0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan22 halaman

Perlindungan Nasabah

Dokumen ini membahas perlindungan hukum bagi nasabah di sektor perbankan, termasuk perlindungan langsung dan tidak langsung, serta hak preferen nasabah dalam kondisi bank yang mengalami kesulitan. Selain itu, dijelaskan mengenai lembaga asuransi deposito, prinsip kehati-hatian, dan regulasi terkait merger, konsolidasi, dan akuisisi bank. Persyaratan dan prosedur untuk melakukan merger, konsolidasi, dan akuisisi juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

nahyaahn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan22 halaman

Perlindungan Nasabah

Dokumen ini membahas perlindungan hukum bagi nasabah di sektor perbankan, termasuk perlindungan langsung dan tidak langsung, serta hak preferen nasabah dalam kondisi bank yang mengalami kesulitan. Selain itu, dijelaskan mengenai lembaga asuransi deposito, prinsip kehati-hatian, dan regulasi terkait merger, konsolidasi, dan akuisisi bank. Persyaratan dan prosedur untuk melakukan merger, konsolidasi, dan akuisisi juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

nahyaahn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH

SHAFIRA HIJRIYA, SH., MH.


PERLINDUNGAN NASABAH
• Perlindungan hukum yg diberikan kpd nasabah penyimpan dana terhadap segala resiko
kerugian yg timbul dari suatu kebijaksanaan atau timbul dari kegiatan usaha yg dilakukan
oleh bank
• 1. Perlindungan Langsung
• 2. Perlindungan Tidak Langsung
Hak preferen nasabah

Perlindungan Langsung

Lembaga asuransi deposito

Prudential Principle

Batas Maksimum
Pemberian Kredit
Perlindungan Tidak
Langsung
Kewajiban mengumumkan
neraca laba-rugi

Merger, Konsolidasi,
Akuisisi
HAK PREFEREN NASABAH PENYIMPAN DANA
• Nasabah penyimpan harus didahulukan dalam menerima pembayaran dari bank yg
sedang mengalami kegagalan/kesulitan
• Penyediaan informasi ttg kondisi bank, kemungkinan terjadinya resiko kerugian
nasabah
• LPS
• Ps. 29 (4) : Utk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai
kemungkinan terjadinya resiko kerugian sehubungan dgn transaksi nasabah yg
dilakukan melalui bank
LEMBAGA ASURANSI DEPOSITO
• Jaminan perlindungan nasabah penyimpan dana (deposan) kecil atas bank2 yg
mengalami kegagalan
• Ps.37 B (1) & (2)
PRUDENTIAL PRINCIPLE
• Ps.29 (2) : Bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dgn kecukupan modal,
kualitas aset, manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, aspek lain yg berhubungan
dgn usaha bank, dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dgn prinsip kehati-hatian.
BMPK (LEGAL LENDING LIMIT)
• Ps.11 (1) & (2) : 30 % dari modal bank atau lebih rendah kpd peminjam/kelompok
peminjam
• Ps.11 (3) & (4) : 10 % dari modal bank
• Pemegang saham
• Anggota Dewan Komisaris
• Anggota Direksi
• Pejabat bank
KEWAJIBAN MENGUMUMKAN NERACA &
PERHITUNGAN LABA-RUGI
• Ps.35 : Bank wajib mengumumkan neraca dan perhitungan laba rugi dalam waktu bentuk
yg ditetapkan oleh BI
• Memberikan informasi kepada masyarakat, terutama nasabah penyimpan mengenai
tingkat kesehatan bank dan hal-hal lain yg terkait dgn bank tsb.
DASAR HUKUM MERGER, KONSOLIDASI,
AKUISISI
• UU No.40/2007 ttg PT
• UU No.7/1992 jo UU No.10/1998 ttg Perbankan
• UU No.21/2008 ttg Perbankan Syariah
• UU No.8/1995 ttg Pasar Modal
• PP No.28/1999 ttg Merger, Konsolidasi, Akuisisi Bank
• PP No.29/1999 ttg Pembelian Saham Bank Umum
• Merger, Konsolidasi, Akuisisi Bank dpt dilakukan atas :
1. inisiatif Bank yang bersangkutan
2. permintaan BI
3. inisiatif badan khusus yg bersifat sementara dlm rangka penyehatan perbankan
MERGER
• Penggabungan dari dua bank atau lebih dgn cara tetap mempertahankan berdirinya salah
satu bank dan membubarkan bank2 lainnya dgn atau tanpa melikuidasi (Pasal 1 angka 25
UU Perbankan)
• Akibatnya :
1. Pemegang saham bank yg melakukan merger menjadi pemegang saham bank hasil
merger
2. Aktiva & Pasiva bank yg melakukan merger beralih krn hukum kpd bank hasil merger
Bank A
Bank A Bank B atau
Bank B
MERGER TERBAGI 3 :

Merger • Merger yg terjadi antara 2 perusahaan yg


Horizontal mempunyai bidang usaha yg sama

Merger • Merger yg terjadi antara perusahaan2 yg


saling berhubungan, dgn tujuan ekspansi
Vertikal usaha dari hulu ke hilir

Merger • Merger yg terjadi antara perusahaan2 yg


Konglomerat bidang usahanya tidak berkaitan
KONSOLIDASI
• Peleburan dari dua bank atau lebih dgn cara mendirikan bank baru dan membubarkan
bank2 tsb dgn atau tanpa melikuidasi (Ps.1 angka 26 UU Perbankan)
• Akibatnya :
• Pemegang saham bank yg melakukan konsolidasi menjadi pemegang saham bank hasil
konsolidasi
• Aktiva & Pasiva bank yg melakukan konsolidasi beralih krn hukum kpd bank hasil
konsolidasi
Bank
A
Bank
B

Bank C
Izin Merger atau Konsolidasi dapat diberikan apabila memenuhi persyaratan :
1. Telah memperoleh persetujuan dari RUPS
2. Pada saat terjadinya Merger atau Konsolidasi, jumlah aktiva bank hasil merger atau
konsolidasi tidak melebihi 20% dari jumlah aktiva seluruh bank di Indonesia
3. Permodalan bank hasil merger atau konsolidasi memenuhi ketentuan rasio kewajiban
pemenuhan modal minimum yang ditetapkan oleh BI
4. Calon dewan komisaris dan direksi bank hasil merger atau konsolidasi memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Ketentuan Bank Indonesia yang mengatur
kepengurusan Bank.
AKUISISI
• Pengambilalihan kepemilikan suatu bank.
• Akibatnya : Beralihnya pengendalian terhadap bank, pengelolaan, atau kebijakan bank
Bank
A
Bank A
dan
Bank B
Bank
B
• Akuisisi bank dapat dilakukan oleh perorangan atau badan hukum, baik melalui pembelian
saham secara langsung maupun Pembelian Saham Melalui Bursa.
• Akuisisi Bank dilakukan melalui pembelian seluruh atau sebagian jumlah saham Bank yang
mengakibatkan beralihnya Pengendalian Bank kepada pihak yang mengakuisisi.
• Pembelian saham Bank dianggap mengakibatkan beralihnya Pengendalian Bank apabila
kepemilikan saham :
a. menjadi sebesar 25% atau lebih dari modal disetor Bank
b. kurang dari 25% atau lebih dari modal disetor Bank namun menentukan baik langsung
maupun tidak langsung pengelolaan dan/atau kebijaksanaan Bank.
Izin akuisisi dapat diberikan apabila memenuhi persyaratan :
1. Telah memperoleh persetujuan RUPS dari bank yang akan diakuisisi;
2. Pihak yg melakukan akuisisi memenuhi persyaratan sebagai pemilik bank sebagaimana
dimaksud dalam PBI yg mengatur kepemilikan bank
3. Apabila bank yg diakuisisi terdaftar di pasar modal maka wajib dipenuhi ketentuan pasar
modal mengenai penawaran tender dan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu.
MERGER, KONSOLIDASI, AKUISISI ATAS
PERMINTAAN BI
Apabila menurut penilaian BI, suatu Bank mengalami kesulitan yg membahayakan
kelangsungan usahanya dan Bank tidak dapat melaksanakan langkah-langkah perbaikan
yang ditetapkan BI maka BI dapat meminta kepada pemiliki dan pengurus Bank yg
bersangkutan untuk :
a. melakukan Merger atau Konsolidasi dgn Bank lain
b. menjual sebagian atau seluruh kepemilikannya kepada Bank atau pihak lain
MERGER, KONSOLIDASI, AKUISISI ATAS
PERMINTAAN BADAN KHUSUS
• Badan khusus wajib meminta izin kepada OJK untuk melakukan Merger, Konsolidasi, dan
Akuisisi terhadap bank yang kepemilikannya telah diambil alih oleh badan khusus

Anda mungkin juga menyukai