0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan7 halaman

Aspek Ekonomi Makro

Diunggah oleh

arizal kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan7 halaman

Aspek Ekonomi Makro

Diunggah oleh

arizal kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ASPEK EKONOMI MAKRO

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis Lembaga
Keuangan Syariah

Dosen Pengampu : Emy Widyastuti, M. E.

Disusun Oleh :

Arizal Kurniawan Yasin 63010200123

Program Studi Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Institut Agama Islam Negeri Salatiga 2022


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat,
taufiq, hidaah dan inayah-Nya. Sholawat serta salam akan terus tercurahkan kepada
junjungan besar Nabi kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya, serta
para pengikutnya hingga hari akhir.

Karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, Alhamdulillah penyusun dapat


menyelesaikan makalah Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis Lembaga Keuangan Syariah
yang membahas tentang Aspek Ekonomi Makro dalam Studi Kelayakan Bsinis Lembaga
Keuangan Syariah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Kami selaku penyusun menyadari kekurangan pada makalah ini. Maka dari itu, saran
dan kritik kami nantikan untuk kesempurnaan makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Salatiga, 15 April 2022

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah
1. Apa Cakupan Lingkungan Makro?
2. Bagaimana Lingkungan Ekonomi?
3. Bagaimana Lingkungan Hukum & Politik?
4. Bagaimana Lingkungan Teknologi?
5. Bagaimana Lingkuan Sosial Budaya?
6. Bagaimana Lingkungan Kependudukan?

C. Tujuan
1. Mengetahui Cakupan Lingkungan Makro.
2. Mengetahui Lingkungan Ekonomi.
3. Mengetahui Lingkungan Hukum & Politik.
4. Mengetahui Lingkungan Teknologi.
5. Mengetahui Lingkungan Sosial Budaya.
6. Mengetahui Lingkungan Kependudukan.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Cakupan Lingkungan Makro

Lingkungan makro atau disebut juga lingkungan jauh, lingkungan sosial, , dan
lingkungan makro. Lingkungan sosial termasuk kekuatan umum yang secara tidak
langsung berhubungan dengan aktivitas organisasi jangka pendek, tetapi dapat dan
sering mempengaruhi keputusan jangka panjang. Lingkungan sosial yang dimaksud
yaitu1 :

1) Kekuatan Ekonomi.

2) Kekuatan Teknologi.

3) Kekuatan Hukum dan Politik.

4) Kekuatan Sosial Budaya.

5) Lingkungan Kependudukan.

Umar , menyatakan bahwa lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktor-faktor


utama yang pada dasarnya di luar dan terlepas dari perusahaan. Faktorfaktor utama
yang diperhatikan adalah faktor politik dan hukum, ekonomi, sosial budaya, dan
teknologi. 2

Disamping itu Griffin, menyatakan lingkungan ini sebagai lingkungan umum


(general environment) dari suatu organisasi yang merupakan serangkaian dari dimensi
dan kekuatan yang luas dan berada disekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan
konteks organisasi. Dimensi dan kekuatan ini tidak sepenuhnya terkait dengan
organisasi tertentu lainnya. Lingkungan umum dari sebagian besar organisasi
memiliki dimensi ekonomi, teknologi, sosial budaya, politik dan hukum, dan
internasional.3

B. Lingkungan Ekonomi
Kekuatan Ekonomi lokal, regional, nasional dan global akan berpengaruh
terhadap peluang usaha. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi

1
Thomas L. Wheelen. 2003. Manajemen Strategis. Penerbit Andi. Yogyakarta.
2
Husein Umar. 2005. Strategic Mana-gement in Action, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
3
Griffin, Ricky W. 2003. Manajemen, Edisi 7. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
oleh lingkungan ekonomi. Variabel-variabel ekonomi seperti tingkat inflasi, tingkat
bunga, dan fluktuasi mata uang asing, baik langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh terhadap perusahaan. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan
mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. Demikian juga
kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan
dalam mengkalkulasikan keuangannya.4
Terdapat variabel kunci makroekonomi disisi domestik dalam sistem
perekonomian, yaitu tingkat harga, kesempatan kerja, pendapatan total dan suku
bunga. Di sisi internasional yang merupakan variabel kunci makroekonomi yaitu nilai
tukar dan neraca pembayaran. Industri bisnis secara keseluruhan berpengaruh
terhadap faktor ekonomi suatu negara. Jika kondisi ekonomi suatu negara baik maka
maka akan meningkatkan daya beli masyarakat dinegara tersebut yang akhirnya akan
mempengaruhi kondisi makroekonomi negara tersebut. Jadi jika kondisi
makroekonomi suatu negara sedang booming maka akan meningkatkan daya beli
masyarakat dinegara tersebut. Berlaku juga dengan kebalikannya, jika kondisi
makroekonomi suatu negara sedang down maka akan menurunkan daya beli
masyarakat.
Ini bisa dilihat dari perubahan tingkat harga, jika tingkat harga mengalami
kenaikan maka akan menurunkan daya beli masyarakat terhadap barang. Sebaliknya
jika tingkat harga mengalami penurunan maka akan menaikkan daya beli masyarakat
terhadap barang. Dan ketika kondisi makroekonomi sedang down maka akan
menurunkan daya beli masyarakat yang akan berpengaruh juga terhadap
berkurangnya tingkat pembelian.

C. Lingkungan Hukum & Politik


Politik dan hukum merupakan kegiatan dalam suatu sistem pembanguanan negara
melalui pembagian-pembagian kekuasan atau pendapatan untuk mencapai tujuan yang
telah disepakati dan melaksanakan tujuan tersebut. Kancah dunia politik di Indonesia
sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi Negara ini. Dalam berbisnis
sangatlah penting mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap
organisasi. Hal ini patut dipertimbangkan karena perubahan dalam suatu tindakan
maupun kebijakan politik disuatu negara dapat menimbulkan dampak besar pada
sektor keuangan dan perekonomian negara tersebut. Resiko politik umumnya
4
Suryana. 2009. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan disuatu
Negara.5
Keputusan pemasaran sangat kuat dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan
politik. Lingkungan politik terdiri atas hukum, agen pemerintah, dan kelompok-
kelompok penekan yang mempengaruhi dan membatasi organisasi dan individu yang
bermacam-macam pada sebuah masyarakat. 6
Meningkatnya jumlah perusahaan atau produsen akan berdampak pada
terbentuknya peraturan-peraturan baru yang disusun oleh pemerintah atau bahkan
disusun oleh asosiasi para pelaku bisnis tersebut. Contoh hal-hal yang mempengaruhi
perkembangan suatu bisnis di Indonesia dalam segi politik adalah monopoli sebuah
usaha yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, serta peraturan-peraturan dalam
perizinan usaha yang berubah-ubah sesuai dengan lokasi usaha tersebut.7

5
Suryana. 2009. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
6
Kotler, P. dan Amstrong, G., 2014
7
www.feedsia.com

Common questions

Didukung oleh AI

Macroeconomic indicators play a vital role in strategic business decision-making by providing insights into the overall economic climate and future trends. Indicators such as GDP growth rates, inflation, unemployment rates, and consumer confidence inform businesses about economic health and potential demand for goods and services. By analyzing these indicators, businesses can make informed decisions regarding expansion, investment, pricing strategies, and risk management. For instance, a high GDP growth rate might signal a favorable environment for business expansion, while rising inflation could necessitate adjustments in pricing or sourcing strategies to maintain profitability. Moreover, macroeconomic analysis helps businesses anticipate and adapt to economic cycles, ensuring resilience and competitiveness .

The key components of the macroeconomic environment affecting business operations include economic factors such as inflation rates, interest rates, and foreign currency fluctuations. Inflation affects business projections by creating uncertainty in price stability. Interest rate changes influence the cost of borrowing and investment decisions, while fluctuations in foreign currency impact international trade and pricing strategies . Additionally, macroeconomic conditions involve domestic factors like employment levels and total income, as well as international considerations such as exchange rates and balance of payments, all of which affect the purchasing power and economic stability of a nation .

The social-cultural environment affects technology adoption by influencing consumer readiness, acceptance, and willingness to integrate new technologies into daily life and work. Cultural attitudes towards change, risk, and innovation play critical roles in determining the speed and extent of technology adoption. Societies with a culture that values innovation and technological advancement are more likely to embrace new technologies, whereas societies with risk-averse or traditionalist tendencies may resist change. Additionally, levels of education and digital literacy affect how readily populations can adapt to technological advancements . Businesses must consider these cultural dimensions when introducing new technologies to ensure successful adoption and market penetration .

Legal and political environments significantly influence business strategic planning by dictating the regulatory framework within which businesses operate. Political decisions can lead to new regulations or changes in existing ones, impacting business operations and financial markets. In Indonesia, political risk, such as changes in government policy or regulatory requirements, can influence economic growth and business operations substantially . Additionally, political and legal developments like monopolies and fluctuating business permit regulations create challenges that businesses must continually adapt to in their strategic planning processes .

Exchange rate fluctuations significantly impact global business operations as they determine the relative cost of trading goods and services across borders. When a country's currency appreciates, its exports become more expensive and less competitive in global markets, potentially reducing market share and profitability. Conversely, a depreciating currency can boost exports by lowering prices abroad, enhancing competitive edges. For businesses, currency volatility introduces risks in forecasting costs, revenues, and profits, necessitating strategies like hedging to manage exposure to such risks . Furthermore, exchange rate movements can alter investment flows and impact economic relationships between trading partners .

Social and cultural factors impact macroeconomic decisions by shaping consumer behavior, business ethics, and organizational practices. Factors such as population demographics, cultural values, education levels, and societal norms affect consumer preferences, labor market conditions, and demand for products and services. In turn, businesses must adjust their strategies to address these factors, which can determine the success or failure of products within a given market . Moreover, societal attitudes towards innovation, entrepreneurship, and change can either facilitate or hinder economic growth and development .

Political stability fosters economic growth and business development by creating a predictable environment for investment and operations. Stability reduces uncertainty, encouraging both local and foreign investors by minimizing risks associated with political upheaval, policy changes, or conflict. In a stable political environment, businesses can plan for the long-term, enhance productivity, and innovate without fearing sudden disruptions. Conversely, political instability can lead to volatile markets, discourage investment, and hinder economic development, as businesses face increased risks and costs associated with fluctuating regulations and a lack of reliable governance structures .

Technological advancements reshape the macroeconomic landscape by enhancing productivity, efficiency, and innovation across industries. They drive economic growth through the development of new products, services, and business models. For businesses, adopting new technologies can increase competitiveness, reduce costs, and open up new markets. Advanced technologies like automation and digitalization can also affect labor markets by shifting skill demands, potentially leading to job displacement in certain sectors but creating opportunities in others . Furthermore, technological progress influences consumer expectations and market dynamics, obliging businesses to continuously innovate to maintain relevance .

Inflation negatively impacts consumer purchasing power as it leads to an increase in the prices of goods and services. As prices rise, the real value of money diminishes, reducing the quantity of goods and services consumers can purchase with a given amount of income. Consequently, high inflation can lower consumer confidence and spending, which in turn affects economic growth and market stability. Conversely, lower inflation can enhance purchasing power, fostering economic activity and stability .

The balance of payments affects domestic economic conditions by reflecting a country's international financial position. A surplus in the balance of payments indicates a net inflow of foreign currency, which can strengthen the domestic currency, increase foreign reserves, and bolster economic confidence. It can also lead to higher national income and employment levels through increased export activities. Conversely, a deficit indicates a net outflow, weakening the currency, depleting reserves, and potentially leading to currency devaluation or economic instability . These dynamics can force governments to adjust fiscal or monetary policies to correct imbalances, impacting interest rates, inflation, and overall economic growth .

Anda mungkin juga menyukai