.

1.7 PENYEDIAAN MATERIAL


Penyedia Jasa harus menyediakan sendiri semua material seperti yang
disebutkan dalam daftar kuantitas (daftar rencana anggaran biaya) kecuali
ditentukan lain didalam dokumen kontrak.
Untuk material-material yang disediakan oleh direksi, Penyedia Jasa harus
mengusahakan transportasi dari gudang yang ditentukan ke lokasi pekerjaan.
Penyedia Jasa harus memeriksa dahulu material-material tersebut dan harus
bertanggung jawab atas pengangkutan sampai di lokasi pekerjaan. Penyedia
Jasa harus mengganti material yang rusak atau kurang akibat oleh cara
pengangkutan yang salah atau hilang akibat kelalaian Penyedia Jasa.
Semua peralatan dan material yang disediakan dan pekerjaan yang
dilaksanakan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam
dokumen kontrak. Nama produsen material dan peralatan yang digunakan,
termasuk cara kerja, kemampuan, laporan pengujian dan informasi penting
lainnya mengenai hal ini harus disediakan bila diminta untuk dipertimbangkan
oleh direksi. Bila menurut pendapat direksi hal-hal tersebut tidak memuaskan
atau tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen
kontrak, maka harus diganti oleh Penyedia Jasa tanpa biaya tambahan.
Semua peralatan dan material harus disuplai dengan urutan dan waktu
sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan
dengan memperhitungkan jadwal waktu untuk pekerjaan lainnya.

1.8 SYARAT DAN BAHAN MATERIAL


Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini harus dalam keadaan baik
tidak cacat sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan bebas dari noda
lainnya yang dapat mengganggu kualitas maupun penampilan.
Contoh-contoh material harus segera ditentukan dan diambil dengan cara
pengambilan contoh menurut standar yang disetujui direksi. Contoh-contoh
tersebut harus menggambarkan secara nyata kualitas material yang akan
dipakai pada pelaksanaan pekerjaan.
Contoh-contoh yang telah disetujui direksi harus disimpan terpisah dan tidak
tercampur atau terkotori yang dapat mengurangi kualitas material tersebut.
Penawaran Penyedia Jasa harus sudah termasuk biaya yang diperlukan untuk
pengujian material.
Jika dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan harus menggunakan
material-material dari jenis atau merk tertentu, maka Penyedia Jasa harus
meminta petunjuk direksi untuk menentukan jenis atau merk material yang
baik dan diperbolehkan untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Penyedia Jasa dapat mengganti dengan produk atau merk lain yang sekurang-
kurangnya mempunyai kualitas yang sama dengan kualitas yang ditentukan
oleh direksi.
Bahan/material dan komponen jadi keluaran pabrik, dalam pelaksanaannya
harus dibawah pengawasan/supervisi Tenaga Akhli yang ditunjuk. Semua
bahan sebelum dipasang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.
Contoh bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada Direksi
Pekerjaan.
Bila dianggap perlu, Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan kepada
Penyedia Jasa untuk membuat komponen jadi (mock up) pada detail-detail
hubungan tertentu yang harus diperlihatkan kepada Direksi Pekerjaan untuk
mendapat persetujuan. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan
di uji sesuai dengan standard yang berlaku baik pada pembuatan, maupun
pada pelaksanaan dilapangan oleh Penyedia Jasa.

1.9 PERLINDUNGAN TERHADAP CUACA


Penyedia Jasa, atas tanggungan sendiri dan dengan persetujuan direksi
terlebih dahulu, harus mengusahakan langkah-langkah dan peralatan yang
diperlukan untuk melindungi pekerjaan dan bahan-bahan serta peralatan
yang digunakan agar tidak rusak atau berkurang mutunya karena pengaruh
cuaca.

1.10 MOBILISASI DAN DEMOBILISASI


Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah berupa penyedian/pemasukan
semua peralatan, tenaga dan perlengkapan proyek yang akan diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan di proyek. Setelah pekerjaan selesai, Penyedia
Jasa harus mengeluarkan kembali semua peralatan dan perlengkapan
tersebut dari lokasi pekerjaan kecuali papan nama proyek.

1.11 PERLINDUNGAN TERHADAP KONTRUKSI EKSISTING


Penyedia Jasa harus mengamankan, melindungi dan menjaga semua
konstruksi eksisting yang ada disekitar tapak pekerjaan.
Dalam hal dimana ditemukan persoalan dengan jaringan utilitas eksisting,
Penyedia Jasa diwajibkan memberitahukan kepada Pengawas dan atas
sepengetahuan Pengawas, Penyedia Jasa menghubungi Instansi yang terkait
(pemilik jaringan utilitas tersebut) untuk mencari solusi penanganannya.

1.12 PENYIAPAN JALAN MASUK


Jika diperlukan pembuatan jalan masuk sementara ke lokasi proyek selama
pekerjaan berlangsung, maka hal ini harus dibicarakan sebelumnya oleh
Penyedia Jasa kepada Direksi Pekerjaan.

1.13 TANDA-TANDA/RAMBU DAN PAPAN NAMA PROYEK


Ditempat-tempat yang dipandang perlu, Penyedia Jasa harus menyediakan
tanda-tanda untuk keperluan kelancaran lalu lintas. Tanda-tanda tersebut
harus cukup jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas. Apabila pekerjaan
harus memotong/menyeberangi jalan dengan lalu lintas padat, Penyedia Jasa
harus melaksanakan pekerjaan secara bertahap atau apabila dipandang perlu
dilaksanakan pada malam hari. Segala biaya untuk keperluan tersebut harus
sudah termasuk di dalam penawaran Penyedia Jasa.
Penyedia Jasa wajib membuat papan nama proyek yang bertuliskan/berisikan
keterangan mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan (pemberi tugas,
nama Penyedia Jasa, dsb) sesuai gambar rencana.

1.14 PROGRAM KERJA


Penyedia Jasa harus menyiapkan rencana kerja secara detail dan harus
diserahkan kepada direksi paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan
suatu tahapan pekerjaan dimulai.
Rencana kerja tersebut harus mencakup :
a. Usulan waktu untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai bagian

pekerjaan.
b. Usulan waktu untuk pengadaan dan pengangkutan bagian-bagian lain ke
lapangan.
c. Usulan waktu dimulainya serta rencana selesainya setiap bagian pekerjaan

dan/atau pemasangan berbagai bagian pekerjaan termasuk pengujiannya.


d. Usulan jumlah jam kerja bagi tenaga-tenaga yang disediakan oleh Penyedia

Jasa.
e. Jumlah tenaga kerja yang dipakai pada setiap tahapan pekerjaan dengan

disertai latar belakan pendidikan, pengalaman serta penugasannya.


f. Jenis serta jumlah mesin-mesin dan peralatan yang akan dipakai pada

pelaksanaan pekerjaan.
g. Cara pelaksanaan pekerjaan.

Program kerja tersebut antara lain dituangkan dalam bentuk Kurva-S beserta
lampiran penjelasannya.

1.15 PEMBERITAHUAN UNTUK MEMULAI PEKERJAAN


Penyedia Jasa diharuskan untuk memberikan penjelasan tertulis selengkapnya
apabila direksi memerlukan penjelasan tentang tempat-tempat asal mula
material yang didatangkan untuk suatu tahap pekerjaan sebelum mulai
pelaksanaan tahapan tersebut. Dalam keadaan apapun, Penyedia Jasa tidak
dibenarkan untuk memulai pekerjaan yang sifatnya permanen tanpa mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari direksi.
Pemberitahuan yang jelas dan lengkap harus terlebih dahulu disampaikan
kepada direksi sebelum memulai pekerjaan, agar direksi mempunyai waktu yang
cukup untuk mempertimbangkan persetujuannya.
Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang menurut direksi penting, harus dihadiri
dan diawasi langsung oleh direksi atau wakilnya. Pemberitahuan tentang akan
dilaksanakannya pekerjaan- pekerjaan tersebut harus sudah diterima oleh
direksi selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum pekerjaan dilaksanakan.

1.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR


Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib memeriksa kekuatan/kualitas
konstruksi yang akan dilaksanakan dan harus berkonsultasi dengan Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), atau Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan
yang timbul akibat kelalaian kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan
konstruksi akan menjadi tanggung jawab kontraktor. Pada keadaan apapun, dimana
pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK), Pengawas Lapangan tidak berarti membebaskan kontraktor atas
tanggungjawab pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak.

1.17 TENAGA KERJA DAN PERALATAN


a. Tenaga kerja yang digunakan hendaknya tenaga yang sudah terlatih dan
berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik
sesuai ketentuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengawas Lapangan.
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pengadaan pekerjaan
konstruksi:
1. Tenaga Site Manager adalah seseorang yang berpengalaman di bidang
yang sesuai dengan pekerjaan adalah minimal berpendidikan Sarjana (
S1 ) Teknik Sipil memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Bangunan Gedung
dengan kompetensiMuda dengan Pengalaman 5 tahun
2. Tenaga Ahli Pelaksana adalah seseorang yang berpengalaman di bidang
yang sesuai dengan pekerjaan adalah minimal berpendidikan Sarjana (
S1 ) Teknik Arsitektur memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek dengan
kompetensi mudadengan Pengalaman 3 tahun
3. Tenaga Ahli Mekanikal/Elektrikal adalah seseorang yang
berpengalaman di bidang yang sesuai dengan pekerjaan adalah
minimal berpendidikan Sarjana ( S1 ) Teknik Listrik/Elektro Sertifikat
Keahlian (SKA) Ahli Teknik Tenaga Listrik ( Kode 401 ) dengan
kompetensi Muda.
4. Tenaga Pelaksana Pengawas Mutu Konstruksi Bangunan Gedung
adalah seseorang yang berpengalaman di bidang yang sesuai dengan
pekerjaan memiliki Sertifikat Ketrampilan ( SKT ) Pengawas Mutu
Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Gedung ( Kode TA.028 )Kontraktor
wajib menyediakan tenaga ahli dilapangan yang mempunyai
pengetahuan dibidangnya dan bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan pekerjaan.
b. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor, harus dapat dimanfaatkan
semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat
dipakai, maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek.
c. Untuk bahan–bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di
pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 5% kecuali ditentukan lain dalam
Bestek.’’

1.18 PENYELESAIAN PEKERJAAN


Pekerjaan harus mencakup seluruh elemen yang diperlukan walaupun tidak
diuraikan secara khusus dalam spesifikasi teknis dan gambar-gambar, namun
tetap diperlukan agar hasil pelaksanaan pekerjaan dapat berfungsi dengan baik
secara keseluruhan sesuai dengan kontrak.
Penyedia Jasa harus menguji hasil pekerjaan setiap tahap dan/atau secara
keseluruhan sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknisnya. Apabila dari hasil
pengujian terdapat bagian pekerjaan yang tidak memenuhi syarat, Penyedia
Jasa dengan biaya sendiri harus melaksanakan perbaikan sampai dengan hasil
pengujian ulang berhasil dan dapat diterima oleh direksi.

1.19 LAPORAN-LAPORAN
1.19.1 Laporan Kemajuan Pekerjaan Bulanan
Paling lambat tanggal 10 (sepuluh) tiap bulan atau pada suatu waktu
yang ditentukan Direksi, Kontraktor harus menyerahkan 5 (lima) buah
Laporan Kemajuan Bulanan yang menggambarkan secara detail
kemajuan pekerjaan selama bulan-bulan sebelumnya.
Laporan ini merupakan rekap dari Laporan Mingguan.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut:
1) Prosentase kemajuan pekerjaan sesuai dengan hasil Pemeriksaan
bersama (opname).
2) Program Kerja dan Rencana kegiatan dalam waktu 2 (dua) bulan ke
depan disertai rencana tanggal permulaan dan penyelesaiannya.
3) Daftar personil dan jumlah tenaga kerja.
4) Daftar peralatan yang dioperasikan.
5) Volume bahan yang terpakai dan sisa bahan (stock) yang ada di
lapangan.
6) Progress per item pekerjaan untuk tiap-tiap bangunan atau bagian-
bagian konstruksi, antara lain :
a) Volume pekerjaan pembetonan
b) Volume pekerjaan tanah
c) Daftar bangunan yang sedang dan telah selesai dikerjakan
7) Progress pembayaran dan rencana tagihan pembayaran bulan
berikutnya.
8) Hasil pengujian lapangan dan laboratorium
9) Permasalahan yang dijumpai di lapangan dan Risalah rapat-rapat
pelaksanaan.
1.19.2 Laporan Harian dan Mingguan
Progress pekerjaan per hari harus dilaporkan, diperiksa dan disetujui
oleh Direksi. Laporan harian mencakup progress volume setiap item
pekerjaan disertai catatan volume bahan yang terpakai, peralatan yang
digunakan dan jumlah tenaga kerjanya. Laporan harian dibuat dalam 3
(tiga) rangkap dan diserahkan kepada Direksi pada hari itu juga dalam
2 (dua) rangkap. Laporan harian ini kemudian direkap menjadi Laporan
Mingguan yang diserahkan kepada Direksi pada saat Rapat Mingguan.

1.20 RAPAT-RAPAT
Rapat tetap antara Direksi, Konsultan dan Kontraktor diadakan seminggu sekali
pada waktu yang disepakati bersama. Maksud dari rapat ini membicarakan
kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan, pekerjaan yang diusulkan untuk
minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat
segera diselesaikan. Setiap bulan diadakan rapat bulanan antara
Pimpro/Pimbagpro, Direksi, Konsultan dan Kontraktor untuk mengevaluasi
kemajuan pekerjaan dan membahas permasalahan yang dihadapi dan
antisipasi permasalahan di bulan berikutnya.

1.21 DOKUMENTASI
Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan
dibuatkan Album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto,
lokasi dan penjelasan foto. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri
foto pada kondisi sebelum pelaksanaan (0%), pada saat pelaksanaan (50%)
dan setelah selesai dilaksanakan (100%).
Titik sudut pengambilan foto untuk tahap-tahap kegiatan diusahakan dari posisi
yang sama. Oleh karena itu, sebelum pengambilan foto perlu dibuat rencana /
denah yang menunjukan lokasi, posisi dari kamera juga arah bidikan yang
kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui.
Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut:
− Nama dan lokasi Bangunan

− Tanggal pengambilan

− Tahap pelaksanaan

Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilampiri dengan


beberapa foto-foto pelaksanaan pada periode tersebut. Pada akhir pelaksanaan
Kontrak, Kontraktor harus menyerahkan Album foto pelaksanaan pekerjaan
kepada Direksi untuk tiap-tiap bagunan atau bagian konstruksi pada kondisi
awal (0 %), 50 % dan selesai 100 % dalam satu halaman.
Penyerahan dilakukan sebanyak 5 (lima) ganda bersama 1 (satu) set album
negatifnya. Tiap album disertakan negatif film yang diberi keterangan atau
tanda untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.
Seluruh biaya yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus diperhitungkan dalam
harga Kontrak.

1.22 PENGGAMBARAN
1.22.1 Gambar Kontrak
Kontraktor harus menyediakan Album gambar (Tender/Contract
drawings) ukuran A3 sebanyak 2 (dua) set untuk didistribusikan sebagai
berikut :
− Kontraktor di Lapangan ( 1 set)
− Konsultan di lapangan ( 1 set)

1.22.2. Gambar Pelaksanaan


Kontraktor harus menggunakan Gambar Kontrak/ Desain sebagai dasar
untuk mempersiapkan Gambar Pelaksanaan/Kerja. Gambar
Pelaksanaan disiapkan dalam ukuran A3 dengan memperlihatkan detail
bangunan, potongan-potongan bangunan secara lengkap, termasuk
tata-letak pembesian, rencana pembengkokan, daftar pembesian, tipe
beton yang digunakan dan ukuran-ukuran bagian-bagian bangunan
secara tepat. Gambar Pelaksanaan yang telah disetujui dan disahkan
oleh Direksi harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 2 (dua) set dan
Konsultan 1 (satu) set.
Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan Gambar Pelaksanaan yang
telah disetujui dan disahkan oleh Direksi. Setiap perubahan dari Gambar
Pelaksanaan terlebih dahulu harus dimintakan persetujuan kembali
kepada Direksi. Resiko yang timbul akibat pekerjaan yang dilaksanakan
tanpa persetujuan Direksi, sepenuhnya menjadi tanggung-jawab
Kontraktor.

1.22.3. Gambar Pabrikan


Gambar-gambar detail yang dikeluarkan oleh pabrik atau bengkel seperti
pintu-pintu, diusulkan oleh Kontraktor sesuai dengan Spesifikasi, harus
diperiksa terlebih dahulu dan disetujui oleh Direksi.

1.22.4. Purlaksana (As built drawings)


Selama pelaksanaan, Kontraktor harus menyediakan 1 (satu) set gambar
yang memperlihatkan progress pelaksanaan untuk tiap-tiap bangunan.
Lembar-lembar gambar yang telah selesai dilaksanakan dengan benar
kemudian dicap “SUDAH DILAKSANAKAN”. Gambar Purnalaksana (As Built
Drawings) harus dibuat dalam ukuran A3 bila pekerjaan telah diselesaikan
100 %.
Dalam waktu 1 (satu) bulan setelah Serah Terima Pekerjaan I (PHO),
Kontraktor harus sudah menyerahkan Gambar Purnalaksana yang sudah
disahkan oleh Direksi yang terdiri dari 1 (satu) set Gambar lengkap dengan
ukuran A3, beserta 1 (satu) set copy dalam ukuran A3.

1.23 PEKERJAAN FINISHING


Pekerjaan ini berupa penimbunan kembali tanah bekas galian dan perataan
kembali seluruh tapak pekerjaan kedalam kondisi semula termasuk
memperbaiki kembali sarana yang terbongkar sementara untuk keperluan
pelaksanaan pekerjaan (bila ada). Pekerjaan ini antara lain berupa :
1). Meratakan kembali permukaan tanah yang tidak beraturan bekas
pelaksanaan pekerjaan termasuk penimbunan kembali bekas galian untuk
pondasi dan lain-lain.
2). Memperbaiki dan memfungsikan kembali semua utilitas existing yang

terkena bongkaran karena penggalian (bila ada).


3). Membuang tanah sisa galian yang tidak digunakan lagi keluar lokasi proyek.
4). Mengeluarkan kembali dari lokasi pekerjaan semua sisa material, peralatan

dan perlengkapan lainnya yang telah digunakan dalam pembangunan


Menara Air ini.
5). Membongkar/memindahkan semua bangunan Direksi Keet, Keet Penyedia

Jasa gudang bahan dan lain-lain ketempat yang ditentukan, kecuali


ditentukan lain oleh Pemberi Tugas.
6). Melakukan pembersihan lahan diseluruh tapak pekerjaan dari semua jenis

kotoran, sisa material buangan, fasilitas sementara dan lain-lain.

1.24 LAIN-LAIN
Pekerjaan Lain-lain adalah semua kegiatan yang harus dilaksanakan oleh
Kontraktor meskipun tidak tercantum di dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Biaya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan ini harus dimasukkan
ke dalam “Harga Kontrak”, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.2.
Pekerjaan lain-lain terdiri dari:
1.24.1 Fasilitas
System Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
Kontruksi Kontraktor harus menyediakan fasilitas kesehatan untuk
kepentingan karyawan dan tenaga kerja di lapangan. Kontraktor harus
mengusahakan lapangan kerja dalam keadaan bersih dan sehat.
1.24.2 Keamanan
Kontraktor atas biaya sendiri harus bertanggung jawab terhadap segi
keamanan di lingkungan pekerjaan. Tidak ada pembayaran tambahan
dalam hal ini, semua biaya harus sudah diperhitungkan dalam Harga
Kontrak.

1Pencegahan Kebakaran
Kontraktor harus melakukan pencegahan terhadap terjadinya kebakaran
di areal pekerjaan dan harus menyediakan segala peralatan pencegahan
kebakaran yang cukup dan siap digunakan di seluruh lokasi pekerjaan.
Kontraktor bertanggung jawab untuk memadamkan kebakaran yang
terjadi di lapangan kerja, termasuk mengamankan peralatan dan tenaga
kerja Sub-Kontraktor.

1.24.3 Hari Kerja dan Jam Kerja


Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan pada jam kerja pada hari kerja
dengan menghormati hari libur Nasional, perayaan resmi dan upacara
keagamaan. Bilamana terjadi keadaan mendesak yang mengharuskan
pekerjaan berlangsung terus selama perayaan atau hari libur tersebut
maka Kontraktor harus membuat pengaturan khusus dengan persetujuan
Direksi.

1.24.4 Pekerjaan Utama/permanen tidak boleh dilaksanakan pada Malam hari,


hari Minggu atau hari Libur resmi, kecuali pekerjaan tersebut tidak dapat
dihentikan tanpa resiko tertentu.
1.24.5 Resiko pekerjaan yang dilaksanakan di luar hari kerja dan jam kerja tanpa
persetujuan Direksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.

1.25 PEKERJAAN PEMBERSIHAN/PERAPIAN


Pekerjaan ini meliputi pembersihan kotoran sisa pekerjaan berikut
pembuangannya, pembersihan di sekitar lokasi pekerjaan dan
membereskannya/ membuangnya sehingga memberikan kesan indah, bersih
dan rapih.

1.26 PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum di dalam Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS) ini, akan ditentukan kemudian pada Rapat Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing) dan akan dimuat dalam Berita Acara Rapat Penjelasan.
BAB II
SPESIFIKASI TEKNIS
LAPANGAN KERJA
Pasal 1
Pekerjaan Persiapan/Pendahuluan
1.1 Umum
Bagian ini mencakup sebagai sarana pelengkap untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan.
o Mengadakan pengaman lokasi dari segala gangguan.
o Mengadaan peralatan, fasilitas dan mesin-mesin pembantu pekerjaan guna
menjamin kelancaran pekerjaan.
o Melaksanakan pengukuran guna menentukan duga lapangan dan ukuran-
ukuran lainnya yang berhubungan dengan.
o Menyediakan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Kontruksi:
- Topi pelindung (Safety Helmet),
- Sarung tangan (Safety Gloves)
- Sepatu keselamatan (Safety Shoes)
- Rompi keselamatan (Safety Vest)
- kotak P3K dan perlengkapannya

1.2 Pengukuran dan Pematokan


Seluruh pengukuran topografi harus merupakan 1 (satu) sistem koordinat
yang mengikat pada Titik koordinat awal (BM-0) yang ditetapkan oleh Direksi.
Direksi akan menyerahkan data koordinat BM tersebut kepada Kontraktor
setelah terbit Surat Perintah Mulai Kerja. Kontraktor perlu mendirikan titik-
titik referensi tambahan guna memperlancar pengecekan koordinat, BM
(Benchmark) dan CP (Control point) di lokasi yang diperintahkan atau
disetujui oleh Direksi.
Dalam segala hal, tiap-tiap tahapan pekerjaan harus didahului dengan
pematokan/uitzet/setting out, pengecekan koordinat (x,y,z) dan dilanjutkan
dengan pemasangan profile (bow plank). Kontraktor bertanggungjawab
penuh terhadap pelaksanaan pengukuran dalam rangka Mutual Check.
Pengukuran harus dilaksanakan di bawah pengawasan Direksi dan hasilnya
harus disetujui oleh Direksi, sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan.
Mutual check dilakukan 3 (tiga) tahapan yaitu tahap awal sebelum
pelaksanaan pekerjaan (MC-0), tahap pertengahan pada saat progress
mencapai ±50% (MC-50) dan menjelang akhir pekerjaan dimana tidak ada
lagi perubahan Volume Kontrak (MC-100). Gambar hasil pengukuran MC-0,
1 (satu) set Gambar A3 dan Buku Data Ukur harus segera diserahkan kepada
Kantor Satuan Kerja.

1.3 PEMASANGAN BOUWPLANK


Pasangan bouwplank dibuat untuk membantu menentukan as-as/sumbu-
sumbu dalam perletakan bangunan, baik mengenai kesikuannya atau
ukuran-ukuran lainnya.
Semua papan bouwplank menggunakan kayu kelas II/terentang, papan-
papan harus lurus diserut rata, permukaan papan harus “WATERPASS”
DENGAN PIEL LANTAI + 0,00. Setiap jarak 1,50 m; papan bouwplank
diperkuat dengan patok kayu berukuran 5/10 cm atau dolken galam .
Pada papan bouwplank ini harus di cat sumbu-sumbu yang diperlukan,
dengan cat yang tidak luntur oleh pengaruh cuaca.
Jarak papan bouwplank minimal 2,00 m; dari garis bangunan terluar, untuk
mencegah kelongsoran terhadap galian-galian tanah pondasi.
Setelah pekerjaan papan bouwplank selesai, pemborong wajib meminta
pemeriksaan dan persetujuan tertulis dari direksi.Dalam hal ini, piel lantai
(+0,00) ditentukan +1 m dari muka tanah yang ada sekarang atau ditentukan
lain dalam penjelasan gambar.

1.4 PEKERJAAN PEMBONGKARAN & PEMBERSIHAN LOKASI


Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan
dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga
dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
1.4.1 Pekerjaan Pembongkaran

1.4.1.1Pekerjaan Pembongkaran.
Sebelum memulai pekerjaan pembongkaran, pelaksana pekerjaan
harus memberitahukan kepada Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas
dan pihak terkait guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan
pekerjaan.Pembongkaran ini meliputi : Pembongkaran Pagar,Paving Block,
Dinding Bata , kolom beton,Melepas, dan memasang kembali beberapa tiang
baja yang lama.
1.4.1.2Pemeriksaan Tempat Kerja.
Pelaksanaan pembongkaran sebelumnya harus yakin akan kesiapan dan
segala akibat yang mungkin dapat timbul dalam proses pelaksanaan
pekerjaan pembongkaran.
Persetujuan ijin mulai pelaksanaan pekerjaan adalah setelah dilakukan
pemeriksaan kondisi lokasi bersama-sama Konsultan Pengawas, Perencana
dan Pemberi Tugas.
1.4.1.3Pengamanan/pemutusan Jalur-jalur Instalasi.
Amankan jalur-jalur listrik atau instalasi lain dengan menutupnya dengan
bahan yang diijinkan atau disyaratkan oleh Konsultan Pengawas, Pemilik
bangunan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

1.4.2 Pekerjaan Pembersihan Lokasi

1.4.2.1 Penyedia Jasa harus melaksanakan pembersihan dan perataan dilokasi


pekerjaan disekitar area yang diperlukan. Lokasi pekerjaan harus bebas
dari gangguan-gangguan yang ada seperti pohon-pohon liar, semak/
belukar dan material lain yang mengganggu termasuk permukaan tanah
yang tidak beraturan.

1.4.2.2 Apabila dilokasi pekerjaan terdapat sarana utilitas seperti tiang


listrik/telepon, drainase dan lain-lain yang masih berfungsi. Penyedia Jasa
diwajibkan untuk menjaga/ melindungi sarana tersebut dari kerusakan
selama pekerjaan berlangsung. Seandainya diantara utilitas tersebut ada
yang mengganggu pekerjaan sehingga diperluka pembongkaran/
pemindahan sementara, maka hal ini harus didiskusikan terlebih dahulu
oleh Penyedia Jasa kepada Direksi dan pihak instansi yang terkait, untuk
mendapatkan persetujuan. Segala biaya yang timbul untuk pelaksanaan
pembongkaran/pemindahan sarana tersebut menjadi tanggungan
Penyedia Jasa. Pada waktu pengajuan penawaran, Penyedia Jasa harus
sudah memperhitungkan hal ini. Hasil bongkaran akan dipilah-pilah oleh
Direksi/ Pengawas untuk menentukan bagian mana yang harus
dipasang kembali, yang harus dipindahkan ketempat yang telah
ditentukan atau yang harus dibuang keluar lokasi proyek.
1.4.3 Pekerjaan Pengamanan

1.4.3.1 Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat barang-


barang/peralatan di lokasi proyek, maka kontraktor wajib
mengamankan/melindungi barang-barang tersebut dari akibat
pekerjaan bongkaran. Material pelindung yang dipakai adalah berupa
plastik lembaran atau karton kardus atau material lain yang disetujui
Konsultan Pengawas.
1.4.3.2 Area yang tidak menjadi bagian pekerjaan, harus dibangun pagar atau
panel partisi pembatas setinggi ruangan atau sekat lainnya yang
diizinkan/disetujui oleh Konsultan Pengawas.

1.4.4 Tanda-tanda/rambu dan Papan Nama Proyek


Ditempat-tempat yang dipandang perlu, Penyedia Jasa harus
menyediakan tanda-tanda untuk keperluan kelancaran lalu lintas.
Tanda-tanda tersebut harus cukup jelas untuk menjamin keselamatan
lalu lintas. Apabila pekerjaan harus memotong/menyeberangi jalan
dengan lalu lintas padat, Penyedia Jasa harus melaksanakan pekerjaan
secara bertahap atau apabila dipandang perlu dilaksanakan pada
malam hari. Segala biaya untuk keperluan tersebut harus sudah
termasuk di dalam penawaran Penyedia Jasa.
Penyedia Jasa wajib membuat papan nama proyek yang
bertuliskan/berisikan keterangan mengenai pekerjaan yang sedang
dilaksanakan (pemberi tugas, nama Penyedia Jasa, dsb).

1.4.5 Marking Area


Sebelum dimulainya pelaksanaan konstruksi di lokasi proyek, untuk
menyamakan persepsi ukuran-ukuran yang akan dilaksanakan antara
gambar perencanaan dengan ukuran sebenarnya di lokasi, perlu
dilakukan marking oleh kontraktor untuk penentuan ukuran- ukuran
yang akan dilaksanakan atas dasar kondisi sebenarnya di lokasi proyek.
Hasil marking tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
1.4.6 Peralatan
Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor, harus dapat dimanfaatkan
semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak
dapat dipakai, maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. Peralatan
yang diperlukan, seperti :
a. Beton molen / Concrete mixer 0.25 m3 : 1 unit
b. Watertank : 1 unit
c. Gunting pemotong besi/Bar cutter : 2 unit
d. Dumptruck : 2 unit
e. Arco : 2 unit
Pasal 2
Pekerjaan Tanah
1) Umum
• Bagian ini mencakup seluruh pekerjaan tanah sebagaimana dituntut oleh gambar dan
dokumen kontrak yang berhubungan.
• Sebelum pekerjaan pembongkaran dimulai Kontraktor berkewajiban untuk meneliti
semua dokumen kontrak yang berhubungan, pemeriksaan kebenaran dari kondisi
pekerjaan, meninjau pekerjaan dan kondisi-kondisi yang ada, melakukan
pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan seluruh lingkup pekerjaan yang
dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan kegiatan.
• Kontraktor harus mempertimbangkan hambatan yang mungkin terjadi pada kondisi
lapisan bawah tanah, walaupun telah dilakukan penyelidikan tanah oleh konsultan
perencana bilamana perlu, berdasarkan pertimbangan dan tanggung jawabnya,
Kontraktor diperkenankan untuk melaksanakan penyelidikan tanah tambahan atas
biaya sendiri dan melalui persetujuan tertulis dari direksi teknik.
• Tanah atau site diserahkan kepada Kontraktor dalam rangka pelaksanaan
pembangunan ini seperti apa adanya seluruh pekerjaan pembersihan dan
penyesuaian ketinggian-ketinggian halaman/lantai, sepenuhnya menjadi tanggung
jawab kontraktor.
2) Uraian
• Galian tanah pondasi, urugan tanah halaman
• Urugan Tanah dari luar Lokasi untuk peninggian halaman.

3) Bahan-bahan
• Umum
Semua bahan urugan halaman yang akan digunakan berupa tanah atau pasir
sebelum digunakan harus seijin direksi.
• Urugan tanah
• Bahan urugan berupa tanah urug yang harus bersih dari kotoran, humus, dan
organisme lainnya yang dapat mengakibatkan penyusutan atau perubahan
kepadatan urugan itu sendiri.
• Tanah urug dapat digunakan tanah bekas galian.
• Pasir urug
Pasir urug harus berbutir halus dan bergradasi tidak seragam.
4) Syarat-syarat dan Metode Pelaksanaan
• Pekerjaan galian tanah pondasi
• Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus membersihkan atau meratakan
tanah tersebut, termasuk sebelumnya juga membersihkan kotoran-kotoran dan
segala macam tanaman sampai keakar-akarnya.
• Selama pelaksanaan penggalian, harus dibersihkan juga bekas-bekas akar, pokok
kayu, longsoran atau benda-benda yang dapat menggangu konstruksi.
• Galian tanah harus dibuang ke luar bowplang dan diratakan di luar sedemikian
rupa hingga tidak mudah gugur kembali ke dalam lubang parit.
• Kedalaman galian minimal sesuai gambar.
• Pada galian tanah yang mudah longsor, Kontraktor harus mengadakan tindakan
pencegahan dengan memasang penahan atau cara lain yang disetujui Direksi.
• Dalam pelaksanaan penggalian, pekerjaan lain di dalam galian harus dihindarkan
dari genangan air. Untuk itu kontraktor harus menyediakan pompa air dengan
jumlah yang cukup untuk menunjang kelancaran pekerjaan tersebut.
• Pekerjaan Urugan akan diklasifikasikan dalam pengukuran dan mata
pembayaran, sebagai berikut : Urugan Tanah Kembali Dipadatkan,Urugan
Tanah Peninggian Halaman Bangunan.

5) Pemeriksaan Penggalian dan Pengurugan

Penggalian dan Pengurugan harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi dan
kalau perlu oleh pengawas setempat sebelum dimulainya tahap konstruksi.
Direksi akan segera memberitahukan kalau pengisian selesai sehingga dapat
bersiap-siap untuk mengetes secara tepat kepadatannya.

Setelah Penggalian dan Pengurugan disetujui, Penyedia Jasa harus segera


mulai dengan tahap konstruksi berikutnya dan tidak boleh membiarkan lubang
penggalian ditinggal terbuka dalam jangka waktu lama untuk hal-hal yang
tidak perlu.

6) Dasar Pembayaran

Kuantitas galian yang diukur menurut ketentuan di atas, akan dibayar menurut
satuan pengukuran (meter kubik) dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran, dimana harga
dan pembayaran tersebut merupakan kompensasi penuh untuk seluruh
pekerjaan termasuk cofferdam, penyokong, pengaku dan pekerjaan yang
berkaitan, dan biaya yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan galian.
Pasal 3
Pekerjaan Pancangan Pondasi Galam

3. Pekerjaan pondasi tiang pancang kayu galam


Bagian ini mencakup seluruh pekerjaan tanah sebagaimana dituntut oleh gambar dan
dokumen kontrak yang berhubungan.
3.2. Pekerjaan Tiang Pancang Kayu Galam ( Poer Pondasi Lapangan )

1) Lingkup Pekerjaan.
a. Pekerjaan meliputi pengadaan tenaga kerja,bahan-bahan peralatan dan alat-alat
bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini,hingga dapat tercapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik.
b. Pekerjaan pondasi meliputi seluruh pekerjaan yang disebutkan dalam detail yang
disebut/ditunjuk dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi/Pengawas
Pekerjaan
c. Seluruh sisa urugan yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan
kembali,juga seluruh sisa-sisa,puing-puing,sampah- sampah harus disingkirkan
dari lapangan pekerjaan.Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab
Kontraktor.
2) Bahan dan Peralatan
a. Bahan yang dipergunakan galam dia.10 cm, P= 7 m , Besi Tulangan sesuai dengan
ketentuan yang disyaratkan dalam detail yang disebut/ditunjuk dalam gambar
atau sesuai dengan petunjuk Direksi/Pengawas Pekerjaan
b. Semen,pasir,besi tulangan dan air pasangan adalah sama dengan yang ditentukan
dalam pekerjaan beton
c. Adukan yang dipakai untuk pasangan pondasi Poer adalah dengan campuran
beton
d. Beton yang digunakan untuk pondasi poer beton bertulang menggunakan mutu
beton campuran Ready Mix K-275
e. Peralatan disesuaikan keperluan dilapangan berupa mesin molem,sekop,Cetok,
kasutan, palu,keranjang dan benangan
3) Syarat-syarat dan metode pelaksanaan
a. Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan ketebalan sesuai dengan
gambar.Kemudian disiram dengan air secukupnya hingga jenuh
b. Pada setiap pokok galian dibuat profil pondasi yang terbuat dari kayu atau bambu
dengan ukuran sesuai dengan ukuran pondasi yang akan dibuat
c. Untuk pondasi poer beton bertulang dilaksanakan sesuai dengan gambar detail.
4) Dasar pembayaraan
Kuantitas yang diterima dari berbagai mutu beton yang ditentukan
sebagaimana yang disyaratkan di atas, akan dibayar pada harga kontrak untuk
mata pembayaran dan menggunakan satuan pengukuran meter kubik yang
ditunjukkan di bawah dan dalam daftar kuantitas.
Harga dan pembayaran harus merupakan kompensasi penuh untuk seluruh
penyediaan dan pemasangan seluruh bahan yang tidak dibayar dalam mata
pembayaran lain, termasuk "water stop", lubang salumuniumgan, acuan,
perancah untuk pencampuran, pengecoran, pekerjaan akhir dan perawatan
beton, dan untuk semua biaya lainnya yang perlu dan lazim untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya, yang diuraikan dalam seksi ini.
Pasal 4
Pekerjaan Beton Struktural

4.1 Uraian
1. Yang dimaksud dengan beton adalah campuran antara semen portland
atau semen hidraulik yang setara, agregat halus, agregat kasar, dan air
dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk massa padat.
2. Pekerjaan yang diatur dalam seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh
struktur beton bertulang, beton tanpa tulangan, beton prategang, beton
pracetak dan beton untuk struktur baja komposit, sesuai dengan spesifikasi
dan gambar rencana atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
3. Pekerjaan ini harus pula mencakup penyiapan tempat kerja untuk
pengecoran beton, pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan
pemeliharaan fondasi seperti pemompaan atau tindakan lain untuk
mempertahankan agar fondasi tetap kering.
4. Mutu beton yang digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan
dalam kontrak harus seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana atau
sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Mutu beton yang
digunakan dalam kontrak ini dibagi sebagai berikut:
5.
Tabel 4.1.1 Mutu Beton dan Penggunaan

Jenis Beton fc’ bk’


(MPa) Uraian
(Kg/cm2)
Umumnya digunakan untuk beton
Mutu tinggi
 45  K500 prategang seperti tiang pancang beton
prategang, gelagar beton prategang, pelat
beton prategang dan sejenisnya.
Umumnya digunakan untuk beton bertulang
Mutu sedang seperti pelat lantai, balok, kolom, gelagar
20 ≤ x < 45 K250 ≤ x < K500 beton bertulang, diafragma, kereb beton
pracetak, gorong-gorong beton bertulang,
struktur bawah tanah, perkerasan beton
semen

Umumya digunakan untuk struktur beton


15 ≤ x < 20 K175 ≤ x < K250 tanpa tulangan seperti beton siklop, trotoar
Mutu rendah dan pasangan batu kosong yang diisi
adukan, pasangan batu.
10 ≤ x < 15 K125 ≤ x < K175 Digunakan sebagai lantai kerja, penimbunan
kembali dengan beton.
Lingkup Pekerjaan
4.1.1 Pekerjaan beton bertulang meliputi:
• Pekerjaan Pondasi Poer Beton Bertulang
• Pekerjaan Neut Kolom
• Pekerjaan Kolom
• Pekerjaan sloof
• Pekerjaan Balok Lantai
• Pekerjaan Plat Lantai beton

4.1.2 Pekerjaan beton bertulang meliputi:


Lantai Kerja Pondasi Beton Bertulang semua Bangunan. Pekerjaan yang
mencakup seluruh pekerjaan Beton sebagaimana dituntut oleh gambar dan
dokumen kontrak yang berhubungan.

4.2 Keahlian Pertukangan


Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai
penyelesaiannya.Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau
tukang-tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaan
beton.Semua Pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding
dengan standar yang umum berlaku atau yang disarankan oleh Direksi/Konsultan
Pengawas. Apabila Direksi/Konsultan Pengawas memandang perlu,Kontraktor
dapat meminta nasehat-nasehat dari tenaga ahli yang ditunjuk Direksi/Konsultan
Pengawas atas beban Kontraktor.
4.3 Standar Rujukan:
Standar Nasional Indonesia (SNI)
SNI 4433-1997 Spesifikasi beton siap pakai.
SNI 4430-1997 Metode pengujian elemen struktur beton dengan HAMMER TEST
SNI 4814-1998 Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang
Panas
SNI 2834-2000 Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
SNI 6429-2000 Metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan
silinder di dalam tempat cetakan.
SNI 2834-2000 Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal
SNI 2492-2002 Metode pengambilan dan pengujian beton inti.
SNI 6817-2002 Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton.
SNI 6889-2002 Tata cara pengambilan contoh agregat.
SNI 6814-2002 Tata cara pelaksanaan sambungan mekanis untuk tulangan beton
SNI 2915-2002 Spesifikasi beton tanah sulfat
SNI 2492-2002 Metode pengambilan dan pengujian beton inti
SNI 7064-2004 Semen Portland Komposit
SNI 0129-2004 Semen portland putih
SNI 2049-2004 Semen portland
SNI 4817-2008 Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton
SNI 6369-2008 Tata cara pembuatan kaping untuk benda uji silinder beton
SNI 1972-2008 Cara uji slump beton)
SNI 1973-2008 Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara
beton
SNI 2417-2008 Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles
SNI 2458-2008 Tata cara pengambilan contoh uji beton segar
SNI 2496-2008 Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk
beton
SNI 3402-2008 Cara uji berat isi beton ringan structural
SNI 3419-2008 Cara uji abrasi beton di lab
SNI 4156-2008 Cara uji bliding pada beton segar
SNI 2493-2011 Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di
laboratorium
SNI 4810-2013 Tata cara pembuatan dan perawatan spesimen uji beton di
lapangan
SNI 2847-2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

4.4 Kualitas beton yang digunakan


• Mutu beton Ready Mix K-275

4.5 Bekisting
Sebelum pengecoran dimulai harus disiapkan dan dipasang bekisting dengan rapi.
Bahan bekesting harus terbuat dari kayu papan Bekisting yang berkualitas baik,
permukaan rata dan halus, tidak bocor dan kuat.

4.6 Bahan dan peralatan


a. Bahan yang dipergunakan Besi Tulangan sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dalam detail yang disebut/ditunjuk dalam gambar atau sesuai
dengan petunjuk Direksi/Pengawas Pekerjaan
b. Semen,pasir,besi tulangan dan air pasangan adalah sama dengan yang
ditentukan dalam pekerjaan beton
c. Adukan yang dipakai untuk pasangan pondasi Poer adalah dengan campuran
beton
d. Beton yang digunakan untuk pondasi poer beton bertulang menggunakan mutu
beton campuran Ready Mix K-275. Peralatan disesuaikan keperluan dilapangan
berupa mesin molem ready mix ,sekop,Cetok,kasutan,dan benangan.

4.7 Metode Pelaksanaan Pengecoran Beton


a. Pelaksanaan pengecoran harus merata dan padat.
b. Seluruh permukaan besi beton harus penuh terselimuti adukan beton.
c. Selama pengecoran bekisting harus stabil kuat.
d. Bekisting hanya boleh dibongkar jika umur pengecoran sudah cukup atau atas
petunjuk Direksi.
e. Untuk pekerjaan kolom, balok, plat papan begesting dilapisi dengan triplek agar
produk beton menjadi beton expose.
f. Sebelum pengecoran, sisi dalam dari begesting harus disiram dengan air dan
bebas dari kotoran atau benda – benda yang tidak diperlukan.
g. Pemberi Tugas dan Tim Pengelola Teknis Kegiatan (TPTK) harus mengecek
perancah dan begesting sebelum dilaksanakan pengecoran.
h. Pengadukan semua beton harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk beton (
Ready Mix ) .
i. Perawatan Dengan Pembasahan Segera setelah pengecoran, beton harus
dilindungi dari pengeringan dini, tempe-ratur yang terlalu panas, dan gangguan
mekanis. Beton harus dijaga agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal
mungkin dan diperoleh temperatur yang relatif tetap dalam waktu yang
ditentukan untuk menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen
dan pengerasan beton.
j. Beton harus dirawat, sesegera mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan
menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air. Lembaran bahan
penyerap air ini yang harus dibuat jenuh dalam waktu paling sedikit 3 hari.
Semua bahan perawat atau lembaran bahan penyerap air harus dibebani
atau diikat ke bawah untuk mencegah permukaan yang terekspos dari aliran
udara.
k. Bilamana digunakan acuan kayu, acuan tersebut harus dipertahankan basah
pada setiap saat sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan-
sambungan dan pengeringan beton. Lalu lintas tidak boleh diperkenankan
melewati permukaan beton dalam 7 hari setelah beton dicor atau setelah beton
mencapai kekuatan minimum yang disyaratkan.
l. Lantai beton sebagai lapis aus harus dirawat setelah permukaannya mulai
mengeras dengan cara ditutup oleh lapisan pasir lembab setebal 5 cm paling
sedikit selama 21 hari atau setelah beton mencapai kekuatan minimum yang
disyaratkan.
m. Beton yang dibuat dengan semen yang mempunyai sifat kekuatan awal yang
tinggi atau beton yang dibuat dengan semen biasa yang ditambah bahan
tambahan (aditif), harus dibasahi sampai kekuatanya mencapai 70 % dari
kekuatan rancangan beton berumur 28 hari atau setelah beton mencapai
kekuatan minimum yang disyaratkan.

4.8 Dasar Pembayaran


Kuantitas yang diterima dari berbagai mutu beton yang ditentukan sebagaimana
yang disyaratkan di atas, akan dibayar pada harga kontrak untuk mata
pembayaran dan menggunakan satuan pengukuran meter kubik yang
ditunjukkan di bawah dan dalam daftar kuantitas.
Harga dan pembayaran harus merupakan kompensasi penuh untuk seluruh
penyediaan dan pemasangan seluruh bahan yang tidak dibayar dalam mata
pembayaran lain, termasuk perancah untuk pencampuran, pengecoran,
pekerjaan akhir dan perawatan beton, dan untuk semua biaya lainnya yang perlu
dan lazim untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya, yang
diuraikan dalam seksi ini.
Pasal 5
Baja Tulangan

5.1 UMUM
1. Uraian

Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan


sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan
oleh Direksi Pekerjaan.
2. Standar Rujukan

SNI 07-6401-2000 : Spesifikasi Kawat Baja dengan Proses Canay Dingin untuk
Tulangan Beton.
SNI 03-6812-2002 : Spesifikasi Anyaman Kawat Baja Polos yang Dilas untuk
Tulangan Beton.
SNI 2052-2002 : Baja tulangan beton
SNI 03-6816-2002 : Tata Cara Pendetailan Penulangan Beton.
SNI 3567-2006 : Baja lembaran dan gulungan canai dingin
SNI 2052 – 2017 : Standar Baja Tulangan Beton

3. Toleransi

a. Toleransi untuk fabrikasi harus seperti yang disyaratkan dalam SNI 03-
6816-2002.
b. Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang
menutup bagian luar baja tulangan adalah sebagai berikut :
i. 3,5 cm untuk beton yang tidak terekspos langsung dengan udara atau
terhadap air tanah atau terhadap bahaya kebakaran;
ii. Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 3.2 untuk beton yang
terendam/ tertanam atau terekspos langsung dengan cuaca atau
timbunan tanah tetapi masih dapat diamati untuk pemeriksaan;
iii. 7,5 cm untuk seluruh beton yang terendam/tertanam dan tidak bisa
dicapai, atau untuk beton yang tak dapat dicapai yang bila keruntuhan
akibat karat pada baja tulangan dapat menyebabkan berkurangnya
umur atau struktur, atau untuk beton yang ditempatkan langsung di
atas tanah atau batu, atau untuk beton yang berhubungan langsung
dengan kotoran pada selokan atau cairan korosif lainnya.
Tebal Selimut Beton Minimum dari Baja Tulangan
untuk Beton yang Tidak Terekspos Tetapi Mudah Dicapai

Ukuran Batang Tulangan yang akan diselimuti (mm) Tebal Selimut Beton Minimum
(cm)
Batang 16 mm dan lebih kecil 4
Batang 19 mm dan 22 mm 5,0
Batang 25 mm dan lebih besar 6,0

4. Penyimpanan dan Penanganan

a. Penyedia Jasa harus mengangkut tulangan ke tempat kerja dalam ikatan,


diberi label, dan ditandai dengan label logam yang menunjukkan ukuran
batang, panjang dan informasi lainnya sehubungan dengan tanda yang
ditunjukkan pada diagram tulangan.
b. Penyedia Jasa harus menangani serta menyimpan seluruh baja tulangan
sedemikian untuk mencegah distorsi, kontaminasi, korosi, atau kerusakan.

5. Pengajuan kesiapan kerja

a. Sebelum memesan bahan, seluruh daftar pesanan dan diagram


pembengkokan harus disediakan oleh Penyedia Jasa untuk mendapatkan
persetujuan dari Direksi Pekerjaan, dan tidak ada bahan yang boleh dipesan
sebelum daftar tersebut serta diagram pembengkokan disetujui.
b. Sebelum memulai pekerjaan baja tulangan, Penyedia Jasa harus menyerahkan
kepada Direksi Pekerjaan daftar yang disahkan pabrik baja yang memberikan
berat satuan nominal dalam kilogram untuk setiap ukuran dan mutu baja
tulangan atau anyaman baja dilas yang akan digunakan dalam pekerjaan.

6. Mutu pekerjaan dan perbaikan atas pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan

a) Persetujuan atas daftar pesanan dan diagram pembengkokan dalam segala


hal tidak membebaskan Penyedia Jasa atas tanggung jawabnya untuk
memastikan ketelitian dari daftar dan diagram tersebut. Revisi bahan yang
disediakan sesuai dengan daftar dan diagram, untuk memenuhi rancangan
dalam Gambar, harus atas biaya Penyedia Jasa.
b) Baja tulangan yang cacat sebagai berikut tidak akan diijinkan dalam pekerjaan :
i. Panjang batang, ketebalan dan bengkokan yang melebihi toleransi
pembuatan yang disyaratkan dalam SNI 03-6816-2002;
ii. Bengkokan atau tekukan yang tidak ditunjukkan pada Gambar atau Gambar
Kerja Akhir (Final Shop Drawing);
iii. Batang dengan penampang yang mengecil karena karat yang berlebih atau
oleh sebab lain.
c) Bilamana terjadi kesalahan dalam membengkokkan baja tulangan, batang
tulangan tidak boleh dibengkokkan kembali atau diluruskan tanpa persetujuan
Direksi Pekerjaan atau yang sedemikian sehingga akan merusak atau
melemahkan bahan. Pembengkokan kembali dari batang tulangan harus
dilakukan dalam keadaan dingin terkecuali disetujui lain oleh Direksi
Pekerjaan. Dalam segala hal batang tulangan yang telah dibengkokkan
kembali lebih dari satu kali pada tempat yang sama tidak diijinkan digunakan
pada Pekerjaan. Kesalahan yang tidak dapat diperbaiki oleh pembengkokan
kembali, atau bilamana pembengkokan kembali tidak disetujui oleh Direksi
Pekerjaan, harus diperbaiki dengan mengganti seluruh batang tersebut
dengan batang baru yang dibengkokkan dengan benar dan sesuai dengan
bentuk dan dimensi yang disyaratkan.

d) Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas di tempat kerja untuk pemotongan


dan pembengkokan tulangan, baik jika melakukan pemesanan tulangan yang
telah dibengkokan maupun tidak, dan harus menyediakan persediaan (stok)
batang lurus yang cukup di tempat, untuk pembengkokan sebagaimana yang
diperlukan dalam memperbaiki kesalahan atau kelalaian.

7. Pergantian ukuran batang

Penggantian batang dari ukuran berbeda akan hanya diijinkan bila secara jelas
disahkan oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana baja diganti haruslah dengan luas
penampang yang sama dengan ukuran rancangan awal, atau lebih besar.

8. Baja tulangan

a) Baja tulangan harus baja polos atau berulir dengan mutu yang sesuai
dengan Gambar dan memenuhi Tabel dibawah ini :

Tabel 8.1 Tegangan Leleh Karakteristik Baja Tulangan

Mutu Sebutan Tegangan Leleh Karakteristik atau Tegangan


Karakteristik yang memberikan regangan tetap 0,2
(kg/cm2)
U24 Baja Lunak 2.400
U39 Baja Keras 3.900

b) Bila anyaman baja tulangan diperlukan, seperti untuk tulangan pelat, anyaman
tulangan yang di las yang memenuhi SNI 03-6812-2002 dapat digunakan.
9. Tumpuan untuk tulangan

Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dari batang besi ringan atau bantalan
beton pracetak dengan mutu fc’ 20 MPa seperti yang disyaratkan dalam Spesifikasi
ini, terkecuali disetujui lain oleh Direksi Pekerjaan. Kayu, bata, batu atau bahan lain
tidak boleh diijinkan sebagai tumpuan.

10. Pengikat untuk tulangan

Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja lunak yang memenuhi
SNI 07-6401- 2000.

11. Pembengkokan

a) Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, seluruh baja tulangan harus
dibengkokkan secara dingin dan sesuai dengan prosedur SNI 03-6816-2002,
menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari lekukan-
lekukan, bengkokan-bengkokan atau kerusakan. Bila pembengkokan secara
panas di lapangan disetujui oleh Direksi Pekerjaan, tindakan pengamanan
harus diambil untuk menjamin bahwa sifat-sifat fisik baja tidak terlalu berubah
banyak.
b) Batang tulangan dengan diameter 2 cm dan yang lebih besar harus dibengkok-
kan dengan mesin pembengkok.

12. Penempatan dan pengikatan

a) Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk


menghilangkan kotoran, lumpur, oli, cat, karat dan kerak, percikan adukan
atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau merusak pelekatan dengan
beton.
b) Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebu-
tuhan selimut beton minimum yang disyaratkan, atau seperti yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
c) Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat
sehingga tidak tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi
atau pengikat (stirrup) terhadap tulangan baja tarik utama tidak
diperkenankan.
d) Seluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang total yang
ditunjukkan pada Gambar. Penyambungan (splicing) batang tulangan,
terkecuali ditunjukkan pada Gambar, tidak akan diijinkan tanpa persetujuan
tertulis dari Direksi Pekerjaan. Setiap penyambungan yang dapat disetujui
harus dibuat sedemikian hingga penyambungan setiap batang tidak terjadi
pada penampang beton yang sama dan harus diletakkan pada titik dengan
tegangan tarik minimum.
e) Bilamana penyambungan dengan tumpang tindih disetujui, maka panjang
tumpang tindih minimum haruslah 40 diameter batang dan batang tersebut
harus diberikan kait pada ujungnya.
f) Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan membelakangi permukaan beton
sehingga tidak akan terekspos.
g) Anyaman baja tulangan yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin,
dengan bagian tumpang tindih dalam sambungan paling sedikit satu kali jarak
anyaman. Anyaman harus dipotong untuk mengikuti bentuk pada kerb dan
bukaan, dan harus dihentikan pada sambungan antara pelat.
Bilamana baja tulangan tetap dibiarkan terekspos untuk suatu waktu yang
cukup lama, maka seluruh baja tulangan harus dibersihkan dan diolesi
dengan adukan semen acian (semen dan air saja).

h) Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang boleh digunakan
untuk memikul perlengkapan pemasok beton, jalan kerja, lantai untuk kegiatan
bekerja atau beban konstruksi lainnya.

13. Pengukuran untuk Pembayaran

a) Baja tulangan akan diukur dalam jumlah kilogram terpasang dan diterima oleh
Direksi Pekerjaan. Jumlah kilogram yang dipasang harus dihitung dari panjang
aktual yang dipasang, atau luas anyaman baja yang dihampar, dan satuan
berat dalam kilogram per meter panjang untuk batang atau kilogram per
meter persegi luas anyaman. Satuan berat yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan akan didasarkan atas berat nominal yang disediakan oleh pabrik
baja, atau bila Direksi Pekerjaan memerintahkan, atas dasar pengujian
penimbangan yang dilakukan Penyedia Jasa pada contoh yang dipilih oleh
Direksi Pekerjaan.
b) Penjepit, pengikat, pemisah atau bahan lain yang digunakan untuk
penempatan atau pengikatan baja tulangan pada tempatnya tidak akan
dimasukkan dalam berat untuk pembayaran.
c) Penulangan yang digunakan untuk gorong-gorong beton bertulang atau
struktur lain di mana pembayaran terpisah untuk struktur yang lengkap telah
disediakan dalam Seksi lain dari Spesifikasi ini, tidak boleh diukur untuk
pembayaran menurut Seksi ini.
14. Dasar Pembayaran

Jumlah baja tulangan yang diterima, yang ditentukan seperti yang diuraikan di atas,
harus dibayar pada Harga Penawaran Kontrak untuk Mata Pembayaran yang
ditunjukkan di bawah ini, dan terdaftar dalam Daftar Kuantitas, akan dibayar pada
harga kontrak untuk mata pembayaran dan menggunakan satuan pengukuran
Perkilogram yang ditunjukkan di bawah dan dalam daftar kuantitas dimana
pembayaran tersebut merupa-kan kompensasi penuh untuk pemasokan,
pembuatan dan pemasangan bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas,
pengujian dan pekerjaan pelengkap lain untuk menghasilkan pekerjaan yang
memenuhi ketentuan.

Uraian Satuan Pengukuran


Baja Tulangan U24 Polos Kilogram

Baja Tulangan U39 Ulir Kilogram

Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh) Kilogram


Pasal 6
Pekerjaan Pasangan Dinding

7.1 Pasangan Bata Merah


7.1.1 Lingkup Pekerjaan
a) Pasangan Bata Merah Dinding Seluruh Bangunan Gedung

b) Pasangan Bata Merah Dinding Trasram bagian bawah lantai Keliling

Bangunan
7.1.2 Standard an Rujukan
Semua pekerjaan pasangan batu harus memenuhi standard yang tercantum
dalam Bagian
Spesifikasi Umum.
7.1.3 Persyaratan Bahan
a. Bata Merah
Semua Bata Merah ukuran 5x11x22 cm untuk pekerjaan pasangan pada
dinding, harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
standar yang dalam keadaan utuh.
b. Semen, Pasir dan Air
Semua semen adukan untuk pekerjaan, harus sesuai dengan syarat-syarat
dan ketentuan yang dinyatakan untuk semen portland.
Pasir untuk spesi/ adukan yang dipakai untuk seluruh kontruksi pekerjaan,
yang diperlukan menurut spesifikasi ini harus disediakan oleh Penyedia
Jasa menurut ketentuan dan sesuai syarat-syarat dan ketentuan dari
spesifikasi bahan/ material untuk pasir.
Air yang dipergunakan untuk adukan bebas dari bahan-bahan lumpur,
bahan-bahan organik, alkali, garam dan kotoran-kotoran lain dan harus
dites dan disetujui oleh Direksi.
7.1.4 Persyaratan Pelaksanaan
Semua pasangan dinding bangunan menggunakan Bata Merah dipasang
menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin
ditentukan oleh Direksi, harus terdiri dari bahan-bahan yang diperincikan
disini.
Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan di sini akan berlaku untuk
semua pekerjaan pemasangan batu, kecuali kalau syarat-syarat dan
ketentuan seperti diubah oleh Direksi untuk suatu pekerjaan tertentu.
7.1.5 Adukan dan Pemasangan
a. Adukan
Adukan dicampur di tempat tertentu yang bersih dari kotoran, mempunyai
alas yang rata dan keras, tidak menyerap air yang sebelumnya harus ada
persetujuan dari Direksi.
Kalau tidak ditentukan lain, mencampur dan mengaduk boleh dilakukan
dengan tangan (dengan memakai cangkul dan sebagainya) sampai
diperlihatkan warna adukan yang merata.
b. Komposisi
Jenis adukan berikut harus dipakai dengan yang disebutkan
dalam gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini.

Jenis Spesi
M1 1 Pc : 2 Psr
M2 1 Pc : 3 Psr
M3 1 Pc : 4 Psr

Campuran yang digunakan sesuai dengan yang tercantum dalam gambar


atau dapat dipakai campuran yang terdapat dalam tabel diatas.
c. Pemasangan
• Cara dan perlengkapan untuk pengangkutan dan adukan akan
sedemikian rupa sehingga tidak akan menunda pemakaian adukan.
• Bata tidak boleh dipasang pada waktu hujan yang cukup deras atau
cukup lama untuk menghanyutkan adukan. Adukan yang telah
dihampar yang luluh oleh hujan harus disingkirkan dahulu dan diganti
sebelum mengeras sepenuhnya.
d. Penyelesaian dan penyempurnaan
Suatu bata harus dipasang dengan baik dan bagian mukanya rata,
tumpukan bata yang diisi adukan harus saling mengisi kekosongan dan
saling mengikat, garis-garis vertikal lurus dan permukaan yang baik,
kecuali bila ditunjukan lain dari gambar atau atas petunjuk Direksi.

7.2 Pekerjaan Plesteran


7.2.1 Lingkup Pekerjaan
Plesteran seluruh dinding bangunan pasangan bata merah
7.2.2 Standar dan Rujukan
Pekerjaan Plesteran harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam
spesifikasi umum.
7.2.3 Jenis Plesteran
a) Plesteran kedap air adalah campuran ≤1 PC : 3 PS. Aduk plesteran ini
untuk :
menutup semua adukan dinding pasangan pada bagian luar dan tepi
luar bangunan. Semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding
pasangan yang disyaratkan harus kedap air seperti tercantum didalam
Gambar kerja. Semua pasangan bata di bawahpermukaan tanah
hingga ketinggian yang disyaratkan harus kedap air seperti tercantum
didalam Gambar kerja.
b) Plesteran halus/aci adalah campuran Portland Cement dengan air
yaang dibuat sedemikian rupa sehingga mendapatkan campuran yang
homogen.
Adukan plesteran ini untuk semua bagian dan keseluruhan permukaan
dinding pasangan yang disyaratkan harus kedap air seperti tercantum
didalam Gambar kerja
Plesteran halus ini merupakan pekerjaan penyelesaian akhir dari dinding
pasangan. Pekerjaan plesteran halus ini dilaksanakan sesudah aduk
plesteran sebagai lapisan dasar berumur 8 (delapan) hari atau kering.

7.2.4 Persyaratan Bahan


a. Semen Sesuai dengan Pasal 7.1.3.
b. Pasir.Sesuai dengan Pasal 7.1.3.
c. Air Sesuai dengan Pasal 7.1.3

7.2.5 Persyaratan Pelaksanaan


Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, dan seluruh pekerjaan
yang diperlukan untuk menyelesaikan finishing pekerjaan pasangan sesuai
dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan
dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang
diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.
Semua jenis plesteran tersebut diatas harus disiapkan sedemikian rupa
sehingga selalu dalam keadaan masih segar dan belum mengering pada
waktu pelaksanaan pemasangan. Kontraktor harus mengusahakan agar
tenggang waktu antara waktu pencampuran aduk plesteran dengan
pemasangan tidak melebihi 30 menit, terutama untuk plesteran kedap
air. Kontraktor harus menyediakan pekerja/tukang yang ahli untuk
pelaksanaan plesteran ini, khususnya untuk plesteran aci halus.
Terkecuali plesteran kasar, permukaan semua aduk plesteran harus
diratakan. Permukaan plesteran tersebut khususnya plesteran halus/aci
halus : harus rata, tidak bergelombang, penuh dan padat, tidak
berongga dan berlubang, tidak mengandung kerikil ataupun benda-
benda lain yang membuat cacat.
Untuk permukaan dinding pasangan sebelum diplester harus dibasahi
terlebih dahulu dan siar-siarnya dikerok sedalam 1 cm .
Sedang untuk permukaan beton yang akan diplester, permukaannya
harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting, kemudian dikasarkan
(“scratched”). Semua lubang-lubang bekas pengikat bekisting atau
formtie harus tertutup aduk plesteran. Untuk semua bidang dinding yang
akan dilapis dengan cat dipakai plesteran aci halus diatas permukaan
plesterannya.
Untuk setiap pertemuan bahan/material yang berbeda jenisnya pada
satu bidang datar , harus diberi naat /celah dengan ukuran lebar 0.7cm
dalam 0.5 cm.
Untuk permukaan yang datar, batas toleransi pelengkungan atau
pecembungan bidanga tidak boleh melebihi 5 mm, untuk setiap jarak 2
m. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding
/kolom seperti yang dinyatakan dan dicantumkan dalam Gambar kerja.
Tebal plesteran adalah minimal 2,0 cm.. jika ketebalan melebihi 2,5 cm,
maka diharuskan mengunakan kawat yang diikatkan/ dipaku
kepermukaan dinding pasangan yang bersangkutan, untuk memperkuat
daya lekat plesteran.
Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai
pemasangan instalasi pipa listrik, pipa plumbing untuk seluruh
bangunan
a. Adukan
Adukan dicampur di tempat tertentu yang bersih dari kotoran,
mempunyai alas yang rata dan keras, tidak menyerap air yang
sebelumnya harus ada persetujuan dari Direksi. Kalau tidak
ditentukan lain, mencampur dan mengaduk boleh dilakukan dengan
tangan (dengan memakai cangkul dan sebagainya) sampai
diperlihatkan warna adukan yang merata.
b. Komposisi
Apabila ditentukan lain dalam gambar, maka jenis adukan pada tabel
berikut harus dipakai dengan yang disebutkan dalam gambar.
Pasal 7
Pekerjaan Elektrikal

1.1. Umum
a. Untuk kelancaran pekerjaan ini harus diadakan koordinasi dari seluruh
bagian yang terlibat di dalamnya.
b. Seluruh pekerjaan instalasi listik yang akan dilaksanakan harus dikerjakan
oleh kontraktor instalatir yang dapat dipercaya, mempunyai reputasi yang
baik dan cakap serta berpengalaman dalam bidangnya. Perusahaan
tersebut terdaftar sebagai instalatir listrik pada Perusahaan Umum Listrik
Negara dan memiliki surat ijin kerja instalatir golongan C yang masih
berlaku tahun terakhir yang berjalan.
c. Barang/bahan instalasi yang disediakan kontraktor harus baru, belum
pernah dipakai, mempunyai kwalitas yang baik dan bebas dari cacat
tersembunyi. Kontraktor harus menyediakan barang/bahan sesuai dengan
formulir penawar hingga semua peralatandapat terpasang dengan lengkap
dan sempurna. Semua bahan instalasi dan peralatan sebelum dipesan,
dibeli, masuk ke site atau dipasang harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari Direksi/Pengawas. Bila diperlukan, dengan memberi contoh-
contoh penawaran.
d. Gambar listrik menunjukkan besaran dan seluruh jumlah serta persyaratan
dari keperluan instalasi. Gambar-gambar dan spesifikasi merupakan bagian
yang saling melengkapi dan yang tercantum didalamnya selalu bersifat
mengikat.
e. Kontraktor wajib memeriksa kemungkinan ketidak cocokan baik dari segi
besaran listrik, fisik maupun pemasangan dan menyesuaikan dengan
kondisi setempat pada bangunan.
f. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor harus membuat gambar
rencana pelaksanaan dan disetujui Direksi.

1.2. Lingkup Pekerjaan


Sebagaimana yang tertera dalam gambar-gambar rencana, kontraktor pekerjaan
instalasi ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan
dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.
Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah:
a. Penyambungan daya listrik 35 kVA dari Meter PLN ke Meter pelanggan (PUTR);
b. Pengadaan dan pemasangan generator diesel 35kVA ke panel PUTR;
c. Pengadaan dan pemasangan PUTR;
d. Pengadaan dan pemasangan kabel supply tegangan rendah dari panel PUTR
kepanel-panel sub distribusi;
e. Pengadaan dan pemasangan panel-panel Sub distribusi;
f. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (instalasi penerangan
dan instalasi tenaga) di dalam dan di luar gedung;
g. Pengadaan dan pemasangan grounding/pentanahan;

h. Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan, stop kontak, dan saklar-


saklarserta perlengkapannya;
i. Pengadaan dan pemasangan penangkal petir;
j. Menyerahkan Sertifikat Uji Panel PUTR dan SDP dari Pabrikan. Menyerahkan
brosur,maintenance dan operational manual untuk panel.

1.3. Supply Listrik


Supply listrik diperoleh dari PLN 35 kVA , 20 kV/0,4 kV, 3 phasa, 50 Hz. Serta
backup generator diesel 35 Kva 1 buah. Bila terjadi kebakaran, pengoperasian
generator diesel dilakukan secara manual dengan menggunakan change over
switch. Hanya penerangan umum yang hidup/bertegangan untuk keperluan
emergency.

1.4. Syarat Teknis dan Spesifikasi


1. Standar yang Digunakan
• PUIL 2011
• Peraturan PLN.

2. Ketentuan Bahan
a. Panel
• Panel yang dipakai adalah ex. lokal dengan tebal plat min. 2,4 mm, cat
bakar, abu-abu.
• Ukuran dan konstruksi tiap unit panel serta letak komponen harus
diperhitungkan/diatur sedemikian rupa sehingga bila perlu dilaksanakan
perbaikan dan penyambungan dapat dilaksanakan dengan mudah. Harus
diperhitungkan juga spare untuk pengembangan yang akan datang.
• Pintu panel harus diberi seal atau semacamnya sehingga tertutup rapat dan
dilengkapi kunci dan 2 (dua) buah anak kunci. Jika pintu terbuka dapat
dioperasikan saklar induk dan MCB. Bagian yang bertegangan hidup tidak
dapat disentuh dari depan, harus ada plat pelindung yang menghalangi tangan
menyentuh bagian yang bertegangan hidup tersebut.
• Komponen pengaman yang dipakai merek Schneider dengan rating yang
sesuai dengan gambar dan breaking capacity yang cukup sehingga dapat
mengatasi arus hubung singkat.
• Alat ukur yang dipergunakan mempunyai klas 1.5 untuk PUTR
• Harus ada busbar-system, rel pentanahan dengan kemampuan arus minimum
150% dari arus beban minimal. Rel nol dan rel pentanahan dilengkapi dengan
mur-baut untuk terminal kabel yang keluar dari panel.
• Panel Distribusi Utama dilengkapi dengan surge protector untuk mengatasi
gejala transient yang mungkin timbul yang dapat merusak peralatan-
peralatan listrik/elektronika. Surge protector buatan Schneider dengan
kategori C (utama).
b. Kabel
• Kabel tegangan rendah menggunakan merek Supreme dengan ukuran kabel
minimum 2,5 mm².
• Pada dinding dan sebagian pada plafon ruangan, jenis instalasi listrik yang
dipakai adalah in-bow, yang dimasukkan ke dalam pipa PVC instalasi
(koordinasi dengan bagian arsitektur) merk Schneider atau setara. Diameter
pipa minimum sebesar ¾“. Kabel instalasi diluar ruangan harus melalui tray.
Kabel yang digunakan adalah NYY. Sedangkan untuk instalasi dalamgedung
kabel yang digunakan adalah NYM.
• Kabel feeder ke MDP dan panel-panel/MCB Box menggunakan kabel NYYdan
diletakkan pada kabel ladder/tray atau melalui got kabel.
• Kode warna kabel listrik sesuai dengan PUIL 2011.
• Kabel nol N berwarna biru.
• Kabel pembumian berwarna hijau-kuning.
• Kawat fasa R berwarna merah,S berwarna kuning,T berwarna hitam.
• Kabel kontrol menggunakan NYAF dengan ukuran yang sesuai.
• Tray untuk kabel listrik terpisah dengan yang untuk kabel signal. Posisi dan
Pemasangan tray disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Lampu, Stop Kontak dan Saklar
• Semua jenis armature lampu menggunakan Krisbow Lampu Sorot Led
200w Ip65 dan perlengkapannya (lampu, ballast, kapasitor, dan lain-lain)
• Semua lampu yang menggunakan ballast harus dilengkapi dengan
kapasitordengan ukuran yang sesuai.
• Stop kontak harus mempunyai terminal grounding.
• Lampu penerangan di lapangan harus tahan air dan cuaca dengan IP min
54
• Semua saklar dan perlengkapannya harus menggunakan merk Schneider,
Panasonic atau setara. Semua stop kontak dan perlengkapannya
menggunakan merk Schneider, Panasonic atau setara untuk 13 A. Semua
saklar dan stop kontak menggunakan sistem pemasangan dalam (in-bow,
disesuaikan dengan arsitektur).

1.5. Syarat Pemasangan

1. Panel

a. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik


pembuatnyadan harus rata.
b. Setiap kabel yang masuk/keluar dan panel harus dilengkapi dengan
kabelgland atau penutup yang rapat.
c. Semua panel harus ditanahkan.
d. Semua panel harus dibuat papan nama untuk identifikasi.
e. Semua CB harus diberi keterangan untuk memudahkan pengoperasiannya.
2. Kabel
a. Harus dirundingkan dengan bagian struktur dan arsitek tentang jalur dan
fixing conduit ke ceiling, balok, kolom beton. Fixing pipa menggunakan Rawl
plug atausejenisnya. Klem pipa yang berkualitas baik harus dipasang setiap
jarak 1 m.
b. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda yang jelas dan tidak
mudahhilang untuk identifikasi arah beban.
c. Kabel underground melalui got kabel atau ditanam bila tidak
memungkinkan pembuatan got kabel. Got kabel harus diberi penutup.
Bilamana ada tabrakan dengan pipa, kabel, saluran dan lain-lain harus
dibuat gambar detail dan cara penyelesaian yang baik untuk semua pihak
dengan mendapat persetujuan dariDireksi/Pengawas. Semua kabel yang
ditanam, harus pada kedalaman minimum 60 cm dan diurug kembali
dengan sirtu sampai padat dan diatasnya diamankan dengan tanda adanya
kabel.
d. Semua kabel harus disusun rapi dan teratur sehingga mudah dilacak dan
dalam konfigurasi trifoil.
e. Luas penampang kabel kontrol harus cukup besar sehingga tidak terjadi
drop tegangan yang besar sampai ke peralatan yang dikontrol. Peralatan
yangdikontrol mendapatkan tegangan/arus sesuai dengan ratingnya.
f. Untuk kabel penghubung panel penerangan induk dan sub panel
penerangan, jika menempel pada dinding harus dilindungi dengan pipa
galvanis.
g. Pemasangan kabel ladder harus persetujuan direksi.
h. Penyambungan kabel untuk penerangan dan stop kontak harus di dalam
kotaksambungan dan menggunakan terminal kabel.
i. Semua kabel ladder dan tray dan assesorisnya harus dimeni/dicat dengan
baik. Harus dirundingkan dulu tentang pemasangan tray ke ceiling, balok,
kolom, dinding, dll. Semua kabel ladder dan tray harus digrounding.
j. Jalur kabel yang menempel di bawah plat beton (tanpa langit-langit
gantung) dimasukkan ke dalam tray dan untuk jalur kabel yang berada di
atas langit- langit gantung, diletakkan pada posisi menempel pada rangka
plafond.
k. Pemasangan kabel pada terminal harus menggunakan sepatu kabel
dengan ukuran yang sesuai. Apabila incoming atau outgoing feeder yang
menuju ke satu terminal terdiri atas beberapa buah kabel, maka tidak
diperkenankan menumpuk lebih dari satu buah sepatu kabel pada satu
terminal. Bila terjadi demikian, maka harus digunakan rel tembaga yang
mana sepatu kabel tersebut terlebih dahulu disatukan pada rel tersebut,
tetapi pada lubang-lubang terminal yang berlainan, kemudian menuju
terminal tersebut.
3. Lampu Penerangan, Stop Kontak dan Saklar
a. Rangkaian listrik untuk titik stop kontak harus terpisah dari rangkaian
listrikuntuk titik lampu.
b. Pemasangan armature dan lampu penerangan harus disesuaikan dengan
keadaan plafon dan disetujui oleh bagian Arsitektur.
c. Letak lampu/stop kontak, juga tinggi stop kontak harus disesuaikan
dengankeadaan dan disetujui oleh bagian Arsitektur.

d. Bagian armature lampu yang berlogam dan tidak termasuk rangkaian


listrikharus digrounding.
e. Stop kontak harus diberi grounding.
4. Grounding
Elektrode pentanahan harus ditanam sedalam minimum 4-6 m dan/atau
mencapai air tanah. Tahanan pentanahan maksimum 3 ohm. Bila hal ini tidak
tercapai, maka harus dipasang grounding paralel.
1.6 Pengujian

1. Pengujian/pemeriksaan harus dilakukan sebelum dan sesudah peralatan


dipasang. Seluruh sistem harus diperiksa bahwa berfungsi dan bekerja dengan
baik
2. Panel-panel harus dimegger dan harus memenuhi tahanan standart.
3. Tahanan pentanahan harus diperiksa besar tahanannya (< 2 ohm).

1.7 Produk Instalasi Listrik

Peralatan dan bahan harus memiliki spesifikasi yang ditetapkan.


Produk peralatan dan bahan secara umum adalah sebagai
berikut:

1. Panel Distribusi dan perlengkapannya sesuai dengan


gambar sertaspesifikasi :
PUTR dan SDP : Muliamakmur, Primasatya, SPLN MCB Box : Merlin Gerin
(Schneider)

Kabel : Supreme, Kabel Metal


2. Lampu : Krisbow Lampu Sorot Led 200w Ip65
3. Stop Kontak, Saklar: Schneider, Panasonic
4. Kabel Tray/Ladder : Lion, S-Tray
Pasal 8
Pekerjaan Sistem Plumbing

1.1. Umum
Lingkup Pekerjaan
• Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC diameter 2 inch.
• Pipa PVC diameter 2 Inch digunakan untuk Pipa Resapan.
• Pipa PVC diameter 2 inch digunakan untuk pipa Utilitas.

1.2. Gambar-gambar kerja


• Setelah daftar bahan dan penyesuaian dengan keadaan lapangan / lokasi
pemakaian disetujui oleh Direksi Pengawas, penyedia jasa masih harus
menyerahkan gambar - gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan Direksi
Pengawas.
• Didalam gambar kerja ini dengan jelas terlihat dan dijamin bekerjanya alat –
alat / peralatan didalam system secara keseluruhan.
• Bila dirasa perlu adanya perubahan atau penyimpanan - penyimpanan dari
system yang direncanakan sehubungan dengan daftar bahan yang diajukan
tanpa perubahan fungsi system, serta maksud system semula / sebenarnya
dapatlah diajukan dengan memberi alasan – alasan yang tepat. Perubahan
diatas haruslah mendapat persetujuan dan konsultan perencana dan tidak
membawa akibat tambahan biaya

1.3. Gambar Pelaksanaan


• Setelah selesainya seluruh pekerjaan, penyedia jasa dan konsultan pengawas
harus membuat
gambar pelaksanaan (As Build Drawing) dari seluruh sistem, termasuk
apabila terjadi perubahan letak, denah dan konstruksi.
• Pada As Build Drawing harus tercantum ukuran – ukuran jarak Kedalaman
tinggi-tinggi dari bagian sistem terhadap bagian – bagian dari gedung atau
struktur lainnya. 22.3. Instalasi listrik, instalasi air bersih dan instalasi air
kotor harus dibuat oleh penyedia jasa sesuai dengan keadaan yang terpasang
dan diserahkan kepada pemberi tugas pada saat terima pekerjaan.
Pasal 9
Pekerjaan Rumput Sintetis

1.1 Umum
Untuk jenis rumput yang digunakan yaitu Pollygrass. Pemasangan rumput sintetis
harus bisa memastikan lebar dan panjang rumput yang sudah anda ukur pada area
yang mau dipasang. selama proses pemasangan rumput sintetis jangan menyeret
rumput sintetis tersebut. Sebab nantinya bisa menyebabkan kerusakan pada pondasi
yang telah disiapkan. Jatuhkan rumput sintetis di sepanjang area. Karena rata-rata
desain rumput sintetis biasanya diarahkan pada satu arah yang sama persis. Hal ini
merupakan upaya memasangkan rumput di arah yang stabil sehingga rumput masih
tetap kelihatan alami. Perhatikan dari jarak jauh jika rumput telah menghiasi sejauh
taman. Umumnya rumput sintetis telah sediakan pin untuk memastikan rumput itu
tidak berubah bentuk atau beda ukuran. Anda dapat memakai palu untuk menanam
pin rumput dalam jarak 15 cm antara pin.

1.2 Tahapan Pelaksanaan


• Tahapan Pelaksanaan - Kalkulasilah luas ruang yang ingin dipasang rumput.
Pembelian rumputdiharapkan melewati ukuran yang diperlukan sebagai penyiapan
jika terjadi kekeliruan potong atau pengukur.
• Yakinkan lantai atau tempat yang akan dipasang karpet rumput ini bersih dari
semua debu dan kotoran yang dapat menghalangi penempelan rumput sintetis.
• Yakinkan permukaan lantai yang ingin dipasang rumput telah rata. Permukaan
yang rata ini penting karena permukaan yang tidak rata ini dapat kelihatan di luar.
• Tempatkan rumput pada lantai yang telah bersih dan rata sampai cocok di antara
satu karpet dengan karpet yang lain dan cocok dengan ruang. Potong sisi rumput
yang berlebihan dengan memakai gunting yang tajam. Selanjutnya diamkan
sepanjang dua sampai tiga jam untuk menghindar ada pengurangan pada
ukuran karpet rumput yang dapat terjadi.
• Untuk penempelan rumput ke lantai, pakailah tape untuk luar ruang atau lem
khusus yang paling kuat. Selanjutnya angkatlah rumput yang telah ditempatkan
dimulai dari ujungnya, selanjutnya lapiskan lem ke atas lantai. Teruskan sampai
semua karpet tertempel. Pakai lem pada tepi tiap karpet untuk menghubungkan
di antara satu sisi karpet dengan karpet.
• Selanjutnya, tunggu lem mengering sesuai perintah sesaat akan menyapunya
untuk hilangkan debu dan kotoran lain. Sapu Ini bisa mengembalikan wujud
karpet rumput dan kelihatan lebih alami.

Common questions

Didukung oleh AI

Beton perlu dilindungi dari pengeringan dini untuk memastikan proses hidrasi semen berjalan dengan baik, yang sangat penting untuk kekuatan dan daya tahan beton. Pengeringan dini juga menyebabkan berkurangnya kekuatan dan munculnya retakan yang dapat melemahkan struktur keseluruhan. Dengan menjaga kelembaban, beton akan mencapai kekuatan yang dirancang dan menghindari kerusakan jangka panjang serta menjaga keseluruhan integritas struktural .

Penyedia Jasa bertanggung jawab menyediakan semua material yang disebutkan dalam daftar kuantitas, kecuali ditentukan sebaliknya dalam dokumen kontrak. Material harus sesuai dengan spesifikasi teknis, baru, dan bebas cacat. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab atas perbaikan atau penggantian material jika ditemukan kerusakan akibat pengangkutan atau salah pengelolaan. Penyedia Jasa juga bertanggung jawab untuk memeriksa dan memastikan kualitas sebelum pemasangan .

Penyedia Jasa harus mempersiapkan langkah-langkah untuk melindungi material dari kerusakan yang disebabkan oleh perubahan cuaca. Termasuk memastikan bahan pelindung yang digunakan dapat melindungi material dari hujan, panas ekstrem, atau kondisi cuaca lainnya yang dapat mengurangi mutu material. Semua tindakan ini harus dilakukan atas tanggung jawab sendiri dan dengan persetujuan dari direksi .

Penyimpanan dan penanganan baja tulangan harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah distorsi, kontaminasi, korosi, atau kerusakan. Baja tulangan harus diangkut ke lokasi kerja dalam ikatan, diberi label, dan ditandai dengan label logam yang menunjukkan ukuran batang, panjang, dan informasi relevan lainnya. Ini untuk memastikan bahwa baja tulangan tetap sesuai standar yang ditetapkan selama penyimpanannya .

Konstruksi eksisting harus diamankan dari dampak negatif pekerjaan pembongkaran dengan cara pemasangan perlindungan fisik seperti plastik lembaran atau karton. Bila diperlukan, dikomunikasikan dengan konsultan pengawas dan pihak terkait untuk memastikan tindakan pengamanan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi kerusakan yang terjadi selama proses pembongkaran .

Setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini, suhu yang terlalu panas, dan gangguan mekanis. Beton harus dijaga agar tidak kehilangan kadar air seminimal mungkin dan kadar air tersebut harus diperoleh kembali dengan cara membasahi permukaan beton. Dengan demikian, beton harus dijaga dari kehilangan kadar air yang besar, serta mencapai suhu yang relatif tetap untuk menjamin hidrasi semen dan pengerasan beton. Perawatan dilakukan dengan menyelimuti beton dengan bahan penyerap air yang kemudian dibasahi selama minimal 3 hari .

Penyedia Jasa harus melakukan pengujian terhadap semua material yang akan digunakan sesuai standar yang berlaku. Pengujian ini melibatkan pemeriksaan kualitas yang dapat menggambarkan secara realistis kualitas material yang akan dipakai. Contoh material harus diambil menurut standar dan disetujui oleh direksi. Penawaran Penyedia Jasa harus sudah termasuk biaya untuk pengujian material ini .

Sebelum memulai pembongkaran, Penyedia Jasa wajib memberitahukan kepada Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas, dan pihak terkait untuk pemeriksaan awal dan mendapatkan izin pelaksanaan kerja. Proses pembongkaran mencakup pengamanan jalur instalasi dan harus dilakukan dengan kehati-hatian untuk melindungi Konstruksi eksisting dan lingkungan sekitarnya. Penting untuk memastikan bahwa dampak negatif selama pembongkaran diminimalisir, serta mematuhi semua ketentuan izin dan syarat yang ditetapkan pemeriksa .

Penyedia Jasa harus memastikan bahwa semua peralatan, tenaga, dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek tersedia dan dikeluarkan dari lokasi proyek setelah selesai. Ini termasuk peralatan untuk pengangkutan dan pemasangan material. Selain itu, setelah pekerjaan selesai, kecuali papan nama proyek, semua peralatan dan perlengkapan harus dihilangkan dari lokasi untuk mengembalikan atau mempertahankan keadaan lokasi sebagaimana semula .

Jika material yang disediakan dirasa tidak memuaskan atau tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak oleh direksi, material tersebut harus diganti oleh Penyedia Jasa tanpa biaya tambahan. Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk menyediakan material sesuai spesifikasi yang ditentukan, dan wajib mengupayakan material pengganti yang berkualitas sama atau lebih baik jika persyaratan dari direksi tidak terpenuhi .

Anda mungkin juga menyukai