Anda di halaman 1dari 13

Tentang Newmont Minahasa Raya

PT Newmont Minahasa Raya merupakan perusahaan patungan antara Newmont Mining Corp. Amerika Serikat (80%) dan PT Tanjung Serapung, Indonesia (20%). PTNMR terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, sekitar 80 kilometer sebelah selatan Kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara.

PTNMR mengoperasikan tambang emas terbuka sejak 1996 dan proses penambangan telah berakhir pada 2001 karena kandungan deposit telah habis. Selama berproduksi, PTNMR memberikan kontribusi ekonomi bagi Indonesia dalam bentuk royalti, pajak dan pelbagai manfaat lainnya. Kegiatan penutupan tambang telah selesai dilakukan pada 2004 dengan masa pemantauan lingkungan pasca tambang berlanjut hingga 2008. Penutupan Tambang Tujuan program penutupan tambang adalah untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan memaksimalkan keberlangsungan ekonomi lokal dalam jangka panjang. Proses perencanaan penutupan tambang yang bertanggungjawab dan efektif telah berjalan sejak penambangan dimulai. Dibutuhkan upaya bersama dari berbagai pihak yang berkepentingan agar penutupan tambang dapat berlangsung dengan baik. Tugas utama perusahaan adalah secara bertahap melaksanakan berbagai program penutupan dan melaksanakan program tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Tanggung Jawab untuk Bekerja Sama dengan Masyarakat Lokal Berkonsultasi dengan para pihak adalah suatu proses penting dalam penutupan tambang, yaitu untuk memahami kepentingan berbagai pihak. Pertemuan dalam rangka berkonsultasi dengan para pihak di semua tingkatan (desa, kabupaten, provinsi, nasional) telah diadakan sejak Maret 2001 dan menghasilkan masukan penting bagi rencana penutupan tambang. PTNMR yakin bahwa berkonsultasi dengan para pihak sangatlah penting dan proses tersebut sedang berjalan dan akan tetap terus berlangsung sampai semua program penutupan selesai. Komitmen Pembangunan Berkelanjutan Dampak potensial penutupan tambang terhadap aspek sosial dan ekonomi pada masyarakat lokal dan program untuk mengurangi dampak tersebut telah diidentifikasi melalui proses konsultasi. Newmont berkomitmen untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan jika memungkinkan memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan agar pembangunan berkelanjutan menjadi kenyataan. Berbagai program yang menjadi bagian upaya ini telah dilaksanakan selama 2001 2005 dan terus dipantau perkembangannya hingga 2007. PTNMR akan bekerja sama dengan masyarakat lokal, LSM dan organisasi berbasiskan masyarakat yang berfokus pada pengembangan untuk membangun kemampuan lokal dan kemandirian yang diperlukan untuk mendukung program ini. Newmont berharap agar program pengembangan masyarakat ini dapat berjalan secara mandiri. Pengembangan dilakukan terutama pada bidang keuangan mikro, pengembangan industri perikanan, industri pertanian dengan

menggunakan teknologi yang sesuai, berbagai pelatihan kejuruan untuk mendukung pengembangan usaha kecil, dan pengembangan kemampuan. Program pengembangan masyarakat pasca penutupan tambang yang terus berlangsung hingga saat ini: Pengembangan Usaha Berbasis Masyarakat Budi daya Rumput Laut dan Ikan Kerapu. Ratatotok merupakan salah satu daerah penghasil ikan di Sulawesi Utara dan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Berdasar kenyataan tersebut, maka dikembangkan keramba jaring apung (kajapung) untuk meningkatkan produksi perikanan laut. Rumput laut memiliki nilai ekonomi pasar yang kompetitif dan dikembangkan bersama program kajapung. Sampai saat ini telah terbentuk berbagai kelompok yang mandiri dan telah melakukan beberapa kali panen. Prasarana Pendidikan Selama PTNMR beroperasi di Minahasa tercatat 5 sekolah baru telah dibangun: 3 Taman kanak-kanak, 1 Sekolah Dasar , 1 Sekolah Menengah Pertama, dan 1 Sekolah Menengah Atas. PTNMR juga memberikan bantuan peralatan sekolah, distribusi ribuan buku teks pelajaran, pelatihan kepustakaan bagi guru guru dan perlengkapan belajar mengajar serta beasiswa bagi siswa berprestasi dan ekonomi lemah. Prasarana Kesehatan Masyarakat yang sehat, mandiri dan sejahtera merupakan tujuan setiap program pengembangan masyarakat. PTNMR sejak 1999 telah melakukan berbagai program peningkatan kesehatan bagi masyarakat. Program peningkatan gizi bagi Ibu dan balita, pelatihan kader POSYANDU, bantuan alat persalinan, pelatihan bidan kampung, pengobatan gratis adalah beberapa program yang dilaksanakan. Salah satu fasilitas kesehatan yang dibangun PTNMR adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Ratatotok. Kini Puskesmas telah mandiri dengan pengelolaan dilakukan oleh pemerintah setempat. Selain itu, PTNMR juga telah memberikan bantuan kendaraan operasional, komputer, peralatan medis dan obat obatan. Pengembangan daerah wisata Lakban dan Teluk Buyat PTNMR telah membangun suatu kawasan wisata di daerah Pantai Lakban dan Teluk Buyat yang diperlengkapi dengan fasilitas bermain anak, lapangan bola voli, lintasan sepeda/jogging, penjaga pantai, toilet umum dan tempat parkir. Di Bukit Harapan Damai yang ada di lokasi ini dibangun pondok pondok dan balai yang luas serta lambang agama sebagai simbol keselarasan hidup beragama di Sulawesi Utara. Tercatat ratusan turis lokal setiap minggunya mengunjungi kawasan ini. Lokasi wisata ini telah diserahterimakan pengelolaannya kepada pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Pengembangan Industri Baru PTNMR memberikan bantuan usaha berupa pelatihan dan modal usaha untuk para mantan karyawan PTNMR dalam pengembangan usaha industri Virgin Coconut Oil. Telah terbentuk satu perusahaan, CV ECO sebagai wadah usaha industri kecil pembuat VCO. PTNMR pun bekerjasama dengan Pengusaha Perikanan PT ACR untuk mendirikan Pabrik Es dan Cold Storage di daerah Pelabuhan Lakban. Diharapkan industri baru ini bisa menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi sesudah PTNMR meninggalkan wilayah Ratatotok dan Buyat. Komitmen Bagi Lingkungan Kegiatan reklamasi tidak terbatas pada penataan ulang kawasan yang terganggu di sekitar lokasi penambangan, jika diperlukan, membentuk topografi yang diinginkan, menyebarkan tanah pucuk, mengendalikan erosi untuk menjaga tanah pucuk dan daerah yang telah ditanami tetap berada di tempatnya serta mengelola air agar aliran permukaan menyebar untuk meminimalkan erosi. Reklamasi dimulai sejak awal penambangan dan terus berlanjut selama penutupan dan pasca penutupan tambang. Sejak dimulainya operasi, PTNMR menimbun tanah pucuk yang diambil selama kegiatan tambang. Timbunan tanah pucuk tersebut telah digunakan untuk reklamasi sampai tahap akhir penutupan tambang. Pemantauan lingkungan baik lingkungan darat maupun laut akan terus berlanjut untuk memastikan kepatuhan pada undang-undang lingkungan dan standar kriteria penutupan tambang di Indonesia. Kegiatan reklamasi dilaksanakan selama periode penutupan dan pasca penutupan tambang sampai dengan 2006. Pemantauan reklamasi dilakukan hingga tahun 2008. Menghijaukan Kembali Bekas Lokasi Tambang PTNMR telah mereklamasi sekitar 200 hektar lahan yaitu 95 % dari total luas lahan terganggu yang akan direklamasi. Saat ini, berdasarkan hasil pemantauan tim dari Universitas Sam Ratulangi Manado, telah ditemukan 91 jenis burung yang telah kembali menghuni daerah bekas pertambangan PTNMR. Tahun 2006 telah ditanam

sebanyak 155.814 pepohonan kayu keras dan buah buahan di bekas lokasi tambang PTNMR. Ini tidak termasuk tumbuhan tumbuhan yang ditanam sejak awal PTNMR beroperasi. Program reklamasi dan reboisasi daerah bekas tambang mempekerjakan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Dengan demikian, selain memberikan manfaat ekonomi diharapkan dapat tumbuh perasaaan memiliki lokasi yang akan menjadi kawasan hutan sehingga masyarakat bisa turut menjaga kawasan ini. Program reklamasi dan revegetasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi lingkungan semula bekas kawasan tambang yaitu sebagai hutan semi produksi yang bisa menunjang keberlangsungan kehidupan di dalamnya. Rehabilitasi Hutan Bakau Bekerjasama dengan LSM dan masyarakat setempat, PTNMR melaksanakan kegiatan perlindungan dan pelestarian hutan bakau atau mangrove di kawasan pesisir Ratatotok dan Buyat. Kelompok kelompok kerja penanaman mangrove masyarakat pun telah terbentuk. Hingga saat ini telah ditanam 50 ribu pohon mangrove di 5 hektar lahan desa. Kegiatan penanaman mangrove dan penyadaran ke masyarakat mengenai manfaat hutan mangrove ini sangat penting karena mangrove merupakan daerah pemijahan bermacam biota perairan, menghasilkan berbagai produk untuk kesehatan dan makanan dan juga untuk menangkal abrasi pantai dari hempasan gelobang dan angin. Menjaga keutuhan ekosistem mangrove berarti menjaga kelestarian kawasan pantai. Pengembangan Habitat Baru di Bawah Laut - Reefball Program terumbu karang buatan (Reefball) PTNMR di Teluk Buyat dan Teluk Totok merupakan program pengembangan reefball terbesar di dunia yang dilakukan oleh pihak swasta. Pembuatan reefball dimulai tahun 1999 oleh PTNMR bekerjasama dengan Reefball Foundation (USA) dan dikerjakan oleh masyarakat setempat. Reefball berupa kubah karang buatan serta terdapat lubang di kedua sisinya. Reefball dimaksudkan sebagai habitat baru bagi kehidupan bawah air termasuk mikroorganisme, terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Saat ini telah ditempatkan sekitar 3.000 buah reefball di perairan Teluk Buyat dan Teluk Totok. Pemantauan perkembangan reefball yang rutin dari tim Fakultas Perikanan & Kelautan Universitas Sam Ratulangi menunjukkan perkembangan menggembirakan dimana reefball yang ditempatkan telah berkembang sepenuhnya menjadi suatu koloni baru di bawah laut yang sangat beragam. Tim menemukan terdapat kelimpahan ikan yang tinggi yang menetap pada reefball. Reefball menjadi tempat berlindung dan mencari makan bagi ikan, tempat melekatnya terumbu karang, mencegah erosi pantai dan juga bisa menjadi sarana wisata bawah laut dengan beragam makhluk laut yang hidup di dalamnya dan keunikannya.

http://www.newmont.co.id/ID/aboutus_nmr.htm

07.10.2010 Menhut Puji Reklamasi Tambang PTNNT

Sumbawa Barat Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Zulkifli Hasan SE, MM memuji program reklamasi lahan hutan yang dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara dan menilainya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Demikian dikatakan Menhut seusai meninjau reklamasi lahan tambang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) di Sumbawa Barat, Kamis (7/10). Newmont bagus sekali. Saya sudah melihat banyak tambang di Indonesia. Newmont ini alhamdulillah jauh dari bayangan saya sebelumnya ternyata pengelolaan hutannya bagus sekali. Pengelolaan tailingnya juga tidak merusak lingkungan karena dialirkan ke palung laut yang dalam sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Tidak nampak tanda-tanda tailing. Nelayan juga mencari ikan di situ. Sehingga apa yang dilakukan oleh Newmont bisa ditiru dan menjadi contoh oleh pelaku-pelaku tambang yang lain. Ini menurut saya the best,kata Menhut Zulkifli Hasan, SE, MM. Lebih lanjut Menhut Zulkifli Hasan mengatakan, lingkungan dan pepohonan di kawasan tambang Batu Hijau tertata dengan bagus walaupun di sini jauh lebih kering. Bekas tambang telah dilakukan reklamasi sehingga tampak tidak seperti bekas tambang. Pembuangan sisa tambang atau tailing dialirkan melalui pipa ke laut sehingga tidak merusak lingkungan sama sekali. Jadi, Newmont ini bisa menjadi model,kata Zulkifli Hasan. Sementara itu Presiden Direktur PTNNT Martiono Hadianto mengatakan bahwa PTNNT melakukan program reklamasi lahan sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan dan atas arahan dan bimbingan Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan. Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan pemerintah dalam pelaksanaan reklamasi lahan tambang di Batu Hijau,kata Martiono Hadianto. Seusai melakukan kunjungan, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE, MM dan Presiden Direktur PTNNT Martiono Hadianto melakukan penanaman pohon secara simbolis di lahan PTNNT. Pohon yang telah beliau tanam itu akan kami pelihara dan kami jadikan sebagai pemacu semangat kami untuk terus melakukan reklamasi lahan secara baik sesuai dengan nilai yang kami anut yakni menjadi yang terdepan di bidang perlindungan lingkungan,kata Martiono Hadianto. Sampai pertengahan 2010, PTNNT telah melakukan reklamasi lahan tambang seluas 689 hektar. Reklamasi lahan di PTNNT dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penambangan untuk mengurangi erosi lahan. Sebagian besar lahan yang telah direklamasi kini keadaannya sudah menyerupai keadaan sebelum kegiatan penambangan dan satwa liar juga sudah mulai berkembang,jelas Martiono. Selain melaksanakan reklamasi lahan tambang, PTNNT juga giat melakukan penanaman pohon di lahan pemerintah dan lahan penduduk di sekitar tambang. Lebih dari 28.000 pohon telah ditanam di lahan-lahan sekitar tambang baru-baru ini. Sebelumnya kami juga sudah menanam ratusan ribu pohon jati di lahan masyarakat,tambah Martiono. PTNNT mengoperasikan tambang tembaga emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat sejak 2000. PTNNT

menerapkan standar pengelolaan dan perlindungan lingkungan yang tinggi dalam semua aspek operasinya. Baru-baru ini PTNNT mendapatkan penghargaan ADITAMA sebagai perusahaan tambang dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kinerja pengelolaan lingkungan PTNNT telah diakui dengan predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup selama tiga periode berturut-turut *****

http://www.newmont.co.id/ID/media_center_detail.cfm?type=1&lang=id&id=215
PT Newmont Nusa Tenggara adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Produk PT Newmont Nusa Tenggara berupa konsentrat tembaga yang mengandung sejumlah kecil emas, yang dikirimkan ke berbagai pabrik peleburan di Indonesia maupun di luar negeri untuk pengolahan selanjutnya. Keberadaan lokasi tambang memberikan kontribusi yang besar bagi negara baik dari segi ekonomi maupun sosial, karena pertambangan mempunyai kapasitas sebagai penggerak (prime mover) pembangunan di daerah terpencil. Tetapi lahan yang dieksplorasi untuk pertambangan menjadi terganggu. Reklamasi di PT Newmont Nusa Tenggara merupakan suatu usaha penanaman kembali menggunakan tanaman dan tumbuhan asli yang tumbuh di lahan tersebut sesegera mungkin selama periode konstruksi berlangsung. Dalam Kepmen PE No. 1211.K/008/M.PE/95 yang dimaksud reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdayaguna sesuai dengan peruntukkannya. Proses reklamasi di PT Newmont Nusa Tenggara diawali dengan pembukaan lahan (land clearing) lalu penelitian tanah contoh (soil sampling) untuk mengetahui kelayakan tanah lapisan atas (top-soil) dan tanah lapisan bawah (sub-soil) untuk dipakai reklamasi. Setelah diketahui kelayakan dari tanah yang diteliti, dilakukan pengambilan dan pengangkutan tanah (loading soil) untuk top-soil menyusul kemudian pengambilan sub-soil. Top-soil sementara disimpan dulu di stockpile, karena tanah yang akan disebar terlebih dahulu adalah subsoil. Penyebaran tanah dilakukan bertahap dengan pemadatan (compaction). Penyebaran tanah pertama adalah penyebaran tanah sub-soil setebal 0,5 m. Selanjutnya tanah tersebut dipadatkan sampai dengan kepadatan minimal 95%. Setelah pemadatan pada lapis pertama selesai, dilakukan penyebaran dan pemadatan lapisan tanah kedua disusul dengan lapisan tanah ketiga yaitu tanah sub-soil dengan ketebalan yang sama dengan tanah lapis pertama. Lapisan tanah yang keempat (sub-soil) ketebalannya 0,4 m. Setelah itu dipadatkan dengan kepadatan minimal 95%. Lapisan tanah kelima (sub-soil) ketebalannya 0,35 m dan kepadatannya minimal 95%. Lapisan tanah keenam adalah top-soil dengan ketebalan tanah 0,5 m dan kepadatannya 85%. Setelah pemadatan enam

lapis selesai dilakukan, proses selanjutnya adalah pemasangan energy breaks, lalu penyebaran bibit (hidroseeding) dan dilanjutkan dengan penanaman.

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20269
Kunjungan Daerah Reklamasi PT Newmont Minahasa Raya Di Ratatotok

Sebagian besar wilayah Indonesia terletak pada zona Ring of Fire, sehingga Indonesia memiliki tanah yang subur sekaligus memiliki potensi mineral-mineral berharga, salah satunya adalah emas. Ratatotok merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi tersebut, disamping itu Ratatotok juga termasuk zona triangle coral, sehingga di daerah ini memiliki kekayaan dan keindahan bawah laut melalui terumbu karangnya.

Rombongan Kemenristek yang terdiri dari Deputi Bidang Kelembagaan, Benyamin Lakitan, Asdep Budaya dan Etika, Vemmie D Koeswara, dan sejumlah pejabat Kemenristek lainnya berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi reklamasi tambang emas PT Newmont Minahasa Raya (PTMNR) di Ratatotok pada tanggal 11 13 Februari 2011 yang lalu. Lokasi kunjungan pertama adalah lokasi pembuangan tailing di Teluk Buyat. Lokasi pembuangan tailing ditentukan melalui analisis ANDAL yang komprehensif sehingga kadar logam (trace metal) tidak merusak mutu air dan ekosistem laut. Kondisi karang di Teluk Buyat masih tetap terjaga, bahkan ada satu jenis karang yang hanya bisa ditemukan di sini dan sampai sekarang masih terjaga, ujar Enviromental Manager PTNMR, Jerry Kojansow . Masyarakat Buyat pun ikut melindungi dan memperkuat lingkungan laut salah satunya melalui penempatan Terumbu Karang Buatan atau Reefball dan lebih dari 3000 Reefball telah ditempatkan di Teluk Buyat, Teluk Sikot, dan Selat Besar sejak 1999. PTNMR juga membantu nelayan setempat dalam penyediaan dana mikro dan pelatihan pembuatan Reefball melalui yayasan yang dikelola oleh rakyat. Proyek ini memberikan manfaat dengan adanya pertumbuhan karang dan bertambahnya populasi ikan. Lokasi lain yang dikunjungi rombongan adalah areal bekas penambangan yang terletak di atas Bukit Mesel. PTNMR telah melakukan penghijauan areal bekas tambang tersebut. Penilaian dari Tim Penilaian Keberhasilan Reklamasi Hutan Bekas Tambang Propinsi Sulawesi Utara sendiri menunjukkan realisasi pelaksanaan penanaman telah mencapai 100%, realisasi jumlah tanaman 152,83 % (berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.60/2009) dengan tingkat kesehatan tanaman 97,68 % serta persentase tanaman lokal 99,91 %. Dampak dari kerusakan alam yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan akan sangat merugikan bagi kelangsungan hidup kita. Program pasca tambang seperti reklamasi, revegetasi, menjaga keamanan kawasan hutan, mencegah kebakaran hutan, mencegah longsor dan erosi, mencegah perburuan satwa liar serta melindungi mata air diharapkan mampu memulihkan kerusakan alam yang disebabkan aktivitas pertambangan. Program ini akan berjalan efektif bila perusahaan tambang, masyarakat, dan pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam pelaksanaannya. Kunjungan diakhiri dengan meninjau sarana umum yang dibangun PTMNR seperti rumah sakit, sekolah, dan pesantren. PTNMR sudah melaksanakan program pengembangan masyarakat yang berkelanjutan, diantaranya: pendidikan, kesehatan, lingkungan dan usaha berbasis masyarakat. Akan tetapi program ini tidak berjalan efektif terutama pada pengembangan usaha berbasis masyarakat, ujar Public Relations PTNMR, Pretty Mamonto. (Dep-KI/asw/humasristek)
http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=7934

Reklamasi Batu Hijau Butuh Rp 1,3 Miliar/Hektare


Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Sumbawa - Proses reklamasi lokasi penambangan logam PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau membutuhkan biaya penataan lahan Rp 1,3 miliar per hektare dan penanaman Rp 120 juta per hektare. "Saat ini baru 30-35 persen yang direklamasi," kata Supervisor Reklamasi, Fitrah Jaya Kurniawan, di Batu Hijau, Rabu, 2 November 2011. Fitrah mengungkapkan luas lahan yang dibuka sejak operasional penambangan berlangsung, tahun 1999, sampai 2010 sebesar 2.238 hektare. Sedangkan total yang direklamasi 641 hektare. Pembukaan lahan, kata Fitrah, masih akan berlangsung.

Reklamasi akan dilakukan bertahap. "Area masih dipakai, kalau direklamasi sia-sia," ucap Fitrah. Dalam proses reklamasi, lahan terbuka, kata dia, dilapisi dan dipadatkan dengan tanah setinggi 2,75 meter kemudian ditanami pepohonan sesuai dengan vegetasi di hutan sekitar, seperti Jabon dan Merbau. Penambangan PT NNT di Batu Hijau beroperasi penuh sejak Maret 2000 atau hampir 14 tahun setelah penandatanganan kontrak karya, Desember 1986. Aktivitas penambangan dilakukan pada cebakan tembaga--kini dikenal dengan pit Batu Hijau--yang ditemukan pada 1990. Aktivitas penambangan sendiri diperkirakan selesai pada 2027.

http://www.tempo.co/read/news/2011/11/03/090364633/Reklamasi-Batu-Hijau-Butuh-Rp-13MiliarHektare

DIBALIK SUKSESNYA REKLAMASI NEWMONT


Friday, 30 July 2010 06:21

Proses trial and error mewarnai kegiatan reklamasi Newmont kata David Sompie, Site Manager PT Newmont Nusa Tenggara kepada greenmining. Ketika mengisahkan bagaimana Newmont memperoleh skor 92 untuk hasil evaluasi kegiatan reklamasinya di Tambang Mesal. Padahal menurut Kaunit KTRH (Konservasi Tanah dan Rehabilitasi Hutan)-Dirjen RLPS Kementrian Kehutanan Ir. Suhardijono MF ,skor 80 sudah bisa dikatakan baik. Trial and error terjadi karena, panduan pelaksanaan reklamasi memang belum ada, imbuh David. Sehingga banyak masukan dari berbagai pihak. Termasuk dalam pemilihan vegetasi. Hal senada diakui oleh Suhardijono, karena saat ini departemennya sedang menggodok draft pedoman pelaksanaan reklamasi yang menjadi tugasnya. Padahal pedoman penilaian kegiatan reklamasi hutan telah diundangkan melalui Permenhut P.60 Th. 2009. Situasi ini tentu saja menyulitkan perusahaan tambang seperti Newmont untuk melaksanakan kegiatan reklamasi. Karena bukan tidak mungkin, berbagai masukan seperti yang diungkapkan oleh David Sompie tersebut, tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh lembaga terkait, yang memiliki kewenangan mengenai reklamasi. Seperti Kementrian Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementrian Lingkungan hidup. Penilaian kegiatan reklamasi memang melibatkan ketiga kementrian tersebut, meskipun penilaian akhir ada di tangan Kementrian Kehutanan. Sehingga bukan tidak mungkin terjadi perbedaan persepsi mengenai pelaksanaan reklamasi. Oleh Karenanya Newmont pun sigap menjalin koordinasi dalam melaksanakan reklamasinya. Terutama dengan ketiga lembaga tersebut. Guna meminimalkan resiko kegagalan reklamasi. Selain berupaya melakukan self assesment, atau upaya mengevaluasi atas inisiatif sendiri kegiatan reklamasinya.

Self assesment reklamasi memang bisa dilakukan. Terutama Jika ada perencanaan yang baik atas kegiatan reklamasi. Sementara itu baik-buruknya perencanaan reklamasi, akan tergantung dari akurasi informasi mengenai lingkungan sekitar tambang yang dimiliki Newmont, sebelum menambang. Hal ini yang membuat Newmont, menggelar survey. Al hasil, Informasi kondisi lingkungan pun diperoleh. Salah satunya informasi mengenai jenis-jenis vegetasi yang ada di lokasi tambang. Informasi mengenai jenis vegetasi penting dalam pelaksanaan reklamasi. Karena selain vegetasi memiliki kaitan dengan sejumlah keragaman hayati yang ada, juga menjadi indikator keberhasilan reklamasi hutan yang bertujuan mengembalikan fungsi hutan setelah menambang minimal mendekati fungsi awalnya. Selain survey, pengalaman mereklamasi lahan bekas tambang sejak tahun 1996 meski pada areal sempit, membuat newmont tak lagi gagap. Sehingga mantap, untuk mulai menata lahan reklamasi di tambang Mesal pada tahun 2007, yang menjadi langkah pertama kegiatan reklamasinya. Setelah menata lahan, menurut David Sompie Newmont mulai menebar tanah pucuk, yang dilanjutkan oleh pemupukan dan revegetasi pada tahap pelaksanaan reklamasinya. Durian, Sengon, Lingua Acacia menjadi beberapa vegetasi terpilih pada tahap revegetasi. Setelah itahap revegetasi, selama kurang lebih dua tahun, Newmont memusatkan perhatian pada pemeliharaan. Proses pemeliharaan dan penjagaan lahan paska revegetasi dalam reklamasi newmont, seperti penyiraman atau pemupukan, melibatkan masyarakat setempat selain Jagawana maupun security Newmont. Ini adalah bentuk sinergi lain atas suksesnya reklamasi newmont, yang tengah menanti penandatanganan pengembalian ijin pinjam pakai kawasan hutan atas tambang Mesal di tahun 2010 ini.

http://www.greenmining.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=220:dibaliksuksesnya-reklamasi-newmont&catid=66:investigation

Penghargaan Reklamasi Area Tambang untuk PTNNT


| Jimmy Hitipeuw | Selasa, 29 November 2011 | 12:19 WIB

Share:

KOMPAS/EVY RACHMAWATI

Kegiatan pertambangan di lokasi tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/11), yang dikelola PT Newmont Nusa Tenggara. Realisasi produksi tembaga perusahaan itu sampai triwulan ketiga tahun 2011 mencapai 231 juta pounds (104,779 juta kilogram) atau turun 45 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 420 juta pounds atau 190,508 juta kilogram.

TERKAIT:

Newmont Diminta Bayar Rp 27 Juta Divestasi Saham Newmont Tak Perlu Persetujuan DPR Mogok Kerja PT Newmont Berakhir Perselisihan Jam Kerja di Newmont Berakhir PT NNT Setor Royalti Rp 135,02 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menerima penghargaan Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2010 dari Kementerian Kehutanan dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2011 di Bukit Merah Putih, Indonesia Peace and Security Centre, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (28/11/2011). Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, S.E,M.M, kepada sejumlah pelaku usaha, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat atas keberhasilan dan peran sertanya dalam pembangunan kehutanan dan menyukseskan kegiatan Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2011. PTNNT adalah satu dari tiga perusahaan tambang yang mendapat penghargaan tersebut untuk kategori reklamasi tambang. Terkait kategori ini, PTNNT telah melakukan reklamasi meski operasi tambang masih berjalan, yaitu dengan menanam 1800 pohon per hektar di dalam 689 hektar lahan yang sempat terganggu. Dimulai dari proses pembibitan 48 jenis pohon lokal dan selanjutnya ditanam sesegera mungkin pada lahan-lahan yang dibuka untuk meminimalkan luas tanah terbuka dan mencegah erosi yang dapat mempengaruhi mutu air. Melalui penghargaan ini, Presiden Direktur PTNNT, Martiono Hadianto, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas sejumlah penghargaan lingkungan serta pembinaan dan arahan teknis dalam pengelolaan lingkungan tambang Batu Hijau. Selain pengakuan atas kinerja lingkungan yang baik, penghargaan ini juga menjadi pendorong bagi kami untuk terus memprioritaskan pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan prinsip pemeliharaan dan perlindungan lingkungan, tambahnya. Saat ini PTNNT sedang menyiapkan program kerja reklamasi dalam rangka melaksanakan kewajiban yang tertera dalam Peraturan Menteri Kehutanan No.P63/2011 tentang Pedoman Penanaman Bagi Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Selain reklamasi lahan bekas tambang, PTNNT juga mendukung program One Man One Tree dan One Billion Indonesian Trees yang dicanangkan oleh Kementerian Kehutanan. Salah satunya melalui penanaman pohon lokal, cemara laut, dan mangrove di sejumlah desa sekitar area tambang. Kami tidak hanya menanam, tapi juga melakukan pemeliharaan (pemupukan, penyiraman, penyulaman, pendangiran, pembersihan gulma) dan pemantauan rutin hingga tanaman minimal sampai umur 2-3 tahun, jelas Manajer Senior Lingkungan PTNNT Potro Soeprapto.

PTNNT juga akan menanam 1000 pohon di beberapa SMA di kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat untuk mendukung Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2011.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/29/12193396/Penghargaan.Reklamasi.Area.Tam bang.untuk.PTNNT

Iklan Menhut Puji Reklamasi Newmont Digugat


Walhi mempersoalkan kutipan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di iklan milik PT Newmont.
SELASA, 19 OKTOBER 2010, 21:36 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

Menhut Zulkifli Hasan mengelus burung Rangkong (Enggang) asal Kalimatan (Antara/ Saptono) BERITA TERKAIT

PT Newmont Raih Penghargaan Terbaik Peta Kawasan dengan Polusi Terparah di Dunia Kepulauan Banyak di Aceh Nyaris Tenggelam Ribuan Karyawan PT Newmont Mogok Kerja Ribuan Karyawan Newmont Ancam Mogok Kerja VIVAnews - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengadukan iklan berjudul 'Menteri Kehutanan Puji Reklamasi Newmont' ke Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI). Iklan yang terbit di sejumlah media massa nasional pada 18 Oktober 2010 itu dianggap melanggar etika. Walhi mempersoalkan kutipan kalimat Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang tercantum di iklan milik PT Newmont Nusa Tenggara itu. Menurut mereka, iklan itu melanggar etika karena penggunaan pejabat negara untuk iklan yang bukan untuk kepentingan masyarakat luas. "Iklan ini seolah menutupi informasi tentang kerusakan akibat limbah sisa tambang (tailing)," kata Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Forqan, dalam siaran persnya, Selasa, 19 Oktober 2010. "Badan Pengawas Periklanan PPPI harus segera

melakukan penyelidikan." Kutipan kalimat Zulkifli Hasan yang digunakan dalam iklan itu: "Menurut Menhut (Menteri Kehutanan), pengelolaan tailing PTNNT juga tidak merusak lingkungan karena dialirkan ke palung laut yang dalam sehingga tidak menimbulkan pencemaran." "Tidak nampak tanda-tanda tailing. Nelayan juga mencari ikan di situ. Sehingga apa yang dilakukan oleh Newmont bisa ditiru dan menjadi contoh pelaku-pelaku tambang yang lain. Ini menurut saya the best," kata Zulkifli di iklan itu. Selain itu, Walhi juga mendesak Menteri Kehutanan agar menyatakan keberatan atas penggunaan kutipan itu. "Di Thailand seorang Perdana Menteri dijatuhkan parlemen karena menjadi pembawa acara memasak dalam stasiun televisi saat masih menjabat, dinilai berposisi ganda," Manajer Kampanye Walhi, Pius Ginting, menambahkan. (hs)

http://nasional.vivanews.com/news/read/183806-iklan-menhut-puji-reklamasi-newmont-digugat